ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ESTU UTOMO HEALTH SCIENCE JURNAL ILMIAH KESEHATAN http : //w. HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU REMAJA PUTRI DALAM MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI SAAT MENSTRUASI DI DESA DEMAKAN KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO Dr Luluk Lusiati Cahyarini. Program Studi D i Kebidanan STIKES Estu Utomo Email : luluks3@stikeseub. ABSTRAK Menjaga hygiene pada seseorang dapat menentukan status kesehatan, agar terhindar dari infeksi organ reproduksi, maka pada saat seorang remaja mengalami menstruasi diharuskan menjaga kebersihan organ reproduksinya secara ekstra terutama pada bagian vagina, sebab bila tidak dijaga maka akan timbul jamur, bakteri dan virus yang berlebihan sehingga akan mengganggu fungsi dari organ reproduksi itu sendiri. Bidan desa Demakan menyatakan remaja putri yang datang ke Bidan mayoritas mengalami keluhan keputihan baik fisiologis atau patologis sekitar 30-40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Desain penelitian survei analitik pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di Desa Demakan berjumlah 143 Responden. Sampel ditentukan dengan rumus slovin sejulah 106 responden. Teknik sampling One stage Cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Metode analisa data menggunakan uji spearman rank. Pengetahuan remaja putri tentang menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi mayoritas baik 53 orang . ,0%). Perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi sebagian besar dalam kategori baik 81 responden . ,4%). Hasil analisis statistik sperman maka didapatkan hasil p value O 0,05 yaitu p value 0,000, hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Disarankan kepada remaja agar dapat menjaga kebersihan organ reproduksi saat Petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi Kata kunci : Pengetahuan. Perilaku. Kebersihan organ reproduksi. Menstruasi. Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE AND THE BEHAVIOR OF ADOLESCENT WOMEN IN MAINTAINING REPRODUCTIVE ORGANS CLEAN DURING MENSTRUATION IN DEMAKAN VILLAGE. DISTRICT MOJOLABAN, SUKOHARJO DISTRICT ABSTRACT Maintaining hygiene in a person can determine health status, in order to avoid infection of the reproductive organs, so when a teenager is menstruating, he is required to maintain extra cleanliness of his reproductive organs, especially in the vagina, because if it is not maintained, there will be excessive fungus, bacteria and viruses so that will interfere with the function of the reproductive organs themselves. The Demakan village midwife stated that the majority of teenage girls who came to the midwife experienced complaints of vaginal discharge, either physiological or pathological, around 30-40%. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and the behavior of adolescent girls in maintaining the cleanliness of the reproductive organs during menstruation in Demakan Village. Mojolaban District. Sukoharjo Regency. The research design is an analytical survey with a cross-sectional approach. The population in this study were young women in Demakan Village totaling 143 respondents. The sample is determined by the slovin formula of 106 respondents. Sampling technique One stage Cluster random sampling. The research instrument used a questionnaire. Method of data analysis using Spearman rank test. The majority of young women's knowledge about maintaining the cleanliness of their reproductive organs during menstruation is 53 people . 0%). The behavior of adolescent girls in maintaining the cleanliness of the reproductive organs during menstruation was mostly in the good category, 81 respondents . 4%). The results of the statistical analysis of sperm, the results obtained p value 0. 05, namely p value 0. 000, this means Ha is accepted and Ho is rejected, which means that there is a relationship between knowledge and behavior of young women in maintaining the cleanliness of reproductive organs during menstruation in Demakan Village. Mojolaban District. Sukoharjo Regency. It is recommended for adolescents to be able to maintain the cleanliness of the reproductive organs during menstruation. Health workers can provide counseling about the behavior of adolescent girls in maintaining the cleanliness of the reproductive organs during Keywords : Knowledge. Behavior. Hygiene of reproductive organs. Menstruation. PENDAHULUAN Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial dan semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsinya. Ruang lingkup kesehatan reproduksi salah satunya adalah kesehatan reproduksi remaja (Ali & Asrori. Sekitar 1 miliar manusia atau setiap 1 diantara 6 penduduk dunia adalah remaja. Sebanyak 85% di antaranya hidup di negara berkembang. Jumlah remaja di Indonesia, berkembang sangat cepat. Berdasarkan Sensus Penduduk 2020 (SP2. jumlah ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan penduduk Indonesia pada 2020 mencapai 270,20 juta jiwa. SP2020 mencatat jumlah penduduk laki-laki di Indonesia sebanyak 136,66 juta orang, atau 50,58 persen dari penduduk Indonesia. Sementara, jumlah penduduk perempuan di Indonesia sebanyak 133,54 juta orang, atau 49,42 persen dari penduduk Indonesia. Persentase penduduk usia produktif . Ae64 tahu. terus meningkat, yakni lebih dari 70,72% dari total populasi, dimana usia 10-24 tahun sekitar 37 juta jiwa (BPS, 2. Menurut Hurlock . , remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-20 Masa remaja merupakan masa perubahan atau masa peralihan dari masa anakanak ke masa dewasa, yang disertai dengan berbagai perubahan baik secara fisik, psikis maupun secara sosial (Eny, 2. Indonesia merupakan negara berkembang dan sebagian besar penduduk Indonesia yaitu remaja. Di Indonesia, jumlah remaja berkembang sangat cepat (Kusmiran, 2. Masa remaja diawali dengan pertumbuhan, perubahan, munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi. Kebutuhan akan peningkatan pelayanan kesehatan dan sosial terhadap remaja semakin menjadi perhatian (Purwoastuti, 2. Masalah pada kesehatan reproduksi remaja di Indonesia merupakan masalah penting dan perlu diperhatikan karena berhubungan langsung pada organ reproduksi. Pelayanan kesehatan remaja yang masih langka atau kurang mendapat perhatian khusus, karena akses dan bahan informasi yang masih rendah, diutamakan pada kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan upaya preventif dan promotif. Untuk mencapai kesehatan reproduksi yang baik perlu diidentifikasi pemahaman tentang aspek-aspek yang berpengaruh terhadap alat-alat repoduksi. Tidak pedulinya seseorang terhadap kesehatan reproduksi dapat menimbulkan infeksi alat reproduksi dan berpengaruh terhadap infertilitas atau kemandulan dikemudian hari (Iriyanto, 2. Menstruasi merupakan indikator dari kematangan seksual pada remaja putri. Pentingnya remaja putri belajar tentang kebersihan selama menstruasi akan memberikan dampak yang positif bagi kesehatan reproduksinya, karena kebiasaan baik yang dilakukan saat remaja akan bertahan sampai dewasa. Hal ini perlunya kesadaran pada remaja putri tentang kebersihan daerah kewanitaan saat menstruasi agar terhindar dari berbagai penyakit yang mengancam serta merugikan diri sendiri dan orang lain seperti infeksi saluran reproduksi. Kebersihan saat menstruasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan daerah kewanitaan pada saat Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 menstruasi, selain itu juga kebersihan saat menstruasi merupakan suatu tindakan memelihara kebersihan dan kesehatan organ genetalia untuk kesejahteraan fisik (Anurogo. Dito & Wulandari A, 2. Menjaga kesehatan reproduksi pada seseorang dapat menentukan status kesehatan, agar terhindar dari infeksi organ reproduksi, maka pada saat seorang remaja mengalami menstruasi diharuskan menjaga kebersihan organ reproduksinya secara ekstra terutama pada bagian vagina, sebab bila tidak dijaga maka akan timbul jamur, bakteri dan virus yang berlebihan sehingga akan mengganggu fungsi dari organ reproduksi itu sendiri. Hal ini juga membuat organ reproduksi mudah terkena infeksi saluran kemih, kanker serviks, keputihan serta penyakit genetalia lainnya. Kurangnya menjaga kebersihan saat menstruasi contohnya penggunaan pakaian dalam yang kurang tepat, cara membersihkan organ reproduksi yang salah dari belakang kedepan, tidak mengganti pembalut saat menstruasi (Iriyanto, 2. Kebersihan saat menstruasi yang tidak baik dapat menyebabkan keputihan Hasil penelitian Hoerunnisa . menunjukkan bahwa sebanyak 24,4% remaja menunjukan gejala keputihan patologis dan yang menunjukan gejala keputihan fisiologis 75,6 %. Keputikan patologis disebabkan karena jamur, bakteri, virus dan parasit seperti Jamur Monilia atau Candidas. ParasitmTrichomonas Vaginalis dan Bakteri Gardnella Kurangnya menjaga kebersihan saat menstruasi dapat dikarenakan pengetahuan yang rendah. Pemahaman seseorang terhadap kesehatan reproduksinya sangatlah Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang cukup, akan cenderung mengabaikan kesehatan reproduksinya dan pada akhirnya ia akan melakukan tindakan yang membahayakan bagi dirinya sendiri. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akan memungkinkan seseorang tidak berperilaku higienis dalam menjaga organ reproduksinya yang dapat membahayakan kesehatan reproduksinya sendiri (Dewi Irianti dan Lydia Tiarahma, 2. Hasil penelitian sebelumnya oleh Setyorini . menunjukkan bahwa pengetahuan siswi tentang kebersihan organ genetalia eksterna mayoritas baik sebanyak 54 responden . ,1%) dan cukup sebanyak 4 responden . ,9%). Berdasarkan fenomena di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo bidan desa menyatakan remaja putri yang datang ke Bidan mayoritas ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan mengalami keluhan keputihan baik fisiologis atau patologis sekitar 30-40%. Studi pendahuluan pada tanggal 27-30 Juni 2021 di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo, wawancara dengan pengurus Karangtaruna desa mengatakan bahwa belum pernah dilakukan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi di Karangtaruna. Dari wawancara singkat terhadap 10 remaja perempuan yang ditemui dimana 5 remaja . %) diantaranya mengaku pernah mengalami gatal di daerah genetalia dan mengalami keputihan yang berbau serta putih kental remaja tersebut tidak mengetahui apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan. Wawancara tentang perilaku menjaga kebersihan genetalia 6 remaja . %) mengatakan ganti pembalut 2x sehari, praktik atau tindakan saat membersihkan genetalia masih salah dalam membasuh organ genetalia dari arah belakang kedepan. Empat . %) lainnya mengatakan mengganti pembalut 1 kali sehari karena mereka merasa belum penuh darah, remanja tersebut melakukan hal tersebut karena telah mengetahui cara menjaga kebersihan genetalia dari orang tuanya. Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul AuHubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Remaja Putri Dalam Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Saat Menstruasi Di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten SukoharjoAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian survei analitik yaitu merupakan survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Pendekatan yang digunakan dalam rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 12-21 tahun di Desa Demakan berjumlah 143 Responden. Penentuan besar sampel dengan rumus slovin sejumlah 106 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu One stage Cluster random sampling instrument penelitian adalah Kuesioner pengetahuan dan Kuesioner perilaku. Analisis yang digunakan adalah sperman karena skala penelitian ordinal-ordinal Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden Hasil observasi terhadap remaja putri usia 12-21 tahun di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo berdasarkan karakteristik responden Umur Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur Remaja awal . Remaja Akhir (Ou. Total Frekuensi Persentase 26,4% 73,6% Sumber : Data primer diolah . Berdasarkan tabel 1 di atas diketahui remaja putri di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo, sebagian besar dalam kategori remaja akhir (Ou20 tahu. yaitu sebanyak 78 responden . ,6%). Pekerjaan Tabel 2. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi Pelajar Mahasiswa Bekerja (Swast. Total Sumber : Data primer diolah . Persentase 31,1% 22,6% 46,2% Berdasarkan tabel 2 di atas diketahui distribusi remaja putri usia 12-21 tahun di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo, sebagian besar adalah bekerja swasta yaitu sebanyak 49 resonden . ,2%). Analisis Univariat Analisis ini digunakan untuk mendiskripsikan variabel bebas maupun variabel terikat menggunakan tabel distribusi frekuensi. Pengetahuan remaja putri tentang menjaga kebersihan organ reproduksi saat Berikut ini distribusi frekuensi sebaran data pengetahuan remaja putri tentang menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi, disajikan dalam tabel dibawah ini : ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Saat Menstruasi Pengetahuan Frekuensi Kurang Cukup Baik Total Sumber : Data primer diolah . Persentase Berdasarkan tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar remaja putri di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo memiliki pengetahuan dengan kategori Baik yaitu sebanyak 53 orang . ,0%). Pengetahuan remaja putri tentang menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi mayoritas memiliki pengetahuan dengan kategori Baik yaitu sebanyak 53 orang . ,0%). Responden tersebut memiliki pengetahuan baik karena telah mengerti tentang penggunaan pakaian dalam saat menstruasi, membersihkan alat kelamin, penggunaan pembalut. Pengetahuan menurut Notoatmodjo . adalah hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Berdasarkan fenomena di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo adalah remaja saat ini dapat dengan mudah menambah informasi melalui internet dan berbagai media. Menurut Dewi dan Wawan . informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa Seseorang yang mendapat informasi akan mempertinggi tingkat pengetahuan terhadap suatu hal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 30,2% memiliki pengetahuan yang cukup. Seseorang berpengetahuan cukup sangat dipengaruhi oleh informasi dan pengalaman responden. Dewi dan Wawan . menyatakan bahwa pengalaman dapat dilihat dari pekerjaan dan pergaulan seseorang, seseorang yang banyak bergaul di luar rumah dan bertemu dengan banyak orang akan memiliki pengetahuan lebih dari pada seseorang yang duduk berdiam diri di rumah, karena setiap hari mereka bersosialisasi dengan orang lain. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo dimana remaja selalu berinteraksi dengan teman sekolah maupun teman bermain serta bertukar pikiran dan pendapat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan. Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 Selanjutnya diperoleh 19,8% memiliki pengetahuan yang kurang. Menurut Notoadmodjo . pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya pendidikan, media massa baik elektronik maupun cetak, dari petugas kesehatan, atau dari kerabat dekat. Seseorang yang kurang bersosialisasi dengan orang lain tidak akan mendapatkan informasi yang dapat meningkatkan Penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Dewi Irianti dan Lydia Tiarahma . yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang menstruasi baik 91,7%, pengetahuan kebersihan organ reproduksi saat menstruasi 60% baik, dan cara menjaga kebersihan organ reproduksi saat mentruasi berpengetahuan baik 88,3%. Penelitian lain oleh Putri Amalia dan Yola Amrulla . menunjukkan bahwa pengetahuan remaja yang memiliki pengetahuan baik ada 35 orang . 8%), 44 orang . 7%) dari sumber informasi non media, 51 orang . 5%) pada kelompok remaja yang orang tuanya berperan Perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat Berikut ini distribusi frekuensi data perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi adalah sebagai berikut : Tabel 4. Distribusi Perilaku Remaja Putri Dalam Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Saat Menstruasi Perilaku Frekuensi Persentase Kurang baik Baik Total Sumber : Data primer diolah . Berdasarkan tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar perilaku seksual remaja putri menjaga kebersihan organ reproduksi saat dalam kategori baik sebanyak 81 responden . ,4%). Perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 81 responden . ,4%). Responden yang memiliki perilaku baik yang berkaitan dengan penggunaan pakaian dalam saat menstruasi, membersihkan alat kelamin, penggunaan ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Sesuai dengan teori menyebutkan bahwa personal hygiene menstruasi merupakan peningkatan kesehatan melalui implementasi tindakan hygiene yang dapat dilakukan saat menstruasi (Manuaba, 2. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa pengamatan pada jenis pembalut herbal wanita yang digunakan, 91% pengguna siang hari, 65% pengguna pantyliner, 58% pengguna malam menggunakan. Sebanyak 100% air di kamar mandi responden dalam kondisi baik, dan sebanyak 71% responden menggunakan pakaian dalam dari bahan katun (Putri Sasmita Wati . Mury Ririanty . Iken Nafikadini, 2. Lebih lanjut juga terdapat 23,6% dalam kategori kurang baik. Responden dalam penelitian ini memiliki sikap kurang baik dapat dikarenakan mereka kurang memahami tentang menjaga kebersihan saat menstruasi, pengetahuan tersebut dapat diperoleh dari pendidikan yang telah ditamatkan responden. Responden dalam penelitian ini seluruhnya adalah siswa SMP dan SMA. Pendidikan yang belum memadai akan kurang paham dalam menerima informasi Hal ini sangat berkaitan dengan tingkat pengetahuan seseorang yang menentukan sikap tentang suatu hal yang kemudian berhubungan dengan perilaku (Azwar, 2. Analisis Bivariat Analisa ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo dengan sperman. Hasil uji normalitas diperoleh data berdistribusi tidak normal dengan hasil kolmogorovsmirnov pada pengetahuan diperoleh p value 0,000 < 0,05 serta pada perilaku p value 0,000 < 0,05, sehingga data berdistribusi tidak normal. Hasil tabulasi crosstab bivariat dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Remaja Putri Dalam Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Saat Menstruasi Di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo Pengetahuan Kurang Cukup Perilaku Remaja Kurang baik Baik Total Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Baik Total Sumber : Data primer diolah . ISSN CETAK : 1979-1879 Dari table 5 di atas menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan kurang mayoritas memiliki perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi dalam kategori kurang baik yaitu 17 responden . ,0%). Responden dengan pengetahuan cukup mayoritas memiliki perilaku baik yaitu 26 responden . ,2%) sedankan respnden dengan pengetahuan baik mayoritas memiliki perilaku baik yaitu 51 responden . ,2%). Hasil uji statistik sperman adalah sebagai berikut : Tabel 6. Hasil Analisis Sperman Pengetahuan Dengan Perilaku Remaja Putri Dalam Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Saat Menstruasi p-value Sumber : Data primer diolah . Hasil sperman 0,607 0,000 Hasil uji analisis statistik sperman maka didapatkan hasil p value O 0,05 yaitu p value 0,000, hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan analisis sperman maka didapatkan hasil p value O 0,05 yaitu p value 0,000 yang berarti ada hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang akan di evaluasi oleh dirinya sendiri yang akhirnya akan menimbulkan stimulus terhadap suatu perasaan dan mempengaruhi tindakan seseorang. Hal ini sesuai dengan teori bahwa perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya faktor predisposisi yang melipuri pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan dan nilai-nilai (Notoatmodjo, 2. Pengetahuan tentang suatu hal akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang dimana semakin baik pengetahuan seseorang akan memiliki perilakuyang semakin ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan positif, dan sebaliknya responden dengan pengetahuan yang kurang tentang suatu hal akan memiliki perilaku yang negatif pula. Individu akan menerima, mengolah, dan memilih segala sesuatu yang datang dari luar dalam hal ini adalah pengetahuan, serta menentukan mana yang akan diterima atau tidak diterima. Sehingga individu merupakan penentu pembentukan sikap dan perilaku (Azwar, 2. Penelitian ini juga menunjukkan terdapat responden dengan pengetahuan kurang memiliki perilaku yang baik yaitu 19%. Hal ini dapat dapat dikarenakan responden yang meniru perilaku dari lingkungan sekitar seperti tempat kerja, berdasarkan karakterstik responden dimana 46,2% responden adalah bekerja. Responden dengan pengetahuan cukup memiliki perilaku kurang baik 18,8%, serta responden dengan pengetahuan baik tetapi memiliki perilaku kurang baik yaitu 3,8%. Hal ini dapat dikarenakan kurangnya pengalaman dari responden dimana 31,1% adalah pelajar dan 26,4% memiliki umur 15-19 tahun. Sehingga meskipun remaja mengetahui tetapi belum dapat menerapkan dengan baik. Hasil memepngarui perilaku seseorang terdapat faktor lain pengaruh orang lain dalam hal ini pengaruh keluarga atau teman dekat dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat Hal ini sesuai dengan teori bahwa perilaku dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu faktor predisposisi . redisposing facto. , faktor pendukung . nabling facto. : fasilitas kesehatan, obat-obatan dan faktor pendorong . einforcing facto. (Notoatmodjo, 2. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Hasil penelitian sebelumnya oleh Setyorini . menunjukkan bahwa pengetahuan siswi tentang kebersihan organ genetalia eksterna mayoritas baik sebanyak 54 responden . ,1%) dan cukup sebanyak 4 responden . ,9%). Penelitian lain oleh Adinda Zein Nur dan Dora Samaria . hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p = 0,008 . value < 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang nyeri haid dengan sikap penanganan nyeri haid di Ghama DAoLeader School Kota Depok Vol. XVi. No. 1 Januari 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 dimana semakin baik pengetahuan remaja putri tentang nyeri haid, maka semakin baik pula sikap mereka dalam menangani nyeri haid. PENUTUP Kesimpulan Dan Saran Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut : Pengetahuan remaja putri tentang menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo mayoritas baik sebanyak 53 orang . ,0%). Perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 81 responden . ,4%). Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo . = 0,. Hasil penelitian ini menjadi masukan kepada remaja agar dapat menjaga diri untuk menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi dengan penggunaan pakaian dalam katun, rajin membersihkan alat kelamin dan mengganti pembalut. Hasil penelitian ini memberikan masukan tenaga kesehatan di puskesmas untuk lebih aktif dalam memberikan asuhan keperawatan pada remaja dengan cara memberikan penyuluhan tentang perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi DAFTAR PUSTAKA