Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 9 No. Mei 2022. Page: 96-110 e-ISSN :2774-2040. p-ISSN :2443-3519 PENGARUH KOMUNIKASI PIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI KELURAHAN RABADOMPU TIMUR Ahmad Yani Program Studi Ilmu Komunikasi. STISIP Mbojo Bima ABSTRAK Penelitian ini berjudul AuPengaruh Komunikasi Pimpinan Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Kelurahan Rabadompu TimurAy. Tujuan penelitian . Untuk mengetahui proses strategi komunikasi pimpinan terhadap pegawai, . Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang terjadi selama proses strategi pimpinan terhadap pegawai. Dalam pembahasan penelitian ini penulis menggunakan jenis Jenis penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang menjelaskan kausal antara variabelAevariabel melalui pengujian hipotesis, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu. Angket sebagai pengumpul data primer. Sedangkan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai pengumpul data pendukung/sekunder. Hasil penelitian ini berdasarkan dari hasil uji hipotesis yang telah penulis uraikan diatas, maka penulis berkesimpulan antara lain sebagai berikut ini : . Hubungan antara variabel X dan Y dilakukan dengan melihat besarnya korelasi dari hasil perhitungan. Adapun kedua variabel yang telah diuji yakni. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah. Frekuensi tatap muka dari pimpinan kepada bawahan dapat meningkatkan kedisiplinan apabila para bawahan mempunyai kemampuan dalam melaksanakan tugas masing-masing. Hal ini dapat dibuktikan dari analisis tanggapan responden tersebut. Efektivitas pesan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi antar pribadi dapat member motivasi para bawahan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, sehingga pekerjaan yang diberikan berjalan dengan lancar. Melalui komunikasi personal yang dilakukan pimpinan dengan pegawai, dapat terlihat efek pesan dalam menimbulkan inisiatif dan rasa tanggung jawab dari bawahan terhadap pekerjaan yang telah ditugaskan pimpinan kepadanya, dengan demikian kinerja pegawai dapat tercapai dengan lebih baik. Kata Kunci: Komunikasi Pimpinan. Kinerja Pegawai. PENDAHULUAN Organisasi adalah sebuah sistem sosial yang kompleksitasnya jelas terlihat melalui jenis, peringkat, bentuk dan jumlah interaksi yang berlaku. Proses dalam organisasi adalah salah satu faktor penentu dalam mencapai organisasi yang efektif. Salah satu proses yang akan selalu terjadi dalam organisasi apapun adalah proses komunikasi. Melalui organisasi terjadi pertukaran informasi, gagasan, dan pengalaman. Mengingat perannya yang penting dalam menunjang kelancaran berorganisasi, maka perhatian yang cukup perlu dicurahkan untuk mengelola komunikasi dalam organisasi. Proses komunikasi yang begitu dinamik dapat menimbulkan berbagai masalah yang mempengaruhi pencapaian sebuah organisasi terutama dengan timbulnya salah faham dan konflik. Komunikasi merupakan sosial yang paling dominan terjadi dalam kehidupan manusia. Komunikasi berperan Ahmad Yani. Pengaruh Komunikasi Pimpinan. sangat penting manakala manusia ingin berinteraksi dengan manusia lainnya dan terus berkembang menjadi komunikasi yang sangat modern dan canggih. Perkembangan dan pentingnya komunikasi pada saat ini dapat dibuktikan dengan perangkatperangkat komunikasi yang sudah semakin canggih dan relatif sudah menyebar di setiap lapisan masyarakat. Selain dalam kehidupan bermasyarakat komunikasi juga sangat berperan dalam kehidupan berorganisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil, dan begitu pula Oleh karena itu, komunikasi diharapkan efektif sesuai dengan tujuan organisasi yang direncanakan. Komunikasi dengan memberikan penjelasan kepada para pegawai tentang apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada di bawah standar. Aktivitas komunikasi di perkantoran senantiasa disertai dengan tujuan yang ingin dicapai sesama dalam kelompok dan Budaya komunikasi dalam konteks komunikasi organisasi harus dilihat dari berbagai sisi. Sisi pertama adalah komunikasi antara atasan kepada bawahan. Sisi kedua antara pegawai yang satu dengan pegawai yang lain. Sisi ketiga adalah antara pegawai kepada atasan masing-masing komunikasi tersebut mempunyai polanya masing-masing. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Dalam hal komunikasi yang terjadi antar pegawai, kompetensi komunikasi yang baik akan mampu memperoleh dan mengembangkan tugas yang diembannya, sehingga tingkat kinerja suatu organisasi . menjadi semakin baik. Dan sebaliknya, apabila terjadi komunikasi yang buruk akibat tidak terjalinnya hubungan yang baik, sikap yang otoriter atau acuh, perbedaan pendapat atau konflik yang berkepanjangan, dan sebagainya, dapat berdampak pada hasil kerja yang tidak Peningkatan kinerja pegawai secara perorangan akan mendorong kinerja sumber daya manusia secara keseluruhan dan memberikan feed back yang tepat terhadap perubahan perilaku, yang direkflesikan dalam kenaikan produktifitas. Salah satu jenis komunikasi yang interpersonal atau komunikasi yang terjadi secara tatap muka antara beberapa pribadi yang memungkinkan verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Dalam operasionalnya, komunikasi berlangsung secara timbal balik dan menghasilkan feed back secara langsung dalam menanggapi suatu pesan. Komunikasi yang dilakukan dengan dua arah dan feed back secara langsung akan sangat memungkinkan untuk terjadinya komunikasi yang efektif. Hal ini sesuai dengan pendapat Onong U. Effendy yang mengatakan bahwa. AuEfektifitas komunikasi antar pribadi itu ialah karena adanya arus balik langsungAy. Di dalam suatu organisasi khususnya perkantoran, proses komunikasi adalah proses yang pasti dan selalu terjadi. Komunikasi mengadakan koordinasi antara berbagai subsistem dalam perkantoran. Perkantoran yang berfungsi adanya kerjasama secara sinergis dan harmonis dari berbagai komponen. Suatu perkantoran dikonstruksi dan dipelihara dengan komunikasi. Artinya, ketika proses komunikasi antar komponen tersebut dapat diselenggarakan secara harmonis, maka perkantoran tersebut semakin kokoh dan kinerja perkantoran akan meningkat. Peningkatan kinerja pegawai secara perorangan akan mendorong kinerja sumber daya manusia secara keseluruhan dan memberikan feed back yang tepat terhadap perubahan perilaku, yang direkflesikan dalam kenaikan produktifitas. Jadi dapat dikatakan bahwa keberhasilan suatu organisasi sangat didukung dari tingkat kinerja pegawai yang sangat dipengaruhi oleh proses komunikasi yang terjadi antar Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaruh komunikasi pimpinan terhadap kinerja pegawai di Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba Kota Bima. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi pimpinan terhadap kinerja pegawai di Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba Kota Bima. Kegunaan dari penelitian diharapkan Dapat menjadi bahan bagi peneliti selanjutnya mengenai strategi komunikasi dalam sebuah organisasi dan sebagai bahan masukan atau sumbangan pemikiran dan sumber informasi bagi Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba Kota Bima dalam hal peningkatan kinerja pegawai. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu penelitian yang menjelaskan kausal antara variabel Ae variabel melalui pengujian hipotesis, yaitu menjelaskan pengaruh variabel komunikasi pimpinan terhadap kinerja pegawai. Informan penelitian sebanyak 25 orang. Sedangkan data yang digunakan adalah di analisis secara kuantitatif, teknik yang digunakan dalam menganalisa data dan pengujian hipotesis penulis menggunakan rumus Aukorelasi produt momentAy sebagai Keterangan : Rxy = koefesien korelasi prudeut moment N = jumlah responden Y = variabel terikat X = variabel bebas Penggunaan rumus ini karena penulis ingin mengetahui korelasi dari kedua variabel x . dan variabel y . Menurut Sugiyono dalam bukunya Metode Penelitian Administrasi, instrumen penelitian yang dipergunakan adalah skala likert yang dibuat dalam bentuk pilihan ganda. TINJAUAN PUSTAKA Gaya Komunikasi Gaya komunikasi atau communication style akan memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana perilaku orang-orang dalam suatu organisasi ketika mereka melaksanakan tindak berbagi informasi dan gagasan. Sementara pada pengaruh kekuasaan dalam organisasi, kita akan mengkaji jenis-jenis kekuasaan yang digunakan oleh orang-orang dlaam tataran manajemen sewaktu mereka mencoba mempengaruhi kemampuan berkomunikasi dalam organisasi, kita akan diajak untuk memikirkan bagaimana mendefinsikan tujuan kita sehubungan dengan tugas dalam organisasi, bagaimana kita memilih orang yang tepat untuk diajak kerjasama dan Ahmad Yani. Pengaruh Komunikasi Pimpinan. bagaimana kita memilih saluran yang efektif untuk melaksanakan tugas tersebut. Menurut Steward dalam berkomunikasi ada beberapa gaya yang sering kita jumpai ditengah-tengah masyarakat atau orator, antara lain: The controlling style Gaya mengendalikan ini, ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang Orang-orang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan dengan nama komunikator satu arah atau oneway Pihak-pihak yang memakai controlling memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berharap pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian untuk berbagi pesan. Mereka tidak mempunyai rassa ktertarikan dan perhatian pada umpan balik, kecuali jika umpan balik atau feedback tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Para komunikator satu arah tersebut tidak khawatir dengan padangan negatif orang lain, tetapi justru berusaha menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memaksa orang lain mematuhi pandangan-pandangannya. The Equalitarian Style Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah . wo-way traffic of Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya,setiap anggota organisasi dpaat mengungkapkan gagasan ataupun pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan Dalam suasana yang demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian The Structuring style Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. pengirim pesan . lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk mempengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut. Stogdill dan Coons dari The Bureau of Business Research of Ohio State University, menemukan dimensi dari kepemimpinan yang efektif, yang mereka beri nama struktur inisiasi atau Iniatiating Structure. Stogdill dan Coons menjelaskan bahwa pemprakarsa . struktur yang efisien adalah orang Aeorang yang mampu merencanakan pesanpesan verbal guna lebih memantapkan tujuan organisasi, kerangka penugasan dan memberikan jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang muncul. The Dynamic style Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kencederungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami berorientassi pada tindakan . Thedynamicstyleofcommunication ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor yang membawa para wiraniaga . alesmen atau saleswome. The Relinguishing style Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesedian untuk menerima saran, pendapat atau gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengirim pesan . mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain. Pesan-pesan dalam gaya komunikasi akan efektif ketika pengirim pesan atau sender sedang bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas dan berpengalaman, teliti serta bersedia untuk bertanggung jawab atas semua tugas atau pekerjaan yang The Withdrawal style Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan orang-orang yang memakai gaya lain untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut. Dalam deskripsi yang kongkrit adalah ketika seseorang mengatakan : AuSaya tidak ingin dilibatkan dalam persoalan iniAy. Pernyataan ini bermakna bahwa ia mencoba melepaskan diri dari tanggung jawab, tetapi juga mengindikasikan suatu keinginan untuk menghindari berkomunikasi dengan orang Oleh karena itu, gaya ini tidak layak dipakai dalam konteks komunikasi organisasi. Efek Komunikasi Efek atau dampak dari Komunikasi yang paling utama perlu mendapat perhatian dalam komunikasi adalah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat menimbulkan dampak atau efek tertentu pada diri komunikan. Dampak atau efek yang ditimbulkan adalah berupa : Efek Kognitif, adalah efek yang berkaitan dengan pikiran, ratio, misalnya komunikan yang semula tidak tahu menjadi tahu, yang semula tidak mengerti menjadi mengerti. Efek Afektif, adalah efek yang berhubungan dengan perasaan, misalnya rasa senang, atau tidak senang terhadap suatu pesan, atau informasi. Efek konatif adalah efek yang dapat menimbulkan kecenderungan bertingkah laku tertentu, dalam arti kata melakukan suatu tindakan atau kegiatan yang bersifat fisik atau jasmaniah, misalnya pihak yang di audit yang tadinya enggan memberikan berkas audit menjadi m,au bertindak untuk memberikan berkas yang diperlukan oleh seorang auditor. Jaringan Komunikasi Ada tiga bentuk utama dari arus pesan dalam jaringan komunikasi formal yang mengikuti garis komunikasi seperti yang digambarkan dalam struktur organisasi Komunikasi Komunikasi kebawah menunjukkan arus pesan yang mengalir dari para atasan atau para pimpinan kepada bawahannya. Kebanyakan komunikasi kebawah digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkenaan dengan tugas-tugas dan pemeliharaan. Pesan tersebut biasanya berhubungan dengan pengarahan, disiplin, perintah, pertanyaan dan kebijaksanaan umum. Komunikasi Pimpinan Komunikasi ke atas adalah pesan yang mengalir dari bawahan kepada atasan atau dari tingkat yang lebih tinggi. Semua pegawai dalam suatu organisasi kecuali yang berada pada tingkatan yang paling atas mungkin berkomunikasi ke atas. Tujuan komunikasi ini adalah untuk memberikan balikan, memberikan saran dan mengajukan Komunikasi ini mempunyai efek pada penyempurnaan moral dan sikap Ahmad Yani. Pengaruh Komunikasi Pimpinan. pegawai, tipe pesan ini adalah integrasi dan Komunikasi horizontal Komunikasi pertukaran pesan diantara orang-orang yang sama tingkatan otoritanya didalam Pesan yang mengalir menurut fungsi dalam organisasi secara horizontal. Pesan ini biasanya berhubungan dengan tugas-tugas atau tujuan kemanusiaan, seperti koordinasi, pemecahan masalah, penyelesaian konflik dan saling memberikan informasi. Komunikasi Dalam Organisasi Sebelum membahas pengertian komunikasi organisasi sebaiknya kita uraikan terminologi yang melekat pada konteks komunikasi organisasi, yaitu komunikasi dan Komunikasi berasal dari bahasa latin AucommunisAy atau AucommonAy dalam bahasa inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna. AucommonnessAy. Atau dengan ungkapan yang lain, melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah seringkali kita mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama. Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya Dimensi-dimensi komunikasi, komunikasi dapat digolongkan dalam tiga Komunikasi antar pribadi : komunikasi ini penerapannya antara pribadi individu dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama. Komunikasi kelompok : melakukan suatu kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi. Komunikasi massa : komunikasi ini dilakukakn dengan menggunakan alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik. Fungsi Komunikasi dalam Organisasi Fungsi suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam suatu oganisasi atau lembaga tersebut melibatkan empat fungsi. Fungsi Informatif organisasi dapat pemprosesan informasi . nformasiprocessing syste. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi. Fungsi Regulatif. Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan yang berlaku didalam suatu organisasi. Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yakni : Atasan atau orang-orang yang berada didalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas . osition of authorit. supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya. Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada : Keabsahan pimpinan dalam menyampaikan perintah. Kekuatan memberikan sanksi. Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus pribadi. Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan. Berkaitan dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan peraturanperaturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan. Fungsi Persusasif Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak dakan selalu membawa hasil sesuai dengan yang Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka mempersuai bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya. Fungsi Integratif Setiap organisasi berusahan menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut seperti newsletter dan buletin. dan laporan kemajuan organisasi: juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antar pribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih. Kinerja Pegawai Setiap Instansi baik Pemerintah perusahaan swasta, menginginkan perusahaannya terus dapat bersaing dan survive. Hal ini tentu saja harus di dorong oleh peningkatan kinerja seluruh pegawai. Dimana terdapat peningkatan secara kuantitas maupun kualitas dari hasil maksimal yang telah dilakukan oleh pegawai terhadap pekerjaannya sesuai dengan job description yang sudah ditentukan oleh Kinerja pegawai merupakan hasil kerja perseorangan dalam suatu organisasi atau kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Berdasarkan pengertian kinerja dari pendapat ahli diatas, dapat ditafsirkan bahwa kinerja pegawai erat kaitannya dengan hasil pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi, hasil pekerjaan tersebut dapat menyangkut kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu. Kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan keahlian dalam bekerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh semangat Kinerja sebagai hasil-hasil fungsi pekerjaan/ kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu. Hubungan Komunikasi Kinerja Pegawai Dengan Suatu hubungan kerja yang baik antara atasan dengan bawahan dianggap sebagai pemicu tumbuh dan meningkatnya kinerja Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa komunikasi yang paling berperan. Kinerja pegawai tidak akan tumbuh Ahmad Yani. Pengaruh Komunikasi Pimpinan. dengan sendirinya. Ada faktor yang mempengaruhinya baik faktor internal maupun eksternal. Dari faktor eksternal, komunikasi sangat berperan karena melalui komunikasi yang efektif, pimpinan dapat motivasi kepada pegawai. Dengan demikian tujuan perusahaan yang telah ditargetkan dapat tercapai karena adanya kinerja dari pegawai yaitu berupa kualitas dan kuantitas pekerjaan, pemanfaatan waktu, serta kerjasama yang baik. Sehingga diyakini bahwa ada hubungan dan pengaruh antara komunikasi dengan Komunikasi mempunyai peranan dalam menumbuhkan dan meningkatkan kinerja pegawai. Perusahaan pun dapat terus menjalankan kegiatannya secara berkesinambungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan PEMBAHASAN Analisis Data Tentang Strategi Komunikasi Pimpinan Untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai di Kelurahan Rabadompu Timur Dari data tabel 1. 3 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 23 orang atau 92% yang menyatakan sangat setuju, 2 orang responden atau sebanyak 8% menyatakan setuju dan tidak ada responden yang menyatakan ragu-ragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Dari data tabel 1. 4 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 20 orang atau 80% yang menyatakan sangat setuju, 5 orang responden atau sebanyak 20% menyatakan setuju, dan tidak ada responden yang menyatakan ragu-ragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Tabel 1. 3 Tanggapan Responden dalam Frekuensi Kehadiran dan Tatap Muka No Tanggapan Jumlah Presentase Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 1 Tabel 1. 4 Tanggapan Responden dalam Pemberian Informasi Prosedur Kerja No Tanggapan SangatSetuju Jumlah Presentase Setuju Ragu-ragu KurangSetuju TidakSetuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 2 Dari data tabel 1. 5 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 18 orang responden atau 72% yang menyatakan sangat setuju, 7 orang responden atau sebanyak 28% menyatakan setuju, dan tidak ada responden yang menyatakan raguragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Dari data tabel 1. 6 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 17 orang responden atau 68% yang menyatakan sangat setuju, 6 orang responden atau sebanyak 24% menyatakan setuju, selebihnya sebanyak 2 orang responden atau sebanyak 8% menyatakan ragu-ragu dan tidak ada responden yang menyatakan kurang setuju, dan tidak setuju. Dari data tabel 1. 7 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 20 orang responden atau 80% yang menyatakan sangat setuju, 5 orang responden atau sebanyak 20% menyatakan setuju dan tidak ada responden yang menyatakan raguragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Tabel 1. 5 Tanggapan Responden dalam Menggali Minat Pegawai No Tanggapan Jumlah Presentase Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 3 Tabel 1. 6 Tanggapan Responden Dalam Keterampilan No Tanggapan Jumlah Presentase Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 4 Tabel 1. 7 Tanggapan Responden Dalam Hubungan Timbal Balik Antara Pimpinan Dengan Pegawai. No Tanggapan Jumlah Presentase Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 5 Ahmad Yani. Pengaruh Komunikasi Pimpinan. Analisis Variabel Peningkatan Kinerja Dari data tabel 1. 8 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 21 orang atau 84% yang menyatakan sangat setuju, 4 orang responden atau sebanyak 16% menyatakan setuju, dan tidak ada responden yang menyatakan ragu-ragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Dari data tabel 1. 9 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 23 orang atau 92% yang menyatakan sangat setuju, 2 orang responden atau sebanyak 8% menyatakan setuju dan tidak ada responden yang menyatakan ragu-ragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Dari data tabel 1. 10 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 18 orang atau 72% yang menyatakan sangat setuju, 7 orang responden atau sebanyak 28% menyatakan setuju dan tidak ada responden yang menyatakan ragu-ragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Tabel 1. 8 Tanggapan Responden Dalam Peningkatan Kinerja No Tanggapan Sangat Setuju Jumlah Presentase Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 6 Tabel 1. 9 Tanggapan Responden Dalam Peningkatan Kerjasama No Tanggapan Sangat Setuju Jumlah Presentase Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 7 Tabel 1. 10 Tanggapan Responden Dalam Kejujuran No Tanggapan Jumlah Presentase Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 8 Dari data tabel 1. 11 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 14 orang responden atau 56% yang menyatakan sangat setuju, 8 orang responden atau sebanyak 32% menyatakan setuju, selebihnya sebanyak 3 orang responden atau sebanyak 12% menyatakan ragu-ragu dan tidak ada responden yang menyatakan kurang setuju, dan tidak setuju. Dari data tabel 1. 12 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 21 orang atau 84% yang menyatakan sangat setuju, 4 orang responden atau sebanyak 16% menyatakan setuju, dan tidak ada responden yang menyatakan ragu-ragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Tabel 1. 11 Tanggapan Responden Dalam Motivasi Peningkatan Kinerja No Tanggapan Jumlah Presentase Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 9 Tabel 1. 12 Tanggapan Responden Dalam Peningkatan Keterampilan melalui Pendidikan dan Pelatihan No Tanggapan Jumlah Presentase Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Tidak Setuju Jumlah Sumber : Jawaban Responden dari Pertanyaan No 10 Tabel 1. Jawaban dari Masing-masing Responden untuk Variabel Bebas (X) Nomor Items JUMLAH Ahmad Yani. Pengaruh Komunikasi Pimpinan. JUMLAH Tabel 1. 14 Jawaban dari Masing-masing Responden untuk Variabel Terikat (Y) Nomor Items Jumlah JUMLAH Tabel 1. 15 Jawaban Nilai Jawaban Variabel Bebas (X) dan VariabelTerikat (Y) Responden Jumlah Ahmad Yani. Pengaruh Komunikasi Pimpinan. Jadi jumlah nilai variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) adalah Berdasarkan didapatkan nilai variabel X dan Y adalah 0,792. Dari perhitungan hasil pengujian hipotesis tersebut maka didapatkan nila variabel X dan Y adalah 0,792 sedangkan tabel kritik untuk sample 25 orang adalah sebesar 0,396 dengan derajat kebenaran 5% artinya hipotesa yang diajukan dapat diterima ( terdapat hubungan baik ). Untuk menguji hipotesis digunakan formulasi r product moment : H0 : b1 = 0 . idak berpengaru. H1 : b1 O 0 . erpengaruh nyat. Dengan taraf kesalahan . N = 25 diketahui r table = 0,394 , bila r hitung< r tabel maka H0 diterima dan H1ditolak. Tetapi sebaliknya bila r dihitung > table maka H1diterima dan H0 ditolak. Karena r hiung>dari r table maka H1 diterima. dengan membandingkan nilai r tersebut ternyata r hitung> r table maka dapat penulis simpulkan bahwa hipotesis dapat diterima. Dengan demikian, berarti pengaruh komunikasi pimpinan dengan pegawai dalam meningkatkan kinerja pegawai di Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba Kota Bima dikatakan baik dan berhasil. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dan dari hasil uji hipotesis yang telah penulis uraikan diatas, maka penulis berkesimpulan antara lain sebagai berikut ini : Hubungan antara variabel X dan Y dilakukan dengan melihat besarnya korelasi dari hasil perhitungan. Adapun kedua variabel yang telah diuji yakni. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah. Frekuensitatapmukadaripimpinankepada bawahan dapat meningkatkan kedisiplinan apabila para bawahan mempunyai kemampuan dalam melaksanakan tugas masing-masing. Hal ini dapat dibuktikan dari analisis tanggapan responden tersebut. Efektivitas pesan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi antar pribadi dapat memberi motivasi para bawahan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, sehingga pekerjaan yang diberikan berjalan dengan lancar. Melalui komunikasi personal yang dilakukan pimpinan dengan pegawai, dapat terlihat efek pesan dalam menimbulkan inisiatif dan rasa tanggung jawab dari bawahan terhadap pekerjaan yang telah ditugaskan pimpinan kepadanya, dengan demikian kinerja pegawai dapat tercapai dengan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA