YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Pengaruh Permainan Modifikasi Bola Kasti Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Khairatun Nisa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Battuta Khairatunnisa14@gmail. ABSTRAK ABSTRACT Dalam kehidupan sehari-hari, anak tidak akan terlepas dari aktivitas bermain. Dengan bermain maka banyak aspek yang dapat dikembangkan oleh anak, salah satunya ialah perkembangan sosial emosional dalam membangun kesadaran diri, rasa tanggung jawab diri sendiri dan orang lain dan juga perilaku prososial dalam diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh permainan modifikasi bola kasti terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 Tahun khususnya di TK ArRahman Kwala Bingai Stabat. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kuantitatif . yaitu Pre-Experimental Designs dengan bentuk One-Group Pretest-postest Design. Intrumen pengumpulan data yaitu pedoman observasi. Analisis data menggunakan uji-t. Dan observasi dilakukan pengobservasi dengan pedoman observasi yang telah disediakan. Dengan taraf nyata = 0,05. Berdasarkan hasil analisis data diatas diperoleh rata-rata nilai pada anak sebelum perlakuan (O. 7,7 dengan nilai tertinggi 10 dan nilai terendah 6, sehingga perkembangan sosial anak pada sebelum perlakuan (O. memperoleh perbedaan yang signifikan. Sedangkan nilai rata-rata pada anak sesudah perlakuan (O. 10,8 dengan nilai tertinggi 12 dan nilai terendah 8, sehingga perkembangan sosial emosional anak memperoleh perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut menggunakan permainan modifikasi bola kasti berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan sosial emosional anak. In everyday life, children will not be separated from playing By playing, there are many aspects that can be developed by children, one of which is social emotional development in building self-awareness, a sense of responsibility for oneself and others and also prosocial behavior in children. This study aims to determine how much influence the modified baseball game has on the socio-emotional development of children aged 5-6 years, especially in Ar-Rahman Kwala Bingai Stabat Kindergarten. The research method used is a quantitative . research method, namely PreExperimental Designs in the form of One-Group Pretestposttest Design. The data collection instrument is an observation guide. Data analysis using t-test. And observations were made by observing the observation guidelines that have been provided. With a significance level of = 0. Based on the results of the data analysis above, the average score for children before treatment (O. 7 with the highest score of 10 and the lowest score of 6, so that the social emotional development of children before treatment (O. obtained a significant difference. While the average value of children after treatment (O. 8 with the highest value of 12 and the lowest value of 8, so that the child's social emotional development obtained a significant difference. Based on these results, the hypothesis states that learning using a modified baseball game has a significant effect on children's social emotional development. Kata Kunci: Game yang dimodifikasi. Baseball. Sosial emosional. Key Word: Modified games. Baseball. Emotional social. PENDAHULUAN Perkembangan Anak Usia Dini merupakan periode dasar struktur kepribadian yang dibangun untuk sepanjang hidup anak. Perkembangan fisik dan mental pada anak usia 0-6 tahun sangatlah pesat. Pada usia ini kecerdasan dan fisik anak tumbuh dan STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 2 No. 1: JanuariAeApril 2022 berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Para ahli menyebut masa ini dengan Augolden ageAy atau usia emas. Pada saat anak melakukan kegiatan bermain, salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan anak adalah perkembangan sosial emosional. Menurut Freeman dan Utami Munandar mendefinisikan bermain adalah suatu aktifitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh baik segi sosial emosional, moral, fisik dan intelektual (Wibowo, 2018:. Sedangkan menurut (Latief dkk. , 2014: . merupakan kegiatan untuk mencapai kesenangan yang ditimbulkan dan tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Sehingga, dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan rasa senang dan dapat mencapai perkembangan yang Berdasarkan uraian tentang perkembangan sosial emosional yang dikemukakan di atas, dapat diketahui bahwa perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun adalah bermain dengan teman sebaya, bertanggung jawab atas perilaku untuk kebaikan diri sendiri, memperlihatkan kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi, mengetahui perasaan temannya, mentaati aturan kelas, dan merespon secara wajar dan yang lainnya. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di TK Ar-rahman Kwala Bingai Stabat bahwa pada umumnya perkembangan sosial emosional anak belum berkembang sebagaimana yang diharapkan. Misalnya, masih adanya anak yang belum terampil dalam bermain dengan teman sebaya, anak belum memiliki rasa tanggung jawab atas perilaku untuk kebaikan diri sendiri, belum dapat memperlihatkan kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi, anak belum mengetahui perasaan temannya, anak belum mentaati aturan kelas, dan anak belum mamapu merespon secara wajar dan yang lainnya. Berbagai faktor penyebab perkembangan sosial emosional anak belum berkembang secara optimal antara lain guru masih kurang paham cara memodifikasi permainan seperti permainan bola kasti atau bentuk permainan lainnya yang dapat mengembangkan perkembangan sosial emosional anak usia dini, permainan bola kasti masih jarang dilakukan oleh guru, anak lebih banyak belajar didalam kelas dan jarang bermain di luar kelas seperti bermain bola kasti dan jenis permainan lainnya, kurangnya memvariasikan permainan dalam mengembangkan perkembangan sosial emosional anak, serta fasilitas YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 2 No. 1: JanuariAeApril 2022 sekolah yang masih kurang memadai untuk melakukan permainan di luar kelas atau untuk mengembangkan perkembangan sosial emosional anak. Begitu banyak macam-macam permainan yang ada di Indonesia. Dengan begitu banyaknya permainan modern yang muncul dan berkembang yang menyebabkan permainan tradisional mulai terkikis dan terlupakan. Oleh karena itu, tugas pendidik ialah untuk mulai mengembangkan dan menanamkanya kembali anak didiknya agar tidak terlupakan dan menghilang. Permainan-permainan tersebut diantaranya seperti: permainan bola kasti, gobak sodor, simpai, egrang, dan masih banyak yang lainnya. Dari beberapa permainan tersebut, salah satunya ialah permainan bola kasti. Berdasarkan hasil penelitian Waldrop dan Halverson . alam Susanto, 2011:. bahwa anak yang pada usia 2,5 tahun telah bersikap ramah dan aktif secara sosial akan terus bersikap seperti itu sampai usia 7,5 tahun. Hal ini disimpulkan bahwa perilaku sosial pada usia 7,5 tahun diprediksi sebagai hasil konstribusi perilaku sosial pada usia 2,5 Dalam hal ini maka sangat perlu adanya pembelajaran yang dapat mengembangkan perilaku sosial yaitu memiliki sikap kerjasama dengan teman melalui permainan. Permainan modifikasi bola kasti merupakan permainan yang dapat mengembangkan sikap kerjasama dengan teman. Permainan modifikasi bola kasti cukup menantang untuk dilakukan anak tapi sangat menyenangkan. Namun pada kenyataannya permainan bola kasti masih sangat jarang dilakukan oleh pihak sekolah maupun guru dalam meningkatkan proses pembelajaran di luar kelas. Setelah melakukan pengamatan, hal ini disebabkan oleh permainan bola kasti yang masih terlalu jarang dilakukan oleh anak usia prasekolah, sehingga dibutuhkannya unsur modifikasi permainan alat dan bahan dalam permainan ini. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif . Desain dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Designs dengan bentuk One-Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di TK Ar-rahman yang berusia 5-6 tahun pada Kelompok B di Kwala Bingai Stabat yang terdiri dari 4 kelas yang terdiri dari kelas B1. B2. B3, dan B4 dengan jumlah keseluruhan 39 orang anak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 2 No. 1: JanuariAeApril 2022 memasukkan kertas masing-masing kelas kedalam botol kemudian dikocok. Setelah dikocok, apabila kelas yang pertama terpilih maka akan menjadi kelas pretest (O. dan kelas yang kedua terpilih maka akan menjadi kelas posttest (O. Masing-masing anak di dalam kelas ini adalah kelas B2 dengan jumlah 10 anak dan jumlah anak keseluruhan adalah 39 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto . 6: . instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan beberapa tahapan yakni tahap persiapan dan juga tahap pelaksanaan, dan pada masing Ae masing tahapan terdapat kegiatan yang akan dilakukan, diantaranya sebagai berikut: Tahap Persiapan Peneliti menyusun jadwal kegiatan yang sesuai dengan jadwal di TK Ar-Rahman Menyusun RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Haria. mengembangkan perkembangan sosial emosional anak melalui permainan modifikasi bola kasti Mempersiapkan alat dan pengumpul data berupa pedoman observasi Mempersiapkan kelas eksperimen Dibuka pelajaran dan diberikan observasi awal kepada anak kelas eksperimen untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak dalam kegiatan Tahap Pelaksanaan Membuka pembelajaran Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan permainan modifikasi bola kasti pada anak YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 2 No. 1: JanuariAeApril 2022 Memberikan posttest pada anak untuk kelas eksperimen setelah materi selesai Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi. Instrument penelitian non test yaitu observasi terstuktur tentang perkembangan sosial emosional anak. Instrument penelitian ini menggunakan panduan observasi. Observasi ini menggunakan pedoman observasi yang berisi sebuah daftar jenis kegiatan atau prilaku yang mungkin timbul dan akan diamati. Penataan checklist data dilakukan dengan memuat nama observer. Tugas observer memberi tanda (O. pada skor yang didapat melalui pedoman observasi yang dibuat. Dari observasi yang dilakukan maka diperoleh data tentang perkembangan sosial emosional pada saat melakukan permainan modifikasi bola kasti. Hasil Observasi Pada Perkembangan Sosial emosional Anak (Sebelum Diberikan Perlakuan O. Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi sebanyak 2 kali yang dilakukan selama 2 minggu. Hasil observasi sebelum diberikan perlakuan (O. terdapat nilai rata-rata 6,3 dengan sampel 10 anak. Kelas yang digunakan sebelum diberi perlakuan adalah kelas B2. Hasil Observasi Perkembangan Sosial emosional Anak dengan Permainan Modifikasi Bola Kasti (Sesudah diberi perlakuan O. Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi sebanyak 4 kali yang dilakukan selama 2 minggu. Hasil observasi sesudah diberikan perlakuan (O. terdapat nilai rata-rata 9,8 dengan sampel 10 anak. Kelas yang digunakan sesudah diberikan perlakuan (O. adalah kelas B2. Perbandingan Perkembangan Sosial emosional Anak Sebelum Diberikan Perlakuan (O. Dan Sesudah Diberikan Perlakuan (O. Dari hasil observasi dapat dilihat bahwa dengan permainan modifikasi bola kasti terdapat perbedaan pada perkembangan sosial emosional anak sebelum diberikan perlakuan O1 dan sesudah diberikan perlakuan O2. YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 2 No. 1: JanuariAeApril 2022 Dari hasil data dapat terlihat perbedaan nilai rata-rata anak sebanyak 0,88 maka dari itu terlihat bahwa permainan modifikasi bola kasti dengan latihan dua kali seminggu sesudah diberikan perlakuan O2 lebih besar tingkat perkembangan sosial emosionalnya dibanding sebelum diberikan perlakuan O1 yang hanya dengan satu kali latihan. Dalam memperoleh hasil analisis data maka proses yang dilakukan adalah memberikan perlakuan yang berbeda yaitu sebelum diberikan perlakuan O1 dan sesudah diberikan perlakuan O2. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan ada pengaruh yang signifikan pada permainan modifikasi bola kasti terhadap perkembangan sosial emosional anak. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan perkembangan sosial emosional anak sebelum dengan sesudah diberikan perlakuan berupa permainan modifikasi bola kasti pada anak. PENUTUP Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosialemosional adalah kepekaan anak untuk memahami perasaan orang lain ketika berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan emosi anak dapat di bentuk melalui kegiatan bermain modifikasi bola kasti. Selain itu pengembangan sosial emosional anak juga dapat dibentuk dari lingkungan dimana anak itu tinggal. Karena dari lingkungan anak juga mendapat pengalaman dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada anak. Dan dari pengalaman dan peristiwa penting itu, kepribadian anak juga akan terbentuk. Oleh karena itu, guru dan orang tua harus mengembangkan perkembangan sosial emosi anak dengan tepat dan baik, agar perkembangan sosial emosional anak berkembang sesuai tahap perkembangannya. Perkembangan sosial dan emosi yang positif memudahkan anak untuk bergaul dengan sesamanya dan belajar dengan lebih baik, juga dalam aktivitas lainnya di lingkungan sosial. Oleh karena itu, sangat penting memahami dan membantu anak-anak untuk memahami perasaan sendiri dan perasaan anakanak lain untuk mengembangkan rasa hormat dan kepedulian kepada orang lain. YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 2 No. 1: JanuariAeApril 2022 DAFTAR PUSTAKA