JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. No. Februari 2022, pp. Pelatihan Tari untuk Membentuk Karakter bagi Peserta Didik SD Negeri Kedunguter 03 Dance Training to Shape StudentsAo Character in SD Negeri Kedunguter 03 Annisa Nur HandayaniA. Rizki Umi NurbaetiA Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Indonesia e-mail AAnnisanurhandayani14@gmail. com Arizkiuminurbaeti@gmail. Abstrak Pendidikan karakter dan pengenalan tari merupakan salah satu awal penanaman dan pembentukan karakter peserta didik melalui pelatihan pembentukan karakter. Nilai karakter hendaknya perlu diajarkan kepada peserta didik sebagai penerus generasi bangsa. Namun di Era sekarang, peserta didik tidak paham dalam nilai karakter bahkan tidak benar dalam berperilaku di lingkungan. Memberikan pembinaan pendidikan karakter dapat dikaitkan dengan menghubungkan pemberian pelatihan bagi peserta didik yang bisa mengarah pengenalan kebudayaan bangsa. Pengabdian pelatihan ini bertujuan sebagai memperbaiki karakter peserta didik melalui pelatihan tari yang dapat mengenalkan kebudayaan seni tari sekaligus agar peserta didik dapat membekali pengatahuan kebudayaan bangsa. Metode yang digunakan dalam pengabdian pelatihan tari berupa metode ceramah, metode diskusi, dan metode demostrasi. Adapun hasil dari pengabdian ini bahwa memperbaiki pendidikan karakter siswa yang disampaikan melalui penyampaian materi terkait karakter serta beberapa contoh penerapan nilai karakter yang baik. Pelatihan dengan menggabungkan nilai karakter melalui gerakan tarian mendapatkan respon yang sangat positif dari kepala sekolah serta dewan guru saat melihat pentunjukan karya pementasan seni tari sebagai tolak ukur keberhasilan peserta dalam memahami tarian yang diadakan di SD Negeri Kedunguter 03. Kata kunciAipendidikan karakter, kebudayaan, dan pengenalan tari Abstract Character education and introduction to dance is one of the beginnings of planting and forming the character of students through character building training. Character values should need to be taught to students as successors to the nation's generation. However in the current era, students do not understand the values of character and even behave incorrectly in the Providing character education coaching can be associated with linking the provision of training for students which can lead to the introduction of the nation's culture. This training aims to improve the character of students through dance training that can introduce dance culture at the same time so that students can provide knowledge of the nation's culturediscussion methods and demonstration methods. The results of this service are that improving the character education of students who are delivered other than the delivery of material related to character and some examples of the application of good character values. Training by combining character values through the tartan movement has received a very positive response from the principal and the teacher council when they see the assignment of the work of staging sent dance as a measure of the success of participants in understanding dance held at SD Negeri Kedunguter 05. KeywordsAicharacter education, culture, and introduction to dance Submitted: Januari 2022. Accepted: Februari 2022. Published: Februari 2022 ISSN 2746-6345 . edia onlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. PENDAHULUAN Menurut Megawangi dalam Suwartini . , pendidikan karakter merupakan suatu konsep atau rancangan usaha yang secara sadar terencana yang diupayakan manusia dengan melalui arahan dari lingkup keluarga, masyarakat, lingkungan, pertemanan, dan lingkungan pendidikan terkait upaya terencana tumbuh kembang potensi individu manusia yang menjadikan kepribadian baik bagi diri manusia tersebut. Pendidikan karakter yang menyangkut pribadi manusia melingkupi nilai moral, nilai sikap, dan berakhlak baik sesama individu manusia dalam Istilah pendidikan ialah suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara jangka panjang, pembelajaran yang diberikan untuk diri manusia berkaitan pengetahuan serta keterampilan yang menjadi bekal kehidupan masa yang akan datang. Nilai-nilai moral di sekolah diajarkan melalui Pendidikan Karakter. Karakter berasal dari Yunani yang berarti menandai dan memfokuskan pada bagaimana menerapkan nilai- nilai kebaikan dalam tindakan nyata (Dewi, 2. Istilah karakter juga merupakan pembawaan watak, sifat serta kerpibadian seseorang yang menjadi kebiasaan dalam kehidupan, tetapi karakter seseorang bisa dirubah secara terarah untuk menjadikan watak, sifat dan kerpibadian yang baik bagi seseorang. Oleh karena itu pendidikan karakter perlu diterapkan bagi individu manusia, dan pendidikan karakter diterapkan baiknya sejak dini manusia. Peneliti menyimpulkan bahwa Pendidikan karater di sekolah dasar merupakan salah satu awal penanaman dan pembentukan karakter peserta didik karena mereka masih dalam masa Sehingga dapat diartikan peran guru sangat penting dalam hal membentuk karakter peserta didik menjadi kepribadian yang baik. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Pasal 3 tentang penguatan pendidikan karakter sebagai berikut: PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam pendidikan karakter meliputi penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, displin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan bertanggung jawab, pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter (Iswatiningsih, 2. Seni tari di Sekolah Dasar selain sebagai pengembangan kreatifitas, bakat, minat anak, sarana kegiatan keterampilan mengambangkan materi seni tari diharapakan sesuai dengan daerah masing-masing. Misalnya : sekolah dasar yang berdomisili di wilayah Jawa Tengah. Dengan pemberian pelatihan dan pengenalan tarian sesuai daerah domisili diharapkan peserta didik dapat mengetahui kebudayaan daerah lingkungannya, sehingga peserta didik dapat bisa dijadikan sebagai penerus kelestarian kebudayaan dan diharapkan guru dapat mengembangkan kemampuan dalam karya seni tari yang dapat meningkatkan pembelajaran seni tari serta pelatihan tari di sekolah dasar (Lestari & Gunada, 2. Pendidikan karakter yang diterapkan kepada peserta didik dengan segala upaya seorang pendidik maupun Kementrian Pendidikan, tetapi permasalahan yang dihadapi di Era Sekarang dan terjadinya juga di wilayah Desa Kedunguter Perdukuhan Kalikamal, menjadi perhatian yang harus diselesaikan karena orang dewasa, remaja bahkan anak-anak di Era sekarang terjerumus Aplikasi Sosial Media yang mengarah berlawanan terhadap kebudayaan Indonesia dan pemicu pengaruh karakter yang dibaik untuk generasi Bangsa Indonesia. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, peneliti akan mendeskripsikan Program Pengabdian AuPelatihan Tari Untuk Membentuk Karakter Bagi Siswa di SD Negeri Kedunguter 03Ay upaya mengatasi pengaruh karakter yang tidak sesuai di Indonesia maka peneliti mengupayakan pengenalan serta pelatihan kebudayaan Seni tari yang dapat digunakan sebagai pengembangan pendidikan karakter peserta didik, pembelajaran seni tari mempunyai fungsi untuk menyaring pengaruh kebudayaan dari luar Indonesia dan menyaring pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Program pengabdian pelatihan tari kepada peserta didik juga pernah dilakukan oleh Werdiningtiyas dan Chrisyarani . , peneliti dengan memberikan pengenalan dan pelatihan seni tari kepada peserta didik dapat menumbuh kembangkan sikap dan perilaku, menanamkan Pelatihan Tari untuk Membentuk Karakter bagi Peserta Didik SD Negeri Kedunguter 03 (Annisa Nur HandayaniA. Rizki Umi NurbaetiA) ISSN 2746-6345 . edia onlin. nilai-nilai kebudayaan dan kepribadian serta kecintaan terhadap kebudayaan-kebudayaan yang dimiliki Republick Indonesia. peneliti mengupayakan pengenalan serta pelatihan tari untuk siswa, dalam pelatihan tari juga diiringi memberikan penguatan nilai-nilai karakter kepada Sehingga dengan pelatihan tari selain mengenalkan kebudayaan seni tari juga dapat menumbuhkan nilai karakter siswa yang hendaknya diterapkan dalam kehidupan keseharian bagi peserta didik SD Negeri Kedunguter 03. METODE PELAKSANAAN Pada Sasaran pengabdian pelatihan tari ini menargetkan suatu tempat di Desa Kedenguter. Kecamatan Brebes. Kabupaten Brebes. Namun tempat pengabdian pelatihan tari yang lebih khusus pada SD Negeri Kedunguter 03, dikarenakan tempat pengabdian di sekolah lebih mengenai sasaran pada siswa-siswa SD Negeri Kedunguter 03. Target dari program pengabdian ini adalah siswa yang turut berpartisipasi pelatihan tari, siswi perempuan SD Negeri Kedunguter kelas IV yang berjumlah 7 peserta didik, memilih target berdasarkan kelas katagori kurang menerapkan nilai-nilai karakter. sehingga diharapkan dengan adanya pelatihan tari yang mengaitkan pendidikan karakter dapat membekali pengetahuan serta merubah sikap, perilaku peserta yang lebih baik dengan menerapkan nilai-nilai karakter. Tempat yang menjadi kegiatan dari pengabdian pelatihan tari dilaksanakan dengan 2 tempat yang disesuaikan situasi sekolah. Tempat pelatihan tari dilaksanakan di ruangan kelas IV SD Negeri Kedunguter. Desa Kedunguter. Kecamatan Brebes. Kabupaten Brebes dan di Posko KKN, pertigaan pedukuhan Kalikamal. Waktu pelaksanaan pelatihan tari sudah terjadwal peneliti mulai dari tanggal 20 Agustus 2021 sampai 10 September 2021 agar program berjalan lancar maka dalam satu minggu ada tiga pertemuan pelatihan tari. Waktu pelatihan tari dilaksanakan selama 1 jam lebih 30 menit dalam sekali pertemuan, dan waktu pertemuan latihan tari dari jam 10:11:30 WIB. Waktu pelaksanaan pelatihan tari sudah terjadwal peneliti, dalam satu minggu ada tiga pertemuan pelatihan tari. Metode yang digunakan pada pelatihan tari yaitu metode diskusi, metode ceramah dan metode demostrasi. Metode diskusi yang dilaksanakan bersama siswa perempuan yang mengikuti pelatihan, diskusi dimulai dengan terlebih dahulu peneliti mengawali bahan diskusi mengenai nilai moral, sopan santun dan tata krama. Kemudian siswa diajak berdikusi kecil dengan masing-masing siswa memberikan contoh perilaku kehidupan yang mengandung nilai-nilai karakter. Kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan metode diskusi, diantara lain : Peserta yang mengikuti pelatihan melakukan duduk bersama-sama. Peserta diberi pembinaan materi mengenai pendidikan karakter. Peneliti menjelaskan nilai-nilai karakter yang tepat diterapkan pada bangsa Indonesia Peserta diajak berpikir mengenai contoh sikap, perilaku, dan tindakan yang sesuai pada nilai karakter baik. Peserta bergantian mencari contoh penerapan nilai karakter yang baik. Metode ceramah ini dilaksanakan pada saat pemateri menyampaikan konsep atau teori tekait pembelajaran tari dan mengenai nilai karakter siswa, materi yang disampaikan kepada peserta pelatihan oleh pemateri dengan menggunakan media pembelajaran gambar terkait contoh perilaku dan tindakan yang sesuai nilai-nilai karakter, sopan santun serta bertata krama dalam lingkungan melalui alat bantu teknologi. Peneliti memberikan penjelasan materi tentang Pendidikan Karakter, diantara lain : Pemberian materi Pendidikan Karakter serta peran siswa dalam penerapanya. Pemberian contoh karakter dan tindakan perilaku yang baik sesama manusia. Peneliti menjabarkan contoh perilaku yang sesuai nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Menasehati kepada siswa agar menjauhkan diri dari pengaruh kebudayaan luar Indonesia. Menasehati pehamanan siswa agar melestarikan kebudayaan Indonesia termasuk kebudayaan seni tari. JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 138 Ae 145 ISSN 2746-6345 . edia onlin. Gambar 2. 1 Pembinaan Materi Nilai Karakter melalui Pemanfaatan Teknologi Metode demostrasi dalam pelaksanaan metode ini peneliti memeragakan gerakan tari dengan cara mengeksplor untuk mencari gerakan tari yang mengandung gerakan nilai-nilai karakter seperi yang berkaitan nilai tanggungjawab siswa, religius serta kerjasama. Melalui metode praktik yang diajarkan seorang peneliti terhadap siswa yang mengikuti pelatihan tari. Peneliti mengenalkan tarian tradisional dengan mengambil salah satu tarian Au Lir-ilir Au yang dipraktikan peneliti kepada siswa, siswa mengikuti arahan pelatihan peneliti dengan baik. Peneliti dalam mendampingi 3 kali latian tari dalam satu minggu, latihan tari bertempatan di SD Negeri Kedunguter dan di Posko KKN Kelompok 9. Namun pelatihan tarian terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu : Siswa terlebih dahulu melihat contoh praktik dari peneliti Siswa berlatih gerakan-gerakan tarian Siswa memahami dan menghafalkan gerakan tari Siswa belajar mengkompakan gerakan tarian bersama siswa lainnya. Siswa belajar bersama temannya dengan perilaku yang baik. Gambar 2. 2 Pelaksanaan Pelatihan Tari Pertemuan ke-3 Pelatihan Tari untuk Membentuk Karakter bagi Peserta Didik SD Negeri Kedunguter 03 (Annisa Nur HandayaniA. Rizki Umi NurbaetiA) ISSN 2746-6345 . edia onlin. Gambar 2. 3 Pelaksanaan Pelatihan Tari Pertemuan ke-3 Tahapan pelaksanaan pelatihan tari, tahapan-tahapan dari prosedur kerja pelatihan tari dapat dilihat pada bagan alur tahap sebagai berikut: Tahap 1 Perencanaan Kegiatan Pengabdian Tahap 2 Analisis Desain Pelatihan Tari Tahap 4 Evaluasi Pelatihan Tari Tahap 3 Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Tari Bagan 1. 1 Alur Tahapan Pelaksanaan Pelatihan Tari HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian Pada penelitian ini memaparkan tentang pelatihan tari untuk membentuk karakter bagi peserta didik SDN Kedunguter 03. Kecamatan Brebes. Kabupaten Brebes. Poin yang penting dibahas pada hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Perencanaan Kegiatan Pengabdian Dalam tahap ini peneliti merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pengabdian pelatihan tari ini, perencanaan berupa materi yang disampaikan kepada peserta yang mengikuti pelatihan tari yang melalui metode ceramah dan metode diskusi, materi yang disampaikan peneliti berupa nilai-nilai karakter dan contoh penerapan nilai karakter dalam Tujuan dalam tahap ini adalah agar siswa dapat membekali pengetahuan pendidikan karakter, siswa memahami pembedaan perilaku sesuai nilai karakter dengan tepat serta siswa dapat memahami penerapan tindakan, sikap dan perilaku yang sesuai nilai-nilai karakter. Analisis Desain Pelatihan Tari Tahap ini peneliti merancang, mendesain atau mencari gerakan-gerakan tarian dengan mengeksplor untuk mencari gerakan tari yang mengandung gerakan nilai-nilai karakter seperi JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 138 Ae 145 ISSN 2746-6345 . edia onlin. yang berkaitan nilai tanggung jawab siswa, religius serta kerjasama. Tujuan dalam tahap ini peneliti memastikan tarian beserta gerakan tari yang akan digunakan sebagai pelatihan tari, sehingga terfokuskan tarian yang akan dilaksanakan pada pelatihan tari ini. Pelatihan tari ini memilih salah satu tarian Lir-Ilir yang berasalah dari Jawa Tengah. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Tari Pelaksanaan pelatihan ini terjadwal tiga kali pertemuan dalam satu minggu, hari pertemuan pelatihan tari ini adalah Senin. Rabu dan Jumat. Berikut tabel pertemuan pelatihan Tabel 1. Minggu Minggu ke- 1 Minggu ke- 2 Minggu ke- 3 Minggu ke- 4 JADWAL PERTEMUAN PELATIHAN TARI Hari Pertemuan Pelatihan Tari Tanggal Pertemuan Pelatihan Tari Jumat 20 Agustus 2021 Senin 23 Agustus 2021 Rabu 25 Agustus 2021 Jumat 27 Agustus 2021 Senin 30 Agustus 2021 Rabu 1 September 2021 Jumat 3 September 2021 Senin 6 September 2021 Rabu 8 September 2021 Jumat 10 September 2021 Jam Pelaksanaan 10:00Ae11:30 WIB Evaluasi Kegiatan Keberhasilan kegiatan pelatihan tari untuk membentuk karakter siswa dapat dilihat dari kemampuan siswa dapat merangkai gerakan tari dari beberapa gerakan-gerakan di suatu tarian. Kriteria penilaian yang menjadi ukuran tingkat kebermanfaatan kegiatan pelatihan tari dengan merealiasasikan dalam suatu penciptaan karya seni dan pada pengabdian pelatihan tari ini juga mengadakan acara pementasan seni. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat peserta mampu menghasilkan dan mempraktikan tarian Lir-Ilir yang berasal dari Jawa. Peseta mampu menampilkan tarian Lir Ae Ilir pada suatu acara pementasan seni yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 September 2021. Acara pementasan seni diadakan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan seni salah satunya seni tari di Indonesia. Tinjauan Hasil yang Dicapai Kegiatan pelatihan tari untuk membentuk karakter siswa dilaksanakan di SD Negeri Kedunguter 03, pertemuan pelatihan tari dilakukan sebanyak 10 kali pelatihan tari. Pada pertemuan I peserta menyimak materi penjelasan terkait nilai-nilai karakter serta cara penerapan karakter baik dalam lingkungan, bertujuan agar peserta membekali nilai karakter sebelum kegiatan pelaksanaan pelatihan tari. Pertemuan II peserta dikenalkan mengenai jenis tarian beserta gerakan tarian serta diberikan penjelasan makna gerakan dalam tarian, bertujuan agar peserta mampu merangkai gerakan dasar tarian secara praktik langsung. Pertemuan i peserta memeragakan gerakan tarian dan diberikan pemahaman dalam latihan perlunya kerjasama antara anggota tari, kegiatan tersebut agar peserta mampu belajar bersama dengan teman serta menerapkan nilai karakter kerjasama. Pertemuan IV & V peserta belajar bersama anggota lainnya untuk merangkai gerakan tarian secara runtut sesuai tarian. Pertemuan VI & VII peserta difokuskan untuk memahami semua gerakan tarian dan semua peserta diberi pengertian agar masing-masing belajar bertanggung jawab atas bagian gerakan, kegiatan ini peserta belajar tanggung jawab atas tugas bagian tiap gerakan tari yang dilaksanakan. Pertemuan Vi Ae XI semua peserta menfokuskan pada seluruh rangkaian kegiatan pelatian tarian Lir Ae ilir, dari Pelatihan Tari untuk Membentuk Karakter bagi Peserta Didik SD Negeri Kedunguter 03 (Annisa Nur HandayaniA. Rizki Umi NurbaetiA) ISSN 2746-6345 . edia onlin. gerakan awal sampai gerakan akhir. Pertemuan terakhir sangat difokuskan untuk acara pementasan seni tari. Alur pelaksanaan pelatihan tari dilaksanakan tiga kali pertemuan dalam satu minggu, dalam suatu pertemuan adanya materi yang juga disampaikan pada peserta sebelum praktik pelatihan tari. Diharapkan agar peserta dapat memahami bahwa nilai-nilai karakter perlu diterapkan dalam segala lingkungan termasuk saat pelatihan tari yang dilaksanakan bersama dengan beberapa peserta yang mengikutinya. Adapun pertunjukan karya seni pementasan tari yang dilaksanakan di SD Negeri Kedunguter 03, sebagai tolak ukur menentukan keberhasilan peserta dalam mengikuti pelatihan tari. Gambar 4. 1 Pementasan Tari Sebagai Pencapaian Keberhasilan Peserta Faktor Pendukung dan Hambatan Terkait pelaksanaan pelatihan tari untuk membentuk karakter siswa, fungsi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Syakhruni dkk. bahwa fungsi pendidikan karakter dibagi menjadi tiga yakni pembentukan dan pengembangan potensi: penguatan, perbaikan dan fungsi Fungsi pembentukan dan pengembangan potensi Peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya untuk bisa berpikir baik, berhati nurani, perilaku baik serta berbudi luhur Fungsi penguatan dan perbaikan Peserta didik mampu memperbaiki atau menguatkan dalam peran keluarga, sekolah, tanggung jawab, dan lingkungan teman Fungsi penyaring Pendidikan karakter dapat digunakan agar masyarakat dapat memilih dan memilah budaya bangsa Indonesia serta dapat menyaring budaya atau perilaku yang dirasa tidak salah atau tidak sesuai. Faktor pendorong pelatihan tari untuk membentuk karakter adalah dari semangat atunsias yang dimiliki peserta didik dalam kesungguhan pelatihan dari awal sampai akhir pertemuan, diseimbangi dengan keteladanan karakter kerja keras, displin, tanggungjawab, kerjasama, dan religius menjadikan faktor pendorong sehingga tercapainya kegiatan dalam rangka memberikan pelatihan tari yang menghubungkan nilai-nilai karakter dengan mendesain pembelajaran tari yang menyenangkan dan memotivasi siswa pada sebuah hasil belajar prestasi. Berdasarkan beberapa faktor pendukung di atas dapat disimpulkan dengan adanya pelatihan tari untuk membentuk karakter siswa dengan nilai karakter kerja keras, displin, tanggungjawab, kerjasama, dan religius dapat diterapkan ke dalam penciptaan karya pementasan seni tari Lir Ae iLir dapat diimplementasikan dengan baik. JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 138 Ae 145 ISSN 2746-6345 . edia onlin. KESIMPULAN Dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan tari yang telah dilaksanakan di SD Negeri Kedunguter 03. Kecamatan Brebes. Kabupaten Brebes dapat diambil kesimpulkan bahwa pelatihan tari ini berjalan lancar sesuai harapan untuk membentuk atau memperbaiki pendidikan karakter siswa, melalui pelatihan tari dapat membina peserta terkait pendidikan karakter yang tepat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, juga melalui pelatihan tari peserta mampu membedakan perilaku baik dengan perilaku yang tidak sesuai pada bangsa yang disampaikan melalui penyampaian materi serta peserta diajak berpikir bersama mengenai beberapa contoh penerapan nilai karakter yang baik. Pelatihan tari yang dilaksanakan di SD Negeri Kedunguter 03 juga mendapatkan respon yang sangat positif dari kepala sekolah serta guru-guru saat melihat pentunjukan karya pementasan seni tari yang diadakan di SD Negeri Kedunguter 03. Adanya pementasan seni tari yang dijadikan sebagai ukuran keberhasilan peserta dalam memahami tarian dan mampu merangkai gerakan Ae gerakan dalam satu tarian Lir Ae ilir. UCAPAN TERIMAKASIH Berdasarkan hasil dari pelaksanaan pelatihan tari di SD Negeri Kedunguter 03, peneliti menyelesaikan jurnal pengabdian ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang membantu pelatihan ini. Peneliti mengucapkan banyak terima kasih untuk segala pihak yang membantu dan segala dukungan yang diberikan dalam pelatihan tari ini. Ucapan terimakasih peneliti sampaikan kepada teman mahasiswa KKN yang membantu proses pelatihan tari, tak lupa peneliti juga mengucapkan terimakasih keada kepala sekolah, dewan guru serta peserta yang mengikuti pelatihan ini, khususnya kepada kepala sekolah yang sudah mengizinkan peneliti melaksanakan kegiatan pelatihan. Ucapan rasa bangga kepada adik peserta yang sangat antunsias dalam mengikuti pelaksanaan program pelatihan tari ini. DAFTAR PUSTAKA