1 Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Asistensi Peningkatan Kapasitas Editor Jurnal dalam Lingkup Universitas Negeri Makassar Nurul Mukhlisah Abdal1. Yusri2. Mantasiah R. Ruhul Kudus4. Nirdayanti Mustarih5 Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar. Indonesia1 Fakultas Bahasa dan Sastra. Universitas Negeri Makassar. Indonesia2,3,4,5 Email: yusri@unm. Abstrak. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yakni untuk meningkatnya pemahaman dan keterampilan editor jurnal mengenai pengelolaan jurnal ilmiah sehingga nantinya membantu mereka untuk mendapatkan akreditasi jurnal yang lebih baik. Terdapat 4 tahap dalam kegiatan ini yakni berupa analisis kebutuhan pelaksanaan program, pengembangan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi pada saat pelatihan dan pasca pendampingan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan manajemen jurnal ilmiah untuk para editor jurnal dinilai dapat membantu dalam percepatan akreditasi jurnal. Selain itu, proses pendampingan yang diberikan kepada editor jurnal membantu mereka dalam mempersiapkan jurnalnya untuk pengajuan akreditasi Sinta. Hasil evaluais tersebut menjadi rekomendasi bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan kedepannya sebagai bentuk peningkatan kapasitas editor jurnal dalam lingkup Universitas Negeri Makassar. Kata Kunci: Jurnal. Editor Jurnal. Akreditasi Sinta. Manajemen Jurnal PENDAHULUAN Peningkatan merupakan salah satu strategi penting yang dapat membantu perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas akademik, reputasi, dan daya saing global mereka, serta memastikan keberlanjutan dan kemajuan institusi dalam lanskap pendidikan tinggi yang semakin kompetitif (Karwono & Susetyo, 2. Maka dari itu peningkatan akreditasi jurnal seharusnya menjadi salah satu hal yang perlu diperioritaskan oleh perguruan tinggi (Makhoul, 2019. Duarte & Vardasca, 2. Meningkatnya kuantitas jurnal yang mendapatkan peringkat akreditasi yang baik tentunya bukan hanya bermanfaat bagi perguruan tinggi, tapi juga bermanfaat bagi dosen, karena mereka mempunyai wadah untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Terdapat beberapa faktor yang dapat akreditasi jurnal, dimana salah satunya adalah peran editor jurnal. Maka dari itu, pelatihan peningkatan kapasitas editor jurnal memiliki sejumlah manfaat penting yang berkontribusi terhadap kualitas dan profesionalisme dalam penerbitan akademis. Pelatihan membantu editor memahami standar internasional dalam penulisan dan penyuntingan ilmiah, sehingga mereka dapat memastikan bahwa artikel yang kredibilitas yang tinggi. Ini termasuk pemahaman tentang struktur artikel, metodologi penelitian, analisis data, dan interpretasi hasil. Peningkatan kapasitas editor jurnal juga dapat memberikan diperlukan untuk mengelola proses peer review secara efisien dan adil. Editor yang baik perlu mampu memilih reviewer yang tepat, memberikan umpan balik konstruktif, dan mengambil keputusan berdasarkan ulasan yang diterima. Selain itu, salah satu permasalahan yang ditemukan bagi editor baru yakni kurangnya pemahaman mengenai manajemen jurnal berbasis online journal system. Maka dari itu, editor juga memerlukan keterampilan pemahaman tentang sistem manajemen editorial, pengelolaan naskah, dan penerbitan Pelatihan dalam aspek-aspek ini Asistensi Peningkatan Kapasitas Editor Jurnala. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . membantu memastikan operasional jurnal berjalan lancar dan efektif. Maka dari itu, peningkatan kapasitas editor jurnal hal urgen yang harus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, dan efisiensi jurnal ilmiah, yang pada akhirnya berdampak positif pada komunitas akademik dan ilmiah secara keseluruhan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tim pusat publikasi Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Makassar menganggap penting melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas editor jurnal dalam lingkup Universitas Negeri Makassar. Kegiatan ini juga dianggap penting untuk dilakukan secara berkala mengingat editor setiap jurnal cenderung mengalami perubahan , sehingga diperlukan pelatihan peningkatan kapasitas editor secara rutin. II. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan Pusat Publikasi dan HAKI LP2M UNM. Analisis Kebutuhan Sebelum pelaksanaan pelatihan, tim pelaksana melakukan analisis kebutuhan untuk memastikan bahwa program yang dilaksanakan dapat sesuai dengan target capaian dan sesuai dengan indikator keberhasilan program. Terdapat beberapa aspek yang diperhatikan dalam analisis kebutuhan yakni materi apa saja yang dibutuhkan oleh peserta, bagaimana proses pelaksanaan pelatihan yang berpotensi dapat mendukung pelaksanaan kegiatan, dan durasi setiap materi dalam kegiatan pelatihan. Proses analisis kebutuhan dilakukan dengan berdiskusi dengan perwakilan editor jurnal Universitas Negeri Makassar merupakan target penerima manfaat dari program ini. Pengembangan Materi Kegiatan Indikator utama dari pelaksanaan kegiatan ini ialah meningkatnya pemahaman dan keterampilan editor jurnal mengenai pengelolaan jurnal ilmiah sehingga nantinya membantu mereka untuk mendapatkan akreditasi jurnal yang lebih baik. Maka dari itu, materi-materi yang disampaikan kepada peserta fokus pada peningkatan aspek pemahaman dan keterampilan editor. Sebagian besar editor telah memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan jurnal, sehingga materi-materi dasar akan dijelaskan secara umum, dan akan lebih fokus pada apa yang harus dilakukan editor agar jurnal yang dikelola mendapatkan peringkat akreditasi yang baik. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pelatihan dilakukan selama satu hari secara luring di ruang rapat Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar. Lantai 10. Menara Pinisi UNM. Selain kegiatan pelatihan, tim pelaksana juga kepada editor jurnal sampai pada tahap pengajuan akreditasi atau re-akreditasi. Kegiatan pendampingan dilakukan secara informal dimana peserta dapat berdiskusi dengan tim pelaksana kegiatan dimana saja dan kapan saja sesuai dengan kesepakatan. Evaluasi Kegiatan Terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program ini, diantaranya . jumlah jurnal yang mendapatkan asistensi sampai pengajuan akreditasi ataupun reakreditasi, dan . tingkat kebermanfaatan program berdasarkan evaluasi peserta. Tim pelaksana juga melakukan observasi selama pelaksanaan kegiatan untuk melihat respon dan keaktifan peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pelaksanaan Kegiatan Berdasarkan peserta, maka terdapat beberapa materi yang dijelaskan pada saat pelaksanaan pelatihan, diantaranya sebagai berikut: Asistensi Peningkatan Kapasitas Editor Jurnala. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Tabel 1. Materi Kegiatan Materi Bagaimana Mengidentifikasi artikel yang baik dan berpotensi A A A A Mempersiapkan Akreditasi/Reakreditasi Jurnal Lesson Learnt dari Pengelola Jurnal (Berbagi Praktik Bai. A A A A Sub Materi Indikator artikel ilmiah yang Bagaimana melihat gap Bagaimana mengidentifikasi potensi kebaruan penelitian Bagaimana sistematika penulisan setiap bagian dari artikel ilmiah Indikator penilaian manajemen jurnal ilmiah Indikator penilaian substantif jurnal ilmiah Tahap pengajuan akreditasi/reakreditasi di Arjuna Berbagi praktik baik pengelolaan jurnal ilmiah Manajemen pengelolaan jurnal ilmiah Cara mendapatkan penulis dari negara lain Cara mempromosikan jurnal Salah satu materi penting dalam mengidentifikasi artikel yang baik dan berpotensi publikasi dimana salah sub materinya adalah bagaimana menulis artikel ilmiah yang baik. Selama ini editor hanya pengelolaan jurnal ilmiah, padahal salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh editor adalah terkait bagaimana menulis artikel ilmiah yang baik. Editor jurnal perlu memahami bagaimana menulis artikel ilmiah yang baik karena beberapa alasan utama yang berkaitan dengan kualitas dan kredibilitas jurnal, serta proses evaluasi yang efisien dan Narasumber Tim Pusat Publikasi LP2M Tim Pelaksana dan Tim Pusat Publikasi LP2M Tim Pelaksana dan Tim Pusat Publikasi LP2M Editor bertanggung jawab untuk menilai apakah manuskrip yang dikirimkan memenuhi standar kualitas ilmiah yang Pengetahuan mendalam tentang penulisan artikel ilmiah membantu mereka mengidentifikasi kelemahan, kekuatan, dan kontribusi penelitian secara akurat. Editor juga mengoordinasikan proses peer review. Memahami cara menulis artikel ilmiah yang baik memungkinkan editor memberikan panduan yang jelas dan konstruktif kepada reviewer, serta menilai masukan mereka dengan lebih baik. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa editor perlu memahami bagaimana menulis artikel yang baik. Materi lainnya yang penting untuk dipahami editor adalah mengenai indikator- Asistensi Peningkatan Kapasitas Editor Jurnala. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . indikator penilaian jurnal di SINTA. Pada pelatihan ini, materi yang diberikan fokus pada beberapa indikator penilaian manajemen jurnal di SINTA seperti: Kualitas Konten dimana Artikel yang orisinalitas dan kontribusi signifikan terhadap bidang ilmu yang relevan. Proses Editorial: Jurnal harus memiliki sistem peer review yang transparan dan ketat untuk menjamin kualitas dan kredibilitas artikel yang diterbitkan. Keberlanjutan dan Keteraturan Publikasi: Jurnal harus diterbitkan secara teratur sesuai dengan jadwal yang diumumkan . isalnya, bulanan, triwulanan, atau Kualitas Manajemen: Tim editorial harus terdiri dari para ahli yang kompeten di bidangnya dan memiliki rekam jejak publikasi yang baik. Proses editorial harus transparan, profesional, dan bebas dari Dampak dan Visibilitas: Jurnal harus diindeks dalam basis data ilmiah nasional dan internasional terkemuka. Jurnal harus memiliki situs web yang user-friendly, mudah diakses, dan memuat semua informasi yang relevan mengenai penerbitan dan pedoman penulis. Kualitas Teknis: Jurnal harus memiliki format dan layout yang profesional dan sesuai dengan standar publikasi ilmiah. Etika Publikasi: Jurnal harus mematuhi standar etika publikasi internasional, konflik kepentingan, dan fabrikasi data. Pengaruh dan Sitasi: Artikel yang mendapatkan sitasi yang signifikan, menunjukkan dampak penelitian terhadap komunitas ilmiah. Materi terakhir yang juga penting untuk diketahui oleh editor adalah bagaimana praktik baik dari editor jurnal lainnya. Sesi ini fokus pada berbagi cerita dan pengalaman sesama editor jurnal. Pada saat pelatihan, terdapat beberapa topik yang menjadi perbincangan seperti bagaimana manajemen pengelolaan jurnal ilmiah di perguruan tinggi khususnya di tingkat program studi atau jurusan, bagaimana mendapatkan penulis dari negara lain, dan bagaimana mempromosikan Gambar 1. Proses Pemberian Materi Pelatihan Asistensi Peningkatan Kapasitas Editor Jurnala. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Terdapat 2 indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program ini, diantaranya . tingkat evaluasi peserta, dan . jumlah jurnal yang mendapatkan asistensi sampai pengajuan Tim pelaksana juga melakukan observasi selama pelaksanaan kegiatan untuk melihat respon dan keaktifan peserta. Kurang Bermanfaat Tidak Bermanfaat Sangat Bermanfaat Bermanfaat Jumlah Peserta Gambar 1. Tingkat Kebermanfaatan Program Indikator pertama yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan adalah tingkat kebermanfaatan program. Instrumen ini diberikan kepada peserta setelah mengikuti pelatihan luring. Indikator kebermanfaatan program digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana pelatihan yang diberikan mencapai tujuan yang diinginkan dan memberikan manfaat kepada para pengelola jurnal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap bahwa pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi mereka khususnya dalam hal peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta sebagai editor jurnal. Tabel 2. Progres Pengajuan Akreditasi Jurnal yang Mendapatkan Pendampingan Nama Jurnal Jenis Akreditasi ELITERATE: Journal of English Linguistics and Literature Studies SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Akreditasi Re-akreditasi Biology Teaching and Learning Re-akreditasi PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Predestinasi Akreditasi PHONOLOGIE: Journal of Language and Literature Akreditasi Akreditasi Asistensi Peningkatan Kapasitas Editor Jurnala. Progres Pengajuan Akreditasi Lolos Desk Evaluasi Lolos Desk Evaluasi dan Proses Penilaian Substansi Menunggu penilaian desk Proses Persiapan Proses Persiapan Telah Terakreditasi Sinta Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Akreditasi Lolos Desk Evaluasi dan Proses Penilaian Substansi INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Akreditasi Human : South Asean Journal of Social Studies Akreditasi SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Akreditasi Lolos Desk Evaluasi dan Proses Penilaian Substansi Lolos Desk Evaluasi dan Proses Penilaian Substansi Lolos Desk Evaluasi dan Proses Penilaian Substansi Terdapat 10 jurnal yang telah mendapatkan pendampingan dari tim pelaksana, dan dari 10 jurnal tersebut, 7 diantaranya telah diajukan akreditasi dan sementara proses penilaian substansi dan Selain itu, 1 jurnal yang telah didampingi telah mendapatkan akreditasi Sinta yakni Sinta 5. Terdapat 2 jurnal yang masih proses persiapan pengajuan akreditasi jurnal ilmiah yang direncanakan akan diajukan pada periode penilaian 2024. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa proses pendampingan yang diberikan kepada editor jurnal membantu mereka dalam mempersiapkan jurnalnya untuk pengajuan akreditasi Sinta. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi pada saat pelatihan dan pasca pendampingan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan manajemen jurnal ilmiah untuk para editor jurnal dinilai dapat membantu dalam percepatan akreditasi jurnal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap bahwa pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi mereka khususnya dalam hal peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta sebagai editor jurnal. Selain itu, evaluasi pasca pendampingan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 10 jurnal yang mendapatkan pendampingan, 7 diantaranya telah diajukan akreditasi dan 1 jurnal yang telah didampingi telah mendapatkan akreditasi Sinta. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa proses pendampingan yang diberikan kepada editor jurnal membantu mereka dalam mempersiapkan jurnalnya untuk pengajuan akreditasi Sinta. Hasil evaluais tersebut menjadi rekomendasi bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan kedepannya sebagai bentuk peningkatan kapasitas editor jurnal dalam lingkup Universitas Negeri Makassar. DAFTAR PUSTAKA