ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 IMPLEMENTASI VALUE ENGINEERING DAN DAMPAKNYA TERHADAP EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BIAYA PROYEK Asep Suhana1. Agus Rachmat2, dan Yushar Kadir2 Program Magister Teknik Sipil. Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung Dosen Teknik Sipil. Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung Email : asuhana1963@gmail. ABSTRAK Peran penting industri konstruksi sebagai salah satu sektor usaha yang memberikan sumbangan yang cukup significant bagi pertumbuhan ekonomi nasional, harus dipersiapan pada berbagai elemen sehingga pelaksanaan pembangunan dapat lebih efektif dan efisien. Konsep Studi Value Engineering yang memperhitungkan keseimbangan antara kualitas, fungsi dan biaya dapat menghasilkan efisiensi biaya . ost efficienc. dengan tetap tidak menghilangkan aspek-aspek penting dalam sebuah proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan efektifitas dan efisiensi biaya proyek serta mencari pengaruhpengaruh hambatan pelaksanaan studi value engineering. Adapun metode yang digunakan untuk mencari alternatif desain terbaik digunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sedangkan untuk mencari hubungan dan kontribusi pengaruh masing-masing variabel yang diteliti, digunakan metode statistik deskriptif-kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap pembangunan Laboratorium X dengan menerapkan studi Value Engineering diperoleh biaya pembangunan masih mempunyai potensi dapat dihemat sebesar Rp. 506,- atau sebesar 14,44 % dari biaya awal sebesar Rp. 359,-. Potensi penghematan ini diperoleh dengan mengganti material struktur gedung dan material dinding. Hubungan Persepsi Stakeholder memiliki hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan dengan Implementasi Studi Value Engineering serta memberikan pengaruh langsung positif sebesar 6,97 %. Dan terhadap efektivitas dan efisiensi biaya proyek sebesar 12,75 %, pengaruh ini meningkat menjadi 32,46 % melalui Implementasi Studi Value Engineering. Hubungan Hambatan Implementasi Studi Value Engineering memiliki hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan dengan dengan Implementasi Studi Value Engineering memiliki hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan serta memberikan pengaruh langsung negarif sebesar -25,80 %. Dan terhadap efektivitas dan efisiensi biaya proyek sebesar -39,06 %, pengaruh ini menurun menjadi sebesar -23,07 %. melalui Implementasi Studi Value Engineering. Keywords : Implementasi Studi Value Engineering. Efektivitas dan Efisiensi. Biaya Proyek. efisien dengan cara mengganti sebagian atau PENDAHULUAN seluruhnya desain awal untuk mendapatkan konstruksi nasional seharusnya pengelolaan efisiensi biaya proyek. Selain itu penelitian ini proyek menjadi lebih kompetititf dan berdaya akan menganalisis hubungan dan pengaruh saing tinggi baik pada tatanan nasional maupun persepsi stakeholder, manfaat dan hambatan Untuk mencapai hal tersbut ini dapat Implementasi studi Value Engineering serta dicapai melalui pengelolaan proyek konstruksi dampaknya terhadap efektivitas dan efisiensi yang efektif dan efisien. biaya proyek. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk Salah satu metode untuk pengelolaan proyek mencari alternatif desain yang efektif dan yang efektif dan efisien adalah dengan Dengan Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 mengimplentasikan studi Value Engineering Waktu pelaksanaan Studi Value Engineering yang dapat menyelesaikan masalah secara akan efektif apabila dapat diterapkan diawal terstruktur dan kreatif. perencanan sehingga dapat Implementasi studi Value Engineering tidak efisiensi biaya proyek yang optimal. Hal ini lepas dari berbagai kendala. Banyak faktor akan dapat mengeleminir perubahan-perubahan yang menentukan keberhasilan studi Value pada saat pelaksanaan dilapangan. Engineering antara lain Persepsi stakeholder. Sikap para arsitektur/engineer. , regulasi Rencana Kerja Studi Value Engineering pemerintah dan kesiapan para pengelola proyek mengikuti suatu metodologi berupa langkah Value Engineering sistematis dalam menentukan rencana kerja TINJAUAN PUSTAKA Value Engineering. Tahapan studi Value Pengertian-pengertian Engineering pada umumnya adalah sebagai Perencanaan merupakan salah satu fungsi vital dalam kegiatan manajemen proyek, hasil Tahap Informasi (Information Phas. perencanaan harus dapat memenuhi standar/ Tahap Studi Fungsi (Function Analysis Stud. , persyaratan spesifikasi proyek yang ditentukan dalam batasan biaya, mutu, dan waktu serta Tahap Kreatifitas dan Inovasi, faktor K3 dan keberlanjutan . Tahap Pengembangan (Development Fas. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut Tahap Studi Keputusan adalah dengan mengimplementasikan studi Tahap Rekomendasi Value Engineering. Tahap Implementasi Tujuan dari proses pembuatan keputusan dalam Efektivitas dan Efisiensi Pengertian Value efektivitas secara umum dapat mencapai nilai terbaik . est valu. dari sebuah diartikan situasi tingkat ketercapaian suatu proyek yang dikerjakan secara sistematis dan sasaran atau tujuan yang telah direncanakan terstruktur oleh para ahli yang tergabung di sebelumnya yang diukur berdasarkan kualitas, dalam tim dengan cara mendefinisikan fungsi kuantitas, dan waktu. Sedangkan efisiensi yang diperlukan sehingga sasaran nilai . adalah suatu nilai keberhasilan kegiatan yang dan ketersediaan fungsi dapat tercapai dengan diukur berdasarkan besarnya biaya atau sumber biaya yang paling minimum, konsisten dengan daya yang digunakan untuk mencapai hasil kualitas dan sesuai dengan kinerja yang yang diinginkan. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 METODE PENELITIAN desain terbaik dan potensi Rancangan Penelitian efisiensi biaya proyek serta metode statistik deskriptif-kuantitatif untuk mengetahui kondisi penelitian ini adalah dengan menggunakan hubungan dan besarnya pengaruh masing- masing variabel. Untuk Value Engineering Sumber : Hasil olahan sendiri Gambar 1. Alur Penelitian secara pasti, maka teknik pengambilan sampel Objek Penelitian Objek Implementasi studi Value Engineering dan dampaknya terhadap efektivitas dan efisiensi biaya proyek dengan mengambil studi kasus gedung Laboratorium X. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh para pelaku konstruksi yang mempunyai pengalaman atau expert dibidang konstruksi. Mengingat populasi penelitian ini sangat luas sehingga jumlah populasi tidak diketahui Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini diambil sampel sebanyak 103 responden. Teknik Pengumpulan Data Terdapat 2 . macam data yang akan dikumpulkan dan digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan dara sekunder. Yang dimaksud data primer adalah hasil wawancara dengan kontraktor. Konsultan dan Pemilik Proyek. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 pernyataan serta survei. Data sekunder adalah Tahap studi fungsi adalah dengan melakukan data yang diperoleh dari gambar, persyaratan identifikasi fungsi pada item pekerjaan yang teknis dan dokumen teknis lainnya. masing-masing Dalam hal ini pada fungsi suatu Pengolahan Data komponen terdapat kata kerja . dan kata Analisis untuk membuktikan implementasi benda yang dapat diukur . easurable nou. Value Engineering dapat mereduksi biaya pada Fungsi suatu komponen. Metode Hierarchy Process (AHP) Analytical dengan bantuan Tahap Kreatif dan Inovasi software expert choice. Sedangkan untuk Setelah mengetahui fungsi dasar dan fungsi pendukung, maka dilakukan tahap kreatif pengaruh masing-masing variabel yang diteliti, digunakan pendekatan statistik mengidentifikasi sebanyak mungkin alternatif kuantitatif dengan bantuan software Statistical desain dari item pekerjaan yang telah dipilih Package for the Social Sciences (SPSS) versi pada tahap informasi. Tahap Evaluasi dan Pengembangan Rencana Kerja Studi Value Engineering. Instrumen penelitian berupa kuesioner disusun Studi dengan tahapan pelaksanaan sebagai berikut: Value Engineering dilakukan pada tahap final desain . Para pakar berdasarkan hasil identifikasi dengan fokus pada komponen pekerjaan yang kriteria dan alternatif penggunaan material Mendefinisikan Masalah. Merumuskan Pendapat. Kreativitas. Analisis, dan Penyajian. Tahapan studi adalah sebagai berikut : Berdasarkan Tahap Informasi para pakar dibuat revisi kuesioner dan Tahap awal pada rencana kerja studi Value selanjutnya disebarkan kepada responden. Engineering adalah tahap informasi. Output Tahap Studi Keputusan pada tahap ini adalah mendapatkan item Untuk mempermudah proses pengolahan data menggunakan dasar hukum distribusi Pareto berdasarkan kriteria dan alternatif yang telah dperoleh breakdown cost model. ditetapkan yang kemudian dijadikan matriks Tahap Studi Fungsi Tahap Rekomendasi Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Setelah dipilih suatu alternatif, selanjutnya disusun laporan dan rekomendasi sebagai dasar Berdasarkan data survey yang telah terkumpul pertimbangan pemilik proyek. selanjutnya dianalisis dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences Analisis Statistik (SPSS) versi 25 dengan flow diagram sebagai Jenis Penelitian dan Analisis data Untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan dilakukan penelitian dengan jenis penelitian Sumber : Hasil olahan sendiri Gambar 2. Flow Diagram Analisis Statistik Model Penelitian X1: Persepsi Stakeholder terhadap Studi Value Model penelitian dibuat untuk mengetahui Engineering. besarnya hubungan dan pengaruh masing- X2: Manfaat Studi Value Engineering masing variabel yang merupakan gambaran ringkas dari fakta-fakta yang sedang diteliti. X3: Hambatan Implementasi Studi Value Dalam hal ini rumusan masalah bersifat Engineering kausalitas . maka, analisis yang Y (Variable Intervenin. : Implementasi Studi cocok digunakan model analisis jalur (Path Value Engineering Analysi. Adapun variabel-variabel diteliti adalah sebagai berikut : Z (Variabel Terikat / Dependent Variabl. Efektivitas dan efisiensi biaya proyek. Variabel Bebas (Independen Variabe. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Sumber : Hasil olahan sendiri Gambar 3. Diagram Jalur Hubungan kausal X1. X2. X3, ke Y dan Z Uji Instrumen Penelitian C Data interval atau rasio. Dalam penelitian ini dilakukan uji validitas dan C Uji Linearitas, reliabilitas dan karena C Uji Normalitas, variabel penelitian merupakan variabel laten atau unobservable C Uji Heteroskedastisitas, yang tidak dapat diukur secara langsung, maka C Deteksi Outlier, dilakukan pengujian dengan analisis faktor. C Uji Multikollinearitas. Pengujian C Uji Autokorelasi . ntuk data time serie. rumus korelasi berdasarkan Pearson Product Moment. sebagai berikut : Analisis Regresi Linier Untuk memprediksi seberapa jauh perubahan rxy A nEu XY A (Eu X )(Eu Y ) . Eu X 2 A (Eu X ) 2 }. Eu Y 2 A (Eu Y ) 2 } dependen akibat Analisis Dimana : = Koefisien korelasi Dalam penelitian ini digunakan analisis Analisis regresi linear berganda memerlukan = Banyaknya Sampel Regresi Linier sederhana dan Berganda dimana OcX = Jumlah skor keseluruhan untuk item pernyataan variabel X OcY = Jumlah skor keseluruhan untuk item pernyataan variabel Y. dilakukan pengajuan individu / parsial (Uji . membandingkan Fhitung dengan Ftabel serta perlu dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik Uji penyimpangan asumsi klasik bertujuan agar model regresi linear menjadi valid sebagai alat Syarat pengujian asumsi klasik pada regresi linear berganda adalah sebagai berikut : Analisis Korelasi Analisis korelasi digunakan untuk mempelajari hubungan antara variabel . Untuk mengukur keeratan hubungan diantara hasil pengamatan Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 dari populasi, dalam penelitian ini digunakan HASIL DAN PEMBAHASAN metode korelasi bivariate/ product moment Studi Kasus Implementasi Studi Value Engineering Identifikasi item berbiaya tinggi Analisis Jalur (Path Analysi. Analisis jalur (Path Analysi. merupakan cara hubungan antar variabel yang berbentuk sebab langsung dan tidak langsung antar variabel atau Berdasarkan RAB berdasarkan desain teknis dibuat cost model. Pengertian cost model adalah biaya bagianbagian pekerjaan yang dikelompokan menurut masing-masing. Hasil perhitungan cost model adalah sebagai berikut: Tabel 1. Breakdown Cost NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA Pekerjaan Struktur Atas Rp10. Pekerjaan Pasangan Dinding Rp 5. Pekerjaan Elektrikal Rp 2. Pekerjaan Atap dan Talang Rp 1. Pekerjaan Pondasi Rp 1. Pekerjaan Tanah Rp 1. Pekerjaan Pasangan Lantai Rp 1. Pekerjaan Pintu dan Jendela Rp 1. Pekerjaan Pasangan Plafond Rp 1. Pekerjaan Mekanikal Rp 992. Pekerjaan Pengecatan Rp 328. Pekerjaan Tangga dan Railing Rp 169. Pekerjaan Persiapan Total Rp 28. Dibulatkan Rp 28. Sumber : Hasil olahan sendiri Untuk memperoleh item pekerjaan yang Hasil analisis Pareto, 20 % biaya tinggi berbiaya tinggi dilakukan analisis Pareto yaitu terletak antara pekerjaan pasang lantai . ,38 dengan mengidentifikasi item pekerjaan dari 20 %) dan pekerjaan elektrikal . ,08 %). % yang berbiaya tinggi mewakili 80 % biaya. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Sumber : Hasil olahan sendiri Gambar 4. Diagram Pareto Interpretasi output Analisis Pareto ini akan dilakukan studi Value Engineering Pekerjaan struktur bangunan, terdiri dari dengan mencari alternatif jenis struktur yang pekerjaan struktur baja dan lantai atas dengan menghasilkan biaya optimum dengan rincian biaya sebesar Rp. Pekerjaan sesuai tabel 2 dan 3. Tabel 2 Rincian Pekerjaan Struktur Atas PEKERJAAN STRUKTUR ATAS Pekerjaan Konstruksi Baja Pekerjaan Lantai . ollow concrete slab (HCS) Urugan Pasir t = 10 cm Pasang Wiremesh M-6 Beton Ready Mix K. Floor Hardenner 5 kg/M2 Jumlah BIAYA (RP) Sumber : hasil olahan sendiri Tabel 3. Pekerjaan Dinding PEKERJAAN DINDING Pasang Dinding facade t = 10 bagian luar Pasang Dinding Prestage Panel Double bagian luar Pasang Dinding conblock bagian dalam Pasang Dinding ACP bagian Depan Jumlah BIAYA (RP) Sumber : Hasil olahan sendiri Untuk pekerjaan Elektrikal, biaya terbesar menengah, panel LVMDP dan Outgoing Load terletak pada fungsi utama pekerjaan elektrikal Break Switch sebesar Rp. 452,-. Trafo. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 maka pekerjaan elektrikal tidak dilakukan studi Value Engineering. tertinggi kepada kekuatan struktur dengan Dynamic bobot 37,00 %. Berdasarkan hasil Output Pemilihan Jenis Struktur Bangunan Berdasarkan Graphic Synthesis, memberikan bobot tertinggi pada alternatif penggunaan material beton sebesar 37,00 %. Sumber : Hasil Olah Data dengan Expert Choice Gambar 5 Output Dynamic Graphic Synthesis Sumber : Hasil Olah Data dengan Expert Choice Gambar 6 Bobot Struktur Hirarki Pemilihan Jenis Struktur Pemilihan Jenis Pelat Lantai Bangunan Berdasarkan hasil Output Dynamic Graphic Berdasarkan hasil analisis 4 faktor yang Synthesis tertinggi pada alternatif penggunaan material bangunan, responden memberikan bobot yang beton precast sebesar 29,30 %, hal ini sama sama antara kekuatan struktur dengan faktor dengan perencanaan awal. 33,00 Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Sumber : Hasil Olah Data dengan Expert Choice Gambar 7 Output Dynamic Graphic Synthesis Sumber : Hasil Olah Data dengan Expert Choice Gambar 8. Bobot Struktur Hirarki Pemilihan Jenis Pelat Lantai Bangunan Menentukan Pemilihan Dinding sebesar 29,70 %. Berdasarkan hasil Output Berdasarkan hasil analisis perbandingan antar 6 Dynamic Graphic Synthesis secara keseluruhan faktor yang mempengaruhi pemilihan jenis diperoleh bahwa responden memberikan bobot dinding bangunan. Responden memberikan tertinggi pada alternatif penggunaan dinding bobot tertinggi pada kriteria biaya pelaksanaan bata merah sebesar 30,60 %. Sumber : Hasil Olah Data dengan Expert Choice Gambar 9. Output Dynamic Graphic Synthesis Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Sumber : Hasil Olah Data dengan Expert Choice Gambar 10. Bobot Struktur Hirarki Pemilihan Jenis Dinding Bangunan Tahap Studi Keputusan Nilai tertinggi untuk bahan dinding Hasil Matriks keputusan adalah bata merah sedangkan pada Berdasarkan hasil matriks keputusan dengan perencanaan awal digunakan kombinasi metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang dibantu dengan software Expert Choice precast, dinding allumunium composite 11 diperoleh hasil sebagai berikut : panel (ACP) dan dinding prestage panel. Nilai tertinggi untuk bahan struktur adalah bahan beton bertulang sedangkan pada design awal menggunakan struktur Analisis Biaya Perubahan Material Struktur Material struktur baja diganti beton bertulang. Nilai tertinggi untuk bahan lantai atas, adalah lantai beton precast, hal ini sama berdasarkan output hasil analisis struktur perbedaan biaya sebesar Rp. dengan perencanaan awal. Tabel 5. Hasil Analisis Biaya Pekerjaan Struktur Bangunan Biaya Awal (Rp. Perubahan Pekerjaan Konstruksi Beton Lantai HCS Tetap Urugan Pasir t = 10 cm Tetap Pasang Wiremesh M-6 Tetap Beton Ready Mix K. Tetap Floor Hardenner 5 kg/M2 Tetap Uraian Pekerjaan Konstruksi Baja Jumlah Biaya Perubahan (Rp. Deviasi Sumber: hasil olahan sendiri Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Perubahan Material Dinding perhitungan analisis biaya dengan metode SNI Seluruh material dinding diganti dengan diperoleh perbedaan biaya sebesar Rp. pasangan bata merah diplester dan diaci dengan menggunakan bahan mortar, dari Tabel 6. Hasil Analisis Biaya Pekerjaan Dinding Bangunan Uraian Pekerjaan Pekerjaan Dinding Fasade Biaya Awal (Rp. Biaya (Rp. Perubahan Pekerjaan Dinding Fasad dirubah ke Bata Merah Ekerjaan Dinding Prestige Panel Pekerjaan Dinding Conblock Pekerjaan Dinding ACP Dinding Prestige Panel dirubah ke Bata Merah Dinding Conblock dirubah ke Bata Merah Dinding ACP dirubah ke Bata Merah Jumlah Jumlah Deviasi Sumber: hasil olahan sendiri Dengan demikian biaya proyek pembangunan Gedung Laboratorium X setelah diterapkannya studi Value Engineerng, dapat dihemat sebesar Rp. 508,00 atau sebesar 14,44 %. Pengujian dan reliabilitas Hasil uji instrument penelitian disajikan pada tabel tabel 7 dan hasil pengujian Asumsi Klasik. Yang sajikan sesuai tabel 8 di bawah Analisis Statistik mencari Hubungan dan Kontribusi Pengaruh Variabel Tabel 7. Pengujian instrument penelitian TAHAPAN PENGUJIAN KRITERIA HASIL PENGUJIAN Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Instrumen Uji Reliabilitas Instrumen Analisis Faktor Untuk keandalan suatu Jika r Ou 0,2242, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah Jika r O 0,242, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah nilai corrected item total correlation . seluruh variabel yang diukur menghasilkan nilai diatas nilai kritis 0,2242 dengan demikian maka masingNilai Cronbach's Alpha Seluruh Tingkat reliabilitas tinggi jika nilai variabel butir pernyataan yang sedang yang diperoleh Ou 0,60 (Imam diteliti lebih besar dari 0,7 hasil ini konsistensi atau Ghozali, 2. atau > 0,70 menunjukkan bahwa butir kuesioner keteraturan hasil (Sugiyono 2. dinyatakan handal untuk mengukur variabelnya masing-masing serta Uji Bartlett (Bartlett Test of Sphericity ) > 0,50 uji Bartlett Untuk Seluruh variabel masing-masing Uji KMO (Kaiser Meyer Olki. membentuk 1 variabel dengan nilai KMO digunakan untuk mengukur KMO. Barlett dan MSA > 0,50 dengan kecukupan sampling . ampling hubungan di demikian asumsi pembentukan variabel adequac. > 0,50 sampel cukup antara banyak sudah sesuai dan layak untuk Measure of Sampling Adequacy dilakukan analisis lanjutan. (MSA). untuk menilai kelayakan setiap variabel > 0,50 Sampel Layak Sumber : Hasil Olah Data dengan SPSS versi 25 Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Tabel 8. Pengujian Asumsi Klasik TAHAPAN PENGUJIAN KRITERIA HASIL PENGUJIAN dengan cara membuang Pendeteksian data outlier untuk masingobservasi yang mempunyai masing variabel diperoleh data outlier dari nilai absolut studentized responden nomor 11,14,18,23,28,39 dan 72 residual lebih dari 3 dan/atau sehingga data tersebut harus dibuang atau probabilitas kurang dari 0. dilakukan transpormasi data. Uji Outlier Untuk mengetahui apakah ada data yang bernilai ekstrim Uji Normalitas Untuk menguji gangguan residual terhadap model regresi, memiliki distribusi Uji Linieritas Untuk mengetahui pola hubungan kedua variabel independen dan dependen akan membentuk satu garis Uji Heteroskedastisitas untuk melihat apakah dalam model regresi ada ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Tidak terjadi gejala Heteroskedastisitas . ignifikansi > 0,. Uji Multikolinearitas Untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel Besarnya Variabel Inflation Seluruh sub struktur mempunyai nilai VIF Factor (VIF) O 10. < 10 dan nilai Toleransi > 0,10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolineritas dalam model regresi. nilai Tolerance Ou 0,1. Uji Autokorelasi untuk mengetahui adakah korelasi variabelyang berubah akibat perubahan waktu. (Metode Durbin-Watso. Deteksi Autokorelasi Positif dan Negatif Berdasarkan uji Kolmogorov Smirnov nilai Membandingkan Nilai signifikansi pada unstandardized residual Signifikansi (Sig. ) dengan 0,05 pada model substruktur 1, 2 dan 3 memiliki ( Normal Deviation from Deviation from Linearity Sig. > 0,05 Linearity Sig. > 0,05 ) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Berdasarkan tabel Anova nilai signifikansi Membandingkan Nilai Deviation from Linearity Sig. pada model Signifikansi (Sig. ) dengan 0,05 substruktur 1, 2 dan > 0. 05 maka dapat ( Linier Deviation from disimpulkan terdapat hubungan yang Linearity. > 0,05 ) linear antara variabel independent dengan variabel dependen. Berdasarkan heteroskedastisitas baik hasil perhitungan dengan metode Glejer maupun Spearman Rho menghasilkan nilai Sig. -tale. > 0,05 maka dalam model, variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain sama atau konstan. Sehingga asumsi tidak adanya heteroskedastisitas atau adanya homoskedastisitas sudah terpenuhi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode Durbin Watson untuk Sub Struktur 1 s. 3 tidak terdapat autokorelasi baik positif maupun Negtif Sumber : Hasil Olah Data dengan SPSS versi 25 Analisis Koefisien Korelasi Dan Determinasi Keputusan uji korelasi dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai probabilitas 5 % atau 0,05 dengan nilai Significance . -taile. Hasil perhitungan koefisien korelasi dan determinasi disajikan dalam tabel 9 dan tabel Tabel 9. Koefisien Korelasi HUBUNGAN BENTUK HUBUNGAN SUB STRUKTUR 1 (X1,X2,X. Korelasi Sederhana antar variabel (X1,X2,X3 dan Y) X1 - X2 Berhubungan Positif, sangat kuat dan signifikan X1 - X3 Berhubungan Negatif, sangat kuat dan signifikan X1 - Y Berhubungan Positif, sangat kuat dan signifikan X2 - X3 Berhubungan Negatif, sangat kuat dan signifikan X2 - Y Berhubungan Positif, sangat kuat dan signifikan X3 - Y Berhubungan Positif, sangat kuat dan signifikan Korelasi Parsial antar variabel Dengan Variabel kontrol Y X1 - X2 (Y) Berhubungan Positif, lemah dan signifikan X1 - X3 (Y) Berhubungan Negatif, lemah dan signifikan X2 - X3 (Y) Berhubungan Negatif, lemah dan signifikan Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP KOEF. KORELASI 0,933 -0,945 0,949 -0,952 0,949 0,966 0,325 -0,352 -0,428 ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 i HUBUNGAN BENTUK HUBUNGAN SUB STRUKTUR 2 Korelasi Sederhana antar variabel (X1,X3 dan Z) X1 - X3 Berhubungan Negatif, sangat kuat dan signifikan X1 - Z Berhubungan Positif, sangat kuat dan signifikan X3 - Z Berhubungan Negatif, sangat kuat dan signifikan Nilai Korelasi Parsial antar variabel Dengan Variabel kontrol Z X1 - X3 (Z) Berhubungan Negatif, lemah dan signifikan Koefisien Korelasi Berganda (X1,X2. X3. Thp Y) berhubungan secara Positif simultan dan Koefisien Korelasi Berganda (X1. X3. Thp Z) berhubungan secara Positif simultan dan SUB STRUKTUR 3 Koefisien Korelasi Sederhana Y-Z Berhubungan Negatif, sangat kuat dan signifikan KOEF. KORELASI - 0,945 0,947 -0,962 - 0,390 0,974 0,969 0,962 Sumber : Hasil Olah Data dengan SPSS versi 25 Tabel 9. Koefisien Determinasi Variabel X1 Ie Y X2 Ie Y X3 Ie Y X1 Ie Z X3 Ie Z YIeZ X1 Ie Y Ie Z X3 Ie Y Ie Z Direct Effect Indirect Effect . x 100% = 6,97 % . 2 x 100% = 4,79 % (-0,. 2 x 100% = 25,80 % . 2 x 100% = 12,75 % 0,264 x 0,962 x 100% = 25,40% (- 0,. 2 x 100% = 39,06% -0,508 x 0,962 x 100% = -48,87% . 2 x 100% = 92,21 % 6,97 % 25,40 % = 32,37 % 25,80 % (- 48,87%) = - 23,07 % Sumber : Hasil Olah Data dengan SPSS versi 25 Koefisien Jalur Total Struktur Hubungan Substruktur 2: Y = 0,357(X. - 0,625(X. A2 Persamaan regresi : Substruktur 3: Z = 0,962 (Y) A3 Substruktur 1: Y = 0,264(X. 0,219(X. Dengan koefisien jalur masing-masing variabel 0,508(X. sebagai berikut: Sumber : Hasil Olah Data dengan SPSS versi 25 Gambar 11. Koef. Jalur Uji F Simultan Hasil analisis untuk sub struktur 1, 2 dan 3 menunjukan nilai F hitung > Ftabel Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ( 2,. ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 maka H0 ditolak, hal ini menunjukkan bahwa sebesar Rp. 851,00 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pembangunan Gedung Laboratorium X berpotensi masih dapat dihemat sebesar Rp. 508,00 atau sebesar 14,44 Uji t Parsial Hubungan Presepsi Stakeholder dengan Hasil analisis untuk sub struktur 1, 2 dan 3 Implementasi Studi Value Engineering menunjukan t-hitung > t tabel . , maka memiliki hubungan positif yang sangat H0 ditolak, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara menunjukkan bahwa semakin baik Presepsi 0,949, Stakeholder KESIMPULAN DAN SARAN Implemetasi Studi Value Engineering yang maka akan diikuti oleh lebih baik. Kesimpulan : Persepsi Berdasarkan tanggapan para ahli dalam studi Value Engineering sebesar 6,97 % penggunaan bahan, diperoleh hasil bahwa dan terhadap efektivitas dan efisiensi biaya untuk material struktur bangunan dipilih sebesar 12,75 %, pengaruh ini meningkat material beton bertulang yang sebelumnya menjadi 32,46 % melalui Implementasi sesuai desain awal menggunakan bahan Studi Untuk material lantai dipilih lantai Value precast, hal ini sesuai dengan desian awal. Engineering. Hal Stakeholder dalam Implementasi studi Dan untuk material dinding dipilih material Value Engineering maka penyelenggaraan dinding batu bata yang sebelumnya sesuai proyek menjadi lebih Efektif dan Efisien. Hambatan conblock, dinding beton fasade, dinding prestige panel dan allumunium composite Implementasi Studi Value Engineering memberikan hubungan negatif dan signifikan terhadap Implementasi studi Value Engineering yang ditunjukan oleh Berdasarkan hasil studi Value Engineering, pengaruh langsung terhadap Implementasi menentukan kriteria desain dan alternatif desain awal menggunakan material dinding Stakeholder Gedung Laboratorium X berpotensi dapat dihemat. koefisien korelasi sebesar - 0,966. Hal ini Semakin Hambatan Implementasi Studi Value Yang semula membutuhkan biaya sebesar Rp. 359,00 Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Engineering maka akan semakin baik Implementasi Studi Value Engineering. Hambatan Implementasi Engineering Studi Value langsung negarif terhadap Implementasi Studi Value Engineering sebesar -25,80 % dan, terhadap efektivitas dan efisiensi biaya proyek sebesar -39,06 %, pengaruh ini menurun menjadi sebesar -23,07 % melalui Implementasi Studi Value Engineering. Hal ini menunjukan semakin kecil Hambatan Implementasi Studi Value Engineering maka semakin baik penyelengaraan Studi Value Engineering. Saran :