Available online at http://jurnal. id/v2/index. php/jkie P-ISSN: 2460-0113 IE-ISSN: 2541-4461 Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) SIMULASI SISTEM PRODUKSI DI INDUSTRI CAT (STUDI KASUS: UNIT PRODUKSI PT. ABC) Yohanes Setiawan, . Waluyo Prasetyo . Prodi Teknik Industri Ae Fakultas Teknik - Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Email Koresponden : yohanes_setwiawan16@yahoo. Abstract Productivity in the production process is very influential and become a benchmark for success in every industry. Healthy productivity can increase customer satisfaction because the waiting time for production is not too long from the expected target. The need for improvement in the system is one way to increase production at PT ABC. From the observations results showed the activity percentage of production administration operator were very high. It was at 98. Production per day was less than the company target, the expected target was 40 batches per day, but in fact, it only produced 35 batches average per day. There were three proposed scenarios to fix the performance at Production Unit PT ABC. The Third Scenario was the choice that had highest result for daily production, while Scenario Second was the choice with the highest results if using weekly and annual running times references. Kata kunci: Production. Production Administration Operator. Simulation. Scenario Abstrak Produktifitas dalam proses produksi sangat berpengaruh dan menjadi tolak ukur dalam kesuksesan dalam setiap industri. Produktifitas yang sehat dapat meningkatkan kepuasan pelanggan karena waktu menunggu produksi tidak terlalu lama dari target yang diharapkan. Perlunya improvement dalam sistem adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi di PT ABC. Dari hasil pengamatan didapat bahwa prosentase aktivitas operator administrasi produksi sangat tinggi yaitu 98,727%. Hasil produksi per hari kurang dari target yang ditetapkan perusahaan, target yang diharapkan adalah sebesar 40 batch per hari, tetapi nyatanya per hari rata-rata hanya menghasilkan 35 batch. Ada tiga skenario yang diusulkan untuk memperbaiki kinerja di Unit Produksi PT ABC. Skenario Tiga merupakan pilihan dengan hasil tertinggi untuk running harian, sedangkan Skenario Dua merupakan pilihan dengan hasil paling tinggi jika menggunakan acuan waktu running mingguan dan tahunan. Keywords: Produksi. Operator Administrasi Produksi. Simulasi. Skenario PENDAHULUAN Cat atau coating adalah produk yang digunakan untuk melindungi dan memperindah suatu objek atau permukaan dengan cara melapisinya menggunakan suatu lapisan berpigment maupun tidak berwarna. Industri cat di Indonesia semakin banyak dikembangkan oleh investor dalam maupun luar negeri. Biasanya, setiap industri cat hanya memiliki satu hingga dua pabrik pembuatan cat yang mengolah bahan mentah sampai semi finished good. Bahan semi finished good akan dikirim ke cabang-cabang perusahaan untuk diolah sampai menjadi produk yang siap dijual ke customer. Di cabang-cabang perusahaan inilah proses produksi pengolahan barang jadi . inished goo. dimodifikasi sesuai permintaan customer. Semakin banyak customer, maka semakin banyak pula permintaan cat, baik dari segi kuantitas maupun variasi cat yang dibutuhkan. Persoalanpersoalan muncul seiring dengan semakin bertambahnya permintaan customer. Salah satunya adalah tidak terpenuhinya target produksi yang telah ditentukan. Produksi adalah fungsi pokok dalam setiap organisasi industri yang mencakup aktivitas-aktivitas guna penciptaan nilai tambah produk yang merupakan output dari setiap organisasi tersebut. Dalam proses produksi, terdapat elemen-elemen yang membentuk kesatuan yang saling berinteraksi membentuk sistem, dan Received: 18/01/20 Ae Accepted: 25/03/20 Vol. 07/No. 01/2020 P-ISSN: 2460-0113 IE-ISSN: 2541-4461 disebut sistem produksi. Sistem produksi memiliki komponen atau elemen struktural dan fungsional yang berperan penting menunjang kontinuitas operasional sistem (Gaspersz, 2. Unit Produksi PT ABC sebagai center produksi perusahaan memiliki tujuan untuk menghasilkan produk sesuai dengan permintaan konsumen. Berikut tabel hasil produksi dalam kurun waktu satu bulan yang diambil pada bulan Agustus 2018. Tabel 1: Data Hasil Produksi Tanggal Jumlah hasil produksi per batch Tanggal Jumlah hasil produksi per batch Dari data pada Tabel 1 diperoleh bahwa rata-rata produksi per hari adalah 35 batch, sedangkan target perusahaan adalah 40 batch per hari. Untuk memenuhi kekurangan produksi tersebut, dilakukan pemodelan pada sistem produksi di Unit Produksi PT ABC sehingga dihasilkan alternatif-alternatif untuk usulan perbaikan pada sistem produksi tersebut. METODE PENELITIAN Model dan Simulasi Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu obyek, sistem, atau konsep yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi (Wikipedia, 2. Menurut Thomas . , model adalah bagian penting informasi tentang sistem yang dikumpulkan untuk maksud mempelajarinya dan merupakan representasi dari suatu obyek, benda atau ide-ide dalam bentuk yang lain dengan entitasnya. Model sangat berguna untuk menganalisis maupun merancang Sebagai alat komunikasi yang sangat efisien, model dapat menunjukkan bagaimana suatu operasi bekerja dan mampu merangsang untuk berpikir bagaimana meningkatkan atau Langkah utama yang harus dilaksanakan dalam mensimulasikan suatu sistem yaitu memodelkan sistem, membuat program komputer, dan melakukan eksperimen simulasi. (Elder dkk, 2. Simulasi adalah proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan Aksi melakukan simulasi ini secara umum menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik atau sistem yang abstrak tertentu . ikipedia, 2. Salah satu Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol. 07/No. 01/2020 P-ISSN: 2460-0113 IE-ISSN: 2541-4461 perangkat lunak aplikasi simulasi ini yaitu SIMUL8. Perangkat lunak ini digunakan alat untuk perencanaan, desain, optimasi dan reenginering sistem produksi, manufaktur, logistik atau sistem penyediaan jasa. Perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan model komputer yang memperhitungkan kendala nyata, kapasitas, tingkat kegagalan, pola pergeseran, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi total kinerja dan efisiensi produksi. Melalui perangkat lunak ini juga dimungkinkan untuk menguji skenario dalam lingkungan proses virtual. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi waktu administrasi produksi, waktu pengambilan bahan baku, waktu proses penuangan, waktu proses mixing, waktu Quality Control (QC), dan waktu administrasi QC. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan datanya adalah: Observasi Yaitu pengumpulan data dengan pengamatan langsung. Dari hasil observasi didapatkan data waktu proses selama produksi, alur produksi administrasi produksi sampai administrasi pengujian, dan kegiatan yang dilakukan oleh setiap bagian. Interview Pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab terhadap pihak-pihak yang berwenang di unit produksi. Dari hasil interview didapatkan data jumlah proses produksi dan target produksi Studi Literatur Yaitu suatu cara pengumpulan data dengan mempelajari ilmu dari literatur-literatur yang menerapkan kepustakaan dan berhubungan langsung dengan permasalahan yang akan HASIL DAN PEMBAHASAN Pada PT ABC khususnya unit produksi memiliki enam entitas yang terlibat, yaitu: Administrasi Produksi Aktivitas yang dilakukan adalah pengecekan bahan baku dan pembuatan Surat Perintah Produksi (SPP. SPPr ini akan ditujukan kepada Operator QC untuk pengambilan standar cat yang akan diproduksi. Pada proses administrasi produksi dibutuhkan satu orang operator. Pengebonan Bahan Baku Aktivitas yang dilakukan adalah pengambilan bahan baku dan penunjang lain serta kemasan yang akan digunakan. Pada aktivitas pengebonan bahan baku terdapat dua orang operator. Penuangan Aktivitas yang dilakukan di penuangan yaitu menuangkan bahan baku dan penunjang lain ke dalam wadah yang lebih besar atau biasa disebut tangki pengadukan. Pada proses penuangan terdapat satu grup operator, satu grup terdiri dari tiga orang operator. Proses Mixing dan Adjustment Proses mixing dan adjusment adalah proses pengadukan cat yang sudah dituang ke tangki dan mengAoadjustAo cat sehingga bisa sesuai dengan standar yang diinginkan. Proses mixing dan adjustment membutuhkan tiga grup operator, grup operator pertama adalah untuk produksi produk cat stain, grup operator kedua untuk produk cat solid color, dan grup operator ketiga adalah untuk produk clear atau warna natural. Satu grup terdiri dari dua orang operator. Proses QC Pada proses pengujian cat terdapat proses QC yang meliputi pengujian viskositas, solid content, color control, tingkat kilap, berat jenis, dan lainnya sesuai dengan karakteristik cat. Pada proses QC ini ada dua operator yang bertugas. Administrasi QC Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol. 07/No. 01/2020 P-ISSN: 2460-0113 IE-ISSN: 2541-4461 Aktivitas ini dilakukan oleh satu orang dengan tugas menginput hasil dari QC. Aliran proses produksi yang dilakukan di Unit Produksi PT ABC disajikan pada Gambar 2. Mulai Administrasi Produksi Pengebonan Bahan Baku Benuangan Proses Mixing dan Adjusment Tidak Administrasi QC Selesai Gambar : 1 Flowchart Proses Produksi Sumber: Hasil Pengamatan Sebelum tahapan simulasi dilakukan, perlu diketahui distribusi dari setiap proses kegiatan. Setiap proses kegiatan produksi diambil sebanyak 30 data, untuk menentukan hasil distribusi digunakan perangkat lunak statfit. Distribusi dari setiap aktivitas dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel : 2 Hasil Distribusi Data Proses Distribusi Administrasi produksi Beta. 15, 0. 902, 553, . Pengebonan bahan baku . Pearson5 . 24, 3. Pengebonan bahan baku . Weibull . 27, . Penuangan Weibull . 13, . Proses mixing . olid colou. Beta . 01, 4. 36, 910, 2. Proses mixing . tain colou. Beta . 983, 3. 34, 810, 3. Proses mixing . lear & thine. Uniform . , 2. QC . Beta . 91, 2. 8, 841, 1. QC . Pearson6 . 66, 243, . Administrasi laboratorium Triangular . , 65. 6, . Sumber: Pengolahan Data Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol. 07/No. 01/2020 P-ISSN: 2460-0113 IE-ISSN: 2541-4461 Setelah didapatkan data hasil distribusi yang digunakan, maka dilanjutkan dengan memasukkan distribusi tersebut pada model awal simulasi. Model Simulasi Berdasarkan aliran aktual proses produksi, selanjutnya dibuat model awal untuk simulasi yang ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar : 2 Model Awal di Unit Produksi PT ABC Sumber: Pegamatan dan Pengolahan Data Pada model awal tersebut selanjutnya dilakukan entri distribusi pada masing-masing entitas. Sebelum simulasi dijalankan, dilakukan pengaturan waktu jam kerja dan jumlah hari kerja per PT ABC mengalokasikan lima hari kerja dalam satu minggu dan delapan jam kerja per hari. Berdasarkan data-data tersebut kemudian dijalankan simulasi dan didapatkan hasil input sebesar 40 batch dan output 35 batch per hari. Pada kondisi riil, didapatkan input sebesar 39 batch dan output 35 batch dalam sehari, artinya kondisi riil dan model sudah sesuai/valid . odel telah mampu merepresentasikan kondisi riil siste. Hasil running simulasi dapat dilihat pada Gambar 4. Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol. 07/No. 01/2020 P-ISSN: 2460-0113 IE-ISSN: 2541-4461 Gambar 3 : Resut Manager Model Awal Sumber: Hasil Running Simulasi Gambar 4 merupakan output Result Manager simulasi model awal, hasil simulasi menunjukkan bahwa administrasi produksi adalah bagian yang sangat sibuk dengan beban aktivitas kerja sebesar 98,727% per hari. Ini menunjukkan bahwa bagian ini membutuhkan perhatian lebih lanjut. Untuk meningkatkan produktifitas di unit produksi ini, maka dibuat usulan-usulan perbaikan proses produksi yang akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Penentuan skenario-skenario yang akan diajukan dilakukan dengan terlebih dahulu melihat data hasil running simulasi. Hal ini sangat diperlukan untuk penentuan bagian atau proses yang akan diperbaiki/dimodifikasi. Usulan Simulasi Skenario 1 Skenario Pertama, operator administrasi produksi ditambah satu operator. Skenario ini dijalankan selama satu hari . elapan ja. dan menghasilkan input sebesar 54 batch dan output produksi 45 batch. Model Skenario Pertama dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 4 : Skenario 1 Sumber: Usulan Desain Model Skenario 2 Skenario Dua, penambahan satu operator administrasi produksi dan satu operator mixing cat Pada Skenario Dua ini ditambah operator sebanyak dua orang. Hasil dari penambahan Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol. 07/No. 01/2020 P-ISSN: 2460-0113 IE-ISSN: 2541-4461 operator tersebut dijalankan selama satu hari . elapan ja. dan dihasilkan input sebesar 59 batch dan output produksi 48 batch. Model Skenario Dua dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 5 : Skenario 2 Sumber: Usulan Desain Model Skenario 3 Pada Skenario Tiga, dilakukan penambahan operator administrasi produksi yang hampir sama dengan Skenario Pertama. Perbedaannya adalah di Skenario Pertama, kedua administrasi produksi dialokasikan ke proses pengebonan bahan baku pertama maupun kedua, sedangkan pada Skenario Tiga, administrasi produksi dialokasikan ke salah satu operator pengebonan bahan baku. Model tersebut dijalankan selama satu hari . elapan ja. dan dihasilkan input sebesar 57 batch dan output 49 batch. Model Skenario Tiga dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 6 : Skenario 3 Sumber: Usulan Desain Model Komparasi model simulasi aktual dan skenario di atas yang dijalankan selama satu hari . elapan ja. , satu bulan . , dan satu tahun . 080 ja. dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel : 3 Komparasi Hasil Running Model Simulasi Waktu Running Model Simulasi Aktual Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3 Input Output Input Output Input Output Input Output 1 hari 1 minggu 1 tahun Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol. 07/No. 01/2020 P-ISSN: 2460-0113 IE-ISSN: 2541-4461 KESIMPULAN Hasil analisis simulasi menunjukkan bahwa untuk meningkatkan produktifitas di Unit Produksi PT ABC yaitu dilakukan dengan penambahan operator. Data operator yang paling sibuk adalah pada bagian administrasi produksi, yaitu sebesar 98,727%. Berdasarkan output yang dihasilkan pada tiga skenario yang diusulkan, maka dapat disimpulkan bahwa Skenario Tiga merupakan pilihan dengan hasil tertinggi untuk hasil running harian dengan output sebesar 49 Akan tetapi, apabila merefer pada hasil running per minggu dan per tahun. Skenario Dua merupakan pilihan terbaik dengan output sebesar 1. 005 dan 18. 525 batch. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan operator administrasi produksi dengan mengaplikasikan Skenario Dua memberikan hasil peningkatan produktifitas paling tinggi meskipun memiliki selisih output satu batch lebih rendah dibandingkan dengan Skenario Tiga pada running waktu harian. DAFTAR PUSTAKA