METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. EVALUASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PADA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT (Studi Kasus: PT. Telkom Gaharu Medan-Divisi Data Managemen. Indra Kelana Jaya. Arina Prima Silalahi. Dewi SartikaA. Darwis R. Manalu. Fati G. Larosa Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Methodist Indonesia. Medan. Indonesia Email: dewisartikahrj@gmail. DOI: https://doi. org/10. 46880/jmika. Vol8No1. ABSTRACT Information technology plays an important role in a company or other agency, but to see the suitability of technology to the needs of the company, an evaluation of information technology governance is needed. In the research conducted, the focus of the evaluation includes the Data Management division of PT Telkom Gaharu using the COBIT 2019 framework with domains EDM04 (Ensure Resources Optimizatio. MEA01 (Managed Performance and Conformance Monitorin. and DSS03 (Managed Problem. which focus on the information system, namely Unified Inventory Management. This research uses data collection techniques of literature study, observation, interviews and questionnaires managed using Guttman scale measurements with the help of Microsoft Excel calculations. The evaluation carried out focuses on the Capability Level and Gap Analysis values which are presented in the form of Tables and Radar Graphs. The Capability Level value of the EDM04 domain is 92% (Fully Achieve. with a Gap Analysis of 0. 97, so it can be said that the information technology governance process for the EDM04 domain has been fully achieved. The Capability Level value of the MEA01 domain is 94% (Fully Achieve. with a Gap Analysis of 1. 33, so it can be said that the information technology governance process for the MEA01 domain has been fully achieved. The DSS03 domain Capability Level value is 81% (Largely Achieve. with a Gap Analysis of 0. 25, so it can be said that the information technology governance process for the DSS03 domain has been fully achieved. Keyword: Capability Level. COBIT 2019. Information Technology Governance Evaluation. Gap Analysis. Unified Inventory Management. ABSTRAK Teknologi informasi memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan atau instansi lainnya, namun untuk melihat kesesuaian teknologi dengan kebutuhan perusahaan diperlukan evaluasi tata kelola teknologi informasi. Pada penelitian yang dilakukan, fokus evaluasi meliputi divisi Data Management PT Telkom Gaharu dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 dengan domain EDM04 (Ensure Resources Optimizatio. MEA01 (Managed Performance and Conformance Monitorin. dan DSS03 (Managed Problem. yang berfokus pada sistem informasi yaitu Unified Inventory Management. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data studi literatur, observasi, wawancara dan kuesioner yang dikelola menggunakan pengukuran skala Guttman dengan bantuan perhitungan Microsoft Excel. Evaluasi yang dilakukan berfokus pada nilai Capability Level dan Gap Analysis yang disajikan dalam bentuk Tabel dan Grafik Radar. Nilai Capability Level dari domain EDM04 sebesar 92% (Fully Achieve. dengan Gap Analysis 0. 97 maka dapat dikatakan bahwa proses tata kelola teknologi informasi untuk domain EDM04 sepenuhnya sudah tercapai. Nilai Capability Level domain MEA01 sebesar 94% (Fully Achieve. dengan Gap Analysis 1. 33 maka dapat dikatakan bahwa proses tata kelola teknologi informasi untuk domain MEA01 sepenuhnya sudah tercapai. Nilai Capability Level domain DSS03 sebesar 81% (Largely Achieve. dengan Gap Analysis 0. 25 maka dapat dikatakan bahwa proses tata kelola teknologi informasi untuk domain DSS03 sepenuhnya sudah tercapai. Kata Kunci: Tingkat Kamampuan. COBIT 2019. Evaluasi Tata Kelola Teknologi Informasi. Tingkat Kesenjangan. Unified Inventory Management. Halaman 9 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. PENDAHULUAN Teknologi Informasi telah memegang peranan penting dalam suatu perusahaan, organisasi dan instansi lainnya. Hal ini mendukung perusahaan untuk memperbaiki produktivitas serta kualitas layanan Beberapa instansi yang menggunakan teknologi informasi masih belum optimal, hal ini juga terbukti dari terbatasnya kemampuan sistem informasi dalam menyelesaikan kendala yang ada di perusahaan sehingga memerlukan evaluasi tata kelola TI untuk mengukur tingkat kemampuan sistem yang digunakan dan mengukur kesenjangan yang terjadi. Evaluasi tata kelola TI yang dimaksud adalah melakukan serangkaian kegiatan dengan tujuan mengumpulkan informasi tentang berbagai proses yang terjadi pada sistem informasi, kemudian melakukan pengolahan data untuk mendapatkan hasil rekomendasi perbaikan proses dari dokumen evaluasi (Andrian et al. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana TI perusahaan dapat membantu kinerja perusahaan dan menemukan bagian-bagian sistem yang telah berjalan dengan baik dan masih memerlukan Tata kelola yang baik berorientasi pada peningkatan kemampuan mengolah informasi secara transparan dan akuntabel sehingga perusahaan dapat mencapai tata kelola yang baik. Evaluasi dan perbaikan tata kelola TI sangat membantu perusahaan untuk memonitor efektivitas sistem manajemen TI perusahaan dan memberikan solusi manajemen terkait Proses evaluasi mengacu pada framework COBIT 2019 dimana mempertimbangkan keunggulan yang mampu memaksimalkan nilai informasi dan teknologi perusahaan untuk mempertahankan kesesuaian antara pencapaian tujuan dan optimalisasi tingkat akibar serta sumber daya. Hal ini berdasarkan penelitian sebelumnya berjudul Evaluasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko Teknologi Informasi pada PT. MyECO Teknologi Nusantara (Silvianthie et al. , 2. yang terbukti mampu membantu evaluasi TI pada perusahaan dengan menggunakan domain EDM03 (Ensure Risk Optimizatio. dan APO13 (Managed Securit. Keunggulan framework COBIT juga terbukti dari detail proses TI yang lebih detail dan mencakup struktur evaluasi permasalahan terkait TI yang lebih tepat(Saragih et al. , 2. Berdasarkan penjelasan di atas dijadikan acuan pelaksanaan penelitian evaluasi tata kelola IT pada PT Telkom Gaharu (Telkom Akse. yang fokus pada sistem informasi internal yaitu UIM (Unified Inventory Managemen. Sistem informasi tersebut merupakan sistem yang digunakan untuk menyimpan data lapangan ke dalam database yang ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. terstruktur dan sistem yang digunakan memvalidasi kebenaran data tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Tata Kelola Teknologi Informasi Tata kelola TI merupakan proses tentang bagaimana menyesuaikan tujuan bisnis dengan pemanfaatan TI agar mencapai tujuan perusahaan dan target pencapaian modal investasi dapat dipenuhi secara cepat. Ada 5 bagian yang menjadi fokus bidang tata kelola teknologi informasi, yaitu strategic, alignment, value delivery, resource management, risk (Kusbandono, 2. Menurut (Setiawan & Andry, 2. Tata kelola merupakan serangkaian aturan, proses, dan tindakan untuk menentukan strategi dan operasional organisasi dengan prosedur yang telah ditentukan untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. Tata kelola mempunyai manfaat yang besar bagi perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui penerapan prinsip tata kelola, pemangku kepentingan dapat melihat kemungkinan risiko dari bisnis perusahaan (Padang, 2. Tahapan Evaluasi Teknologi Informasi Menurut (Miranti, 2. ada 7 langkah dalam proses evaluasi teknologi informasi yaitu : Inisiasi (Initiatio. Pada tahap pertama dilakukan proses identifikasi objek yang akan dinilai, penetapan ruang lingkup penilaian dan identifikasi informasi yang diperlukan dalam penilaian. Tahap ini berlanjut dengan memaparkan hasil dari informasi yang Perencanaan Penilaian (Planning the Assessmen. Tahap ini melakukan rencana penilaian untuk memperoleh hasil evaluasi tingkat kemampuan teknologi yang digunakan. Membuat RACI Chart sesuai pedoman di COBIT untuk disesuaikan menurut keperluan kegiatan penilaian. Pengarahan (Briefin. Melakukan pembekalan kepada tim penilai guna menguasai proses yang dilakukan dalam penilaian. Pengumpulan Data (Data Collectio. Pengumpulan data dari hasil yang ditemukan di perusahaan untuk memperoleh bukti terhadap kegiatan penilaian. Validasi Data (Data Validatio. Melakukan pengecekan kesesuaian data dan mencukupi ruang lingkup penilaian. Kemudian dilakukan konfirmasi data untuk memperoleh Halaman 10 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. Penilaian Tingkat Kemampuan. Temuan dokumen yang ditujukan kepada responden divalidasi dengan domain proses RACI Chat yang ditunjuk untuk memastikan bahwa data akurat dan dapat mencakup ruang lingkup penilaian. Peringkatan Atribut Proses (Process Attribute Ratin. Proses penetapan level atribut pada masing-masing indikator berdasarkan hasil perhitungan kuisioner pada tahap sebelumnya, pemeriksaan Generic Work Product (GWP) secara bertahap pada setiap domain proses yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan hasil tingkat kapabilitas dan kesenjangan yang terjadi sebagai bahan analisis pada tahap selanjutnya. Pelaporan Hasil (Reporting the Resul. Membuat melaporkannya kepada perusahaan dengan tujuan memberikan rekomendasi perbaikan teknologi informasi perusahaan berdasarkan referensi COBIT. COBIT 2019 COBIT (Control Objectives for Information and Related Technolog. 2019 merupakan produk edisi terbaru dari Framework COBIT 5 sebelumnya. COBIT 2019 memberikan penjabaran pedoman dengan arsitektur baru, fleksibel, dinamis dan spesifik serta mengarahkan pedoman yang lebih detail terkait tata kelola TI perusahaan atau Enterprise Governance of IT (EGIT). COBIT 2019 mampu mengikuti kebutuhan setiap perusahaan berdasarkan 40 sub domain proses tujuan tata kelola atau Model Inti COBIT (Insani. Pada COBIT 2019 berisi pedoman perancangan sistem tata kelola TI sebagai langkah dalam proses rekomendasi untuk mengutamakan tujuan tata kelola dan pengelolaan sistem tata kelola terkait untuk menargetkan tingkat kemampuan dan mengadopsi varian komponen tertentu. COBIT 2019 didasarkan pada prinsip-prinsip sistem tata kelola dan kerangka tata kelola dengan masing-masing bagiannya. Berikut model prinsip sistem tata kelola COBIT 2019 menurut (ISACA, 2018. disajikan pada Gambar 1. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Gambar 1. Prinsip Sistem Tata Kelola COBIT 2019 Sumber: (ISACA, 2018. Berdasarkan keterangan dari (ISACA, 2018. prinsip-prinsip Sistem Tata Kelola (Governance Syste. Prinsip 1: Menyediakan kebutuhan stakeholder. Prinsip 2: Mengaktifkan pendekatan holistic. Prinsip 3: Penerapan sistem tata kelola yang . Prinsip 4: Memisahkan tata kelola dengan . Prinsip 5: Dapat disesuaikan dengan kebutuhan . Prinsip 6: Mencakup perusahaan secara menyeluruh . nd-to-en. Sedangkan Prinsip Kerangka Kerja Tata Kelola pada COBIT 2019 (ISACA, 2018. disajikan pada Gambar 2. Gambar 2. Prinsip Kerangka Kerja Tata Kelola COBIT 2019 Sumber: (ISACA, 2018. Berdasarkan keterangan dari (ISACA, 2018. terdapat prinsip Kerangka Kerja Tata Kelola (Governance Framewor. Prinsip 1: Berbasis model konseptual. Prinsip 2: Bersifat terbuka dan fleksibel. Prinsip 3: Sejajar dengan standar-standar besar Halaman 11 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. Domain COBIT 2019 Pada proses tata kelola menggunakan COBIT 2019 terdapat 5 . domain utama dengan total model acuan sebanyak 40 sub domain. Domain tersebut terdiri dari domain EDM (Evaluate. Direct and Monito. , domain APO (Align. Plan and Organiz. , domain BAI (Build. Acquire and Implemen. , domain DSS (Deliver. Service and Suppor. , dan domain MEA (Monitor. Evaluate and Acces. Berdasarkan (ISACA, 2018. COBIT 2019 memiliki pengelompokan proses utama yaitu 1 bagian Tata Kelola dan 4 bagian Manajemen yang dijelaskan sebagai berikut: EDM memiliki 5 sub domain yaitu: - EDM01 (Ensured Governance Framework Setting and Maintenanc. , - EDM02 (Ensured Benefist Deliver. , - EDM03 (Ensured Risk Optimisatio. , - EDM04 (Ensured Resource Optimisatio. , - EDM05 (Ensured Stakeholder Transparenc. APO terdiri dari 13 sub domain yaitu: - APO01 (Managed I&T Management Framewor. , - APO02 (Managed Strateg. , - APO03 (Managed Enterprise Architectur. , - APO04 (Managed Innovatio. , - APO05 (Managed Portfoli. , - APO06 (Managed Budget and Cost. , - APO07 (Managed Human Resource. , - APO08 (Managed Relationshi. , - APO09 (Managed Service Agreement. , - APO10 (Managed Vendor. , - APO11 (Managed Qualit. , - APO12 (Managed Ris. , - APO13 (Managed Securit. , - APO14 (Managed Dat. BAI terdiri dari 10 sub domain yaitu: - BAI01 (Managed Program. , - BAI02 (Managed Requirements Definitio. , - BAI03 (Managed Solutions Identification and Buil. , - BAI04 (Managed Availability and Capacit. , - BAI05 (Managed Organizational Chang. , - BAI06 (Managed IT Change. , - BAI07 (Managed IT Change Acceptance and Transitionin. , - BAI08 (Managed Knowledg. , - BAI09 (Managed Asset. , - BAI10 (Managed Configuratio. , - BAI11 (Managed Project. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. DSS memiliki 6 sub domain yaitu: - DSS01 (Managed Operation. , - DSS02 (Managed Service Requests and Incident. , - DSS03 (Managed Proble. , - DSS04 (Managed Continuit. , - DSS05 (Managed Security Service. , - DSS06 (Managed Business Process Control. MEA memiliki 3 sub domain yaitu: - MEA01 (Managed Performance Conformance Monitorin. , - MEA02 (Managed System of Internal Contro. , - MEA03 (Managed Compliance with External Requirement. , - MEA04 (Managed Assuranc. Berikut tampilan sasaran proses manajemen dan tata 12elola untuk evaluasi berdasarkan acuan COBIT 2019 disajikan melalui Gambar 3. Gambar 3. Model Proses COBIT 2019 Sumber: (Insani, 2021. Analisis Tingkat Kemampuan (Capability Analysis Leve. Proses analisis pada tingkat kemampuan menggunakan skala Guttman. Berdasarkan penelitian (Insani, 2021. hal ini bertujuan untuk mengukur satu dimensi dari suatu variabel multidimensi sehingga mendapatkan jawaban yang jelas dan konsisten dari responden jika Ya bernilai 1 dan Tidak bernilai 0. Pengukuran menggunakan skala Guttman mempunyai kelebihan yaitu jawaban yang diberikan responden akan bernilai tegas namun memiliki kekurangan pada pilihan jawaban yang terbatas pada pilihan lainnya (Insani, 2021. Dalam pengukuran tata kelola menggunakan COBIT 2019 terdapat dimensi kapabilitas yang memberikan pengukuran suatu proses Halaman 12 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. untuk memenuhi tujuan lembaga. Dimensi pengukuran mempunyai enam tingkat kemampuan berdasarkan Berdasarkan (Herianto. Wasilah, 2022. definisi bobot pengukuran setiap level proses ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Tingkat Kematangan dan Atribut Proses Level Atribut Proses Incomplete Process Initial Process Managed Process Defined Process Quantitative Process Optimizing Process Menurut sumber (ISACA, 2018. keterangan masing-masing atribut proses dari setiap tingkat kematangan disajikan berikut ini: Level 0: Incomplete Proses (Proses Tidak Lengka. Tingkat ini menunjukkan bahwa proses mungkin tidak diselesaikan atau dilaksanakan untuk mencapai tujuan tata kelola dan tujuan pengelolaan di area fokus. Ada kegagalan dan tidak ada bukti pencapaian proses apa pun. Level 1: Initial Process (Proses Inisia. Pada tingkat ini menjelaskan pekerjaan telah selesai, namun tujuan dan sasaran keseluruhan dari area yang ditentukan belum tercapai. Terdapat bukti inisialisasi proses yang diterapkan, namun implementasi aktivitas belum lengkap. Level 2: Managed Process (Proses Dikelol. Pada tingkat ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pengukuran kinerja telah dilakukan, tetapi belum menggunakan metode yang baku. Level 3: Defined Process (Proses Ditetapka. Pada tingkat ini proses telah menetapkan standar dan telah menggunakan panduan di seluruh bagian. Pada tahap ini aktivitas jauh lebih terorganisir dan terdefinisi dengan baik. Level 4: Quantitative Process (Proses Kuantitati. Pada tingkat ini proses transfer data, dengan peningkatan kinerja Hal ini menunjukkan bahwa implementasi dijalankan dalam batas atau margin yang ditentukan. Level 5: Optimizing Process (Proses Dioptimalka. Pada level ini menjelaskan bahwa proses terfokus pada perbaikan berkelanjutan. Proses yang terus dikembangkan guna mencapai target bisnis yang signifikan saat ini dan di masa depan. Berdasarkan sumber referensi (Insani, 2021. untuk menghitung tingkat kemampuan terdapat ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. beberapa rumus yang digunakan, deskripsi rumus dijelaskan sebagai berikut: Capability Level Process Assessment Oc yaCyaUyao Capability Level = Oc yaaya yeo yayaya% Keterangan: Oc CLa : Jumlah keseluruhan nilai domain proses Oc Po: Jumlah keseluruhan aktivitas domain proses Rekapitulasi hasil Capability Level Domain Proses ycycyeO = Oc yacya yacya yacya Ocyac Keterangan: Rn : Nilai Capability pada domain level proses Oc R : Banyak Domain Proses Rumus menghitung Maturity Level Fokus Area Assesment berdasarkan sumber refensi pada penelitian (Herianto. Wasilah, 2022. Maturity Level = Oc yaeyayayaoyau yasyayauyaoya yacyaoyayaoOeyacyaoyayao yaAyayayayayayayaoya yaAyaoyayayaoya yaEyayayaoyaya yaayayayayaya Setelah perhitungan selesai dilakukan, maka rekapitulasi tingkat pencapaian pada evaluasi sistem informasi disajikan berdasarkan hasil yang diperoleh. Untuk contoh penilaian dapat diperhatikan melalui Tabel 2. Tabel 2. Contoh Penilaian Proses Nama Bobot Nilai Hasil Proses Diharapka Pengukura EDM04 MEA01 Gap Analisis Tingkat Kesenjangan (Gap Analysi. Hasil penentuan gap tersebut dapat diperoleh dengan menganalisis data kuesioner pada responden perusahaan, dimana tingkat kesenjangan ditemukan melalui perhitungan antara selisih tingkat kemampuan yang ditentukan dengan tingkat kemampuan yang diperoleh terhadap sistem informasi yang digunakan. Dalam menentukan nilai level keselarasan dapat digunakan rumus sebagai berikut: Gap = Bobot yang diharapkan Ae Nilai level Untuk contoh hasil analisis gap pada suatu proses evaluasi disajikan melalui Gambar 4. Halaman 13 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. Gambar 4. Contoh Gap Chart Sumber: (Made et al. , 2. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini kerangka kerja yang digunakan disajikan lengkapnya pada Gambar 5. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Gaharu. Medan Timur. Kota Medan. Sumatera Utara, 20236. Penelitian dilakukan melalui pengamatan terhadap proses-proses yang dilakukan dalam sistem informasi mengenai pengelolaan data, struktur perintah kerja, struktur organisasi, kerangka kerja dan sistem yang diterapkan. Teknik ini mampu membantu memilih bagian mana yang menjadi sasaran evaluasi sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Wawancara Wawancara dilakukan oleh perwakilan dari PT. Telkom Gaharu. Dalam hal ini informan yang dipilih adalah mereka yang telah memahami tata kelola sistem informasi yang digunakan. Dalam teknik ini data dikumpulkan dengan cara menjadikan pertanyaan-pertanyaan sebagai acuan dalam proses audit sehingga pada saat proses pembekalan auditor sudah mempunyai daftar Hasil wawancara ini akan memberikan informasi mengenai dokumen fakta dan bukti penerapan sistem informasi, deskripsi proses bisnis, serta struktur organisasi dalam menjalankan sistem Beberapa pertanyaan yang diajukan untuk setiap domain adalah sebagai berikut: EDM04 Ae Memastikan Optimalisasi Sumber Daya. Pertanyaan dalam domain EDM04 bertujuan untuk memastikan bahwa kemampuan terkait TI . anusia, proses, dan teknolog. memadai untuk mendukung tujuan perusahaan secara efektif dengan biaya optimal. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan sumber daya perusahaan terpenuhi secara optimal, biaya TI dioptimalkan, dan ada peningkatan kemungkinan realisasi manfaat dan rencana untuk perubahan di masa depan. Pertanyaan wawancara EDM04 disajikan pada Tabel 2. Gambar 5. Alur Penelitian Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan beberapa jenis teknik pengumpulan data diantaranya: Studi Literatur Mencari referensi penelitian terdahulu dengan topik evaluasi tata 14elola teknologi informasi dan mengumpulkan data-data yang dianggap penting untuk memenuhi evaluasi terkait objek yang akan Observasi Observasi dilakukan di PT. Telkom Gaharu (Telkom Akse. yang beralamat di Jl. Gaharu No. Tabel 3. Pertanyaan Wawancara EDM04 Pertanyaan Seputar Memastikan Optimalisasi Sumber Daya Apakah saat ini pengelolaan sistem manajemen data sudah dialokasikan dengan Apakah sejauh ini peninjauan sumber daya pada data sudah dilakukan dengan baik ? Apakah sistem informasi Unified Inventory Management (UIM) yang digunakan untuk mengolah data sudah memenuhi tujuan kebutuhan perusahaan ? Halaman 14 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. MEA01 Ae Mengelola Kinerja dan Pemantauan Kesesuaian Pertanyaan pada domain MEA01 bertujuan mengumpulkan, memvalidasi, dan mengevaluasi target dan metrik bisnis, dan proses TI. Memantau kinerja proses terhadap acuan yang telah disepakati dengan kesesuaian tujuan serta matrik dalam memberikan pelaporan yang sistematis dan tepat waktu. Hal ini bertujuan memberikan transparansi kinerja dan kesesuaian serta mendorong pencapaian tujuan. Untuk pertanyaan wawancara MEA01 dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Pertanyaan Wawancara MEA01 Pertanyaan Seputar Memantau. Mengevaluasi, dan Menilai Kinerja dan Kesesuaian Apakah sistem informasi yang digunakan untuk manajemen data perusahaan sudah berjalan efisien dan efektif? Apakah peninjauan target dalam proses manajemen data? Bagaimana kinerja sistem informasi Unified Inventory Management (UIM) penyelarasan data yang telah dikumpulkan? Apakah penggunaan sistem informasi manajemen data dapat meningkatkan sistem kinerja Bagaimana progres yang dihasilkan dari monitoring manajemen data menggunakan sistem Unified Inventory Management (UIM)? DSS03 Ae Mengelolah Masalah. Pertanyaan pada domain DSS03 bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan masalah dan akar penyebabnya serta memberikan penyelesaian tepat waktu untuk mencegah terulangnya insiden dan memberikan rekomendasi perbaikan. Hal mampu meningkatkan ketersediaan, meningkatkan tingkat layanan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan dengan mengurangi jumlah masalah operasional. Untuk pertanyaan DSS03 disajikan pada Tabel 5. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Pertanyaan Seputar Mengelolah Masalah informasi Unified Inventory Management (UIM)? Kuesioner Teknik kuesioner ini diberikan kepada beberapa responden yang mempunyai wewenang pada bagian pengendalian pengelolaan data. Hal ini dilakukan untuk melihat seberapa besar nilai dari setiap proses yang dilakukan dan tingkat yang dihasilkan dari setiap Pernyataan-pernyataan pada kuesioner berdasarkan domain COBIT 2019 antara lain sebagai EDM04 Ae Memastikan Optimalisasi Sumber Daya EDM04. 01 Ae Mengevaluasi Pengelolaan Sumber Daya. EDM04. 02 Ae Manajemen Sumber Daya Langsung. EDM04. 03 Ae Memantau Manajemen Sumber Daya. Format kuesioner EDM04. 01 didasarkan pada referensi COBIT 2019 (ISACA, 2018. disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Format Kuesioner EDM04. Format kuesioner EDM04. 02 berdasarkan referensi COBIT 2019 (ISACA, 2018. pada Tabel 7. Tabel 7. Format Kuesioner EDM04. Tabel 5. Pertanyaan Wawancara DSS03 Pertanyaan Seputar Mengelolah Masalah Apakah sering muncul masalah atau kendala pada sistem informasi yang digunakan? Bagaimana mengidentifikasi insiden yang terjadi? Bagaimana cara perusahaan menangani masalah yang terjadi pada operasional sistem Halaman 15 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. Format kuesioner EDM04. 03 didasarkan pada referensi COBIT 2019 (ISACA, 2018. Tabel 8. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Tabel 10. Format Kuesioner MEA01. Tabel 8. Format Kuesioner EDM04. MEA01 Ae Pemantauan Kinerja dan Kesesuaian Terkelola MEA01. 01 Ae Mengelola Kinerja dan Pemantauan Kesesuaian. MEA01. 02 Ae Tetapkan Target Kinerja dan Kesesuaian Pendekatan Pemantauan. MEA01. 03 Ae Mengumpulkan dan Memproses Data Kinerja dan Kesesuaian. MEA01. 04 Ae Menganalisis dan Melaporkan Kinerja. MEA01. 05 Ae Memastikan Pelaksanaan Tindakan Korektif. Format kuesioner MEA01. 01 berdasarkan referensi COBIT 2019 (ISACA, 2018. Tabel 9. Tabel 9. Format Kuesioner MEA01. Format kuesioner MEA01. 03 didasarkan pada referensi COBIT 2019 (ISACA, 2018. Tabel 11. Tabel 11. Format Kuesioner MEA01. Format kuesioner MEA01. 04 didasarkan pada referensi COBIT 2019 (ISACA, 2018. Tabel 12. Tabel 12. Format Kuesioner MEA01. Format kuesioner MEA01. 02 didasarkan pada referensi COBIT 2019 (ISACA, 2018. Tabel 10. Format kuesioner MEA01. 05 didasarkan pada referensi COBIT 2019 (ISACA, 2018. Tabel 13. Halaman 16 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. Tabel 13. Format Kuesioner MEA01. DSS03 Ae Mengelolah Masalah DSS03. 01 Ae Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan masalah. DSS03. 02 Ae Menyelidiki dan mendiagnosa DSS03. 03 Ae Mengangkat kesalahan yang DSS03. 04 Ae Menyelesaikan dan menutup masalah. DSS03. 05 Ae Melakukan manajemen masalah secara proaktif. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil data responden yang diperoleh dari pengisian kuesioner dikelola dengan menggunakan operasi perhitungan penjumlahan untuk mencari nilai total setiap domain, kemudian dilakukan perhitungan untuk mencari nilai rata-rata setiap level domain sehingga tingkat kemampuan, tingkat kesenjangan dan tingkat kematangan dapat dihitung di setiap domain Hasil perhitungan yang diperoleh akan digunakan untuk mencari kesenjangan berdasarkan selisih antara nilai yang diharapkan dengan nilai yang Tampilan hasil perhitungan kuesioner secara keseluruhan disajikan pada Gambar 6. Format kuesioner DSS03. 01 berdasarkan acuan COBIT 2019 (ISACA, 2018. Tabel 14. Tabel 14. Format Kuesioner DSS. Gambar 6. Hasil Perhitungan Domain Proses Dalam menghitung tingkat kemampuan yang diperoleh, setiap domain dipilih untuk dijadikan fokus Domain proses yang ditentukan adalah EDM04. MEA01. DSS03. Perhitungan dilakukan berdasarkan level proses yang dibagi pada masingmasing domain COBIT 2019, kemudian dikategorikan berdasarkan ketentuan acuan dan hasil perhitungan disajikan pada Tabel 16. Format kuesioner DSS03. 02 berdasarkan acuan COBIT 2019 (ISACA, 2018. Tabel 15. Tabel 15. Format Kuesioner DSS. Tabel 16. Hasil Capability Level Domain Proses Domain Proses Presentase Deskripsi EDM04 Ae Level 2 Fully Achieved EDM04 Ae Level 3 Largely Achieved EDM04 Ae Level 4 Fully Achieved MEA01 Ae Level 2 Fully Achieved MEA01 Ae Level 3 Fully Achieved MEA01 Ae Level 4 Fully Achieved MEA01 Ae Level 5 Fully Achieved DSS03 Ae Level 2 Fully Achieved DSS03 Ae Level 3 Largely Achieved DSS03 Ae Level 4 Fully Achieved DSS03 Ae Level 5 Largely Achieved Halaman 17 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas terlihat bahwa nilai persentase tertinggi terdapat pada proses domain MEA01 Ae Level 4 dengan nilai 97% pada kategori Fully Achieved dan nilai persentase terendah terdapat pada DSS03 Ae proses domain level 5 dengan nilai 71% pada kategori Largely Achieved. Tabel 17. Tingkat Pencapaian Domain Kriteria Nama Pencapaian Penilaian COBIT Domain EDM04 4,03 Quantitative MEA01 3,67 Defined DSS03 4,75 Quantitative Berdasarkan Tabel 17 terlihat tingkat pencapaian tertinggi terdapat pada domain DSS03 yaitu 75 dengan kategori Quantitative dan tingkat pencapaian paling rendah terdapat pada domain MEA01 yaitu nilai 3,67 dengan kategori Defined. Hasil dari perhitungan rekapitulasi tersebut merupakan perhitungan untuk mencari nilai rata-rata dari setiap domain COBIT 2019 yang dipilih dalam evaluasi. Nilai yang terdapat pada rata-rata setiap domain akan menentukan tingkat kemampuan pada ketiga domain yaitu EDM04. MEA01. DSS03. Hasil perhitungan disajikan sebagai berikut: ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. disebut Gap Level merupakan suatu proses perhitungan untuk melihat selisih antara nilai level yang diperoleh saat ini dengan nilai level yang ingin dicapai. Adapun hasil perhitungannya Gap Analysis dapat ditemukan melalui hasil Capability Level yang sudah di peroleh, hal itu disajikan pada Tabel 19. Tabel 19. Perhitungan Gap Analysis Nama Domain Level Pencapaian (As I. Target Level (To B. Tingkat Kesenjangan EDM04 MEA01 DSS03 4,03 3,67 4,75 0,97 1,33 0,25 Berdasarkan tabel diatas terlihat setiap domain berbeda-beda, tingkat gap pada domain EDM04 sebesar 0,97, domain MEA01 sebesar 1,33 dan domain DSS03 sebesar 0,25. Interpretasi hasil tingkat kesenjangan akan dipetakan dalam bentuk grafik radar untuk memudahkan melihat kesenjangan yang dihasilkan dari evaluasi. Hasil tingkat kesenjangan (Gap Analysi. yang diperoleh perlu diinterpretasikan secara terstruktur dan lebih jelas untuk melihat hasilnya yang akan menjadi tolak ukur perbaikan di masa mendatang. Tampilan detail data tingkat kesenjangan disajikan Gambar 7. yya% yye% ynya% yc ycycyeO = ycycyeO = ycycyeO = Nilai rata-rata pada tingkat kemampuan pada domain EDM04. MEA01. DSS03 terpilih sebesar 89% dengan maksud agar aktivitas domain proses secara keseluruhan masuk dalam kategori Fully Achieved, untuk hasil rekapitulasi pada Capability Level disajikan pada Tabel 18. Gambar 7. Diagram Radar Diagram radar di atas menunjukkan posisi terdekat pertama adalah DSS03, kemudian terdekat kedua EDM04 dan terjauh MEA01. Terdapat beberapa rekomendasi perbaikan yang fokus pada setiap domain yang disajikan berdasarkan nilai yang diperoleh: Tabel 18 Rekapitulasi Hasil Capability Level Nama Domain EDM04 Target Level Nilai yang 4,03 Persen Pencapaian MEA01 3,67 DSS03 4,75 Deskripsi Fully Achieved Fully Achieved Largely Achieved Melalui hasil rekapitulasi yang dilakukan, dapat diketahui secara detail nilai-nilai yang terdapat pada perhitungan berdasarkan domain proses masingmasing. Perhitungan tingkat kesenjangan atau biasa Gambar 8. Kerangka Acuan Rekomendasi Halaman 18 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 1 (April 2. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang dituliskan pada pengimplementasian dan pengujian data yang diperoleh maka ditemukan beberapa kesimpulan seperti Proses evaluasi tata kelola teknologi informasi yang dilakukan di PT Telkom Gaharu (Telkom Akse. pada Sistem Informasi Unified Inventory Management menggunakan framework COBIT 2019 menghasilkan nilai Capability Level pada domain EDM04 (Ensure Resources Optimisatio. dengan nilai rata-rata 92% (Fully Achieve. MEA01 (Monitor. Evaluate and Assess Performance and Conformanc. menghasilkan nilai Capability Level rata-rata 94% (Fully Achieve. , dan DSS03 (Manage Problem. menghasilkan nilai Capability Level rata-rata 81% (Largely Achieve. Kemudian untuk nilai Maturity Level pada domain EDM04 berada dilevel 4 kategori Quantitative. MEA01 berada dilevel 4 kategori Quantitative serta DSS03 berada dilevel 3 kategori Defined. Hasil evaluasi pada tingkat kemampuan untuk domain EDM04 menghasilkan penilaian dengan keterangan Fully Achieved artinya proses pada EDM04 tercapai sepenuhnya dengan tingkat kesenjangan bernilai 0,97. Untuk tingkat kemampuan pada domain MEA01 berada pada level penilaian Fully Achieved yang artinya proses pada domain MEA01 tercapai sepenuhnya dengan tingkat kesenjangan bernilai 1,33 kemudian pada domain DSS03 memiliki tingkat kemampuan dengan keterangan Largely Achieved yang artinya bahwa proses pada DSS03 sebagian besar tercapai dengan tingkat kesenjangan bernilai 0,25. DAFTAR PUSTAKA