VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index PENERAPAN MODEL CIRCUIT LEARNING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 50 LUBUKLINGGAU 1Diani Aulia Fajarsari. P, 2Aren Frima, 3Armi Yuneti 1,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dianiaulia699844@gmail. com, 2frimasoemantri@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau setelah diterapkan model circuit learning berbantuan media Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau dan sebagai sampelnya kelas V yang berjumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji z pada taraf signifikan 0,05. Sehingga diperoleh zhitung = 6,11 dan ztabel = 1,64 . hitungOuztabe. Berdasarkan analisis data tes terakhir dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran IPS dengan model circuit learning berbantuan media gambar secara signifikan sudah Kata kunci : Hasil Belajar. IPS. Media Gambar. Model Circuit Learning ABSTRACT This study aims to determine the completeness of social studies learning outcomes of grade V students of SD Negeri 50 Lubuklinggau after the application of the circuit learning model assisted by image media. The research method used is pre-experimental The population taken was all students of grade V of SD Negeri 50 Lubuklinggau and as a sample of class V which amounted to 28 students. The collection of dta is carried out by test technique. The collected data was analyzed using the z-test at a significant level of 0. So that zcalculate = 6,11and ztable = 1. calculateOuztabl. Based on the analysis of the data of the last test, it can be concluded that the learning outcomes of students after participating in social studies learning with the circuit learning model assisted by image media have been significantly completed. Keywords: Learning Outcomes. Social Studies. Image Media. Circuit Learning Model INTRODUCTION Proses pembelajaran di kelas sangat berpengaruh pada keberhasilan pendidikan di Peran guru sangat penting terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Seorang pendidik harus memiliki kemampuan untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatifdan kreatif untuk memastikan bahwa pendidikannya berhasil. Hal ini dilakukan agar siswa tidak jenuh atau bosan sehingga membuat materi yang diberikan menarik bagi Berbagai mata pelajaran yang ada di Sekolah Dasar (SD) termasuk Bahasa Indonesia. PPKn. Matematika. SBDP. IPA dan IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) terdiri dari banyak cabang ilmu sosial termasuk sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum dan budaya. Pembelajaran IPS sangat terasa membosankan karena penyajian materinya yang bersifat monoton. Selain itu, masih banyak pendidik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index seperti ceramah, sehingga siswa menjadi pasif dan hanya menerima apa yang disampaikan pendidik saja (Kurniawati, dkk. , 2021:. Ini adalah salah satu alasan mengapa keberhasilan pembelajaran IPS kurang optimal. Namun, mata pelajaran IPS memiliki peran penting dalam menanamkan pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan sosial agar peserta didik dapat memecahkan masalah sosial di masyarakat di masa depan. Dari hasil observasi awal . ampiran hal. dan wawancara . ampiran hal. yang dilakukan oleh peneliti dengan guru kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau pada tanggal 01 November 2023, diketahui bahwa hasil ulangan tengah semester yang menunjukkan banyak siswa kelas V belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM) sebesar 70 pada mata pelajaran IPS. Hanya 10 siswa . ,71%) dari 28 siswa yang tuntas dan 18 siswa . ,28%) yang belum tuntas. Ini disebabkan karena penggunaan media pembelajaran yang belum optimal dimanfaatkan oleh guru serta pembelajaran masih terpusat pada guru . eacher centre. Hal ini menyebabkan siswamerasa jenuh, bosan, tidak antusiasdan kurang aktif saat pembelajaran berlangsung sehingga motivasi dan hasil belajar siswa rendah terhadap pembelajaran IPS. Berdasarkan uraian di atas, penulis menawarkan solusi dengan menerapkan model circuit learning berbantuan media gambarkarena model ini tidak hanya terfokus pada guru saja, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Model circuit learning ini perlu diterapkan karena model tersebut dapat meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa agar siswa tidak merasa jenuh dan bosan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS. Model circuit learningmenurut Milda . adalah modelyang memanfaatkan pola bertambah dan mengulang untuk memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan Model pembelajaran ini biasanya dimulai dengan tanya jawab tentang materi pelajaran, penyajian peta konsep, penjelasan tentang peta konsep, pembagian dalam beberapa kelompok, pengisian lembar kerja dengan peta konsep, penjelasan tentang prosedur pengisisan, melakukan presentasi kelompok, dan memberikan penghargaan atau Sementara itu. Budiyanto . menyatakan bahwa tujuan pembelajaran model circuit learning adalah membuat lingkungan belajar yang menyenangkan dan fokus, memungkinkan siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan cara mereka berpikir, membuat peta konsep bahasa khusus, melakukan tanya jawab, dan refleksi. Fitriani . berpendapat bahwa ada beberapa kelebihan model circuit learning, salah satunya adalah dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam merangkai kata dengan bahasa mereka sendiri dan membantu siswa mempertahankan konsentrasi mereka pada peta konsep yang diberikan oleh pendidik. Siswa dapat melihat, memperhatikan, dan merangkai sendiri kalimat penjelas selama pembelajaran Ini membuat pemahaman materi lebih mendalam dan berkesan bagi peserta didik karena mereka ikut mengalaminya sendiri. Penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan menarik akan membuat model pembelajaran ini lebih ideal. Media gambarseperti foto, lukisan/gambaran, dan sketsa . ambar gari. adalah salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan (Arsyad,2015:. Dengan menggunakan media ini, pendidik dapat menyampaikan materi pelajaran dengan lebih efektif, sehingga meningkatkan pikiran dan keinginan siswa untuk belajar. Dari latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul AuPenerapan Model Circuit Learning Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri 50 LubuklinggauAy. kecil memperoleh skor VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index rata-rata 93% dan uji lapangan memperoleh skor rata-rata 92. Dari analisis tersebut disimpiulkan bahwa media pembelajaran monopoli pada pembelajaran IPA dinyatakan efektif dan layak digunakan di sekolah dasar. Dari analisis penelitian, bahwa media pembelajaran monopoli dapat digunakan dalam pembelajaran salah satunya dalam pembelajaran IPA. Media pembelajaran ini mempunyai desain yang layak untuk digunakan, sehingga media ini efektif digunakan pada pembelajaran IPA. Berdasarkan uraian latar belakang, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul "Pengembangan Media Monopoli Pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SD Negeri 5 Lubuklinggau". METHODS Jenis penelitian iniadalah penelitian eksperimen semu. Metode dalam penelitian pre-experimentaldesignyang Desaineksperi menmenggunakanone-grouppre-test-post-testdesign. Tabel1One Group Pre-test Post-test Design Pre-test Treatment Post-test Penelitian ini dilakukan di kelas V SD Negeri 50 Lubuklingau. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2023/2024. Penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau pada tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 28 orang. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Mei s. d 9 Juni 2024. Penelitian ini diawali dengan uji coba instrumen. Uji coba instrumen dilakukan di luar kelas sampel, yaitu kelas VI SD Negeri 50 Lubuklinggau pada tanggal 22 Mei 2024 yang diikuti sebanyak 23 siswa. Peneliti melakukan pertemuan sebanyak 4 kali, yaitu satu kali pemberian tes awal . re-tes. , dua pertemuan proses pembelajaran dengan menerapkan model circuit learning berbantuan media gambar dan satu pertemuan sebagai tes akhir . ost-tes. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pemberian tes awal . re-tes. yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi jenis usaha yang dikelola sendiri. Soal yang diberikan berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 13 soal. Pemberian tes awal dilakukan pada tanggal 15 Mei 2024 yang berjumlah 28 siswa. Berdasarkan hasil perhitungan tes awal, rekapitulasi hasil tes awal siswa dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Rekapitulasi Data Hasil Tes Awal (Pre-tes. VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index No. Kategori Keterangan Nilai Minimum Nilai Maksimum Rata-rata nilai 46,43 Simpangan Baku 13,57 Jumlah Siswa yang tuntas Jumlah Siswa yang tidak tuntas Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa seluruh siswa kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau tidak tuntas. Nilai terbesar adalah 69 dan nilai yang terkecil adalah 23 dengan rata-rata nilai secara keseluruhan yaitu 46,43. Dengan demikian, kemampuan awal siswa sebelum penerapan pembelajaran dengan model circuit learning berbantuan media gambar termasuk kategori belum tuntas. Pelaksanaan penelitian pada pertemuan akhir dilakukan dengan test akhir . yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran circuit learning berbantuan media gambar. Soal yang diberikan berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 13 Pelaksanaan post-test pada tanggal 5 Juni 2024. Berdasarkan hasil perhitungan data tes akhir, rekapitulasi hasil tes akhir siswa dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Rekapitulasi Data Hasil Tes Akhir (Post-tes. No. Kategori Keterangan Nilai Minimum Nilai Maksimum Rata-rata nilai 82,96 Simpangan Baku 11,21 Jumlah siswa 3 Siswa yang tidak tuntas . ,71%) Jumlah siswa 25 siswa yang tuntas . ,29%) Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai terbesar adalah 100 dan nilai yang terkecil adalah 54 dengan rata-rata nilai secara keseluruhan yaitu 82,96. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 siswa . ,29%) dan yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa . ,71%). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kemampuan akhir siswa setelah penerapan pembelajaran IPS dengan model circuit learning berbantuan media gambar termasuk kategori tuntas. Rata-rata nilai dan ketuntasan belajar siswa dapat dilihat pada gambar 1. VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index Gambar1Rata-rata Nilai dan Ketuntasan Belajar Hasil belajar siswa terlihat lebih meningkat jika dibandingkan dengan tes awal . re-tes. Hal ini dibuktikan dengan 25 dari 28 siswa mendapatkan nilai lebih dari 70. Nilai rata-rata post-test siswa yaitu 82,96. Hal ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Chandra Anugrah Putra, dkk . dengan judul AuPenerapan Model Circuit Learning Berbantuan Media Power Point Terhadap Hasil Belajar IPSAy. Penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat dari rata-rata kelas pada post-testyaitu sebesar 80 dan persentase ketuntasan peserta didik secara klasikal yaitu 100%, dari ketetapan yang sudah ditentukan yaitu untuk KKM sebesar 65 dan kriteria ketuntasan secara klasikal 85%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran circuit learning berpengaruh positif dan signifikan tuntas terhadap hasil belajar IPS siswa. Data penelitian yang diperoleh dari hasil post-test digunakan untuk menguji secara Adapun hal yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah AuHasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau setelah diterapkan model circuit learning berbantuan media gambar signifikan tuntasAy. Dalam pengujian hipotesis ini, uji hipotesis statistik menggunakan uji z. Jika ZhitungOuZtabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima kebenarannya. Untuk mengetahui kenormalan data, digunakan uji normalitas dengan uji kecocokan A2 (Chi-kuadra. Berdasarkan ketentuan mengenal uji normalitas data dengan taraf signifikan = 0,05, dimana jika A2hitung < A2tabel, maka masing-masing data berdistribusi normal. Rekapitulasi hasil perhitungan uji normalitas post-test dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4Rekapitulasi Perhitungan Uji NormalitasPost-test Uji A2hitung Dk A2tabel Kesimpulan Normalitas Post-test 1,15 6 11,07 Normal Berdasarkan tabel 4, diketahui nilai A2hitung data post-test lebih kecil daripada A2tabel (A hitung Ou A2tabe. Dengan demikian, data post-test berdistribusi normal pada taraf signifikan = 0,05. Untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan dan untuk mendapatkan suatu kesimpulan, maka data hasil post-test pokok bahasan yang diberikan kepada siswa dianalisis menggunakan uji z. Hipotesis statistik yang diuji adalah sebagai : Hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau tahun pelajaran 2023/2024 setelah diterapkannya model Circuit Learning berbantuan media gambar kurang dari 70 ( <. VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index : Hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau setelah diterapkan model Circuit Learning berbantuan media gambar lebih besar atau sama dengan 70 ( Kriteria pengujian hipotesis adalah , maka ditolak dan diterima, dengan dk = n-1 dan taraf signifikan = 0,05. Hasil uji hipotesis untuk data post-test dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5 Hasil Uji Hipotesis Post-test Data Kesimpulan Posttest 6,11 1,64 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, diperoleh bahwa penggunaan model circuit learning berbantuan media gambar dapat dijadikan alternatif dalam proses pembelajaran ketika siswa mengalami kejenuhan dalam belajar sehingga siswa dapat lebih aktif lagi saat pembelajaran berlangsung. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penerapan model circuit learning berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPS siswa kels V SD Negeri 50 Lubuklinggau dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 50 Lubuklinggau setelah penerapan model circuit learning berbantuan media gambar secara signifikan tuntas. REFERENCES