Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. ISSN:2338- 7521 PROSES PENATAAN PESAN DIGITAL CONTENT PADA AKUN SOSIAL MEDIA (FACEBOOK & INSTAGRAM) KLINIK KECANTIKAN LALITA SIDOARJO DALAM MENJANGKAU KONSUMEN DI USIA 25 Ae 40 TAHUN Fadeli1. Tira Fitriawardhani2 . Muhammad Aris Oktavianto3 Universitas Bhayangkara. Surabaya123 Cakdeli@ubhara. Abstract This research is a study of how the digital content process is formed on the social media accounts of the Lalita Sidoarjo beauty clinic in reaching consumers, considering that digital content during the digital era and especially during the COVID-19 pandemic is very much needed by an agency or In the world of journalism, we encounter what is called digital media, namely digital-based information and entertainment media or commonly called online. This digital content phenomenon is increasingly recognized by the general public when the emergence of content creators and causes many agencies and companies to use digital content to market or promote their interests. This study aims to determine the process of creating digital content flow and distributing it to Lalita beauty clinic consumers in order to have an impact on the clinic. By using descriptive qualitative research methods and data collection techniques for this study using participant observation and documentation. Participant observation was carried out because the researcher also took part in the activities being Documentation was carried out to find out the extent to which digital content was good and could be enjoyed by lalita consumers. Keywords: Digital Content. Content Creator. Branding. Digital Media, findings PENDAHULUAN Perkembangan era digital ini bisa dibilang kita semakin dimudahkan oleh teknologi dan juga intenet. Pada era ini teknologi dan internet seperti memegang kendalinya karena semua tatanan dan kebutuhan kita terbantu dengan hadirnya mereka. Hal yang sudah menjadi tidak asing bagi kita, internet mengekspresikan kreatifitas kita, personal branding kita hingga company branding sebuah perusahaan besar dengan tujuan akhir agar mengenali suatu perusahaan atau mengenali setiap personal itu sendiri, wadah ini disebut dengan Social Media. Menurut (Mandiberg, 2012 : . , media sosial adalah media yang mewadahi kerja sama diantara pengguna yang mengasilkan konten . ser-generated Adapula menurut Van Dijk, dalam Nasrullah . , media sosial adalah media yang memfokuskan pada pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai . menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebuah ikatan sosial. Social media sebenarnya muncul dikarenakan keinginan individu di seluruh dunia saling terintregrasi karena di masa itu social media hanya sebatas sebagai media komunikasi jarak jauh agar bisa tetap Sebelum kita mengenal aplikasi Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. social media tenar seperti Facebook. Instagram. Youtube. Whatsapp, dan juga Tiktok yang barubaru ini viral kembali. Pada tahun 1997 sudah berkembang dan bermunculan social media awal namun tidak setenar dan sebesar social media sekarang karena sudah dimakan oleh era yang semakin modern dan para pengguna yang semakin variatif yang ingin mendapat perubahan social media. Kemunculan social media yang bisa dirasakan hingga saat ini dan sangat tenar di abad 21 ini adalah Facebook yang rilis di tahun 2004 ditempat inilah individu mengespresikan perasaan bahagia sedih dengan membuat status agar dilihat oleh pengguna lain yang terhubung dengan individu tersebut yang saat itu facebook adalah social media yang berbasis text atau Di tahun 2005 munculah Youtube raksasa social media yang berbasis videografi atau gambar gerak ini di abad sekarang sangat mendminasi social media lainnya hingga media konvensional pun seprti Televisi sudah bersaing dengan youtube yang berada di genggaman setiap orang. Di tahun 2010 rilis social media yang saat ini digandrungi oleh para usernya yaitu Instagram, hadir dengan 3 kombinasi fitur Text. Foto, dan Video yang memanjakan usernya untuk mengeskpresikan lebih banyak hal tentang dirinya dan menunjukkan eksistensi dirinya sendiri. Tahun 2016 muncul aplikasi Tiktok yang berfokus pada video pendek hanya untuk eksistensi dan personalataupun company branding dengan durasi yang minim agar para audience cepat menangkap apa informasi yang diberikan oleh pengguna yang mengupload karya tersebut. Media yang dulunya konvensional, kini telah berkembang menjadi media baru yang mana dalam pengoperasiannya membutuhkan jaringan internet. Dalam perkembangannya, media baru sangat mengedepankan konten yang dikenal dengan digital content. Digital content adalah konten dalam beragam format yang diubah menjadi bentuk digital sehingga konten tersebut dapat dibaca dan mudah dibagi melalui ISSN:2338- 7521 platform yang tersambung langsung dengan internet (Supangat, 2. Perkembangan media baru berbeda menggabungkan semua komponen yang ditemukan di semua bentuk media seperti audio, audiovisual, dan desain grafis ke dalam satu platform, membuatnya memiliki reputasi kompleksitas dan kegunaan. Hal ini menemukan dan menyebarkan pesan atau informasi kepada masyarakat umum dengan hadirnya media baru di masyarakat. Terdapat penelitian dari We Are Social tentang penggunaan sosial media di Indonesia yang telah dipublikasikan oleh Hootsuite. Dari riset ini penduduk Indonesia memiliki jumlah 274,9 Juta dengan pengguna sosial media aktif 170 juta. Dengan waktu aktif menghabiskan waktu di internet 8 jam 52 menit. Platform social media yang paling aktif atau sering diakses oleh pengguna sosial media yaitu Facebook dengan 140 juta pengguna Aktif. Kemudian. Youtube dengan 107 Juta pengguna Aktif. Instagram dengan 85 Juta pengguna aktif. Riset dari We are Sosial yang bekerja sama dengan Hootsuite ini telah diterbitkan pada tahun 2021. Data yang telah ditunjukkan diatas sudah memberikan sebuah gambaran bahwa sosial media adalah tempat para individu ataupun sebuah perusahaan mendapatkan informasi ataupun menyebarkan informasi. Seiring waktu berjalan, para pengguna social media menemukan bahwa social media di masa kini bukan lagi sebagai tempat komunikasi biasa. Namun, juga sebagai sarana untuk membranding ataupun meningkatkan citra maupun memasarkan sebuah produk dan jasa layaknya memposting sebuah desain grafis animasi, foto produk, hingga videografi. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. Social media dan digital content ini membuat hal baru di dunia branding serta pemasaran sebuah jasa atau produk. Mengenai digital content dibutuhkannya peran seorang content creator . embuat konte. seorang yang membuat suatu konten baik berupa tulisan. Desain Grafis. Fotografi. Videografi. Audio maupun gabungan dari dua materi atau lebih. Konten-konten tersebut dibuat untuk media, terutama media digital seperti Youtube. Instagram. Facebook, dan Tiktok. Seiring berjalannya waktu, kini content creator perlu memiliki keahlian khusus karena para pengguna media sosial seperti instagram telah menjadikan pembentukan product branding, personal branding, dan corporate branding. Konsep strategi pemasaran yang dikenal sebagai "pemasaran konten" berfokus pada produksi dan penyebaran materi yang bermanfaat, tepat waktu, dan konsisten untuk meningkatkan penjualan bagi perusahaan. Karena konten dapat berbicara langsung dengan pelanggan, pemasaran konten dianggap sebagai teknik pemasaran yang harus dilakukan. Konten juga dapat membantu merek dan pelanggan berkomunikasi secara lebih efektif, baik dalam hal apa yang dinyatakan maupun seberapa Content Creator dituntut untuk selalu update tentang perkembangan sebuah karya digital content bersifat jurnalistik maupun non Guna menunjang hasil karya yang bisa digunakan untuk branding ataupun promosi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa maupun usaha. Content Creator bisa berdefinisi orang yang menvisualkan cerita dari sebuah narasi tulisan menjadikan sebuah visual content yang menarik. Kuantitas konten yang dihasilkan tidak menunjukkan kualitas atau validitas sebuah Karena kebanyakan orang tidak membaca banyak teks, sehingga conten creator dapat membuat materi dalam bentuk yang ISSN:2338- 7521 Namun perlu diwaspadai bahwa penulisan yang ringkas juga harus jelas agar pembaca dapat mengikutinya dengan Konten akan berkualitas tinggi jika fokusnya adalah pada topik itu sendiri. Akan mudah untuk menarik pembaca jika seorang content creator materi berkualitas tinggi. Mayoritas konten akan seragam di semua media. Karena semua kontennya serupa, mungkin sulit untuk membedakan apa yang membuat sesuatu menarik atau unik. Ini adalah situasi di mana konsumen akan lebih menghargai materi unik. Konsumen konten unik dapat memperoleh perspektif baru. Tentu, konsumen akan melihat ini sebagai nilai Banyak proses yang dilakukan seorang content creator untuk menyiapkan memperhatikan audience target untuk umur serta siapa yang akan menerima sebuah konten kita ini dan genre konten kita ini cocok untuk jenis kelamin apa. Serta beberapa kaidah aturan dari perusahaan agar konten tersebut bisa dinikmati oleh target kebohongan informasi. Proses content creator sendiri terdiri dari tahap Praproduksi. Produksi, dan Pasca-Produksi. Di tahap Pra-produksi inilah untuk kegiatan konten desain grafis seorang content creator terlebih dahulu untuk dirangkumnya, kemudian merancang sketsa gambar yang ingin dibuat agar bisa diaplikasikan saat produksi pembuatan dengan menggunakan software Adobe Photoshop. Setelah tahap pra-produksi selesai, di tahap produksi pembuatan digital mengumpulkan bahan-bahan informasi dari rangkuman serta mencari pernak pernik pendukung untuk penambahan di desain Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. agar terlihat eye catching. Setelah usai produksi sebuah konten, lanjut pada tahap PascaProduksi di mana pada tahap ini presentasi hasil karya dan evaluasi hasil untuk layak upload atau ada tambahan lain. Proses ini juga bisa berlaku untuk jenis konten Videografi dan Fotografi yang melalui 3 tahapan tersebut sesuai dengan kaidah pembuatan karya jurnalistik. Konsep Ae konsep yang dibentuk dalam desain yang memiliki tujuan informatif, edukatif, interaksi terhadap pengguna sosial media lain untuk berdiskusi di kolom komentar Dalam perkembangannya para pelaku usaha dalam industri kecantikan dan kesehatan yang menjamur di era saat ini menemui banyak Salah satunya terkait upaya untuk mengembangkan produk dan jasa yang akan Para pemilik usaha Klinik Kecantikan dan Kesehatan di tuntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memasarakan dan memperkenalkan produk dan jasa dalam menghadapi persaingan. Bentuk promosi paling efisien dan efektif yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan saat ini adalah melalui media Para pelaku usaha yang mendistribusikan kontennya melalui social media harus membangun customer engagement . eterlibatan konsume. dengan para pembaca, followers, maupun masyarakat lainnya yang sering mencari informasi terkait bidang kecantikan dan Salah satu Klinik Kecantikan dikota Sidoarjo yang turut memanfaatkan media sosial dalam membangun sebuah branding dan pengenalan produk serta jasa yang ditawarkan, yakni Klinik Kecantikan Lalita. Klinik Kecantikan yang baru Grand Opening pada 19 September 2021 lalu. Dengan mengusung konsep Aesthetic Clinic yang minimalis menjadikan Klinik Kecantikan Lalita memiliki daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat. Selain itu, di sekitar pusat kota Sidoarjo terdapat berbagai macam Klinik Kecantikan yang telah hadir lebih dahulu. Hal ini tentunya menjadikan ISSN:2338- 7521 Klinik Kecantikan harus menghadapi Dalam mendapatkan loyalitas konsumen, para pelaku usaha tentunya harus jeli dalam melihat pasar, mengemas produk, hingga menghadapi perilaku pesaing usaha lainnya. Sehingga melalui pemasaran konten ini, content creator Klinik Kecantikan Lalita tentu akan membuat dan menciptakan pesan yang dapat membangun customer engagement yang baik antara konsumen dengan perusahaan. Membangun customer engagement dalam audiens yang besar Customer konsumen, dimana pada tahapan ini hubungan emosional antara perusahan dengan konsumen terjalin. Customer perkembangan teknologi dan informasi, khusunya internet. Internet dengan sifatnya yang interaktif mampu mendukung komunikasi dua arah antara konsumen dan perusahaan, tidak hanya itu konsumen juga dapat menyampaikan feedback secara langsung ke perusahaan. Peneliti mengambil judul AuProses penataan pesan Digital Content pada akun social media Klinik Kecantikan Lalita untuk menjangkau konsumen di usia 25-40 tahunAy karena melihat fenomena dilapangan pada masa covid -19 atau bisa disebut era digital perkembangan branding dan promosi tidak hanya dilakukan secara offline namun perlu dilakukan branding dan promo secara online untuk menunjang persaingan dengan kompetitor lainnya. TINJAUAN PUSTAKA Digital Content/media digital Digital content adalah konten dalam beragam format baik teks atau tulisan, gambar, video, audio atau kombinasinya Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. yang diubah dalam bentuk digital, sehingga konten yang diciptakan tersebut dapat dibaca dan mudah dibagi melalui platform media digital seperti laptop, tablet bahkan smartphone. Contoh pekerjaan yang menghasilkan kontenkonten digital adalah content writer, graphic designer, motion graphic designer, video editor, copywriter, dan chief content officer. Jenis pekerjaan ini muncul karena teknologi terus berkembang dan manusia dituntut untuk tetap menciptakan konten-konten yang menarik dan Media baru disebut juga new media Media digital adalah media yang kontennya berbentuk gabungan data, teks, suara, dan berbagai jenis gambar yang disimpan dalam format digital dan disebarluaskan melalui jaringan berbasis kabel optic broadband, satelit dan sistem gelombang mikro (Flew, 2008, hlm. Pembelajaran dengan menggunakan media digital dapat sangat membantu peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang sedang berlangsung, pembelajaran menggunakan media digital juga dapat memudahkan pendidik untuk mengajar, karena menggunakan metode ceramah untuk mengajar kepada peserta didik. Manfaat media digital disini adalah untuk lebih mengerti dan peserta didik paham dalam materi yang dijelaskan oleh pendidik, karena pendidik menggunakan metode bukan hanya metode ceramah, tetapi diskusi dan analisis pada saat materi yang dijelaskan. Denis McQuail mendefinisikan new media digital sebagai perangkat teknologi elektronik yang berbeda dengan penggunaan yang berbeda pula. Media elektronik baru ini mencakup beberapa sistem teknologi seperti: sistem transmisi . elalui kabel atau sateli. , sistem miniaturisasi, sistem penyimpanan dan pencarian informasi, sistem penyajian gambar . engan menggunakan kombinasi teks dan grafik secara lentu. , dan sistem pengendalian . leh kompute. Media digital merupakan suatu media elektronik yang disimpan dalam format digital . ebagai lawan format analo. yang dapat digunakan sebagai ISSN:2338- 7521 menerima informasi yang terdigitalisasi. Jenis Media Digital Perkembangan teknologi yang sebelumnya berupa media tradisional menjadi media baru atau new media digital telah dilengkapi dengan teknologi Tumbuhnya telekomunikasi modern ini terdiri dari komputer dan jaringan penyiaran. Masyarakat mulai dihadapkan pada gaya baru pemrosesan dan penyebaran digital informasi, internet, w . orld wide we. , dan fitur multimedia. Media sosial seperti facebook. Twitter. Instagram. Path, dan Youtube merupakan jenis-jenis media baru dalam digital yang termasuk dalam kategori online media. Jenis-jenis media digital baru ini memungkinkan orang biasa berbicara, berpartisipasi, berbagai dan menciptakan jejaring secara online. Selain itu, masih ada jenis new media digital lainnya seperti: komputer atau notebook. Digital Versaitle Disc. Video compact Disc. Portable media player. Smartphone, video game dan virtual Dampak Media Digital Dampak media digital secara umum adalah: Anti Sosial Televisi memberikan kita informasi, namun kurang relasi. Facebook mencarikan kita teman, akan tetapi membuat kemampuan kita turun dalam berteman. Jaringan sosial yang kita miliki luas, namun dangkal. Konsumtivisme Gaya hidup menjadi bebas dan tidak Pemborosan. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. Menciptakan sifat tidak mau berusaha, semuanya ingin serba instan. Susah dalam bergaul. Alat kejahatan Penipuan yang dilakukan melalui media Penipuan belanja online. Pembajakan akun. Undian-undian berhadiah palsu. Berita hoax kecelakaan yang dibuautbuat. Pemerasan. Petunjuk lokasi bagi pencuri. Kecanduan Lupa dalam menjalankan ibadah, karena main game. Kurang tidur. Prestasi belajar yang menurun drastic karena tidak belajar, main gadget. Tidak bisa mengatur waktu. Lupa akan segala hal, karena terlalu fokus main handphone. Social Media Pengertian Social Media Media Sosial adalah alat bantu dalam menyampaikan informasi dari seseorang kepada seseorang atau kelompok orang, untuk mencapai tujuan individu maupun tujuan kelompok. Untuk lebih jelas sebagamana di kemukakan Nasrulla dalam buku Media Sosial ( 2016 . 8 ) bahwa Au individu dengan perangkat media. Au Dan menurut Van Dijk . , yang dikutip oleh Nasrullah dalam buku Media Sosial . , bahwa AuMedia sosial adalah platform media yang memfokuskan memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaburasi. Karena itu media sosial dapat dilihat sebagai medium( fasilitato. online yang menguatkan ISSN:2338- 7521 hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial. Ay Berbagai definisi. Dr. Rulli Nasrullah Si. dalam buku Media Sosial ( 2016 . ), menyimpulkan bahwa Media Sosial merupakan medium di internet yang berinterakasi, bekerjasama, saling berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lainnya, dan membentuk ikatan sosial secara Ay Sehubungan dangan hal itu, maka. Dr. Rulli Nasrullah M. Si. dalam buku Media Sosial ( 2016 . 15 ). Au Media sosial merupakan salah satu platform yang muncul di media siber,. Karena itu, media sosial yang ada tidak jauh berbeda dengan karakteristik yang dimiliki oleh media siber. Adapun karaktristik media yaitu : Jaringan Informasi Arsip Interaksi Simulasi sosial Konten oleh pengguna Adapun macam-macam media sosial, yaitu : Facebook Youtube Instagram Twitter Blog Dsb. Konsumen Pengertian Konsumen Menurut Sri Handayani . 2: . ebagai alih bahasa dari consume. , secara harfiah berarti" seseorang yang membeli barang atau Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. menggunakan jasa''. atau ''seseorang atau sesuatu perusahaan yang membeli barang tertentu atau menggunakan jasa tertentu'' juga ''sesuatu atau seseorang yang menggunakan suatu persediakan atau memberikan arti lain yaitu konsumen adalah ''setiap orang yang menggunakan barang atau jasa dalam berbagai perundang-undangan negaraAy. Sejalan dengan Sri Handayani. Az. Nasution . alam Celina Tri Siwi Kristiyanti, 2009: . juga menjelaskan beberapa batasan tentang konsumen, yakni: Konsumen adalah setiap orang yang digunakan untuk tujuan tertentu. Konsumen antara adalah setiap orang yang mendapatkan barang dan/jasa untuk digunakan dengan tujuan membuat barang/jasa lain atau untuk diperdagangkan . ujuan komersia. Konsumen akhir adalah setiap orang alami yang mendapat dan menggunakan barang dan/atau jasa untuk tujuan memenuhi kebutuhan hidupnya pribadi, keluarga dan atau rumah tangga dan tidak untuk diperdagangkan kembali . Sedangkan dalam Pasal 1 angka 2 UUPK pengertian konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak diperdagangkanAy. Pada pengertian dari konsumen adalah setiap orang yang memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maupun untuk berbagai kepentingan tanpa memperdagangkannya kembali. METODE PENELITIAN ISSN:2338- 7521 Pada penelitian ini menggunakan Dokumentasi. Dokumentasi Menurut Arikunto . adalah metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan Menurut Riyanto . mengumpulkan data dengan mencatat datadata yang sudah ada. Berdasarkan penjelasan ahli maka dapat disimpulkan bahwa metode dokumentasi merupakan cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan menyelidiki benda-benda tertulis dan mencatat hasil temuannya. Dokumentasi untuk memperoleh identitas siswa yang berperilaku agresif dan catatan guru tersebutDokumentasi dibutuhkan untuk pengumpulan data maupu informasi yang dapat digunakan penulis sesuai dengan judul penelitian. Observasi Menurut Widoyoko . observasi merupakan Aupengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang nampak dalam suatu gejala pada objek penelitianAy. Menurut Sugiyono . Auobservasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologisAy. Menurut Riyanto . Auobservasi merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung:. Data ditentukan, berdasarkan penjelasan para ahli, bahwa observasi adalah penelitian dengan menyaksikan dan merekam berbagai proses biologis dan psikologis yang terwujud secara langsung atau tidak langsung dalam suatu kegiatan pada subjek Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. Observasi partisipatif dan observasi sistematis adalah jenis observasi yang akan digunakan oleh peneliti. Peneliti menggunakan observasi partisipan karena memungkinkan mereka untuk terlibat dalam berbagai kegiatan saat melakukan Tujuan dari pengamatan sistematis adalah untuk memastikan bahwa pengamatan yang dilakukan oleh peneliti teratur dan tidak menyimpang dari arah penelitian. Observasi digunakan untuk mengamati proses alur digital konten dari pra-produksi hingga pasca produksi dan tersebar ke konsumen dan melihat efek yang ditimbulkan dari visual, agar konsumen ISSN:2338- 7521 Facebook : Facebook: - Flat Design - Lebih Panjang dan detail kan Bahasa - Non Carousel - Edukatif 25 Ae - Promosi (Hard & Soft Sellin. - Informatif - Video Edukatif Panjang Instagram : - Carousel - Reels (Video Pende. - Hiburan Subyek penelitian - Flat Design Sumber informasi yang didapatkan oleh peneliti didapat dari bagian Tim Digital Content Marketing dan juga Tim Editorial Konten. Informasi yang didapatkan yaitu mengenai strategi penyusunan pesan konten kepada calon Fokus penelitian ini yakni menjelaskan sebuah proses alur Pra-produksi hingga Pasca Produksi pada suatu konten di social media milik Klinik Kecantikan Lalita. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian diharapkan akan memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah data yang sudah dianalisis dengan teknik dan metode yang dilakukan Strategi Penataan Pesan Digtal Content Pada Akun Sosial Media (Facebook & Instagram Klinik Kecantikan Lalita Menurut Target Umur Konsumen No. Usia Jenis Konten Design / Video Model Caption Penggunaa n Bahasa ringan dan Facebook : Facebook: - Video Testimoni Singkat (BA TREATMENT) Mengguna 5W 1H - Testimoni Instagram : - Promosi - Interaksi melalui konten Snapgram - Interaksi - Lebih focus ke isi konten dan - To The Point - Design Promosi Hard Selling 31 Ae Instagram : - Testimoni durasi panjang dan juga Mengguna kan teknik Instagram : Mengguna - Promosi dikemas dalam Covert Selling Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. Facebook : Facebook : - BA Treatment dikemas dalam bentuk komersil - Caption 5W 1H dengan sangat jelas dan - Informasi dikemas dalam - Testimoni 36 Ae - Promosi -Informatif Instagram : - BA Treatment dikemas dalam videografis dan gambar detail - Informasi dikemas dalam kombinasi video dan Carousel - Penjelasan pada caption tidak selalu dengan konten Instagram: - Penulisan langsung pada point konten yang dibahasa dengan hastag - Penulisan teknik piramida Digital Content Pada Akun Sosial Media (Facebook & Instagra. Klinik Kecantikan Lalita Dalam menjangkau Konsumen Di sektor konten digital, ekosistem industri setidaknya mengidentifikasi tiga kunci utama pada sector ini, yaitu: pengembang konten digital . , penerbit . , dan konsumen . Menurut konsep ini, penerbit adalah aktor dengan akses ke sumber daya seperti infrastruktur internet yang sangat penting untuk membangun tata kelola pasar yang efektif. Sebuah organisasi, firma, atau sekelompok orang dengan keahlian dalam desain produk digital dikenal sebagai pengembang konten digital. Karena beragamnya platform digital dan kemajuan teknologi ISSN:2338- 7521 telekomunikasi, model ini memaksa penerbit untuk memperoleh atau membeli konten berkualitas tinggi dari pengembang konten digital untuk dipublikasikan di berbagai platform. Akibatnya, persaingan bisnis tidak hanya terjadi di antara pengembang konten tetapi juga di antara Tahap penciptaan konten digital . igital content creatio. berlangsung melalui berbagai proses mulai dari pengemasan hingga penyimpanan konten yang telah selesai. Kunci kesuksesan proses ini adalah kreativitas, yang dapat menjamin kualitas produk dan inovasi yang Dalam industri konten digital, kreativitas tidak hanya bergantung pada kemampuan individu tetapi juga integrasi berbagai keahlian individu pada proses kerja yang interaktif. Konten Klinik Kecantikan Lalita memiliki beberapa penyajian bentuk desain, tema konten, konten videografi hingga Pembentukan konten ini bertujuan untuk meningkatkan konsumen pada mendatangkan pasien. Ada beberapa konten Klinik Kecantikan Lalita yang akan pengguna social media terhadap konten yang disajikan oleh Klinik Kecantikan Lalita. Konten yang akan dianalisis adalah konten pada Instagram dan Facebook dari bulan September 2021 hingga Juni 2022. Tidak semua konten akan dianalisis oleh penulis, konten yang memenuhi tujuan skripsi yang akan dipilih dan dianalisis. Penganalisisan pada akun sosial (Facebook Instagra. menggunakan Teori Jung. Yaitu bagaimana konten itu dibuat sampai terdistribusi pada Pebuatan draft konten oleh Tim Digital Content mealui diskusi dengan pihak managemen agar konten yang disampaikan atau disebarkan tidak salah presepsi dan tidak melanggar norma yang Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. Pembuatan konten di sosial media Instagram berfokuspada branding perusahaan serta menyajikan konten testimony karena Instagram menjadi pendaratan terakhir bagi calon konsumen setelah melihat konten di Dalam konten Facebook Fanpage Klinik Kecantikan Lalita lebih berfokus covert selling yaitu pencampuran Tetimoni yang diberikan Hard Selling atau penjualan secara langsung seperti memberikan harga secara Desain dan Konten menjadi objek yang akan menjadi sorotan agar bisa diterima oleh konsumen Setelah melakukan analisis konten ditemukan bahwa konten yang dibuat oleh tim Digital Marketing Content Creator sudah mencapai tujuan dan target yang akan di temukan serta sosial media ini bisa menjadi pembeda tujuan market yang akan di tuju. Karena setiap social media memiliki karakteristik orang masing Ae masing KESIMPULAN Berdasarkan hasil peneitian dan analisis data yang telah peneliti lakukan terkait dengan digital content pada akun sosial media . acebook & instagra. klinik kecantikan lalita sidoarjo dalam menjangkau konsumen di usia 25 Ae 40 tahun, dapat disimpulkan sebagai Pada Digital content yang dibentuk oleh klinik kecantikan lalita sudah memenuhi teori digital content yang sudah ada seperti bermacam jenis konten yang ditampilkan seperti Desain Grafis. Videografi, serta kombinasi Desain Grafis dan Videografis atau biasa disebut Video Grafis. Proses pembuatan konten ini mengacu pada teori Content Planning dengan menentukan bentuk & jenis konten yang akan di sajikan kepada konsumen social media Klinik Kecantikan Lalita. Setelah melakukan rancangan konten Content Creator Lalita membuat draft konten seperti yang dianalisis oleh penulis serta membentuk tujuan konsumen yang dicapai dari bentuk & jenis konten yang ISSN:2338- 7521 Desain konten menjadi acuan untuk target penyebaran kontennya agar bisa diterima oleh para konsumen lalita. Konten Video Grafis keunggulan konten pada social media menjadikan konten klinik kecantikan lalita tidak membosankan serta penggunaan Flat Design yang dibuat Konten Kreator membentuk konten yang elegant mudah di pahami oleh konsumen umur 25 -40 tahun. Namun tidak semua berada target di usia dewasa tersebut tergantung konten apa yang sedang dibahas dan juga treatment apa yang sedang di promosikan di social media. DAFTAR PUSTAKA