Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Volume 7. Issue 1, 43-60 e_ISSN: 2798-4311 https://glosains. DOI: doi. org/10. 59784/glosains. Pengembangan Modul Integratif Clapreneur Berbasis Tauhid dengan Model Addie untuk Mengembangkan Minat. Bakat, dan Kreativitas Clarysa Febrylia Hassan1* Zirmansyah2 Fidesrinur3 Universitas Al - Azhar Indonesia. Indonesia Universitas Al - Azhar Indonesia. Indonesia Universitas Al - Azhar Indonesia. Indonesia *Corresponding author: Clarysa Febrylia Hassan. Universitas Al Azhar Indonesia. Indonesia. nCclarysahassan@gmail. Article Info : Article history: Received: February 11st, 2026 Revised: February 23rd, 2026 Accepted: February 24th, 2026 Keywords: integrative clapreneur interests and talents Kata Kunci: minat dan bakat Abstract Background: Confusion among adolescents and young adults regarding career direction, whether to become entrepreneurs or pursue a career path . on-entrepreneurshi. , life orientation, and perspectives on standards of success, while considering interests and talents as well as family expectations, formed the foundation for the development of this According to Statistics Indonesia 2024, individuals aged 18Ae24 constitute the largest proportion of the unemployed population, highlighting the urgency of structured career guidance interventions. Objectives: This research aims to: develop a tawhid-based Clapreneur Integrative Module. test the validity and feasibility of the module. determine the module's effectiveness in improving students' understanding and actualization of their interests, talents, and creativity. Method: The research employs a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. , in which the implementation and evaluation stages apply a quasi-experimental design with an experimental class and a control class. Results: The results show that the experimental class has a higher average of interests and talents . compared to the control class . The Clapreneur module facilitated students in identifying, reflecting upon, and actualizing their personal potential. Thus, the Clapreneur module is effective in improving studentsAo understanding and authentic actualization of interests and talents. Creativity data also show higher results . compared to the control class . These findings are supported by the MannAeWhitney test, which indicates a significant difference with main results of Z = Ae4. 942 and Sig. -taile. = 000 < 0. Therefore. HCA is rejected and Ha is accepted. the test results indicate that there is a difference in the average creativity of students between the experimental class and the control class. Conclusion: Hence, the integration of interestAetalent assessment, potential-based group mapping, reflective interviews, and tauhid values can be said to be effective in improving studentsAo career clarity and life Abstrak Latar belakang: Kebingungan pada remaja dan dewasa muda atas arah karir, menjadi entrepreneur atau menempuh jenjang karir . on entrepreneu. , orientasi hidup, pandangan tentang standar kesuksesan, dengan memperhatikan minat dan bakat, serta harapan keluarga menjadi latar belakang penyusunan modul. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, usia 18Ae24 tahun merupakan penyumbang utama tingkat penggangguran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: mengembangkan Modul Integratif Clapreneur berbasis tauhid. menguji validitas dan kelayakan serta mengetahui efektivitas modul dalam meningkatkan pemahaman dan aktualisasi minat, bakat, dan kreativitas peserta didik. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. , yang pada tahap implementasi dan evaluasi menerapkan desain quasi-eksperimen dengan kelas 43 | Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA eksperimen dan kelas kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata minat dan bakat lebih tinggi . dibandingkan kelas kontrol . Modul Clapreneur memfasilitasi peserta didik dalam mengenali, merefleksikan, dan mengaktualisasikan potensi diri secara lebih terarah. Dengan ini modul Clapreneur efektif dalam meningkatkan pemahaman dan aktualisasi minat dan bakat peserta didik secara Pada data kreativitas juga menunjukkan lebih tinggi . dibandingkan kelas kontrol . Didukung hasil uji MannAeWhitney terdapat perbedaan yang signifikan yaitu hasil utama Z = Ae4,942 dan Sig. -taile. = 0,000 < 0,05. Maka HCA ditolak dan Ha diterima, hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kreativitas peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan: Maka integrasi asesmen minatAebakat, pemetaan kelompok berbasis potensi, wawancara reflektif, dan nilai tauhid dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan career clarity dan orientasi hidup peserta didik. To cite this article: Hassan. Zirmansyah, & Fidesrinur. Pengembangan modul integratif clapreneur berbasis tauhid dengan model ADDIE untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas. Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia, 7. , 43Ae60. https://doi. org/10. 59784/glosains. PENDAHULUAN Pada usia remaja yaitu siswa-siswi SMA masuk kedalam fase pencarian jati diri, fase transisi antara anak-anak ke dewasa, dimana mereka masih membutuhkan bimbingan, arahan orang dewasa untuk memahami, minat, bakat, yang menghasilkan kreativitas untuk menentukan arah kehidupannya, cita-citanya. Dalam praktiknya, banyak siswa yang masih belum mengetahui dengan jelas akan minat dan bakatnya sehingga mengalami kebingungan dalam menentukan kreativitas guna menentukan jenis pekerjaan dimasa depan, bidang jurusan apa saat kuliah nanti, bagaimana mengintegrasikan antara harapan orangtua dengan minat, bakat diri, serta bagaimana gaya belajar yang sesuai (Pohan & Fadhli, 2. Hal ini menyebabkan rendahnya motivasi belajar, rancu dalam mengetahui bakat diri, kurang maksimalnya materi yang terserap, hingga kurangnya partisipasi dalam beberapa kegiatan. Padahal, di tengah tantangan ekonomi dan sosial global saat ini, lahirnya generasi muda yang kreatif, solutif, berakhlak, dan memiliki nilai spiritual sangatlah diperlukan. Oleh karena itu, model pembelajaran entrepreneur di kelas adalah pembelajaran yang dapat mengintegrasikan penggalian akan minat, bakat, yang menghasilkan kreatifitas pembelajaran yang mana menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan masa depan dengan selamat (Aafiya. (Hasanah et al. , 2. Jika pola pembelajaran semacam ini terus berlanjut, maka siswa berisiko menjadi generasi yang pasif, minim inovasi, karena bakat personal yang kurang tergali. Mereka mungkin unggul secara akademik, namun kurang fokus dalam memahami dan mengaplikasikan bakat unik setiap individu dengan terus melekatkan pemahaman tauhid pada tiap proses kreativitas. Sebagai solusinya, diperlukan pembelajaran yang integratif dan kontekstual, yaitu pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga mengetahui minat, mengasah bakat, dan menghasilkan kreativitas berbasis Tauhid. Dengan cara ini, siswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga menjadi pribadi yang berkarakter, memahami bakat diri, sehingga menghasilkan inovasi, dan siap berkontribusi secara nyata dan bermakna bagi masyarakat. Pembelajaran menggunakan Modul Integratif Clapreneur Berbasis Tauhid memiliki peran sentral dalam membentuk pribadi yang seimbang antara pemahaman bakat diri, kesadaran spiritual, dan kecerdasan emosional. Selaras dengan itu, teori Multiple Intelligences dari Jiang . menegaskan bahwa kecerdasan bukanlah satu dimensi tunggal (IQ), melainkan mencakup berbagai dimensi seperti kecerdasan interpersonal, intrapersonal, musikal, kinestetik, dan naturalistik. Konsep ini menantang paradigma lama pendidikan yang terlalu menitikberatkan pada kemampuan kognitif dan akademik semata, dengan mengabaikan potensi lain yang dimiliki siswa. Setiap siswa memiliki kombinasi kecerdasan, minat, bakat, yang berbeda dan unik, yang perlu dikenali dan difasilitasi dalam proses pembelajaran. Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang terdiri dari jasad, akal, nafs, qalb, dan ruh, dimana ruh menjadi pusat kehidupan dan kecerdasan. Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia | 44 Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA Konsep Ruhani Quotient (RQ) berdasarkan analisis pemikiran Ushuluddin . RQ dipahami sebagai paradigma kecerdasan yang melampaui IQ. EQ, dan SQ karena berlandaskan ruh sebagai sumber kecerdasan ilahiah. Integrasi ini diharapkan dapat melahirkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik, bermakna, dan beorientasi pada kesejahteraan dunia dan akhirat. Dalam praktik pendidikan, pengabaian terhadap keragaman kecerdasan ini sering kali menyebabkan siswa merasa tidak mampu atau kurang berprestasi, padahal potensi bakat mereka sebenarnya ada hanya belum tersentuh oleh pendekatan pembelajaran yang tepat dan cara belajar yang sesuai. Dengan ini perlu adanya media pembelajaran yang dikembangkan dengan pendekatan yang memperhatikan kebutuhan aktualisasi diri siswa Maslow . , variasi kecerdasan mereka (Gardne. , lebih holistik, bermakna, dan berorientasi pada kesejahteraan dunia dan akhirat. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti dilapangan pada bulan Mei 2025 melalui angket dengan 53 siswa . siswa dan 26 sisw. yang mengisi, didapat data bahwa sebanyak 71,7% siswa memahami karakteristik Rasulullah SAW sebagai seorang wirausahawan, dan 94,34% siswa ingin menjadikan Rasulullah dan Utsman bin Affan sebagai role model dalam berwirausaha. Data ini mengindikasikan adanya kesiapan spiritual dan motivasi internal yang kuat di kalangan siswa untuk membangun jiwa entrepreneur khususnya sociopreneur yang tidak sekadar mencari keuntungan, tetapi juga meneladani akhlak dan nilai-nilai Tauhid dalam setiap langkah usahanya. Temuan berikutnya adalah persepsi siswa akan nilai-nilai yang harus ada dalam menjalankan kewirausahaan berbasis Tauhid. Sejalan dengan studi Jahja . , adapun praktik riba di industri halal Indonesia menjadi tantangan yang belum diatasi, oleh karena itu prinsip amanah . anggung jawa. menjadi elemen penting dalam kewirausahaan Islam. Didapat temuan, nilai amanah . %) dan ilmu usaha . %) menempati urutan teratas sebagai nilai yang paling penting menurut siswa dalam berwirausaha. Hal ini mencerminkan adanya kesadaran spiritual yang kuat pada siswa, yang diiringi dengan kebutuhan terhadap model pembelajaran kewirausahaan yang praktis dan kontekstual, dengan fokus pada penguatan sikap kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam. Secara konseptual, kompetensi tidak hanya mencakup sikap, tetapi juga meliputi pengetahuan dan keterampilan, yang keseluruhannya berperan penting dalam meningkatkan kinerja usaha (Afandi, 2. Gambar 1. Diagram Prioritas Nilai dalam Berwirausaha Menurut Persepsi Siswa Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap pengembangan kewirausahaan sosial . di kalangan pelajar semakin meningkat, seiring dengan tuntutan zaman yang mengharuskan generasi muda tidak hanya memiliki kompetensi ekonomi, tetapi juga kepekaan sosial dan spiritual. Berbagai studi telah dilakukan untuk menjawab kebutuhan ini, dalam kajian Nur . , yang menyoroti keterkaitan antara model bisnis dan inovasi sosial dalam keberlanjutan sociopreneurship, tetapi tidak fokus pada pendidikan siswa ataupun pembelajaran berbasis nilai Tauhid. Selain itu, penelitian Nurhikmah . mengenai analisis kebutuhan bahan ajar di sekolah vokasi menunjukkan pentingnya relevansi antara materi dengan kebutuhan peserta didik. Namun, studi tersebut tidak mengintegrasikan nilai keislaman dalam kerangka pengembangan modul pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada tiga kontribusi fundamental yang membedakannya secara signifikan dari penelitian-penelitian sebelumnya. Pertama, secara teoritis penelitian ini menghasilkan Tauhid-Integrated Sociopreneurship Framework (TISF)Aikerangka konseptual inovatif yang menyintesiskan psikologi vokasional Holland (RIASEC), teori kreativitas GuilfordTorrance, experiential learning Kolb, dan aksiologi pendidikan Islam . auhid-tazkiyah-khalifa. dalam satu model pembelajaran koheren, berbeda dengan penelitian Gianto . yang hanya 45 | Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA mendeskripsikan best practices tanpa konstruksi teori baru, dan berbeda pula dengan penelitian psikologi vokasional Barat yang tidak mengintegrasikan dimensi spiritual-transendental. Kedua, secara metodologis penelitian ini mengembangkan instrumen asesmen psikopedagogis terintegrasi yang menggabungkan RIASEC Interest Inventory. Differential Aptitude Test (DAT). Situational Judgment Test berbasis dilema etis Islam, dan Wawancara Reflektif berbasis tazkiyatun nafs untuk personalisasi kelompok Project-Based Learning suatu kombinasi yang belum pernah digunakan dalam konteks pembelajaran sociopreneur SMA dan menjawab kritik bahwa entrepreneurship education sering one-size-fits-all (Qonita et al. , 2024. Suputra et al. Ketiga, secara kebaruan praktis penelitian ini menghasilkan Modul Integratif Clapreneur yang secara eksplisit mengoperasionalisasikan nilai-nilai tauhid . auhid rububiyyah, uluhiyyah, asma wa sifa. ke dalam learning objectives, aktivitas pembelajaran, dan rubrik penilaian autentik dengan tauhidic reflection prompts pada setiap tahapan ("Bagaimana bakat ini adalah amanah Allah? Untuk siapa saya menciptakan solusi ini? Bagaimana usaha ini menjadi ibadah?")Ai melampaui pendekatan penelitian sebelumnya yang hanya menambahkan "nilai Islam" sebagai add-on tanpa internalisasi mendalam dalam proses kognitif-afektif-psikomotorik. Dengan demikian, penelitian ini menciptakan paradigma baru Tauhid-Centric Sociopreneurship Education yang menggeser orientasi dari "learning to earn" menjadi "learning to serve Allah and society through creative value creation," dengan proposisi teoritis bahwa kreativitas entrepreneurial mencapai aktualisasi optimal ketika dimediasi oleh kesadaran transendental (RQ/Relational Quotient dengan Sang Pencipt. yang melampaui SQ-EQ-IQAisuatu klaim yang diuji secara empiris melalui quasi-experimental mixed-methods design. Penelitian ini bertujuan untuk: . mengembangkan Modul Integratif Clapreneur berbasis tauhid melalui model ADDIE yang mengintegrasikan asesmen psikopedagogis (RIASEC, tes bakat. SJT) dengan project-based sociopreneurship dan refleksi tazkiyatun nafs. menguji validitas dan kelayakan modul secara konten maupun tampilan melalui expert judgment. mengetahui efektivitas modul dalam meningkatkan pemahaman dan aktualisasi minat-bakat serta kreativitas peserta didik melalui quasi-experimental design dengan analisis kuantitatif dan Manfaat teoretis penelitian ini adalah menghasilkan Tauhid-Integrated Sociopreneurship Framework (TISF) sebagai kontribusi baru bagi pengembangan Islamic Educational Psychology dan memperkaya literatur tentang integrasi psikologi vokasional Barat dengan aksiologi pendidikan Islam. Manfaat praktis bagi pendidik adalah menyediakan modul pembelajaran terstruktur dan evidence-based yang dapat diimplementasikan dalam program sociopreneurship di SMA Islam. bagi peserta didik, modul ini memberikan panduan sistematis untuk mengenali potensi diri secara objektif . elalui asesmen psikometri. , mengaktualisasikan kreativitas dalam proyek berdampak sosial, dan menginternalisasi nilai tauhid sebagai worldview dalam berkarya, dan bagi institusi pendidikan, penelitian ini menawarkan model kurikulum inovatif yang menjawab tuntutan Society 5. 0 untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya future-ready secara kompetensi tetapi juga value-grounded secara spiritual METODE Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D), yaitu pendekatan penelitian yang berfokus pada pengembangan suatu produk, dalam hal ini Modul Integratif Clapreneur, serta pada pengujian tingkat kelayakan dan keterbacaannya. Menurut Rohmah . dalam penelitian pengembangan, proses pengembangan dan pengujian validitas produk dilakukan melalui serangkaian tahapan yang berulang dan terstruktur. Pengertian lain disampaikan oleh Sitepu . bahwa dalam prosesnya mulai dari perancangan, pengembangan, dan evaluasi terhadap program, proses, serta hasil pembelajaran dilakukan secara sistematis untuk menjamin konsistensi dan keefektifan internal. Secara sederhana Saputri . menjelaskan bahwa pengembangan merupakan proses yang digunakan dalam pengembangan dan validasi produk pendidikan yang mencakup aspek proses, produk, dan desain. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan diarahkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk yang telah ada sehingga menghasilkan produk yang lebih bernilai bagi subjek sasaran. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini mengacu pada model ADDIE, yang meliputi tahap Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Model Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia | 46 Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA ADDIE dipilih karena memberikan alur sistematis dan fleksibel untuk mengembangkan modul yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil analisis awal dan umpan balik yang diperoleh. Dalam bukunya Instructional Design: The ADDIE Approach. Branch menyempurnakan struktur ADDIE dan menjelaskan bahwa kelima tahap dalam ADDIE bukan proses linier, tetapi iteratif dan reflektif, artinya dapat diulang disesuaikan bertahap dengan proses pemaknaan. Pengembangan modul dilakukan melalui tahapan model ADDIE yang sistematis dan Pada tahap Analysis (Analisi. , dilakukan identifikasi kebutuhan siswa melalui observasi dan wawancara guna memahami karakteristik, minat, serta tantangan belajar yang mereka hadapi. Selain itu, dilakukan asesmen awal menggunakan instrumen RIASEC. VAK, dan wawancara reflektif untuk memetakan kecenderungan minat karier, gaya belajar, serta kesiapan personal siswa. Analisis juga mencakup konteks program sociopreneur di SMA Al-Hikmah agar modul yang dikembangkan selaras dengan visi, kurikulum, dan kebutuhan program. Selanjutnya pada tahap Design (Perancanga. , disusun struktur modul Integratif Clapreneur yang memuat aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu, serta dirancang alur pembelajaran yang sistematis mulai dari tahap pengenalan konsep, eksplorasi nilai, praktik kewirausahaan sosial, hingga refleksi tauhid sebagai penguatan spiritual (Rahmawati & Gunawan, 2. Tahap Development (Pengembanga. dilakukan dengan menulis isi modul secara komprehensif serta menyusun perangkat pendukung seperti aktivitas pembelajaran, instrumen penilaian, dan inspirasi Islami yang relevan. Modul disajikan dalam format praktis berbentuk poin-poin untuk memudahkan pemahaman dan meningkatkan keterlibatan belajar, dengan mempertimbangkan karakteristik generasi Z yang cenderung memiliki rentang konsentrasi lebih pendek terhadap paparan teori yang terlalu panjang atau monoton. Pada tahap ini juga dilakukan validasi isi oleh ahli materi dan pakar pembelajaran untuk memastikan kelayakan substansi dan kesesuaian pedagogis. Tahap Implementation (Implementas. dilakukan melalui uji coba terbatas pada siswa kelas XI program sociopreneur, disertai observasi proses pembelajaran serta pengumpulan umpan balik dari siswa dan guru. Terakhir, pada tahap Evaluation (Evaluas. dilakukan evaluasi formatif melalui angket keterbacaan dan wawancara guna mengukur efektivitas serta keterpahaman modul, kemudian dilakukan revisi berdasarkan hasil evaluasi tersebut agar modul semakin optimal dan aplikatif dalam mendukung pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Al-Hikmah Surabaya, yang telah memiliki program Sociopreneur sebagai salah satu bentuk pembelajaran berbasis proyek. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan selama semester genap tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian terdiri dari 51 siswa kelas XI program Sociopreneur SMA Al-Hikmah Surabaya yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan komposisi jenis kelamin seimbang . ,02% laki-laki dan 50,98% perempua. , dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kesetaraan kemampuan akademik dan karakteristik yang relatif homogen, sehingga perubahan hasil belajar dapat diatribusikan pada perlakuan modul bukan faktor eksternal. Selain siswa, subjek penelitian meliputi guru pembimbing program Sociopreneur sebagai praktisi implementasi modul, serta validator ahli yang terdiri dari ahli media . erkualifikasi minimal S1 dengan keahlian entrepreneur dan pengalaman relevan dalam pengembangan media pembelajara. dan ahli materi . uru mata pelajaran Sociopreneur di SMA Al-Hikmah Surabaya yang memahami kurikulum sekolah, berkualifikasi minimal S1, dan memiliki wawasan serta pengalaman relevan dengan produk yang dikembangka. , keduanya bersedia memberikan kritik dan saran konstruktif untuk penyempurnaan modul. Pengumpulan data dilakukan melalui empat teknik utama yang saling melengkapi untuk memperoleh informasi komprehensif mengenai kebutuhan, validitas, dan efektivitas modul. Pertama, observasi dilakukan untuk memahami kondisi awal dan proses pembelajaran sociopreneur di sekolah, mengidentifikasi kebutuhan riil peserta didik dan tantangan pembelajaran yang dihadapi. Kedua, wawancara semi-terstruktur dengan guru pembimbing dan siswa menggunakan pedoman yang mencakup sembilan aspek . urikulum, metode pembelajaran, bahan ajar, sikap dan respon peserta didik, kendala dan solusi, fasilitas sekolah, serta capaian pembelajara. untuk menggali pengalaman dan ekspektasi stakeholder terhadap program Ketiga, angket digunakan dalam tiga fungsi: . RIASEC untuk mengidentifikasi kecenderungan bakat karier dan kepribadian siswa. VAK untuk mengidentifikasi gaya belajar 47 | Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA dominan siswa (Visual. Auditory. Kinestheti. angket validasi ahli materi . butir mencakup kesesuaian dengan capaian pembelajaran, keakuratan materi, materi pendukung, dan bahas. dan ahli media . butir mencakup teknik penyajian, kelayakan penyajian, kelayakan kegrafikan, tampilan visual, dan usabilit. yang dikembangkan berdasarkan kisi-kisi Arikunto untuk menilai kelayakan modul. Keempat, dokumentasi meliputi catatan lapangan, hasil asesmen psikometrik (RIASEC, tes bakat skolastik. SJT), dan dokumentasi proses penyusunan serta implementasi modul sebagai bukti empiris dan audit trail penelitian. Analisis data dilakukan secara mixed-methods dengan mengintegrasikan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif inferensial untuk menjawab pertanyaan penelitian secara Data kualitatif dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dianalisis menggunakan model Miles . melalui tiga tahap: reduksi data . eleksi dan simplifikasi data menta. , penyajian data . isplay dalam bentuk matriks atau naras. , dan penarikan kesimpulan . erifikasi temua. Data validasi ahli dianalisis secara deskriptif kuantitatif sedangkan data minat dan bakat siswa dari instrumen RIASEC dan tes kemampuan dasar . umerik-logis, verbal, figural/spasial. SJT) dianalisis secara deskriptif dengan konversi skor mentah menjadi z-score atau persentil untuk memetakan potensi dominan, sedangkan tingkat aktualisasi minat-bakat diukur melalui rubrik penilaian proyek berbasis kinerja dan diuji perbedaannya antara kelas eksperimen dan kontrol menggunakan uji Mann-Whitney. Data kreativitas peserta didik dianalisis melalui serangkaian uji statistik menggunakan SPSS 25. 0 untuk menilai kekuatan pengaruh intervensi secara praktis, sehingga hasil penelitian tidak hanya signifikan secara statistik tetapi juga bermakna secara pedagogis. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Proses Pengembangan Modul Integratif Clapreneur Berbasis Tauhid Tahap Analisis Analisis dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu observasi pembelajaran, wawancara dengan guru pembimbing program sociopreneur, serta pengumpulan data awal dari siswa. Tabel 1. Rekapitulasi Persepsi dan Pengalaman Siswa Pertanyaan Kategori Minat masuk kelas sociopreneur Sendiri Orang tua Teman Memahami arti entrepreneur Tidak Bercita-cita menjadi wirausaha, sociopreneur, pengusaha Tidak Belum tau Pernah assessmen tentang minat Pernah Belum Memahami karakteristik Rasulullah saat menjadi wirausaha/pengusaha Tidak Ingin menjadikan Rasulullah dan Utsman bin Affan sebagai role model Tidak dalam berwirausaha Sudah pernah menghasilkan produk Pernah nyata atau jasa Belum Bagaimana respon dari pasar Baik . erhasil 90-100%) Kurang . erhasil 6089%) 94,34 5,66 73,58 26,42 79,25 13,21 7,55 73,58 26,42 94,34 5,66 92,45 7,55 75,47 13,21 Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia | 48 Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pertanyaan Produk/jasa yang dihasilkan Pengembangan ModulA Kategori Sangat Kurang (< 60%) Sesuai minat Hanya karena 3,77 33,96 58,49 Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan adanya potensi dan kesiapan yang kuat di kalangan siswa dalam mengembangkan jiwa entrepreneur. Sebanyak 94,34% siswa berminat mengikuti kelas sociopreneur secara sukarela, 73,58% telah memahami konsep entrepreneur, dan 79,25% bercita-cita menjadi wirausaha, menunjukkan bahwa kewirausahaan merupakan aspirasi yang relevan dan perlu difasilitasi secara sistematis. Meskipun 73,58% siswa pernah mengikuti asesmen minat dan bakat, belum tersedia modul yang mengintegrasikan hasil asesmen tersebut secara aplikatif dalam pembelajaran. Selain itu, 71,7% siswa memahami karakter Rasulullah SAW sebagai wirausahawan dan 94,34% ingin menjadikan Rasulullah serta Utsman bin Affan sebagai role model, yang mencerminkan kesiapan spiritual dan motivasi internal berbasis nilai Tauhid. Oleh karena itu, pengembangan Modul Clapreneur menjadi penting sebagai sarana integratif yang menghubungkan asesmen potensi, penguatan karakter, dan internalisasi nilai keislaman dalam pembelajaran kewirausahaan. Tabel 2. Aspek/Sub-Bab Materi Entrepreneur yang Paling Menjadi Tantangan Aspek/Sub-bab Materi Menemukan Ide Bisnis 41,51 Menentukan Target Pasar 24,53 Validasi Ide & Survei Kebutuhan Membuat Produk/Jasa yang Sederhana 16,98 Perhitungan Modal & Harga Jual 35,85 Strategi Promosi & Jualan 30,19 Mengatur Waktu dan Konsistensi 67,92 Etika Bisnis & Niat Berwirausaha 32,08 Membuat Laporan Keuangan Sederhana 39,62 Menentukan Dampak Sosial Usaha 33,96 Hasil analisis menunjukkan bahwa tantangan terbesar peserta didik terletak pada pengaturan waktu dan konsistensi . ,92%), diikuti kesulitan dalam menemukan ide bisnis . ,51%), menyusun laporan keuangan sederhana . ,62%), menghitung modal dan harga jual . ,85%), menentukan dampak sosial . ,96%), serta memahami etika dan niat berwirausaha . ,08%). Temuan ini menegaskan kebutuhan akan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga penguatan disiplin, kreativitas, literasi finansial, dan kesadaran nilai. Sementara itu, pembuatan produk atau jasa sederhana menjadi aspek yang paling sedikit dianggap sulit . ,98%), menunjukkan kesiapan praktik peserta didik yang relatif baik. Oleh karena itu. Modul Integratif Clapreneur diperlukan sebagai solusi pembelajaran holistik yang mengintegrasikan keterampilan aplikatif, nilai Tauhid, dan orientasi sosial untuk membentuk entrepreneur yang berkarakter, kompeten, dan berdampak. 49 | Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA Tahap Design (Perancanga. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tahap perancangan difokuskan pada penyusunan struktur dan alur Modul Integratif Clapreneur. Modul dirancang untuk mengintegrasikan tiga ranah utama pembelajaran, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik, dalam satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan. Pada tahap ini, peneliti menyusun kerangka modul yang mencakup: . Pengenalan diri dan instrumen pemetaan potensi, . Pengembangan ide kreatif berbasis minat dan bakat, . Pelaksanaan proyek entrepreneur, dan . Refleksi nilai tauhid terhadap proses dan hasil karya. Alur pembelajaran dirancang secara bertahap, dimulai dari tahap pengenalan hingga refleksi, dengan menempatkan nilai tauhid sebagai landasan berpikir dan bertindak. Perancangan modul juga mempertimbangkan prinsip student-centered learning dan Project-Based Learning, sehingga peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan terhadap proyek yang dikembangkan. Tahap Development (Pengembanga. Pada tahap ini, peneliti menulis isi modul dan menyusun perangkat pendukung pembelajaran, meliputi aktivitas siswa, panduan proyek, rubrik penilaian, serta materi inspirasi islami yang relevan dengan tema sociopreneurship. Modul disusun dalam format yang praktis dan komunikatif, dengan penyajian materi dalam bentuk poin-poin, ilustrasi, dan contoh kontekstual. Hal ini mempertimbangkan karakteristik generasi Z yang cenderung memiliki rentang konsentrasi lebih pendek terhadap paparan teori yang panjang dan monoton. Oleh karena itu, modul dirancang agar mudah dipahami, aplikatif, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Pada tahap ini juga dilakukan validasi isi modul oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran. Validator memberikan masukan terkait kelengkapan materi, kejelasan bahasa, kesesuaian dengan capaian pembelajaran, serta aspek kegrafikan modul. Masukan dari para ahli digunakan sebagai dasar untuk melakukan revisi awal guna meningkatkan kualitas dan kelayakan modul sebelum diimplementasikan di kelas. Hasilnya nanti, peneliti melakukan revisi modul untuk menyempurnakan isi, memperjelas instruksi kegiatan, serta menyesuaikan beberapa aktivitas agar lebih selaras dengan karakteristik peserta didik. Revisi ini bertujuan agar Modul Integratif Clapreneur dapat digunakan secara lebih optimal sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman dan aktualisasi minat- bakat dan kreativitas. Hasil Validasi Hasil penelitian ini berupa produk modul Clapreneur berbasis tauhid sebagai sumber belajar Sociopreneur pada kelas XI SMA yang telah dilakukan uji validitas. Validitas modul dibagi menjadi validitas materi dan validitas media yang dinilai berdasarkan beberapa aspek. Untuk menjamin kualitas dan relevansi materi pembelajaran dalam modul Clapreneur, dilakukan proses validasi oleh para ahli materi. Tabel 3. Detail dan Kualifikasi Validator Validator Kurnia Juniasih, . Aks Sri Handaru Widiastuti. Kualifikasi Guru kelas mata pelajaran sociopreneur di SMA AlHikmah Surabaya A Gelar akademik S-2 A Memahami kurikulum yang digunakan di sekolah dengan baik Guru kelas mata pelajaran sociopreneur di SMA AlHikmah Surabaya A Gelar akademik S-1 A Memahami kurikulum yang digunakan di sekolah dengan baik Validasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kesesuaian uraian materi dalam modul dengan kompetensi dasar dan capaian pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan. Untuk menjamin kualitas tampilan dan efektivitas penyampaian materi dalam modul Clapreneur, dilakukan proses validasi oleh para ahli media. Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia | 50 Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA Tabel 4. Detail dan Kualifikasi Validator Media Validator Ansari Setyo Prabowo H Sariat Arifia Sinta Wisudanti Yudisia Kualifikasi Kepala Sekolah SMA Al-Hikmah Surabaya A Gelar akademik S-1 A Memiliki keahlian dalam bidang entrepreneur Dosen entrepreneur ITB Binus Bogor A Gelar akademik S-3 A Memiliki keahlian dalam bidang entrepreneur Penulis buku dan pendiri Ruang Pelita A Gelar akademik S-2 A Memiliki keahlian dalam bidang entrepreneur Validasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana media pembelajaran dalam modul mendukung pemahaman peserta didik serta sesuai dengan prinsip desain pembelajaran yang Secara keseluruhan, modul Clapreneur dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran dengan rekomendasi perbaikan minor tanpa memerlukan revisi mendasar. Tabel 5. Perubahan Produk Awal dan Produk Akhir Modul Aspek Kedalaman & Produk Awal Materi masih dominan konseptual dan normatif Nilai Islam & Sudah tergambar secara praktis Studi kasus & Contoh masih terbatas di beberapa Produk Akhir (Revis. Sumber Revisi Sudah ditambahkan Kurnia Juniasih, konteks nyata . Aks & Sri Handaru Widiastuti. Menambahkan Kurnia Juniasih, ilustrasi penerapan . Aks nilai Islam melalui link vidio youtube Menambah Sri Handaru kasus aktual Widiastuti. Sistematika & Keterbacaan Tampilan modul sudah runtut, namun masih dapat disederhanakan Merapikan Teks sudah jelas, tetapi konsistensi ukuran dan spasi Cover Desain Modul Cover sudah menarik, namun dapat diperkuat secara visual. Disetiap sub bab sebaiknya diberi gambar/visual agar tampilan berbeda Menyeragamkan ukuran font dan spasi antarbagian Cover setiap sub-bab nya Ansari Prabowo Setyo Sinta Yudisia Wisudanti Sinta Yudisia Wisudanti Berdasarkan Tabel 5, revisi yang dilakukan berfokus pada penguatan substansi dan penyempurnaan tampilan tanpa mengubah struktur inti modul. Pada aspek materi, penambahan konteks nyata, studi kasus aktual, serta ilustrasi penerapan nilai Islam bertujuan meningkatkan kedalaman, relevansi, dan aplikabilitas pembelajaran. Sementara itu, pada aspek media, perbaikan alur visual, konsistensi tipografi, serta penguatan desain cover dan identitas subbab dilakukan untuk meningkatkan keterbacaan dan daya tarik modul. Dengan demikian, perubahan yang dilakukan bersifat konstruktif dan strategis untuk menyempurnakan kualitas modul agar lebih kontekstual, sistematis, dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran. 51 | Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA Statistik Deskriptif Minat & Bakat Tabel 6. Analisis Data Minat dan Bakat Peserta Didik Kelompok Median Mean Minimum Eskperimen Kontrol Maximum Analisis Data Minat dan Bakat Peserta Didik Berdasarkan data ini, kelas eksperimen menunjukkan nilai rata-rata yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini diperkuat oleh rentang nilai pada kelas eksperimen . Ae . juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol . Ae. , yang menunjukkan bahwa peserta didik pada kelas eksperimen tidak hanya memiliki minat dan bakat yang lebih tinggi secara rata-rata, tetapi juga secara merata. Secara keseluruhan, hasil penilaian ini menunjukkan bahwa aspek minat dan bakat yang diukur pada kelas eksperimen berkembang dengan sangat baik melalui penerapan Modul Clapreneur. Dilihat dari data yang ada mencerminkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek, nilai, dan refleksi diri yang diterapkan dalam Modul Clapreneur efektif dalam meningkatkan pemahaman dan aktualisasi minat dan bakat peserta didik secara Analisis Kreativitas Peserta Didik Kreativitas Tabel 7. Analisis Kreativitas Peserta Didik Kelompok N Median Mean Std. Minimum Deviation Eskperimen 25 Kontrol Maximum Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor kreativitas siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran menggunakan Modul Clapreneur memiliki nilai rata-rata kreativitas sebesar 80,83, sedangkan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional memiliki nilai rata-rata sebesar 75,66. Perbedaan nilai rata-rata ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kreativitas pada peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan Modul Clapreneur. Temuan deskriptif ini menjadi indikasi awal yang penting bahwa Modul Clapreneur memiliki potensi signifikan dalam mengembangkan kreativitas peserta Uji Asumsi Statistik & Hipotesis Minat dan Bakat Peserta Didik Uji Normalitas Tabel 8. Uji Normalitas KolmogorovSmirnova Shapiro-Wilk Kelompok Statistic df Sig. Statistic df Sig. Minat dan Bakat Kontrol 257 26 0. 809 26 0. Eksperimen 0. 427 25 0. 659 25 0. Lilliefors Significance Correction Uji normalitas menggunakan KolmogorovAeSmirnov menunjukkan nilai signifikansi < 0,000, sehingga data minat dan bakat pada kedua kelompok tidak berdistribusi normal. Secara keseluruhan, asumsi normalitas tidak terpenuhi, sehingga analisis inferensial tidak dapat hanya mengandalkan uji parametrik dan perlu didukung uji non-parametrik. Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia | 52 Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA Uji Homogenitas Tabel 9. Uji Homogenitas Levene Statistic df1 df2 Sig. Minat dan Bakat Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Uji Levene menunjukkan nilai signifikansi > 0,05 pada semua pendekatan . ean, median, trimmed mea. Hal ini menunjukkan bahwa varians data minaat dan bakat antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol bersifat homogen. Dengan terpenuhinya asumsi homogenitas, maka varians kedua kelompok setara sehingga perbandingan kelompok layak dilakukan. Uji Hipotesis Uji Hipotesis Non-Parametrik (MannAeWhitne. Tabel 10. Uji Hipotesis Test Statisticsa Minat dan Bakat Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Grouping Variable: Kelompok Karena data tidak normal, digunakan MannAeWhitney U Test. Hasil utama Z = Ae6. 086 dan Sig. -taile. = 0,000 < 0,05. Maka HCA ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada aspek pemahaman dan aktualisasi minat dan bakat. Kelas eksperimen memiliki peringkat rata-rata jauh lebih tinggi, yang menunjukkan performa aktualisasi potensi yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Uji Parametrik Pendukung (Independent Samples t-Tes. Tabel 11. Uji Parametrik Pendukung t-test for Equality of Means Minat Bakat Equal variances -13. Equal variances -13. not assumed Significance OneTwoSided p Sided p Mean Difference Std. Error Difference Meskipun data tidak sepenuhnya normal, uji t digunakan sebagai analisis pendukung . obust chec. karena ukuran sampel relatif seimbang dan berdasarkan hasil uji homogenitas menunjukkan varians homogen. Hasil uji t menunjukkan bahwa t = Ae13,227 dan Sig. -taile. = 0,000 maka rata-rata pemahaman dan aktualisasi minat-bakat peserta didik yang menggunakan Modul Clapreneur secara signifikan lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Ukuran Efek (Effect Siz. Besarnya pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan effect size CohenAos r sesuai dengan uji non-parametrik MannAeWhitney. Hasil perhitungan menunjukkan r = 0,85 yang termasuk kategori efek sangat besar. Untuk memperkuat interpretasi praktis, dihitung pula CohenAos d yang 53 | Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA digunakan sebagai pendukung untuk menunjukkan besarnya dampak secara praktis. Tabel 12. Uji Ukuran Efek Minat Bakat 95% Confidence Interval Standardizer Point Estimate Lower Upper Cohen's d Hedges' correction 6. Glass's delta Effect size menunjukkan seberapa besar dampak modul, bukan sekadar signifikan atau Hasil menunjukkan CohenAos d = 3,705. Menurut standar Cohen d nilai > 1,8 = VERY LARGE EFFECT. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Modul Clapreneur memberikan dampak praktis yang sangat besar terhadap pemahaman dan aktualisasi minat-bakat peserta didik. Kreativitas Uji Normalitas Tabel 13. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnova Kelompok Statistic df Sig. Kreativitas Eskperimen Kontrol Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Uji normalitas dilakukan menggunakan KolmogorovAeSmirnov. Kelompok eksperimen menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga data tidak berdistribusi normal. Kelompok kontrol menunjukkan nilai signifikansi > 0,05 namun hasil tidak konsisten . atu uji < 0,. Secara keseluruhan, asumsi normalitas tidak terpenuhi, sehingga analisis inferensial tidak dapat hanya mengandalkan uji parametrik dan perlu didukung uji non-parametrik. Uji Homogenitas Tabel 14. Uji Homogenitas Levene Statistic Kreativitas Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Sig. Uji Levene menunjukkan nilai signifikansi > 0,05 pada semua pendekatan . ean, median, trimmed mea. Hal ini menunjukkan bahwa varians data kreativitas antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol bersifat homogen. Dengan terpenuhinya asumsi homogenitas, maka perbandingan antara kedua kelompok dapat dilakukan secara sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara statistik. Uji Hipotesis Uji Hipotesis Non-Parametrik (MannAeWhitne. Tabel 15. Uji Hipotesis Kreativitas Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia | 54 Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA Karena data tidak normal, digunakan MannAeWhitney U Test. Hasil utama Z = Ae4,942 dan Sig. -taile. = 0,000 < 0,05. Maka HCA ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kreativitas peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji Parametrik Pendukung (Independent Samples t-Tes. Kreativitas Equal Equal Tabel 16. Parametrik Pendukung t-test for Equality of Means Significance Mean Difference OneTwoSided p Sided p Std. Error Difference Meskipun data tidak sepenuhnya normal, uji t digunakan sebagai analisis pendukung . obust chec. karena ukuran sampel relatif seimbang dan berdasarkan hasil uji homogenitas menunjukkan varians homogen. Hasil uji t menunjukkan bahwa t = 6,686 dan Sig. -taile. = 0,000 dengan ini maka rata-rata kreativitas peserta didik yang menggunakan Modul Clapreneur secara signifikan lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Ukuran Efek (Effect Siz. Kreativitas Tabel 17. Ukuran Efek Standardizera Point Estimate Cohen's d Hedges' correction Glass's delta 95% Confidence Interval Lower Upper Besarnya pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan effect size CohenAos r sesuai dengan uji non-parametrik MannAeWhitney. Hasil perhitungan menunjukkan r = 0,69 yang termasuk kategori efek besar. Untuk memperkuat interpretasi praktis, dihitung pula CohenAos d yang digunakan sebagai pendukung untuk menunjukkan besarnya dampak secara praktis. Effect size menunjukkan seberapa besar dampak modul, bukan sekadar signifikan atau Hasil menunjukkan CohenAos d = 1,873. Menurut standar Cohen nilai > 1,8 = VERY LARGE EFFECT. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Modul Clapreneur memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap peningkatan kreativitas siswa. Pembahasan Minat dan Bakat Peserta Didik Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa peserta didik pada kelas eksperimen memiliki tingkat minat dan bakat yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata skor minat dan bakat kelas eksperimen mencapai 88,60, sedangkan kelas kontrol hanya 65,56. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran menggunakan Modul Clapreneur mampu mendorong peserta didik untuk mengenali dan mengaktualisasikan potensi dirinya secara lebih optimal. Selain itu hasil analisis uji Man - Whitney menunjukkan nilai Z = Ae6,086 dengan signifikansi 0,000 . < 0,. , sehingga HCA ditolak. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, di mana kelas eksperimen memiliki tingkat pemahaman dan aktualisasi minat dan bakat yang lebih tinggi 55 | Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini sejalan dengan Self-Determination Theory (SDT) yang menegaskan bahwa minat dan bakat berkembang secara optimal ketika peserta didik merasakan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan dalam proses belajar (Wulan et al. , 2. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang digunakan dalam Modul Clapreneur memberikan ruang otonomi kepada peserta didik untuk memilih proyek sesuai minat personal, sekaligus mengekspresikan bakat dominan yang dimilikinya. Hal ini mendukung temuan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pemahaman peserta didik terhadap minat dan bakatnya bukanlah kemampuan bawaan yang terbentuk secara otomatis, melainkan hasil dari proses pembelajaran yang melibatkan eksplorasi diri, asesmen terstruktur, dan refleksi yang Penelitian dalam bidang pengembangan karier menunjukkan bahwa keterlibatan individu dalam aktivitas eksplorasi yang terarah secara signifikan meningkatkan kesadaran diri terhadap minat, kekuatan, dan kecenderungan personalnya (Hirschi, 2. Nugroho . menegaskan bahwa career exploration yang difasilitasi melalui intervensi pendidikan berperan penting dalam membantu peserta didik membangun pemahaman yang lebih jelas mengenai minat dan kompetensi dirinya, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kejelasan arah karier. Sejalan dengan itu. Jiang . menemukan bahwa penggunaan asesmen dan kegiatan reflektif dalam konteks pendidikan mampu memperkuat pemahaman individu terhadap minat dan bakatnya serta meningkatkan keyakinan dalam pengambilan keputusan Selanjutnya. Nugroho . menemukan bahwa PjBL meningkatkan keterlibatan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik sehingga mampu meningkatkan keterlibatan belajar, minat intrinsik, serta aktualisasi bakat peserta didik. Dengan ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dibandingkan pendekatan konvensional. Dengan demikian. Modul Clapreneur tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai wahana pengembangan potensi individual peserta didik. Perbedaan mendasar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam penelitian ini terletak pada mekanisme pemetaan peserta didik ke dalam kelompok proyek pada saat Pada kelas kontrol, pembentukan kelompok dilakukan secara konvensional, tanpa didahului oleh pemetaan sistematis terhadap minat, bakat, dan kecenderungan kepribadian peserta didik. Akibatnya, dinamika kelompok lebih bersifat administratif dan acak, sehingga potensi individual peserta didik tidak selalu terakomodasi secara optimal dalam proses pengerjaan proyek. Sebaliknya, pada kelas eksperimen, pemetaan kelompok dilakukan melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis asesmen psikopedagogis. Sebelum pembelajaran berbasis proyek dimulai, peserta didik terlebih dahulu mengikuti tes RIASEC untuk mengidentifikasi kecenderungan minat dan tipe kepribadian vokasional. Selain itu, peserta didik juga mengikuti tes bakat yaitu tes kemampuan dasar yang terdiri atas aspek numerik-logis, verbal, dan figural/spasial, serta tes Situational Judgement Test (SJT) yang bertujuan mengukur kemampuan pengambilan keputusan, penilaian situasional, dan respons terhadap permasalahan kontekstual. Selain itu wawancara reflektif merupakan salah satu elemen kunci yang membedakan keberhasilan kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Wawancara ini tidak ditempatkan sebagai aktivitas pelengkap, melainkan sebagai bagian integral dari desain pembelajaran Modul Clapreneur. Pertanyaan-pertanyaan reflektif yang diajukan kepada peserta didik secara sistematis mendorong mereka untuk berpikir lebih mendalam tentang identitas diri, menyadari hubungan antara minat, nilai, dan realitas keluarga, serta mengintegrasikan harapan orang tua dengan potensi personal secara sehat dan realistis. Dengan ini berfungsi sebagai mekanisme internalisasi makna, bukan sekadar penggalian data minat. Hasil dari rangkaian asesmen tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam pemetaan dan pembentukan kelompok proyek, sehingga setiap kelompok tersusun secara komplementer, dengan mempertimbangkan kesesuaian minat, kekuatan bakat, serta kecenderungan peran peserta didik. Pendekatan ini memungkinkan setiap individu berkontribusi sesuai dengan potensi dominannya, baik dalam aspek analisis, komunikasi, visualisasi ide, maupun pengambilan keputusan. Dengan demikian, proses Project Based Learning pada kelas eksperimen tidak hanya berorientasi pada penyelesaian produk, tetapi juga pada optimalisasi peran dan pengembangan potensi setiap anggota kelompok (Chung et al. , 2. Perbedaan perlakuan ini menjelaskan mengapa kelas eksperimen menunjukkan tingkat minat dan bakat yang lebih teraktualisasi dibandingkan kelas kontrol. Pemetaan berbasis RIASEC, tes bakat dan wawancara reflektif memungkinkan peserta Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia | 56 Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA didik bekerja dalam kondisi psikologis yang lebih selaras dengan dirinya . ersonAeenvironment fi. , sehingga meningkatkan keterlibatan, rasa percaya diri, dan kualitas refleksi diri. Hal ini sejalan dengan teori Holland yang menekankan pentingnya kesesuaian antara tipe kepribadian dan lingkungan kerja, serta teori pembelajaran berbasis proyek yang menegaskan bahwa efektivitas PjBL sangat ditentukan oleh kualitas peran dan interaksi dalam kelompok. Kreativitas Berbasis Proyek dan Nilai Pada aspek kreativitas, hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata skor kreativitas kelas eksperimen mencapai 80,83, sedangkan kelas kontrol sebesar 75,66. Selisih ini mengindikasikan bahwa pembelajaran menggunakan Modul Clapreneur memberikan kontribusi positif terhadap kemampuan peserta didik dalam menghasilkan ide, mengembangkan solusi, dan merefleksikan karya secara kreatif. Temuan ini sejalan dengan Lestari . yang menyatakan bahwa kreativitas merupakan kemampuan berpikir divergen yang dapat dilatih melalui pengalaman belajar yang menantang dan terbuka. Lebih lanjut, hasil ini juga konsisten dengan teori kreativitas Torrance . yang menekankan bahwa kreativitas berkembang melalui fluency, flexibility, originality, dan Struktur Modul Clapreneur yang mencakup tahapan persiapan, proses, dan hasil kerja memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keempat dimensi tersebut secara sistematis. Penelitian-penelitian mutakhir juga menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PjBL secara konsisten mendorong perkembangan kreativitas peserta didik karena proses pembelajaran yang mendorong penciptaan, eksplorasi ide, dan penerapan konsep dalam konteks nyata. Hal ini memperkuat argumentasi bahwa kreativitas dapat diasah melalui desain pembelajaran yang tepat, bukan sekadar kemampuan bawaan (Pangestu et al. , 2. Hasil uji MannAeWhitney menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. , sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan dalam kreativitas peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menguatkan teori bahwa kreativitas bukanlah kemampuan bawaan semata, melainkan dapat dikembangkan melalui desain pembelajaran yang tepat. Konsistensi hasil ini dengan uji parametrik pendukung . ji t independe. semakin memperkuat hasil temuan penelitian. Menurut Creswell . , penggunaan beberapa pendekatan analisis yang menghasilkan kesimpulan serupa meningkatkan kepercayaan terhadap validitas hasil penelitian kuantitatif. Dengan demikian. Modul Clapreneur terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas peserta didik. Temuan ini selaras dengan hasil meta-analisis Brahmandika . yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek, refleksi, dan keterlibatan aktif peserta didik memiliki dampak yang tinggi terhadap hasil belajar dan pengembangan keterampilan abad ke-21, termasuk kreativitas. Oleh karena itu. Modul Clapreneur dapat dikategorikan sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dan berdampak tinggi. Integrasi Tauhid : Nilai Islami Keunggulan utama Modul Clapreneur terletak pada integrasi antara minat-bakat, kreativitas, dan nilai-nilai Islami. Pendekatan ini sejalan dengan konsep holistic education, yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, psikomotor, dan spiritual dalam pembelajaran (Aisyi et al. , 2. Penelitian dalam bidang pendidikan karakter menunjukkan bahwa integrasi nilai justru memperkuat kreativitas, karena peserta didik memiliki landasan makna dan tujuan dalam berkarya (Ushuluddin et al. , 2. Dengan demikian, peningkatan kreativitas yang dihasilkan melalui Modul Clapreneur tidak bersifat dangkal atau mekanistik, melainkan reflektif dan bermakna. Peserta didik tidak hanya dituntut untuk menghasilkan ide kreatif, tetapi juga diarahkan untuk bertanggung jawab secara sosial dan moral terhadap karya yang dihasilkan, sesuai dengan prinsip nilai-nilai Islam. Hasil analisis komparatif antara kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan perubahan yang substansial pada aspek kejelasan cita-cita, pemahaman jurusan, kesadaran minat dan bakat, kedalaman refleksi diri, serta orientasi nilai hidup peserta didik. Pada kondisi awal . elas kontro. , peserta didik cenderung menunjukkan kejelasan cita-cita yang rendah (A15%), kebingungan dalam memahami jurusan dan arah studi, serta kesadaran minat dan bakat yang masih minimal. Refleksi diri peserta didik pada tahap ini bersifat dangkal dan belum terhubung dengan nilai hidup yang bermakna, sehingga orientasi nilai masih bersifat umum dan pragmatis. 57 | Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA Sebaliknya, pada kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran menggunakan Modul Clapreneur, terjadi peningkatan yang signifikan dan konsisten. Peserta didik menunjukkan kejelasan cita-cita yang tinggi, pemahaman jurusan yang lebih fokus, serta kesadaran minat dan bakat yang terpetakan secara sistematis melalui asesmen RIASEC. Selain itu, refleksi diri peserta didik berkembang secara lebih mendalam dan orientasi nilai bergeser dari sekadar tujuan duniawi menuju orientasi tauhid dan pencarian makna hidup. Temuan ini memperkuat hasil statistik kuantitatif sebelumnya, bahwa Clapreneur tidak hanya berdampak pada aspek kognitif dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan orientasi hidup peserta didik secara menyeluruh. Penguatan modul Clapreneur berbasis tauhid dalam penelitian ini tidak dapat dilepaskan dari konsep tazkiyatun nafs . enyucian jiw. Ushuluddin . menegaskan bahwa tazkiyatun nafs merupakan proses pendidikan jiwa yang sistematis dan berkelanjutan, meliputi penyadaran diri . aAorifatun naf. , pengendalian dorongan nafsiah, internalisasi nilai tauhid, serta pembentukan orientasi hidup yang lurus dan bermakna. Pendidikan yang hanya berfokus pada aspek kognitif dan keterampilan teknis, tanpa menyentuh dimensi penyucian jiwa, berpotensi melahirkan individu yang cerdas secara intelektual namun rapuh secara moral dan kehilangan arah hidup. Pandangan ini sangat relevan dengan kondisi peserta didik pada kelas kontrol, yang berdasarkan temuan penelitian menunjukkan kebingungan dalam menentukan jurusan dan profesi, rendahnya kesadaran minat dan bakat, serta lemahnya orientasi nilai hidup. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa problem kebingungan karier bukan semata persoalan informasi atau kemampuan akademik, melainkan persoalan ketiadaan proses penyadaran dan pemurnian orientasi jiwa. Orientasi tauhid yang dirujuk dari Surah Al-Kahfi ayat 1Ae10 menjadi fondasi nilai dalam Modul Clapreneur. Peserta didik kelas eksperimen diarahkan untuk memahami bahwa kehidupan tidak semata-mata bertujuan mengejar status sosial atau materi, melainkan merupakan amanah yang harus dijalani secara bermakna. Dalam konteks ini, karier diposisikan sebagai sarana ibadah, dan potensi diri dipahami sebagai amanah dari Allah yang harus dikelola secara bertanggung Internalisasi nilai tauhid ini berimplikasi langsung pada kualitas pengambilan keputusan karier peserta didik. Pilihan karier yang dihasilkan oleh peserta didik kelas eksperimen cenderung lebih bermakna, tidak impulsif, dan lebih berorientasi nilai dibandingkan peserta didik kelas kontrol. Dengan adanya kerangka tauhid, peserta didik tidak hanya bertanya Auapa yang saya bisaAy, tetapi juga Auuntuk apa potensi ini digunakanAy. Hal ini menjelaskan mengapa kelas eksperimen menunjukkan orientasi hidup yang lebih stabil dan konsisten, serta tidak mudah terombangambing oleh tekanan lingkungan atau ekspektasi eksternal semata. Jadi asesmen RIASEC tidak diposisikan semata-mata sebagai alat psikometrik untuk klasifikasi minat dan kepribadian, melainkan diintegrasikan secara reflektif dengan pendekatan tazkiyatun nafs. Sebagaimana dalam QS. Al-Kahfi ayat 7 : AuSesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik amalnya. Ay Ayat ini menegaskan bahwa potensi dan perhiasan dunia merupakan sarana ujian untuk menilai kualitas amal manusia. Dalam Modul Clapreneur, asesmen RIASEC berfungsi sebagai alat bantu identifikasi potensi, sementara tazkiyatun nafs berperan sebagai kerangka pemurnian niat dan orientasi. Dengan demikian, potensi diri peserta didik tidak diarahkan pada ambisi personal semata, melainkan pada pencapaian amal terbaik yang bermakna secara spiritual dan sosial. Hal inilah yang menjelaskan mengapa peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan fokus yang lebih kuat, keyakinan yang lebih tinggi terhadap pilihan jurusan dan profesi, serta orientasi hidup yang lebih terarah. Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia | 58 Clarysa Febrylia Hassan. Zirmansyah. Fidesrinur Pengembangan ModulA KESIMPULAN Modul Integratif Clapreneur berbasis tauhid yang dikembangkan melalui model ADDIE terbukti sangat valid berdasarkan hasil uji validitas dengan skor 91,25% . spek is. dan 91,4% . spek tampilan dan penyajia. , serta sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan aktualisasi minat-bakat serta kreativitas peserta didik. Kelas eksperimen menunjukkan ratarata lebih tinggi . dibandingkan kelas kontrol . pada aspek minat-bakat, dengan perbedaan kreativitas yang signifikan secara statistik (Z = Ae4,942. p < 0,. dan memiliki ukuran efek besar (Cohen's r = 0,. Secara kualitatif, kelas eksperimen menunjukkan kejelasan cita-cita, kesadaran minatbakat berbasis RIASEC, dan refleksi diri yang mendalam berorientasi nilai tauhid, sementara kelas kontrol mengalami kebingungan arah karier dan refleksi dangkal. Efektivitas modul terletak pada integrasi asesmen psikopedagogis (RIASEC, tes bakat. SJT, wawancara reflekti. , pembelajaran berbasis proyek yang selaras potensi peserta didik, dan refleksi berbasis nilai tauhid . azkiyatun naf. , menjadikan Modul Clapreneur layak diimplementasikan sebagai solusi pembelajaran holistik yang membekali peserta didik menjadi entrepreneur berkarakter Islami, berdaya saing, dan berdampak sosial. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada institusi akademik tempat penulis berafiliasi atas dukungan ilmiah dan fasilitas yang diberikan selama proses penelitian ini. Apresiasi juga disampaikan kepada para narasumber, rekan sejawat, dan pihak terkait yang telah memberikan masukan konstruktif sehingga memperkaya analisis dalam penelitian ini. PERNYATAAN KONTRIBUSI PENULIS Clarysa Febrylia Hassan bertanggung jawab atas keseluruhan proses penelitian, mulai dari perumusan ide dan kerangka konseptual, pengumpulan serta analisis data, hingga penulisan dan revisi akhir naskah. Penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan dalam publikasi artikel ini. DAFTAR PUSTAKA