Penggunaan Media Digital berupa Aplikasi Geogebra untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa pada Materi Geometri di SMP IPH Surabaya Wahyudi Lumakso1. Hery Winoto2. Mina Sulastri3 IPH Schools. SurabayaA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Krida Wacana2,3 lumakso@gmail. com1, hery. winoto@ukrida. id2, mina. sulastri@ukrida. ABSTRAK Matematika, sebagai ilmu pasti, merupakan satu bagian dari pendidikan yang dinilai penting secara universal. Pentingnya ilmu Matematika juga dikonfirmasi dengan ditetapkannya Matematika, dalam hal ini disebut Numerasi, sebagai bagian dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang akan diujikan pada Asesmen Nasional (AN) sejak tahun ajaran 2021/2022. Satu bagian yang banyak menjadi kendala pada pembelajaran Matematika, sehingga banyak peserta didik mengalami kesulitan adalah bagaimana memahami konsepkonsep dasar matematika yang bersifat abstrak, menjadi sesuatu yang dapat dilihat secara visual, atau minimal dapat dibayangkan dengan imajinasi dalam pikiran peserta didik, sehingga kemudian dapat dimengerti. Proses pembelajaran matematika banyak menggunakan aktivitas mental yang melibatkan proses mencari, menemukan dan mengaplikasikan hubungan secara logis, untuk membentuk suatu penalaran intuitif terhadap suatu konsep. Aktivitas ini erat kaitannya dengan visualisasi. Dalam bidang pendidikan khususnya dalam pembelajaran di sekolah, terlebih dengan situasi pendemi COVID-19. Teknologi Informasi Digital dalam bentuk Media Digital, yang lebih khusus lagi berupa aplikasi, dapat dimanfaatkan sebagai teknologi utama maupun pendukung. Setelah melihat kendala yang terjadi pada mata pelajaran Matematika, khususnya pada materi Geometri, maka untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa pada materi Geometri, dilakukan penelitian ini Kata Kunci: Matematika. Geometri. Aplikasi. GeoGebra. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 55 Latar Belakang Penelitian Matematika, sebagai ilmu pasti, merupakan satu bagian dari pendidikan yang dinilai penting secara universal. Hal ini terbukti dengan ditetapkannya Matematika sebagai mata pelajaran wajib di semua sekolah di berbagai negara di seluruh dunia. Matematika adalah salah satu fondasi utama dari kemampuan sains dan teknologi. Pentingnya ilmu Matematika juga dikonfirmasi dengan ditetapkannya Matematika, dalam hal ini disebut Numerasi, sebagai bagian dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang akan diujikan pada Asesmen Nasional (AN). Secara Internasional, kemampuan Matematika adalah satu bagian yang diukur pada PISA (Programme for International Student Assessmen. , yang banyak digunakan sebagai salah satu acuan dalam menentukan kebijakan di dunia pendidikan di Indonesia. Pemahaman ilmu Matematika, dari kemampuan yang bersifat keahlian sampai pada pemahaman yang bersifat apresiatif akan mengembangkan kemampuan sains dan teknologi yang cukup tinggi (Buchori, 2. Namun demikian, fakta yang terjadi saat ini adalah Matematika juga menjadi salah satu mata pelajaran yang tidak diminati karena dinilai sulit dan rumit, sehingga dibenci atau bahkan ditakuti. Satu bagian yang banyak menjadi kendala pada pembelajaran Matematika, sehingga banyak peserta didik menghadapi kesulitan adalah bagaimana mengerti konsep-konsep dasar matematika yang bersifat abstrak, menjadi sesuatu yang dapat dilihat secara visual, atau minimal dapat dibayangkan dengan imajinasi dalam pikiran peserta didik, sehingga kemudian dapat dimengerti. Menyadari hal telah ada berbagai upaya untuk mengatasi hal ini, mulai dari penggunakan kalimat deskriptif, gambar pada buku, benda atau alat peraga, tampilan gambar dengan proyektor, hingga video pembelajaran dan animasi, dan berbagai alat bantu lainnya. Secara khusus untuk hal ini, bagian dari Matematika yang paling relevan dan perlu dikembangkan adalah materi Geometri. Hal ini khususnya diperlukan bila siswa hendak melanjutkan studi dan berkarya di bidang yang membutuhkan pemahaman atau keterampilan terkait Geometri, misalnya di bidang arsitektur, bangunan, desain produk, desain visual, tata busana, seni rupa, dan berbagai bidang pekerjaan lainnya. Sebenarnya Geometri punya peluang yang lebih besar untuk dipahami siswa dibanding dengan cabang Matematika yang lain. Hal ini karena ide-ide Geometri telah dikenal oleh siswa sejak sebelum mereka bersekolah, misalnya garis, bidang dan ruang. Meski demikian, bukti-bukti di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar di bidang Geometri masih rendah (Purnomo, 1. sehingga perlu ditingkatkan (Bobango. Bahkan, di antara berbagai cabang ilmu Matematika. Geometri menempati posisi yang paling tidak baik (Sudarman. Proses dalam belajar ilmu matematika banyak menggunakan aktivitas mental yang melibatkan proses mencari, menemukan dan mengaplikasikan hubungan secara logis, guna membentuk penalaran intuitif 56 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. terhadap suatu konsep. Hal ini memiliki keterkaitan yang erat dengan visualisasi. Hilbert dan Vossen . menyatakan bahwa dengan bantuan imajinasi visual kita bisa memperjelas berragam fakta yang ada pada materi geometri. Presmeg . mengatakan bahwa salah satu peran visualisasi adalah untuk mengubah masalah menjadi bentuk intuitif . Bentuk intuitif dapat diperoleh dari representasi visual untuk menyelesaikan masalah. Ini artinya dalam mengkonstruksi pengertian matematis diperlukan visualisasi sebagai dibutuhkan dalam pembelajaran Matematika. Saat ini visualisasi yang dilakukan oleh guru dalam upaya menjelaskan materi Geometri lebih banyak selanjutnya berpengaruh pada pencapaian pemahaman siswa. Perkembangan teknologi saat ini sudah merambah semua berbagai bidang Pada khususnya dalam pembelajaran di sekolah, terlebih dengan situasi pendemi COVID-19. Teknologi Informasi Digital dalam bentuk Media Digital, yang lebih khusus lagi berupa aplikasi, dapat digunakan sebagai teknologi Tujuan Penelitian: Penelitian ini mengetahui bagaimana penggunaan media digital berupa Aplikasi GeoGebra dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa. kurang menarik minat belajar siswa, yang Setelah melihat kendala yang terjadi pada mata pelajaran Matematika, khususnya pada materi Geometri dan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan (Putro, 2. dengan menggunakan media serupa, maka untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa pada materi Geometri, dilakukan penelitian dengan judul Penggunaan Media Digital berupa Aplikasi Geogebra untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa pada Materi Geometri di SMP IPH Surabaya. Sebagai teknologi utama, aplikasi difungsikan sesuai dengan materi pelajaran dan sebagai media interaksi pembelajaran antara siswa dan guru. Sedangkan sebagai teknologi pendukung, aplikasi dipakai sebagai media pembelajaran dan sebagai fasilitas pembelajaran. II. Tinjauan Literatur 1 Tujuan Pendidikan Matematika dalam Kurikulum 2013 Kurikulum kurikulum nasional yang berlaku saat ini bagi semua sekolah di Indonesia, dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Kejuruan yang setara. Setelah melewati masa uji coba. Kurikulum 2013 diimplementasikan sepenuhnya pada tahun ajaran 2020/2021 sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160 Tahun 2014 tentang pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013. Pada perkembangan terbaru, mulai tahun ajaran 2021/2022, siswa kelas 5, 8, dan 11 akan mengikuti Asesmen Nasional (AN) yang terdiri dari Literasi. Numerasi. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 57 dan Survei Karakter. Dalam hal ini yang dimaksud dengan Numerasi adalah kemampuan Matematika. Pada Kurikulum 2013, mata pelajaran Matematika bertujuan agar siswa dapat: Memahami konsep matematika. Menggunakan pola sebagai dugaan dalam pemecahan masalah, mampu membuat generalisasi dari fenomena atau data yang ada. Menggunakan penalaran, melakukan manipulasi matematika baik berupa penyederhanaan, maupun menganalisa komponen yang ada dalam pemecahan masalah dalam konteks matematika maupun di luar matematika, yang meliputi kemampuan memahami matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, termasuk dalam rangka memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Mengkomunikasikan gagasan, dan penalaran serta mampu menyusun bukti matematika dengan menggunakan kalimat, tebel, simbol, diagram, atau media lain untuk memperjelas suatu Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, dan perhatian dalam belajar ilmu Mempunyai sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan Memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dalam matematika dan pembelajarannya, seperti taat azas, konsisten, menjunjung tinggi kesepakatan, toleran, menghargai pendapat orang lain, demokrasi, santun, tangguh, ulet, kreatif, menghargai kesemestaan, kerjasama, adil, teliti, jujur, cermat, bersikap luwes dan terbuka, mempunyai kemauan berbagi rasa dengan orang lain. Melakukan yang menggunakan pengetahuan Menggunakan alat peraga sederhana maupun hasil teknologi untuk melakukan kegiatan matematika. Kecakapan atau kemampuan tersebut saling terkait erat, saling memperkuat dan membutuhkan satu dengan yang 2 Pembelajaran Geometri Geometri sebagai satu bagian dalam materi pelajaran matematika sekolah mendapatkan porsi yang cukup besar untuk dipelajari siswa di sekolah. Menurut Abdussakir . , geometri memiliki posisi khusus dalam kurikulum matematika sekolah menengah, karena ada banyak konsep yang terkandung di dalamnya. NCTM Ae National Council of Teachers of Mathematics . alam Siregar, 2. menyatakan bahwa siswa secara umum harus memiliki kemampuan geometri sebagai berikut: Menganalisis karakter dan sifat dari bentuk geometri, dua dan/atau tiga dimensi dan mampu membangun argumen matematika mengenai hubungan antara geometri dengan bidang yang 58 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. Menentukan posisi suatu titik dengan lebih spesifik dan akurat, juga membuat gambaran hubungan spasial dengan menggunakan koordinat geometri dan mengkaitkannya dengan sistem yang lain. Aplikasi transformasi dan memakainya secara simetris untuk menganalisis suatu masalah matematika. Menggunakan penalaran spasial, visualisasi, dan model geometri untuk menyelesaikan masalah. Sesuai dengan standar isi yang berisi standar kompetensi dan kompetensi dasar, siswa harus menguasai materi geometri yang meliputi: hubungan antar garis, sudut, segitiga dan segi empat, teorema Pythagoras, lingkaran, balok, kubus, prisma, limas dan jaring-jaringnya, kesebangunan dan kongruensi, tabung, kerucut, bola, serta menggunakannya dalam penyelesaian masalah. 3 Visualisasi Mengenai visualisasi dan berpikir visual, ada beberapa definisi yang telah dikemukakan oleh peneliti sebelumnya. Ketika para peneliti berusaha menyampaikan bukti bagaimana proses visualisasi seorang pembelajar, kesulitan muncul dari kebutuhan menggambarkan - apakah gambaran visual ada dalam atau di luar pikiran siswa Ae apakah pada buku, lembaran kertas atau pada layar komputer. Beberapa peneliti mengamati masalah ini. Zazkis . alam Nemirovsky, 1. menyatakan bahwa tindakan visual dapat terdiri dari konstruksi objek atau kejadian pada media eksternal seperti kertas, buku, papan tulis, atau layar komputer di mana seseorang mengidentifikasikan suatu objek atau proses di dalam pikirannya. Setelah mengamati tentang letak visualisasi, maka bisa dibuat definisi dari visualisasi. Sudah ada banyak penelitian dilakukan mengenai definisi visualisasi dan ada banyak peneliti yang memberi perhatian khusus tentang visualisasi dalam proses belajar matematika. Zimmermann & Cunningham . dan Hershkowitz . mengatakan bahwa visualisasi adalah kemampuan, proses dan hasil dari kreasi, interpretasi, penggunaan dan refleksi gambar, diagram, dalam pikiran di atas kertas atau dengan teknologi, dengan tujuan menggambarkan dan menyampaikan informasi, memikirkan dan mengembangkan ide-ide yang sebelumnya tak diketahui, tak dimengerti, dan untuk meningkatkan pemahaman. Hilbert dan Vossen . mengatakan bahwa dalam pembelajaran matematika, terdapat dua kecenderungan. Kecenderung pertama adalah ke arah abstraksi yang berusaha untuk mengkristalkan hubungan logis yang melekat dalam koridor materi yang sedang dipelajari, dan untuk menghubungkan materi secara sistematis dan teratur. Kecenderungan kedua adalah ke arah pemahaman intuitif untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih cepat dari tujuan pembelajaran. Hilbert dan Vossen . juga mengatakan bahwa dengan bantuan imajinasi visual, kita dapat memperjelas beragam fakta yang ada pada geometri, berarti dalam membangun pengertian intuitif, visualisasi diperlukan sebagai dasar dalam penalaran intuitif untuk pembelajaran matematika. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 59 Ada tujuh peran visualisasi (Presmeg, 1. , yaitu: mengerti suatu masalah, masalah, melihat hubungan atau kaitan ke masalah terkait, menolong untuk memenuhi gaya belajar individu, menjadi pengganti komputasi atau perhitungan, menjadi alat untuk melakukan pemeriksaan solusi, mengubah masalah menjadi bentuk intuitif. Selain itu, pentingnya visualisasi juga ditemukan di teori belajar Piaget . bahwa ada beberapa hal yang dibutuhkan pelajar agar ia dapat memahami matematika, yaitu: Melakukan percobaan menggunakan tangan sendiri, dengan menggunakan manipulasi bentuk geometri dengan papan geometri, bentuk kotak-kotak dan lain-lain. Menggunakan hubungan antara tangan dan visualisasi gambar atau menggunakan model yang semi-konkret misalnya menggambar atau menggunakan sketch software pada komputer, atau menggambar grafik dengan kalkulator Mempunyai pemahaman yang abstrak pada konsep-konsep dengan melihat gambar dan simbol dari konsep 4 Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang menggunakan teknologi browser untuk mengoperasikan aplikasi dan diakses menggunakan jaringan komputer (Remick, 2. Menurut Rouse . , aplikasi dengan basis web adalah suatu program yang disimpan di server dan dikirim melalui jaringan internet, yang kemudian diakses melalui suatu Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang diakses menggunakan web browser lewat jaringan internet. Menurut Mateu . , aplikasi komputer berbasis web juga merupakan suatu software atau perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung perangkat lunak berbasis web seperti HTML. JazaScript. CSS. Ruby. Phyton. PHP, dan bahasa pemrograman lainnya. Beberapa kemudahan dan keuntungan menggunakan aplikasi komputer berbasis web menurut Putra . antara lain: Dapat diakses dari mana saja tanpa perlu melakukan instalasi karena aplikasi telah terpasang di server. Multi-platform atau bisa digunakan pada banyak sistem operasi, misalnya: Linux. Windows, atau Mac Ae yang diperlukan hanyalah komputer yang telah terpasang web browser dan terhubung ke internet. Tidak ada kendala hak cipta atau lisensi karena telah menjadi tanggung jawab dari penyedia aplikasi web Dapat diakses melalui banyak media, seperti: komputer, tablet dan gawai . Tidak memerlukan spesifikasi media yang tinggi untuk menggunakan aplikasi berbasis web karena sebagian besar proses dilakukan di web server penyedia aplikasi. Tahapan pengembangan aplikasi berbasis web yang pada umumnya digunakan dan merupakan pengembangan dari 6 tahapan metode Research & Development milik Borg and Gall . 60 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. Melakukan analisa kebutuhan Menentukan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan Melakukan desain Melakukan pengembangan Melakukan uji coba Melakukan evaluasi matematika, khususnya pada materi goemetri dan aljabar. Program ini dapat digunakan secara bebas dan legal serta dapat diunduh secara gratis dari w. Menurut Hohenwarter dan Lavicza . GeoGebra sangat berguna sebagai media belajar matematika dengan berbagai akitvitas sebagai berikut: 5 GeoGebra Sebagai Alat Visualisasi Sebagai media demonstrasi dan visualisasi Penggunaan software untuk membantu pembelajaran berbasis komputer juga Dalam hal ini, pada pembelajaran kondapat menolong guru dalam pengajaran mavensional, guru menggunakan Geoteri yang dianggap sulit oleh siswa. GeomeGebra untuk tri sebagai suatu materi yang memiliki objek dan memvisualisasikan suatu konsep yang abstrak dalam pembahasannya memermatematikau. lukan bantuan alat peraga guna memudah2. Sebagai alat bantu konstruksi kan siswa belajar. Salah satu contoh dari alat Dalam hal ini GeoGebra dipakai untuk peraga yang menggunakan perkembangan visualisasi konstruksi suatu konsep Teknologi Informasi pada saat ini adalah matematika, misalnya mengkonstruksikan lingkaran dalam dan lingkaran GeoGebra. luar segitiga, atau garis singgung pada GeoGebra sebagai suatu program komputer, yang dapat digunakan sebagai alat visualisasi dalam belajar matematika. Sebagai alat bantu proses penemuan yang dikembangkan oleh Markus HohenDalam hal ini GeoGebra dipakai sebagai warter di tahun 2001. Menurut Hohenwarter alat bantu bagi siswa untuk menemukan dan Lavicza . GeoGebra adalah prosuatu konsep intuitif, misalnya letak tigram komputer untuk mengajar dan belajar tik-titik atau karakteristik parabola. Tampilan awal GeoGebra pada versi komputer adalah seperti di bawah ini: Gambar 2. 1 - Tampilan Awal Geogebra KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 61 GeoGebra memberi kesempatan bagi siswa mengkonstruksi dan memanipulasi objek-objek geometri secara relatif mudah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa dalam belajar dan bereksplorasi, yang selanjutnya akan meningkatkan pemahaman siswa. 5 Penggunaan Aplikasi GeoGebra bagi Guru Selain berbagai dampak dan manfaat yang diteliti secara langsung kepada siswa, terdapat juga penelitian yang menjadikan guru sebagai sasarannya. Rahadyan. Hartuti, dan Awaludin . dalam artikel yang berjudul Penggunaan Aplikasi GeoGebra dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama pada Jurnal PKM: Pengabdian Masyarakat FTIK, Hasil di atas secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak positif pada siswa yang diajar oleh guru-guru tersebut. Metode Penelitian 1 Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian dengan tujuan memperbaiki kondisi pembelajaran, menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan penelitian secara kualitatif karena penelitian ini lebih banyak menekankan pada proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis and McTaggart . dengan minimal dua siklus, yang digambarkan sebagai berikut: Universitas Indraprasta PGRI diperoleh hasil sebagai berikut: Guru bisa meningkatkan kualitas proses belajar sesuai dengan ilmu yang dipelajari dalam pelatihan. Guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam merencanakan proses Guru mendapatkan pengetahuan dan pengertian terkait media pembelajaran virtual. Guru bisa memakai aplikasi GeoGebra untuk membuat media belajar virtual secara mandiri. Guru dapat membuat bahan ajar berupa media visual dan instrumen penilaian yang terkait dengan materi geometri dan aljabar. Gambar 3. 1 Ae Model Penelitian Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Intan Permata Hati (IPH) Surabaya. 62 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. 2 Waktu Penelitian Waktu penelitian ini adalah pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022, atau pada bulan Juli hingga November 2021 2 Subyek dan Obyek Penelitian 1 Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 8A SMP IPH Surabaya yang berjumlah 26 orang. 2 Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah minat dan pemahaman siswa pada mata pelajaran Matematika, khususnya pada materi Geometri. 3 Prosedur dan Instrumen Penelitian 1 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian adalah langkahlangkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian. Langkah-langkahnya 1 Perencanaan dan Persiapan Pada tahap perencanaan dan persiapan yang dilakukan adalah: Menentukan tempat dan jadwal pelaksanaan penelitian. Menentukan subyek penelitian. Menyusun rencana pembelajaran dengan Aplikasi GeoGebra pada pokok bahasan Geometri. Pada perencanaan pembelajaran, tiap kelas dibuat dalam 4 kali pertemuan, waktu untuk satu kali pertemuan adalah 2 x 45 menit. Menyiapkan alat untuk mengumpulkan data berupa pretest dan post test. Rencana Pembelajaran (Lesson Pla. dapat dilihat di Lampiran 1 & 2 2 Pelaksanaan Dalam penelitian ini tahap pelaksanaan dilakukan dengan langkah-langkah berikut . Melakukan pemeriksaan di tiap soal instrumen penelitian. Mengadakan pretest, menggunakan Google Form dengan tautan berikut : https:// ly/3hvyppt . Mengadakan pembelajaran dengan Aplikasi GeoGebra. Memberikan post test, menggunakan Google Form dengan tautan berikut : https:// ly/3l3xMF7 3 Pengamatan / Observasi Setelah pelaksanaan maka dilakukan pengamatan dengan cara : Pengolahan dan pembandingan data Pretest dan Post test. Pengolahan dan pembandingan data nilai latihan dan/atau ulangan 4 Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan / observasi maka dilakukan refleksi untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian. 2 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan dalam penelitian, atau suatu alat untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Instrumen Penelitian yang digunakan adalah: Survey Pretest dan Post Test Rencana Pengajaran (Lesson Pla. Worksheet atau soal-soal latihan dari Buku Pegangan Siswa, yaitu: Think Mathematics Ae Secondary 1B Lembar Daftar Nilai Siswa KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 63 Laman dan tautan Google Classroom Laman dan tautan Zoom Meeting Laman dan tautan GeoGebra, sesuai topik yang dijelaskan dan soal latihan yang dibahas File Pembelajaran, yang berupa: Slide PowerPoint penjelasan umum materi Video Pembelajaran sesuai topik Perangkat keras yang digunakan. Laptop Layar Monitor tambahan Writing Pen Survey minat dibuat sekaligus dengan perkenalan diri, selain karena memang peneliti belum mengenal siswa di kelas 8A, juga supaya siswa dapat menjawab secara natural. Hal ini akan berbeda bila siswa diberikan survey yang hanya berisi pertanyaan mengenai minatnya pada pelajaran Matematika. Teknik dan Analisa Data Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data pretest dilakukan dengan menyebarkan angket atau survey Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari pre test dan post test dihitung berdasarkan: Perhitungan nilai Indeks Minat siswa dari pretest dan post test, adapun Indeks Minat yang dimaksud adalah respon siswa atas pertanyaan Auapakah kamu matematika?Ay dengan menggunakan skala nilai Likert sebagai berikut: 1 = Sangat tidak suka 2 = Tidak suka 3 = Biasa saja 4 = Suka 5 = Sangat suka Cara penghitungan nilai Indeks Minat adalah sebagai berikut: Ae indeks minat siswa IM = jumlah siswa . Jumlah siswa yang memberi jawaban AuSangat tidak sukaAy dan AuTidak sukaAy, dibandingkan dengan jumlah seluruh Cara penghitungannya Ae jumlah respon indeks minat di bawah 3 y 100% pada pertemuan pertama dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai minat siswa terhadap mata pelajaran Matematika. Pengumpulan data post test dilakukan dengan menyebarkan angket atau survey yang serupa dengan pretest, dilaksanakan pada akhir siklus kedua. di mana x adalah persentase jumlah siswa yang memiliki minat rendah pada mata pelajaran matematika. Pengumpulan data nilai dan ulangan siswa dilakukan dengan memberikan soal-soal latihan, kemudian diperiksa dan dinilai oleh peneliti selaku guru mata pelajaran matematika. jumlah siswa Data nilai latihan dan ulangan pengumpulan tiap latihan dan ulangan. Berdasarkan nilai latihan dan ulangan tersebut dihitung nilai rata-rata dan jumlah siswa yang nilainya masih di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. 64 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. Indikator Keberhasilan Indiktor yang digunakan mengukur keberhasilan adalah : Terjadi peningkatan nilai Indeks Minat siswa dari pretest ke post test sebanyak minimal 10%. adalah soal latihan mengenai bangun datar yang dibuat secara mandiri oleh guru. Berdasarkan hasil survey minat siswa, diperoleh informasi bahwa nilai rata-rata siswa di kelas 8A adalah 2,08 yang berarti sedikit di atas kategori AuTidak SukaAy. Terjadi peningkatan persentase persentase siswa yang tidak memiliki minat rendah pada mata pelajaran 2 Siklus Pertama 1 Persiapan matematika, sehingga minimal ada 75% siswa yang memberikan nilai 3, 4 atau 5 pada post test. Terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa dari Latihan Awal. Test atau Remidial yang diberikan sebanyak minimal 10% pada akhir siklus. Terjadi peningkatan jumlah siswa yang tidak mendapat nilai di bawah KKM, sehingga minimal ada 75% siswa nilainya di atas KKM pada akhir siklus. Analisis Dan Pembahasan Analisis Observasi Awal Langkah sebelum melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah melakukan survey awal untuk mengetahui minat dan tingkat kemampuan siswa. Survey awal dilakukan pada hari Rabu, 21 Juli 2021 dengan menggunakan Google Form. Siswa diberikan tautan Google Form yang merupakan survey untuk diisi oleh siswa. Selanjutnya tingkat kemampuan siswa pada awal pembelajaran, diberikan soal latihan yaitu Exercise 1, pada hari Jumat, 23 Juli 2021. Ini Menyiapkan instrumen penelitian, yaitu: Rencana Pengajaran (Lesson Pla. Worksheet atau soal-soal latihan dari Buku Pegangan Siswa, yaitu: Think Mathematics Ae Secondary 1B Lembar Daftar Nilai Laman dan tautan Google Classroom Laman dan tautan Zoom Meeting Laman dan tautan GeoGebra, sesuai topik yang dijelaskan dan soal latihan yang File Pembelajaran, yang berupa: Slide PowerPoint penjelasan umum materi Video Pembelajaran sesuai topik, yaitu: Triangle . ttps://w. watch?v=mLeNaZcy-hE&t=2. Polygons . ttps://w. watch?v=IaoZhhx_I9. Quadrilaterals . ttps://w. com/watch?v=yiREqzDsMP. Perimeter . ttps://w. watch?v=AAY1bsazcgM) Area . ttps://w. watch?v=xCdxURXMdFY) Circles. Circumference And Area . ttps://w. com/watch?v=OcawByg2aA) Volume . ttps://w. watch?v=qJwecTgce6. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 65 Soal Latihan yang dibuat secara mandiri oleh Peneliti Perangkat keras yang digunakan, yaitu: Laptop Layar Monitor tambahan Writing Pen 2 Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran yang dilaksanakan pada saat penelitian dilakukan adalah menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Indonesia. Pelaksanaan PJJ pada SMP IPH dilakukan dengan media Zoom. Pada pertemuan pertama. Peneliti mengambil waktu untuk berkenalan dan setiap siswa diminta memperkenalkan diri secara singkat dengan menyampaikan secara Selanjutnya dilakukan diskusi awal terkait pengetahuan yang telah dimiliki siswa terkait topik Geometri yang akan diajarkan dan dibahas, kemudian diberikan soal Matematika kelas 7 untuk dikerjakan siswa sebagai pemetaan awal dengan menggunakan Google Classroom. Pada pemaparan materi pelajaran, guru menjelaskan dengan pendekatan biasa, kemudian diberikan penjelasan lagi dengan menggunakan aplikasi GeoGebra. Berikut ini adalah contoh tautan yang digunakan untuk menjelaskan satu bagian terkait Luas & Keliling Bangun Datar. -) Luas Segitiga : https://w. org/m/nAbKEeGS -) Luas dan Keliling Persegi Panjang : https:// org/m/vDxUbcTT#material/ MSzUybVs -) Luas dan Keliling Lingkaran : https:// org/m/WsQH6NmT Setelah penjelasan materi dan konsep dasar, siswa diberikan soal-soal untuk berlatih dan memeriksa pemahaman siswa terkait materi yang dipelajari. Soal yang diberikan berasal dari buku pegangan siswa ditambah soal yang dibuat guru secara Soal diberikan melalui media Google Classroom pada tab Classwork pada fitur Assignment. Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan pada buku tulis atau pada lembaran kertas dengan tulisan tangan masingmasing, kemudian difoto dan diunggah pada tempat yang tersedia di Google Classroom. Cara ini dipilih untuk memudahkan siswa mengerjakan soal, juga untuk minimalkan kemungkinan latihan dikerjakan oleh orang lain atau siswa hanya menyalin file tanpa pernah membaca atau mengerti materi. Setelah siswa mengumpulkan jawaban dari soal latihan atau test, guru dapat melihat pekerjaan siswa untuk kemudian memeriksa pekerjaan siswa dan memberikan informasi dan komentar, khususnya pada bagian yang dikerjakan dengan salah. Selanjutnya guru dapat mengambil nilai masing-masing siswa berdasarkan hasil pekerjaannya. Pada pertemuan berikutnya guru menjelaskan jawaban dari soal latihan atau tes yang telah Pada siklus pertama, ada 7 latihan yang diberikan kepada siswa, yaitu: Exercise 1, diberikan pada hari Jumat, 23 Juli 2021. Merupakan soal latihan mengenai bangun datar yang dibuat secara mandiri oleh guru. Exercise 12A, diberikan pada hari Rabu, 28 Juli 2021. Merupakan soal latihan mengenai bangun datar berupa segitiga. 66 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. Exercise 12B, diberikan pada hari Jumat, mengenai bangun datar berupa gabunga 30 Juli 2021. Merupakan soal latihan beberapa bentuk bangun ruang. mengenai bangun datar berupa jajar 7. Latihan Soal Geomoetri Bidang Datar, genjang dan belahketupat. diberikan pada hari Jumat, 13 Agustus Exercise 13A, diberikan pada hari Jumat. Merupakan soal latihan mengenai 30 Juli 2021. Merupakan soal latihan bangun ruang sisi datar . alok dan mengenai bangun ruang berupa kubus prism. yang dibuat secara mandiri oleh dan balok. Exercise 13B dan 13C, diberikan pada Pada akhir siklus pertama, diberikan hari Rabu, 4 Agustus 2021. Merupakan soal latihan mengenai bangun datar tes dengan materi sesuai topik yang telah diberikan pada penjelasan dan latihanberupa prisma dan tabung. Exercise 13D, diberikan pada hari Jumat, latihan soal. Berikut ini adalah rangkuman 6 Agustus 2021. Merupakan soal latihan nilai latihan dan tes pada siklus pertama. Tabel 4. 1 Ae Daftar Nilai Siswa Ae Akhir Siklus Pertama Inisial Nama E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 ACC BCL CEO CAD DPCS EGK EJH FAS FJS GAK JEL JOT JYL KLK LAC LGS MAT NKW Tes KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 67 SVI SYL Nilai rata-rata 62,7 Di bawah KKM 18 Di atas KKM 8 * = siswa tidak mengumpulkan Pada akhir siklus pertama, didapati bahwa meskipun secara umum nilai rata-rata pada latihan soal yang diberikan ke siswa adalah relatif baik, namun saat diberikan tes, nilai rata-rata siswa cukup rendah. Faktorfaktor yang mungkin menyebabkan hal ini Tidak cukup waktu untuk mengerjakan soal tes. Waktu mengerjakan soal tes lebih pendek, yaitu maksimal 3 jam dari saat soal diberikan, sedangkan waktu yang diberikan untuk untuk mengerjakan soal-soal latihan selalu lebih dari 1 hari. Jumlah soal terlalu banyak. Total ada 16 Siswa sedang mendapatkan banyak tugas dari mata pelajaran yang lain Sehari sebelum pelaksanaan tes adalah hari libur. 3 Siklus Kedua 1 Persiapan Pada siklus kedua, instrumen yang digunakan Rencana Pengajaran (Lesson Pla. Soal Test dan soal-soal latihan dari Buku Pegangan Siswa Lembar Daftar Nilai . ang telah terisi nilai latihan dan Tes. Laman dan tautan Google Classroom Laman dan tautan Zoom Meeting Laman dan tautan GeoGebra, sesuai topik yang dijelaskan dan soal latihan yang File Pembelajaran, yang berupa: File Kunci Jawaban Test, beserta langkahlangkah pengerjaannya Slide PowerPoint penjelasan ulang terkait materi soal Video Pembelajaran sesuai topik Soal Latihan yang dibuat secara mandiri oleh Peneliti Menyiapkan perangkat keras yang digunakan, yaitu: Laptop Layar Monitor tambahan Writing Pen 2 Pelaksanaan Tindakan Pada siklus kedua, setelah mendapatkan hasil penilaian dari siklus pertama, guru memberikan penjelasan atas jawaban soal tes, khususnya pada soal yang banyak siswa menjawab dengan salah, atau tidak dapat menjawab samasekali. Penjelasan diberikan sembari melihat kembali penjelasan materi, sesuai topik soal yang sedang dibahas. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Test di siklus pertama, maka perlu dilakukan Remidial Test. Remidial Test ini juga 68 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. sekaligus berfungsi sebagai Test pada akhir siklus kedua. Sebelum dilakukan Remidial Test, siswa diberikan lagi soal-soal latihan untuk menambah pemahaman akan materi yang akan diujikan. Pada bagian ini, siswa diminta langsung mengerjakan sambil guru memperhatikan, memberikan masukan, dan memberikan koreksi saat siswa mengerjakan soal latihan. Berikut ini adalah Daftar Nilai Siswa setelah dilakukan Remidial Test . ituliskan sebagai Re. Tabel 4. 2 Ae Daftar Nilai Siswa Ae Akhir Siklus Kedua E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 Nilai rata-rata 62,7 Tes Di bawah KKM Di atas KKM Inisial Nama ACC BCL CEO CAD DPCS EGK EJH FAS FJS GAK JEL JOT JYL KLK LAC LGS MAT NKW SVI SYL Rem * = siswa tidak mengumpulkan KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 69 Selanjutnya A Jumlah siswa yang mendapat nilai siswa kembali diberikan survey untuk diisi, tidak di bawah KKM = 18 siswa. yang hasilnya digunakan sebagai post tes. Berdasarkan data di atas, dapat diringkas Survey dilakukan pada akhir semester untuk sebagai berikut: menyelaraskan dengan mata pelajaran lain. A Indeks Minat naik dari 2,08 menjadi juga arahan dari Kepala Sekolah, bahwa 3,23 . eningkat sebanyak 1,15 Evaluasi pembelajaran dilakukan pada akhir poin atau 53,4%). Berdasarkan hasil survey minat Jumlah siswa yang tidak memiliki siswa yang dilakukan pada akhir semester, minat rendah meningkat dari 5 diperoleh informasi bahwa rata-rata nilai menjadi 21 . aik 16 sisw. atau Indeks Minat siswa di kelas 8A adalah 3,23 naik dari 21% menjadi 80,8% . aik yang berarti meningkat dari nilai awal yaitu 59,8%). 2,08. Nilai rata-rata Test Remidial Pembahasan meningkat dari 62,7 menjadi 73,53 Interpretasi Hasil Analisis Data . aik 10,83 poin atau 17,3%). Setelah dilakukan Observasi Awal. A Jumlah siswa yang mendapat nilai tindakan pada Siklus Pertama dan Siklus tidak di bawah KKM naik dari 8 Kedua, diperoleh beberapa data. Berikut ini siswa menjadi 18 siswa . aik 10 data yang diperoleh dari Observasi Awal : atau 38,5% . ari 30,8% A Indeks Minat Pretest = 2,08. menjadi 69,3%). A Jumlah siswa yang tidak memiliki minat rendah = 5 siswa, atau 21% . A Nilai rata-rata pada latihan awal Berikut ini perbandingan data di atas dalam bentuk grafik. (Exercise . = 62,7. A Jumlah siswa yang mendapat nilai tidak di bawah KKM = 8 siswa. Setelah dilakukan kegiatan pada Siklus Pertama dan Siklus Kedua, berikut ini adalah data yang diperoleh : A Indeks Minat Post test = 3,23. A Jumlah siswa yang tidak memiliki minat rendah = 21 siswa, atau 80,8% Indeks Minat 3,50 3,23 3,00 2,50 2,08 2,00 1,50 Pra Test Post Test . A Nilai rata-rata pada Test Remidial = 73,53. Gambar 4. 1 Ae Perbandingan Indeks Minat 70 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. Siswa Dengan Minat Tidak Rendah Nilai Tidak di bawah KKM Pra Siklus Pra Siklus Akhir Siklus Gambar 4. 2 Ae Perbandingan Minat Siswa Akhir Siklus Gambar 4. 4 Ae Siswa dengan Nilai tidak di bawah KKM Nilai Rata-Rata 91,25 80,58 76,65 81,13 82,95 77,23 75,04 63,69 51,46 Pra Siklus Exercise Exercise Exercise Exercise Exercise Exercise Test 1 Akhir Siklus Gambar 4. 3 Ae Nilai Rata-rata pra Siklus hingga akhir Siklus Berdasarkan ringkasan di atas, maka dari 3 dari 4 Indikator Keberhasilan telah tercapai, sebagai Tabel 4. 3 Ae Ketercapaian Indikator Keberhasilan No. Indikator Keberhasilan Tercapai Terjadi peningkatan nilai Indeks Minat siswa dari pretest ke post test sebanyak minimal 10% Terjadi peningkatan persentase persentase siswa yang tidak memiliki minat rendah pada mata pelajaran matematika, sehingga minimal ada 75% siswa yang memberikan nilai 3, 4 atau 5 pada post En Tidak Tercapai En KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 71 Terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa dari Latihan Awal. Test atau Remidial yang diberikan sebanyak minimal 10% Terjadi peningkatan jumlah siswa yang tidak mendapat nilai di bawah KKM, sehingga minimal ada 75% siswa nilainya di atas KKM pada akhir En En Indikator yang tidak tercapai adalah indikator keempat, meskipun telah terjadi perbaikan yang cukup signifikan, yaitu jumlah siswa yang mendapat nilai tidak di bawah KKM dari semula sebanyak 8 orang . ,8%) menjadi 18 orang . ,3%). 2 Perbandingan Terhadap Penelitian Terdahulu Dibandingkan dengan beberapa diperoleh cenderung sama atau senada, yaitu penggunaan aplikasi Geogebra pada pembelajaran Matematika dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Hal yang berbeda dibandingkan dengan beberapa penelitian terdahulu adalah penelitian ini dilakukan dengan penerapan PJJ (Pembelajaran Jarak Jau. yang 100% daring karena adanya pandemi. Kesimpulan Dan Saran 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan terhadap penelitian telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media digital berupa aplikasi GeoGebra pada mata pelajaran Matematika. Geometri, telah berhasil meningkatkan minat dan pemahaman siswa. 2 Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak, sebagai berikut: Guru, secara khusus guru matematika, untuk menggunakan aplikasi GeoGebra sebagai alat bantu yang sangat bermanfaat dalam menjelaskan konsep dasar matematika kepada siswa, khususnya pada topik geometri yang membutuhkan Kepada Sekolah, untuk mendorong guruguru terus mengeksplorasi berbagai media digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dapat pula dengan memberikan suatu insentif atau penghargaan bagi guru yang kreatif dan inovatif dalam menggunakan media Pengurus Yayasan, atau pihak-pihak yang memiliki kewenangan, mendukung usaha eksplorasi berbagai media digital yang dapat digunakan oleh guru maupun siswa, dengan menyediakan fasilitas yang memadai. Fasilitas ini adalah sarana dan prasarana yang berupa perangkat keras, perangkat lunak, maupun jaringan internet yang baik. Orang tua, memberikan kesempatan dan dukungan pada anaknya untuk belajar dengan menggunakan berbagai media. Dukungan dapat berupa penyediaan sarana dan prasarana belajar, juga pendampingan saat anaknya membutuhkan bantuan. 72 | PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL BERUPA APLIKASI. (Wahyudi Lumakso. Hery Winoto. Mina Sulastr. Daftar Pustaka