Vol 3 No. 2 Mei 2026 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 37 Ae 43 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/8prq3912 PENGARUH FINANCIAL LITERACY DAN GAYA HEDONISME TERHADAP FINANCIAL BEHAVIOR DENGAN FINTECH SEBAGAI MODERASI PADA MAHASISWA S1 AKUNTANSI UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA Della Nur Octaviaa. Sarah Yuliarinib dno034@mhs. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, a Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Akutansi. Surabaya. Jawa Timur. b Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akutansi. sarahyuliarini@uwks. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Surabaya. Jawa Timur. *Penulis Korespondensi: Della Nur Octavia ABSTRACT This study aims to examine the influence of financial literacy and hedonistic lifestyle on students' financial behavior, as well as the role of financial technology as a moderating variable in this relationship. The research was conducted using a quantitative method. The type of data used in this study is primary data collected through the distribution of questionnaires to 153 active students of the Accounting undergraduate program at Wijaya Kusuma University Surabaya. The data analysis technique uses Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) with the assistance of SmartPLS 4 software. The results of the study indicate that financial literacy has a positive effect on financial behavior, while a hedonistic lifestyle has a negative effect. Fintech has been proven to moderate both relationships, strengthening the positive relationship between financial literacy and financial behavior as well as enhancing the negative impact of a hedonistic lifestyle on financial behavior. Keywords: Financial Literacy. Hedonistic Lifestyle. Financial Behavior. Financial Technology. Students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial literacy dan gaya hedonisme terhadap financial behavior mahasiswa, serta peran financial technology sebagai variabel moderasi dalam hubungan penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 153 mahasiswa aktif program studi S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial literacy berpengaruh positif terhadap financial behavior, sementara gaya hedonisme berpengaruh negatif. Fintech terbukti memoderasi kedua hubungan tersebut, memperkuat hubungan positif antara financial literacy dan financial behavior serta memperkuat pengaruh negatif gaya hidup hedonisme terhadap financial behavior. Kata Kunci: Financial Literacy. Gaya Hedonisme. Financial Behavior. Financial Technology. Mahasiswa. PENDAHULUAN Di era teknologi modern, generasi muda menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan mereka Khususnya bagi mahasiswa program akuntansi, yang diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip keuangan (Hidayat & Paramita, 2. Namun tingkat literasi keuangan yang rendah dalam kelompok ini sering bertentangan dengan gaya hidup konsumtif yang di promosikan oleh media sosial serta kemudahan akses terhadap layanan fintech, yang berpengaruh negatif pada perilaku keuangan (Rohmanto & Susanti, 2. Situasi ini secara tidak langsung memengaruhi perilaku konsumtif, terutama dengan banyaknya iklan di media sosial dan kebiasaan berbelanja melalui platform digital. Naskah Masuk 8 Januari 2026. Revisi 12 Januari 2026. Diterima 14 Januari 2026. Tersedia 15 Januar 2026 Della Nur Octavia dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 37 Ae 43 Fenomena ini semakin terlihat di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti di Surabaya, dimana berdasarkan Survei Nasional tentang Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) . yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) . Aumeskipun tingkat literasi keuangan Indonesia mencapai 65,43% pada tahun 2024 dan inklusi keuangan sebesar 76,19% pada tahun 2025Ay. Ini menunjukkan pentingnya untuk memperbaiki pemahaman tentang keuangan digital sehingga generasi muda dapat memanfaatkan fintech dengan bijak dan bertanggung jawab. Gaya hedonis turut mempengaruhi tingkah laku finansial, baik dari pola kehidupan yang dijelaskan melalui kegiatan, pandangan, maupun minat dalam memenuhi kebutuhan yang dimilikinya. AuFaktor-faktor lingkungan dan perilaku sehari-hari semakin memperkuat kecenderungan ini. Mendorong mahasiswa untuk senantiasa mengikuti zaman, contohnya dengan meniru cara berpakaian idolanya dan fomo terhadap barang-barang lucu. Sebagai akibatnya, ini menyebabkan meningkatnya pengeluaran dan menyulitkan pengelolaan keuangan, dan banyak mahasiswa saat ini menginginkan kemudahan dan kecepatan dalam semua segi kehidupan merekaAy (Angelista et al. , 2. Oleh karena itu, fintech berfungsi sebagai faktor moderasi dalam penelitian ini. Ini dapat meningkatkan atau mengurangi hubungan antara literasi keuangan dan gaya hidup hedonistik serta perilaku keuangan mahasiswa (Hijir, 2. AuPenggunaan E-Wallet seperti (ShopeePay. Dana. Ovo. Gopay, ds. dan aplikasi pembayaran digital yang berfokus pada fintech melalui promosi menarik seperti cashback, potongan harga, dan voucher, mendorong siswa untuk menggunakannya lebih sering. Pembayaran digital menjadi lebih sering digunakan di kalangan anak muda, termasuk mahasiswa karena insentif iniAy (Febrianti & Prima, 2. Dalam tinjauan literatur yang diterbitkan oleh sebuah lembaga akademik yang menggunakan data dari Bank Indonesia, dijelaskan bahwa dompet digital telah mengubah perilaku masyarakat Indonesia secara signifikan. TINJAUAN PUSTAKA 1 Theory of Planned Behavior (TPB) Teori Perilaku Terencana (TPB), yang dikembangkan oleh Ajzen . Ini menjelaskan bagaimana niat untuk melakukan suatu tindakan mempengaruhi perilaku seseorang. Tiga elemen utama: . sikap terhadap perilaku mencerminkan sejauh mana individu menganggap suatu tindakan sebagai baik atau buruk. norma subjektif berkaitan dengan pandangan individu mengenai tekanan sosial yang diterima dari lingkungan atau teman-teman mereka. kontrol perilaku yang dirasakan menunjukkan sejauh mana individu merasa memiliki kemampuan atau pengaruh dalam melaksanakan suatu tindakan, dengan mempertimbangkan dukungan dan rintangan yang ada. TPB sering diterapkan untuk memprediksi dan memahami perilaku manusia, terutama dalam situasi dimana individu tidak sepenuhnya mengendalikan perilaku tersebut. 2 Literasi Keuangan Literasi keuangan merupakan rangkaian aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, kemampuan, dan keyakinan individu serta masyarakat luas supaya mereka dapat mengatur keuangan pribadi dengan lebih efektif (OJK, 2. Menurut theory of planned behavior (TPB) yang diperkenalkan oleh Ajzen . Literasi keuangan memiliki peranan penting dalam meciptakan pengendalian perilaku, yang pada gilirannya memengaruhi niat serta tindakan keuangan seseorang. 2 Gaya Hidup Hedonisme Gaya hedonis yang banyak dianut mahasiswa, seperti mengikuti mode, membeli barang merek terkenal, atau sering mengunjungi lokasi-lokasi popular, secara tidak langsung berdampak pada pengelolaan uang Kehidupan yang lebih mengutamakan kesenangan sesaat dapat memberikan dampak buruk jika tidak sesuai dengan kondisi keuangan mereka. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, mahasiswa jurusan akuntansi, meskipun memiliki pengetahuan yang memadai dalam aspek keuangan, tetap saja rentan terhadap pengaruh gaya hidup yang konsumtif. Akibatnya, mereka menjadi kurang mampu untuk mengatur keuangan mereka (Angelista et al. , 2. 3 Financial Behavior Perilaku keuangan mengacu pada pola, kebiasaan, dan pilihan yang diambil seseorang dalam mengatur sumber daya keuangannya. Membuat anggaran, mengontrol pengeluaran, menabung, berinvestasi, dan mengelola utang adalah contoh perilaku keuangan. Sebaliknya perilaku keuangan yang buruk ditunjukkan dengan pengeluaran yang berlebihan, pengeluaran impulsif, kurangnya perencanaan keuangan, dan mengabaikan tabungan atau dana darurat. Perilaku keuangan yang baik juga termasuk kebiasaan menabung JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 37 - 43 Della Nur Octavia dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 37 Ae 43 secara teratur, mengendalikan pengeluaran sesuai prioritas, dan mencatat transaksi keuangan (Utami & Isbanah, 2. 5 Financial Technology Teknologi keuangan atau financial technology . merupakan sektor penting dalam layanan keuangan digital yang menyediakan berbagai layanan finansial berbasis aplikasi dan teknologi modern. Keberadaan fintech memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek aktivitas keuangan, seperti investasi, pendanaan, penelitian keuangan, serta transaksi digital (Purba, 2. Dalam konteks perilaku individu, khususnya mahasiswa, sikap dan tindakan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh interaksi sosial dan lingkungan yang membentuk komunitas sosial. Komunitas sosial tersebut berperan dalam mendorong individu atau kelompok untuk terlibat dalam aktivitas tertentu serta memengaruhi perubahan perilaku, termasuk perilaku keuangan mahasiswa (Abdurrahman & Oktapiani, 2. Oleh karena itu, fintech diposisikan sebagai variabel moderasi yang memperkuat atau memperlemah pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap perilaku mahasiswa, karena kemudahan akses, kecepatan layanan, dan inovasi yang ditawarkan fintech dapat mengubah cara mahasiswa mengambil keputusan dan berperilaku dalam aktivitas keuangan. 6 Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual Uraian yang dapat disampaikan dari kerangka konseptual ini dalam bentuk hipotesis penelitian adalah: H1: Financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior H2: Gaya hedonisme berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial behavior H3: Financial technology memperkuat pengaruh financial literacy terhadap financial behavior H4: Financial technology memperkuat pengaruh gaya hedonisme terhadap financial behavior METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif untuk mengetahui pengaruh financial literacy, gaya hedonisme terhadap financial behavior dengan fintech sebagai moderasi pada mahasiswa S1 Akuntansi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Akuntansi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Teknik pemilihan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling. Sampel penelitian disebarkan melalui google form dengan responden sebanyak 153 Dalam penelitian ini, analisis SEM menggunakan Partial Least Squares (PLS), yang dilaksanakan dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 guna menguji model hubungan antar variabel HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Tabel 1. Indikator Pengukuran. Reliability, dan Validitas Pengaruh Financial Literacy Dan Gaya Hedonisme Terhadap Financial Behavior Dengan Fintech Sebagai Moderasi Pada Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Della Nur Octavi. Della Nur Octavia dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 37 Ae 43 Validitas Cronbach's Alpha Financial Literacy 0,920 Gaya Hedonisme 0,744 Financial Technology 0,933 Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Composite Reliability (CR) 0,940 0,882 0,946 AVE Ket. Reliability 0,759 0,789 0,715 Reliabel dan Valid Reliabel dan Valid Reliabel dan Valid Setelah mengeluarkan beberapa indikator yang tidak memenuhi kriteria, pengujian validitas konvergen menunjukkan bahwa faktor loading seluruh item berkisar antara 0,5 hingga 0,7. Ini menandakan adanya konvergensi di antara indikator yang digunakan. Validitas diskriminan dievaluasi dengan memeriksa bahwa Average Variance Extracted (AVE) memiliki nilai lebih dari 0,5. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa alat penelitian yang dipakai dalam penelitian ini memenuhi standar validitas konvergen dan diskriminan. Selanjutnya, nilai CronbachAos alpha untuk semua variabel berada di atas 0,6, yang menunjukkan adanya konsistensi internal yang baik. Selain itu, reliabilitas komposit di atas 0,7 mengindikasikan bahwa alat penelitian ini dapat dipercaya untuk mengukur variabel yang diteliti. Hasil dari analisis model eksternal ini menunjukkan bahwa alat penelitian yang digunakan dalam studi ini valid dan dapat diandalkan untuk mengukur konstruk yang telah ditentukan. Tabel 2. Hasil Uji Fornell-Larcker Criterion Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Keterangan: Angka pada diagonal . merupakan nilai OoAVE . quare root of AVE) dari masingmasing konstruk. Nilai diluar diagonal menunjukkan korelasi antar konstruk. Berdasarkan hasil Fornell-Larcker, setiap konstruk menunjukkan nilai akar kuadrat AVE (OoAVE) yang melebihi nilai korelasi dengan konstruk yang lain. Oleh karena itu, ini mengindikasikan bahwa kriteria validitas diskriminan sudah terpenuhi. Selain itu, hasil dari Cross Loadings menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki nilai tertinggi pada konstruk yang diukur serta lebih besar dibandingkan nilai pada konstruk lain. Hal ini mengindikasikan bahwa model yang digunakan memiliki kecocokan yang baik dan mampu membedakan antara konstruk yang berbeda secara efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat ukur yng digunakan dalam penelitian ini valid. Tabel 3. Hasil Uji R-square Variabel R-square R-square Adjusted Financial Behavior Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Dari hasil penelitian R-square memiliki satu hasil, yaitu nilai r kuadrat memiliki nilai 0. 623 terhadap pengaruh variabel dependen financial behavior dengan variabel financial literacy, gaya hidup hedonisme dan financial technology sebagai moderasi. R kuadrat tersebut mampu mejelaskan variabel dependen financial behavior dengan nilai 62,3%. Nilai R kuadrat 62,3% tersebut menjelaskan hubungan variabel financial behavior dengan variabel yang mempengaruhinya mempunyai hubungan moderat. Nilai Radjusted sebesar 0. 610 menunjukkan penyesuaian nilai koefisien determinasi terhadap jumlah variabel predictor dalam model, dan tetap menunjukkan konsistensi yang cukup baik. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Ae Pengaruh Langsung (Direct Effec. Koef. Tstatistics Pvalue Kesimpulan Financial Literacy u Financial Behavior Diterima Gaya Hidup Hedonisme u Financial Behavior Ditolak Hub. Jalur JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 37 - 43 Della Nur Octavia dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 37 Ae 43 Financial Technology u Financial Behavior Diterima Uji hipotesis dikatakan hipotesis terhadap masing-masing variabel jika nilai T-statistik >1,96 maka Untuk membuktikan hipotesisnya maka pengujiannya berdasarkan nilai path coefficient seperti tabel diatas yang merupakan hasil perolehan pembuktian hipotesis berikut ini. Nilai koefisien jalur . ath coefficien. 384 dan p-value sebesar 0. Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara literasi keuangan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Nilai p-value yang secara signifikan lebih rendah dari ambang batas 0,05 menunjukkan hipotesis ini diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien jalur bernilai 0,021 dengan p-value sebesar 0,076. Meskipun arah pengaruh yang ditunjukkan negative, p-value yang melebihi batas signifikansi 0,05 mengindikasikan bahwa pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, hipotesis kedua ditolak, yang mengindikasikan bahwa gaya hedonisme tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa Tabel 5. Uji Hipotesis Ae Efek Moderasi (Moderated Effec. Hub. Jalur Koef. Financial Literacy * Fintech u Financial Behavior Gaya Hidup Hedonisme * Fintech u Financial Behavior T-statistics P-value Kesimpulan Ditolak Ditolak Hasil dari koefisien pertama interaksi yang tercatat sebesar -0. 058 menunjukkan bahwa adanya fintech cenderung memperkuat keterkaitan antara literasi keuangan dan perilaku keuangan di kalangan mahasiswa. hal ini menunjukkan bahwa peningkatan dalam penggunaan fintech, bersama dengan tingkat literasi keuangan yang baik dapat meningkatkan perilaku keuangan yang baik. namun, nilai t-statistik sebesar 625 dan nilai p-value sebesar 0. 532 mengindikasikan bahwa efek moderasi ini tidak signifikan dari sisi Koefisien interaksi sebesar 0. 108 juga menunjukkan arah memperkuat, artinya semakin tinggi penggunaan fintech, maka pengaruh gaya hedonisme terhadap perilaku keuangan juga meningkat. Dalam konteks ini, fintech berpotensi memperkuat dampak negatif dari gaya hedonis. Misalnya, mahasiswa dengan gaya hidup konsumtif akan lebih mudah berperilaku boros jika aplikasi fintech memudahkan transaksi impulsive. Namun, nilai t-statistik sebesar 1. 355 dan p-value sebesar 0. 175 mengindikasikan bahwa pengaruh ini juga tidak signifikan secara statistik. Ini berarti bahwa walaupun fintech cenderung memperkuat dampak hedonisme pada perilaku keuangan, 2 PEMBAHASAN 1 Pengaruh Financial Literacy terhadap Financial Behavior Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa, dengan nilai koefisien sebesar 0. 384 dan p-value 0. 000 (< 0,. Ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan literasi keuangan mahasiswa, semakin baik pula cara mereka mengatur Mahasiswa yang mengerti hal-hal dasar tentang keuangan seperti cara membuat anggaran, menabung, dan mengatur pengeluaran lebih mampu mengambil keputusan finansial yang bijaksana dan menghindari kebiasaan berbelanja yang berlebihan. Temuan ini sejalan dengan studi oleh Setiawan & Laulita . , yang mengindikasikan bahwa literasi keuangan yang tinggi secara signifikan memperbaiki perilaku keuangan mahasiswa. 2 Pengaruh Gaya Hedonisme terhadap Financial Behavior Hasil uji menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0. 021, yang berarti arah pengaruh gaya hedonisme terhadap perilaku keuangan sangat lemah. Selain itu, nilai p-value sebesar 0. 076, yang lebih besar dari tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya hidup hedonisme tidak berpengaruh signifikan terhadap financial behavior. Ini mengindikasikan bahwa kecenderungan mahasiswa untuk hidup konsumtif belum tentu secara nyata memengaruhi perilaku keuangan mereka. Hasil ini berbeda dengan temuan Gunawan & Herlina . yang menemukan bahwa Pengaruh Financial Literacy Dan Gaya Hedonisme Terhadap Financial Behavior Dengan Fintech Sebagai Moderasi Pada Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Della Nur Octavi. Della Nur Octavia dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 37 Ae 43 gaya hidup hedonistic memengaruhi perilaku konsumtif pada generasi Z, meskipun pengaruhnya lebih lemah dibandingkan faktor literasi keuangan. 3 Pengaruh Fintech sebagai moderasi memperkuat Financial Literacy terhadap Financial Behavior Analisis menunjukkan bahwa fintech tidak memoderasi secara signifikan hubungan antara literasi keuangan dan perilaku keuangan, dengan nilai koefisien interaksi sebesar -0. 058 dan p-value 0. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan fintech tidak memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut secara Hal ini bisa disebabkan oleh variasi dalam cara mahasiswa memanfaatkan fintech, seperti hanya digunakan untuk transaksi belanja, bukan sebagai pengelolaan anggaran atau pencatatan kenangan. Temuan ini searah dengan penelitian Wahyuni dkk, . yang menyatakan bahwa meskipun fintech mudah di gunakan, tidak semua mahasiswa menggunakannya untuk tujuan perencanaan keuangan. 4 Pengaruh Fintech sebagai moderasi memperkuat Gaya Hedonisme terhadap Financial Behavior Hasil uji menunjukkan bahwa fintech juga tidak memoderasi secara signifikan hubungan antara gaya hedonisme dan perilaku keuangan, dengan koefisien sebesar 0. 108 dan p-value 0. Meskipun tidak signifikan, arah hubungan positif menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kecenderungan gaya hedonis yang menggunakan fintech cenderung menunjukkan perilaku keuangan yang fokus pada konsumsi. Penelitian oleh MuhFarid dkk. menguatkan pendapat ini, yang menunjukkan kemudahan dalam menggunakan fintech mempengaruhi perilaku impulsif, terutama di kalangan mereka yang menjalani gaya hidup konsumtif. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa financial literacy memiliki dampak positif terhadap perilaku keuangan mahasiswa, sedangkan gaya hedonis berdampak negatif terhadap perilaku keuangan keuangan mereka. Fintech telah terbukti memperkuat kedua hubungan tersebut, baik secara positif maupun Penelitian yang dilakukan juga memiliki keterbatasan yaitu . Subjek penelitian hanya pada mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya karena waktu yang terbatas, sehingga hasil penelitian ini belum tentu dapat digeneralisasi ke seluruh populasi mahasiswa dari jurusan atau universitas . Pengukuran gaya hedonisme masih bersifat umum dan belum mengukur secara mendalam pola konsumsi aktual, sehingga hasilnya kurang menggambarkan dampak gaya hidup secara menyeluruh. Keterbatasan peneliti dalam melakukan metode survei dengan penyebaran kuesioner karena hal ini memungkinkan indikator pertanyaan tidak dijawab dengan jujur. Selain kesimpulan dan keterbatasan terdapat pula saran untuk peneliti selanjutnya yaitu . Disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan responden dari berbagai jurusan dan perguruan tinggi lain, agar hasil yang diperoleh lebih representatif dan dapat di generalisasi ke populasi mahasiswa secara lebih luas. Dianjurkan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan penambahan variabel lain yang mungkin memiliki pengaruh terhadap financial behavior, seperti kontrol diri, sikap terhadap uang, pengaruh teman sebaya, atau pengalaman keuangan pribadi, guna meningkatkan daya jelaskan model secara keseluruhan Ucapan Terima Kasih Penulis tidak lupa untuk berterima kasih pada seluruh pihak yang sudah ikutserta memberikan dukungan didalam pelaksanaan penelitian danjuga penyusunan artikel ini. Semoga artikel ini dapat memberi banyak manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. DAFTAR PUSTAKA