Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 KONSEP KEPEMILIKAN DALAM EKONOMI ISLAM Endah Fitri Permatasari1. Usan2 Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Bina Muda Bandung endahfitripermatasari@gmail. ABSTRACT This paper aims to examine Islam regarding the concept of ownership . he owner of the universe, the role of man and who provides everythin. because in essence humans are born into the world and do not have any property. This research method uses descriptive The results and discussion of this paper includes that Allah is the owner of everything in this universe, as humans who from the beginning have no property in the world must understand gifts as gifts given by God by using them as good as possible for the benefit of the people. Humans only act as managers who empower all resources, not as owners because in any activity humans are only given trust. As humans, we must maintain, care for and manage anything well because it has been entrusted or mandated by Allah and all our actions that can damage will be held accountable in the form of painful torture. Everything that lies on the face of the earth from the east to the west has been provided by Allah as good as possible with various pleasures that can be utilized by humans. humans, they must maintain sustainability and various abundant resources so that they can be used as appropriate. Keywords: konsep, owner, human. Islam ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Islam mengenai konsep kepemilikan . emilik alam semesta, peran manusia dan siapa yang menyediakan segalany. karena pada hakikatnya manusia lahir ke dunia tidak memiliki harta benda apapun. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitis. Hasil dan pembahasan dari tulisan ini meliputi Allah merupakan pemilik segala sesuatu di Alam semesta ini, sebagai manusia yang sedari awal tidak memiliki harta benda di dunia harus memahami pemberian sebagai anugerah yang diberikan Allah dengan menggunakannya sebaik mungkin untuk kebermanfaatan orang Manusia hanya berperan sebagai pengelola yang memberdayakan segala sumber daya bukan sebagai pemilik karena pada setiap aktivitas apapun manusia hanya diberi Sebagai manusia harus menjaga, merawat dan mengelola apapun dengan baik karena sudah dititpkan atau diamanahkan oleh Allah serta segala perbuatan kita yang dapat merusak kelak akan dimintai pertanggungjawaban berupa siksa yang pedih. Segala sesuatu yang terhampar di muka bumi dari ujung timur ke barat telah disediakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya dengan beragam kenikmatan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sebagai manusia harus memelihara kelestarian dan aneka sumber daya yang melimpah agar dapat digunakan sebagai mana mestinya. Kata kunci: konsep, pemilik, manusia. Islam PENDAHULUAN Harta merupakan suatu hal yang Islam memiliki perspektif mengenai mempunyai nilai hakiki luhur dalam konsep harta dan kepemilikannya, karena keberlangsungan manusia dan dapat juga pada hakikatnya seorang manusia ketika diartikan sebagai segala wujud yang lahir ke dunia tidak memiliki harta benda bernilai, bersifat materi seperti mempunyai Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 kekuatan yang dapat digunakan oleh kepunyaannya menjadi hak mutlak yang manusia (Fitri Utami, 2020: 133-. Oleh karena itu dalam tulisan ini Salah satu asas pokok bagi umat akan menelaah tentang hakikat kepemilikan segala sesuatu, peranan manusia dan merupakan gambaran dan manifestasi penyediaan segala sesuatu yang berelasi ibadah kepada Allah. Hal ini mempunyai dengan ekonomi Islam. makna bahwa aktivitas ekonomi dan kepemilikan belum terlepas terhadap asas METODE PENELITIAN keesaan Allah yang memberi pelajaran Pendekatan metode penelitian ini kepada manusia bahwa korelasi terhadap sesama manusia sama pentingnya dengan penelitiannya berupa kajian kepustakaan korelasi kepada Allah (Putri . ibrary researc. , adapun teknik dalam Nuraini. Rika Septianingsih, dan Mohd. pengumpulan data yang digunakan adalah Ario Wahdi Elsye, 2020: 44-. mencari literatur-literatur yang berkorelasi Abu Zahrah pernah berkata Ausegala dengan inti bahasan berupa buku-buku dan apapun belum dapat disebut sebagai harta jurnal-jurnal ilmiah, serta analisis data yang benda kecuali bisa dimiliki manusia digunakan adalah deksriptif analitis dimana melalui sebab secara alami sifat harta yaitu data-data yang terkumpul dideskripsikan sesuatu dapat menerima kepemilikan. Ay kemudian di analasis dan untuk selanjutnya Maka. Islam menetapkan korelasi tersebut pada sebuah proses AumilikAy. Proses tersebut tulisan yang dibuat ini. menggambarkan korelasi tertentu antara sesuatu yang bernilai . dan manusia. PEMBAHASAN Jadi. Konsep Kepemilikan korelasi manusia sebagai pemilik dan Konsep bermula dari kata bahasa latin sesuatu yang bernilai . sebagai benda yakni conceptum yang mempuyai makna yang dimiliki (Hafidz Taqiyuddin, 2020: 1- pemberitahuan, hasil pemikiran yang erat Berdasarkan uraian tersebut, konsep berhubungan dalam sesuatu yang terjadi kepemililkan dalam konteks ekonomi Islam serta melahirkan petunjuk atau pokok menjadi menarik untuk dikaji karena dalam mengerjakan penelitian. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. Aristoteles E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 karyanya yang berjudul Authe classical Karena orang tersebut theory of conceptsAy mengatakan di mana punya keleluasaan terhadap berbuat hukum konsep adalah perangkai pertama terhadap dengan harta bendanya, semisal jual-beli, suatu penciptaan wawasan yang memenuhi kaidah ilmu pengetahuan dan filsafat perspektif manusia. bertentangan dengan syaraAo (Sri Sudiarti. Kata milik bermula asalnya dari suatu 2018: 23-. bahasa arab yaitu al-milk yang memiliki arti Mengenai konsep kepemilikan terlalu proses dalam hal tertentu, seperti yang universal dan mudah menyesuaikan tanpa Muhammad Mustafa Syalabi yaitu. AuIkhtiar manusia terhadap menyerahkan keweanngan terhadap yang memilikinya guna memetik sedikit atau Ay Sedangkan menurut Ali Al-Khafif AuMilik sesungguhnya, kepemilikan perorangan adalah hal tertentu yang dijaga dan serta kepunyaan istimewa seperti barang memberi kesempatan untuk melakukan yang menjadi keperluan manusia yang di apapun padanya semasa tidak ada tolakan dapat memiliki jangka, kepemilikan banyak syaraAo kepadanya. Ay orang serta kepemilikan bersama yang Secara istilah, ulama - ulama fikih dikelola oleh pemerintah (Ahmad Ifham menyerahkan pandangan yang tidak sama Sholihin, 2010: . tapi secara hakiki seluruh pengertian itu tidak berbeda, di antara definisi itu seperti al-khafif Ekonomi Islam Kata ekonomi pada awalanya diambil dari bahasa Yunani, yaitu eko=oikos dan AuTanggungjawab istimewa piobadi pada nomi=nomos. Kata oikos memiliki makna satu barang yang memberikan kesempatan rumah tangga sedangkan kata nomos berarti mengelola/mengatur. Maka bisa dikatakah bahwa ekonomi berarti mengelola dan pertentangan dengan syaraAo. Ay mengatur urusan rumah tangga atau Dari definisi tersebut dapat dimengerti Sedangkan dalam literarur bahasa bahwa sesuatu yang ditujukan terhadap Arab, ekonomi diartikan dalam kata Aual- IqtishadAy. kepemilikannya, karena siapapun diluar Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Al-Iqtishad bermula dari sebuah kata iqtishada di mana akar katanya qashada Segala Sesuatu Milik Allah S. yang mempunyai makna keseimbangan (Departemen . Pada kata qashada itu, jadi Zuhaili dan M. Quraish Shihab: Ibnu Katsir dalam Alquran seperti Q. Al-Maidah Allah menginfomasikan bahwa . :66. At-Taubah . :42. An-Nahl . :9 Dia dan Faatir . :22 serta hadits Rasulullah Dalam Al-QurAoan juga ada sekitar A . asiat kepada-Nya (Shalah 'Abdul Fattah Al-Khalidi, 2017: titipan, hadiah, pembagian harta dan Allah rampasan perang, bekerja, menabung, kepunyaan-Nyalah berburu, takaran dan timbangan, kelautan, langit dan bumi. Allah juga konsumsi, harta, perkebunan, pertanian, menunjukkan bahwa tiap orang peternakan, produksi dan lain sebagianya (Mardani, 2019: 1-. Jadi, ekonomi Islam merupakan suatu apapun sedikit pun. Mereka tidak arah menuju keseimbangan, kejujuran dan orang mati dan mengembalikan ganti rugi, perwakilan, perlombaan, barang menghidupkan kembali semua riba, sewa menyewa dan utang pinjama. Dia satunya yang bisa menghidupkan ekonomi seperti tukar menukar . ual beli. Janji-Nya pasti benar dan akan Subagyo, 2013: . hamparan langit dan muka bumi. dalam kata Aual-qashdu tabluguu (A. Pandangan Ibnu Katsir. Wahbah az- Qashada juga tercantum Ekonomi Keuangan Syariah, 2018: . iqtishada yang bermakna kepada arah Analisis Konsep Kepemilikan dalam Ekonomi Islam memiliki dalil yang menjadi Alquran dimana terdapat kurang lebih ada berhala-berhala. Mereka hanya sekitar 120an ayat yang membahas tentang ekonomi sehingga memberikan petunjuk (Shalah'abdul Fattah Al-Khalidi, pada kita agar senantiasa selalu berada 2017: . dalam tuntunan tersebut. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Allah-lah Sang Pemilik bagi dikehendaki, maka tak ada daya apapun yang berada di hamparan atau peran apa pun bagi hamba langit beserta di muka bumi. yang dimiliki, atau kekuatan Kebinasaanlah orang kafir pada Hari Kiamat kepemilikan, dan ini merupakan sebab hukuman yang pedih di dalil atas ketidakberhakan apa neraka Jahanam (Shalah'abdul pun dalam uluhiyah selain Allah Fattah Al-Khalidi, 2017: . Wahbah Az-Zuhaili Sesungguhnya (Wahbah Az-Zuhaili, 2013: . Allah Segala apapun yang berada di adalah Pemilik langit dan bumi, dan sesungguhnya adzab Allah hamba-Nya, dan ciptaan-Nya adalah hak dan pasti adanya tidak adalah kepunyaan Allah S. akan pernah ada yang dapat Ini menunjukkan bahwa Allah menolak terjadinya apa yang A Asama sekali tidak bertempat di sudah Allah S. Allah atau langit, dan oleh karena segala apapun yang berada di kekuasaan-Nya tidak akan habis (Wahbah mati, maka benda itu selamanya Allah S. tidak mungkin penindasan terjadi antara lain Pemilik apapun yang berada di karena keperluan, atau kemauan hamparan semesta, yaitu Allah yang menentukan mereka apa dibandingkan apa yang sudah yang diinginkan dan melakukan . Quraish Shihab Az-Zuhaili, bisa untuk hal keduanya itu tersucikan dari berada di atas secara zat bisa untuk hidup dan Allah kepunyaan Allah S. Dia dan punah, dan benda yang Sesungguhnya berada di atas, disebut somaa' menghidupkan dan mematikan. Az-Zuhaili. Karena setiap apapun yang Mahakuasa bagi diri-Nya untuk (Wahbah Keperluan Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 menerangkan bahwa Hendaklah. Allah sebenarnya milik Allah siapa pun Sedangkan Dia Maha Kaya lagi yang berada di semesta ini, baik Maha Kuasa. Sebab itulah, ini manusia kebanyakan maupun menjelaskan bahwa: Hendaklah, pemimpin dan raja-raja. Semua sebenarnya milik Allah sendiri perlu dan patuh kepada-Nya. segala apapun yang berada di Siapa Jika Dia demikian, tidak mungkin Dia Maha Kuasa menghentikannya. berlaku aniaya. Dan hendaknya Tidak ada kawan bagi Allah pada juga, sebenarnya janji Allah itu, kepunyaan, kelahiran dan proses beserta neraka-Nya benar, dan pasti dikhususkan bagi siapapun memanggil para kawanan selain yang dikehendaki-Nya, sebab Allah, tidaklah menuruti secara tekun suatu kepercayaan yang hukuman-Nya, memaklumi (M. Quraish Shihab, 2005: 99-. kawan-kaawan Sebenarnya Allah, mereka kira sebab Allah Maha semuanya adalah milik Allah. Suci dari sekutu. Orang-orang itu Keagungan antaranya diberikan petunjuk oleh kepemilikan dan Oleh sebab itu, yang yang pasti kecuali anggapan Dia pasti memiliki bermacam-macam memberi nama Ausekutu-sekutu yang banyak sehingga yang perlu AllahAy serta pada itu mereka mendatangi-Nya. Di sisi yang lain, kekuasaan-Nya yang begitu mengatakan dan mempercayai besar sehingga dapat tidak ada hal-hal yang tidak beralasan yang menandingi siapa pun yang sama sekali (M. Quraish Shihab, 2005: 118-. Dari perintah-Nya. Allah Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Allah Yang Maha Mulia dan Manusia Sebagai Khalifah dalam sangat Mulia itu yang milik-Nya Loc. Cit. Departemen Ekonomi dan segala apa yang berada di alam Keuangan Syariah Pandangan Ibnu Katsir. Wahbah Az-Zuhaili dan M. Quraish Shihab: petunjukNya . Ibnu Katsir orang-orang "lngatlah, wahai Muhammad, yang berdusta karena hukuman yang sangat sakit yang tidak dapat dihalangi oleh siapa yang terkait berita ini, ceritakanlah kisah ini kepada kaummuiAy. (M. Quraish Shihab, 2005: . Tuhanmu malaikat-malaikat Allah memberitakan terhadap Melihat pendapat dari para malaikat di mana Dia akan ulama ada kesamaan di mana membuat seorang khalifah di Allah merupakan pemilik segala muka bumi. Pertanyaan malaikat sesuatu di alam semesta ini, sudah tersebut berkisar tentang hikmah sewajarnya kekuasaan sepenuhnya di balik penunjukkan manusia mutlak berada padaNya sehingga jadi khalifah di alam dunia. segala ketetapan apapun selama Pertanyaan itu bukan berada di dalam Al-QurAoan itu adalah sebuah petunjuk. manusia, sebagaimana dipahami Maka, sebagian mufasir. kita sebagai manusia yang sedari Jelas akan muncul pertanyaan, awal tidak memiliki harta benda di dunia harus memahami konteks mengetahui bahwa manusia akan perekonomian di mana pemberian merusak di bumi, bahkan saling sebagai anugerah yang diberikan membunuh? Bisa jadi mereka Allah dengan menggunakannya tahu dengan ilmu tertentu, atau pada tabiat dan watak manusia. yang kelak akan mengantarkan Atau kita kepada kemulian sebagai mengabarkan tentang penciptaan manusia yang bertempat asal dari Allah Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 tanah dan sifat-sifat manusia Kebinasaan akan terjadi bila yang akan menjadi khalifah. diam bersama keluarga dan Atau malaikat tahu hal itu dari makna khalifah. Khalifah adalah Allah memerintahkan terhadap tiap- manusia dari kezhaliman, juga tiap orang yang beriman agar menjaga mereka dari dosa dan melakukan kebaikan terhadap pengertian umum. Dia Allah lebih mengetahui kebaikan mencintai tiap-tiap orang yang penciptaan manusia ini. Apa melakukan kebaikan. yang dikatakan malaikat bahwa Allah S. memberi perintah agar tetap berinfak dalam segala macam bentuk kebaikan dan memang benar. Namun, akan ketaatan kepada Allah. Terutama kebaikan yang tidak diketahui keperluan memerangi musuh- musuh lslam dan menyokong Salah kemashlahatan tersebut adalah ditugasinya nabi-nabi dan rasul sehingga memiliki kemampuan untuk manusia. Akan lahir pula dalam menghadapi musuh. orang-orang yang berbuat dan Selain itu, jugamengingatkan kebenaran, para Muslim, pejuang yang siap mati membela meninggalkan hal tersebut yang agama Allah, shalih, ahli ibadah, orang-orang zuhud, para wali Allah hancuran dan juga ada perintah Allah, para ulama yang berkarya, merupakan puncak pilar ketaatan memahami segala kebaikan di (Shalah'abdul Fattah Al-Khalidi, mana akan terwujud dengan 2017: 363-. pengangkatan manusia sebagai Janganlah orang berbuat buruk khalifah (Shalah'abdul Fattah Al- yang mengira di mana harta yang Khalidi, 2017: 121-. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 diperolehnya itu dapat digunakan umat manusia. Jihad bisa dengan jiwa dan bisa pula terhadap harta Sebenarnya kekikiran itu adalah keburukan bagi mereka di akhirat kelak, pendukung, senjata, dan ongkos, keburukan di dunia. Hal tersebut seperti butuhnya perang kepada prajurit yang kuat. Andai tiap tiap-tiap Mereka umat Islam mengacuhkan infak untuk mendirikan agama Allah, menimbunnya dan enggan untuk menginfakkan dijalan Allah. Allah-lah menyebabkan dirinya ke dalam membinasakan semua umat ini luasnya alam semesta ini. Semua yang ia merupakan salah satu dikembalikan kepada-Nya. Oleh semua kerajaan yang berada di (Wahbah Az- Zuhaili, 2013: . Janganlah mereka-mereka yang sebagian harta yang telah Allah izinkan kalian memilikinya, dan bakhil mengira bahwa kekikiran dan kebakhilan mereka adalah pada hari di mana kalian semua sangat baik terhadap mereka, pasti dipulangkan kepada Illahi. akan tetapi sebaliknya, itu adalah Dialah Dzat Yang Memahami sesuatu yang lebih buruk bagi semua niat dan apapun yang bersemi dalam lubuk hati kalian kekikiran tersebut, mereka justru (Shalah'abdul Fattah Al-Khalidi, 2017: 182-. terancam hilang, musnah dicuri, . Wahbah Az-Zuhaili dirampok dan yang lainnya. Karena Awalan umat manusia yang tugaskan Allah jadi khalifah di bagi umat mereka dikarenakan kewajibanNya di antara tiap solidaritas sosial dan bekerja Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 sama memberantas kemiskinan. sesudah rangkaian terbuatnya Karena membahayakan bagi kehidupan kesanggupannya agar menjadi umat seluruhnya dan kehidupan tempat tinggal seorang manusia semua umat tergantung kepada pertama (Ada. yang aman. adanya sikap rela berkorban Mengetahui konsep itu, para malaikat meminta keterangan Az-Zuhaili, terhadap arti pembuatan itu. Para (Wahbah malaikat menganggap di mana . Quraish Shihab Diawali Anggapan ketetapan Allah terhadap para malaikat dengan rancangan-Nya berdasarkan pada yang pernah membuat seorang makhluk di Pemberitahuan terhadap terlahirnya manusia, di mana ada para malaikat utama, sebab akan suatu makhluk yang berperilaku diberikan banyak perintah terkait begitu atau dapat juga bermula ada yang akan diberi opini, sebab yang akan dibebani tugas menulis amal perbuatan sebagai khalifah sudah pasti manusia, ada yang diberi tugas tidak pada diri malaikat, oleh merawatnya, ada juga yang karenanya pasti makhluk itu tidak sama dengan mereka- memberi petunjuknya, dan lain Cara tersebut nanti pada saat dimengerti manusia kepada Allah S. Sesuatu akan mengirimkan terima kasih yang ditanyakan mereka itu Sang Pencipta dapat tercipta dari pemberian Sang makhluk di mana akan dilahirkan pemberian-Nya Khalik AuSebenarnya Allah Hal tersebut memiliki arti pemisah Aku hendak mendaptakan khalifah alam iniAy begitu cara Allah keadilan, maka pasti ada salah Cara ini dapat jadi satu atau beberapa dari mereka Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 kami, seperti memberi petunjuk untuk kami membersihkan dan memuji-Mu. Cermati Segalanya merupakan asumsi. Pembersihan memuat pembersihan kemuliaan menjadi kepastian merupakan yang mereka lantunkan, jangan mereka mencari tahu kepada dengan pujian itu tidak sama Sang Pencipta bukan tidak setuju keagungan-Nya. atas konsep-Nya. Apakah, bukan Menyatukan "mengapaAy, sama dengan sedikit AuKamu menunjuk pemimpin di alam ini didapati sangat banyak di dalam kandungan ayat-ayat Al-QurAoan. Ini darah?Ay kekuasaan yang diberikan Allah manusia pertama yang mereka AA, suatu makhluk yang diberi Dapat amanah, yakni manusia pertama dan keturunannya, daerah tempat darah, tetapi keturunannya. yang diberi tugas, yakni alam Para malaikat mengasumsikan di semesta tersebut. Oleh karena mana alam ini didirikan dengan itu, kepemimpinan mewajibkan zikir tasbih dan tahmid, maka itu pertanyaannya. Di mana kami arahan Allah. Keputusan yang menghindarkan Dzat, ciri khas, tidak relevan dengan kemauan- dan perlakuan-Mu dari apapun Nya tidak lazim bagi-Mu, sembari tentang arti dan amanah dari memuji-Mu atas semua anugerah yang Kamu bagikan terhadap Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. (M. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Quraish menjadikan teguh Shihab, 2005: 140-. seperti dengan memberikan harta Hal tersebut berarti larangan yang dimiliki mereka. Boleh jadi tidak memberi harta kalian di ketika itu. Sementara orang jalan menuju Allah, sebab jika munafik enggan memberikan begitu kalian menjerumuskan diri dalam kehancuran. Karena Nabi harta yang dalam genggaman, , dan sebab tersebut turun tanpa diberikan di jalan menuju ayat yang mengkritik bahwa Allah, tidak akan habis oleh yang Ausedikitpun janganlah orang- memiliki atau pemiliki dari ahli orang yang kikirAy, yaitu tidak warisnya, tapi menghancurkan mau mengerjakan kewajiban, yang punya kelak. Maka dari itu terkait Aubima atahum AllahAy Aubertindak baiklahAy tidak hanya segala apapun yang di mana Allah kasihi terhadap mereka membunuh tetapi dalam setiap semacam harta yang dimiliki, tindakan dan gerakan. Allah ilmu, atau kekuatan yang mereka mengaharuskan kebaikan atas dapati dari pemberian-Nya tidak segala apapun, maka jika kamu mematikan sesuatu, perbuatlah menduga bahwa, yaitu tidak kebaikan dalam membunuhnya, kalau kamu memotong binatang. Sesungguhnya, tidak memberi Hendaklah selain-Nya orang di antara kamu menjamkan Terhadap mereka tidak beri itu, seperti perhiasan yang (M. disematkan pada lehernya di hari Quraish Shihab, 2005: . Allah Kiamat, dengan harta yang dimiliki. Kemudian, sebab apalagi ketika pertempuran Uhud lazimnya manusia yang perlu itu, para musyrikin sudah cepat bertindak dengan semua untuk diinginkannya, dan pemilik harta Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 apabila memahami bahwa dia sebentar lagi akan meninggal dan pengetahuan yang diberikan oleh Allah terhadap kaum Yahudi diwariskan, oleh karenanya dia segera memberikan harta yang Muhammad S. Di salah dimilik tersebut, selanjutnya hal satu yang demikian itu memuat ini menjelaskan di mana Allah teguran yang keras terhadap orang-orang melakukannya, sebab apapun Aukepunyaan Allah Nabi yang diperoleh pada pribadi hamparan semesta ini. Ay Segala mereka merupakan pemberian Allah cuma-cuma, bukan hasil nyawanya, harta yang dimiliki ikhtiar mereka, sebab amat tidak dan segala apa yang diberikan- Nya terhadap mereka akan di memberi bantuan. kepada-Nya, terhitung apa yang diwarisi oleh Firman-Nya Auwa lillahi miratus as-samawati wa al-ardh yang Selanjutnya, diartikan terhadap Aukepunyaan Allah berada di hamparan semestaAy batin, oleh karena itu ditegaskan- Nya bahwa. AuDan Allah Maha mengartikannya di mana Allah Mengetahui apa yang sedang kamu kerjakanAy, sedetail apa mempunyai apa yang ada di pun, termasuk kerja-kerja batin genggaman seluruh makhluk di semesta ini, terhitung apa yang Firman-Nya Aubima ada di tangan mereka yang kikir AllahAy yang diartikan dengan Memang sebagian dari nama- apa yang Allah berikan terhadap nama Allah merupakan al-Warits mereka, diyakini oleh sementara dengan makna Dia yang akan para ulama dalam makna harta. kembali kepadanya kepemilikan. Sebagian sesudah kematian para pemilik. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Allah Al-Warits Yang mudah, menjadikan sumber air sehingga mengalami kematian dan tidak jenis tumbuhan dengan berbagai lain Dia yang tetap abadi (M. bentuk, jenis Quraish Shihab, 2005: 293-. (Shalah'abdul Fattah Al-Khalidi. Melihat pendapat dari para ulama dan warnanya 2017: . ada sebuah kesamaan di mana . Wahbah Az-Zuhaili manusia hanya berperan sebagai Para ulama ushul fiqih juga pengelola yang memberdayakan menjadikannya sebagai dalil atas segala sumber daya bukan sebagai kaidah yang berbunyi: al-ushlu pemilik karena pada setiap aktivitas fil asyyaoi al-ibaahah hatta yaAotiya da liilul-azhari . egala sesuatu itu aslinya berhukum mubah, kecuali jika ada dalil Maka. Artinya, pada dasarnya manusia sebagai manusia dalam konteks boleh memanfaatkan semua yang diciptakan Allah di bumi, kecuali menjaga, merawat dan mengelola apapun dengan baik karena sudah Jadi, makhluk tak dititpkan atau diamanahkan oleh punya hak untuk mengharamkan Allah serta segala perbuatan kita yang dapat merusak kelak akan Allah, kecuali dengan izin-Nya. Pengetahuan Allah itu luas, berupa siksa yang pedih. Semuanya Telah Disediakan oleh meliputi semua ciptaan-Nya. Allah dalam Loc. Cit. Departemen karena Dialah pencipta segala Ekonomi dan Keuangan Syariah Pandangan Ibnu Katsir. Wahbah mengetahui apapun. Keteraturan Az-Zuhaili dan M. Quraish Shihab: di alam semesta ini tidak lain . Ibnu Katsir karena ia diciptakan oleh Allah Bumi Dia akan apa diciptakan-Nya. Maka Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 tidak mengherankan jika Dia ke barat telah disediakan oleh Allah dengan mengutus seorang rasul yang sebaik-baiknya didukung dengan sebuah kitab kenikmatan yang bisa dimanfaatkan oleh untuk memberi hidayah kepada manusia seperti tanah yang subur, air yang umat manusia, dan di dalam dikehendaki-Nya, aneka sumber daya yang melimpah agar dapat digunakan sebagai mana mestinya, 2013: 88-. tidak saling merebut, mencuri ataupun . Quraish Shihab menganggap sebagai kepemilikan diri Bagaimana kalian tidak beriman, pribadi tapi seharusnya saling memberi, di mana Allah tidak cuma mengasihi dan menyayangi anugerah yang memberikanmu kehidupan di telah diberi. menyediakan tempatmu di alam KESIMPULAN Dia-lah Allah S. Allah mana mendapatkan terhadapmu apapun selama berada di dalam Al-QurAoan itu adalah sebuah petunjuk. kita sebagai hidupmu membentang, dan itu berada pada-Nya sehingga segala ketetapan keberlangsungan dan ketenangan sewajarnya kekuasaan sepenuhnya mutlak alam ini seluruhnya agar apapun sesuatu di Alam semesta ini, sudah segala sesuatu yang berada di mana harus memelihara kelestarian dan yang kecil (Wahbah Az-Zuhaili, manusia dalam konteks perekonomian di makhluk yang besar maupun Maka, sudah sewajarnya kita sebagai perumpamaan dengan makhluk Dia manusia yang sedari awal tidak memiliki Kebesaran- harta benda di dunia harus memahami Nya. Di mana berhak perbuatan itu jadi berhak guna memberi diberikan Allah dengan menggunakannya nyawa yang mati (M. Quraish sebaik mungkin untuk kebermanfaatan Shihab, 2005: . Melihat pendapat dari para ulama ada kesamaan di mana segala sesuatu yang sebagai manusia. terhampar di muka bumi dari ujung timur Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. Manusia E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 Tafsir Ibnu Katsir: Tahdzib Wa Tartib. Jakarta: Maghfirah Pustaka. pengelola yang memberdayakan segala Az-Zuhaili. Wahbah. Tafsir AlMunir: Akidah. Syariah, & Manhaj. Jakarta: Gema Insani. sumber daya bukan sebagai pemilik karena pada setiap aktivitas apapun manusia hanya Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah. Nilai-Nilai Ekonomi Syariah. Jakarta: Bank Indonesia. keleluasaan untuk bertindak sesukanya. Sebagai manusia harus menjaga, merawat Ifham Sholihin. Ahmad. Buku Pintar Ekonomi Syariah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. dan mengelola apapun dengan baik karena sudah dititpkan atau diamanahkan oleh Mardani. Ayat-Ayat dan Hadis Ekonomi Syariah. Jakarta: Rajawali Pers. Allah serta segala perbuatan kita yang dapat pertanggungjawaban berupa siksa yang Nuraini. Putri. Septianingsih. Rika. , dan Elsye. Mohd. Ario Wahdi. Studi Ayat-ayat Ekonomi Tentang Al-milk Klasifikasi Kepemilikan. Jurnal Islamika, 3 . Segala sesuatu yang terhampar di muka bumi dari ujung timur ke barat telah disediakan oleh Allah S. sebaik-baiknya Shihab. Quraish. Tafsir Al Mishbah: Pesan. Kesan dan Keserasian Al-QurAoan. Jakarta: Lentera Hati. kenikmatan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia seperti tanah yang subur, air yang Sebagai Subagyo. Kamus Istilah Ekonomi Islam. Elex Media Komputindo. Sudiarti. Sri. Fiqh Muamalah Kontemporer. Medan: FEBI UIN-SU Press. memelihara kelestarian dan aneka sumber daya yang melimpah agar dapat digunakan Taqiyuddin. Hafidz. Hukum Waris Islam Sebagai Instrumen Kepemilikan Harta. Asy-SyariAoah, 22. : 1-20. sebagai mana mestinya, tidak saling merebut, mencuri ataupun menganggap sebagai kepemilikan diri pribadi tapi Utami. Fitri. Lestari. Dini Maulana. , dan Khaerusoalikhin. Analisis Kritis Konsep Kepemilikan Harta dalam Islam. Jurnal Ilmiah SyariAoah, 19. : 133-145. seharusnya saling memberi, mengasihi dan menyayangi anugerah yang telah diberi. DAFTAR PUSTAKA