Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam , 2024, 77-86 Available at: https://w. id/index. php/bahtsuna Pesan pendidikan kisah Qabil dan Habil: Mengungkap makna ikhlas perspektif Al-QurAoan Kustiana Arisanti*1 Universitas Islam Zainul Hasan Genggong. Indonesia e-mail: kustiana. arisanti82@gmail. *Corresponding Author. Received: 2 September 2024. Revised: 15 September 2024. Accepted: 30 September 2024 Abstract: The Qur'an is a source of inspiration for the life of Muslims. It contains several values and guidelines that can be used as references in the fields of religion, social life, economics and education. The teachings of the Qur'an are packaged in such a way and delivered variably. Some are in the form of information, government and prohibitions, some are modified in the form of descriptions of stories. One of the interesting stories to study is the story of Qabil and Habil, which not only tells the story of the first murder committed, but more than that. The story of Qabil and Habil leaves moral education values that are full of values and meanings. Among these values is the value of sincerity and surrender to the Creator. To describe these educational values, this research uses descriptive qualitative research, with a literature approach because the main data sources in this research are books, classical books and scientific articles. Based on the stories of Qabil and Habil, the value of sincerity found is Audoing something lillahAy or because of Allah. In addition, discussing the story of Qabil and Habil, this study also describes the munasabah between verses and also explains the meaning of sincerity based on the words described in the Qur'an, such as sincerity contains the meaning of pure, clean from dirt, specialization and many more descriptions of the meaning of sincerity interpreted from the word AusincerityAy in the Qur'an. Keywords: Educational values, sincerity, sacrifice. Qabil and Habil Abstrak: Al-QurAoan adalah sumber inspirasi bagi kehidupan umat Islam. Didalamnya terdapat beberapa nilai dan pedoman yang dapat dijadikan rujukan baik dalam bidang agama, kehidupan sosial, ekonomi maupun pendidikan. Ajaran-ajaran al-QurAoan dikemas sedemikian rupa dan disampaikan secara variatif. Ada yang berupa informasi, pemerintah dan larangan, ada pula yang dimodifikasi dalam bentuk deskripsi kisah-kisah. Salah kisah yang menarik untuk dikaji adalah kisah Qabil dan Habil, yang tidak hanya menceritakan tentang kisah pembunuhan pertama kali dilakukan, namun lebih dari pada itu. Dalam kisah Qabil dan Habil menyisakan nilai-nilai pendidikan akhlak yang sarat nilai dan makna. Diantara nilai tersebut adalah nilai keikhlasan dan kepasrahan kepada sang Pencipta. Untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan tersebut, dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan kepustakaan karena sumber data utama dalam penelitian ini adalah buku-buku, kitab-kitab klasik dan artikel ilmiah. Berdasarkan kisah-kisah Qabil dan Habil tersebut nilai keikhlasan yang ditemukan adalah Aumelakukan sesuatu lillahAy atau karena Allah. Selain itu, membahasas tentang cerita Qabil dan Habil, penelitian ini juga mendeskripsikan tentang munasabah antar ayat dan juga menjelaskan tentang makna ikhlas berdasarkan dari kata-kata yang dideskripsikan dalam al-QurAoan, seperti ikhlas mengandung makna suci, bersih dari kotoran, pengkhususan dan masih banyak lagi deskripsi makna ikhlas yang ditafsikan dari kata AuikhlasAy dalam al-QurAoan. Kata kunci: Nilai pendidikan, ikhlas, kurban. Qabil dan Habil How to Cite: Arisanti. , . Pesan pendidikan kisah Qabil dan Habil: Mengungkap makna ikhlas Al-QurAoan Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , https://doi. org/10. 55210/bahtsuna. This is an open access article under the CCAeBY license. https://doi. org/10. 55210/bahtsuna. Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 2024, 77-86 Kustiana Arisanti Pendahuluan Al-QurAoan merupakan petunjuk dan sumber inspirasi bagi kehidupan umat manusia dalam segal Ajaran-ajarannya dikemas sedemikian rupa dan disampaikan secar variatif. Ada yang berupa informasi, pemerintah dan larangan, ada pula yang dimodifikasi dalam bentu deskripsi kisah-kisah yang mengandung nilai-nilai pendidikan bagi orang yang mau berfikur dan mempelajarinya. Nasehat dan tutur kata yang dituangkan secara variatif dalam bentuk kisah-kisah merupakan salah satu seni sastra tersendiri yang mampu membuat pendengarannya lebih tertarik dan terpenaruh dengan nilai-nilai ajaran . yang terkandung di dalamnya (Badawi. Min Balaghah Al-QurAoa. Diantara sekian banyak aspek pendidikan yang terkandung dalam kisah-kisah yang ada dalam al-QurAoan, penulis akan mengangkat tema pendidikan yang diambil dari kisah Qabil dan Habil putra Nabi Adam Alaihissalam dan Hawa, manusia pertama yang diciptakan Allah Subhanalla TaAoala (SWT), yang dikisahkandalam al-QurAoan. Dari kisah tersebut terdapat beberapa pesan, nilai dan hikmah dalam perspektif tarbawiyah . , diantaranya adalah nila keikhlasan yang harus tertanam dalam diri setiap individu dalam beribadah, adanya angkara murka dan nafsu syaitan menyebabkan akal manusia tidak berfungsi dalam melakukan tindakan. Terjadinya pembunuhan pertama kali dalam sejarah perjalanan umat manusia merupakan perbuatan yang tidak sesuai dengan norma-norma kemanusiaan dan hendaknya jasad seseorang yang meninggal harus dikebumikan karena ia berasal dari tanah. Dari beberapa nilai kependidikan yang terkandung dalam kisah tersebut, penulis akan memfokuskan pada makna yang tersirat dari pengorbanan Habil sehingga Allah SWT menerima Untuk mencapai sasaran dari pembahasan ini, penulis mengemukakan beberapa hal. ini didahului dengan pendahuluan, cerita atau kisah Habil dan Qabil perspetif al-QurAoan, munasabah ayat , mengungkap pesan pendidikan yang terkandung dalam dalam kisah tersebut dan membahas bentuk-bentuk pengungkapan keikhlasan dalam al-QurAoan. Pada pembahasan selanjutnya akan dikemukakan makna ikhlas dan analisis terhadap dampak yang diti bulkan dari perbuatan yang didasari keikhlasan, baik terhadap pelaku sendiri maupun terhadap lingkungan sosialnya. Dan pada akhir pembahasan akan dibuat kesimpulan dari seluruh pembahasan sebelumnya. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Kualitatif dalam penelitian ini dimaksudkan karena penulis berusaha untuk mendeskripsikan dan menafsirkan fenomena yang didasarkan pada data-data sebagaimana adanya. Karena pada dasarnya penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian (Creswell. Adapun data-data utama dalam penelitian ini bersumber dari perpustakaan bukan lapangan. Perpustakaan yang dimaksud adalah data-data dari bukubuku, kitab klasik maupun artikel-artikel jurnal yang berkaitan dengan objek pembahasan. Inilah yang menyebabkan penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, karena pada dasarnya studi kepustakaan adalah riset yang membatasi kegiatan penelitian hanya pada sumber-sumber kepustakaan saja, bukan studi lapangan (Zed. Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 2024, 77-86 Kustiana Arisanti Hasil dan Pembahasan Kisah Qabil dan Habil Sumber utama kisah Qabil dan Habil ini diabadikan dalam al-QurAoan surat al-Maidah ayat, 27 Ae 31, yang berbunyi: AaOe aE aEaeO aN eI Ia eaI a aI a ea oacaC a e Ca acaa Ca eaa UI a aCa aE aI eI a a a aaNa aOaEe Oaa aCac eE aI aIA AE aacIa Oaa aCac aE cEEa aI aIA a acE a CA a aAeE a aa CA a AE aeEaCe aEIA ao a a a s a a e e AIe aOe a a eI aa eOa ae eOA ca eAeO Ea aiO eI a aA ca AA cEEa aA a AIe a aA ca A A a aAE eEaCeaEA a AO EaeOA a e A Ee EaIA a e AEe aIacCA a AaE Oa a aE Ea eCaEa eaI aIe a eaUI a OacA e AeO A e AEA ao a a a ao a AOaeaE Aa aEO aI aII aA A aa e a a aI aIA a AeE a aOe aI a aA a A EIac a aO EA e AeO acO aA a e AE a a EEIA e aA EaN Ia eA aN Ca e aE aeON Aa aCaEaN a e e e a a a aA cEEA a A a eEaeA AO a eOa aA a a a Oace aA a A E aaOOaN aEeOA a AA Oa aO a eO a eOa a aeON a Ca aE O aOOeEa e a a a eA a A a eI a aE eO aI Ie aE N a Eeaa aOA a a a a a oaO a AeOA a a a I aI EIIA e e Artinya: AuCeritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabi. menurut sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habi. dan tidak diterima dari yang lain (Qabi. Ia berkata (Qabi. : AuAku pasti membunuhmu!Ay Berkata Habil: AuSesungguhnya Allah hanya menerima . dari orang-orang yang bertakwaAy. Kemudian Allah SWT menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabi. bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: AuAduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?Ay karena itu jadikanlah dia seorang diantara orang-orang yang menyesalAy (QS. AlMaidah: 27-. Qabil dan Habil adalah dua anak dari pasangan Nabi Adam dan Hawa, manusia pertama yang diciptakan Allah SWT, yang dikisahkan dalam al-QurAoan. Habil adalah oran yang bertakwa, sedangkan Qabil penuh angkara murka, nafsu dan iri. Habil kemudian dibunuh oleh saudaranya yaitu Qabil. Berdasarkan Bibel (Kitab suci Yahudi dan Kriste. Habil dikenal dengan nama Abel dan Qabil dikenal dengan nama Cain (Muhammad. Adam AS dan Hawa senantiasa mempunyai anak kembar, anak kembar pertama adalah laki-laki dan perempuan, begitu juga seterusnya. Habil lahhir bersama dengan Labuba dan Qabil lahir bersama Iqlima. Ketika anak-anak dari pasangan Adam AS dan Hawa itu beranjak dewasa, sudah menjadi sunnatullah kalau mereka pun ingin berumah tangga, menjadi suami-istri. Karena belum ada keluarga lainnya selain keluarga Adam AS dan Hawa, maka anak-anak mereka pun salinag dijodohkan dengan cara lelaki pasangan pertama dinikahkan dengan perempuan pasangan kembar kedua, begitu pula sebaliknya. Qabil adalah anak kembar pertama yang dijodohkan dengan Labuda. Adapun Habil dijodohkan dengan Iqlima, kembaran Qabil. Qabil tidak setuju dengan syariAoat yang digariskan oleh Nabi Adamm AS. Qabil merasa bahwa Iqlima, saudara kembarnya jauh lebih cantik dari Labuda, saudara kembar Habil. Qabil bersikukuh dengan pendapatnya itu. penjelasan Adam AS tidak diterima oleh Qabil. Adapun Habil menerima garis yang ditetapkan oleh ayahnya itu. akhirnya Adam AS menyerahkan masalah tersebut kepada Allah SWT. Oleh Allah SWT Qabil dan Habil diminta untuk menyerahkan kurban. Sebagai seorang petani. Qabil menyerahkan hasil pertanian. Adapun Habil, menyerahkan hewan ternak piarannya, karena dia adalah seorang peternak. Adapun hewan ternak yang diserahkan oleh Habil sebagai kurban berupa seekor domba yang sehat dan paling gemuk. Sedangkan hasil pertanian yang diserahkan oleh Qabil berupa hasil pertanian yang berkualitas jelek, berdaun layu dan berbuah busuk. Kemudian Allah SWT menerima kurban Habil, dan pada saat bersamaan menolak kurban dari Qabil. Artinya Habil berhak menikahi Iklima, sedangkan Qabil tetao diharuskan menikah dengan Labuda. Keputusan Allah SWT itu membuat Qabil dan Hail marah dan naik pitam kepada adiknya. Ia pun dengan lantang mengancam Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 2024, 77-86 Kustiana Arisanti Habil. AuAku pasti akan membunuhmuAy. Dengan tenang Habil menjawab. AuSesungguhnya Allah SWT hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertakwaAy. Sebenarnya Habil bisa saja melawan atau bahkan membunuh Qabil, akan tetapi karena jiwa kemanusiaannya yang tinggi, ia tidak sampai hati Qabil membuktikan ancamannya dengan cara memukulkan batu besar ke kepala Habil. Adiknya itu pun tergeletak dan mati. Setelah melihat adiknnya tidak bernyawa. Qabil bingung. Jasad adiknya dipanggul ke sana ke mari, tidak jelas mau diapakan. Dalam keadaan bingung itukah muncul dua ekor burung gagak hitam yang berkelahi habis-habisan untuk memperebutkan sepotong bangkai. Perkelahian itu menyebabkan salah satu burung gagak tersebut terbunuh. Lalu si pemenang menggaruk-garuk tanah dengan cakarnya. Ketika tanah sudah berlubang, si pemenang memasukkan gagak yang sudah tidak bernyawa itu ke dalamnya, lalu menimbunnya dengan tanah kembali. Si gagak yang menang itupun terbang, meninggalkan jasad yang telah dikuburnya itu. Tampaknya Allah SWT memamng mengirim kedua gagak iitu untuk memberi pelajaran kepada Qabil, yakni bahwasanya mayat atau jenazah hendaknya dikubur, seperti yang dilakukan oleh burung gagak hitam tersebut. Kemudian setelah membunuh Habil. Qabil melarikan diri ke Yaman (Khalil. , n. Munasabah Ayat Al-QurAoan menghimpun dalam uraiannya kadang dua hal yang bertolak belakang atau dua hal yang serasi. Maka disini dikemukakan dua hal yang bertolak belakang sekaligus yang serasi itu. Keserasian pada ayat ini dan ayat sebelumnya adalah bahwa keduanya berbicara tentang pembangkangan mereka yang tidak rela menerima ketetapan Allah SWT. Mereka yang tidak rela pada ayat yang lalu adalah Bani IsraAoil, sedangkan pada ayat ini adalah para putra Nabi Adam AS. Bani IsraAoil bersikap buruk terhadap Tuhan dan Nabi-Nya ketika menyatakan. Aupergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berduaAy, sedangkan putra Adam AS juga demikian, dengan membunuh saudaranya yang Allah SWT terima kurbannya. Disinilah terjadi hubungan yang berdasarkan kerserasian kandungan uraian antara dua ayat tersebut. Adapun hubungan atas dasar kontradiksi, maka pada ayat lalu. Bani IsraAoil enggan bererang dan membunuh, padahal Allah SWT telah memerintahkan mereka untuk berperang, sedangkan putra Adam AS maju dan ceroboh, serta tampil membunuh padahal perbuatan tersebut dilarang-Nya. Selanjutnya, dlaam ayat yang lalu dilukiskan keharmonisa hubungan dua saudara, sedangkan ayat ini melukiskan perseteruan dua saudara. Demikian hubungan ayat ini dan ayat berikut dengan ayat-ayat sebelumnya (Shihab. Setelah menguraikan kisah pembunuhan secara aniaya yang dilakukan oleh Qabil terhadap saudaranya sendiri Habil, maka ayat selanjutnya setelah memperhatikan adanya kejahatan yang terjadi dan dampak-dampaknya yang sangat buruk itu, dan oleh karena perilaku Bani IsraAoil yang telah dipaparkan. Allah SWT menetapkan suatu hukum menyangkut satu persoalan yang besar dan hukum itu disampaikan kepada Bani IsraAoil, bahwa. Barang siapa yang membunh satu jiwa salah seorang putra putri anak Adam, bukan karena orang itu membunuh jiwa orang lain yang wajar sesuai hukum untuk dibunuh, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, yang menurut hukum boleh dibunuh, seperti dalam peperangan atau membela diri dari pembunuhan maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seseorang manusia, misalnya dengan memaafkan pembunuh keluarganya , atau menyelematkan nyawa seseorang dari satu bencana, atau membela seseorang yang dapat terbunuh secara aniaya maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Pesan Pendidikan Dari Kisah Qabil dan Habil Jika diamati kisah Qabil dan Habil tersebut, maka akan ditemukan pesan pendidikan yang sangat berharga bagi umat manusia secara universal, antara lain adalah sebagai berikut: Pertama, kisah Qabil dan Habil adalah catatan pertama adanya pembunuhan manusia atas manusia lain di muka bumi ini. Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 2024, 77-86 Kustiana Arisanti Inilah kisah cinta yang berdasarkan nafsu dan target duniawi yang telah mencampakkan nilai Akibat nafsu dan cinta duniawi itulah manusia terjerumus ked alam perbuatuan keji, tidak peduli kepada saudaranya. Kedua, kurban berupa daging domba dan hasil bumi yang dipersembahkan oleh Habil dan Qabil sangat berkaitan dengan keikhlasan yang diwujuddkan dalam bentuk kualitas pemebrian tersebut. Habil berkurban semata-mata untuk mencari ridha-Nya, sedangkan Qabill berkurna bertujuan untuk memuaskan nafsunya agar dapat memperistri saudara kembarnya. Keikhlasan dalam berkurban dan beramal yang diwujudkan dalam bentuk kualitas barang atau benda akan mendatangkan Karena keikhlasannya, kurban Habil diterima. Sebaga buahnya, ia berhak untuk menikahi Iqlima. Dan karena ketidakrelaannya, kurban Qabil iditolak. Ia pun membunuh adik kandungnya, dan mendapat dosa besar dari Allah SWT. Ketiga, adanya pembunuhan atas manusia sam sekali tidak dibenarkan. Membunuh satu manusia sama dengan membunuh kemanusiaan, yang bernilai sama dengan membunuh umat manusia. Hal ini tersurat dalam surat al-Maidah ayat 32. Adapun orang yang memelihara kehidupan adalah bagaikan memlihara kehidupan umat manusia. Keempat, jenazah seseorang hendaknya dikebumikan. Manusia berasal dari tanah dan mereka pun kembali ke tanah. Sedikitnya lima waktu dalam sehari, yakn setiap kali shalat, setiap orang muslim diingatkan akan hakikat dirinya, ketika bersujud dengan dahi menempel ke tanah. Tidak ada yang patut disembah kecuali Allah SWT. Sujud dalam sholat merupakan ungkapan raga yang mengingatkan manusia aka nasal usul dirinya. Karena itu, tidak ada yang perlu disombongkan. Ingat mati, ingat akhirat, ingat masa depan ukhrawi, dan inilah yang akan membawa manusia cenderung untuk mendekatkan diri kepada Ilahi. Dari keempat pesan pendidikan tersebut sebagaimana yang telah dikemukakan, penulis memfokuskan pada satu topic bahasan tentang kurban berupa daging domba dan hasil bumi yang dipersembahkan oleh Habil dan Qabil kepada Allah SWT, karena erat kaitannya dengan keikhlasan seseorang dalam melakukan ibadah, yang diwujudkan dalam bentuk pemberian yang berkualitas. Bentuk-Bentuk Pengungkapan Makna Ikhlas Dalam al-QurAoan Ketika Allah SWT memerintahkan kedua putra Adam AS (Qabil dan Habi. untuk berkurban dan ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang mereka berdua (Habi. dan tidak diterima dari yang lain (Qabi. Dari ini tersirat bahwa ada faktor-faktor terseirat yang menyebabkan diterima amalnya (Habi. dan tidak diterima amalnya (Qabi. Kata (A )CaIAqurban terambil dari kata (A )CAqaruba yang berarti AudekatAy, yaitu sesuatu yang dipersembahkan kepada Tuhan, baik berupa barang yang disedekahkan, atau dalam bentuk melakukan ibadah tertentu (Mustofa al-Maraghi. Tetapi kata ini lebih banyak dipahami dalam arti mempersembahkan sesuatu yang bersifat Pernyataan bahwa (AeOA a e AAu )acacIa Oaa aCacE cEEa I aI Ee aIacCASesungguhnya Allah hanya menerima dari para muttaqinAy, seperti terbaca dalam penjelasan di atas, adalah dalam arti penerimaan yang sempurna, bukan dalam arti Allah menolak jika yang mempersembahkan belum mencapai derajat tersebut. Para ulama secara sepakat menyatakan bahwa seorang muslim, kendati belum mencapai derajat itu, amal-amalnya akan diterima Allah SWT. Atau kata AumuttaqinAy dipahami dalam arti orang-orang yang secara ikhlas mempersembahkan kurbannya serta beramal karena Allah, atau Allah hanya menerima kurban dan amal orang-orang yang bertujuan dengan kurban atau amalnya itu untuk meraih derajat ketaqwaan sempurna (Shihab. Ikhlas telah digambarkan dalam al-QurAoan dengan beberapa bentuk dan mengandung beberapa arti pula (Zahir bin 'Iwad Al-Al-Ma'i, n. ), antara lain adalah: Ikhlas Mengandung makna Suci a a Aua acUIe aEaAINI aEaA s a eEO Eac a OuaacIaI aA AaOa aA e AeO eEA a a e AI aUI EaI aI Ee aIA e a a a ea e e Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 2024, 77-86 Kustiana Arisanti Artinya: AuSesungguhnya kami telah mensucikan mereka dengan . enganugerahkan kepada merek. akhlak yang tinggi, yaitu swelalu mengingatkan . kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi kami benar-benar termasuk orang pilihan yang paling baikAy. (QS. Shad: 46-. Ikhlas mengandung makna bersih dari segala kotoran a a s s a AOua acI Ea aEI aA eEaIe aI Eaae Ia aCO aEI acIac aA aOIaaN aII A AeOA a a a EEac aA AeO Aa e aOaI Eaa I aE A ae e e a a Artinya: AuDan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya . susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnyaAy. (QS. Al- Nahl: a e AEOIA a aa a a AeEaEA a e aeE cEEA Artinya: AuIngatlah hanya kepunyaan Allah Aelah agama yang bersih . ari syiri. Ay. (QS. AlZumar: . Ikhlas mengandung makna pengkhususan a aAE O IA a a AA ca aAE acIace a e acaAE EA a AcEEa aEaeOA a aA aOaOIA a AA a ac ua acUI aEaEeIa EA e Aa aOaN acI aOaI aIEa aEA AaO aO aN EIa OA a A a eOA a a a AE aOaIa aIA a a AE eaaOA a a a aAE O IA Aac a eIA a aA Ia eA a aN EaEIA a A e aI aI aA a aA a aeEA a a acIA e aAE aOaI ea aI eIIa ua eI aOaNA Aac ua eI aa a EIa OA a AE Eaca e aNA a a a AE aOaIa aEA a a a a a caAOa eI aEN EaA EA AEA e AeO Ca e aEa eIIa aI Aa aA a A eaaOa aacIaeI E aEeO aE Oa aEO aI aEaeOA e AA eaaO aN eI aOaI aIEa aEA a AE I eI aOI Ee aI eIIA e a AIa aEaeO aN eIA a a aa e a AOIA ca a aOaE aIA AcEEa a aA O a A Artinya: AuHai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu iistri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah SWT untukmu, dan . emikian pul. anakanak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dam anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukminAy. (QS. Al-Ahzab:. a a aAE Ee aIEA AANa EaIa eA a oaeOA a aOCA e AI aN ee a ea eEA e AE e a eOA Artinya: Dan raja berkata: AuBawalah yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadakuAy. (QS. Yusuf: . a Aac AaIIacO EeIOA aa a a aAeE aa aeI a cEEa EA AeOA e aACa eE eI aEIA a A eI aEeI a eI ACA a e a a a a a AA I eI a eOI EIA a a a A Ea aE aI EA a AacA Artinya: AuKatakanlah jika kamu . enganggap bahw. kampong akhirat . itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian . , jika kamu memang benarAy. (QS. Al-Baqarah: . e a a a a ao a a aAOCaEaO I aA aO aI N aNa eEaIe aI EA AA aA aN eIA e AA E a aE eOaaUI aOaIaacI a EO aeaOIa aO eI Oac aE eI acIeO a Aa aN eI AeON aEa aaOa e aOe aN eI aOA a a a e ae a e a AaIacN a aEeOI aEaeOIA Artinya: AuDan mereka mengatakan apa yang dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami adan diharamkan atas wanita kamiAy. (QS. Al-AnAoam: . a a aa a e AEe aaC CaE aNO EaEac aOI IIaO a a a a AA Oac eOaI Ee aCO aI aA ee acaACa eE aI eI aacaI aOeIaa cEEa EA a AeEaOO EOIeOa aEA e a a e a e a A a ea a EaN aOEacO I aIA a AeEOA a AE Ia a AA aEA A EaaC eOsI Oac eEa aI eO aIA a AaE EA Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 2024, 77-86 Kustiana Arisanti Artinya: AuKatakanlah siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-Nya dan . iapa pulakah yang mengharamka. rezeki yang baik?Ay Katakanlah:Ay semuanya itu . bagi orang-orang yan beriman dalam kehidupan dunia, khusus . ntuk mereka saj. di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat aitu bagi orang-orang yang mengetahuiAy. (QS. Al-AAoraf: . Ikhlas mengandung makna pemurnian e ao ao AA eO aIA a ACa eE a O eOIaIa aA cEE aOaN aO aOIa aOaO aE eI aOEaIae a e aIEaIa aOEa aE eI a e aIEa aE eI aO eaI aI EaN IaeEA Artinya: AuKatakanlah Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hatiAy. (QS. Al-Baqarah: . a aO uaaceE Eac aOI aaO OaAEaO OAIO aa accEEa OaEA a Aua acI EeIIa aCeO aA EacaE eEA ANIA a a a e a e aO OIA a a ae a a e a a a Aa aA aE I aI EIac aOEa eI a a aaEaeI Ia A aa a a ca AA O eaA AOIA a accEE aOEaA a AcEEa Ee aI eIIA a AE aI a Ee aI eIIA e AeO A a a AeO aO a eOA Aa a A Artinya: AuSesungguhnya orang-orang munafik itu . pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongan bagi Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada . Allah dan tulus ikhlas . agama kereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orangorang yang beriman pahala yang besarAy. (QS. Al-NisaAo: 145-. a a AAeO EaNA sa a aa a aa AEOe aI ia aE aI a aa aE eI aa eO a eO aIA a a ACa eE aaIa aa e aaEeC e aOaCeO aI eO aO a eOaN aE eI eI a aE aE aI e acO ea eONa IaeEA Artinya: AuKatakanlah. Tuhan menyuruh menjalankan keadilanAy. Dan . AuLuruskanlah muka . di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaAoatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan . emikian pulala. kamu akan kembali kepada-Ny. Ay. (QS. Al-AAoraf: . a e a a AE OOI aI a aO s aOa s acOAa aO a eea aO A a a e a a a e a a e e a e a a a a a Ee aA eEA e AaN aO Eac eO Oa a aaOaE eI aA Eeaae aOEea e a a a aEeI a eIA a AAeO EaNA a aAI acOaI eOO acIaI A a aA aI O cEE IaeEA s AacO eNI EeIO aII aE aE I aEA AEOe aI ioa Ea aiO eI aeIaeO a Ia aI eI N aN EaIa aE eOIa acIA AOA e a ea a aa a a a e e e e AaIIA AE aE aOe aIA Artinya: AuDialah Tuhan yang menjadikan Kamu dapat berjalan di daratan . di lautan. Sehingga apabila kamu di dalam bahtera, meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angina yangj baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angina badai, dan . gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung . , maka mereka berdoAoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaAoatan kepada-Nya semata-mata. ereka berkat. : AuSesungguhnya jika engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukurAy. (QS. Yunus: . a AAeO EaNA a a aa AEOe aI ioa AaEa acI aeI aON eI a aE Eeaae aa aN eI Oa e aaE eO aIA a a e a aEa eO a Ee aAe a a aO cEEa IaeEA Artinya: AuMaka apabila mereka naik kapal mereka berdoAoa kepada Allah dengan memurnikan ketaAoatan kepada-Nya. maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka . mempersekutukan (Alla. Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoAoa kepada Allah dengan memurnikan ketaAoatan kepada-Nya. maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba meeka . mempersekutukan (Alla. Ay. (QS. AlAnkabut: . Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 2024, 77-86 Kustiana Arisanti a a a a aa AA aOaI eaO a a aOaIae aaceE aE OEA aAeO EaNa EOe aI ioa AaEa acI aeI aON eI aE Eeaae Aa aIeI aN eI OI eCA a AaO a aOa aN eI acI eO aEEOEa aE a a aO cEEa IaeEAA ac s aE aA eOsA Artinya: AuDan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Alla dengan memurnikan ketaAoatan kepada-Nya maka tatkalaAllah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-oreang yang tidak setia lai ingkarAy. (QS. Luqman: . a AAeO EaNA aa AEOe aI aOEa eO aE aaN Ee E aA aeO aIA a a a eaO cEEa IaeEA Artinya: AuMaka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orangorang kafir tidak menyukai . Ay. (QS. Ghafir: . a a a a AEOI a a eI a acEEa A aa AeOA e AaN aOA a A Ee EaIA a AeEa OO ae ENa aceE aN aO Aa ea eONa IaeEAA e a a e aAeO EaNA Artinya: AuDialah yang hidup kekal, tiada Tuhan . ang berhak disemba. melainkan Dia. sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. ksegala puji bagi Allah Tuhan semesta AlamAy. (QS. Ghafir: . e a a a aa a AaOaIe aI aeeO aceE EOa ea aO cEEa IaeEAA aAeO EaNa EOe aI i aIa a Artinya: AuPadahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaAoatan kepada-Nya dalam . agam dengan lurusAy. (QS. Al-Bayyinah: . Makna Ikhlas Ikhlas berasal dari kata khalasa yang berarti suci, selamat, bersih, tulus bebas dan murni (Munawwir. Jika sesuatu itu bersih dan terhindar dari kotoran maka dinamakan khalish . ang bersi. Pekerjaan membersihkan itu dinamakan ikhlas (Al-Ghazali. Ikhlas adalah seseorang berbuat baik perkataan maupun perbuatan hanya semata-mata mengahrap ridha Allah SWT (Al-Al-MaAoi. Ikhlas dengan indah digambarkan dalam doAoa iftitah. Kita berjanji setiap shalat. AuSesungguhnya shalatku, pengurbananku, hidupku dan matiku Lillahi Rabb al-AlaminAy. Jadi ikhlas adalah Aumengerjakan segala hal lillahiAy. Ada tiga makna AulillahAy. karena Allah . am yang berarti seba. dan untuk Allah . am yang berarti tujua. , dan kepunyaan Allah . am berarti mili. (Rahmat. Makna-makna ini sekaligus menunjukkan tingkat keihlasan. Untuk Allah adalah tingkatan ikhlas yang paling tinggi. Mari kita perhatikan bersama tentang: bila ada seseorang memberikan bantuan kepada orang yang kesusahan, karena orang tersebut mengetahui bahwa Allah memerintahkannya, dia beramal karena Allah SWT. Bila orang tadi mengehentikan bantuan kepada orang itu, karena ternyata orang itu tidak erterima kasih bahkan ia menjelek-jelekkannya dimana-mana, ia tidak ikhlas. Amal seseorang tadi sangat dipengaruhi oleh reaksi orang lain. Ia bersemangat beramal, ketika orang-orang menghargainya, memujinya atau paling tidak memperhatikannya. Ia kehilangan gairah untuk berjuang, ketika orangorang mencemoohnya, menjauhinya atau bahkan mengganggunya. Kita perhatikan motif yang menggerakkan perilaku seseorang tadi. Bila ia melakukan sesuatu karena ingin menjalankan perintah Allah, tidak peduli bagaimanapun reaksi orang kepadanya. Ia benarbenar ikhlas. Ia berikan bantuan kepada orang yang kesusahan, walaupun ia tidak berterima kasih. meneruskan perjuangannya, walaupun ia dijelek-jelekkan orang. Allah SWT melukiskan orang-orang ikhlas ketika mereka berkata: e acacIa Iaea aI aE eI EaaO e aN cEEa aeE IaaOe a aIIe aE eI aa acOaeE a aE eOA Artinya: AuSesungguhnya kami memberikan makanan kepada kalian karena Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasihAy. (QS. Al-Insan: . Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 2024, 77-86 Kustiana Arisanti Setiap hari kita selalu mengadakan aktifitas dan melakukan pengadaan kesan. Hal ini merupakan suatu kewajaran. Yang tidak wajar dan tidak dibenarkan oleh agama ialah menggunakan lambing verbal dan non verbal supaya orang lain menganggap kita orang saleh. Bila seseorang menggunakan lambing verbal . ang bisa didenga. untuk itu, ia melakukan sumAoah. Bila ia menggunakan lambing non verbal . ang dapat dilia. untuk itu, ia melakukan riyaAo. RiyaAo dan sumAoah keduanya bertentangan dengan Bila ikhlas adalah beribadat atau beramal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah . arena Alla. , iriyaAo dan sumAoah beribadat untuk mendekatkan diri kepada mausia . arena manusi. Sayyidina Ali Karramallahu wajhah berkata: AuAda empat tanda orang yang riyaAo. malas bila beribadat sendirian, rajin di depan orang banyak, bertambah amalnya bila dipuji, dan berkurang bila tidak ada yang memujinyaAy (Ibn Abi Al-Hadid, n. RiyaAo dan sumAoah keduanya dilakukan untuk merekayasa kesan orang lain terhadap diri seseorang. Yang pertama riyaAo berarti mempertontonkan amal dan tindakan agar ia dinilai sebagai orang bertakwa. Yang kedua sumAoah berarti memperdengarkan kebajikan-kebajikan seseorang sehingga ia dihitung orang lain sebagai orang yang baik. Keduanya dilakukan karena manusia, bukan karena Allah, dan karena itu bertentangan dengan ikhlas. Maka memperhatikan makna ikhlas dalam perspektif al-QurAoan tersebut dapat menjadikan bukti bahwa kurban berupa daging domba dan amal yang diwujudkan dalam bentuk sesuatu yang berkualitas oleh Habil, mencerminkan bahwa ia berbuat semata-mata hanya mengaharap ridha-Nya . sehingga amalnya diterima oleh Allah SWT. Sedangkan hasil bumi yang dipersembahkan oleh Qabil hanya untuk memuaskan nafsunya agar dapat memperistri saudara kembarnya yang diwujudkan dalam bentuk sesuatu yang tidak berkualitas, mencerminkan bahwa ia berbuat karena tidak ikhlas sehingga amalnya ditolak. Bahkan menimbulkan kebencian, keirian dan kedengkian dalam dirinya. Sehingga akhirnya ia pun membunuh adik kandungnya, dan mendapat dosa besar dari Allah SWT. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, artinya bahwa kondisi psikis seseorang ketika mengerjakan sesuatu secara tidak benar akan menyebabkan terjadinya gangguan adaptasi terhadap irama sirkandian, vis a vis mendatangkan kesakitan (Sholeh. Kesimpulan Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kisah Habil dan Qabil yang terdapat dalam alQurAoan memberikan pesan pendidikan yang sangat berharga bagi umat manusia secara universal. Ikhlas, dalam perspektif al-QurAoan, mengandung beberapa makna, yaitu suci, bersih, murni, dan tulus. Ikhlas berarti melakukan segala hal hanya untuk Allah, yang memiliki tiga makna: karena Allah, untuk Allah, dan kepunyaan Allah. Diterimanya amal ibadah dan kebajikan Habil oleh Allah SWT sangat berkaitan dengan keikhlasan yang terwujud dalam kualitas, bukan kuantitas. Sebaliknya, amal ibadah dan kebajikan Qabil tidak diterima oleh Allah SWT karena terdapat unsur riyaAo dan sumAoah. RiyaAo dan sumAoah merupakan penyakit hati yang bertentangan dengan makna ikhlas, sangat berbahaya, dan dapat merusak amal ibadah seseorang. Dengan demikian, pesan pendidikan yang dapat dipetik dari kisah Habil dan Qabil dalam perspektif al-QurAoan ini diharapkan dapat memperluas cakrawala pemikiran kita dalam mendalami ilmu pengetahuan, yang tentunya tidak terbatas oleh waktu dan ruang, dari buaian hingga liang lahat. Daftar Pustaka