Halaqah Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol. No. 1, . E-ISSN: 3090-5567 https://jurnal. stik-kendal. id/index. php/halaqah/index PERAN KELUARGA DALAM MENANAMKAN AKHLAK DI ERA MODERN: REFLEKSI QS. AN-NISA: 3 Muhammad Ghoust ghaust34@gmail. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Muhajirin muhajirin_uin@radenfatah. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan besar yang dihadapi manusia di era modern, seperti kemajuan teknologi, krisis sosial, dan hilangnya makna hidup. Modernitas sering kali mendorong manusia pada pola pikir materialistis yang mengabaikan nilai spiritual dan kehidupan akhirat. Dalam era Society 5. 0, yang merupakan kelanjutan dari Revolusi Industri 4. 0, tantangan pendidikan semakin kompleks, khususnya dalam pembentukan akhlak generasi muda. Pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai agama menjadi sangat penting untuk melindungi anak-anak dari pengaruh negatif teknologi dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pendidikan akhlak dalam keluarga dapat dilaksanakan secara efektif di tengah perkembangan teknologi. Selain itu, penelitian ini menelusuri peran ketahanan keluarga dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan tangguh. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan pendekatan tafsir maudhuAoi, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan akhlak dalam keluarga sangat penting untuk membentuk karakter berdasarkan nilai-nilai agama. Nilai-nilai Al-QurAoan memberikan pedoman dalam membangun keharmonisan keluarga, tanggung jawab, serta pemenuhan hak dan kewajiban. Pemanfaatan teknologi secara bijak juga terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman moral generasi muda. Pendidikan akhlak berbasis Islam berperan penting dalam meningkatkan kualitas manusia dan memperkuat ketahanan keluarga menghadapi tantangan zaman. Kata kunci: Akhlak Islami. Pendidikan Keluarga. Tantangan Teknologi Abstract The background of this research focuses on the challenges faced by humanity in the modern era, characterized by technological advancements, social crises, and confusion about the meaning of life. Modernity often causes people to become trapped in narrow perspectives that forget the afterlife, leading to the urgent need to form a generation with noble character. In the era of Society 5. 0, which is a continuation of Industry 4. Muhammad Ghoust. Mujahirin educational challenges have become increasingly complex, particularly in shaping the morals of the younger generation. Therefore, moral education based on religious teachings becomes essential to shield children from the negative influences of technology and globalization. The purpose of this research is to examine how moral education within the family can be effectively implemented amid rapid technological This research also aims to explore how family resilience can shape quality human resources capable of overcoming the challenges of the times. The research method used is a qualitative approach with a library research method, focusing on maudhu'i exegesis. The results of the research indicate that moral education within the family plays an important role in shaping an individual's character based on religious A strong family resilience can help children cope with the negative influences of technology and globalization. The values stated in the Qur'an provide relevant guidelines regarding harmony in the family, the implementation of rights and obligations, and responsibilities in family relationships. In addition, the wise use of technology in moral education has proven to be effective in capturing the attention of the younger generation and strengthening their understanding of moral values. Islambased moral education can enhance the quality of human resources and strengthen family resilience to face the challenges of the times. Keywords: Islamic Morality. Family Education. Technological Challenges PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang pesat di era modern membawa dampak besar terhadap perilaku dan pola pikir generasi muda. Kemudahan akses informasi melalui internet dan media sosial telah menciptakan ruang baru yang tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga membuka peluang bagi masuknya konten negatif yang dapat merusak nilai-nilai moral. Berdasarkan data dari Komnas Perlindungan Anak . , sekitar 45% anak usia 10Ae18 tahun terpapar konten bermuatan kekerasan dan pornografi, menunjukkan lemahnya kontrol serta pengawasan dari lingkungan 1 Selain itu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga mencatat bahwa lebih dari 60% orang tua di Indonesia kurang aktif terlibat dalam pendidikan karakter anak, terutama karena tekanan ekonomi dan kesibukan kerja. Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis akhlak di kalangan remaja bukan hanya persoalan individu, tetapi berkaitan erat dengan lemahnya peran keluarga sebagai agen pendidikan pertama dan utama. Dalam Islam, keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. QS. An-Nisa: 3 menekankan pentingnya prinsip keadilan dan tanggung jawab dalam relasi keluarga, yang tidak hanya mencakup aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut pembinaan akhlak dan 1https://w. Peran Keluarga dalam Menanamkan AkhlakA. Namun, realitas menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai-nilai ideal dalam Al-QurAoan dan praktik kehidupan keluarga modern. Saat ini, kita berada di era modern yang penuh dengan berbagai krisis, seperti krisis sosial, struktural, dan spiritual, yang pada akhirnya bermuara pada permasalahan makna hidup. Modernitas, dengan kemajuan teknologi yang pesat, kekayaan, latar belakang pendidikan, dan status sosial, telah menjadi hal yang sangat diagungkan di zaman ini. 2 Namun, seringkali hal ini menyebabkan manusia memandang dunia sebagai segalanya, hingga lupa akan kehidupan setelahnya. Di tengah tantangan besar dalam kehidupan sosial yang dihadapi saat ini, kita berada di era Society 5. 0 setelah melewati era Industri 4. 0 yang membawa perubahan Society 5. 0 menghadirkan tantangan tersendiri, khususnya dalam dunia 3 Akhlak menjadi pedoman yang sangat penting, terutama untuk anakanak, dalam membentuk perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Akhlak akan membentengi mereka dari tindakan yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Dalam hal ini, teknologi memainkan peran yang sangat penting dalam pengajaran nilai-nilai Melalui berbagai media yang dirancang menarik, teknologi dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar dan memahami ilmu akhlak. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memang sangat berbeda dibandingkan dengan masa lalu. Namun, dalam hal karakter atau akhlak, itu tetap menjadi persoalan yang abadi. Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan membawa manfaat atau peningkatan derajat kemanusiaan modern kecuali jika dimanfaatkan untuk mendukung perbuatan baik. Manusia modern sering kali terjebak dalam pendangkalan makna hidup akibat rutinitas industri yang menuntut profesionalitas, yang pada akhirnya menjadikan manusia cenderung seperti robot. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai akhlak dan moral yang sesuai dengan ajaran Islam kepada 2 Annisa Fitri Dewianti dkk. AuAnalisis Urgensi Pendidikan Akhlak Berkarakter Dalam Membangun Keluarga Bahagia,Ay Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2, no. Mei 2. : 154Ae67, https://doi. org/10. 61132/jbpai. 3 M. Afiqul Adib. AuTRANSFORMASI KEILMUAN DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG IDEAL DI ABAD-21 PERSPEKTIF RAHMAH EL YUNUSIYAH,Ay Risalah. Jurnal Pendidikan Studi Islam Juli 562Ae76, https://doi. org/10. 31943/jurnalrisalah. 4 Sri Atin dan Maemonah Maemonah. AuInternalisasi Nilai-Nilai Karakter Religius Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah,Ay EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan . Desember 323Ae37, https://doi. org/10. 32729/edukasi. Muhammad Ghoust. Mujahirin generasi penerus sangat penting untuk menciptakan generasi yang memiliki rasa keberagamaan yang dapat terealisasi dalam kehidupan mereka. Agama dan akhlak memberikan pedoman rinci, termasuk hak dan kewajiban setiap pihak yang terlibat dalam pernikahan. Ketika sebuah keluarga terbentuk, semua anggota akan terikat oleh aturan agama dan akhlak yang mengatur kehidupan mereka. Keluarga menjadi tempat perlindungan, tempat untuk berbagi keluh kesah, serta tempat ekspresi hati. Oleh karena itu, penting bagi semua anggota keluarga untuk memiliki sikap terbuka, saling percaya, saling mengingatkan, dan memaafkan jika ada kesalahan. Mereka juga harus saling menghibur jika ada yang mengalami musibah dan saling tolong-menolong dalam mengatasi kesulitan untuk mencapai penyelesaian. Lingkungan keluarga juga menjadi dasar pembentukan pribadi individu dalam mengimplementasikan perilaku yang pada akhirnya akan menjadi karakter yang tercermin dalam kebiasaan sehari-hari. Seorang suami yang bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, selain sebagai figur, harus bersikap bijaksana dalam menghadapi masalah keluarga. Ia juga dituntut untuk memiliki sifat pemaaf, agar dapat menjaga keharmonisan dan kesejahteraan dalam rumah tangga. 7 Dalam ajaran Islam, pendidikan akhlak tidak hanya berfungsi sebagai aspek penting dalam kehidupan sosial, tetapi juga sebagai komponen fundamental dalam membentuk kepribadian yang baik dan membangun kehidupan yang harmonis. Islam menekankan bahwa akhlak yang baik merupakan cerminan dari iman yang kuat dan merupakan pondasi bagi kehidupan yang beradab. Dalam konteks ini. QS. An-Nisa: 3 memberikan ajaran yang sangat relevan mengenai pentingnya menjaga keharmonisan dan kesejahteraan dalam keluarga, serta melaksanakan hak dan kewajiban dalam hubungan keluarga. Ayat ini mengandung nilai-nilai mendalam, seperti keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab yang harus dijalankan dalam konteks keluarga. Nilai-nilai ini tidak hanya sebagai dasar Aviyah Asmaul Husna dan Abdur Rahman Nor Afif Hamid. AuReactivating Local Wisdom Values and Religious Rituals as A Means to Achieve Social Harmony Among Religius Communities,Ay Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars 8, no. Oktober 2. : 43Ae 60, https://doi. org/10. 36835/ancoms. 6 Adang Darmawan Achmad dkk. AuPeran Perempuan Dalam Pencegahan Kekerasan Terorisme Dan Radikalisme,Ay ADLIYA: Jurnal Hukum Dan Kemanusiaan 15, no. September 2. : 117Ae32, https://doi. org/10. 15575/adliya. 7 Ilzam Hubby Dzikrillah Alfani. Mukhsin Mukhsin, dan Putri Wanda Mawaddah. AuPendidikan Nilai Karakter Islami Melalui Al-QurAoan Dan Tafsir: Sebuah Kajian Tematik,Ay Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. : 117Ae27, https://doi. org/10. 24260/ngaji. Peran Keluarga dalam Menanamkan AkhlakA. bagi hubungan keluarga yang harmonis tetapi juga sebagai pedoman dalam pendidikan akhlak yang mengarah pada pencapaian individu yang bermoral. Pendidikan akhlak yang berlandaskan ajaran Islam, terutama dalam kehidupan keluarga, memiliki peran strategis dalam membentengi individu dari pengaruh negatif yang dapat timbul akibat modernitas, seperti perubahan pola pikir dan perilaku yang dipengaruhi oleh teknologi, media, dan globalisasi. Seiring dengan perubahan zaman, nilai-nilai moral dalam keluarga sering kali terancam oleh tantangan eksternal yang dapat memengaruhi pandangan dan perilaku anak. Dalam hal ini, pendidikan akhlak di lingkungan keluarga menjadi kunci utama dalam membangun karakter anak yang kokoh, sehingga mereka tetap dapat menjalani hidup yang seimbang antara dunia dan Namun, dengan pesatnya perkembangan zaman dan berbagai faktor eksternal yang terus berubah, penerapan pendidikan akhlak dalam keluarga menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Banyaknya pengaruh luar, seperti kemajuan teknologi dan media sosial, bisa mengubah pandangan hidup anak-anak yang lebih terbuka terhadap berbagai informasi, yang kadang-kadang tidak sejalan dengan nilainilai agama9. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis kembali relevansi dan penerapan pendidikan akhlak dalam keluarga di era modern ini dengan mengacu pada prinsip-prinsip yang terkandung dalam QS. An-Nisa: 3. Ayat tersebut memberikan dasar yang kokoh dalam menjaga keseimbangan hidup berkeluarga dan membangun keluarga yang tidak hanya bahagia, tetapi juga kokoh dalam iman dan moral. Kajian mengenai peran keluarga dalam pendidikan akhlak telah menjadi perhatian banyak peneliti dalam berbagai disiplin ilmu. Fitriani10 dalam penelitiannya menyoroti pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam membentuk karakter anak di era digital. Ia menekankan bahwa komunikasi intensif dan pengawasan terhadap 8 Iskandar Mirza dan Geta Siti Assyah. AuPendekatan Tafsir Tarbawi Dalam Membentuk Akhlak Mulia,Ay Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori. Penelitian. Dan Inovasi 5, no. Januari 2. , https://doi. org/10. 59818/jpi. 9 Abdul Harits. AuMetode Pendidikan Akhlak Imam Al-Ghazali (Studi Analisis Kitab Ihya Ulum ad-Di. Ay . asterThesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2. , https://repository. id/dspace/handle/123456789/59198. 10 Dwi Fitriani dan Sri Muliati Abdullah. AuPERAN ORANGTUA DALAM MENDUKUNG KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA DI ERA DIGITAL,Ay Mempersiapkan Generasi Digital Yang Berwatak Sociopreneur: Kreatif. Inisiatif. Dan Peduli Di Era Society 5. 0, 27 Februari https://ejurnal. id/index. php/ProsidingSemNasPsikologi/article/view/2013. Muhammad Ghoust. Mujahirin aktivitas anak di dunia maya sangat berpengaruh terhadap pembentukan moral. Penelitian lain oleh Syuhadatul Husna11 mengulas dampak globalisasi terhadap moralitas remaja dan menegaskan bahwa keluarga yang menerapkan nilai-nilai Islam memiliki ketahanan lebih baik terhadap pengaruh negatif zaman. Sementara itu. Nasution12 mengangkat tema QS. An-Nisa: 3 dalam konteks kehidupan berkeluarga, dengan menyoroti prinsip keadilan dan tanggung jawab. Namun, penelitian ini belum mengaitkan ayat tersebut secara langsung dengan tantangan pendidikan akhlak dalam konteks modern. Berdasarkan celah tersebut, posisi penelitian ini adalah mengisi kekosongan antara kajian teologis dan realitas sosial-kultural modern. Peneliti berupaya mengintegrasikan refleksi atas QS. An-Nisa: 3 sebagai landasan etis dalam membentuk keluarga yang kuat secara moral, serta merelevansikan nilai-nilai tersebut dengan dinamika pendidikan akhlak di era Society 5. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan akhlak dalam keluarga dapat dilaksanakan dengan efektif di tengah tantangan Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji pentingnya ketahanan keluarga dalam membentuk Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Ketahanan keluarga, menurut UU No. 10 Tahun 199213, merujuk pada kondisi dinamis keluarga yang memiliki ketangguhan dan keuletan dalam menghadapi tantangan kehidupan, baik dalam aspek fisik, material, psikis, mental, maupun spiritual. Ketahanan keluarga juga melibatkan kemampuan untuk mengembangkan diri dan menciptakan kehidupan yang harmonis, sehingga kesejahteraan lahir dan batin dapat tercapai. Oleh karena itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji bagaimana keluarga dapat mengatasi Syuhadatul Husna. Nurul Hikmah, dan Herlini Puspika Sari. AuRelevansi Filsafat Pendidikan Islam Dengan Tantangan Globalisasi Dalam Pembentukan Karakter Muslim,Ay Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 1, no. November 2. : 08Ae20, https://doi. org/10. 61132/hikmah. 12 - MIFTAHUL HUSNA. AuMAKNA QAWWAAMUUNA DALAM AL-QURAoAN SURAT AN-NISAAo: 34 (Analisis Terhadap Suami Yang Tidak Memenuhi Kewajiban dalam Rumah Tangga Pada Kasus Cerai Gugat di Pengadilan Agama Pekanbar. Ay . UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU, 2. , https://repository. id/82839/. 13 Najla Akifah dan Febri Fauzia Adami. AuAKHLAK. MORAL DAN ETIKA PERSPEKTIF ISLAM,Ay At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam Dan Humaniora 9, no. : 27Ae40, https://doi. org/10. 47006/attazakki. Peran Keluarga dalam Menanamkan AkhlakA. tantangan, baik yang datang dari dalam maupun luar keluarga, agar tujuan keluarga untuk mencapai kehidupan yang samawa . ejahtera dan penuh berka. dapat terwujud. METODE PENELITIAN Penelitian . ibrary menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir maudhu'i14. Dalam konteks ini, tema yang dikaji adalah nilai-nilai pendidikan akhlak dalam keluarga. Data primer dalam penelitian ini adalah teks Al-QurAoan, sementara data sekunder mencakup berbagai literatur pendukung seperti kitab tafsir, jurnal ilmiah, dan buku-buku relevan. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis kandungan QS. An-Nisa: 3 sebagai dasar normatif yang menekankan nilai keadilan, tanggung jawab, dan perlindungan dalam struktur keluarga, yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan akhlak Ayat tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan pernikahan, tetapi juga mengandung prinsip-prinsip moral yang sangat relevan dalam membangun ketahanan keluarga di era modern. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan menafsirkan ulang makna ayat dalam konteks kekinian agar dapat dijadikan pijakan dalam menghadapi tantangan pendidikan akhlak di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinjauan Umum Tentang Akhlak dan Era Modern Pendidikan akhlak merupakan upaya sadar untuk membimbing dan mengarahkan individu agar memperoleh perilaku yang mulia, yang kemudian menjadi kebiasaan yang tertanam dalam dirinya15. Secara bahasa, kata akhlak berasal dari bahasa Arab, yaitu al-Akhlaq, yang merupakan bentuk jamak dari kata al-Khalaq yang berarti tabiat, budi pekerti, kebiasaan, adat, keperwiraan, atau agama. Secara istilah. Imam AlGhazali, yang dikenal sebagai hujjatul Islam, mengemukakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran atau pertimbangan lebih lanjut. Sebuah Purwono Juniatmoko Fuad Hasyim. Annida Unatiq Ulya. Nurwulan Purnasari. Ronnawan. Metodologi Penelitian (Kuantitatif. Kualitatif dan Mix Metho. (GUEPEDIA, t. 15 Siti Asiah dan Imraatus Shalihah. AuANALYSIS OF ABDULLAH SAEEDAoS CONTEXTUAL INTERPRETATION IN QS. ALI IMRAN VERSE 159 CONCERNING PARENTING PATTERNS FOR CHILDREN,Ay Alif Lam : Journal of Islamic Studies and Humanities 4, 02 . April 2. : 33Ae48, https://doi. org/10. 51700/aliflam. Muhammad Ghoust. Mujahirin pandangan serupa juga diungkapkan oleh Ibnu Maskawaih16, yang menyatakan bahwa akhlak adalah sifat yang melekat dalam jiwa yang mendorong individu untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Dengan demikian, apabila sifat yang tertanam dalam diri seseorang adalah hal yang baik, maka ia akan menghasilkan akhlak dan perbuatan yang baik. Sebaliknya, jika yang tertanam adalah sifat yang buruk, maka akan lahir akhlak dan perbuatan yang tercela. Akhlak memiliki keterkaitan yang erat dengan aqidah. Aqidah dalam ajaran Islam berfungsi sebagai dasar bagi segala tindakan seorang Muslim agar terhindar dari perilaku syirik. 17 Oleh karena itu, seorang Muslim yang baik akan mampu mengimplementasikan tauhid dalam bentuk akhlak yang mulia . khlaqul karima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aqidah dan akhlak memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. 18 Akhlak Islam bersumber dari wahyu al-Qur'an dan hadis, yang memiliki kebenaran mutlak dan berlaku sepanjang masa, di mana saja dan kapan Hal ini berbeda dengan moral dan etika, yang sering kali bersumber dari adat istiadat suatu masyarakat dan bersifat relatif, dengan tolok ukur yang bisa berbeda antara satu masyarakat dengan yang lainnya. Hal tersebut membuktikan bahwa kemajuan teknis belum tentu disertai dengan kemajuan nilai-nilai kemanusiaan. Era Society 5. 0 hadir sebagai upaya untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kebutuhan manusia, sehingga teknologi bukan hanya menjadi alat produksi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas 20 Namun, kemudahan akses terhadap informasi dan media digital juga membawa tantangan serius terhadap pembentukan karakter, terutama bagi generasi 16 Bintang Arturo. AuKonsep Kesehatan Mental Perspektif Pendidikan Akhlak: Telaah Pemikiran Ibnu MiskawaihAy . achelorThesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2. , https://repository. id/dspace/handle/123456789/83638. 17 Ahmad Tantowi and Ahmad Munadirin. AuKonsep Pendidikan Akhlak Dalam Al-Qur ` an Surat Al- an Ao Am Ayat 151 Pada Era Globalisasi,Ay Al-Afkar 5, no. : 351Ae65, https://alafkar. com/index. php/Afkar_Journal/article/view/265/154. 18 Martoyo Martoyo dan Rino Pambudi. AuPeran Pendidikan Islam Dalam Konteks Penanaman Nilai-Nilai Demokrasi,Ay Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam 2, no. April 2. 229Ae40, https://doi. org/10. 61132/ikhlas. 19 Achmad Fawaid dan RifAoah Hasanah. AuPendekatan Parenting Berbasis Al-QurAoan: Kajian Tematik Atas Ayat-Ayat Komunikasi Orang Tua Dan Anak Usia Madrasah Ibtidaiyah Dalam Qs Luqman Ayat 13-19,Ay Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 6, no. Juni 2. : 962Ae78, https://doi. org/10. 35931/am. 20 Ahmad Pihar. AuModernisasi Pendidikan Agama Islam Di Era Society 5. 0,Ay Book Chapter of Proceedings Journey-Liaison Academia and Society 1, no. April 2. : 1Ae12, https://jlas. org/index. php/BCoPJ-LAS/article/view/1. Peran Keluarga dalam Menanamkan AkhlakA. Ketika informasi tidak difilter dengan bijak, media dapat menjadi saluran penyebaran nilai-nilai negatif yang merusak kepribadian. Dalam konteks ini, keluarga memiliki peran strategis sebagai benteng pertama dalam pendidikan akhlak. QS. An-Nisa: 3 mengandung prinsip keadilan dan tanggung jawab dalam membangun keluarga, yang merupakan pondasi utama dalam menanamkan nilai moral kepada anak. 22 Ayat ini menekankan pentingnya kesadaran dan integritas dalam relasi keluarga, termasuk dalam mendidik anak dengan teladan akhlak yang baik. Oleh karena itu, pendidikan akhlak dalam keluarga menjadi kunci untuk membekali anak agar mampu menyikapi perkembangan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Pendekatan ini menjadikan akhlak sebagai nilai inti yang tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku dan interaksi sosial dalam rumah tangga. Keluarga merupakan kelompok sosial yang terdiri dari individu-individu yang terhubung melalui hubungan darah atau perkawinan. Dalam struktur keluarga, terdapat dua jenis kelompok utama, yaitu keluarga inti . uclear famil. yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak, serta keluarga yang diperluas . xtended famil. , yang mencakup seluruh anggota keluarga besar yang berasal dari satu garis keturunan, seperti kakek dan nenek, serta keturunan dari suami dan istri24. Menurut Badri Khaeruman, hukum keluarga . hkam al-Ahwal al-Syakhsyiya. mencakup aturan yang berkaitan dengan kehidupan keluarga, termasuk bagaimana keluarga harus dibentuk, hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh suami dan istri, hak dan kewajiban anak terhadap orang tua, serta kewajiban orang tua terhadap anakanak mereka25. Hukum ini juga menjelaskan bagaimana menciptakan keluarga yang 21 Ummi Kulsum dan Abdul Muhid. AuPendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam Di Era Revolusi Digital,Ay Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman 12, no. Oktober 2. : 157Ae70, https://doi. org/10. 33367/ji. 22 Annisa Suaib. Muzakkir, dan M. Rusdi T. AuPENDIDIKAN AKHLAK REMAJA DI ERA SOCIETY 5. 0 DALAM PERSPEKTIF ISLAM,Ay PANDU : Jurnal Pendidikan Anak Dan Pendidikan Umum 1, no. Desember 2. : 10Ae17, https://doi. org/10. 59966/pandu. 23 Amiruddin Amiruddin. AuURGENSI PENDIDIKAN AKHLAK : TINJAUAN ATAS NILAI DAN METODE PERSPEKTIF ISLAM DI ERA DISRUPSI,Ay Journal of Islamic Education Policy 6, no. April 2. , https://doi. org/10. 30984/jiep. 24 Alfani. Mukhsin, dan Mawaddah. AuPendidikan Nilai Karakter Islami Melalui AlQurAoan Dan Tafsir. Ay 25 Moh Husni Milki Q dan Badri Khaeruman. AuChildrenAos Education According to Hadith,Ay Gunung Djati Conference Series April 801Ae10, https://conferences. id/index. php/gdcs/article/view/430. Muhammad Ghoust. Mujahirin sejahtera, bahagia, dan penuh dengan kasih sayang . Moh. Amin Suma juga menjelaskan bahwa hukum keluarga mengatur segala hal yang terkait dengan hubungan keluarga, baik antara suami dan istri, maupun orang tua dan anak, yang dimulai sejak masa pembentukan pernikahan. Sementara itu. Wahbah al-Zuhaili menambahkan bahwa hukum keluarga mencakup seluruh urusan yang terjadi dalam keluarga, mulai dari pernikahan, perceraian . , nasab . , nafkah, hingga Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah unit sosial yang terdiri dari individu-individu yang terikat oleh hubungan darah atau pernikahan, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Dalam keluarga, hubungan yang harmonis antara ayah dan ibu, serta antara orang tua dan anak, tercermin dalam pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak, saling membantu, saling menghargai, serta mengutamakan nilai-nilai agama seperti yang tercantum dalam al-Qur'an dan hadis. Dengan demikian, tujuan dari sebuah keluarga adalah terciptanya kehidupan yang bahagia, penuh berkah, serta mendapat ridha dari Allah Swt, baik di dunia maupun di akhirat. Akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun sebagai anggota masyarakat. Keberhasilan atau kemunduran suatu masyarakat sangat bergantung pada akhlak anggotanya. Akhlak tidak hanya terbatas pada sopan santun atau tata krama yang bersifat lahiriah dalam berinteraksi dengan orang lain, tetapi mencakup lebih dari itu. 28 Akhlak adalah fondasi dasar bagi ajaran Islam, sehingga setiap individu harus memiliki akhlak yang baik sebagai pondasi untuk membangun hubungan yang harmonis dengan Allah, dengan sesama manusia, serta dengan lingkungan sekitar. Akhlak yang Islami tercermin dalam perilaku, perkataan, dan pemikiran yang bersifat konstruktif, tidak merusak 26 Nur Ahmad. AuKONSELING PERNIKAHAN BERBASIS ASMARA ( AS-SAKINAH. MAWADDAH. WA RAHMAH ),Ay Konseling Religi 7, no. : 1Ae18, http://journal. id/index. php/konseling/article/view/Nur Ahmad. 27 Sahrun Anas. Sutisna Sutisna, dan Hambari Hambari. AuKonsep KafaAoah Dalam Hukum Islam \dan Urgensinya Terhadap Keutuhan Rumah Tangga Sakinah Menurut Pandangan Wahbah Az-Zuhaili,Ay As-SyarAoi: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga 6, no. : 145Ae61, https://doi. org/10. 47467/as. 28 Nehru Millat Ahmad. AuKONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH LUQMAN (APLIKASI INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA Q. AL-LUQMAN AYAT 12-. ,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam . 82Ae96, https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. Peran Keluarga dalam Menanamkan AkhlakA. lingkungan, tidak mengganggu tatanan sosial dan budaya, serta tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam yang bersumber dari al-Qur'an dan hadis. Sebagai umat Islam, kita telah diberikan contoh sempurna dalam berakhlak oleh Nabi Muhammad Saw, yang diutus oleh Allah Swt untuk menyempurnakan akhlak Rasulullah Saw memberikan teladan dalam segala aspek kehidupan, baik melalui perbuatan, perkataan, maupun ketetapan yang semuanya mencerminkan akhlak seorang Muslim. Nabi Muhammad Saw tidak hanya menunjukkan cara berakhlak yang mulia sebagai hamba Allah, tetapi juga memberikan panduan untuk berakhlak baik terhadap sesama makhluk hidup dan lingkungan. Oleh karena itu, siapa pun dan di mana pun seseorang berada, jika mengikuti akhlak yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, maka dia akan memperoleh kebaikan dan kemuliaan, baik di mata manusia maupun di sisi Allah Swt. Akhlak Nabi Muhammad adalah sebaik-baiknya akhlak, bahkan Allah Swt sendiri memuji akhlaknya Nabi Saw. Allah Swt berfirman: aOeIa aEaCa aEaEO OaaIacEA "Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung. Imam Wahbah al-Zuhaili dalam kitab tafsirnya al-Munir menerangkan bahwa, sebab turunya ayat ini ialah ketika Sayyidah Aisyah ditanya mengenai budi pekerti Nabi Muhammad saw30. Ialu dia berkata, "Pekertinya adalah AI-Qur'an. Bukankah kamu membaca ayat-ayat Al-Qur'an "benar-benar beruntung orang-orang yang beriman. ampai ayat kesepulu. Imam Wahbah melanjutkan tafsirnya, yakni dalam diri Nabi Muhammad terdapat adab yang agung, rasa malu, kedermawanan, keberanian, kelembutan, pemaaf, dan akhlak-akhlak baik yang lain31. Ini kemudian berkaitan dengan perintah Allah Swt, yakni: aEeNaEaOeIa aIaa Oaaeaae aeEaeAa OaeIa ea eE aAeOa aA "Jadilah pemaaf, perintahlah . rang-oran. pada yang makruf, dan berpalinglah dari orangorang bodoh. 29 Akifah dan Adami. AuAKHLAK. MORAL DAN ETIKA PERSPEKTIF ISLAM. Ay 30 Bustanul Karim. AuKonsep Parenting Dalam Al-QurAoan (Studi Tematik Ayat-Ayat Relasi Anak Dan Orang Tua Dalam Tafsir Al-MunUr Karya Wahbah Zuhail. Ay . Institut PTIQ Jakarta, 2. , https://repository. id/id/eprint/1608/. 31 Wahbah al-Zuuayl. Al-Fiqh al-IslAm wa Adillatuhu, vol. 3 (Damaskus: Dar al-Fikr, 1. Muhammad Ghoust. Mujahirin Nabi Muhammad Saw juga pernah bersabda, bahwasanya beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak. Dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim dari Anas r. a, dia berkata. AuAku melayani Rasulullah Saw sepuluh tahun. Beliau sama sekali tidak pernah berkata kepadaku, "Hus", tidak pula berkata mengenai sesuatu yang aku perbuat, "Mengapa kamu melakukannya?", tidak pula mengenai sesuatu yang tidak aku lakukan, " Mengapa kamu tidak melakukannya?. " Rasulullah Saw tidak pernah sama sekali memukul pembantunya, tidak pula memukul perempuan, tidak pula memukul apa pun sama sekali dengan tangannya, kecuali karena jihad fi sabilillah. Budi pekerti adalah kemampuan kejiwaan yang dengannya memungkinkan seseorang untuk melakukan pekerjaan baik kepada siapa pun dan dimana pun dengan Allah Swt berfirman: AOaeEaa OaEeIaEaOeIa OaEeOaIO eECaeO OacaaO aeaIU OacaEeOaEaaOeIa aOeAiU aN aeaEaOe aOEa EENa OaeaaOA Aa OaeEa aa eECaeO aOA a a eEaIA a Aa OaEAac aA a iAa aOIa EacaOeEai OaeIaa aeEa eaIA e AEa EENa aIac i aOeIaIaEa eIa IaEa aEA a eOUi aIeaEU EaIa Ia eaI aOaA "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan32 bahwa setelah memerintahkan umat manusia untuk beribadah kepada Allah Swt. dan tidak mempersekutukan-Nya. Allah juga memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orangtua. Kata "al-Walidain" yang digunakan dalam Al-QurAoan merujuk pada kedua orangtua, yang merupakan bentuk dual dari kata "walid" yang berarti ayah atau bapak. Dalam konteks ini, kata ihsan yang digunakan Al-QurAoan mengandung makna lebih luas dari sekadar memberi nikmat atau nafkah, bahkan lebih tinggi dari sekadar keadilan. 33 Kata ihsan mengandung makna perlakuan yang lebih baik dari yang diberikan kepada kita. Dengan demikian. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat (Mizan Pustaka, 1. 33 Agus Mahfudin dan Galuh Retno Setyo Wardani. AuASAS MONOGAMI DALAM SURAT AN-NISAAo AYAT 3 (STUDI PEMIKIRAN M. QURAISH SHIHAB)Ay 3, no. : 113Ae 32, https://journal. id/index. php/jhki/article/view/1522. Peran Keluarga dalam Menanamkan AkhlakA. menggembirakan, menyenangkan, dan melibatkan penghargaan serta kasih sayang yang tulus34. Buya Hamka juga menekankan pentingnya hubungan yang kokoh antara manusia dengan Allah dan sesama manusia. Setelah meneguhkan hubungan dengan Allah melalui ibadah dan tauhid, kita diminta untuk menjaga hubungan baik dengan sesama, dimulai dari kedua orangtua. Buya Hamka mengingatkan bahwa kedua orangtua adalah perantara nikmat kehidupan yang diberikan Allah35. Mereka yang telah mengasihi dan merawat kita sejak lahir, dan kasih sayang mereka tidak bisa dihargai dengan materi apapun. Sebaliknya, kebaikan mereka harus dibalas dengan kebaikan pula, dengan penghormatan dan kasih sayang yang tinggi, karena peran mereka dalam hidup kita sangat tidak ternilai. Oleh karena itu, berbakti kepada orangtua setelah beribadah kepada Allah adalah ajaran yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa mereka yang tiada tara. Seorang anak belajar banyak dari orangtua, terutama dalam hal ibadah dan Anak akan melihat bagaimana orangtuanya menjalankan shalat, berpuasa, membaca al-Qur'an, dan berinteraksi dengan sesama. Oleh karena itu, orangtua memiliki peran penting dalam menanamkan iman serta membentuk anak-anak mereka menjadi pribadi yang memiliki akhlak baik, terutama dalam bergaul dengan Seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur'an, menghormati dan berbuat baik kepada orangtua merupakan kewajiban yang sangat penting, mengingat pengorbanan yang telah mereka berikan sepanjang hidup mereka. Terlebih ketika orangtua mulai menua, penting bagi anak untuk tidak menyakiti hati atau menyinggung perasaan mereka. Dalam berinteraksi, hendaknya menggunakan perkataan yang baik dan sopan, serta selalu mendoakan mereka baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia agar dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah SWT. 34 Lailatul Maskhuroh. AuPENDIDIKAN DAN AKHLAK PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB,Ay Dar El-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan. Pendidikan Dan Humaniora 6, no. Oktober 2. : 319Ae37, https://doi. org/10. 52166/dar. 35 Nurliana Damanil. AuKonstruksi Kebahagiaan Dalam Tasawuf Modern HamkaAy . Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, http://repository. id/10298/. 36 Khofifatuzzahroh dkk. AuMembedakan Manusia Dan Perbuatannya: Esensi Akhlak Perspektif Muhammad Quraish Shihab,Ay Jurnal Cakrawala Akademika 2, no. Mei 2. : 706Ae 23, https://doi. org/10. 70182/jca. Muhammad Ghoust. Mujahirin Berbakti kepada orangtua tidak hanya memiliki pengaruh besar dalam kehidupan dunia, tetapi juga di akhirat. Dengan menghormati dan berbuat baik kepada mereka, seorang anak akan mendapat keberkahan dan ganjaran yang besar di sisi Allah SWT37. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa akhlak mencakup dua aspek penting, yakni hubungan dengan Al-Khaliq (Tuha. dan interaksi dengan makhluk. Akhlak harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, dan hal ini perlu dimulai sejak Untuk itu, penting bagi orangtua untuk mendidik anak-anak mereka dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan mulia. Salah satu cara efektif untuk menanamkan akhlak adalah melalui pembiasaan. Anak perlu dilatih untuk berperilaku baik dan sopan santun secara terus-menerus, sehingga kebiasaan-kebiasaan ini tertanam dalam diri mereka. Proses pembiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal sederhana, dengan harapan anak akan belajar sedikit demi sedikit dan secara perlahan memahami nilainilai yang diajarkan. Selain itu, orangtua dan guru sebagai pendidik juga dapat menggunakan metode lain, seperti memberikan nasihat yang baik dan memberikan teladan dalam keseharian mereka. Dengan demikian, anak-anak akan tumbuh dengan prinsip dan ajaran yang sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an dan dapat menjadi pribadi yang berakhlak mulia38. Pada era modern ini, cara penyampaian nasehat atau pesan telah mengalami transformasi yang signifikan, seiring dengan perkembangan teknologi dan munculnya media sosial. Pesan yang dahulu disampaikan secara langsung atau bertatap muka kini bisa disampaikan melalui berbagai platform digital, seperti media sosial, pesan singkat, dan bahkan video pendek. Dengan kemajuan teknologi ini, cara penyampaian pesan menjadi lebih variatif dan menarik. Penggunaan kata-kata yang diedit dengan kreatif, atau video yang diproduksi dengan visual menarik, membuat pesan lebih mudah diterima dan dapat menarik perhatian lebih banyak orang39. Teknologi dan media sosial, jika digunakan dengan bijak, dapat memberikan banyak manfaat, terutama dalam hal menyebarkan kebaikan dan nasehat. Sebagai 37 Lailatul Maskhuroh dan Kurroti AAoyun. AuMETODE PMBENTUKAN AKHLAK PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB,Ay Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman 9, no. September 2. : 48Ae76, https://doi. org/10. 54437/urwatulwutsqo. 38 Husna dan Hamid. AuReactivating Local Wisdom Values and Religious Rituals as A Means to Achieve Social Harmony Among Religius Communities. Ay 39 La Iba. AuKONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QURAoAN (Kajian Tafsir Surat Luqma>n Ayat 12-. ,Ay Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. Desember 2. : 128Ae 45, https://doi. org/10. 33477/alt. Peran Keluarga dalam Menanamkan AkhlakA. contoh, handphone yang hampir selalu ada di tangan kita bisa menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan positif40. Di satu sisi, handphone dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam pembentukan kepribadian. Penggunaan yang bijak bisa mendorong individu menjadi lebih dewasa, lebih terhubung dengan dunia luar, serta lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya. Namun, di sisi lain, jika digunakan secara tidak tepat, handphone juga bisa menyebabkan seseorang menjadi lebih egois dan terisolasi dari lingkungan sosialnya, hanya fokus pada dunia maya dan kurang peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memainkan peran yang sangat vital dalam membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan teknologi dengan bijak. Pendekatan yang tepat, dengan komunikasi yang penuh pengertian dan kasih sayang, akan memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak. Ketika pesan atau nasehat disampaikan dengan hati, maka pesan tersebut akan sampai ke hati pula, yang membuatnya lebih mudah dipahami dan diterima dengan baik. Orangtua sebagai pendidik harus menjadi teladan yang baik, serta menggunakan teknologi dengan bijak, agar dapat mengarahkan anak-anak mereka menuju penggunaan yang positif dan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan seharihari. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dalam keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak yang tangguh di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Di era Society 5. 0, tantangan terhadap pembentukan akhlak semakin kompleks karena pengaruh teknologi, media sosial, dan lemahnya peran pengawasan keluarga. Oleh karena itu, keluargaAisebagai lembaga pendidikan pertama dan utamaAimemegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral yang bersumber dari ajaran Islam. Refleksi atas QS. An-Nisa: 3 menggarisbawahi pentingnya prinsip keadilan, tanggung jawab, dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga. Ayat ini menjadi 40 Nadhira Diva Saraswati dan Pan Lindawaty Suherman Sewu. AuARAH PENGATURAN HUKUM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI KAMPUS MENURUT PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN. KEBUDAYAAN. RISET. DAN TEKNOLOGI NOMOR 30 TAHUN 2021 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI,Ay Jurnal Hukum Mimbar Justitia 8, no. Juni 2. : 115Ae37, https://doi. org/10. 35194/jhmj. Muhammad Ghoust. Mujahirin landasan normatif dalam membangun ketahanan keluarga yang berperan aktif dalam pendidikan akhlak. Keteladanan orangtua, komunikasi yang efektif, pembiasaan perilaku baik, serta pemanfaatan teknologi secara bijak menjadi instrumen penting dalam internalisasi nilai-nilai tersebut. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al-QurAoan, teladan Nabi Muhammad Saw. , dan peran aktif keluarga, pendidikan akhlak dapat diarahkan untuk menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan tangguh secara moral dalam menghadapi tantangan zaman. DAFTAR PUSTAKA