ARTIKEL Penguatan Budaya Disiplin Kerja Bagi Pelaku UMKM Pelestari Kutang Suroso di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung Fajar Eryanto Septiawan1. Diani Indah2. Ani Yunaningsih3 1,2,3 Universitas Langlangbuana. Bandung. Indonesia Email: fajareryantos@gmail. Abstrak Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada salah satu UMKM di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung yaitu pelestari Kutang Suroso. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah melalui kegiatan sosialisasi, diskusi, tanya jawab, penyuluhan, pendampingan, dan publikasi mengenai disiplin kerja yang akan meningkatkan produktivitas dari pelaku UMKM pelestari Kutang Suroso. Sosialisasi awal ini ditujukan untuk memberikan pemahaman pentingnya disiplin kerja pada bidang usaha dan pengaruhnya terhadap produktivitas dan hasil produksi UMKM. Pada awal pertemuan sosialisasi dan diskusi didapatkan respon positif dari peserta UMKM, sehingga nantinya UMKM ini dapat dibimbing sesuai dengan program kerja yang sudah dibuat. Tujuan utama dari diadakannya PKM ini yaitu melakukan transfer pengetahuan mengenai pentingnya memiliki kebiasaan disiplin kerja dalam menjalankan Upaya untuk mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah sehigga diperlukan proses dan waktu yang tidak sebentar. Kegiatan dalam bentuk penyuluhan perlu dilakukan oleh tim PKM untuk memberikan pengetahuan secara luas dan mendalam mengenai dampak poditif dari diterapkannya disiplin kerja terhadap keberlangsungan sebuah usaha. Tentunya setelah pelaku UMKM memahami pentingnya disiplin kerja, maka pendampingan menjadi metode yang tepat agar kebiasaan itu bisa diterapkan dan melekat di tiap pelaku UMKM. Kata Kunci: Disiplin Kerja. SOP. UMKM Kutang Suroso. Abstract This community service was carried out at one of the UMKM in Katapang District. Bandung Regency, namely the conservationist of Kutang Suroso. The implementation method used is through socialization activities, discussions, questions and answers, counseling, mentoring, and publications regarding work discipline which will increase the productivity of Kutang Suroso conservationist UMKM actors. This initial socialization was intended to provide an understanding of the importance of work discipline in the business sector and its effect on the productivity and production results of UMKM. At the beginning of the socialization and discussion meeting, a positive response was obtained from the UMKM participants, so that later these UMKM could be guided according to the work program that had been made. The main objective of holding this study is to transfer knowledge about the importance of having work discipline habits in running a business. Efforts to change habits are not easy, so it takes a long process and time. Activities in the form of counseling need to be carried out by the team to provide broad and in-depth knowledge about the positive impact of implementing work discipline on the sustainability of a business. Of course, after UMKM actors understand the importance of work discipline, mentoring is the right method so that these habits can be applied and embedded in every UMKM actor. Keywords: Work Discipline. SOP. Kutang Suroso UMKM. Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Tahun 2022 ARTIKEL PENDAHULUAN Pemberdayaan UMKM secara umum diarahkan untuk mendukung upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan, penciptaan kesempatan kerja dan peningkatan ekspor, serta revitalisasi pertanian dan perdesaan yang menjadi prioritas pembangunan nasional dalam tahun 2022. Dalam kerangka itu, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) diarahkan agar memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penciptaan kesempatan kerja, peningkatan ekspor dan peningkatan daya saing, sementara itu pengembangan usaha skala mikro diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat berpendapatan menengah dan rendah. Adanya UMKM tentunya akan menjadi jalan bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak, disamping itu pentingnya UMKM bagi negara sebagai pemasukan negara (Tahirs dkk. , 2. Akan tetapi permasalahan pelaku UMKM di Katapang adalah kurangnya disiplin yang diterapkan pihak UMKM itu sendiri, sehingga diperlukan penyuluhan atau pelatihan secara berkelanjutan sehingga dapat memberi mereka bekal dalam menghadapi persaingan di masa yang akan datang, di samping itu pemberian UMKM pengetahuan berwirausaha ini diharapkan memberi nilai positif terhadap semua kegiatan perusahaan dalam pencapaian tujuannya. Setiap pelaku UMKM diharapkan memiliki disiplin kerja yang tinggi sehingga nantinya akan meningkatkan produktivitas yang tinggi (Sugiyanto, 2. Menegakkan disiplin kerja sangat penting bagi pelaku UMKM (Afrillia, 2. Adanya disiplin kerja akan menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan kerja, sehingga memperoleh hasil yang optimal (Arif, dkk. , 2. Sedangkan bagi pelaku UMKM, disiplin kerja memberikan dampak suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah semangat dalam melaksanakan pekerjaannya (Muzdalifah, 2. Kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 2 Tahun 2021 mengenai penyaluran bantuan pemerintah bagi pelaku usaha mikro dan mendukung pemuluhan ekonomi nasional (Badria & Diana, 2. Peraturan tersebut sangat relevan dengan kondisi pelaku UMKM yang mengalami penurunan signifikan dari sisi pendapatan secara finansial, sudah seharusnya para pelaku UMKM segera bangkit dari keterpurukan yang melanda diakibatkan oleh adanya pandemic corona. Kebangkitan UMKM perlu dibantu secara kompreensif diantaranya dengan dilakukan kegiatan PKM oleh kalangan Hal tersebut diharapkan dapat menngakselerasi pemulihan ekonomi nasional khususnya bagi pelaku UMKM yang menjadi mitra PKM (Andiyani, 2. Mitra UMKM yang dalam pengabdian masyarakat ini adalah UMKM Pelestari Kutang Suroso yang bergerak dalam bidang konveksi rumahan. Konveksi merupakan istilah yang digunakan garment untuk memindahkan kontrak kerja yang mereka miliki kepada manufakturmanufaktur skala kecil yang kemudian biasa disebut dengan konveksi. Usaha konveksi itu sendiri merupakan kegiatan yang berhubungan dengan tekstil, jahit, desain, dan cetak berdasarkan permintaan order klien dalam skala besar. konveksi adalah suatu perusahaan yang menghasilkan pakaian jadi pakaian wanita, pria, anak, pakaian olahraga, maupun pakaianpakaian partai politik. Industri konveksi bisa di bilang perusahaan yang sedang karena tenaga kerjanya masih dibilang sedikit. Umumnya, perusahaan-perusahaan konveksi mempergunakan bahan baku berupa tekstil dari bermacam-macam jenis, seperti katun, kaos, linen, polyester, rayon, dan bahanbahan syntesis lain ataupun campuran dari jenis bahan-bahan tersebut UMKM Pelestari Kutang merupakan UMKM yang bergerak pada pembuatan Bra atau pakaian dalam perempuan, yang target pasarnya adalah orang yang sudah berumur. Bra merupakan pakaian dalam yang memiliki komponen terpenting di dalam kehidupan manusia. Umumnya pada wanita pakaian dalam seperti bra merupakan salah satu kebutuhan pokok. Bra pada awalnya disebut kutang sebelum mengalami revolusi hingga saat ini. Kutang merupakan Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Tahun 2022 ARTIKEL pakaian dalam wanita yanng terdiri atas sepasang mangkuk penyangga payudara yang disatukan oleh panel yang mengelilingi torso, dilengkapi sepasang tali bahu agar duduknya lebih kokoh. Pasar bra saat ini lebih cendrung didominasi oleh perempuan berusia muda dan dewasa, akan tetapi masih sangat jarang penjualan bra khusus untuk orang yang telah lanjut usia, sehingga menjadi sebuah usaha UMKM yang cukup potensial. Meskipun demikian dari hasil wawancara dengan pihak UMKM para orang tua yang telah lanjut usia biasanya masih memakai bra yang dipakainya pada masa lalu sehingga pembelian bra oleh orang lanjut usia jarang dilakukan. Meskipun demikian permintaan pasar akan bra . nenek ini semakin bertambah seiring dengan adanya kesadaran untuk menjadikan postur tubuh yang baik dalam menopang berat. Hal ini didukung dengan penelitian yang menunjukkan bahwa Manfaat menggunakan bra setiap hari yang pertama adalah dapat mengurangi sakit leher dan yang kedua adalah dapat memperbaiki postur tulang belakang. Mengingat berat payudara seseorang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, postur. Mengenakan bra sebagai penyangga dapat membantu Anda memiliki postur tubuh yang lebih baik dan mengurangi masalah tulang belakang. Persoalan yang dihadapi oleh UMKM Pelestari Kutang Suroso, adalah kedisiplinan pada bidang produksi dan pemasaran, hal ini diakibatkan oleh belum stabilnya daya beli masyarakat masih terdampak pandemi kemarin. Sehingga kegiatan produksi kadang terhambat karena belum adanya pesanan dan pihak pemasaran pun masih belum dapat memasarkan produknya dengan maksimal karena daya beli beli masyarakat yang masih rendah ini. Meskipun demikian kemitraan ini berfokus kepada proses internal yang dapat diubah bukan proses eksternal yang tidak dapat dikendalikan, sehingga nantinya pengabdian masyarakat ini diharapkan memberikan sebuah budaya kerja bagi UMKM yang dibantu. Dari hasil observasi dan wawancara dan dapat diidentifikasi beberapa persoalan sebagai Pihak UMKM belum memahami sepenuhnya tentang disiplin kerja yang berjalan selama ini, hal ini ditunjukkan oleh proses produksi yang macet karena tidak adanya kesadaran dari pihak UMKM terhadap potensi produknya jika terus dikembangkan. Masih kurangnya pengetahuan UMKM dalam menerapkan disiplin kerja khususnya dalam membuat SOP yang sederhana. Pelaku UMKM belum begitu memahami mengenai digitalisasi pemasaran produk dan akses untuk mendapat bantuan dari pemerintah. Usulan solusi yang dapat dilakukan UMKM dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut: Menambah wawasan dan pemahaman tentang disiplin kerja. Berbagi pengetahuan dalam implementasi tentang disiplin kerja Kedisiplinan dipahami ketika memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Memberikan contoh keteladanan dalam bekerja. Memberikan penyuluhan tentang digitalisasi pemasaran. Memberikan penyuluhan mengenai bantuan UMKM dari pemerintah. Tabel 1. Solusi Permasalahan Mitra Permasalahan Solusi Hasil Pihak UMKM belum 1. 1 Menambah wawasan dan 1. 1 Pelaku UMKM paham sepenuhnya pemahaman tentang disiplin akan pentingnya disiplin kerja. tentang disiplin kerja yang kerja 2 Pelaku UMKM mulai berjalan selama ini, hal ini 1. 2 Berbagi pengetahuan menerapkan disiplin kerja ditunjukkan oleh proses dalam implementasi tentang produksi yang macet karena disiplin kerja tidak adanya kesadaran dari pihak UMKM terhadap Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Tahun 2022 ARTIKEL potensi produknya jika terus dikembangkan. Masih pengetahuan UMKM dalam menerapkan disiplin kerja khususnya dalam membuat SOP yang sederhana. Pelaku UMKM belum pemasaran produk dan akses untuk mendapat bantuan dari pemerintah. 1 Kedisiplinan dipahami ketika memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). 2 Memberikan contoh keteladanan dalam bekerja. 1 Memberikan penyuluhan 2 Memberikan penyuluhan mengenai bantuan UMKM dari pemerintah. 1 Pelaku UMKM mampu membuat SOP. 2 Pelaku UMKM menjadi teladan bagi calon pelaku UMKM yang lain. 1 Pelaku UMKM memahami pentingnya pemasaran digital. 2 Pelaku UMKM mulai mencoba mencari informasi tentang bantuan pemerintah. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini akan dilakukan pada UMKM di Kecamatan Katapang Bandung. Dalam kegiatan ini akan melibatkan pemilik dan karyawan UMKM. Dalam kegiatan ini diharapkan peserta mempunyai kemauan untuk mengikuti pelatihan disiplin kerja. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan metode sosialiasi yang dilaksanakan dengan cara ceramah, tanya jawab dan konseling tentang pelatihan disiplin kerja. Secara lebih rinci metode kegiatan ini adalah sebagai berikut: Sosialisasi dilakukan ditahap awal sebagai bentuk adaptasi. Diskusi untuk menyerap berbagai macam ide dan berbagi pengetahuan tentang UMKM. Tanya jawab dilakukan agar dapat memperluas hasanah pengetahuan terkait UMKM. Penyuluhan sebagai ajang untuk berbagi ilmu dan pengetahuan. Pendampingan agar hasil dari kegiatan sebelumnya dapat berjalan sesuai rencana. Tabel 2. Metode dan Langkah PKM Permasalahan Solusi Metode Langkah-langkah Disiplin Kerja 1. Menambah 1. 1 Sosialisasi 1 Melakukan sosialisasi Diskusi kepada pelaku UMKM. pemahaman tentang 1. 3 Tanya Jawab 2 Mengadakan forum disiplin kerja 4 Penyuluhan Berbagi 1. 5 Pendampingan 3 Mengadakan tanya jawab terbuka dengan implementasi tentang tema kewirausahaan. disiplin kerja 4 Penyuluhan kepada pelaku UMKM mengenai manfaat disiplin kerja. 5 Mendampingi pelaku UMKM SOP Kedisiplinan 2. 1 Sosialisasi 1 Melakukan sosialisasi 2 Diskusi kepada pelaku UMKM. Standar 2. 3 Tanya jawab 2 Mengadakan forum Operasional Prosedur 2. 4 Penyuluhan (SOP). 5 Pendampingan 3 Mengadakan tanya Memberikan jawab terbuka dengan tema menciptakan pola Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Tahun 2022 ARTIKEL Digitalisasi dalam bekerja. kerja sesuai SOP. Memberikan digitalisasi pemasaran. Memberikan penyuluhan mengenai bantuan UMKM dari 4 Penyuluhan kepada pelaku UMKM mengenai manfaat adanya SOP dalam bekerja. 5 Mendampingi pelaku UMKM implementasi SOP. 1 Melakukan sosialisasi kepada pelaku UMKM. 2 Mengadakan forum 3 Mengadakan tanya jawab terbuka dengan tema pemasaran. 4 Penyuluhan kepada pelaku UMKM mengenai manfaat pemasaran. 5 Mendampingi pelaku UMKM implementasi pemasaran 1 Sosialisasi 2 Diskusi 3 Tanya jawab 4 Penyuluhan 5 Pendampingan GAMBARAN IPTEK Telah dilewatinya masa pandemic membuat kalangan pengusaha UMKM cukup dapat bernafas lega. Geliat kegiatan perekonomian dikalangan menengah ke bawah mulai dapat dilihat menuju kea rah yang lebih baik pasca pandemic yang melanda selama hampir 2 tahun Pukulan dahsyat terhadap pegiat UMKM tidak sedikit menyebabkan runtuhnya usaha yang telah dirintis. Tentu hal tersebut perlu disiasati agar setelah pandemic berlalu, para pegiat UMKM bisa bangkit dari keterpurukan. Para pegiat UMKM memerlukan pemahaman terkait strategi yang tepat agar dapat melanjutkan usahanya yang sempat terhenti. Peranan perguruan tinggi sangat dinanti. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi diharapkan dapat mengakselerasi proses perbaikan usaha sehingga usaha yang dijalankan dapat bertahan dan cepat beradaptasi terhadap Salah satu usaha yang terkena dampak dari adanya pandemic tersebut yaitu UMKM yang bergerak dibidang konfeksi khususnya konfeksi rumahan yang memproduksi barang unik karena tidak begitu umum dipasaran. Solusi yang ditawarkan kepada pelaku UMKM tersebut diantaranya adalah proses pendampingan sampai usahanya bisa berjalan sebagaimana mestinya. Proses tersebut tentunya tidaklah instan dan tidaklah mudah sehingga diperlukan ketekunan, keseriusan, serta kedisiplinan sampai bisa tercapai target sesuai harapan. Beberapa metode dalam proses pendampingan usaha diantaranya pemaparan teori yang terkait dan dapat memperkuat usahanya, diharapkan dengan pemahaman akan teori yang mendalam maka akan berimplikasi pada peningkatan usaha baik secara finansial maupun non Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada proses saja namun juga pada output yaitu produk yang berkualitas baik dan dapat diterima pasar dalam skala yang cukup besar. Dukungan teknologi yang tepat guna tentunya akan mempercepat sebuah proses untuk menghasilkan output. Semua kegiatan yang dilakukan UMKM sudah seharusnya mengacu pada SOP yang relevan dengan perubahan keadaan, dengan penerapan SOP yang tepat akan Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Tahun 2022 ARTIKEL berdampak pada efisiensi hasil dan efektivitas proses UMKM tersebut. Perlu adanya keahlian seorang pelaku UMKM untuk dapat memasukan produknya ke pasar online agar memperluas jangkauan konsumen. Oleh karenanya peningkatan kemampuan dalam hal penguasaan gadget secara optimal menjadi suatu keniscayaan. Tanpa adanya kemampuan mengoprasikan gadget maka akan mengurangi luas pasar yang akan dimasuki oleh Adapun gadget yang digunakan haruslah mumpuni agar dapat membuat konten yang Tabel 3. Perencanaan Kegiatan Mitra PKM No Nama Kegiatan Before After Tidak mempunyai disiplin Sudah memiliki production plan dan 1 Penyuluhan target yang dicapai 2 Tanya Jawab Tidak pemahaman Memiliki Pemahaman dan disiplin mengenai disiplin kerja Memiliki SOP kerja sehingga 3 Pendampingan Tidak ada SOP konsisten baik secara kuantitas maupun kualitas 4 Digitalisasi Tidak ada promosi melalui Sudah ada proses promosi melalui media internet dan penjualan media seperti facebook Instagram, melalui e-commerce dan penjualan melalui e-commerce Tabel 4. Pencapaian Mitra PKM No Permasalahan Solusi Hasil Kesimpulan Disiplin Kerja SOP Digitalisasi Memberikan kerja terhadap mitra PKM 2 Tanya jawab Melakukan pembuatan SOP Melakukan penerapan SOP Mendapatkan Program mengenai mitra PKM telah disiplin kerja dijalankan dengan Memiliki perencanaan dan target produk kutang suroso 1 Memiliki SOP Program perusahaan mengenai mitra PKM telah kualitas barang produk dijalankan dengan kutang suroso 2 Penerapan SOP dilakukan secara baik dan benar Memberikan 3. Memberikan penyuluhan tentang pendampingan pengetahuan mengenai pemasaran digital. Memberikan 2 Membuat akun mengenai pemasaran jualan dalam beberapa efektif dan efisien e-commerce mengenai pemasaran penetrasi pasar baru saat ini Program mitra PKM telah dijalankan dengan Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Tahun 2022 ARTIKEL KESIMPULAN Tujuan utama dari diadakannya PKM ini yaitu melakukan transfer pengetahuan mengenai pentingnya memiliki kebiasaan disiplin kerja dalam menjalankan usaha. Upaya untuk mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah sehigga diperlukan proses dan waktu yang tidak sebentar. Kegiatan dalam bentuk penyuluhan perlu dilakukan oleh tim PKM untuk memberikan pengetahuan secara luas dan mendalam mengenai dampak poditif dari diterapkannya disiplin kerja terhadap keberlangsungan sebuah usaha. Tentunya setelah pelaku UMKM memahami pentingnya disiplin kerja, maka pendampingan menjadi metode yang tepat agar kebiasaan itu bisa diterapkan dan melekat di tiap pelaku UMKM. DAFTAR PUSTAKA