An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 PEMBINAAN PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN AKHLAK MELALUI KAJIAN TAFSIR AL-QURAoAN DAN ISTIGHOSAH DI SMA ISLAM KARANGPLOSO Pujiono STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang Jl. Raya Kepuharjo 18 A Karangploso Malang Email: ahmadpujiono22@gmail. Yuli Choirul Uma STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang Jl. Raya Kepuharjo 18 A Karangploso Malang Email: yuliumma1@gmail. Abstrak: penelitian ini bertujuan: . Untuk mengetahui perencanaan program kajian tafsir Al- QurAoan dan istigotsah di SMA Islam Karangploso . Mengetahui upaya dalam pelaksanaan program kajian tafsir Al- QurAoan dan istigotsah di SMA Islam Karangploso . Mengetahui evaluasi hasil pelaksanaan program kajian tafsir Al- QurAoan dan istigotsah di SMA Islam Karangploso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang mendefinisikan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan dari orang, gambar, perilaku yang Teknik pengumpulan data menggunakan Obserasi Partisipasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perencanaan yang dilakukan kordinator keagamaan adalah mempersiapkan segala bentuk apa dibutuhkan dalam kegiatan termasuk dengan sosialisasi kepada walimurid, dan memaparkan jadwal kegiatan. Agar berjalan dengan maksimal. mengenai pelaksanaanya harus disesuaikan dengan waktu yang baik dan tahapan-tahapan nya harus dilakukan dengan baik,. Dan yang terakhir adalah evaluasi, dalam pembelajaran selalu dikaitkan dengan adanya evaluasi, karena evaluasi merupakan hasil akhir yang dapat dilihat dan jika terdapat kesalahan taupun kekeliruan dapat diperbaiki dengan adanya evaluasi tersebut. An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 Kata Kunci: Peningkatan Akhlak. Kajian Tafsir Al- QurAoan. Istighosah. Kajian Tentang Akhlak dan Peserta Didik dalam Konteks Pendidikan Hakikat pendidikan adalah menyiapkan dan mendampingi seseorang agar memperoleh kemajuan dalam menjalani kesempurnaan. Kebutuhan manusia terhadap pendidikan beragam seiring dengan beragamnya kebutuhan manusia. Ia membutuhkan pendidikan fisik untuk memenuhi kebutuhan fisiknya, ia membutuhkan pendidikan etika agar dapat menjaga tingkah lakunya, ia butuh pendidikan akal agar jalan pikirannya sehat, ia membutuhkan pendidikan ilmu agar memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat, ia membutuhkan pendidikan disiplin ilmu tertentu agar mengenal alam, ia membutuhkan pendidikan sosial agar membawanya mampu bersosialisasi, ia membutuhkan pendidikan agama untuk membimbing rohnya menuju Allah SWT, ia membutuhkan pula pendidikan akhlak agar perilakunya seirama dengan akhlak yang baik. Pendidikan akhlak merupakan benang perekat yang merajut semua jenis pendidikan diatas. Dengan kata lain, semua jenis pendidikan diatas harus tunduk pada kaidah-kaidah akhlak. Pada dasarnya sekolah harus merupakan suatu lembaga yang membantu bagi tercapainya cita-cita keluarga dan masyarakat, khususnya masyarakat islam, dalam bidang pengajaran yang tidak dapat secara sempurna dilakukan dalam rumah dan masjid. Bagi umat islam, lembaga pendidikan yang dapat memenuhi harapan adalah lembaga pendidikan islam, artinya bukan sekedar lembaga yang di dalamnya diajarkan pelajaran agama islam, melainkan suatu lembaga pendidikan yang secara keseluruhannya bernafaskan islam. Hal itu hanya mungkin terwujud jika terdapat keserasian antara rumah dan sekolah dalam pandangan keagamaan. Anak-anak dari keluarga muslim yang bersekolah sesungguhnya secara serempak hidup dalam tiga lingkungan, yaitu keluarga, masjid dan sekolah. Ketiga unsur itu harus serasi dan saling mengisi dalam membentuk kepribadian anak didik. Peserta didik tidak hanya sekedar sebagai objek pendidikan, tapi pada saat tertentu ia yang akan menjadi subjek pendidikan. Hal ini membuktikan bahwa posisi seorang peserta didik tidak hanya sekedar pasif seperti gelas kosong yang siap menerima air kapanpun dan dimanapun. Akantetapi, peserta didik harus aktif, kreatif dan dinamis dalam berinteraksi dengan guru-gurunya, sekaligus dalam upaya pengembangan keilmuan yang dimilikinya. Rosihon Anwar. AuAkhlak TasawufAy, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2. , 42 Zakiah Daradjat, dkk. AuIlmu Pendidikan IslamAy, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 74 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 Pendidikan merupakan suatu bimbingan dan sebuah pertolongan secara tidak sadar yang diberikan oleh sorang pendidik kepada para peserta didiknya sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhannya menuju kedewasaan. Hadjar Dewantara dalam kongres Taman Siswa yang pertama pada tahun 1930 menyebutkan bahwa, pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti . ekuatan batin, karakte. , pikiran . , dan tubuh anak. Pendidikan merupakan usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Usahausaha yang dilakukan untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan. Dilihat dari kedudukannya, peserta didik adalah makhluk yang sedang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan menurut masingmasing fithrahnya. Mereka sangat memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju arah titik optimal sesuai fithrahnya. Jadi. Peserta didik merupakan setiap manusia yang sepanjang hidupnya selalu dalam perkembangan. Kaitannya dengan pendidikan adalah bahwa perkembangan peserta didik itu selalu menuju kedewasaan dimana semuanya itu terjadi karena adanya bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh Dalam istilah tasawuf, peserta didik sering kali disebut dengan AumuridAy atau thalib. Secara etimologi, murid berarti Auorang yang menghendakiAy. Sedangkan menurut Artitermologi, murid adalah pencari hakikat dibawah bimbingan dan arahan seorang pembimbing spiritual (Mursyi. Sedangkan Thalib dalam bahasa adalah orang yang mencari. Sedangkan menurut istilah Tasawuf adalah Aupenempuh jalan spiritualAy, yang berusaha keras menempuh dirinya untuk mencapai derajat sufiAy. Penyebutan murid ini juga dipakai untuk menyebut peserta didik pada sekolah tingkat dasar dan menengah, sementara utnuk perguruan tinggi lazimnya disebut dengan Mahasiswa (Thali. Peserta didik adalah amanat bagi para pendidiknya. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya ia akan tumbuh menjadi orang yang baik, selanjutnya memperoleh kebahagiaan dunia dan akhiratlah kedua orang tuanya dan juga setiap mualim dan murabbi yang menangani pendidikan dan Sebaliknya, jika peserta didik dibiasakan melakukan hal-hal Mochammad Tolhah. AuDinamika Pendidikan Islam Pasca Orde BaruAy,(Yogyakarta: Pelangi Aksara, 2. , 30 Arifin. AuIlmu Pendidikan IslamAy, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , 144 Vivid Rohmaniah. AuPeserta Didik Dalam Pendidikan IslamAy, (Jurnal: Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurusan Pendidikan Islam, 2. , 3 Abdul Mujib. Jusuf Mudzakkir. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Prenada Media Grouf, 2. An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 yang buruk dan ditelantarkan tanpa pendidikan dan pengajaran seperti hewan ternak yang dilepaskan beitu saja dengan bebasnya, niscaya dia akan menjadi seorang yang celaka dan binasa. Menurut Langeveld anak manusia itu memerlukan pendidikan, karena ia berada dalam keadaan tidak berdaya . Dalam istilah bahasa arab, akhlak yaitu isim masdar dari kata Akhlaqa Yukhliqu ikhlaqan berarti budi pekerti, perangai, tabiat dan tingkah laku. Akhlak menurut istilah merupakan sikap yang tertanam di dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan 8 Dengan demikian akhlak ini sifat yang sudah tertanam dalam diri manusia, yang memunculkan perilaku-perilaku tertentu secara spontan tanpa pemikiran dan tidak dilakukan secara terpaksa. Akhlak menurut pengertian islam adalah salah satu dari hasil iman dan Iman dan ibadah yang melekat pada diri manusia tidak sempurna. Kecuali kalau timbul dari akhlak yang mulia dan muAoamalah yang baik terhadap Allah SWT dan makhluknya. 10 yang dilakukan dikehidupan sehari-hari tercermin dalam sikap, perbuatan dan ucapan. Akhlak memilki peranan penting bagi manusia termasuk remaja. Akhlak berfungsi membentuk manusia dengan memiliki keutamaan dan ridho Allah SWT dalam hidup ini bahagia dunia Oleh karena ituakhlak yang baik akan menjadikan seseorang lebih tenang, aman dan damai. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kulaitatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Karangploso Melalui Kajian Al- QurAoan dan IstighosahAy yang terletak di Jl. PB Sudirman 77. Kecamatan Karangploso. Kabupaten Malang. Pembahasan Perencanaan Pembinaan Peserta Didik dalam Meningkatkan Akhlak Melalui Kajian Tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah Perencanaan . yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan LangkahAelangkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang Ae matang apa saja yang menjadi kendala dan merumuskan bentuk Nashir Ali. AuDasar-Dasar Ilmu MendidikAy, (Jakarta: Mutiara, 1. , 83 Abudin Nata. Akhlak Tasawuf, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , 4 Deden Makbulloh. Pendidikan Agama Islam, (Depok: PT Raja Grafindo Persada, 2. , 139 Marzun R. Pendidikan Hayat Dalam Islam, (Banda Aceh: Yayasan Pena dan Ar-Raniry Press, 2. , 17 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 pelaksanaan kegiatan yang bermaksud untuk mencapai tujuan. 11 Tentunya dalam proses ini juga penting diiringi sikap tawakal kepada Allah SWT setelah adanya usaha maksimal. Allah sendiri sudah menjelaskan agar manusia selalu berikhtiar untuk melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ar-RaAod . :11: Aa acI E cENa aE OaaOac a aI aaC eOsI a c OaaOac aeO aI aaIe aA a aN eIA Artinya : Au. sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka. Ay12 Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan capaiannya, merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumber daya manusia (Human Resourc. , sumber daya alam (Natural Resourc. dan sumber daya lainnya (Other Resourc. untuk mencapai 13 Perencanaan menurut Prajudi Atmusudirdjo adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa dan bagaimana. Kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighosah di SMA Islam Karangploso dilakukan untuk meningkatkan akhlak dan kemampuan memimpin istighosah pada peserta didik. Dalam Islam, dasar atau alat pengukur yang menyatakan bahwa sifat seseorang itu baik atau buruk adalah Al- QurAoan dan As- Sunnah. Segala sesuatu yang baik menurut Al- QurAoan dan As-Sunnah, itulah yang baik untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Kepentingan akhlak dalam keidupan manusia dinyatakan dengan jelas dalam Al- QurAoan. Al- QurAoan menerangkan berbagai pendekatan yang meletakkan Al- QurAoan sebagai sumber pengetahuan mengenai nilai dan akhlak yang paling jelas. Al-QurAoan menggambarkan akidah orang-orang beriman, kelakuan mereka mulia dan gambaran kehidupan mereka yang tertib, adil, luhur, dan mulia. Berbanding kebalik dengan perwatakan orang-orang kafir dan munafik yang jelek, zalim, dan rendah hati. Al- QurAoan juga mengajarkan perjuangan para rasul untuk menegakkan nilai-nilai mulia dan murni di dalam kehidupan dan ketika mereka ditentang oleh kefasikan, kekufuran, dan kemunafikan yang George R. Terry dan Leslie W. Rue AuPrinciple Of Management (Dasar Ae Dasar Manajeme. Ay, terj. Ticoalu . VI: Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 9 Ar-RaAod. : 11 Siswanto. Pengantar Manajemen, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , 42 Udin Syaefudin. Perencanaan Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 4 Rosihon Anwar. Akhlak Tasawuf, (Bandug: Pustaka Setia, 2. , 20 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 menggagalkan tegaknya akhlak yang mulia sebagai teras kehidupan yang luhur dan murni. 16 Dalam kaitan dengan kedudukan akhlak. Ibnu Maskawih menyatakan bahwa AuIslam pada hakikatnya adalah satu aliran etika. Islam memperbaiki budi pekerti manusia sedemikian rupa sehingga manusia sanggup menjadi anggota masyarakat pergaulan bersama. Islam menanamkan bibit cinta kassih ayang di dalam jiwa manusia. Ay17 Di lembaga ini akhlak dari siswanya sudah cukup baik, terbukti dari antusias siswanya ketika mengikuti kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah. Tetapi masih terdapat beberapa siswa yang akhlaknya masih kurang, dikarenakan faktor lingkungan, keluarga dan pergaulan nya yang kurang sesuai dengan ajaran islam. Hal ini yang biasa menjadi kendala dalam penanaman akhlak pada peserta didik dan budaya religinya. Maka dapat ditarik kesimpulan, berangkat dari masalah tersebut koordinator keagamaan yang didukung oleh beberapa dewan guru mengusulkan bahwa, akan diadakannya kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan akhlak atau perilaku peserta didik dan membiasakan budaya religi pada peserta didik. Kordinator keagamaan melakukan sosialisasi kepada wali murid bahwa akan dilaksanakan kegiatan keagamaan. Seperti halnya pelaksanaan analisis kebutuhan siswa, kegiatan penyusunan program keagamaan yang dilakukan Waka Kesiswaan dan koordinator keagamaan dengan berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa yang telah Penyusunan program ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan akhlak peserta didik dan pembiasaan budaya religi pada peserta Setelah penyusunan program langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Waka Kesiswaan dan Koordinator Keagamaan adalah mengadakan sosiali dengan Wali Murid terkait program Keagamaan. Oleh karena itu, agar para orangtua atau pendidik dapat menerapkan dan memahami konsep pendidikan akhlak pada anak sesuai dengan pandangan AlGhazali. Menurut Al- Ghazali akhlak merupakan daya kekuatan yang tertanam dalam jiwa yang mendorong perbuatan- perbuatan yang spontan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran. KiatAekiat yang dilakukan sesuai yang disampaikan bu Herlin Prihartati bahwasanya, ada sosialisasi kepada wali murid saat pengambilan raport kenaikan kelas terkait dengan kegiatan keagamaan ini. Yang kedua, menentukan guru yang profesional untuk mengisi kegiatan keagamaan, tidak Ibid. , 21 Ibid. , 24 Rosihon Anwar. Akhlak Tasawuf, (Bandug: Pustaka Setia, 2. , 13 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 hanya asal tunjuk. Tetapi, melihat dari kualitas dan kemampuan seseorang. Yang ketiga. Memberikan pengumuman langsung kepada wali murid dan siswa bahwa kegiatan tidak hanya diikuti oleh siswa saja, tetapi semua guru, minimal guru yang ada jadwal KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. di jam pertama, guna untuk menunjukkan bahwa kordinator dan Bapak Ibu guru tidak hanya menyuruh saja, tetapi juga ikut mendampingi. Yang keempat. Memastikan kalau siswa - siswinya mengikuti kegiatan dengan baik. Dengan membiasakan siswa untuk menghafal, memahami, berpikir sehat, memperhatikan dan mengamati dengan tepat, rajin, sabar dan teliti dalam menuntut ilmu, mempunyai pendapat yang berani, asli dan bebas. Pelaksanaan pembinaan peserta didik dalam meningkatkan akhlak melalui kajian tafsir Al- QurAoan dan Istigosah di SMA Islam Karangploso Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan . merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Dalam hal ini. George R. Terry mengemukakan bahwa pelaksanaan merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut. Dari pengertian di atas, pelaksanaan tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Dalam pelaksanaan Manajemen Kesiswaan dibantu dengan Koordinator Keagamaan dalam membiasakan budaya religi untuk menanamkan akhlak pada peserta didik sudah dilakukan dengan baik dan benar. Sumber data yang peneliti tentukan untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan kajian Tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah diantaranya Kepala Sekolah. Waka Kesiswaan. Koordinator keagamaan, pengampu kajian tafsir AlQurAoan. Guru Pendamping dan Perwakilan Siswa. Berikut beberapa pembahasan yang ditemukan peneliti pada pelaksanaan George R. Terry dan Leslie. Dasar-Dasar Manajemen, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 9 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 Pelaksanaan pembinaan peserta didik dalam meningkatkan akhlak melalui kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighosah dilakukan setiap hari Rabu. Kamis dan JumAoat. Sesuai yang disampaikan oleh Bapak Aris Ramadhan bahwasanya, dalam program keagamaan ini tidak hanya kajian Tafsir Al- QurAoan dan Istighosah saja. Tetapi ada tartil atau membaca surat Ae surat pendek dan membaca Yasin. Namun, semua kegiatan itu sudah ada jadwalnya masing Ae masing. Hari Senin membaca Yasin. Selasa membaca surat Ae surat pendek. Rabu dan Kamis kajian Tafsir Al- QurAoan dan hari JumAoat Istighosah. Kegiatan dilaksanakan 30 menit sebelum KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. Pembiasaan kegiatan keagamaan ini telah diketahui berjalan dengan baik dan lancar. Pembiasaan ini merupakan salah satu metode yang digunakan. Karena jika tidak di biasakan untuk melaksanakan setiap hari sudah pasti akan berat dilaksanakan. Relevansi dengan kondisi sekarang dalam menerapkan metode pendidikan menurut AlGhazali baik itu metode pembiasaan dan juga metode Takziyatun Nafs. Pelaksanaan Kajian Tafsir Al- QurAoan dan Istighosah di SMA Islam Karangploso dilaksanakan setiap hari Rabu Ae JumAoat, yang dilaksanakan dipagi hari 30 Menit sebelum KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. Tepat saat pukul 07. 00 Ae 07. 30 WIB. Untuk hari Rabu dan Kamis kajian Tafsir Al- QurAoan dan hari JumAoat Istighotsah. Strategi pembelajaran kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighosah dilakukan sesuai dengan tahap pembukaan, klasikal, pemahaman kandungan ayat Al- QurAoan, evaluasi dan penutup. Dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pasti ada target yang akan ditempuh. Dalam target, dijelaskan aksi atau langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Seperti aktif dalam majlis, disiplin, istiqomah, memahami dengan seksama, dan seterusnya. Menurut Al- Ghazali akhlak merupakan daya kekuatan yang tertanam dalam jiwa yang mendorong perbuatan- perbuatan yang spontan tanpa memerlukan pertimbangan 20 Maka dengan seperti itu bisa memahami isi kandungan Al- QurAoan dengan benar baik tentang perintah, larangan, maupun kisah Ae kisah yang terdapat di dalam Al- QurAoan. Dapat mengamalkan perintah Allah dan RasulNya dengan sepenuh kemampuan, menjauhi larangannya dan mempercayakan kisah Ae kisah yang ada di dalam Al- QurAoan. Serta mampu memperbaiki bacaan Al-QurAoan. Hal ini merupakan bagian dari usaha perbaikan akhlak melalui sistem yang dinamakan: Takhalli . engosongkan hati dan sifat tercel. Tahalli . eperindah hati dengan sifat-sifat terpuj. , dan Tajalli . erangnya hati dengan nur ilah. Karena akhlak yang buruk adalah penyakit hati dan racun jiwa. Rosihon Anwar. Akhlak Tasawuf, (Bandug: Pustaka Setia, 2. , 13 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 Sejauh ini peserta didik sudah mulai ada peningkatan terkait dengan akhlaknya dan mampu atau terampil dalam mengimami Istighosah. Artinya peserta didik juga sudah terbiasa dengan mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan budaya religi. Strategi adalah sejumlah keputusan dan aksi yang ditujukan untuk mencapai tujuan . dalam menyesuaikan sumber daya organisasi dengan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam lingkungan industrinya. Secara umum proses belajar Ae mengajar membutuhkan prosedur, tahapan, metode dan proses yang baik dan benar yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran atau bidang studi yang diajarkan agar tujuan pembelajaran Demikian pula dalam kajian tafsir Al- QurAoan yang membutuhkan tahapan yang baik dan benar, mengajar anak SMA perlakuannya tentu berbeda dengan anak usia SMP, dan tahapan mengajar yang baik adalah yang sesuai dengan problem kemampuan seseorang. Strategi yang dilakukan pengajar dalam penanaman akhlak pada peserta didik adalah pembukaan, klasikal, pemahaman kandungan Al- QurAoan, evaluasi dan penutup. Pembukaan Kegiatan pengkondisian peserta didik untuk siap belajar, dilanjutkan dengan salam pembuka dan membaca doa pembuka belajar bersama-sama. Klasikal Klasikal baca simak yang dilakukan dengan cara halaman bacaan masing Ae masing peserta didik itu sama. Awal guru memberi contoh kemudian peserta didik menirukan. Pemahaman kandungan ayat Al- QurAoan Guru menjelaskan terkait dengan isi dari ayat yang sudah dibaca dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik. Evaluasi Guru mengevaluasi atau menilai seberapa paham peserta didik dalam menangkap keterangan atau penjelasan kandungan ayat saat itu dan seberapa lancar peserta didik dalam membaca Al-QurAoan. Penutup Membaca doAoa penutup dan diakhiri dengan salam penutup dari pengampu Mudrajad Kuncoro. Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif, (Jakarta: Erlangga, 2. , 12 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 Namun, untuk metode yang digunakan dalam kegiatan Istighosah adalah membaca bersama dan ada yang memandu. Seperti yang biasa dilakukan di Untuk metode yang digunakan dalam kajian tafsir Al- QurAoan adalah metode Ijmali (Globa. Metode yang memaparkan makna-makna umum yang dikandung oleh ayat Al- QurAoan. Dan menjelaskan ayat-ayat Al- QurAoan secara ringkas tapi mencakup, dengan bahasa yang populer, mudah dimengerti, dan enak dibaca. Kendala selama pelaksanaan kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighosah dalam meningkatkan akhlak peserta didik. Dalam suatu kegiatan tentu ada kendala dalam pelaksanaan. Selama ini yang masih menjadi kendala dalam pelaksanaan adalah salah satunya Masih ada beberapa yang belum bisa disiplin misalnya. Absen Masih terdapat peserta didik yang kurang disiplin terkait dengan absensi. Jika hari ini masuk, maka hari esok tidak masuk tanpa ada ijin . atau hanya tidak mengikuti kegiatan keagamaan saja, tetapi mengikuti kegiatan belajar mengajar dikelas. Datang Terlambat Karena tidak bisa bangun pagi dan belum bisa mengatur waktunya akhirnya mereka terlambat untuk berangkat kesekolah. Tidak Memperhatikan Peserta didik yang merasa tidak butuh akan menyepelekan kegiatan ini dan enggan untuk mendengarkan. Mereka justru lebih memilih untuk berbicara sendiri dengan temannya. Faktor utamanya adalah karena kurangnya kesadaran diri akan pentingnya pemahaman kandungan dari Al- QurAoan. Evaluasi pelaksanaan pembinaan peserta didik dalam meningkatkan akhlak melalui kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighosah di SMA Islam Karangploso Istilah evaluasi . menunjuk pada suatu proses untuk menentukan nilai dari suatu kegiatan tertentu. 22 Evaluasi berarti penentuan sampai sesuatu berharga, bermutu, atau bernilai. Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar M Sulthon. Moh. Khusnuridlo. Manajemen Pondok Pesantren dalam Perspektif Global, (Yogyakarta: PRESSindo, 2. , 272 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar itu, sampai beberapa jauh keduanya dapat dinilai baik. Sebenarnya yang dinilai hanyalah proses belajar mengajar, tetapi penilaian atau evaluasi itu diadakan melalui peninjauan terhadap hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dan melalui peninjauan terhadap perangkat komponen yang sama Ae sama membentuk proses belajar mengajar. Evaluasi pelaksanaan program dilakukan dengan menggunakan instrument yang ada. Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui prosentasi dalam pelaksanaan program yang telah direncanakan. Tujuan utama melakukan evaluasi dalam pembelajaran adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intstruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Setelah dilakukan evaluasi pelaksanaan dan hasil program maka ditemukan presentasi keberhasilan serta kekurangan dalam pelaksanaan program sebelumnya, dengan mengadakan rapat evaluasi program dilakukan bersama dengan kepala sekolah, guru dan Rapat ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan kekurngan Ae kekurangan dan kendala dalam pelaksanaan program pembiasaan kegiatan keagamaan selama berjalan. Waka Kesiswaan melakukan perbaikan dan pengembangan program dengan tujuan agar program yang akan disusun bisa lebih maksimal lagi baik dalam pelaksanaanya terlebih dengan hasil dan tujuan yang dicapai. Sejauh ini peserta didik sudah ada kemajuan terkait dengan peningkatan akhlak pada peserta didik. Hasil pelaksanaan kegiatan kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighosah sudah ada peningkatan akhlak dan terampil dalam mengimami Istighotsah. Pada kenyataan dilapangan, usaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lemabaga pendidikan dan melalui berbagai macam metode terus Kita dapat mengatakan bahwa akhlak merupakan hasil usaha mendidik dan melatih dengan sungguh-sungguh terhadap berbagai potensi rohaniah yang terdapat dalam diri manusia. Seperti yang telah disampaikan oleh Ibnu Maskawaih Aukeadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Keadaan ini terbagi dua, ada yang berasal dari tabiat aslinya, ada pula yang diperoleh dari kebiasaan yang berulang. Boleh jadi pada mulannya tindakan itu melalui pikiran dan pertimbangan, kemudian dilakukan terus- menerus, maka jadilah suatu bakat dan akhlak. Ay24 S Winkel. Psikologi Pengajaran, (Yogyakarta: Media Abadi, 2. , 531 Rosihon Anwar. Akhlak Tasawuf, (Bandug: Pustaka Setia, 2. , 13 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 Dengan dilaksanakannya kegiatan keagamaan ini tentunya akan berdampak sangat baik bagi peserta didik. Yang mana mereka sudah ada peningkatan pada ahlaknya. Jika sebelumnya belum terbiasa dengan budaya religi atau kegiatan keagamaan, maka saat ini sudah mulai terbiasa. Dan bahkan sudah ada satu atau dua anak yang mampu mengimami kegiatan rutinan Yasin atau Istighosah di daerahnya. Dengan begitu minimal mereka bisa bermanfaat dan mampu mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Dari yang sebelumnya anak-anak kurang sopan terhadap guru, kurang disiplin saat didalam kelas, bullying antar teman, dan kurangnya rasa empati dalam bersosialisasi. Saat ini sudah ada kemajuan tidak melakukan hal Ae hal Walaupun belum semua perubahan itu dimiliki oleh setiap siswa. Kegiatan rutin Istighosah maupun membaca yasin yang dilakukan di SMA Islam Karangploso, dapat membiasakan budaya religi peserta didik. Karena kebiasaan yang dilakukan itulah peserta didik mampu dan trampil saat menjadi pemimpin Istighosah maupun yasin. Hal tersebut sudah terbukti ketika salah satu dari mereka ditunjuk untuk menjadi badal kegiatan Istighosah dan yasin yang dilakukan disekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya. Ada beberapa hal yang dilakukan koordinator keagamaan dalam mengevaluasi perkembangan tersebut, yaitu : Memantau keaktifan siswa Dalam hal ini, koordinator keagamaan memantau setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan di musholla, baik pemantauan terhadap siswa dan Dengan harapan, adanya hal tersebut dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan dengan baik. Memantau absensi kehadiran siswa Dengan adanya pemeriksaan absensi kehadiran siswa, diharapkan siswa dapat disiplin. Memantau perubahan akhlak siswa Evaluasi ini dilakukan untuk memeriksa sejauh mana, siswa dapat mencapai target atau masih sama seperti sebelumnya. Karena melihat karakter setiap anak berbeda, dan lingkungan keluarga ataupun pergaulannya juga berbeda Maka, daya serap yang dihasilkan juga akan berbeda. Pengampu kegiatan dilakukan oleh guru yang profesional. Guru adalah pendidik profesional, karenanya secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul dipundak orangtua. Mereka ini, ini tatkala menyerahkan ankanya kesekolah, sekaligus berarti perlimpahan sebagian An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 tanggung jawab pendidikan ankanya kepada guru. 25 Kriteria merupakan syaratsyarat yang harus dipenuhi oleh seseorang, terkait dengan pembelajaran. Kriteria yang harus dimiliki guru adalah : Disiplin Disiplin merupakan sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun yang tidak tertukis. Peraturan yang dimaksud termasuk absensi, lambat masuk, serta cepat pulang karyawan. Jadi hal ini merupakan suatu sikap indisipliner karyawan yang perlu disikapi dengan baik oleh pihak manajemen. Penguasaan pada materi Diharapkan guru mampu menguasi materi dengan sangat baik dan teliti. Karena materi merupakan kegiatan yang sangat urgen dalam kegiatan proses belajar mengajar. Sehingga dapat membentuk kompetensi tertentu pada peserta didik dan memperluas wawasan cakrawala befikir anak. Kreatif Merupakan suatu proses mental individu yang melahirkan gagasan, proses, metode ataupun produk baru yang efektif yang bersifat imajinatif dan fleksibel yang berdaya guna dalam berbagai bidang untuk pemecahan suatu masalah. jadi kreativitas merupakan bagian dari usaha seseorang. Kreativitas akan menjadi seni ketika seseorang melakukan kegiatan. dari pemikiran yang sederhana itu, peneliti melakukan semua aktivitas yang bertujuan untuk memacu atau menggali kreativitas. Takwa kepada Allah SWT Guru sesuai dengan ilmu pendidikan Islam, tidak mungkin mendidik anak agar bertakwaa kepada Allah SWT, jika ia sendiri tidak bertakwa kepada-nya. Sebab ia adalah teladan bagi muridnya sebagaimana Rasulullah SAW menjadi tauladhan bagi umatnya. Sejauh mana seorang guru mampu memberi teladan baik kepada murid-muridnya sejauh itu pulalah ia diperkirakan akan berhasil mendidik mereka agar menjadi generasi penerus bangsa yang baik dan mulia. Terkait dengan pembelajaran ini, guru diharapkan mampu menciptakan gagasan baru yang sesuai dengan materi, agar anak Ae anak tidak merasa jenuh ketika pelaksanaan pembelajaran. Zakiah Darajat. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , 39 Malayu Hasibuan. AuManajemen : Dasar. Pengertian, dan MasalahAy, (Jakarta : Bumi Aksara: , 212 Zakiah Darajat. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , 41 Ibid. , 213 An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 Kesimpulan Dari hasil penelitian tentang penanaman akhlak peserta didik melalui kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighosah di SMA Islam Karangploso, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: perencanaan koordinator keagamaan dalam meningkatkan akhlak peserta didik di SMA Islam Karangploso tersebut adalah . kajian tasfsir Al- QurAoan dan Istighosah di SMA Islam Karangploso dilakukan untuk meningkatkan akhlak dan kemampuan memimpin Istighosah pada peserta didik. pelaksanaan kegiatan dapat meningkatkan akhlak peserta didik dan ketrampilan dalam memimpin Istighotsah. kordinator keagamaan melakukan sosialisasi kepada wali murid, guru dan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan keagamaan. kegiatan keagamaan yang ada di SMA Islam Karangploso meliputi pembacaan yasin, surat-surat pendek atau tartil, kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighosah. C dampak positif bagi peserta didik selama menggikuti kegiatan keagamaan tersebut. Pelaksanaan program kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah dalam meningkatkan akhlak peserta didik melipui : . Pelaksanaan kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah dilakukan setiap hari Rabu. Kamis dan JumAoat, . Strategi pembelajaran kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah dilakukan sesuai dengan tahap pembukaan, klasikal, pemahaman kandungan ayat, evaluasi, dan penutup, . Kendala dalam pelaksanaan kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah dalam meningkatkan akhlak peserta didik. Evaluasi pelaksanaan tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah dalam meningkatkan akhak peserta didik meliputi : . Hasil pelaksanaan kegiatan kajian tafsir Al- QurAoan dan Istighotsah sudah ada peningkatan akhlak dan terampil dalam mengimami Istighotsah, . Pengampu kegiatan dilakukan oleh guru yang profesional. An-Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. September 2022 Daftar Rujukan Ali. Dasar-Dasar Ilmu Mendidik, (Jakarta: Mutiara, 1. Anwar. Akhlak Tasawuf, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2. Arifin. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. Daradjat. , . ) Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Hasibuan. AuManajemen : Dasar. Pengertian, dan MasalahAy, (Jakarta : Bumi Aksara: 2. , 212 Kuncoro. Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif, (Jakarta: Erlangga, 2. Makbulloh. Pendidikan Agama Islam, (Depok: PT Raja Grafindo Persada. Marzun. Pendidikan Hayat Dalam Islam, (Banda Aceh: Yayasan Pena dan ArRaniry Press, 2. Mujib. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta. PT Prenada Media Grouf, 2. Nata. Akhlak Tasawuf, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. Rohmaniah. AuPeserta Didik Dalam Pendidikan IslamAy. Dalam: Jurnal: Universitas Muhammadiyah Surabaya, 2. Siswanto. Pengantar Manajemen, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. Sulthon. & Khusnuridlo. Manajemen Pondok Pesantren dalam Perspektif Global, (Yogyakarta: PRESSindo, 2. Syaefudin. Perencanaan Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Terry. & Rue. DasarAedasar Manajemen . VI), (Jakarta: Bumi Aksara. Tolhah. Dinamika Pendidikan Islam Pasca Orde Baru, (Yogyakarta: Pelangi Aksara, 2. Winkel. Psikologi Pengajaran, (Yogyakarta: Media Abadi, 2.