Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia Nur Indro Jurusan Hubungan Internasional. Universitas Katolik Parahyangan E-mail: nurindropy@gmail. Abstract: On poverty reduction is the ultimate goal of human development globally. Amartya Sen offers a perspective known as Development as Freedom, which prioritizes freedom as a goal and instrument development. Categories of development success, especially in humans as subjects who have an ever increasing freedom. Keywords: freedom, development, poverty, autonomy of human Abstrak: Pereduksian terhadap kemiskinan merupakan tujuan utama pembangunan manusia secara Amartya Sen menawarkan sebuah perspektif yang dikenal sebagai Development as Freedom, yang mengutamakan kebebasan sebagai tujuan dan instrumen pembangunan. Kategori keberhasilan pembangunan terutama pada manusia sebagai subyeknya yang memiliki kebebasan yang semakin Keywords: kebebasan, pengembangan, kemiskinan, otonomitas manusia kemiskinan yang terdapat di region yang kurang Pendahuluan Tidak bisa diingkari bahwa kemiskinan atau bahkan tidak menarik bagi investasi. Selain global merupakan permasalahan yang sampai hal itu, dalam buku tersebut di atas juga saat ini belum berhasil dipecahkan secara disebutkan bahwa hasil penelitian UNICEF menyeluruh, dalam pengertian tidak ada lagi menyatakan kalau proyek Structural Adjustment manusia yang terposisikan di bawah standard Programs cenderung meningkatkan jumlah kemiskinan (Winarno, 2011 : 53-. hidup layak. Berbagai penyebab kemiskinan telah dirumuskan dari sifat manusia tertentu Kemiskinan merupakan masalah sosial yang tidak mau atau tidak mampu berusaha yang membutuhkan penyelesaian secara cepat sampai dengan adanya upaya sruktural yang dan bilamana bisa, serempak. Selain itu, tidak memang merupakan kesengajaan. Ada beberapa bisa tidak kemiskinan tidak hanya berkaitan program yang berusaha untuk mengatasi dengan aspek ekonomi tetapi seluruh aspek kemiskinan global tetapi belum menunjukkan kehidupan manusia. Menurut Haralambos, hasil atau bahkan semakin meningkatkan kadar untuk menyelesaian kondisi kemiskinan dibutuhkan dua langkah upaya (Haralambos, 1980 : . Kenyataan bahwa sampai saat ini kemiskinan global belum bisa diatasi, dapat 1/ mengidentifikasikan dan mendefinisikan dinyatakan disebabkan oleh beberapa hal. Dalam buku Isu-Isu Global Kontemporer yang 2/ mengkonstruksi cara-cara untuk ditulis oleh Budi Winarno tersurat bahwa: . karena isu kemiskinan tidak berhubungan Dalam skala global penyebab langsung dengan negara maju, maka kemiskinan kemiskinan secara umum dapat dinyatakan hanya menjadi perhatian Perserikatan Bangsa- adanya ketidakadilan struktural global. Bangsa yang kurang dukungan. banyak Ketidakadilan struktural global dalam hal ini 24 P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia dimaknai sebagai adanya penguasaan ide, bahan menunjuk aturan-aturan yang dibentuk oleh dasar kehidupan dan kesempatan oleh negara- negara sebagai penghambat penciptaan negara maju kepada negara-negara terbelakang atau sedang berkembang. Sehubungan dengan Langkah yang dilakukan oleh negara- pandangan tersebut di atas, negara-negara negara untuk mengatasi kemiskinan yang terbelakang atau sedang berkembang memang melanda rakyatnya, pada umumnya dilakukan sengaja dimiskinkan secara struktural. Secara pembangunan yang dibantu oleh lembaga- umum terdapat pandangan yang memposisikan lembaga internasional seperti United Nations berhadapan antara negara-negara terbelakang Development Program. Berbagai program atau sedang berkembang sebagai Timur dan pembangunan dibentuk dan diimplementasikan negara-negara maju sebagai Barat. Mengikuti terutama berkaitan dengan penyediaan lapangan teori Modernisasi, negara-negara Timur baru kerja, pembatasan kelahiran dan peningkatan bisa berkembang apabila mengikuti pola investasi asing. Di negara sedang berkembang pembangunan yang telah dilalui oleh negara- usaha pembangunan ini pada umumnya negara Barat. Dengan demikian, manusia hanya menempuh model technokrati, untu bisa berkembang dalam satu garis linier, yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pada ditentukan dan berisi nilai-nilai Barat. Selain hal umumnya negara-negara sedang berkembang tersebut akan memunculkan kenyataan bahwa seperti Indonesia tidak memiliki modal negara-negara terbelakang atau sedang pembangunan, langkah pertama yang dilakukan berkembang selalu tertinggal, memiliki adalah meraih peningkatan investasi asing. kesejajaran dengan negara-negara majupun Model tersebut berusaha meningkatkan tidak dimungkinkan. Dalam perkembangan investasi asing untuk pertumbuhan ekonomi selanjutnya, fenomena kemajuan China dengan cara meningkatkan stabilitas negaranya. merupakan bantahan langsung terhadap Peningkatan stabilitas ini dilakukan dengan pandangan Modernisasi tersebut di atas walau menutup aspirasi rakyat dan meningkatkan tidak sepenuhnya. peran militer. Negara seringkali ditunjuk sebagai yang Amartya Kumar Sen memiliki bertanggung jawab atas kemiskinan rakyatnya, pemikiran yang berbeda dengan pengartian karena harusnya negara mampu membangun pembangunan di atas sebagai usaha untuk berbagai regulasi berkaitan dengan subsidi, membangun pertumbuhan ekonomi. kuota dan daya tahan terhadap pemanfaatan Pembangunan terutama adalah untuk rakyat. Bisa saja dalam hal ini secara sehingga seharusnya rakyat diberi hak bebas simplisistis dilakukan pembelaan terhadap untuk ikut menentukan. Dalam pandangan Sen, negara bahwa globalisasi tidak memungkinkan negara-negara yang otoriter tidak akan punya kedaulatan negara bersifat absolut. Demikian kemampuan untuk membangun karena tidak juga pemikiran tentang pasar bebas yang pernah mengetahui kehendak rakyatnya. dianggap mampu memenuhi peningkatan dan samping itu seharusnya pembangunan kesejahteraan manusiapun juga dipertanyakan, dilaksanakan oleh rakyat dalam kebebasan. terutama berkenaan dengan pembagian dan Tulisan ini akan berusaha memahami prinsip penguasaan hasil upaya kemajuan. Namun Sen tentang 'development as freedom' dalam demikian, para pembela pasar bebas akan kerangka global. Selain itu juga akan memahami Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia kegiatan United Nations Development Fungsi utama dari pemerintah yang baik Programme sebagai lembaga Perserikatan adalah bersifat negatif dan preventif. Bangsa-Bangsa yang berusaha untuk mengatasi Dengan munculnya resesi ekonomi kemisknan yang merebak di negara-negara global tahun 1932, pemikiran pasar bebas terbelakang dan sedang berkembang dengan terfalsifikasi karena ternyata tidak mampu upaya pencapaian Millenium Development bertahan terhadap berbagai perubahan. Dapat Goals/MDGs yang dilandaskan pada pemikiran juga dalam hal ini dinyatakan adanya gerak Sen. otomatis dalam dialektika antara pasar bebas dengan hambatan-hambatan atas pasar bebas. Benturan antara Negara dengan Pasar dalam Pasar bebas tidak mampu menahan munculnya Konteks Pembangunan sinthesis yang mereduksinya, karena Sebelum munculnya resesi dunia sekitar kemunculan kondisi perekonomian yang jenuh. tahun 1932, pemikiran pasar bebas kaum Liberal Resesi berusaha diatasi dengan New Deal, yang terasa lebih mengemuka terutama dengan merupakan kesepakatan agar negara campur ketiadaan campur tangan negara karena pasar tangan dalam perdagangan dengan wujud bergerak secara otomatis. Pemikiran subsidi, dan berbagai bantuan lainnya. Liberalisme ini didasarkan pada pandangan campurnya negara dalam pasar sangat terasa Adam Smith dalam buku yang berjudul The pada sekitar tahun 1950 sampai dengan 1970an Wealth of Nations yang diterbitkan pada tahun yang dikenal sebagai perspektif pembangunan Prinsip yang mengemuka dari Liberalisme dengan berbagai teori yang menyertainya, antara adalah bahwa kesejahteraan masyarakat akan lain: teori Saving and Investation dari Harrold Domar dan teori The Five Stages of Economics dengan adanya kebebasan terhadap pengejaran kepentingan-kepentingan pribadi Ikut Growth dari Rostow. dan efisiensi pasar bebas. Keadilan dimaknai Sumitro, ahli ekonomi Indonesia, sebagai adanya pencapaian yang bersifat mendefinisikan pembangunan sebagai suatu distributif bukan komunitatif, dalam pengertian transformasi dalam arti perubahan struktur bahwa kesejahteraan setiap orang tidak sejajar ekonomi (Djojohadikusumo, 1994 : . Dalam tetapi berdasarkan jasa yang diberikan kepada hal ini perubahan struktur ekonomi diartikan Dalam bukunya yang berjudul Liberal sebagai perubahan perimbangan keadaan yang Morality and Socialist Morality. B Gallie menyangkut landasan kegiatan dan bentuk menyebutkan beberapa pandangan Liberalisme, susunan ekonomi suatu masyarakat. Pemikiran sebagai berikut: Sumitro ini terkait dengan pandangan Arthur Keadilan secara esensial merupakan Lewis tentang pentingnya transformasi struktur suatu konsepsi distributif yang ekonomi pertanian ke struktur ekonomi industri dilandaskan kepada klaim umum bahwa dalam upaya reward harus proporsional dengan jasa. konteks pembangunan, pertumbuhan ekonomi Keadilan distributif paling baik bila sering dinyatakan mempunyai hubungan masing-masing individu dibiarkan asosiatif dengan pembangunan. pertumbuhan ekonomi. Dalam bebas untuk memutuskan cara yang Tahun 1995 diadakan Konsensus diambil dalam menggunakan Washington yang menginginkan negara kapasitasnya sendiri. mereduksi campur tangannya karena korporasi 26 P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia merasa tidak nyaman dalam berusaha, sering (Sen, 1999 : . Tidak dimungkinkan adanya bertabrakkan dengan peraturan-peraturan keberhasilan pembangunan yang ditentukan dan Dengan Neo Liberalisme dan bangunan diarahkan oleh segelintir orang. Tidak ada WTO, peran negara tergeser. Dalam buku Budi person atau person-person yang menjadi sasaran Winarno yang berjudul Melawan Gurita atau instrumen pembangunan, semuanya adalah Neoliberalisme, disebutkan bahwa perdebatan subyek pembangunan yang memiliki antara negara vs pasar akan menjadi isu paling hangat di era globalisasi saat ini. Penganut Neo Liberalisme berpendapat bahwa pasar merupakan mekanisme paling efisien, di lain pihak para pengritik Neo Liberalisme Lebih lanjut Sen menyatakan bahwa kebebasan merupakan tolok ukur pembangunan dengan dua alasan, yaitu: Alasan evaluatif, penilaian atas menyatakan bahwa untuk beroperasi pasar tetap keberhasilan pembangunan dipahami memerlukan negara (Winarno: 2010 : . Selain berdasarkan sejauh mana kebebasan itu. Budi Winarno juga menyatakan bahwa di era manusia meningkat. Dengan globalisasi ini terdapat pergeseran paradigma, peningkatan kebebasan, manusia dari stateled development ke arah market-driven semakin mampu untuk mengungkapkan development (Winarno: 2011 : . dan berusaha memenuhi kebutuhannya dalam pembangunan. Perspektif AuDevelopment as FreedomAy Amartya Sen Alasan efektivitas, keberhasilan pembangunan sepenuhnya tergantung Pada tahun 1981 Amartya Kumar Sen pada manusia yang bebas. Dengan mulai terkenal di dalam bidang ekonomi politik kebebasan yang dimilikinya, manusia melalui tulisannya dalam buku yang berjudul menentukan tujuan dan cara pemenuhan Poverty and Famine: An Essay on Entitlement and Deprivation. Menurut Sen, kemiskinan dan Sehubungan dengan pembangunan kelaparan tidak hanya diakibatkan oleh bencana sebagai perluasan kebebasan, menurut Sen perlu alam tetapi juga kediktatoran dalam sistem didasarkan atas dua sudut pandang yaitu: the politik suatu negara. Lebih lanjut menurut Budi primary end, yang disebut sebagai peran Winarno, teori Sen perlu mendapatkan perhatian konstitutif dan the principal means, yang disebut khusus sehubungan dengan dua alasan. Pertama, sebagai peran instrumental (Sen, 1999 : . Sen tidak hanya menekankan pembangunan Peran konstitutif dalam pembangunan mengacu sebatas pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kepada pentingnya kebebasan sesungguhnya mengutamakan pembangunan sebagai dalam meningkatkan kehidupan manusia. penciptaan ruang kebebasan yang lebih luas Sedangkan peran instrumental dalam (Winarno, 2011 : . Bagi Sen pembangunan pembangunan mengacu kepada sarana-sarana selalu berkaitan dengan usaha untuk untuk mencapai kebebasan seutuhnya. mengupayakan munculnya bangunan Instrumental kebebasan terdiri dari lima jenis: kebebasan nyata dan atau pengembangannya 1/ kebebasan politik, 2/ kesempatan-kesempatan yang lebih besar yang dapat dinikmati oleh dalam bidang ekonomi, 3/ kesempatan- rakyat, development can be seen as a process of kesempatan dalam bidang sosial, 4/ jaminan expanding the real freedoms that people enjoy adanya keterbukaan, dan 5/ jaminan keamanan P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia (Sen, 1999 : . Dalam mewujudkan kebebasan mampu memenuhi kehendaknya terutama untuk dan atau meningkatkanya perlu upaya untuk Kapabilitas merupakan elemen menghilangkan intoleransi, kemiskinan dan fundamental manusia karena semakin besar pemerintahan yang totaliter. kapabilitas seseorang, makin besar pula Bagi penyanggah kebebasan sebagai kebebasan untuk merespon peluang-peluang instrumen dan tujuan pembangunan, menurut yang ada. Selain itu kapabilitas juga mampu Wiyta penolakan terhadap kebebasan mempengaruhi perubahan sosial dan ekonomi, didasarkan atas beberapa argumentasi sebagai hal ini sesuai dengan yang diungapkan Sen berikut (Wiyta, 2. bahwa kemiskinan terjadi karena adanya Pertama, kebebasan menghambat pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi perampasan kapabilitas . apability dalam hal ini sangat membutuhkan komando Konsep human capability Sen dapat yang berkuasa untuk menentukan dan dipahami dengan membedakan antara Dengan demikian pertumbuhan dan perkembangan ekonomi pembangunan tidak menurut masing-masing dalam konteks pembangunan. Pertumbuhan individu tetapi dipimpin agar serempak ekonomi pada umumnya mencapai tujuan. upaya memproduksi barang lebih banyak tanpa diartikan sebagai Kedua, bagi manusia pemenuhan memikirkan yang terjadi pada produsen maupun kebutuhan ekonomi lebih utama daripada Tujuan utama pertumbuhan kebebasan politik. Dalam hal ini, pemenuhan ekonomi adalah menaikkan pendapatan per kebutuhan ekonomi lebih berkaitan langsung Sedangkan perkembangan ekonomi dengan kehidupan eksistensial pertama menyangkut pengembangan kemampuan Sedangkan kebebasan politik manusia yang berkaitan dengan peningkatan merupakan kebutuhan yang baru bisa dipenuhi harapan hidup, bebas buta huruf, kesehatan dan setelah kebtuhan ekonomi tercapai. pendidikan dalam masyarakat. Dengan Ketiga, kebebasan adalah konsep Barat, demikian perkembangan selalu berkenaan sehingga tidak sesuai dengan nilai-nilai Timur. dengan peningkatan harkat manusia shg mampu Penerapan kebebasan sebagai konsep Barat di m e r a s a b e rg u n a b a g i k o m u n i t a s n y a . Timur akan menjadi dominasi nilai, penguasaan. Sehubungan dengan hal tersebut Sen Bagi Sen, pembangunan harus berpendapat bahwa negara seharusnya berfokus dipandang sebagai usaha untuk memperluas kepada tujuan yang nyata, yakni: perkembangan kebebasan substantif atau human capability potensi manusia. Selain itu sebaiknya (Sen: 1999, . Konsep tentang human peningkatan perkembangan ekonomi dipandang capability dalam hal ini dibedakan dengan berbanding lurus dengan peningkatan anggota human capital. Konsep human capital hanya masyarakat yang bebas dari buta huruf dan memfokuskan perhatian kepada upaya untuk harapan hidup dari pada pertumbuhan produksi meningkatkan produksi atau cara agar manusia atau tingkat pendapatan. lebih produktif sehingga mampu memberi sumbangan besar bagi pertumbuhan ekonomi. Implementasi AuDevelopment as FreedomAy Sedangkan konsep human capability lebih Amartya Sen Dalam UNDP mengacu kepada kebebasan manusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa 28 P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia organisasi internasional yang mendirikan United Nations Relief and beranggotakan negara-negara berdaulat yang Rehabilitation Administrations (UNRA), dengan terikat dalam kesepakatan internasional yang misi utama untuk merehabilitasi dan menyatakan hak dan kewajiban negara-negara merekonstruksi negara-negara yang mengalami tersebut pada United Nations Charter. kehancuran di segala bidang akibat perang Kesepakatan ini dicetuskan pada tanggal 26 Juni (United Nations, 2004 : . 1945 dalam konferensi internasional di San Dalam perkembangan selanjutnya. Fransisco. Tujuan utama PBB adalah untuk terjadi perubahan tujuan bantuan yang semula menjaga perdamaian dan keamanan hanya untuk negara-negara yang menderita internasional, meningkatkan hubungan karena perang menjadi juga bagi baik antar negara-negara, mempromosikan negara-negara yang sedang berkembang. perubahan sosial, taraf hidup yang lebih baik Dengan demikan berdasarkan Resolusi Majelis serta Hak Asasi Manusia. Salah satu mandat Umum PBB 52 (I) dan 58 (I), serta resolusi yang harus diperjuangkan oleh PBB adalah ECOSOC tahun 1947 yang dilanjutkan dengan mempromosikan pembangunan, baik ekonomi Resolusi Majelis Umum 200 . tahun 1953 ataupun sosial. Berkaitan dengan hal tersebut di maka dibentuk United Nations Expanded atas, tujuh puluh persen dari sistem kerja PBB Programme of Technical Assistance. Pada tahun didedikasikan bagi program pembangunan. Hal 1958. The United Nations Special Fund tersebut didasari pandangan bahwa untuk dibentuk sebagai program PBB yang bertujuan menciptakan perdamaian, menghilangkan untuk memberi bantuan khusus berupa modal kemiskinan dan meningkatkan kehidupan bagi negara-negara sedang berkembang. seluruh manusia di dunia merupakan tugasnya Berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB no. (United Nations, 2004 : . 2029 (XX) tahun 1965 kedua badan tersebut Berdasarkan piagam di atas, terdapat digabung menjadi satu yang dikenal dengan enam badan utama dalam PBB, yaitu: 1/ General U N D P. T u j u a n u t a m a n y a a d a l a h Assembly, 2/Security Council, 3/Economic and mengintegrasikan bantuan sumber dana dan Social Council, 4/ Trusteeship Council, sumber daya, menghubungkan negara-negara International Court of Justice dan Secretariat. sedang berkembang dengan negara donor. Economic and Social Council merupakan dewan memberikan advokasi dan rekomendasi kepada utama PBB yang memiliki kepedulian terhadap negara-negara sedang berkembang berkaitan isu-isu ekonomi dan sosial yang salah satunya dengan pembangunan, terutama melalui adalah pembangunan. Dewan ini juga memiliki kegiatan pemberantasan kemiskinan dan banyak badan-badan khusus yang salah satu di pemerataan hasil-hasil pembangunan. antaranya adalah The United Nations Development Programme (UNDP). Gagasan awal berdirinya UNDP Sebagai sebuah organisasi pembanguan Perserikatan Bangsa-Bangsa. UNDP bekerja untuk mengatasi kemiskinan melalui berkaitan dengan pasca terjadinya Perang Dunia II yang berisi kekacauan ekonomi yang Agar usaha tersebut lebih membawa kesengsaraan kepada manusia, terarah, dibentuk Millenium Development Goals terutama di negara-negara yang tertimpa perang. (MDG'. Jaringan dan berbagai usaha Untuk mengatasi penderitaan tersebut. PBB koordinasi global UNDP terus berupaya agar P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia MDG's sebagai sasaran pembangunan dapat MDG's merupakan paradigma Perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan pembangunan global yang disepakati secara sosial bagi setiap individu serta bangsa internasional dalam Konferensi Tingkat Tinggi secara keseluruhan. Millenium PBB September 2000. Majelis Umum kemudian melegalkannya ke dalam Pencapaian MDG'S Dalam Perspektif Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa- AuDevelopment as FreedomAy Amartya Sen : Bangsa No. 55/2 tanggal 18 September 2000 Kasus Indonesia tentang Deklarasi Milenium Perserikatan Pada tahun 1998, ekonomi Indonesia Bangsa Bangsa (A/RES/55/2-United terpuruk dalam pemerintahan Rejim Soeharto Nations Millenium Declaratio. MDG's karena upaya pengembangan ekonomi terutama merupakan intisari gagasan yang dikembangkan keuangan terhambat oleh sistem pemerintahan oleh Jeffrey Sachs maupun Amartya Sen. yang otoriter. Hal tersebut terlihat ketika para Sesuai dengan pemikiran Amartya Sen, ahli ekonomi menyadari sepenuhnya bahwa UNDP mendifinisikan pembangunan berkenaan harus segera mungkin muncul usaha serius yang dengan MDG's sebagai suatu proses untuk tegas dan tepat untuk menghentikan memperluas pilihan-pilihan bagi warga, a kemerosoton perekonomian tetapi tidak ada process of enlarging people's choices. Dalam yang berani dan sanggup memberitahu Presiden upaya mengatasi kemiskinan, manusia untuk secepatnya mengatasi kondisi tersebut. sebagai the ultimate end, bukan Ketidakberanian ini karena pemerintahan instrumen pembangunan. Dengan demikian, presiden Soeharto yang otoriter. Dalam hal ini sesuai dengan ungkapan Michael Todaro dan sangat berkaitan dengan pemikiran Sen Stephen Smith yang mengembangkan mengenai peranan proteksi demokrasi. pandangan Sen bahwa tujuan pembangunan Kebutuhan akan kehidupan demokrasi yang dilaksanakan UNDP paling tidak (Todaro mengemuka sehubungan dengan keterpurukan & Smith, 2004 : . ekonomi yang kemungkinan besar bisa diatasi Peningkatan ketersediaan serta apabila memiliki kebebasan yang perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup yang pokok Badan Dunia untuk Program seperti pangan, sandang, papan. Pembangunan atau UNDP pada saat itu kesehatan dan perlindungan keamanan. menempatkan Indonesia pada urutan ke 111 dari Peningkatan standar hidup yang tidak 182 negara dalam perkembangan indeks hanya berupa peningkatan pendapatan, pembangunan manusia . uman development tetapi juga meliputi penambahan index/HDI). Peringkat Indonesia tersebut lebih lapangan kerja, perbaikan kualitas rendah dari pada negara-negara di Asia pendidikan, serta peningkatan perhatian Tenggara. Hal tersebut diungkapkan dalam atas nilai-nilai kultural dan Laporan Pembangunan Manusia 2009: AuDari kemanusiaan yang tidak hanya untuk laporan terbaru. Indonesia menempati posisi 111 memperbaiki kesejahteraan materiil, dari 182 negara. Peringkat ini lebih buruk melainkan juga menumbuhkan harga daripada peringkat Palestina di 110 dan Srilanka diri dalam pribadi dan bangsa yang di 102 sebagai negara-negara yang masih 30 P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia dilanda konflik bersenjataAy (Suwarno, 2. Laporan Tujuan Pembangunan Milenium Kualitas hidup manusia merupakan tolok ukur (MDG'. Indonesia tahun 2007, proporsi utama penilaian tersebut. pengeluaran untuk konsumsi penduduk 20 Menurut Tim Penyusunan Laporan Tujuan Pembangunan Milenium (MDG'. Indonesia dengan tujuan untuk menanggulangi persen termiskin dibandingkan dengan pengeluaran seluruh penduduk tercatat sebesar 9,3 persen pada tahun 1990. Dalam kemiskinan dan kelaparan memiliki 2 target: kurun waktu 15 tahun perkembangan proporsi menurunkan proporsi penduduk yang konsumsi penduduk termiskin dilaporkan sangat tingkat pendapatannya di bawah US$ 1 Nilai indikator pada tahun 2002 per hari menjadi setengahnya dalam mencapai 9,1 persen dan dua tahun berikutnya kurun waktu 1990-2015, hanya meningkat menjadi 9,7 persen. Usaha menurunkan proporsi penduduk yang untuk menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi menderita kelaparan menjadi setengahnya di setengahnya dalam kurun waktu 1990- tahun 2015 merupakan target MDG's. Secara Dalam kurun waktu 1990-2006, umum status gizi penduduk semakin membaik, persentase penduduk dengan penderita gizi buruk/kurang menurun dari 37,47 pendapatan di bawah US$ 1 per hari persen tahn 1989 menjadi 26,36 pada tahun mengalami penurunan yang sangat Indikator status gizi ini terus membaik, berarti bahwa pada tahun 1990 sebesar menjadi 27,30 persen pada tahun 2002 namun 20,60 persen menjadi 7,54 persen pada meningkat kembali pada tahun 2005 menjadi 28,17 persen. Jika menggunakan kondisi tahun Laporan PBB menyatakan bahwa 1989 sebagai dasar. Indonesia diharapkan dapat Indonesia telah mencapai target MDG's sesuai mencapai target 18,74 persen pada tahun 2015. dengan indikator pertama dalam pengurangan Dalam hal ini, upaya peningkatan tingkat kemiskinan. Terkait dengan indikator perkembangan manusia dalam prespektif Sen, kedua, untuk menurunkan angka kemiskinan belum sepenuhnya mengikutsertakan rakyat setengahnya pada tahun 2015 merupakan upaya Indonesia secara keseluruhan. Anggota Dewan yang berat unuk memenuhinya. Pada tahun 2006 Perwakilan Rakyat sangat diharapkan untuk tingkat kemiskinan di Indonesia meningkat lebih mengatasnamakan rakyat bukan partai menjadi 17,75 persen, karena meningkatnya politik atau dirinya sendiri. Dengan demikian inflasi ketika pemerintah Indonesia menaikkan rakyat Indonesia belum menjadi subyek harga bahan bakar minak dalam negeri yang pembangunan, karena segenap aspirasi dilakukan demi menyehatkan perekonomian pembangunannya belum seutuhnya nasional sesuai dengan perubahan harga minyak Di samping hal tersebut, beberapa Data Biro Pusat Statistik menunjukkan program pembangunan berhasil memperbaiki pengeluaran rumah tangga untuk makanan pada perekonomian yang membawa dampak tahun 2006 mencapai 53,01 persen. Pengeluaran penurunan kemiskinan menjadi 16,58 persen rumah tangga untuk makanan ini berkaitan erat pada tahun 2007 dengan populasi penduduk dengan distribusi pendapatan masyarakat. miskin tercatat 37,17 juta jiwa. samping itu, pengeluaran rumah tangga untuk Sesuai dengan Tim Penyusunan non makanan pada tahun 2006 mencapai 46,99 P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia Data tersebut sangat jelas menunjukkan menegaskan agar kebijakan pemberantasan bahwa pengeluaran untuk makanan lebih besar kemiskinan tidak boleh tidak harus menyentuh dibandingkan dengan pengeluaran untuk non akar permasalahan. Oleh karena itu perlu Dengan demikian, data tersebut kebijakan komnikatif yang memperluas dan menyatakan bahwa Indonesia masih negara mengupayakan pemerataan pendidikan, sedang berkembang karena pengeluaran untuk peningkatan layanan kesehatan, pembangunan makanan lebih besar dibanding pengeluaran non perumahan, penciptaan lapangan kerja. Dalam perspektif Sen, dengan adanya pembangunan infra struktur untuk kekurangan tersebut di atas tentu saja the memperlancar transaksi perdagangan serta principle means belum terpenuhi dalam arti digalakkannya pembangunan daerah-daerah bahwa manusia Indonesia kurang memiliki tertinggal untuk mengurangi disparitas instrumen untuk mewujudkan kebebasan. perekonomian antar wilayah. Usaha yang Makna kemiskinan menurut Sen terkandung dalam kebijakan tersebut di atas ditandakan oleh pendidikan, pengetahuan dan dalam perspektif Sen merupakan keinginan ketrampilan rendah serta tidak berdaya. Dalam untuk memenuhi the principle means agar bidang politik, tidak memiliki kebebasan dan manusia Indonesia mampu menjadi subyek memiliki keterbatasan ruang partisipasi yang Kemampuan untuk menentukan menghalangi warga untuk terlibat dalam proses cara dan tujuan pembangunan merupakan cara pengambilan kebijakan publik. Akibat kondisi efektivitas perspektif Sen untuk meraih alasan seperti tersebut di atas, anggota-anggota evaluatif pembangunan, yakni memperbesar masyarakat Indonesia berada dalam kondisi ruang kebebasan. yang tidak setara untuk mendapatkan akses ke Indikator-indikator kemiskinan yakni sumber-sumber ekonomi produktif (Alhumami, ketidakmerataan distribusi ekonomi dan Dalam hal ini kemiskinan bukan hanya kelaparan, dalam pengamatan Sen yang diadopsi ketidakadilan untuk memperoleh pendapatan UNDP erat kaitannya dengan elemen moral agar mampu memenuhi kebutuhan dalam sistem pengambilan kebijakan di tingkat konsumtifnya tetapi merupakan kondisi tidak Menurut Sen, kelaparan secara substansial adanya pemerataan kesempatan untuk dan absolut tidak pernah terwujud di negara mendapatkan hak-haknya . Ukuran kemiskinan manapun yang independen, yang mengadakan berdasarkan kondisi tersebut di atas, dengan pemilihan umum secara tetap, yang memiliki indikator tingkat pendapatan per kapita atau per partai-partai oposisi dan mengijinkan media satuan rumah tangga, tidak lagi memadai. massa untuk menyiarkan laporannya dengan Kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk bebas (Nurani, 2. Di negara-negara yang meningkatkan pendapatan agar memiliki daya tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut di beli tinggi, tidak menyelesaikan akar atas, pembangunan ekonomi yang dilaksakan kemiskinan karena tidak memungkinkan pemerintah akan berdampak memberi beban seluruh rakyat tersentuh. Ketidakseimbangan semakin berat kepada rakyat kelas bawah karena pendapatan semakin terbentuk, jurang antara tingkat kemiskinan yang tinggi. Oleh karena itu yang kaya dan miskin yang jumlahnya lebih sangat perlu kesadaran moral pengambil banyak semakin dalam. kebijakan untuk berorientasi sepenuhnya Sesuai dengan pendapat Sen. UNDP kepada rakyat. 32 P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia Sesuai dengan perspektif Sen, yang rentan maupun sistem jaminan pembangunan berkelanjutan yang mengemuka sosial berbasis asuransi, terutama bagi akhir-akhir ini seringkali mengabaikan fakta masyarakat miskin. bahwa rakyat lebih utama membutuhkan M e n g h i l a n g k a n i n t e r - re g i o n a l perlindungan sosial bagi kesadaran adanya kepedulian ketia bencana dalam bentuk apapun Mengikuti Sen, pembangunan dalam mengganggu kehidupan mereka. Lebih jauh lagi arti pereduksian terhadap kemiskinan pemikiran Sen yang diimplementasikan UNDP tidak hanya sekedar bertumpu pada terutama untuk Indonesia adalah upaya pertumbuhan ekonomi yang berlipat tetapi penyadaran bahwa pembangunan seharusnya sangatlah perlu untuk memperhatikan moral tidak menjadi proses yang menakutkan yang terutama berkaitan dengan upayanya. justru mengorbankan rakyat kecil seperti halnya Fundamentalisme pasar yang diungkapkan pryek Sidoarjo. Pembangunan lebih baik Adam Smith dalam bukunya The Wealth of bersahabat dan mampu menyentuh serta Nations berkomnikasi dengan segala lapisan, karena berkeyakinan bahwa ada invisible hand yang semua membutuhkannya. Selain itu beroperasi untuk mengatur pasar. Dengan pembangnan sangat diharapkan menjadi sarana demikian muncul logos yakni pasar bebas yang bagi rakyat untuk mengembangkan hidup secara menjadi aksioma Smith untuk menyatakan bebas sesuai dengan kehendaknya termasuk bahwa pasar akan mengatur segalanya. Dalam untuk meningkatkan kebebasannya. Pasti saja hal ini perlu diberi catatan bahwa segalanya dalam hal ini kebebasan yang dipikirkan dan ternyata tetap dalam batasan ekonomi material. diimplementasikan tidak mereduksi Nilai-nilai moral tidak tersentuh apalagi kepemilikan atas kebebasan manusia lainnya. terkandung dalam pasar bebas. Bukan lagi yang ditulis pada tahun 1776 Oleh karena itu berkaitan dengan manusia sebagai subyek utama dalam pemikiran pemenuhan kebutuhan dasar. Tim Penyusunan Smith maupun Neo Liberalisme sebagai Laporan Tujuan Pembangunan Milenium 2007 perkembangannya lebih lanjut, bahkan manusia merumuskan berbagai tantangan yang dihadapi menjadi hanya sekedar obyek dan sarana Indonesia: pencapaian tujuan. Menjaga kegiatan ekonomi nasional Isu moral diungkapkan Sen berkaitan yang pro rakyat agar dapat mendorong dengan pemikiran Smith yang tidak memandang turunnya angka kemiskinan. manusia sebagai subyek pembangunan. Meningkatkan akses masyarakat miskin Berkaitan dengan pasar bebas. Sri-Edi Swasono terhadap pelayanan dasar seperti dalam tulisannya di Kompas mengutip pendidikan, kesehatan dan gizi. Hilbroner dan Thurow yang menyatakan bahwa Melibatkan masyarakat miskin untuk pasar adalah pelayan yang rajin bagi si kaya dapat meningkatkan kapasitasnya namun tidak peduli terhadap si miskin (Sri-Edi sendiri dalam menanggulangi Swasono. Kompas, 2 Oktober 2. Pengaruh pemikiran pasar bebas Neo Liberalisme yang Membangun dan mengembangkan mengemuka dan menyebar menjadi bersifat sistem perlindungan sosial, baik yang fundamental saat ini tidak memiliki hirauan berbentuk bantuan sosial bagi mereka terhadap kemiskinan. Pasar tetap memiliki P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia batas, apalagi diberlakukan sebagai prinsip yang is situation sufferd by people who are not able to tanpa menghiraukan nilai-nilai kemanusiaan. meet their material and non material needs Bagaimana prinsip pasar bebas mampu through their own effort. Dalam hal ini mensejahterakan manusia bila pemahamannya kemiskinan diatasi deengan creation of human atas manusia tidak utuh, hanya dilihat sebagai well-being through sustainable societies in modal ekonomi? Modernisasi yang telah social, cultural, political, and economic terms. diterapkan di Indonesia yang lebih terspesifikasi Dengan demikian walaupun Indonesia menjadi dalam model pembangunan teknokratis, perlu anggota WTO, sangatlah diharapkan tetap diberi catatan bahwa rakyat Indonesia bukan mengikutsertakan nilai-nilai moral dalam mesin raksasa yang tidak memiliki kesadaran kebijakan dan mplementasi pembangunannya. Sistem yang diagung-agungkan oleh Neo Liberalisme yang diikuti Indonesia sebagai Penutup anggota WTO akan membentuk konfigurasi Amartya Sen mengartikan dalam implementasi pembangunan, yang pembangunan sebagai development as freedom, menempatkan sebagian besar rakyat dalam oleh karena itu sudah sewajarnya bagi semua posisi marginal dalam sistem tersebut. kalangan yang dalam hal ini adalah pemerintah. Pembangunan untuk mengatasi masyarakat dan sektor privat untuk kemiskinan dengan berlandaskan kepada Neo merealisasikan prinsip tersebut sesuai dengan Liberalisme sebetulnya mengalami tuntunan UNDP. Dalam hal ini perlu adanya kepincangan, karena pada umumnya hanya upaya untuk memperbanyak pilihan yang berkaitan dengan masalah-masalah materi tanpa berkualitas bagi masyarakat agar mampu hirau pada nilai. Tulisan Caroline Thomas dalam mengaktualisasikan dan merealisasikan haknya The Globalization of World Politics, sebagai manusia. Kebutuhan dasar lainnya yang mengungkapkan pandangan perspektif sangat penting menurut Sen, yang kemudian Mainstream yang menekankan pemenuhan diadopsi oleh UNDP sebagai Indeks kebutuhan akan materi berkaitan dengan Pembangunan Manusia adalah pendidikan dan Selain itu Thomas juga Selain kedua hal tersebut, perlu juga mengungkapkan adanya pandangan perspektif meningkatkan kekuatan daya beli masyarakat. Alternatif. (John Baylis & Steve Smith, 2001. Indonesia sebagai negara sedang berkembang The Globalization of World Politics: An selayaknya mengikuti pandangan Sen bahwa Introduction to International Relations. New pembangunan yang ditujukan bagi York. Oxford University Press, . Pandangan mereduksi kemiskinan perlu menyadari bahwa perspektif Mainstream menyatakan bahwa kebebasan merupakan tujuan dan sekaligus poverty is a situation suffered by people who do instrumen pembangunan yang paling pokok. not have the money to buy food and satisfy other Rakyat sebagai subyek yang membutuhkan basic material needs. Oleh karena itu bebas dari kemiskinan harus sepenuhnya transformation of diikutsertakan dalam membangun kebijakan dan tradional subsistence economies defined as Perhatian terhadap 'backward' into industrial, commodified otonomitas manusia Indonesia perlu economies defined as 'modern. Sedangkan mendapatkan porsi paling utama. kemiskinan di atasi dengan perspektif Altenatif menyatakan bahwa poverty 34 P. Nur Indro. Kemiskinan Global Dalam Perspektif AoDevelopment as FreedomAo Amartya Sen Kasus: Indonesia Referensi