EDUMANDIRI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DASAR Vol 01. No. Januari-Juni 2025 ISSN 3089-9575 https://ojs. id/index. php/edumandiri Implementasi Sistem Manajemen Mutu Pendidikan Berbasis ISO 9001: 2008 Pada SMK Negeri 2 Amuntai Ahmad Herman1. Lisa2 12 Universitas Sapta Mandiri. Jl. Yani KM. RT. Kelurahan Batupiring. Kecamatan Paringin Selatan. Kabupaten Balangan. Kalimantan Selatan. Kode Pos 71618, . nC E-mail: ahmadherman1974@gmail. Abstract This study aims: . To determine the implementation of the ISO 9001:2008-based education quality management system at SMK Negeri 2 Amuntai. To determine the inhibiting factors in the implementation of the ISO 9001:2008-based education quality management system at SMK Negeri 2 Amuntai. To determine the supporting factors in the implementation of the ISO 9001:2008-based education quality management system at SMK Negeri 2 Amuntai. This study uses a qualitative approach with qualitative descriptive analysis techniques. Data collection techniques are carried out by in-depth interviews with key informants, observation, and documentation. The data obtained are analyzed after testing the validity of the data using triangulation analysis. The results of the study indicate that the implementation of the ISO 9001:2008based education quality management system at SMK Negeri 2 Amuntai was successfully implemented. The main inhibiting factors are the differences in perception among teachers, especially in preparation and the learning process, as well as the varying abilities of human resources. This is influenced by the different educational backgrounds and teaching experiences of teachers. Meanwhile, the main supporting factors are commitment to quality, the role of the principal and the Deputy Quality Management (WMM) who have a high commitment to the quality of education, which contributes to the successful implementation of the system. Keywords: Implementation. Management System, and Quality of Education Based on ISO 9001: 2008. Abstrak Penelitian ini bertujuan : . Untuk mengetahui implementasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 pada SMK Negeri 2 Amuntai. Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat implementasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 pada SMK Negeri 2 Amuntai. Untuk mengetahui faktor-faktor penujang dalam implementasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 pada SMK Negeri 2 Amuntai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam . ndefth intervie. dengan informan kunci, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis setelah dilakukan pengujian keabsahan data dengan menggunakan analisis trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 di SMK Negeri 2 Amuntai berhasil Faktor penghambat utamanya adalah ketidaksamaan persepsi di kalangan guru, terutama dalam persiapan dan proses pembelajaran, serta kemampuan sumber daya manusia yang Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar guru yang Sementara itu, faktor pendukung utama adalah komitmen terhadap mutu, peran kepala sekolah dan Wakil Manajemen Mutu (WMM) yang memiliki komitmen tinggi terhadap kualitas pendidikan, yang berkontribusi pada keberhasilan implementasi sistem tersebut. Kata Kunci: Implementasi. Sistem Manajemen, dan Mutu Pendidikan Berbasis Iso 9001: 2008. Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 PENDAHULUAN Dunia sedang mengalami berbagai pergeseran dan perubahan, mulai dari yang sifatnya kebijakan, kesepakatan, maupun strategi-strategi untuk bertahan dari masing-masing negara. Gelombang perubahan yang terjadi di Indonesia baik yang bersifat politik, ekonomi, sosial dan budaya membawa dampak yang begitu besar bagi semua komponen bangsa ini, tidak terkecuali Departemen Pendidikan Nasional. Tentu saja perubahan ini mendatangkan konsekuensi, terutama dalam bentuk pengujian terhadap kemampuan departemen ini memenuhi harapanharapan dari seluruh stakeholders-nya. Ketika membangun manusia melalui pendidikan, sistem yang kita bangun dituntut tidak hanya untuk membangun kemampuan intelektual peserta didik. Sistem harus mampu pula membangun kemampuan untuk mengekspresikan dan mengatualisasikan dirinya melalui buah pikiran dan perasaannya dengan tetap memperhatikan moral, etika, dan kaidah-kaidah agama. Tidak hanya itu, sistem harus memerhitungkan arena persaingan talenta yang harus dihadapi oleh para lulusan pendidikan nasional di kemudian hari. Dengan menyadari penuh kenyataan itulah, maka Departemen Pendidikan melahirkan visi pembangunan, yaitu Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif 2025. Sebelum rencana strategis 2005-2019 ini dikeluarkan dan dijadikan pedoman. Departemen Pendidikan Nasional terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan pemerhati pendidikan Indonesia pada tanggal 29 Desember 2005. Dalam acara curah pendapat tersebut, diundang berbagai kalangan, mulai dari DPR. BAPPENAS. Departemen Keuangan, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, budayawan, dan industrialis. Setelah memperhatikan masukan dari berbagai pemangku kepentingan . pendidikan nasional, jajaran Departemen Pendidikan difasilitasi oleh Konsultan Perencanaan ulung AndrewTani & Co. Telah menyusun sebuah Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005Ae2019 bertemakan Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi. Dalam metoda Orbex yang diterapkan, rencana strategis tersebut menjadi batu loncatan . tepping ston. untuk periode-periode pembangunan sistem pendidikan nasional ke depan sampai dengan tahun 2025. Periode pembangunan 2020-2015 bertemakan Penguatan Pelayanan, 2015-2020: Daya Saing Regional, dan 2020-2025: Daya Saing Internasional. Selama kurun waktu pembangunan tersebut, seluruh tenaga dan pikiran dicurahkan dalam rangka mengemban misi yang pada hakikatnya adalah mewujudkan pendidikan yang mampu membangun insan Indonesia cerdas dan kompetitif, yang berkeadilan, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global. Misi itulah yang menyemangati motto kami ke depan, yaitu Pendidikan Bermutu Untuk Semua. Pendidikan nasional tidak semata-mata merupakan tugas sendiri Depdiknas. Dinas Pendidikan yang ada di Propinsi/Kabupaten/Kota, serta 250. 000 lebih satuan Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 pendidikan yang dinaunginya. Sebutlah legislatif, eksekutif, judisial, para orangtua, para pemimpin agama, para pelaku media massa, para pemerhati pendidikan, kalangan industri dan UKM. Tidak satupun komponen bangsa yang luput dari upaya pencerdasan yang kita hadapi ini. Dokumen ini akan menjadi acuan dasar perencanaan, implementasi, dan pemantauan gerak langkah pendidikan nasional. Kebijakan Pembangunan Pendidikan Nasional Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing di masa depan diharapkan dapat memberikan dampak bagi perwujudan eksistensi manusia dan interaksinya sehingga dapat hidup bersama dalam keragaman sosial dan budaya. Selain itu, upaya peningkatan mutu dan relevansi dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta daya saing bangsa. Mutu pendidikan juga dilihat dari meningkatnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai humanisme yang meliputi keteguhan iman dan takwa serta berahlak mulia, etika, wawasan kebangsaan, kepribadian tangguh, ekspresi estetika, dan kualitas jasmani. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan diukur dari pencapaian kecakapan akademik dan non-akademik yang lebih tinggi yang memungkinkan lulusan dapat proaktif terhadap perubahan masyarakat dalam berbagai bidang baik ditingkat lokal, nasional maupun global, kebijakan dalam peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing. Sekolah bisa memilih untuk menerapkan sekaligus melakukan sertifikasi Standart Manajemen Mutu ISO 9001, walaupun sertifikasi ISO 9001 bukanlah sebuah Sekolah yang memiliki sertifikasi ISO 9001 . aat ini ISO 9001 : 2. tentu saja memiliki kelebihan bahwa penerapan ISO 9001 di sekolah secara periodik . aat awal sertifikasi dan setahun sekali surveillance visi. akan di audit oleh Badan Sertifikasi ISO 9001. Kehadiran pihak ketiga tersebut (Badan Sertifikas. akan mendorong sekolah untuk secara efektif menerapkan dan memelihara ISO 9001 sebagai standar manajemen yang telah dipilihnya. Banyak pengalaman penerapan ISO 9001 di sekolah lebih merupakan suatu beban administrasi tambahan, khususnya menjelang audit sertifikasi dan surveillance Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang menerapkan ISO 9001 tidak konsisten dan hanya membanggakan sertifikat ISO 9001, padahal penerapan tidak efektif dan bahkan hanya merupakan beban waktu, tenaga dan Seyogyanya hal ini harus diperbaiki karena ISO 9001 sesungguhnya sangat tepat dipergunakan sebagai standart manajemen yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah dan senantiasa dilakukan penyempurnaan kinerja sekolah secara terus menerus. Hal ini mutlak harus diawali dengan Komitmen kepala Sekolah dan pimpinan sekolah serta dukungan dan peran serta dewan guru. Ada beberapa standard sistem menajemen organisasi atau perusahaan, yang sudah diakui secara nasional maupun international, antara lain : Sistem Manajemen Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 Berbasis Sekolah (MBS). Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 . ersi tahun 2000 atau 2. Sistem Manajemen Mutu MBPE (Malcolm Baldridge Performance Excellenc. Sistem Manajemen dengan model Balance Score Card (BSC), dan lain sebagainya. Kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas yang tercantum di dalam AuBuku Panduan Manajemen SekolahAy, menyatakan bahwa bidang Ae bidang kegiatan pendidikan di sekolah, meliputi. Manajemen Kurikulum, . Manajemen Kesiswaan, . Manajemen Personalia, . Manajemen Keuangan, . Manajemen Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah. Sebagai salah satu lembaga pendidikan bidang kejuruan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Amuntai telah menerapkan sistem mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008. Di mana mutu pelayanan pendidikan dapat mewujudkan siswa yang unggul dalam prestasi, kualitas produksi, siap bersaing di era globalisasi, mandiri, disiplin, jujur, bertanggung jawab dan peduli keselamatan kerja adalah prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan SMK Negeri 2 Amuntai yang terus dikembangkan sesuai tuntutan perubahan jaman. Untuk menjaga konsistensi penerapan prinsip tersebut SMK Negeri 2 Amuntai menciptakan sistem komunikasi yang interaktif melalui penerpan sistem manajemen mutu yang difokuskan pada perbaikan setiap aspek organisasi khususnya sumber daya manusia dan sumber daya pendukung. Maka dengan kondisi yang demikian visi SMK Negeri 2 Amuntai yang diharapkan terwujud yaitu: Menjadi lembaga diklat kejuruan yang bertaraf internasional yang dapat menghasilkan tenaga kerja terampil tingkat menengah, berjiwa enterpreneur yang beriman dan bertakwa, mandiri serta mampu bersaing secara global. Dalam mencapai visi tersebut. SMK Negeri 2 Amuntai melaksanakan misi. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK Negeri 2 Amuntai. Melaksanakan pembelajaran dengan system individual, mastery learning, modular system, production based training (PBT) dan competency based training (CBT). Mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi dan berwawasan lingkungan hidup di sekolah. Mengintegrasikan jiwa enterpreneurship dan imtaq pada setiap pelajaran. Menjalin kemitraan dengan komunitas, lembaga di bidang tata boga, tata busana, teknik otomotif dan teknik bangunan. Menciptakan suasana harmonis dan kekeluargaan bagi semua warga sekolah. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dalam pengelolaan seluruh warga sekolah. Berdasarkan ini maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN BERBASIS ISO 9001: 2008 PADA SMK NEGERI 2 AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA yang bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 dan hal yang menjadi pendukung dan kendala Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 dalam implementasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 pada SMK Negeri 2 Amuntai. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam . ndefth intervie. dengan informan kunci, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis setelah dilakukan pengujian keabsahan data dengan menggunakan analisis trianggulasi. HASIL DAN PEMBAHASAN ISO 9001 adalah sebuah Standart Internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (Quality Management Syste. yang diakui secara Internasional. Dengan menerapkan standart ISO 9001 maka suatu sekolah diharapkan memiliki konsistensi di dalam mengelola sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku, visi dan misi sekolah serta program Ae program sekolah yang telah dicanangkan dan disebar luaskan kepada masyarakat. Disamping itu diharapkan ada suatu proses penyempurnaan berkelanjutan (Continual Improvemen. terhadap kinerja sekolah sehiongga kualitas dan output sekolah sebagai sebuah institusi pendidikan selalu menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu. Secara teoritis Sistem Manajemen Sekolah adalah tata laksana yang mengatur proses pengintegrasian, pengkoordinasian dan pemanfaatan elemen-elemen suatu Sekolah untuk mencapai tujuan Sekolah secara efisien. Ada beberapa standart sistem menajemen organisasi atau perusahaan, yang sudah diakui secara nasional maupun international, antara lain: . Sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), . Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 . ersi tahun 2000 atau 2. , . Sistem Manajemen Mutu MBPE (Malcolm Baldridge Performance Excellenc. , dan . Sistem Manajemen dengan model Balance Score Card (BSC). Kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas yang tercantum di dalam AuBuku Panduan Manajemen SekolahAy, menyatakan bahwa bidang Ae bidang kegiatan pendidikan di sekolah, meliputi: . Manajemen Kurikulum, . Manajemen Kesiswaan, . Manajemen Personalia, . Manajemen Keuangan, dan . Manajemen Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah. Untuk memudahkan pembahasan dari hasil analisis penelitian dalam tesis ini maka pembahasan akan difokuskan pada variabel-variabel sebagai berikut: Implementasi Sistem Manajemen Mutu Pendidikan Berbasis ISO 9001: 2008 di SMK Negeri 2 Amuntai dalam Penyusunan Persiapan dan Proses Pembelajaran Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 Untuk membahas bagaimana implementasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 di SMK Negeri 2 Amuntai dalam Penyusunan Persiapan dan Proses Pembelajaran tidak dilepaskan dari bidang kurikulum. Berdasarkan kurikulum standar yang telah ditentukan secara nasional, sekolah bertanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum baik dari standar materi . dan proses penyampaiannya. Melalui penjelasan bahwa materi tersebut ada mafaat dan relevansinya terhadap siswa, sekolah harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan semua indera dan lapisan otak serta menciptakan tantangan agar siswa tumbuh dan berkembang secara intelektual dengan menguasai ilmu pengetahuan, terampil, memilliki sikap arif dan bijaksana, karakter dan memiliki kematangan emosional. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan ini yaitu. pengembangan kurikulum tersebut harus memenuhi kebutuhan siswa. bagaimana mengembangkan keterampilan pengelolaan untuk menyajikan kurikulum tersebut kepada siswa sedapat mungkin secara efektif dan efisien dengan memperhatikan sumber daya yang ada. pengembangan berbagai pendekatan yang mampu mengatur perubahan sebagai fenomena alamiah di sekolah. Dalam implementasi SMM pendidikan berbasis ISO 9001:2008 dalam hal penyusunan dan persiapan pembelajaran tidak bisa dilepaskan dalam penyiapan perangkat pembelajaran yang dibuat oleh guru. Perangkat pembelajaran adalah kegiatan untuk mengkaji spektrum, yaitu pedoman kurikulum SMK secara nasioanl. Guru dalam menyiapakan perangkat harus mengkaji spektrum. Dalam kenyataan berdasarkan pengambilan data yang dilakukan melalui teknik wawancara ditemukan tidak semua guru mengkaji spektrum sebagai standari atau pedoman pembuatan perangkat. Pada fakta penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam penyusunan persiapan pembelajaran guru mengacu pada format yang sudah disiapkan manajemen ISO yang dikelola oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan dikendalikan dokumennya oleh WMMsebagai pengelola sekretariat mutu. Dalam proses pembelajaran kegiatan ini adalah mengajar yang merupakan jantung penyelenggaran pendidikan di sekolah. Mengajar bukan tugas yang ringan bagi guru. Konsekuensi tanggung jawab guru juga berat. Di kelas, guru akan berhadapan dengan sekelompok anak didik dengan segala persamaan dan Sikap dan perilaku anak didik bervariasi dengan indikator pendiam, suka bicara, suka menganggu, aktif belajar, gemar menggambar, gemar menulis, malas dan sebagainya. Sebagai anak didik mereka masih memerlukan bimbingan dan pembinaan dari guru supaya menajdi anak yang cakap, aktif, kreatif dan mandiri serta bertanggung jawab atas perbuatannya. Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 Karena tugas guru yang berat itu, maka mereka yang berprofesi sebagai guru harus memiliki dan menguasi prnsip-prinsip mengajar dan selalu aktif-kreatif menerapkannya dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan begitu tidak ada kesan mengajar asal-asalan. Mengerti atau tidak anak didik, yang penting gugur kewajiban mengajar di kelas. Berikut ini akan dikemukakan sepuluh prinsip mengajar yang harus dikuasai oleh guru (Sardiman. AM, 2018, hal. , yaitu: Prinsip Perhatian Perhatian anak didik sangat diperlukan dalam menerima bahan pelajarn dari Guru pun akan sia-sia mengajar bila anak didik tidak memperhatikan penjelasan guru. Prinsip Aktivitas Dalam proses belajar-mengajar, aktivitas anak didik yang diharapkan tidak hanya aspek fisik, melainkan juga aspek mental. Anak didik bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas, berdiskusi, menulis, membaca. Guru hanya pembimbing dan sebagai fasilitator dari aktivitas belajar anak didik. Prinsip Apersepsi Adalah salah satu prnsip mengajar yang ikut membantu anak didik memproses perolehan belajar. Prinsip ini bukan hanya dapat membantu anak didik untuk melakukan asosiasi, tetapi juga dapat mengadakan reproduksi terhadap pengalaman belajar. Prinsip Peragaan Dalam menyampaikan bahan pelajaran, terkadang kata-kata atau kalimat guru kurang mewakili sesuatu objek yang diberikan. Sehingga mengaburkan pengertian tentang objek yang disampaikan. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru perlu menghadirkan benda-benda yang asli . alau bis. untuk menunjukkan model, gambar atau benda tiruan, atau menggunakan media lainnya untuk memudahkan pemahaman terhdaap objek yang disampaikan. Prinsip Repetisi Adalah suatu anggapan yang keliru bila guru beranggapan semua anak didik mudah menerima pelajaran yang diberikan di kelas. Sifat bahan pelajaran itu bermacam-macam, sehingga memerlukan strategi yang berbeda dalam Salah satu usaha untuk membantu anak didik agar mudah menerima dan mengerti terhadap bahan pelajaran yang diberikan adalah dengan cara pengulangan . terhadap kunci dengan cara diulang-ulang. Prinsip Korelasi Guru yang menjelaskan bahan pelajaran tidak bisa begitu saja mengabaikan penguasaan wawasan mata pelajaran lain dalan penjelasannya itu. Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 Prinsip Konsentrasi Dalam menyampaikan bahan pelajaran, guru harus mengkonsentrasikannya pada pokok bahasan tertentu. Jangan membicarakan pokok bahasan yang lain, yang tidak hubungannya dengan pokok bahasan yang sedang diberikan kepada anak Prinsip Sosialisasi Di dalam kelas terdapat sekelompok anak didik dengan strata sosial yang bervariasi, di sini anak didik tidak hidup sendirian, tetapi hidup bersama-sama dalam interaksi sosial dan ini yang harus dipahami oleh guru. Prinsip Individualisasi Anak didik memiliki perbedaan yang khas seperti perbedaan inteligensi, hobi, bakat, minat, perilaku, watakk, dan gaya belajar. Perbedaan tersebut harus dipahami sebagai kepentingan pengajaran. Paling tidak bagaimana guru merencanakan program pengajaran demi kepentingan individual anak didik. Prinsip Evaluasi Evaluasi merupakan bagian dari kegiatan guru yang tidak bisa diabaikan. Sebab evaluasi dapat memberikan petunjuk sampai dimana keberhasilan kegiatan belajarmengajar yang telah dilaksanakan. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bawah penyusunan persiapan pembelajaran dan proses pembelajaran sebagai inti pendidikan di SMK Negeri 2 Amuntai berbasisi ISO 9001:2008 sudah dilaksanakan dengan baik walaupun masih ditemukan adanya keterlambatan dalam pengumpulan perangkat pembelajaran darin waktu yang sudah ditetapkan. Sedangkan dalam proses pembelajaran guru sudah melaksanakan acuan standar ISO 9001:2008 yang menjadi komitmen bersama seluruh warga sekolah, terlebih guru sebagai ujung tombak transformasi ilmu pengetahuan kepada siswa. Perangkat pembelajaran adalah bahan dasar guru saat berada di kelas dan berhadapan dengan siswa, tanpa adanya perangkat maka tidak ada yang dapat disampaikan guru kepada siswanya. Sehingga sangat penting ketersediaan perangkat sebelum tahun pelajaran dimulai. Untuk itu pihak sekolah perlu memberikan pengetahuan yang sama kepada guru agar guru mendapat pengetahuan yang memadai dalam penyiapan perangkat pembelajaran. Faktor Penghambat Implementasi Sistem Manajemen Mutu Pendidikan Berbasis ISO 9001:2008 di SMK Negeri 2 Amuntai Sebuah sistem yang sangat terkait dengan sub-sub sistem tentu saja tidak bisa melepaskan dari faktor penghambat. Dari hasil wawancara mendalam dengan sejumlah informan dan observasi yang dilakukan dapat diketahui beberapa faktor penghambat implementasi SMM pendiidkan berbasis ISO 9001:2008 terutama dalam tahap penyusunan persiapan pembelajaran dan proses pembelajaran, di antaranya: Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 Ketidaksamaan Persepsi Ketidaksaamaan persepsi ini merupakan bentuk ketisepahaman para guru dalam memahami pembuatan perangkat. Salah satu fakta penelitian yang mengemuka dalam hal ini adalah adanya silabus yang dibuat guru, dimana kata kerja yang dibuat dalam indikator lebih tinggi daripada kata kerja yang ada dalam SK . tandar kompetens. dan KD (Kompetensi Dasa. Apabila ini terjadi tentu saja akan menyulitkan guru dalam melakukan uji kompetensi kepada siswa. Walaupun nanti ada remedial yang dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa yang standar kompetensi minimal tidak tuntas. Ketidaksamaan persepsi ini juga terlihat pada bentuk dan format yang kurang seragam dari perangkat pembelajaran yang ada. Untuk ke depan perlu penyeragaman format perangkat pembelajaran yang dibuat guru. Upaya pembinaan dan bimbingan juga sangat penting dilakukan agar ketidaksamaan persepsi diantara guru terhadap SMM ISO dapat dikurangi. Kemampuan Sumberdaya Manusia Pada kenyataannya manusia memiliki tingkat kemampuan yang tidak merata, begitu pula halnya dengan guru. Kompetensi guru yang cukup heterogen, dari ketdaksamaan latar belakang pendidikan, status kepegawaian, pengalaman mengajar cukup dominan dalam mempengarhi kompetensi sumber daya guru. Kemampuan guru secara teoritis kompetensi tenaga edukatif pada umumnya mengacu kepada tiga jenis kompetensi, yaitu: . Kompetensi pribadi, . Kompetensi profesi, dan . Kompetensi kemasyarakatan. Kompetensi-kompetensi tersebut terpadu dalam satu performance khusus atau berakumulasi dalam sikap dan tingkah laku, baik sebagai makhluk individu, sebagai makhluk sosial, dan sebagai tenaga kerja profesional (Moh. Uzer Usman, 2018:. Untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia pihak WMM merencanakan akan melakukan in house training (IHT) untuk pembuatan penyusunan persiapan pembelajaran dan peningkatan kemampuan kepada seluruh guru dalam proses pembelajaran. Upaya peningkatkan kemampuan sumberdaya manusia guru juga layak dilakukan dengan cara memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti kegiatan-kegiatan bimbingan teknis, mengikuti kegiatan seminar, workshop, pembentukan dan mengaktifkan MGMP internal agar kompetensi guru semakin Dengan memberikan kemampuan kepada guru dalam mempertajan kemampuan profesioanalnya merupakan modal yang sangat kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Lebih lanjut apabila SMM ISO tidak dilaksanakan lagi, maka sekolah sudah memiliki standar pendidikan yang terjamin Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 Faktor Pendukung Implementasi Sistem Manajemen Mutu Pendidikan Berbasis ISO 9001:2008 di SMK Negeri 2 Amuntai Implementasi sistem manajemen mutu pendidikan ISO 9001:2008 di SMK Negeri 2 Amuntai dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan tersebut didukung oleh faktorfaktor sebagai berikut: Faktor Komitmen Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan. Komunikasi adalah wujud nyata dari komitmen semua pihak atau warga sekolah, mensosialisasikan keberadaan komitmen untuk dilaksanakan. Komitmen ini juga tertuang dan ditandantangani sebagai bentuk tanggung jawab bersama warga sekolah untuk serius melaksanakan rangkaian proses manual mutu yang Keberadaan Peran Kepala Sekolah dan WMM Manajer senior (WMM) harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan, menggunakan alat dan bahan yang komunikatif, menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu Ketika memutuskan untuk menggunakan ISO 9001:2008 sebagai kunci proses manajemen, peranan manajer senior sebagai penasihat, guru dan pimpinan tidak bisa diremehkan. Pimpinan Senior . epala sekola. suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil, paling mampu dan paling hebat pendidikannya di dunia, harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. Kenyataan hidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secara partisipatif, baik misi dan visi mereka maupun proses manajemen, yang dapat mereka pergunakan untuk mencapai keduanya. Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa SMM ISO adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan Manfaat Implementasi Sistem Manajemen Mutu Pendidikan Berbasis ISO 9001:2008 di SMK Negeri 2 Amuntai Mutu berdasarkan pada konsep bahwa setiap orang mempunyai pelanggan dan bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan harus dipenuhi setiap saat kalau Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 organisasi/perusahaan secara keseluruhan bermaksud memenuhi kebutuhan pelanggan eksternal . Dalam hal objek mutu di sekolah maka siswa adalah pelanggan utama untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Manfaat terbaik dari penerapan SMM ISO 9001:2008 di SMK Negeri 2 Amuntai sebagai berikut: Sebagai Penjamin Mutu Sebagai instrumen proses tahapan manual mutu ISO 9001:2008 idelanya dapat menjadikan setiap tahapan penyelenggaran pendidikan selalu berorientasi pada Di SMK Negeri 2 Amuntai hal itu sudah terlaksana dengan baik. Banyak pengalaman penerapan ISO 9001 di sekolah lebih merupakan suatu beban administrasi tambahan, khususnya menjelang audit sertifikasi dan surveillance visit. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang menerapkan ISO 9001 tidak konsisten dan hanya membanggakan sertifikat ISO 9001, padahal penerapan tidak efektif dan bahkan hanya merupakan beban waktu, tenaga dan biaya. Seyogyanya hal ini harus diperbaiki karena ISO 9001 sesungguhnya sangat tepat dipergunakan sebagai standart manajemen yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah dan senantiasa dilakukan penyempurnaan kinerja sekolah secara terus menerus. Hal ini mutlak harus diawali dengan Komitmen kepala Sekolah dan Pimpinan Sekolah serta dukungan dan peran serta Dewan Guru. Perubahan sikap mental Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin diberi ganjaran, sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses, dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya. Selain itu manfaat SMM ISO memberikan perubahan dalam hal perubahan sikap Fakta nyatanya yaitu adanya disiplin dari warga sekolah untuk melaksanakan tugas secara penuh tanggung jawab. Mengutuip pendapat Bapak AM bahwa SMM ISO memberikan pengawasan yang tidak dilakukan oleh orang perorang tetapi oleh aturan, dan itu cukup efektif untuk meningkatkan sikap mental warga sekolah, agar selalu bekerja dengan dedikasi tinggi serta memberikan pelayanan bermutu kepada siswa. KESIMPULAN Dari uraian analisis hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . Implementasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 pada SMK Negeri 2 Amuntai berhasil dilaksanakan. Faktor-faktor penghambat implementasi sistem manajemen mutu pendidikan Ahmad Herman. Lisa / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 1 - 13 berbasis ISO 9001:2008 pada SMK Negeri 2 Amuntai antara lain: adanyanya ketidaksamaan persepsi di kalangan guru terutama dalam hal penyusunan persiapan pembelajaran dan proses pembelajaran. Faktor lainnya adalah kemampuan sumberdaya manusia. Ketidaksamaan persepsi dan kemampuan sumberdaya manusia ini disebabkan oleh latara belakang pendidikan yang sama, latar belakang pengalaman mengajar yang bervariasi dari guru. Faktor-faktor penujang dalam implemenasi sistem manajemen mutu pendidikan berbasis ISO 9001:2008 pada SMK Negeri 2 Amuntai, diantaranya faktor adanya komitmen terhadap mutu diantara komponen sekolah, keberadaan peran Kepala Sekolah dan WMM yang memiliki komitmen terhadap upaya penyelenggaraan pendidikan yang bermutu,dan bermuara pada peningkatan pelayanan pendidikan kepada siswa. Sesuai dengan persyaratan sistem manajemen mutu pendidikan, bahwa kepala sekolah dan Wakil Manajemen Mutu merupakan guru senior dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap mutu sudah terpenuhi, sehingga faktor inilah yang sangat menunjang keberhasilan implementasi SMM pendidikan berbasis ISO 9001:2008 pada SMK Negeri 2 Amuntai. REFERENSI