Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis Volume 1. Nomor 3. Oktober Ae 2022. Hal 121-128 p-ISSN: 2809-1655. e-ISSN: 2809-1981 Analisis Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft skills, dan Pengungkapan (Studi Pada Aparatur Sipil Negara yang bertugas sebagai Auditor di Kota Semaran. Amsar Amsar a . Jaluanto Sunu Punjul Tyoso b . Siti Mardiyah c Prodi Manajemen. FEB, asepamsar@gmail. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Prodi Akuntansi. FEB, jaluanto@untagsmg. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Prodi Akuntansi. FEB, site. mardhiyah@gmail. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Abstract Knowledge of fraud disclosure supported by independence, task interdependence, code of ethics, soft skills is obtained from research with a causal approach. The study involved 84 respondents from state civil servants who were taken from the population who served as auditors in their offices. This sample was drawn by purposive sampling, and the data was analyzed by Smart-SEM PLS. The results showed that the task interdependence, code of ethics, and soft skills variables positively and significantly affected the disclosure of fraud individually. Another variable, namely independence, has no significant positive impact on the disclosure of fraud. The task interdependence variable has a significant negative impact on soft skills. Likewise, independence and code of ethics have no significant positive impact on soft skills. Keywords: task interdependence, independence, code of ethics, soft skills, disclosure of fraud. Abstrak Pengetahuan mengenai pengungkapan kecurangan yang didukung oleh independensi, interdependensi tugas, kode etik, soft skills diperoleh dari penelitian dengan pendekatan kausalitas. Penelitian dengan mengikut sertakan 84 responden aparatur sipil negara yang diambil dari populasinya yang bertugas sebagai auditor di kantornya. Sampel ini ditarik dengan cara purposive sampling, dan data dianalisis dengan Smart-SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan variabel interdependensi tugas, kode etik, dan soft skills secara positif dan signifikan secara individual mempengaruhi pengungkapan kecurangan. Variabel lainnya yaitu independensi berdampak positif tidak signifikan terhadap pengungkapan kecurangan. Variabel interdependensi tugas berdampak negatif signifikan terhadap soft skills. Demikian juga independensi, dan kode etik mempunyai dampak positif tidak signifikan terhadap soft skills. Kata kunci: interdependensi tugas, independensi, kode etik, soft skills, pengungkapan kecurangan. PENDAHULUAN Kejahatan korupsi di Indonesia telah terjadi sejak pasca kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru hingga masa reformasi saat ini. Beberapa tahun terakhir, kecurangan . merajalela dan meningkat di berbagai sektor publik. Harian kompas menyebutkan bahwa Corruption Perception Index (CPI) dari Transparency International untuk tahun 2020 Indonesia berada di angka 37 pada skala 0-100 . ngka 0 sangat korup, dan 100 sangat bersi. , angka ini turun dari tahun sebelumnya dengan skor 40. Hasil survey yang dilakukan oleh Association of Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Tahun 2020, korupsi merupakan kasus fraud yang paling banyak terjadi di Indonesia. 69,9% fraud adalah korupsi, diikuti oleh penyalahgunaan aset sebanyak 20,9% dan kecurangan laporan keuangan sebanyak 9,2%. Jumlah kerugian yang disebabkan oleh korupsi dapat mencapai hingga 374 milyar Rupiah, sedangkan oleh penyalahgunaan aset mencapai 257 milyar dan kecurangan laporan keuangan dengan kerugian hampir 240 milyar Rupiah. Korupsi dianggap sebagai bentuk fraud yang paling merusak di Indonesia. Megaskandal pada PT. Asuransi Jiwasraya yang gagal bayar produk Saving Plan mengakibatkan potensi kerugian negara karena adanya investasi yang ditempatkan di saham-saham dan reksadana mencapai 16,8 triliun yang sampai saat ini masih berproses di persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipiko. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat ini. Kejaksaan Agung (Kejagun. telah menetapkan 6 orang sebagai terdakwa, kemudian ada tambahan 1 pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan 13 Manajer Investasi sebagai tersangka dalam kasus ini . ncbindonesia, 2. Di Provinsi Jawa Tengah, kasus yang sedang hangat adalah Penyalahgunaan Keuangan Received Agustus 30, 2022. Revised September 2, 2022. Accepted Oktober 11, 2022 pada Perusda di Kota Salatiga yang terjadi dari tahun 2008-2018 yang kerugian negaranya hampir mencapai 25 milyar Rupiah. Dalam kasus ini, 3 pejabat telah menjadi terpidana, 5 lainnya masih berstatus tersangka tindak pidana korupsi, 1 tersangka perkara tindak pidana pencucian uang dan saat ini sedang dalam tahap pra penuntutan. Simanjutak . menyatakan bahwa Fraud (Kecuranga. merupakan suatu tindakan yang disengaja oleh satu individu atau lebih dalam manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola, karyawan, dan pihak ketiga yang melibatkan penggunaan tipu muslihat untuk memperoleh satu keuntungan secara tidak adil atau melanggar hukum. Audit investigatif adalah serangkaian tindakan dalam pemeriksaan fraud. Audit investigatif ini adalah proses mencari, menemukan dan mengumpulan dan menganalisis serta mengevaluasi bukti-bukti secara sistematis oleh pihak yang kompeten dan independen untuk mengungkapkan fakta atau kejadian yang sebenarnya tentang indikasi tindak pidana korupsi dan/ atau tujuan spesifik lainnya sesuai peraturan (Peraturan BPKP No 17 Tahun 2. Terungkapnya kecurangan dalam lingkup lembaga swasta atau pemerintahan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan tersebut, baik oleh pelaku yang sama maupun yang lain. Oleh karena itu, setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap. Aparat Penegak Hukum dalam melakukan pengungkapan kecurangan selain memberi efek jera pelaku juga memfokuskan pada penyelamatan keuangan negara melalui pengembalian kerugian keuangan negara pada tahap penyelidikan, penyidikan dan pada saat persidangan maupun pasca persidangan berupa denda dan uang pengganti sebagaimana dalam putusan Masyarakat masih meyakini bahwa kecurangan masih akan terus meningkat baik dari jumlah kecurangan maupun dari nilai yang dirugikan dari kecurangan tersebut (Mulyadi, 2. Penelitian mengenai pengungkapan Kecurangan . sebagai berikut: Tjun . , dan Perdany . menyatakan bahwa variabel independensi auditor berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kualitas audit dalam pemeriksaan fraud. Independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan fraud (Irdanil et al, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sumarni . menemukan bahwa independensi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. untuk Pengungkapan Fraud. Fatma dan Yuniarti . menyatakan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendeteksian kecurangan yang dapat dilanjutkan dengan pengungkapan kecurangan. Larasati dan Rofika . menyatakan bahwa profesionalisme auditor positif tidak signifikan terhadap pengungkapan kecurangan, artinya profesionalisme auditor berpengaruh tidak langsung atau secara kebetulan dapat mempengaruhi pengungkapan Penelitian yang dilakukan oleh Raharjo . menyatakan bahwa Kode etik mempunyai pengaruh audit positif dan signifikan terhadap pendeteksian dugaan tindak pidana pencucian uang dan pengungkapan kecurangan. Sumarni . menyatakan bahwa etika profesi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Penelitian ini sejalan dengan Rahayu . yang juga menyatakan bahwa kode etik berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Artinya Auditor yang memiliki etika profesi yang baik maka diharapkan bebas dari kecurangan para auditor lainnya yang berdampak kepada opini audit yang benar dan sesuai dengan laporan keuangan yang telah disajikan perusahaan dan atau lembaga pemerintahan. (Chrisdinawidanty. Et. al, 2. Kecerdasan emosional mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap pencegahan fraud (Durnila, 2. , sedangkan kecerdasan spiritual dari penelitian Bayuandika & Mappanyukki . adalah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendeteksian fraud yang berarti tidak mampu mengungkapkan Berbeda dengan penelitian Andriyanto . bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif terhadap kemampuan auditor mendeteksi fraud dan mengungkap kecurangan. Hasil Penelitian Fauzan . dan Larasati . menyatakan audit investigatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan fraud, demikian juga Dewi dan Ramantha . menyatakan bahwa audit investigatif berpengaruh positif terhadap pengungkapan kecurangan oleh auditor. Lestari . menginterpretasikan bahwa audit investigatif berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pencegahan kecurangan dan mampu mengungkapkan kecurangan. Penelitian terdahulu sebagaimana dijabarkan diatas lebih banyak berfokus pada independensi Tjun . Sumarni . dan Perdany . , kompetensi oleh Fauzi . dan Larasati . , kode etik Raharjo Larasati . , kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual Durnila . Bayuandika & Mappanyukki . 0, audit investigatif Fauzan . Dewi dan Ramantha . , pengungkapan kecurangan Fatma . , sedangkan belum diteliti variabel soft skill dan variabel interdependensi tugas belum ditemukan dalam mengungkapkan kecurangan keuangan dan atau manajerial pada jurnal-jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan menjadi suatu hal menarik sebagai variabel penelitian ini. Dari uraian tersebut diatas, tujuan yang diharapkan dari penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengungkapan kecurangan pada Aparatur Sipil Negara yang bertugas sebagai auditor di kota Semarang yang dikaji dari Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 1. Nomor 3. Oktober Ae 2022 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer TINJAUAN PUSTAKA Pengaruh interpendensi tugas terhadap pengungkapan kecurangan Ketergantungan satu kelompok pada kelompok lain. Satu kelompok tidak dapat bekerja karena menunggu hasil kerja kelompok lain. Keterlibatan adalah fokus penting bagi sebagian besar organisasi, karena sebagian besar survei menunjukkan bahwa hanya sedikit pekerja yang sangat terlibat dalam pekerjaan mereka (Ayyash, 2. Koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksananya. Koordinasi, khususnya ketergantungan . tugas berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dalam pengungkapan kecurangan (Lovihan, dkk, 2. Hipotesis yang diajukan berdasarkan argument ini adalah interdependensi tugas secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan kecurangan. Pengaruh kode etik terhadap pengungkapan kecurangan Kode Etik merupakan aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi. Auditor dalam menjalankan tugasnya diharuskan mematuhi kote etik agar tercipta keselarasan antara sehingga akan tercapai hasil yang baik. Raharjo . menemukan bahwa kode etik memoderasi pengaruh audit investigasi terhadap pendeteksian dugaan tindak pidana pencucian uang, hasil penelitian sejenis juga ditemukan oleh Hassan . dan Fauzi . bahwa semakin patuh auditor terhadap kode etik, semakin efektif pula pelaksanaan tugas dan hasil kinerjanya. Dari uraian dan hasil penelitian tersebut, hipotesis dalam penelitian ini adalah kode etik berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Kecurangan. Pengaruh soft skills terhadap pengungkapan kecurangan Soft skill pegawai adalah perilaku personal dan interpersonal yang dibutuhkan pegawai untuk meningkatkan kinerjanya, yang ditunjukkan dengan tingginya kemampuan berkomunikasi, membangun kerjasama, sikap kerja, kemampuan memecahkan masalah, dan penerapan kode etik kerja (Budiningsih et al. Soft skill adalah kunci untuk kehidupan yang lebih baik, lebih banyak teman, lebih banyak peluang sukses, lebih banyak kebahagiaan, tidak ada nilai kecuali penerapan dalam kehidupan sehari-hari itu penting. Soft skills terdiri dari unsur kompetensi, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan audit investigative (Mekhelluloh dan Rinda, 2018, dan Ardiansyah dan Gunawan, 2. Soft Skill yang Dimiliki Semua Orang. Orang yang berbeda jumlah dan tingkatannya dipengaruhi oleh kebiasaan berpikir, berkata, bertindak dan berperilaku. Pengaruh positif tersebut menunjukkan bahwa soft skill sejalan dengan kinerja pegawai. Artinya ketika soft skill baik maka kinerja pegawai meningkat dan sebaliknya. Ini mengindikasikan bahwa soft skills mempunyai dampak positif terhadap pengungkapan kecurangan baik dari sisi keuangan, akuntansi, dan manajerial (Irawati dkk, 2020. Mukaroh dan Nani, 2. Soft skill dalam bentuk kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan tekanan klien berdampak terhadap kualitas audit . ualitas audit dapat berbentuk pengungkapan kecurangan. Fauzan, 2017, dan Mulyasari, 2. Pengaruh interdependensi tugas terhadap soft skills Saling ketergantungan berpotensi menciptakan kesenjangan informasi bagi pengambil keputusan. Kesenjangan ini terjadi karena lebih sedikit informasi yang tersedia daripada yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Ketika ini terjadi, pengambil keputusan menghadapi ketidakpastian. Pengaruh saling ketergantungan positif terhadap kemampuan kepemimpinan (Sumolang, 2. Noviansyah dkk . menemukan bahwa konflik peran berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Konflik peran di sini disebabkan antara lain oleh ketergantungan tugas atau interdependensi tugas antara satu tim kerja dengan yang lainnya (Rafiyadi dan Usman, 2. Argumentasi sedikit informasi yang tersedia dan konflik peran mengarahkan hipotesis penelitian interdependensi tugas berdampak negatif terhadap soft skill. Pengaruh independensi mempunyai dampak terhadap soft skills Lameng dan Dwirandra . dan Laura dan Wilujeng . dalam penelitiannya bahwa independensi ditunjukkan dengan tidak adanya hubungan khusus, hubungan tertentu antara auditor dengan klien, tidak ada maksud tertentu/ kepentingan . inancial gai. dan tidak dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terkait dengan proses dan hasil audit. Determinan deteksi fraud audit ditunjang oleh pengalaman dan independensi menjalankan tugas (Rahmida, dan Urumsah, 2. , sehingga hipotesis yang diajukan adalah independensi mempunyai dampak positif terhadap soft skills Pengaruh kode etik terhadap soft skills Pada satu sisi, soft skill sebagai kemampuan afektif yang memudahkan seseorang untuk beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan sekitarnya, terdiri atas tiga faktor utama, yaitu: . faktor psikologis, . kemampuan sosial dan . kemampuan komunikasi. Kemampuan psikologis dapat membuat seseorang bertindak atas pertimbangan pemikiran sehingga tercipta perilaku yang sesuai dengan pikirannya, termasuk kemampuan kontrol diri dan konsep diri. Kemampuan sikologis lebih pada apa yang ada di dalam diri manusia, yang dapat membantu seseorang tersebut untuk mengerti diri sendiri dan orang lain dalam hubungannya dengan orang lain dan lingkungannya. Kemampuan sosial adalah kemampuan seseorang untuk berinteraksi dan membawa diri dalam pergaulan dalam kelompoknya. Kemampuan komunikasi adalah kemampuan yang meliputi upaya penyampaian pesan dan informasi, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, verbal maupun nonverbal, kemampuan seseorang dalam mengemukakan maksud dalam berkomunikasi sehingga terhindar dari kemungkinan terjadinya kesalahpahaman (Yuniendel, 2. Pada sisi lain kode etik tersebut dijadikan sebagai pedoman yang mengatur pekerjaan. terdapat pengaruh signifikan positif antara variabel kode etik terhadap kualitas audit yang dihasilkan (Afif, 2. Hipotesis yang diajuan adalah kode etik mempunyai dampak positif terhadap soft skills. METODE PENELITIAN Data penelitian ini dengan diambil melalui kuesioner ke pihak terkait, populasi Aparatur Sipil Negara yang bertugas sebagai auditor di kota Semarang sebesar 144. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling, teknik dalam memilih sampel yang secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan dengan kriteria tertentu, yaitu bertugas di Provinsi Jawa Tengah, sebagai auditor di instansi yang bersangkutan seperti inspektorat atau kejaksanaan. Responden yang menjawab lengkap hanya 84 orang, sehingga dicapai data penelitian sebagai unit analisis sebesar 58,33% dari populasinya, mereka memberikan tanggapan atas pertanyaan berdasarkan variabel penelitian, yaitu Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft skills, dan Pengungkapan kecurangan. Tingkat pendidikan responden yaitu S1 68% dan S2 sebanyak 32%. Batas minimal tingkat pendidikan adalah Sarjana, dengan pertimbangan diharapkan kecermatan, ketelitian, dan kemampuan membuat keputusan dapat menunjang performa kerja maksimal, yaitu pengungkapan kecurangan dalam perspektif keuangan atau akuntansi atau manajerial. Masa kerja responden berada pada rentang 12-21 tahun yaitu sebanyak 42%. Masa kerja merupakan tenggat waktu yang digunakan seorang pegawai pada satuan kerja untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk menghasilkan produktivitas yang baik. Artinya auditor berada pada tingkat pengalaman, kepemilikan rasa tanggungjawab, rasa ikut memiliki terhadap satuan kerja, keberanian dan mawas diri yang cukup tinggi dalam produktivitas kinerja. Berikut uji reliabilitas dan validitas seperti pada tabel di bawah ini. Construct Reliability and Validity Composite Average Variance Cronbach's Alpha rho_A Reliability Extracted (AVE) Independensi 0,894 0,910 0,926 0,757 InterdependensiTgs 0,941 0,945 0,962 0,894 KodeEtik 0,907 0,918 0,931 0,730 Pengungkapan 0,896 0,901 0,928 0,762 SoftSkills 0,854 1,053 0,905 0,767 Nilai cronbachAos alpha dan composite reliability tersebut di atas menunjukkan di atas 0,7 . ebagai batas keberterimaan keterandalan data untuk dianalisis lebih lanjut. Reliabilitas konstruk diukur dengan Composite Reliability dan Cronbach Alpha. Konstruk dikatakan reliabel jika memiliki nilai Composite Reliability dan Cronbach Alpha di atas 0. 70 Nilai Average Variance Extracted (AVE) yang diatas 0. (Ghozali . Discriminant Validity Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) Interdependensi Independensi KodeEtik Pengungkapan Tgs InterdependensiTgs 0,167 KodeEtik 0,500 0,678 Pengungkapan 0,465 0,647 0,827 SoftSkills 0,292 0,138 0,159 0,212 Nilai HTMT di atas 0,90 menunjukkan kurangnya validitas diskriminan, sedangkan tabel di atas memberikan informasi koefisien HTMT di bawah 0,90 sehingga dapat dikatakan semua variabel penelitian valid. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 1. Nomor 3. Oktober Ae 2022 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Structural Model Evaluation (Inner Mode. R Square R Square Adjusted 0,627 0,608 Pengungkapan SoftSkills 0,118 0,085 Nilai R Square mengindikasikan bahwa pengaruh Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft skills, secara bersama-sama atau simultan terhadap Pengungkapan kecurangan, sebesar 0,627 dengan nilai adjusted r square 0,608, maka, dapat dijelaskan bahwa semua konstruk eksogen (Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft skill. secara serentak mempengaruhi Pengungkapan kecurangan sebesar 60,8%. Oleh karena Adjusted R Square dibawah 0,67 dan lebih dari 0,33 maka pengaruh semua konstruk eksogen Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft skills terhadap Pengungkapan kecurangan termasuk kuat Chin memberikan kriteria nilai R Square sebesar 0,67 sebagai kuat, 0,33 sebagai moderat dan 0,19 sebagai lemah (Ghozali, 2. Soft skilss jika dianggap sebagai variabel intervening, nilai koefisiennya R square 0,118 di bawah 0,19 dengan nilai adjusted R square 0,085, maka soft skills dan variabel eksogen lainnya dianggap tidak mampu secara serentak mempengaruhi variabel Pengungkapan kecurangan. Ini berarti pengaruh langsung variabel eksogen (Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft skill. lebih kuat, ketimbang jika soft skills ditempatkan sebagai variabel intervening, terhadap variabel endogen . engungkapan kecuranga. Significance Test Original Sample (O) P Values Independensi -> Pengungkapan Path Coefficients 0,135 0,134 Independensi -> SoftSkills 0,237 0,106 InterdependensiTgs -> Pengungkapan 0,290 0,006 InterdependensiTgs -> SoftSkills -0,236 0,026 KodeEtik -> Pengungkapan 0,488 0,001 KodeEtik -> SoftSkills 0,168 0,220 SoftSkills -> Pengungkapan 0,136 0,025 Gambar Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft skills, dan Pengungkapan kecurangan Informasi koefisien regresi di dalam tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. Variabel interdependensi tugas, kode etik, dan soft skills secara positif dan signifikan secara individual mempengaruhi pengungkapan kecurangan. Hal ini mengandung makna jika perbaikan di bidang interdependensi tugas diperbaiki antara lain ketepatan waktu pengerjaan tugas sehingga tugas berikutnya dapat berjalan sesuai rencana, kode etik diterapkan sesuai situasi dan kondisi, dan soft skills tiap individu auditor selalu ditingkatkan, maka pengungkapan kecurangan baik secara akuntansi dan atau manajerial dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Variabel lainnya yaitu independensi berdampak positif tidak signifikan terhadap pengungkapan kecurangan. Independensi merupakan kebebasan gerak dalam menjalankan tugas dibatasi oleh prosedur kerja dan atau peraturan perundangan yang berlaku, sehingga independensi mutlak dalam bekerja mempunyai kesempatan yang kecil untuk diwujudkan. Hal ini yang menyebabkan independensi berdampak postif namun tidak signifikan terhadap pengungkapan kecurangan. Variabel interdependensi tugas berdampak negatif signifikan terhadap soft skills. Demikian juga independensi, dan kode etik mempunyai dampak positif tidak signifikan terhadap soft skills. Jika interdependensi tugas yang longgar, maka soft skills akan bertambah baik bahkan berpeluang menjadi multi talenta. Independensi dan kode etik beranalogi seperti penjelasan di atas artinya peningkatan soft skills dalam batas-batas independensi dan kode etik pekerjaan yang bersangkutan, kebebasan bekerja dan kode etik ditetapkan oleh manajemen puncak secara langsung dan tidak langsung akan mempengaruhi peningkatan soft skills pegawai. Pembahasan Pengaruh interpendensi tugas terhadap pengungkapan kecurangan Uji yang dilakukan pada hipotesis menunjukkan Interdependensi Tugas secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan kecurangan. Interdependensi tugas diartikan jika seseorang harus bergantung pada orang lain untuk menyelesaikan tugasnya. Semakin tinggi interdependensi seseorang maka semakin lambat penyelesaian tugas dan pekerjaannya, sehingga memperlambat pula pendeteksian dan pengungkapan kecurangan. Namun jika suatu tugas harus diselesaikan dengan pembentukan tim kerja, maka interdependensi tugas menjadi hal mutlak sehingga anggota tim harus saling memperhatikan kecepatan dan ketepatan bekerja karenanya target pekerjaan Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian Lameng dan Dwirandra . dan Fauzi . Interdependensi auditor berpengaruh positif dan signifikan pada efektivitas pelaksanaan prosedur audit investigatif dalam pengungkapan kecurangan. Pengaruh kode etik terhadap pengungkapan kecurangan Analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa kode etik secara positif dan signifikan mempengaruhi pengungkapan kecurangan. Hal ini sesuai hasil penelitian Raharjo . Hassan . , dan Fauzi . menemukan semakin patuh auditor terhadap kode etik, semakin efektif pula pelaksanaan tugas dan hasil kinerjanya. Misalkan pendeteksian dugaan tindak pidana pencucian uang. Pengaruh soft skills terhadap pengungkapan kecurangan Soft skills terdiri dari unsur kompetensi, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan audit investigatif berdampak positif dan signifikan terhadap pengungkapan kecurangan, sebagaimana hasil uji di atas. Hasil ini selaras dengan Irawati dkk . dan Fachrul Hidayat dkk . yaitu kinerja pegawai . alam hal ini kinerja auditor berupa pengungkapan kecuranga. dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh soft skills. Kemampuan investigatif yang merupakan bagian dari soft skills juga mempunyai pengaruh positif terhadap pengungkapan kecuragan (Febriana dan Hasan . Pengaruh interdependensi tugas terhadap soft skills Noviansyah dkk . menemukan bahwa ketergantungan tugas berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Konflik peran di sini disebabkan antara lain oleh ketergantungan tugas atau interdependensi tugas antara satu tim kerja dengan yang lainnya. Konflik berakibat soft skills yang dimiliki masing-masing pegawai tidak dapat berkembang sebagaimana diharapkan. Hasil penelitian ini adalah interdependensi tugas berdampak negatif signifikan terhadap soft skills, sehingga dapat dikatakan uji hipotesis penelitian ini mendukung temuan Noviansyah dkk . Pengaruh independensi mempunyai dampak terhadap soft skills Independensi mempunyai dampak positif tidak signifikan terhadap soft skills selaras dengan hasil penelitian Hassan . dan Fatma . yang dalam penelitiannya menemukan bahwa independensi auditor berpengaruh positif signifikan terhadap pendeteksian dan pengungkapan kecurangan. Namun,jika kemampuan pendeteksian merupakan kompentensi diri sendiri, maka kemampuan pendeteksian adalah soft skills. Kebebasan melaksanakan tugas akan dibatasi oleh peraturan perundangan negara. Pengaruh kode etik terhadap soft skills Temuan penelitian menunjukkan kode etik mempunyai dampak positif tidak signifikan terhadap soft skills. Hasil demikian ini selaras dengan penelitian Budiningsih dkk . menyebutkan bahwa hard skills adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berkaitan dengan bidang ilmunya. sedangkan soft skill adalah kemampuan yang berkaitan dengan kepribadian seseorang dan bekerja dengan orang lain. Yuniendel . menyebutkan kode etik merupakan pernyataan formal yang menjadi norma . turan mora. dalam mengatur perilaku seseorang, maka kode etik dijadikan pedoman yang mengatur pekerjaan. Hal ini semua mengindikasikan bahwa kode etik menuntun seseorang menggunakan soft skill dalam bekerja dengan orang lain secara bijaksana. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 1. Nomor 3. Oktober Ae 2022 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer KESIMPULAN Penelitian ini memberikan wawasan bahwa pengungkapan kecurangan dalam bidang keuangan, akuntansi dan manajerial dapat dilaksanakan dengan memperhatikan variabel penelitian, yaitu Independensi. Interdependensi Tugas. Kode Etik. Soft skills. Variabel interdependensi tugas, kode etik, dan soft skills secara positif dan signifikan secara individual mempengaruhi pengungkapan kecurangan. R square juga menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut mempunyai kemampuan 62,7% untuk menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel pengungkapan kecurangan, dan 37,3% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Variabel soft skill masih berpeluang besar untuk menjadi variabel intervening atau moderasi pada penelitian selanjutnya dan dikembangkan sesuai keadaan atau kebutuhan penelitian yang akan datang. Penambahan variabel lain, misalkan pengalaman, tingkat Pendidikan, tingkat upah/pendapatan, kemampuan komunikasi,sikap atau kedewasaan dalam bekerja . ob maturit. , talenta auditor. DAFTAR PUSTAKA