Jurnal Siti Rufaidah Volume 3. Nomor 4. November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 125-138 DOI : https://doi. org/10. 57214/jasira. Tersedia: https://journal. org/index. php/JASIRA Pengaruh Media Informasi Kesehatan Menggunakan Leaflet Tentang Penyakit Influenza terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Ngudi Waluyo Ungaran Avian Tri Wahyudi 1. Arif Arika Sendi 2. Siti Qoyimah 3. Niken Dyahariesti 4. Jatmiko Susilo 5 Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Fakultas Kesehatan. Universitas Ngudi Waluyo. Ungaran Program Studi Sarjana Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Ngudi Waluyo. Ungaran * Penulis Korespondensi: aviant585@gmail. Abstract. This study aims to analyze the effect of the use of Health Information Media in the form of leaflets on the level of patient knowledge about influenza in pharmacies Ngudi Waluyo. Ungaran. Leaflet Media is used as an educational tool to improve patient understanding related to influenza, including aspects of causes, symptoms, complications, and management and treatment. The type of research used is quasi experiment with pre-test and post-test design, involving 94 respondents who meet the inclusion criteria. Data analysis was conducted using the Wilcoxon statistical test to determine the difference in the level of knowledge of patients before and after The results showed a significant increase in the level of knowledge of patients after obtaining education using leaflets. Before being given education, respondents with a good knowledge level category were 56. 7%, and increased to 96. 8% after providing education, with a value of p = 0. < 0. which showed a significant difference between the two measurements. Thus, the Health Information media in the form of leaflets proved effective in increasing patient knowledge about influenza, and can be used as an alternative educational media that is simple, practical, and efficient in supporting pharmaceutical services in pharmaceutical service facilities. Keywords: Education. Influenza. Information. Leaflet. Swamedication Abstrak. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media informasi kesehatan berupa leaflet terhadap tingkat pengetahuan pasien tentang influenza di apotik Ngudi Waluyo. Ungaran. Media Leaflet digunakan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman pasien terkait influenza, meliputi aspek penyebab, gejala, komplikasi, serta penatalaksanaan dan pengobatannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pre-test dan post-test, melibatkan 94 responden yang memenuhi kriteria Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan pasien sebelum dan sesudah pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan pasien yang signifikan setelah memperoleh pendidikan dengan menggunakan leaflet. Sebelum diberikan pendidikan, responden dengan kategori tingkat pengetahuan baik sebesar 56,7%, dan meningkat menjadi 96,8% setelah pemberian pendidikan, dengan nilai p = 0,001 . < 0,. yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua pengukuran tersebut. Dengan demikian, media informasi kesehatan berupa leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang influenza, dan dapat dijadikan alternatif media edukasi yang sederhana, praktis, dan efisien dalam mendukung pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kefarmasian. Kata kunci: Edukasi. Influenza. Informasi. Leaflet. Swamedikasi LATAR BELAKANG Influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus AumyxovirusAy yang terdiri atas tipe A. B, dan C. Ketiga tipe virus tersebut, mempunyai karakter dan daya infeksi yang berbeda pada tubuh manusia. Virus tipe A menjadi jenis virus yang paling berbahaya dan dapat memicu terjadinya infeksi influenza yang parah kepada manusia. Sementara itu, virus tipe B dan C tidak terlalu berbahaya dibandingkan virus tipe A, karena virus tipe B hanya menimbulkan gejala yang ringan dan virus tipe C diragukan menjadi penyebab infeksi Naskah Masuk: 14 Juni 2025. Revisi: 03 Agustus 2025. Diterima: 21 September 2025. Terbit: 26 November 2025 Pengaruh Media Informasi Kesehatan Menggunakan Leaflet Tentang Penyakit Influenza terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Ngudi Waluyo Ungaran influenza pada manusia. Dalam kasus infeksi influenza yang parah, virus tipe A sub tipe H1N1 menjadi pemicu utama dari peristiwa tersebut (Nashrullah & Kharis, 2. Gejala yang sering timbul pada pasien yang terjangkit influenza berupa demam . encapai 39 AC), nyeri di persendian, sakit tenggorokan hingga batuk pilek dan pusing (Blumberg et al. , 2. Penggunaan media leaflet dalam penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pengetahuan seseorang sebagian besar diperoleh melalui proses penginderaan, khususnya melalui penglihatan dan pendengaran (Triana et al. , 2. Leaflet sebagai media cetak memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi secara visual dan terstruktur, sehingga mampu menarik perhatian dan memudahkan pembaca dalam memahami isi pesan yang Sedangkan tingkat pengetahuan mencakup di dalam domain kognitif 6 tingkatan pengetahuan (Dwi Candrawati & Bagiastra, 2. diantaranya tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintetis dan evaluasi. Factor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan. Menurut (Beno al 2. adalah usia, pendidikan, lingkungan, pekerjaan, sosial budaya, sumber informasi, pemberian informasi dan pengalaman. Pengobatan sendiri atau sebutan lainnya yaitu AuswamedikasiAy merupakan sebuah upaya serta usaha seseorang yang terkena penyakit untuk mengobati penyakit yang dideritanya sendiri (Sida et al. , 2. Swamedikasi apabila dilakukan dengan benar dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pemerintah dalam pemeliharaan kesehatan secara rasional, namun dapat berakibat buruk jika masyarakat meyakini pengobatan swamedikasi dapat dilakukan untuk setiap penyakit (Sida et al. , 2. Pengobatan sendiri umumnya digunakan untuk mengobati penyakit ringan dan umum pada masyarakat seperti influenza, diare, sakit perut, penyakit kulit, cacingan, dan beberapa kondisi lainnya. Obat yang aman diminum dalam pengobatan sendiri adalah obat-obatan yang bebas dan terbatas (Prawiyogi et al. , 2. Penelitian ini dilakukan di Apotek Ngudi Waluyo karena pelayanan kepada pasien rawat jalan dari beragam lapisan masyarakat yang kerap melakukan swamedikasi untuk menangani penyakit ringan seperti influenza. Hal ini menjadikan lokasi tersebut relevan dengan tujuan penelitian yang berfokus pada peningkatan pengetahuan pasien mengenai penyakit influenza. Selain itu, sebagai salah satu sarana praktik pendidikan di bawah Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo. Apotek ini juga berperan penting dalam mendukung mahasiswa profesi Apoteker untuk melaksanakan penelitian di bidang pelayanan kefarmasian. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada pasien mengenai penyakit influenza melalui media informasi berupa leaflet. Keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya terkait penyakit influenza, menunjukkan masih adanya kesenjangan pengetahuan dalam memahami penyebab, gejala, serta penatalaksanaan penyakit ini. Melalui Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 125-138 penelitian ini, peneliti berupaya memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui media edukasi yang sederhana, praktis, dan mudah dipahami, seperti leaflet. Media ini tidak hanya membantu menyampaikan informasi kesehatan secara efektif, tetapi juga mendukung peran Apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada edukasi pasien. KAJIAN TEORITIS Beberapa penelitian serupa telah dilakukan, salah satunya oleh (Annisa, 2. yang menjelaskan bahwa beberapa latar belakang individu pasien mempengaruhi tingkat pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit influenza. Perbedaan pemahaman juga akan mempengaruhi sikap individu dalam menghadapi keluhan penyakit influenza. Pada penelitian tersebut menghasilkan pada umumnya pasien telah memiliki pengetahuan yang baik terhadap penyakit influenza dan mempengaruhi sikap individu dalam penanganan gejala influenza dengan swamedikasi. (Starlista et al. , 2. melakukan penelitian terhadap tingkat pengetahuan terhadap sekelompok masyarakat terhadap pengetahuan mengenai influenza. Peneliti tersebut menjelaskan beberapa kelompok masyarakat masih memiliki pengetahuan yang rendah tentang influenza, sehingga disarankan kepada pihak-pihak tertentu seperti tenaga kesehatan, pemerintah maupun akademisi untuk memberikan edukasi atau informasi tentang influenza guna meningkatkan pengetahuan masyarakat. Penilaian terhadap tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit influenza dilakukan bersamaan dengan pemberian edukasi melalui media leaflet. Pengetahuan yang baik akan menghasilkan tindakan yang baik pula. Termasuk dalam hal pengetahuan terhadap penyakit influenza, diharapkan pemberian edukasi dan peningkatan pengetahuan pasien terhadap penyakit influenza akan dibarengi dengan tindakan swamedikasi yang baik dan efektif. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan ialah metode Quasy Experiment design dengan menggunakan pre-test dan post-test. Desain ini digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu intervensi terhadap tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, ditentukan pada titik waktu yang sama dalam populasi pada waktu tertentu, dapat dipastikan bahwasanya peneliti menjelaskan faktor yang berhubungan dengan pengetahuan mengkonsumi obat karena cross sectional dapat menyimpulkan penyebab dengan merumuskan pertanyaan penelitian. Pengaruh Media Informasi Kesehatan Menggunakan Leaflet Tentang Penyakit Influenza terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Ngudi Waluyo Ungaran mengidentifikasi variable penelitian, subjek penelitian (Saryanti & Anggraini, 2. Dari sumber diatas penelitian ini akan dilakukan secara prospetif, artinya pengumpulan data dilakukan dengan mengamati perubahan tingkat pengetahuan responden dari waktu ke waktu setelah diberikan intervensi berupa edukasi menggunakan media leaflet. Populasi penelitian ini adalah pasien yang terdiri atas masyarakat, pasien dan pengunjung yang datang ke Apotek yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini mencakup pasien yang datang ke Apotek dan bersedia menjadi responden, pasien yang mengalami atau memiliki keluhan terkait gejala influenza, pasien yang dapat membaca serta memahami isi leaflet edukasi yang diberikan, dan pasien yang bersedia mengikuti seluruh tahapan penelitian, mulai dari pengisian kuesioner pre-test hingga post-test. Sementara itu, kriteria eksklusi meliputi pasien yang tidak menyelesaikan pengisian kuesioner, serta pasien dengan gangguan komunikasi atau keterbatasan kognitif yang berpotensi menghambat pemahaman terhadap materi edukasi. Penetapan kriteria tersebut dilakukan agar responden yang dipilih benar-benar representatif dan mampu memberikan data yang reliabel dalam mengevaluasi pengaruh penggunaan media informasi kesehatan berupa leaflet terhadap peningkatan pengetahuan pasien mengenai penyakit influenza. Pengambilan sampel dengan metode quota sampling . on probabilit. dengan menetapkan jumlah responden sebanyak 94 orang yang ditentukan berdasarkan perhitungan dengan rumus slovin sebagai berikut: 1 ycA. 2 1 1500. 2 n = 94 Keterangan: n = jumlah sampel N = Jumlah Populasi E = Persentase kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa Proses penilaian pengetahuan responden berdasarkan jawaban atas kuesioner yang telah diisi oleh responden. Tingkat pengetahuan pasien penyakit influenza penelitian ini diukur dengan memberikan serangkaian pertanyaan yang terdapat dalam lembar kuesioner. Dimana untuk jawaban yang benar akan diberi nilai 1 dan untuk jawaban yang salah akan diberi nilai Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 125-138 Data yang diperoleh ditabulasi dalam bentuk nilai untuk perhitungan pengetahuan kuesioner tingkat pengetahuan mengenai penyakit infuenza diukur menggunakan rumus: ya ycA X 100% Keterangan: P = Nilai yang didapat F = Jumlah jawaban yang benar N = Jumlah soal Hasil perhitungan skor soal kemudian di interpretasikan dalam 3 kategori Tingkat pengetahuan yaitu: Baik = Bila skor yang diperoleh > 76% Cukup = Bila skor yang diperoleh 56 Ae 76 % Kurang = Bila skor yang diperoleh < 56% (Annisa, 2. Pada lembar soal pre-test dan post test berisi 10 pernyataan tentang pengertian, gejala, penyebab serta pegobatan influenza. Responden hanya perlu menjawab pada kolom yang tersedia dengan memberi tanda centang pada kolom benar . etuju dengan pernyataa. atau salah . idak setuju dengan pernyataa. Sedangankan pada leaflet mencantumkan infromasi seputar penyakit influenza maupun pengobatan influenza khususnya materi yang tercantum pada lembar soal pre-test dan post test. Leaflet didesain dengan disertai gambar dan warna yang menarik pembaca. Analisa data menggunakan SPSS dengan meliputi uji Univariat untuk menggambarkan karakteristik sampel serta uji bivariat untuk mengetahui korelasi diantara 2 variabel yang ada dalam penelitian. Pengujian normalitas dengan Shapiro-Wilk. dan homogenitas menggunakan Anova dan Uji T. Uji berikutnya Chi Square Smirov menguji hipotesis apakah terdapat perbedaan pemahaman pengetahuan pasien sebelum mendapatkan edukasi dan setelah mendapatkan edukasi. Dasar pengambilan keputusan menurut kriteria p value. Uji lainnya bertujuan mengetahui ada tidaknya perbedaan rata Ae rata dua sampel yang saling berpasangan yang ditentukan oleh angka . dengan uji Wilcoxon. Pengaruh Media Informasi Kesehatan Menggunakan Leaflet Tentang Penyakit Influenza terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Ngudi Waluyo Ungaran HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum melakukan pengambilan data, peneliti telah melakukan proses perizinan dan persetujuan etika penelitian ke pihak Komisi Etik Penelitian Universitas Ngudi Waluyo. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memenuhi kaidah-kaidah etik penelitian dan untuk menjaga martabat, hak, keamanan dan kesejahteraan semua peserta penelitian dan memastikan bahwa subyek penelitian diperlakukan secara manusiawi, sehingga dapat dilaksanakan tanpa bahaya/kerugian . tau dengan risiko minima. terhadap subyek penelitian. Pelaksanaan telah memenuhi persayaratan yang ditetapkan dibuktikan dengan penerbitan surat keterangan layak etik atau ethical approval dengan no :501/KEP/EC/UNW/2025. Uji Validitas dan Reabilitas Peneliti telah menghitung hasil uji validitas dan reabilitas sebelum kuesioner disebarkan kepada sampel penelitian. Responden uji validitas dan reliabilitas sebanyak 30 sampel, dimana merupakan masyarakat umum yang ditemui di wilayah Kecamatan Ungaran Barat. Sedangkan untuk responden pengujian pre-test dan post-test adalah responden yang berkunjung ke Apotek Ngudi Waluyo Ungaran, baik pasien maupun keluarga pasien yang tidak menjadi responden uji validitas dan realibilitas. Pada kuesioner akan diberikan nilai 1 untuk jawaban benar dan nilai 0 untuk jawaban yang tidak benar. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas Pada uji validitas dengan statistik, diperoleh nilai hasil pearson correlation (R. Hitun. lebih besar dari R tabel . pada semua pertanyaan. Serta pada uji validitas lain dengan melihat nilai signifkansi yang ana dihasilkan nilai si. -taile. <0,05. Dengan demikian semua soal dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai instrumen pada penelitian ini (Azizah. Sedangkan pada uji realibilitas dengan CronbachAos Alpha memiliki nilai 0,6, maka hasil pengujian realibiltas harus diatas nilai tersebut agar dapat dikatakan realibel. Hasil uji realibilitas diperoleh nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,808 yang bermakna kuesioner dapat dikatakan reliable untuk digunakan sebagai alat ukur pada penelitian ini untuk menghasilkan hasil yang sama jika dilakukan secara berulang Ae ulang (Krisnawati et al. , 2. Hasil Pengujian Proses penelitian diawali dengen meminta responden mengisi jawaban pada lembar jawab pre-test. Responden diberikan waktu untuk mengisi jawaban atas pertanyaan pada lembar jawab pre-test yang telah disediakan. Berikutnya peneliti akan memberikan edukasi menggunakan media leaflet yang dijelaskan secara lisan kepada responden dan memberikan Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 125-138 kesempatan apabila pasien memiliki pertanyaan seputar influenza dan swamedikasi. Setelah itu responden akan diminta untuk mengisi lembar penilaian post-test. Pemberian pre-test adalah untuk mengukur tingkat pengetahuan pasien terhadap influenza, dimana pengukuran pengetahuan didasarkan pada nilai yang diperoleh. Kemudian pemberian edukasi dengan leaflet yaitu untuk memberikan dan meningkatkan pemahaman responden mengenai penyakit influenza serta proses swamedikasi yang dapat dilakukan kepada Pelaksanaan post-test dilakukan untuk menilai pemahaman responden setelah pemberian edukasi, apakah mengalami pengingkatan atau tidak serta menilai efektivitas leaflet sebagai media edukasi dan informasi kesehatan. Karakteristik Responden Penelitian ini telah dilakukan pada pasien atau pengunjung Apotek Ngudi Waluyo Ungaran. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini 94 responden berdasarkan perhitungan rumus slovin yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil pengelolaan data yang telah dilakukan kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi sebagai Jenis kelamin Tabel 1. Distribusi Freskuensi Berdasarkan Karakteristik Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Laki Ae laki Perempuan Jumlah Berdasarkan Tabel 1. distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin di Apotek Ngudi Waluyo Kabupaten Semarang lebih banyak dimiliki oleh laki Ae laki 55 orang . 5%) dan perempuann sebanyak 39 orang . 5%). Distribusi dari karakteristik responden ini berdasarkan jenis kelamin menunjukkan responden terbanyak ialah dengan jenis kelamin laki - laki. Laki Ae laki lebih berisiko terhadap penyakit influenza karena secara sistem imun perempuan lebih kuat dan cepat membentuk respon imun terhadap virus influenza . ormon estroge. (Dhamayanti, et al 2. Usia Salah satu yang dapat mempengaruhi influenza adalah usia. Pengelompokkan berdasarkan American Journal of Epidemiology yaitu 5 kelompok masa kanak Ae kanak 0 Ae 9 tahun, masa remaja 10 Ae 19 tahun, masa dewasa muda 20 Ae 29 tahun, masa dewasa 30 Ae 59 tahun, masa lansia > 70 tahun. Pengaruh Media Informasi Kesehatan Menggunakan Leaflet Tentang Penyakit Influenza terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Ngudi Waluyo Ungaran Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Usia Karakteristik Kategori Frekuensi Persentase (%) Usia 41 Ae 45 tahun 46 Ae 50 tahun 51 Ae 55 tahun 56 Ae 60 tahun 61 Ae 65 tahun 66 Ae 70 tahun Jumlah Hasil pada Tabel 2. menunjukkan dari 94 responden di Apotek Ngudi Waluyo Kabupaten Semarang, berusia 41 Ae 45 tahun sejumlah 18 orang . 1%), berusia 46 Ae 50 tahun sejumlah 23 orang . 5 %), berusia 51 Ae 55 tahun sejumlah 28 orang . ,8%), berusia 56 Ae 60 tahun sejumlah 16 orang . ,0 %), berusia 61 Ae 65 tahun sejumlah 7 orang . ,4 %), berusia 66 Ae 70 tahun sejumlah 2 orang . ,1 %) Dari penelitian (Trucchi et al. , 2. pada usia < 65 tahun berisiko mengalami Namun, tingkat cakupan vaksinasi influenza dalam enam musim terakhir masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 47Ae63% pada lansia dan 7Ae15% pada kelompok berisiko usia <65 tahun. Target vaksinasi pneumokokus untuk lansia ditetapkan sebesar 55% pada tahun 2018 dan 75% pada tahun 2019. Mengingat usia merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kronis, dan usia sekitar 50 tahun sering menjadi titik awal munculnya kondisi kronis, para pembuat kebijakan kini mempertimbangkan untuk menurunkan batas usia vaksinasi influenza dari 65 tahun menjadi 50 tahun guna memperluas perlindungan terhadap infeksi saluran napas bawah (LRTI) dan influenza-like illness (ILI) (Trucchi et al. , 2. Pendidikan Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Pendidikan Karakteristik Kategori Frekuensi Persentase (%) Usia Jumlah SMP / SLTP SMU / SLTA Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 125-138 Hasil pada Tabel 2. dapat dilihat dari latar belakang pendidikannya sebagian besar berasal dari SMP/SLTP dengan jumlah 42 orang . 7%), berasal dari SMU/SLTA berjumlah 40 orang . 6%) dan yang berasal dari S1 berjumlah 12 orang . 7%). Berdasarkan hasil penelitian, responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki tingkat pengetahuan tentang influenza yang lebih tinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya. Hal ini sejalan dengan teori bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam menerima dan memahami informasi kesehatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar pula kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, dan menerapkan informasi terkait pencegahan penyakit (Notoatmodjo, 2. Pekerjaan Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Pekerjaan Karakteristik Kategori Frekuensi Persentase (%) Pekerjaan PNS Buruh IRT Petani Wiraswasta Mahasiswa/Pelajar Jumlah Dapat dilihat hasil pada Tabel 3. latar belakang pekerjaan sebagian besar bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 30 orang . 9%) dan yang bekerja sebagai petani sebanyak 28 orang . 8%). IRT sebanyak 18 orang . 1%), buruh sebanyak 10 orang . serta PNS sebanyak 5 orang . ,3%) dan Mahasiswa/Pelajar 3 orang . ,2%). Tingkat Pengetahuan Pasien Sebelum Edukasi Tabel. Hasil Penilaian pre-test Pre-test Tingkat pengetahuan Frekuensi Persentase (%) Baik 42,55 % Cukup 57,45 % Kurang Jumlah Pengaruh Media Informasi Kesehatan Menggunakan Leaflet Tentang Penyakit Influenza terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Ngudi Waluyo Ungaran Pada kuesioner sebelum dilakukan edukasi . re-tes. ini dapat dilihat responden sebagian besar masih memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai pertanyaan yang diajukan peneliti sebesar 54 orang . ,45%). Kemudian hanya sebanyak 40 orang . ,55%) yang memliki tingkat pengetahuan yang baik. Secara lebih rinci, responden usia 40 tahun kebawah kebanyakan mendapatkan nilai lebih rendah dibandingkan dengan responden yang berusia 40 tahun keatas. Hal ini mungkin terjadi karena responden lebih memiliki aktivitas yang padat mengenai kegiatan pekerjaan ataupun kegiatan lainnya dan dapat memicu rendahnya kepedulian terhadap kesehatan yang dapat berdampak pada tingkat pengetahuan yang kurang (Mulyanti, 2. Pada soal No. entang penyebab influenz. , 4 . ejala influenz. , 5 . nfluenza penyakit turuna. , 7 . ejala influenz. , 8 . enyebab penularan karena factor genetik. , dan 9 . entuk swamedikasi dengan konsumsi makanan bergiz. merupakan soal dengan jawaban benar paling banyak dengan jumlah responden menjawab benar sejumlah 40 responden. Sedangkan soal No 1 . ara mendapatkan obat influenz. , 3 . ecenderungan terjadinya influenza pada musim pana. , 6 . nfluenza terjadi pada anak usia 3 tahu. , dan 10 . onsumsi obat influenza sampai habi. merupakan soal dengan jawaban salah terbanyak, sejumlah 54 responden menjawab salah. Maka dari itu peneliti disini bertujuan untuk mengedukasi pada pasien penderita influenza agar lebih memperhatikan kesehatan dan kesadaran terhadap penyakit influenza. Tingkat Pengetahuan Pasein Sesudah Edukasi Tingkat Tabel 5. Hasil Penilaian Post-test Post-test Frekuensi Presentase (%) Baik 96,8% Cukup 2,13% Kurang 1,07% Jumlah Pada tabel 5, tingkat pengetahuan responden mayoritas telah pada tingkat baik, yakni sebanyak 91 orang . ,8%). Kemudian responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 2 orang . ,13%) dan kurang 1 orang . ,07%). Pada jawaban hasil post-test ini diperoleh bahwa soal No. 1,2,3 dan 4, 6 serta 8, 9 dengan pernyataan swamedikasi, pengertian, gejala serta pola hidup sehat merupakan soal dengan jawaban benar paling banyak dengan jumlah responden menjawab benar sejumlah 91 responden. Sedangkan soal dengan jawaban salah terbanyak Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 125-138 adalah no 5, 7 dan 10 pernyataan tentang pengertian, gejala dan pengobatan sejumlah 4 responden menjawab salah. Berikut hasil pre-test dan post-test responden: Tabel 6. Distribusi Kategori Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah Edukasi Menggunakan Leaflet Tingkat Pre-test Post-test Frekuensi Persentase (%) Frekuensi Persentase (%) Baik 42,55 96,8 % Cukup 57,45 3,2% Kurang 1,6% Jumlah Hasil uji pre-test responden didapatkan bahwa sebagian besar responden di Apotek Ngudi Waluyo Kabupaten Semarang memiliki dasar pengetahuan tentang penyakit dan swamedikasi influenza dengan jumlah kategori cukup 54 responden . ,45%), sebanyak 40 orang . ,55%) sedangkan responden dengan pengetahuan baik. Hal ini dikarenakan sebagian para responden mengaku telah memiliki pengalaman mengalami gejala influenza sehingga dasar-dasar pengetahuan mengenai penyakit influenza sudah diketahui sebelumnya. Hanya saja pada beberapa responden belum memahami terkait gejala dan penyebab penyakit influenza serta pengobatannya. Seperti pada soal pertanyaan nomor 3 (Penyakit Influenza memiliki gejala seperti hidung tersumbat dan pilek ?) dan 7 (Penyakit influenza dapat disebabkan oleh faktor genetic dari orang tu. menurut asumsi peneliti, kurangnya tingkat pengetahuan tentang gejala dan penyebab penyakit influenza dikarenakan factor pendidikan dan usia yang berpengaruh pada pemahaman dan akses terhadap informasi, seperti dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan (Saranga et al. , 2. Pada penelitian yang lain juga mendapatkan korelasi antara tingkat pendidikan dan usia dengan tingkat pengetahuan serta sikap seseorang terhadap kesehatan (Festi et al 2. Melihat pada data tabel 6, hasil kuesioner setelah pemberian edukasi diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan responden, dimana sebagian besar telah memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 91 orang . ,8%) meningkat 51 orang . ,2%) dibandingkan sebelum pemberian edukasi. Sementara untuk responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 2 responden . ,13%) dan kurang 1 responden . ,07%) Pengaruh Media Informasi Kesehatan Menggunakan Leaflet Tentang Penyakit Influenza terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Ngudi Waluyo Ungaran Dari hasil kuesioner pre-test responden dapat ditarik rata-rata sebagai berikut: Tabel 7 Rata-Rata Skor Pengetahuan Responden Tentang Penyakit Influenza Sebelum dan Sesudah Edukasi Menggunakan Media leaflet Pengetahuan Rata-rata pre-test Pre-test 76,85 Postest 87,61 Dapat dilihat dari Tabel 7. didapatkan rata-rata atau mean sebesar 76,85 dengan total responden sebanyak 94 orang. Rata-rata ini didapatkan dari keseluruhan jumlah nilai pre-test kemudian dibagi jumlah responden sehingga didapatkan mean atau rata-rata dari pre-test. Hasil Tingkat Pengaruh Media Informasi Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Influenza Hasil Pengaruh Media Informasi Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Influenza Tabel 8. Hasil Tingkat Pengetahuan Pasien Sebelum Dan Setelah Pemberian Informasi Dengan Media Leaflet Pre-test Post-test Tingkat Pengetahuan P value Baik . enar > 75%) Cukup . enar 56-73%) 2,13 Kurang (< 56%) 1,07 Total 0,001 Berdasarkan tabel 8. dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukannya edukasi. Pada pre-test hanya 40 orang dengan persentase 56,7% yang memiliki tingkat pengetahuan baik, ketika sudah dilakukannya edukasi menggunakan media informasi berupa Leaflet pada post-test diperoleh sebanyak 94 orang dengan persentase 96,8% yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah responden sebanyak 51 orang yang masuk dalam kategori pengetahuan baik. Pada pengujian statistic, perbedaan hasil pre-test dan post-test memperoleh hasil nilai significancy sebesar 0,001 < 0,05 yang memberikan makna bahwa terjadi perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan setelah edukasi. Hasil tersebut membuktikan bahwa leaflet efektif sebagai media pemberian edukasi Hasil selaras juga diperoleh (Astuti et al. yang menjelaskan bahwa leaflet efektif digunakan sebagai media komunikasi kesehatan karena tampilan fisiknya menarik, dibuat dengan menggunakan warna dan isi pesannya bermanfaat bagi pembacanya Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 125-138 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Apotek Ngudi Waluyo Ungaran, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan dengan media leaflet memiliki efektifitas terhadap tingkat pengetahuan pasien. Dimana hasil penilaian berdasarkan uji statistic diperoleh nilai p=0,001<0,05, yang bermakna bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah edukasi berbeda signifikan. Saran