Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Received: 31 Maret 2025. Accepted: 28 April 2025. Published: September 2025 DOI: 10. 36350/jskom. Penerapan Metode Internet of Things Pada Sensor PZEM-004T Untuk Pengukuran Konsumsi Energi Listrik Serta Menentukan Estimasi Biaya Listrik Muhammad Fikriansyah Krisnabayu1. Farhan Zayid2 Program Studi Teknologi Informasi. Fakultas Informatika dan Komputer. Universitas Binaniaga Indonesia E-mail: mfikriansyahk1@gmail. *Corresponding Author ABSTRACT In this modern era, the increase in urbanization and population mobility has caused a rise in demand for housing, especially boarding houses or rented Boarding houses are a popular choice for students, employees, and individuals who need temporary accommodation in the city or town. The electricity needs of boarding houses are very high, mainly due to the numerous electronic devices and the power used by the occupants. A monitoring device is required to determine how much power and energy are being consumed and to estimate the costs that must be paid. The device designed for this monitoring system uses the PZEM-004T sensor, a web-based application, and NodeMCU. The PZEM-004T sensor functions to measure voltage, current, power, and energy present in the electrical load. NodeMCU is also needed as the microcontroller. The results can be displayed on a web browser and a 16x2 LCD screen used. From the test results obtained through measurements using the PZEM-004T sensor for designing the energy monitoring system prototype, the accuracy percentage values of the designed system compared to a standard measuring instrument include: Voltage with an error value of 1. Current with an error value of 2. Total electrical energy consumption calculation with an error value These are categorized as still within reasonable limits because the error values are less than 5%. Moreover, for household electrical equipment, the energy consumption in one month was found to be 214. 49 kWh with an estimated cost of IDR 290,064. Keywords: boarding house, electricity consumption, monitoring, sensor, nodeMCU ABSTRAK Di era modern ini, peningkatan urbanisasi dan mobilitas penduduk telah menyebabkan peningkatan permintaan akan tempat tinggal, terutama indekos atau kos-kosan. Indekos adalah pilihan populer bagi mahasiswa, karyawan, dan individu yang membutuhkan tempat tinggal sementara di kota atau kota. Kebutuhan listrik indekos sangat tinggi, terutama karena banyaknya peralatan elektronik dan daya yang digunakan oleh penghuninya. Dibutuhkan alat monitoring agar diketahui berapa besar daya, energi, yang digunakan dan estimasi biaya yang harus dibayarkan. Alat yang dirancang untuk sistem monitoring ini menggunakan sensor PZEM-004T, aplikasi berbasis web serta NodeMCU. Sensor PZEM-004T berfungsi untuk mengukur tegangan, arus, daya, dan energi yang terdapat pada beban listrik. Serta dibutuhkan NodeMCU sebagai mikrokontroler. Hasilnya dapat ditampilkan pada web browser dan LCD 16x2 yang digunakan. Dari hasil pengujian yang didapat melalui pengukuran menggunakan sensor PZEM-004T untuk perancangan prototipe sistem monitoring energi memiliki besar persentase nilai akurasi dari sistem yang dirancang terhadap alat ukur standar meliputi tegangan nilai error sebesar 1. 1%, arus mempunyai nilai error sebesar 2. 9%, dan perhitungan total konsumsi energi listrik mempunyai nilai error sebesar 3. Dikategorikan masih dalam batas wajar karena nilai error kurang dari 5%. Selain daripada itu peralatan listrik rumah tangga didapatkan hasil konsumsi energi listrik dalam waktu sebulan 214. 49 kWh dengan estimasi biaya sebesar Rp 290. 064,62. Kata Kunci: indekos, konsumsi energi listrik, monitoring, sensor, nodeMCU. PENDAHULUAN Seiring perkembangan zaman, penduduk di dunia semakin banyak terutama di Indonesia. Tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia sangat cepat, dan pertumbuhan infrastruktur juga mengikutinya. Tidak mengherankan bahwa seiring berjalannya waktu dan zaman, perkembangan teknologi di bidang kelistrikan telah berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia akan listrik. Energi listrik tidak dapat dibuat dengan mudah, perlu membutuhkan banyak proses untuk dapat membuat energi listrik yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dimulai dengan sistem pembangkitannya, proses sinkronisasi, dan bahan utama yang dibutuhkan sistem pembangkit untuk menghasilkan energi, nilai energi ini tidak murah. Energi listrik biasanya digunakan untuk berbagai macam elektronik dalam skala rumah tangga, seperti televisi, lampu, dispenser, mesin cuci, dan penanak nasi. Tingkat energi yang diperlukan untuk setiap beban elektronik ini bervariasi, dan semakin tinggi tingkat energi yang diperlukan, semakin tinggi biaya yang harus dibayar. Tidak memungkinkan untuk mengetahui energi yang digunakan setiap beban elektronik di setiap harinya, biaya yang perlu dikeluarkan untuk penggunaan energi listrik ini pun tak dapat diketahui secara pasti. Untuk mengantisipasi hal tersebut Dibutuhkan suatu sistem monitoring untuk mengawasi jumlah energi yang dikonsumsi oleh beban elektronik sehingga dari energi listrik ini dapat digunakan secara bijak. Pengukuran konsumsi energi listrik dapat dilakukan dengan Kilo Watt-Hours (KWH) Meter. Dimana setiap arus yang melalui perangkat dapat dihitung dengan sistem tersebut. Pengembangan KWH meter berdasarkan kebutuhan PLN yaitu 7 juta unit KWH meter sampai dengan tahun 2014. Berdasarkan data dari Buku Statistik Ketenagalistrikan No. 35-2021 (Sansuadi & Nugroho, 2021, p. data ketenagalistrikan hingga akhir 2021 kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik di Indonesia mencapai 74. 532,94 MW yang terdiri dari pembangkit PLN sebesar 43. 562,51 MW dan nonPLN sebesar 30. 970,43 MW. Dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 72. 72 MW, angka kapasitas pembangkit listrik tersebut naik sebesar 1. 782,22 MW atau 2,4 %. Berdasarkan kapasitas tersebut, 2 suplai listrik dapat tersalurkan hingga ke jxutaan penduduk indonesia baik rumah tangga maupun industri. Menurut (Annur, 2. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, distribusi listrik di Indonesia pun cenderung lebih banyak kepada rumah tangga sebanyak 45%, diikuti industri sebanyak 31%, komersial 17%, dan yang lain nya seperti kelompok sosial, gedung pemerintah, penerangan jalan umum sebesar 7%. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Gambar 1. Data distribusi listrik Dan juga dari (Dihni, 2. sumber Kementrian ESDM pada dalam pemakaian dirumah tangga, sumber energi listrik menjadi paling terbanyak yang digunakan dirumah tangga selain dari gas, elpiji, kerosene, dan biogas. Persentase konsumsi energi listrik pada rumah tangga mencapai 50,80% pada 2020. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 48,81%. Bahkan, konsumsi listrik rumah tangga selalu mendominasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Gambar 2. Kontribusi konsumsi energi di sektor rumah tangga Pemantauan jumlah daya dan energi yang digunakan juga dapat menentukan kualitas daya yang ada pada sistem jaringan listrik yang terpasang. Dengan demikian, pelanggan dapat menentukan langkah-langkah pemeliharaan dan pemanfaatan energi yang baik dan tepat untuk membuat sistem listrik menjadi handal dan efisien. Terdapat permasalahan yang timbul akibat tidak adanya pemantauan yang mudah dari jumlah energi listrik yang terpakai seperti pada indekos. Terdapat 5 orang penghuni indekos menemukan kesulitan untuk mengestimasi biaya listrik dikarenakan tidak mengetahui besar daya peralatan elektronik yang digunakan dengan golongan listrik 900VA. Berikut pendapat dari 5 orang yang mengalami kesulitan: Tabel 1. Pendapat Narasumber Nama Adhi Pendapat Jelas saya terganggu menjadi tidak mudah ditebak biaya listrik berapa yang dikeluarkan dan saya merasa resah jika biaya listrik terjadi lonjakan. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Nama Rusita Pendapat Saya kesulitan untuk mengelola pemakaian nya karena saya tidak tahu berapa banyak watt listrik yang saya pakai. Terkadang kesulitan karena saya terkadang teledor dalam mengelola listrik yang saya pakai Tidak terlalu sulit namun merasa resah saja dengan naik turun nya biaya listrik ini Kesulitan untuk seperti saya yang harus mengirit setiap bulan nya Hilmi Daffa Indah Hal ini diperkuat dengan hasil observasi secara langsung di indekos dengan 5 kamar tersebut yang berisi 10 orang. Gambar 3. Grafik jawaban penghuni indekos Adapun data transaksi pembayaran listrik yang dimiliki oleh ke- 5 orang tersebut beserta estimasi biaya menurut setiap orang selama 4 bulan dimulai dari Januari hingga April,. Menurut Adhi Pratama estimasi yang dia perkirakan berada di angka Rp. 000, tetapi yang terjadi yaitu tagihan selalu diatas perkiraan dari yang sebenarnya di Data Estimasi Biaya Listrik Adhi 450,000 400,000 350,000 300,000 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 Januari Februari Maret April 250,000 250,000 250,000 250,000 296,596 320,041 300,782 408,145 Gambar 4. Data Tagihan Listrik Adhi Pratama Adapun milik Rusita, estimasi yang di perkirakan berada di angka Rp. 000, namun yang terjadi yaitu lonjakan yang tidak stabil, pada bulan pertama tagihan tersebut sesuai dibawah estimasi nya, namun pada bulan ke Ae 2 melebihi estimasi, tetapi setelah itu di bulan ke Ae 4 terjadi lonjakan kembali berada diatas estimasi. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Data Estimasi Biaya Listrik Rusita 450,000 400,000 350,000 300,000 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 Januari Februari Maret April 250,000 250,000 250,000 250,000 296,596 320,041 300,782 408,145 Gambar 5. Data Tagihan Listrik Rusita Menurut Hilmi, estimasi yang diperkirakan berada di Rp. 000, di 3 bulan pertama sesuai dengan estimasi, namun pada bulan Februari dan Maret terjadi lonjakan yang tinggi. Data Estimasi Biaya Listrik Hilmi 450,000 400,000 350,000 300,000 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 Januari Februari Maret April 250,000 250,000 250,000 250,000 296,596 320,041 300,782 408,145 Gambar 6. Data Tagihan Listrik Hilmi Menurut Daffa, estimasi yang diperkirakan berada di Rp. 000, pada bulan pertama tagihan tersebut sesuai dibawah estimasi nya, namun pada bulan ke Ae 2 melebihi estimasi, tetapi setelah itu di bulan ke Ae 4 terjadi lonjakan kembali berada diatas estimasi. Data Estimasi Biaya Listrik Daffa 450,000 400,000 350,000 300,000 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 Januari 250,000 296,596 Februari 250,000 320,041 Maret 250,000 300,782 April 250,000 408,145 Gambar 7. Data Tagihan Listrik Daffa Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Menurut Indah, estimasi yang di perkirakan berada di Rp. 000, namun yang terjadi adalah ke 4 bulan tersebut tidak sesuai estimasi. Data Estimasi Biaya Listrik Indah 450,000 400,000 350,000 300,000 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 Januari Februari Maret April 250,000 250,000 250,000 250,000 296,596 320,041 300,782 408,145 Gambar 8. Data Tagihan Listrik Indah Dari semua 5 orang penghuni indekos Raya Sejahtera data tagihan dan data estimasi tersebut, terdapat adanya beberapa bulan yang tidak sesuai dengan estimasi, dan juga terjadinya lonjakan yang tidak stabil. Dari pengecekan langsung penghuni terkadang lupa untuk mematikan alat-alat elektronik yang mereka gunakan hingga berjam-jam. Menjadi salah satu faktor mengapa terjadinya lonjakan yang tidak stabil di setiap bulannya. Pemilik indekos merasakan belum tepatnya dalam perkiraan pembagian biaya listrik di setiap kamar seperti terkadang adanya keluhan dalam biaya listrik yang tidak seimbang dikarenakan pengguna kamar merasa hanya memakai sedikit penggunaan alat listriknya. Dan juga pemilik indekos tidak selalu mengecek alat listrik apa saja kah yang sering dipakai oleh pengguna kamar indekos menjadikan pembagian biaya listrik yang tidak merata. Maka dari itu solusi untuk permasalahan tersebut dengan cara menerapkan sistem pengawas yang memantau jumlah konsumsi daya listrik yang digunakan oleh penghuni indekos agar dapat mengetahui jumlah daya konsumsi listrik yang mereka gunakan, dan juga jumlah biaya tagihan komsumsi yang mereka gunakan. METODE Model Internet of Things Internet of Things yang merupakan gabungan dari berbagai macam node yang terhubung melalui internet, dengan penggabungan tersebut menjadikan internet of things sebuah konsep yang dapat digunakan sebagai dasar untuk komunikasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui menyatunya teknologi dan dampak sosial yang IoT dapat digambarkan sebagai prototype aplikasi global untuk memenuhi kebutuhan informasi, memungkinkan layanan interkoneksi dengan baik secara fisik maupun visual berdasarkan pada yang telah ada dan perkembangan informasi serta teknologi komunikasi (ICT) (Yudhanto & Azis, 2. Ada 7 layer dalam memahami IoT, seperti gambar dibawah ini. Gambar 9. Tahapan Model Internet of Things Physical Devices and Controllers Bagian ini berupa sensor, embed sistem, dan gateway, dan perangkat-perangkat teknis yang saling Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Connectivy Perangkat konektifitas yang menghubungkan perangkat fisik dengan internet seperti LoRa, dan Wifi. Edge Computing Berfungsi untuk menangkap data yang dikirimkan dari sensor. Data Accumulation Data dari sensor disimpan pada suatu storage. Data Abstraction Berfungsi untuk mengatur aliran data di sisi server atau cloud. Application Berfungsi sebagai control sistem untuk mobile aplikasi dan bisnis analisis. Collaboration & Process Berfungsi untuk memberikan informasi kepada personal untuk dapat melakukan suatu hal berdasarkan data yang diterima. Model Prototype Model yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model pengembangan prosedural, yang merupakan jenis model deskriptif yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan suatu produk. Selain itu, model pengembangan sistem yang akan digunakan adalah model prototipe. Tahapan dalam pembuatan model prototype terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain: Komunikasi Tim pengembang perangkat lunak berkomunikasi secara langsung dengan pengguna melalui beberapa pertemuan untuk mendiskusikan, mengidentifikasi, dan mendefinisikan sasaran keseluruhan dari perangkat lunak yang akan dikembangkan. Perencanaan dan Perancangan Cepat Selanjutnya, dilakukan perencanaan pembuatan prototipe dalam bentuk "rancangan cepat" yang berfokus pada representasi semua aspek perangkat lunak yang akan terlihat oleh pengguna akhir. Kontruksi Prototype Selanjutnya, dilanjutkan dengan memulai konstruksi pembuatan prototype yang akan diserahkan dan diterapkan kepada para pengguna. Penerapan dan Umpan balik Pengguna akan memberikan umpan balik yang akan digunakan oleh pengembang untuk melakukan peningkatan dan perbaikan berdasarkan kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya. Prosedur Pengembangan Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, juga dikenal sebagai R&D (Research and Developmen. , yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah perangkat lunak atau aplikasi. Dalam penelitian ini, prosedur pengembangan dapat digambarkan pada flowchart berikut: Gambar 10. Prosedur Pengembangan Beberapa tahapan didalam prosedur pengembangan pada penelitian dapat diuraikan sebagaimana ilustrasi diatas. Analisa Kebutuhan: Pengumpulan data dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan sebagai dasar acuan dalam pengembangan sistem. Penetapan dan Penerapan Metode: Dalam penelitian ini, metode yang akan digunakan dalam pengembangan aplikasi ditentukan berdasarkan jurnal yang relevan yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Metode yang akan diterapkan adalah metode sensor PZEM-004T. Desain Produk: Perancangan tahapan pembuatan aplikasi dilakukan untuk memastikan bahwa aplikasi yang dibuat dapat memenuhi kebutuhan pengguna atau user. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Membangun Prototype: Proses pembuatan sistem dimulai dari rancang bangun yang telah direncanakan dan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya. Evaluasi: Aplikasi yang telah dibuat diuji kepada ahli sistem informasi, ahli materi, dan pengguna untuk mengevaluasi tingkat keberhasilannya sesuai dengan kebutuhan serta untuk mengidentifikasi kesalahan yang mungkin ada dalam aplikasi tersebut. Revisi: Setelah pengujian, dilakukan perbaikan pada aplikasi untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan. Jika aplikasi yang dihasilkan telah sesuai dengan kebutuhan, maka akan menjadi produk akhir. Namun, jika aplikasi yang dibuat belum memenuhi kebutuhan, maka akan kembali ke tahap desain untuk melakukan perbaikan yang diperlukan. Produk Akhir: Produk yang telah melewati tahap evaluasi oleh ahli sistem informasi, ahli materi, dan pengguna dan dinyatakan layak untuk digunakan, akan dianggap sebagai produk yang berhasil. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kebutuhan dan Hasil Analisis Kebutuhan Analisis Kebutuhan Proses ini diawali dengan mengumpulkan berbagai kebutuhan, yang kemudian diikuti oleh analisis mendalam terhadap kebutuhan tersebut. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang komprehensif, yang nantinya akan diimplementasikan dalam pengembangan aplikasi. Dalam pelaksanaannya, pendekatan ini menggunakan tiga metode berbeda: Observasi Observasi ini dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap kamar penghuni indekos. Temuan dari pengamatan ini akan dirangkum menjadi sebuah deskripsi umum tentang tidak adanya pengukuran arus beban listrik serta mengestimasikan biaya beban listrik tanpa melibatkan teknologi. Pernyataan Umum Pemilik Indekos Raya Sejahtera di setiap bulannya selalu mengestimasikan biaya listrik yang dipakai oleh penghuni nya lalu saling membagi biaya tagihan secara merata kepada penghuni nya. Praktik ini bertujuan untuk adanya saling membantu satu sama lain agar biaya listrik tidak terasa mahal. Wawancara Dalam rangka mengetahui cara pemantauan dan estimasi biaya listrik, dilakukan wawancara dengan penghuni indekos. Hasil dari wawancara tersebut mengungkapkan bahwa jarang sekali memantau pemakaian apa saja listrik yang selalu hidup dan juga merasa tidak sesuai dengan estimasi yang dia Hasil Analisa Kebutuhan Hasil Analisa Metode Internet of Things Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, teridentifikasi kebutuhan perusahaan akan sistem pemantauan tanaman jarak jauh. Untuk menjawab kebutuhan ini, peneliti mengusulkan penerapan teknologi Internet of Things (IoT). Konsep IoT memungkinkan interkoneksi perangkat melalui internet, memfasilitasi pemantauan penggunaan daya listrik oleh pemilik indekos dari lokasi yang berbeda. Pemilik indekos memiliki laptop yang terhubung ke sebuah repeater, mikrokontroller di setiap kamar indekos tersebut menghubungkan ke sebuah repeater, menjadikan laptop tersebut dapat terhubung dengan sensor-sensor di setiap kamar indekos dan dapat di cek secara realtime selama jaringan tersebut ada dan daya listrik yang terus berjalan. Berikut gambar dibawah ini menjelaskan rancangan pada metode Internet of Things yang Gambar 11. Rancangan interkoneksi Internet of Things Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Implementasi sistem ini melibatkan penggunaan sensor untuk mengumpulkan data penggunaan watt dalam setiap 1 steker. Data ini kemudian ditransmisikan ke penyimpanan Cloud Database. Selanjutnya, sebuah aplikasi Android dirancang untuk mengakses dan menampilkan data dari Cloud Database, menyajikan informasi sesuai dengan sensor yang terdaftar. Gambar 12. Komunikasi antar alat. Cloud Database, aplikasi Berdasarkan Gambar 12 di atas, komunikasi alat dengan penyimpanan data Cloud Database yang berjalan dengan menggunakan layanan internet, microcontroller membutuhkan alat yang dapat menghubungkan alat-alat sensor yang digunakan untuk menerima data kondisi disekitar tanaman dengan Intermet. Dengan menggunakan alat Sensor Wireless, dapat mengirimkan data ke penyimpanan data Cloud Database dengan menggunakan akses intermet melalui Sensor Wireless, dengan menggunakan teknologi Wireless Sensor Network agar dapat menghubungkan setiap node microcontroller lain yang terhubung dalam satu jaringan. Proses pengiriman data dari mikrokontroler ke penyimpanan data Cloud Database dilakukan dengan menggunakan protokol HTTP sebagai antarmuka komunikasi, lalu menggunakan token API unik yang dibuat secara acak dan disimpan di database MySQL. Token ini kemudian diprogram ke dalam mikrokontroler saat proses flashing firmware. Setelah itu mikrokontroler yang dilengkapi modul WiFi diprogram untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kredensial WiFi yang telah ditentukan. Dalam program mikrokontroler, data sensor atau informasi lainnya dikumpulkan secara berkala. Data ini kemudian diformulasikan menjadi string HTTP request yang mencakup token API untuk otentikasi. Menggunakan library HTTP client, mikrokontroler mengirimkan data melalui metode POST atau GET ke host yang sudah dibuat. API menerima data lalu memproses dan menyimpan data ke dalam tabel yang sesuai di database MySQL menggunakan perintah SQL. Proses ini berulang secara periodik sesuai dengan interval waktu yang telah diprogram pada mikrokontroler, memungkinkan pemantauan dan penyimpanan data secara real-time. Gambar 13. Komunikasi Sensor. Alat. API, dan Aplikasi Gambar 13 mengilustrasikan konektivitas antara microcontroller dan aplikasi berbasis web dengan berbagai komponen sistem. Sensor mengirim data ke microcontroller yang memiliki akses internet yang memungkinkannya untuk mentransmisikan data MySQL. Di sisi lain, microcontroller hanya berperan sebagai penerima data dari sensor dan pengirim data ke MySQL Database. Sementara itu, aplikasi berbasis web memiliki jangkauan yang lebih luas dalam hal konektivitas API. Aplikasi ini mampu mengakses dan mengambil informasi dari seluruh API yang terintegrasi dalam sistem. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Hasil Analisis Teknologi Wireless Sensor Network Menggunakan Teknologi Wireless Sensor Network digunakan untuk menghubungkan microcontroller ke internet, memungkinkannya berkomunikasi dengan API MySQL. Ini memfasilitasi pertukaran data antara mikrokontroler dan layanan cloud tersebut. Gambar 13. Koneksi Wireless Sensor Network Gambar 13 merupakan gambaran dari koneksi microcontroller ke Access Point / Modem . ebagai sumber interne. yang saling terhubung agar microcontroller mendapatkan akses internet untuk dapat berkomunikasi dengan API yang dibutuhkan untuk menyimpan data yang didapat dari sensor yang sudah diinstall. Menggunakan microcontroller nodeMCU V. 3 yang sudah terpasang modul ESP8266 sebagai alat yang menghubungkan microcontroller dengan internet. menggunakan nodeMCU V. 3 sebagai Teknologi Wireless Sensor Network yang mudah digunakan untuk memberikan akses internet. Pembahasan Desain Antarmuka Aplikasi Desain antarmuka aplikasi adalah membuat interface sebagai rancangan awal aplikasi yang akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Desain antarmuka aplikasi dibuat sesuai dengan interface apa saja yang terdapat pada aplikasi. Berikut ini adalah desain antarmuka pada aplikasi pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik: Gambar 14. Mockup Halaman Login Gambar di atas menampilkan desain antarmuka halaman login yang dapat diakses oleh pengguna sebelum masuk ke halaman utama. Pengguna dapat memasukkan username dan password yang terdaftar dalam database sistem. Gambar 15. Mockup Halaman List Device Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Gambar di atas menampilkan desain antarmuka halaman list device yang dapat diakses oleh pengguna setelah melewati halaman login. Pada halaman utama terdapat beberapa komponen, yaitu: tombol monitoring, tombol account, dan daftar device yang didaftar. Gambar 16. Mockup Halaman Monitoring Gambar di atas menampilkan desain antarmuka halaman monitoring. Pada halaman monitoring, terdapat sebuah tabel yang berisi semua data sensor dan grafik monitoring energi yang berjalan. Gambar 17. Mockup Halaman Account Gambar di atas menampilkan desain antarmuka halaman account. Pada halaman account, terdapat sebuah tabel yang berisi account yang terdaftar dan di dalam tabel tersebut terdapat tombol aksi untuk mengedit dan menghapus account. Pengkodean Pengkodean adalah proses membuat aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yaitu PHP dan juga proses mengatur kontroler dengan menggunakan yaitu C#, serta menerapkan metode sensor PZEM004-T ke dalam aplikasi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan tujuan dari penelitian. Berikut merupakan beberapa source code dari aplikasi pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik: Menyambungkan Kontroler Dengan Database HTTPClient http. PZEM004Tv30 pzem(D7. DHT dht(DHTPIN. DHTTYPE). int reset_kwh = 0. float h, t. WiFiClient Client. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 /// ======== USER CONFIG ======= const char* ssid = "Test". const char* password = "yayaya123". String key = "66c5bd211ea6c". String url_server = "http://192. LiquidCrystal_I2C lcd. x27, 16, . //biasanya address 0x27 atau 0x3F yang beredar dipasaran /// ======== END CONFIG ======= void setup() { Serial. begin(). begin(). backlight(). setCursor. , . print("SMART HOME IoT"). setCursor. , . print("ENERGY METER"). koneksi_WiFi(). void koneksi_WiFi() { ESP. eraseConfig(). clear(). setCursor. , . print("KONEKSI KE WiFi :"). setCursor. , . WiFi. sid, passwor. Serial. println("Melakukan koneksi ke WiFi : " String. while (WiFi. status() != WL_CONNECTED) { delay. Serial. println(". "). clear(). setCursor. , . print("KONEKSI BERHASIL"). setCursor. , . print("IP:"). print(WiFi. localIP()). Serial. println("Berhasil Terkoneksi. IP : "). Serial. println(WiFi. localIP()). Mengambil Data Sensor void loop() { if (WiFi. status() == WL_CONNECTED) { float hum = dht. readHumidity(). float temp = dht. readTemperature(). float voltage = pzem. voltage(). float current = pzem. current(). float power = pzem. power(). float energy = pzem. energy(). ) { voltage = 0. ) { current = 0. ) { power = 0. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 if . ) { energy = 0. ) { hum = h. }else{ h = hum. ) { temp = t. }else{ t = temp. //for Debug sensor di serial monitor Serial. println("Tegangan : " String. " v"). Serial. println("Arus : " String. " A"). Serial. println("Power : " String. " Watt"). Serial. println("kWh : " String. nergy, . Serial. println(). //print ke lcd clear(). setCursor. , . print("v"). setCursor. , . print("|"). setCursor. , . print("A"). setCursor. , . print("W"). setCursor. , . print("|"). setCursor. , . nergy, . print("kWh"). //post data to server postData. oltage, current, power, energy, hum, tem. //reset kWh jika ada request reset dari server if . eset_kwh == . { reset_kwh = 0. resetkWh(). } else { clear(). setCursor. print("LOSS CONNECTION!"). koneksi_WiFi(). Mengeluarkan Data Sensor ke Kontroler Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 void postData. loat voltage, float current, float power, float energy, int hum, int tem. { DynamicJsonDocument doc. doc["key"] = key. doc["pzem"]["volt"] = voltage. doc["pzem"]["amp"] = current. doc["pzem"]["power"] = power. doc["pzem"]["kwh"] = energy. doc["dht"]["hum"] = hum. doc["dht"]["temp"] = temp. String json. serializeJson. oc, jso. //Serial. begin(Client, url_server "/smarthome/API/energymeter. php"). addHeader("Content-Type", "application/json"). int httpResponseCode = http. POST. Serial. println("KODE ERROR REQUEST = " String. ttpResponseCod. ttpResponseCode > . { String response = http. getString(). char json. toCharArray. son, . StaticJsonDocument<800> doc. deserializeJson. oc, jso. int error = doc["error"]. rror == . { Serial. println("SERVER RESPON = " respons. reset_kwh = doc["reset_kwh"]. } else { Serial. println("TERHUBUNG KE SERVER TAPI GAGAL MENGOLAH DATA"). } else { Serial. println("GAGAL TERHUBUNG DENGAN SERVER"). void resetkWh() { Serial. println("Melakukan RESET kWh. "). clear(). setCursor. print("RESET kWh !!"). setCursor. print("STATUS : "). resetEnergy(). begin(Client, url_server "/smarthome/API/sukses_reset_kwh. php"). addHeader("Content-Type", "application/x-w-form-urlencoded"). int httpResponseCode = http. POST("key=" ke. Serial. println("KODE ERROR REQUEST = " String. ttpResponseCod. ttpResponseCode == . { String response = http. getString(). Serial. println("SERVER RESPONSE = " respons. char json. toCharArray. son, . StaticJsonDocument<800> doc. deserializeJson. oc, jso. int error = doc["error"]. String message = doc["reset"]. Serial. print("RESET Status : " messag. rror != . { delay. resetkWh(). Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 } else { Serial. println("RESET kWh Gagal Ulangi Proses"). print("Again"). resetkWh(). Serial. println(). Prototype Alat Tahap selanjutnya dari perancangan sistem adalah pembuatan Prototype. Berikut adalah mockup dari sistem pengukuran arus listrik, seperti pada gambar di bawah ini: Gambar 18. Mockup Sistem Pengukuran Arus Listrik Setelah pembuatan mockup untuk sistem, maka selanjutnya membuat prototype sesuai dengan mockup yang sudah dibuat, seperti pada gambar dibawah ini: Gambar 19. Prototype Alat Prototype Aplikasi Setelah data yang dibutuhkan sudah terpenuhi maka selanjutnya adalah tahapan membangun prototipe. Berikut tampilan prototipe aplikasi pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik: Tampilan Halaman Login Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 Gambar 20. Tampilan Halaman Login Gambar di atas menampilkan tampilan halaman login yang dapat diakses oleh pengguna sebelum masuk ke halaman utama. Pengguna dapat memasukkan username dan password yang terdaftar dalam database . Tampilan Halaman List Device Gambar 21. Tampilan Halaman List Device Gambar di atas menampilkan tampilan halaman list device yang dapat diakses oleh pengguna setelah melewati halaman login. Pada halaman utama terdapat beberapa komponen, yaitu: tombol monitoring, tombol account, dan daftar device yang didaftar. Tampilan Monitoring Gambar 22. Tampilan Halaman Monitoring Gambar di atas menampilkan tampilan halaman monitoring. Pada halaman data produk, terdapat sebuah tabel yang berisi semua data kontroler dan di dalam tabel tersebut terdapat tombol aksi untuk memilih kontroler mana yang ingin dilihat datanya. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 . Tampilan Input Tambah Kontroler Gambar 23. Tampilan Halaman Tambah Kontroler Gambar di atas menampilkan tampilan halaman tambah kontroler. Pada halaman tambah data kontroler, terdapat form input, tombol simpan, dan data access token untuk menghubungkan antar sensor dan kontroler yang terhubung ke internet. Tampilan Perbarui Data Kontroler Gambar 24. Tampilan Halaman Perbarui Data Kontroler Gambar di atas menampilkan tampilan halaman perbarui data kontroler. Pada halaman perbarui data kontroler, terdapat form input, dan tombol update. Tampilan Halaman Account Gambar 25. Tampilan Halaman Account Gambar di atas menampilkan tampilan halaman account. Pada halaman account, terdapat sebuah tabel yang berisi semua data account yang terdaftar dan di dalam tabel tersebut terdapat tombol aksi untuk mengedit dan menghapus. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 . Tampilan Input User Account Gambar 26. Tampilan Halaman Tambah User Account Gambar di atas menampilkan tampilan halaman tambah akun pengguna. Pada halaman tambah data produk, terdapat form input, dan tombol simpan. Evaluasi Evaluasi yaitu proses untuk mengetahui tingkat kebergunaan dan mengetahui kekurangan sehingga dapat diperbaiki sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi pada penelitian ini yaitu evaluasi produk yang dihasilkan yaitu aplikasi. Tujuan evaluasi dari aplikasi. Hasil Kuesioner Kelayakan Sistem Untuk Ahli Sistem dan Ahli Materi Dalam penelitian ini, dua orang ahli sistem dan ahli materi yang terlibat. Mereka adalah dosen di Fakultas Informatika pada Universitas Binaniaga Indonesia, dengan spesialisasi dalam mata kuliah jaringan dan teknologi informasi. Kuesioner yang mereka isi berisi pendapat mereka tentang alur program yang digunakan dalam pengembangan aplikasi pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik. Kuesioner tersebut berisi pertanyaan yang ditujukan kepada ahli sistem mengenai alur aplikasi dalam pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik. Skor penilaian dalam kuesioner uji ahli ini yaitu menggunakan skala Guttman yakni Ya untuk nilai 1 dan Tidak untuk nilai 0. Adapun pertanyaan menggunakan model ISO 9126 yang diajukan untuk mengetahui persepsi ahli sistem terkait metode sensor PZEM004-T yang diterapkan kedalam sistem pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik adalah sebagai berikut: Fungsionalitas P1. Apakah fitur-fitur yang disediakan oleh situs web pengukuran arus listrik beserta menentukan estimasi biaya listrik sudah memenuhi kebutuhan pengguna? P2. Bisakah perangkat lunak menghasilkan hasil yang diharapkan? P3. Apakah perangkat lunak dilengkapi dengan Tindakan pengamanan? P4. Bisakah perangkat lunak berinteraksi dengan sistem lain? Kehandalan P5. Bisakah Sebagian besar kesalahan dihilangkan dari waktu ke waktu? P6. Bisakah Software menangani kesalahan? P7. Apakah Software dapat bekerja dan mengembalikan data? Kebergunaan P8. Bisakah Software dipahami dengan mudah? P9. Bisakah Software dipelajari dengan mudah? P10. Bisakah Software dioperasikan dengan mudah? P11. Apakah Software memiliki antarmuka yang menarik? Efesiensi P12. Apakah perangkat lunak berperilaku tepat waktu? P13. Apakah perangkat lunak mampu menjalankan tugasnya dengan baik menggunakan sumber daya yang dimiliki? Pemeliharaan P14. Bisakah perangkat lunak dengan mudah menemukan penyebab terjadinya kegagalan? P15. Bisakah perangkat lunak di modifikasi atau di ubah dengan mudah? P16. Bisakah perangkat lunak meminimalkan efek tak terduga dari modifikasi perangkat lunak? P17. Bisakah perangkat lunak di validasi pada perangkat lain? Portabilitas P18. Bisakah perangkat lunak diadaptasikan dengan mudah? P19. Bisakah perangkat lunak diinstall dengan mudah? P20. Bisakah perangkat lunak bekerja dengan sistem perangkat lunak yang ada? Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 P21. Bisakah perangkat lunak digunakan sebagai pengganti perangkat lunak serupa? Skala yang digunakan dalam perhitungan kuesioner ini yaitu skala guttman, yang mana jawaban AuValidAy diberi skor 1 dan jawaban AuTidak ValidAy diberi skor 0. Adapun hasil dari kuesioner untuk ahli sistem dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Hasil Kuesioner Untuk Ahli Sistem dan Ahli Materi Respond Pertanyaan Total Tabel 3. Hasil Kuesioner Untuk Ahli Sistem dan Ahli Materi Pertanyaan Responden 1 Pendapat: Au-Ay Saran: AuKarena hanya prototipe coba untuk tiadakan timeout jaringannyaAy Responden 2 Pendapat: Au-Ay Saran: Au-Ay Berdasarkan pada table diatas, diperoleh skor yang telah diobservasikan berjumlah 42, maka dapat dihitung presentase kelayakan yang diperoleh yaitu sebagai berikut: ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycuycaycyceycycycaycycn ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu (%) = ycu 100% ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnEaycaycycaycyycoycaycu ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu (%) = ycu 100% ycEycyceycyceycuycycaycyce yayceycoycaycycaycoycaycu (%) = 100% Berdasarkan perhitungan, hasil keseluruhan presentase kelayakan adalah 100%. Berdasarkan skala Likert, jika presentase berada dalam rentang 81%-100%, maka itu diartikan sebagai sangat layak. Hasil Kuesioner Kelayakan Sistem Untuk Pengguna Dalam Penelitian ini, uji kelayakan system langsung ditunjukan kepada pengguna sesuai dengan hasil sebar kuisioner sebanyak 286. Pertanyaan ini dibuat mengacu kepada Teknik perhitungan menggunakan metode dari SUS (System Usability Scal. Adapun pernyataan yang diajukan sebagai berikut: P1. Saya rasa saya ingin sering menggunakan sistem ini. P2. Saya menemukan sistem ini terlalu rumit. P3. Saya merasa sistem ini mudah digunakan. P4. Saya membutuhkan bantuan dari orang lain atau teknisi dalam menggunakan sistem ini. P5. Saya merasa fitur-fitur sistem ini berjalan dengan semestinya. P6. Saya merasa ada banyak hal yang tidak konsisten . idak serasi pada sistem in. P7. Saya merasa orang lain akan memahami cara menggunakan sistem ini dengan cepat. P8. Saya menemukan sistem ini sangat rumit untuk digunakan. P9. Saya merasa sangat percaya diri menggunakan sistem ini. P10. Saya perlu mempelajari banyak hal sebelum dapat mulai menggunakan sistem ini. Dalam masing-masing pernyataan ini skor nilai yang digunakan menggunakan Skala Likert yaitu Responden bisa menjawabnya dengan aturan 5 poin yaitu Sangat Setuju . Setuju . Ragu-ragu . Tidak Setuju . dan Sangat Tidak Setuju . Adapun hasil dari kuesioner untuk ahli pengguna dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Kuesioner Untuk Ahli Pengguna Responde Pertanyaan Nilai rata-rata P10 Jumlah Rumus SUS Berdasarkan tabel diatas, maka dapat dihitung presentase kelayakan dari aplikasi ini menggunakan metode SUS (System Usability Scal. Rumus SUS Skor system usability scale = (C12-. -D. (E12-. -F. (G12-. -H. (I12-. (K12-. -L. )* 2,. ) Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. Desember, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109-1350 ycu = Ocycu ycu Responden 1. SUS = ((Q1 Oe . Oe Q. (Q3 Oe . Oe Q. (Q5 Oe . Oe Q. (Q7 Oe . Oe Q. (Q9 Oe . Oe Q. ) y 2. SUS = (. Oe . Oe . Oe . Oe . Oe . Oe . Oe . Oe . Oe . Oe . ) y SUS = . 4 4 2 4 0 4 3 4 . SUS = 30 y 2. SUS = 75 Perhitungan SUS dilakukan untuk setiap responden seperti cara diatas. Setelah semua responden memiliki nilai SUS, maka terakhir dicari rata-rata nya untuk menentukan skor grade dari SUS. Pada penelitian ini Uji Kuesioner Kelayakan Sistem Untuk Pengguna mendapatkan skor SUS 79 dan mendapatkan grade B. Produk Akhir Hasil akhir dari pengembangan ini adalah sebuah sensor pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik. Sensor ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengguna indekos mengenai alat mana yang pemakaian nya lebih banyak arusnya, dan berapa biaya beban alat device yang tersambung pada listrik. Dengan demikian, aplikasi ini dapat membantu mengatasi masalah dalam mengukur arus listrik device mana yang memakai beban lebih banyak dan juga biaya beban listrik device tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang dilakukan pada sistem pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik menggunakan metode sensor PZEM004-T. Maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Sistem pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik sudah dapat dibuat dengan baik dan terbukti sistem dapat mengukur dan menampilkan hasil pengukuran nilai tegangan, arus, daya aktif, konsumsi energi listrik dan estimasi biaya yang harus dibayarkan. Sistem pengukuran arus listrik beserta estimasi biaya listrik ini dapat digunakan dengan baik. Besar persentase nilai akurasi dari sistem yang dirancang terhadap alat ukur standar meliputi tegangan nilai error sebesar 1. arus mempunyai nilai error sebesar 2. 9%, dan perhitungan total konsumsi energi listrik mempunyai nilai error Dikategorikan masih dalam batas wajar karena nilai error kurang dari 5%. Dari hasil perhitungan selama 30 hari didapatkan jumlah konsumsi energi sebesar 214. 49 kWh dengan estimasi biaya sebesar Rp 290. 064,62. Berbeda dengan acuan nominal dari PLN yang sebesar Rp 298. Hal ini menunjukan bahwa nilai error biaya listrik tersebut sebesar 2. 85%, dikategorikan masih dalam batas wajar karena nilai error kurang dari 5%. DAFTAR PUSTAKA