Early Child Research and Practice - ECRP, 2023: 4. , 43-46 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Peningkatan Kemampuan Motorik Halus AnakKelompok B Melalui Kegiatan Montase Wiri Sumiati. Asnawati. Rika Partika Sari Affiliation: PAUD AMANAH Desa Keban Aguung Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Corresponding Author: Witribengkulu617@gmail. rkpar85@gmail. Abstract Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui kegiatan montase enerapan dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak di PAUD Amanah Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas, atau lazim dikenal dengan classroom action research prosedur yang digunakan berbentuk siklus . Subjek utama dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berhumlah 15 orang anak. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model jhon Elliot dimana setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tekhnik pengumpulan data menggunkan metode observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan penekannya digunakan untuk menentukan peningkatan proses yang dinyatakan dalam sebuah predikat, sedangkan analisi data kuantitatif digunakan untuk menentukan peningkatan hasil dengan menggunkan persentase. Hasil peninggkatan perkembangan motorik halus pada anak PAUD Amanah pada siklus I dengan persentase 65%. Sedangkan di siklus II dengan persentase 99%. Simpulan penelitian bahwa penerapan kegiatan montase dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak di PAUD Amanah Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. , terbukti pada siklus II terjadi peningkatan signifikan, hasil persentase pencapaian sebesar 99% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB). Keyword: Perkembangan Motorik Halus. Montase Pendahuluan Setiap aspek perkembangan anak secara umum memiliki pola atau tahapan perkembangan yang sama, namun pencapaian setiap anak terhadap masing-masing aspek perkembangan yang berbeda. Perbedaan ini karena dipengaruhi dari kesiapan atau biasanya disebut masa peka. Dalam perkembangan anak usia dini terdapat 6 aspek perkembangan, salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan di dalam Pendidikan Anak Usia Dini adalah aspek perkembangan motorik halus. motorik halus dapat diartikan sebagai suatu keterampilan yang membutuhkan kontrol yang kuat terhadap otot khususnya yang termasuk keterampilan pergerakan jari-jemari tangan, koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan yang membutuhkan keterampilan pergelangan tangan seperti menggunting, menjahit, menulis, menggambar, mewarnai, dan sebagainya. Pada usia 5-6 tahun merupakan usia diamana perkembangan motorik anak sangat aktif dalam berbagai kegiatan sehingga jika perkembangan motorik anak tidak dikembangkan dengan baik, akan berpengaruh pada perkembangannya kelak, terutama dalam perkembangan motorik halus anak. Motorik halus adalah gerakan yang dilakukan oleh bagianbagian tubuh tertentu, yang tidak membutuhkan tenaga besar yang melibatkan otot besar, tetapi hanya melibatkan sebagian anggota tubuh yang dikoordinasikan . erja sama yang seimban. antara mata dengan tangan atau kaki. Tujuan dari melatih motorik halus adalah agar anak terampil dan cermat menggunakan jari-jemari dalam kehidupan seharihari, khususnya pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan unsur kerajinan dan keterampilan tangan (Rahayau, 2017: . Kegiatan montase merupakan salah satu rekomendasi dalam pembelajaran pada taman kanak-kanak untuk mengembangkan keterampilan motorik halus, terutama menggunting sesuai dengan pola. Montase adalah merupakan sebuah karya yang dibuat dengan cara memotong objek-objek gambar dari berbagai sumber kemudian ditempelkan pada suatu bidang e-ISSN 2723-5718 sehingga menjadi satu karya dan tema. Dapat di katakan montase dihasilkan dari mengomposisikan beberapa gambar yang sudah jadi dengan gambar yang sudah jadi lainnya. Montase merupakan sebuah karya yang dibuat dengan cara memotong objek-objek gambar dari berbagai sumber kemudian ditempelkan pada suatu bidang sehingga menjadi satu kesatuan karya dan tema (Muharrar, 2017: . dan kegiatan montase sendiri merupakan penggabungan dari berbagai sumber, baik media cetak ataupun media gambar yang kemudian ditempelkan satu persatu dengan susunan dan penataan yang diinginkan sehingga menjadi sebuah karya seni baru yang disebut karya seni montase. Berdasarkan hasil observasi pada kelompok B DI PAUD AMANAH Seluma menunjukkan bahwa kemampuan keterampilan motorik halus anak belum berkembang. Kondisi ini disebabkan karena penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar yang kurang variatif. Dalam pembelajaran keterampilan motorik halus, guru hanya mengajak anak untuk menggambar dan mewarnai dengan menggunakan pensil atau pensil warna saja. Jarang sekali anak menggunakan gunting dalam pembelajaran, meniru bentuk, menempel gambar dengan tepat dan melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan. Selain itu juga belum pernah melakukan kegiatan menggambar teknik montase. Oleh sebab itu, anak menjadi bosan dan kurang berkembang dalam keterampilan motorik halus. Tuntutan orang tua agar anaknya dapat membaca dan menulis membuat guru tidak memperhatikan aspek perkembangan lain. Pembelajaran di kelas didominasi oleh kegiatan baca tulis dan berhitung. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas yang difokuskan pada situasi kelas, atau lazim dikenal dengan classroom action research prosedur yang digunakan berbentuk siklus. Wardhani . 3: . penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Dalam PTK ini peneliti menggunakan model Jhon Elliot, setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah berjumlah 15 orang anak pada kelompok bermain. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar lembar Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kualitatif-kuantitatif. Analisis dilakukan pada setiap siklus menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Ngalim Purwanto . 0: . Hasil Penelitian Berdasarkan hasil reflesi dari 15 anak di Satuan PAUD AMANAH Desa Keban Agung Kec. Air Periukan Kabupaten Seluma. Pada siklus I persentase yang ditunjukkan dari siklus I sebesar 65% (BSH) Maka dilanjutkan pada siklus ke II. Dari hasil refleksi diatas meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan montase pada anak kelompok B di PAUD AMANAH Desa Keban Agung Kec. Air Periukan Kabupaten Seluma setelah tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa sudah mengalami peningkatan dengan baik, terlihat 15 orang anak dari aspek yang diamati menunjukkan kriteria penilaian Berkembang Sangat Baik (BSB). Hal ini dikarenakan adanya jeda waktu yang diberikan untuk membantu anak memahami konsep permainan yang diberikan sebelum memasuki siklus II. Persentase keberhasilan secara keseluruhan yang diperoleh pada Siklus II sebesar 99% . riteria BSB) Sehinnaga mencapai sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, maka penelitian dihentikan. Pembahasan Penelitian tindakan dilakukan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan motorik halus anak pada kelompok B di PAUD AMANAH Desa Keban Agung Kec. Air Periukan Kabupaten Seluma. Hasil penelitian pada Siklus I, dapat diketahui meningkat secara Early Child Research and Practice - ECRP, 2023: 4. , 43-46 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Peningkatan yang dicapai pada Siklus I belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada Siklus 1 motorik halus melalui kegiatan menggunting pola baru mencapai 65% dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan. Hasil persentase pencapaian yang diperolah pada Siklus I belum mencapai persentase yang diharapkan menurut Acep Yoni . 0: . sebesar 75% - 100% atau kriteria BSB, sehingga penelitian dilanjutkan pada Siklus II. Hasil penelitian pada Siklus II, dapat diketahui kemampuan motorik halus anak. Peningkatan yang dicapai pada Siklus II mampu mencapai indikator keberhasilan yang telah Hasil persentase pencapaian yang diperoleh pada Siklus II berhasil mencapai kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan peningkatan prosentase mencapai 99%. Pada siklus ini anak sudah mampu secara keseluruhan melalukan kegiatan menggunting pola dengan Hal ini sesuai dengan indikator keaksaraan menurut Permendikbud No. 137 Tahun 2014 yaitu anak dapat meniru bentuk, anak dapat menggunakan alat tulis dengan benar, anak dapat menggunting sesuai dengan pola, anak dapat menempel gambar dengan tepat. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa melalui kegiatan bermain peran dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan montase pada anak kelompok B di PAUD AMANAH Desa Keban Agung Kec. Air Periukan Kabupaten Seluma. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus I, persentase yang ditunjukkan dari siklus I sebesar 65%. Pelaksanaan tindakan pada Siklus II menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tindakan pada Siklus I. Persentase hasil pencapaian pada Siklus II sebesar 99% dalam kriteria Berkembang Sangat Baik artinya peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan montase di PAUD AMANAH Desa Keban Agung Kec. Air Periukan Kabupaten Seluma mencapai kriteria krtuntasan keberhasilan yang telah ditetapkan peneliti yaitu 75% - 100%. Daftar Pustaka