PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. PROFITABILITAS. DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA Kiki Marlisda Email: kikimarlisda99@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Setiap perusahaan membutuhkan informasi yang memadai agar kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan baik. Manajemen perusahaan dapat menggunakan integritas laporan keuangan sebagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan informasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan kepemilikan institusional terhadap integritas laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah 67 perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Metode penarikan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang terdaftar periode 2016 hingga 2020 dan tidak mengalami suspensi selama periode penelitian sehingga diperoleh 35 perusahaan sebagai sampel. Bentuk penelitian asosiatif dengan metode penelitian hubungan kausal. Pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumenter. Data di akses dari situs resmi BEI . Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi berganda, koefisien determinasi, serta uji hipotesis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap integritas laporan keuangan, profitabilitas berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan, serta kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Kata Kunci: ukuran perusahaan, profitabilitas, kepemilikan institusional, integritas laporan PENDAHULUAN Setiap perusahaan perlu memperhatikan kebijakan dalam penyampaikan suatu informasi yang berkaitan dengan laporan keuangan perusahaan yang dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi perusahaan. Perusahaan dapat memperhatikan integritas laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan sebagai gambaran keadaan ekonomi Integritas laporan keuangan adalah sebuah penyajian laporan keuangan yang mengandung informasi akuntansi yang dapat menggambarkan realitas keadaan ekonomi sebuah perusahaan yang diungkapkan dengan benar adanya tanpa ada yang ditutupi. Dalam menentukan integritas laporan keuangan ada beberapa indikator yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan, yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, dan kepemilikan institusional. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Laporan keuangan merupakan suatu bentuk informasi yang dapat menggambarkan kondisi keuangan serta kinerja dari dari suatu perusahaan, dimana informasi tersebut dapat berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan oleh pihak-pihak berkepentingan seperti investor, kreditor, karyawan, pemasok, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan. Oleh karena itu, penyajian laporan keuangan tersebut harus berintegritas, dalam artian disajikan secara wajar, jujur, dan benar adanya tanpa ada yang ditutupi. Ukuran perusahaan yang besar dapat menjadi pusat perhatian bagi pihak eksternal sehingga banyak tuntutan untuk menghasilkan laporan keuangan yang berintegritas tinggi, maka manajemen akan cenderung lebih berhati-hati dalam proses penyajian laporan keuangan. Semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka semakin meningkat integritas laporan keuangan. Profitabilitas adalah indikator untuk mengukur kemampuan manajemen dalam mengatur kekayaan perusahaan yang dapat dilihat dari laba yang diperoleh. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi cenderung lebih mudah untuk menarik minat para investor untuk berinvestasi di perusahaan karena melihat besarnya peluang tingkat pengembalian atas investasi. Tingginya tingkat profitabilitas menggambarkan laporan keuangan yang berintegritas. Kepemilikan institusional dalam perusahaan dapat mengatur pihak manajemen dengan cara mengawasi secara berkala sehingga dapat memaksimalkan kinerja perusahaan dengan mengutamakan bebas dari salah saji yang dapat menyesatkan Pengawasan yang dilakukan dapat menngkatkan kinerja manajemen sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan yang berintegritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas dan kepemilikan institusional terhadap integritas laporan keuangan. Objek yang digunakan adalah perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Sektor ini memerlukan biaya besar dalam proses pengembangan produk dan perluasan pangsa pasar. KAJIAN PUSTAKA Laporan keuangan dalam suatu perusahaan dituntut untuk berkualitas, dapat dipertanggungjawabkan, dan bermanfaat bagi para penggunanya maka perusahaan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 dihadapkan pada tantangan salah satunya adalah integritas laporan keuangan. Integritas adalah sebuah keadaan yang menunjukkan kelengkapan yang memperlihatkan kejujuran. Informasi yang memiliki integritas yang tinggi merupakan informasi yang disajikan secara jujur sehingga memungkinkan pengguna informasi bergantung pada informasi tersebut, hal tersebut dikarenakan informasi yang memiliki integritas tinggi dapat Laporan keuangan dapat dikatakan berintegritas jika laporan keuangan dapat memenuhi kualitas dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang dapat diterima segala pihak. Laporan keuangan dalam suatu perusahaan dapat dikatakan berkualitas apabila berisi informasi yang relevan, dapat dimengerti, dapat diuji, informasi yang netral, dapat dibandingkan, tepat waktu dan lengkap. Integritas merupakan patokan yang melandasi kepercayaan publik dalam menguji keputusannya terhadap perusahaan. Integritas laporan keuangan yang mencerminkan kualitas perusahaan dapat berpengaruh pada opini para investor dan kreditur serta pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini berguna bagi para pihak yang berkepentingan pada perusahaan tersebut dalam mengambil keputusan tepat demi kemajuan perusahaan. Perusahaan yang memiliki prinsip integritas diharapkan dapat memberikan rasa percaya kepada para investor untuk berinvestasi di perusahaan. Integritas laporan keuangan adalah suatu penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang di dalamnya mengandung data akuntansi yang dapat menggambarkan keadaan sesungguhnya keuangan suatu perusahaan tanpa ada yang ditutupi (Istiantoro. Paminto, & Ramadhani, 2017: . Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebuah perusahaan dapat dikatakan berintegritas jika perusahaan tersebut dapat menyajikan laporan keuangan sesuai dengan realitas yang terjadi dalam siklus keuangan Ukuran perusahaan adalah suatu skala yang menentukan besar kecilnya sebuah perusahaan yang dilihat dari total aset, total penjualan, total pendapatan, dan lain-lain. Ukuran perusahaan juga termasuk indikator penting yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam tindakan pengambilan keputusan. Ukuran perusahaan dapat ditentukan dari besar tidaknya aset yang dikelola perusahaan. Aset disini dapat diartikan sebagai sumber daya yang dikendalikan, diharapkan memiliki manfaat ekonomi yang mengalir ke entitas. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Menurut Hery . 7: . Auukuran perusahaan merupakan ukuran yang menggambarkan besar kecilnya perusahaan yang dapat dinilai dari nilai total aset perusahaanAy. Ukuran perusahaan dianggap menjadi suatu pengaruh dalam manajemen perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan. Besar kecilnya perusahaan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam penyajian laporan keuangan yang berintegritas. Ukuran perusahaan menentukan informasi yang dibutuhkan pihak eksternal perusahaan seperti investor. Semakin besar ukuran suatu perusahaan berpengaruh pada semakin besar pula tanggung jawab pihak manajer untuk menyajikan laporan keuangan yang berisikan informasi yang dibutuhkan investor. Perusahaan yang besar akan menarik perhatian para investor untuk berinvestasi pada perusahaan, karena perusahaan dengan ukuran besar lebih menguntungkan dibandingkan peruahaan dengan sakla yang kecil. Sehingga manajemen akan memaksimalkan penyajian laporan keuangan untuk mencapai integritas tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Fajaryani . yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap integritas laporan H1: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Profitabilitas atau yang lebih sering disebut rasio ROA . eturn on asset. merupakan sebuah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari pengelolaan jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan (Kasmir 2012: . Rasio ini dapat memberikan efektivitas manajemen di dalam perusahaan. Profitabilitas memiliki arti penting untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah perusahaan memiliki pengaruh yang baik dimasa mendatang. Guinan . 0: . berpendapat bahwa. Auprofitabilitas merupakan tingkat pengukuran keuangan yang membantu investor melinai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dibandingkan dengan pengeluran dan biaya lainnya yang digunakan dalam suatu periodeAy. Sedangkan menurut Kasmir . 5: . , profitabilitas merupakan suatu rasio yang digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan di dalam suatu periode tertentu. Profitabilitas adalah suatu penilaian perusahaan yang dilihat dari tingkat perolehan laba. Semakin tinggi tingkat rasio profitabilitas, maka semakin tinggi pula tingkat pengembalian kepada Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Sebaliknya, semakin rendah profitabilitas akan mengurangi tingkat kepercayaan para investor untuk menanamkan modal pada perusahaan. Profitabilitas merupakan ukuran tingkat efektivitas manajemen dalam suatu Hal tersebut dapat ditujukkan oleh laba yang diperoleh dari penjualan dan pendapatan investasi. Tingginya tingkat profitabilitas dalam sebuah perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan telah menggunakan aktivanya dalam kegiatan operasi, sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Perusahaan dengan pengembalian yang tinggi atas investasi yang memperoleh profit yang besar, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan perusahaan yang berhasil atau memiliki kinerja yang baik. Sebaliknya, jika profit yang dihasilkan perusahaan relatif kecil atau menurun dari periode sebelumnya maka perusahaan kurang berhasil atau memiliki kinerja yang kurang baik. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan terkait penjualan, aset dan ekuitas dalam suatu periode. Sedangkan rasio profitabilitas adalah suatu rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efektifitas berdasarkan pengembalian investasi. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi berpotensi untuk menarik perhatian pihak calon investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Tingginya profitabilitas pada suatu perusahaan mencerminkan seberapa besar integritas laporan keuangan yang dimiliki perusahaan tersebut. Pernyataan tersebut sejalan dengan penelitian Kismanah. Kimsen, dan Mardiani . menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. H2: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Kepemilikan institusional dapat diartikan sebagai kepemilikan kepemilikan saham oleh pihak institusional atau perusahaan eksternal seperti institusi pemerintah, swasta, domestik maupun asing. Sebagian besar berasumsi bahwa semakin besar tingkat kepemilikan institusional maka akan semakin memiliki wewenang pihak tersebut untuk mengawasi manajemen perusahaan dalam proses pengelolaan. Tentunya hal tersebut diyakini dapat meningkatkan integritas laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan. Menurut Azzah dan Triani . 1: . kepemilikan intitusional diasumsikan dapat menjadi mekanisme pengawasan efektif untuk manajemen dalampelaporan keuangan dikarenakan setiap profesional yang dimiliki investor dalam menganalisis laporan keuangan, sehingga laporan keuangan yang disusun terhindar dari kesalahan material yang dapat menyesatkan pengguna. Melalui kepemilikan institusional, pemilik saham Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 institusional dapat menerapkan ilmmu pengetahuan dan profesionalitasnya untuk mengawasi kinerja manajemen dan menilai laporan keuangan. Maka dari laporan keuangan yang disajikan oleh pihak manajemen dapat menunjukkan apakah laporan keuangan tersebut memiliki integritas yang tinggi maupun rendah. Menurut Sari dan Rani . 5: . : Kepemilikan institusional dapat memengaruhi kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan Adanya kepemilikan institusional disuatu perusahaan diharapkan dapat mendorong tingkat pengawasan agar meningkatkan kinerja pihak manajemen lebih optimal dan efektif. Menurut Amrulloh. Putri, dan Wirama . 6: 2. institusi yang memiliki persentase saham tinggi akan mendorong manajemen bertindak sesuai aturan karena pemilik saham institusional memiliki profesionalisme dalam menilai, menganalisis, serta menguji andal atau tidaknya laporan keuangan. Dengan begitu, kepemilikan institusional dalam sebuah perusahaan diharapkan manajemen menyajikan laporan keuangan yang terbebas dari salah saji sehingga dapat mencapai laporan keuangan yang berintegritas tinggi. Kepemilikan institusional berpengaruh dapat pada kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan. Dengan adanya kepemilikan institusional, manajer memiliki tanggung jawab yang besar untuk menyusun laporan keuangan dengan benar untuk dapat menghasilkan laoran keuangan yang lebih Hal tersebut tentunya dapat juga meminimalisir tindak kecurangan yang dilakukan manajer dalam manipulasi laporan keuangan untuk kepentingannya sendiri sehingga dapat meningkatkan integritas laporan keuangan. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Fayaryani . yang mengemukakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. H3: Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap integritas laporan METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan menggunakan metode hubungan kausal. Objek penelitian ini adalah perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 67 perusahaan. Metode penarikan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang terdaftar di BEI Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 periode 2016 sampai dengan 2020 serta sudah IPO sebelum tahun 2016 sehingga diperoleh sampel sebanyak 34 perusahaan. Teknik pengumpulan data penelitian adalah studi dokumenter dengan menggunakan data sekunder laporan keuangan tahunan periode 2016 sampai dengan 2020 yang diperoleh melalui web resmi IDX. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Hasil statistik deskriptif dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini: Tabel 1 Analisis Statistik Deskriptif Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation Ukuran Perusahaan 10,0845 22,6411 32,7256 28,627397 1,7377461 Profitabilitas 9,6717 -1,3693 8,3024 ,104026 ,6460581 Kepemilikan Institusional 1,7615 ,1316 1,8931 ,757894 ,2170802 Integritas Laporan Keuangan 86,2035 -1,0224 85,1811 6,034535 12,4313527 Valid N . Sumber: Data Olahan SPSS 22, 202 Berdasarkan Tabel 1, ukuran perusahaan memiliki nilai minimum 22,6411, nilai maksimum 32,7256, nilai rata-rata 28,627397 dan nilai standar deviasi 1,7377461. Profitabilitas memiliki nilai minimum -1,3693, nilai maksimum 8,3024, nilai rata-rata 0,104026 dan nilai standar deviasi 0,6460581. Kepemilikan intitusional memiliki nilai minimum 0,1316, nilai maksimum 1,8931, nilai rata-rata 0,757894 dan nilai standar deviasi 0,2170802. Integritas laporan keuangan memiliki nilai minimum 86,2035, nilai maksimum -1,0224, nilai rata-rata 6,034535 dan nilai standar deviasi 12,4313527. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah analisis yang dilakukan untuk memberikan keyakinan bahwa persamaan regresi yang diteliti memiliki ketepatan dan konsisten. Uji asumsi klasik terbagi menjadi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji Analisis pengaruh Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Institusional terhadap Integritas Laporan Keuangan Analisis regresi linear berganda Kepemilikan Berikut ini merupakan hasil pengujian analisis regresi linear berganda adalah sebagai berikut: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Tabel 2 Analisis Regresi Linear Berganda Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Model Error Beta Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. Lag_UP Lag_Profitabilitas Lag_Kepemilikan Institusional Dependent Variable: Lag_ILK Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Berdasarkan Tabel 2 diketahui persamaan regresi linear berganda. Persamaan regresi dapat dirumuskan dalam bentuk sebagai berikut: Y = -3,635 0,399X1 1,388X2 - 0,379X3 e Analisis Korelasi dan Determinasi Tabel 3 Analisis Korelasi Dan Determinasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Lag_Kepemilikan Institusional. Lag_UP. Lag_Profitabilitas Dependent Variable: Lag_ILK Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai korelasi (R) adalah 0,349. Nilai ini menunjukkan hubungan yang sedang dan arah yang positif antara variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, dan kepemilikan konstitusional terhadap integritas laporan Tabel 3 juga menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi yang dilihat dari adjusted R square adalah sebesar 0,333 atau 33,3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, dan kepemilikan konstitusional untuk menjelaskan integritas laporan keuangan sebesar 33,3 persen. Uji F Berdasarkan pada Tabel 4 dapat diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 dan F hitung adalah sebesar 21,462. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini yang menguji pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, kepemilikan institusional terhadap integritas laporan keuangan sudah tepat dan layak digunakan. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Tabel 4 Uji F Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Lag_ILK Predictors: (Constan. Lag_Kepemilikan Institusional. Lag_UP. Lag_Profitabilitas Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Analisis pengaruh Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Integritas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa nilai signifikansi variabel ukuran perusahaan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung bernilai positif 5,919 yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan, sehingga hipotesis pertama diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Ukuran perusahaan menunjukkan kualitas informasi yang terdapat dalam perusahaan dan pihak manajemen dalam menanggapi pentingnya informasi tersebut untuk pihak internal maupun eksternal. Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin besar pula perhatian publik terhadap penyajian informasi yang diberikan perusahaan dan semakin besar keinginan masyarakat untuk mengakses laporan keuangan tersebut. Hal ini mendorong manajemen perusahaan turut campur dalam pembuatan laporan keuangan dengan tujuan agar laporan keuangan yang disajikan perusahaan tersebut dinilai baik. Sehingga menghasilkan laporan keuangan yang berintegritas. Pengaruh Profitabilitas terhadap Integritas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa variabel profitabilitas menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung bernilai positif 3,566 yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan, sehingga hipotesis kedua Profitabilitas perusahaan dengan nilai yang tinggi mencerminkan kemungkinan hasil yang baik. Semakin tinggi tingkat profitabilitas dalam suatu perusahaan maka semakin baik juga tingkat efisiensi operasional perusahaan, sehingga akan terlihat kinerja yang baik dalam perusahaan. Maka, perusahaan tidak akan menutupi informasi bagi Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan serta akan menyajikan laporan keuangan tepat waktu. Semakin tinggi tingkat profitabilitas maka nilai integritas laporan keuangan akan meningkat. Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Integritas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil penujian yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai signifikansi variabel kepemilikan institusional adalah sebesar 0,635 yang berarti lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung sebesar positif 0,475. Tingkat kepemilikan institusional memiliki tidak kemampuan untuk memonitoring pihak manajemen dan kepemilikan institusional tidak memiliki arti penting didalam mengawasi kegiatan manajemen dalam menghasilkan laporan keuangan yang berintegritas. Karena pihak institusi yang memiliki saham dalam sebuah perusahaan berperan diluar manajemen perusahaan sehingga tidak mudah bagi pihak institusi untuk melakukan proses monitoring terhadap kinerja pihak manajemen dalam proses menyusun laporan keuangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemilikan institusionl tidak dapat dijadikan penentu laporan keuangan dalam suatu perusahaan memiliki integritas maupun tidak. Dengan demikian kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Tingkat kepemilikan institusional yang meningkat maupun menurun tidak menentukan tingkat integritas laporan keuangan. PENUTUP Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan, profitabilitas berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan, dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Ukuran perusahaan yang besar akan memiliki tuntutanyang besar untuk menyajikan laporan keuangan yang lebih baik dan berkualitas. Perusahaan besar diasumsikan memiliki jumlah aktiva dan tingkat pendapatan yang lebih besar sehingga menghasil laba yang lebih tinggi. Perusahaan besar cenderung lebih lengkap dalam menyajikan laporan keuangan karena memiliki lebih banyak informasi yang dapat diungkapkan. Maka ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Tingkat profitabilitas yang tinggi dalam suatu perusahaan maka semakin baik juga tingkat efisiensi operasional perusahaan, sehingga akan terlihat kinerja yang baik dalam perusahaan sehingga menghasilkan laporan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 keuangan berintegritas. Maka profitabilitas berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Kepemilikan institusional tidak memiliki arti penting didalam mengawasi kegiatan manajemen dalam menghasilkan laporan keuangan yang Tingkat kepemilikan institusional yang meningkat maupun menurun tidak menentukan tingkat integritas laporan keuangan. Saran bagi penelitian selanjutnya agar memperluas sampel penelitian agar memperoleh hasil yang lebih akurat dan penulis juga menyarankan agar dapat menambahkan variabel independen lain yang dapat menjelaskan variabel dependen integritas laporan keuangan karena masih terdapat 66,7 persen yang dipengaruhi faktor lain. DAFTAR PUSTAKA