AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 2 Juli 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM TAKHASSUS DI PONDOK PESANTREN ABU DAIMANA SUMBER PAPAN II LARANGAN BADUNG PALENGAAN PAMEKASAN Masruroh, 2Badrud Tamam Institut Agama Islam Negeri Madura. Indonesia masruroh2811@gmail. com, 2btamam92@gmail. ABSTRAK Pondok pesantren Abu Daiman mengadopsi sistem pembelajaran takhassus yang mendalami suatu disiplin ilmu secara intens dengan waktu yng relatif lebih singkat dibandingkan dengan program pembelajaran pada umumnya karena sudah terfokus pada bidang ilmu tertentu yang secara otomatis intensitasnya lebih besar pada disiplin ilmu tertentu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan kurikulum,implementasi manajemen kurikulum dan faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi program Takhassus di Pondok Pesantren Abu Daiman. Untuk menjawab permasalahan ini maka dilakukanlah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan metode dokumentasi terhadap sejumlah sumber terkait. Analisis data dilakukan selama dan setelah penelitian berlangsung dan menggunakan model analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum menggunakan kurikulum lokal dan kurikulum secara umum, berkaitan dengan program takhassus yaitu mengarah pada kurikulum lokal dimana selain beberapa perencanaan yang dirancang oleh pondok pesantren juga berpedoman pada kitab yang telah dirumuskan ole pesantren mambaul ulum bata-bata yang berpedoman pada kitab Nubdat Bayan. implementasi manajemen kurikulum dimulai dari nadzoman bersama, pemberian materi, setoran hafalan, demonstrasi dan evaluasi, ada tiga pembagian evaluasi yaitu evaluasi setiap hari, setiap pekan dan setiap tahun. Beberapa faktor keberhasilan keinginan yang kuat dari pengasuh, dukungan penuh dari tokoh, dan saling bahu membahu para guru dan pengurus. Kata kunci: Manajemen. Kurikulum. Pondok Pesantren ABSTRACT The Abu Daiman Islamic boarding school adopts a takhassus learning system that deepens a discipline intensely in a relatively shorter time compared to learning programs in general because it has focused on certain fields of science which automatically have greater intensity in certain The purpose of this study is to determine curriculum planning, implementation of curriculum management and the supporting and inhibiting factors in the implementation of the Takhassus program at the Abu Daiman Islamic Boarding School. To answer this problem, a qualitative approach was conducted. Data was collected using non-participant observation methods, in-depth interviews, and documentation methods from several related sources. Data analysis was carried out during and after the research took place and used an interactive analysis model. The results of the study indicate that curriculum planning uses the local curriculum and the curriculum in general, related to the takhassus program, which leads to the local curriculum where in addition to several plans designed by Islamic boarding schools, it is also guided by the book that has been formulated by the mambaul ulum bata-bata pesantren which is guided by the book. Nubdat Bayan. implementation of curriculum management starts from joint nadzoman, material provision, memorization deposit, demonstration, and evaluation, there are three divisions of evaluation, namely evaluation every day, every week, and every year. Some of the success factors are the strong desire of the caregivers, the full support of community leaders, and the mutual support of teachers and administrators. Keywords: Management. Curriculum. Islamic Boarding School AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 2 Juli 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia PENDAHULUAN Pondok pesantren sejak dahulu memang banyak berperan mendidik sebagian masyarakat Komponen-komponen penting tersebut nantinya Indonesia lembaga-lembaga akan digunakan sebagai acuan/pedoman. pendidikan lain yang cenderung mengikuti pola menentukan isi pengajaran, mengarahkan proses AubaratAy yang modern. Oleh karena itu, lembaga mekanisme pendidikan, tolak ukur keberhasilan dan pendidikan pesantren sering kali disebut sebagai kualitas hasil pendidikan ialah kurikulum. basis pendidikan tradisional yang khas di Indonesia Kurikulum meniscayakan adanya keselarasan tujuan dengan program yang dijalankan secara Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam Tujuan yang ingin dicapai setidaknya yang terkenal dngan beragm fungsinya. Ia menjadi sudah tergambar dalam program yang tercantum di benteng pertahanan sekaligus pusat penyiaran setiap kurikulum sehingga terjadinya harmonisasi . Islam. Kendati demikian, tidak ada data target pencapaian yang saling melengkapi satu sama yang pasti tentang awal kehadiran pesantren di Target pencapaian dalam kurikulum merupakan Nusantara. Baru setelah abad ke-16 diketahui bahwa tujuan ideal yang tertuang dalam proses pendidikan. terdapat ratusan pesantren yang mengajarkan kitab Tidak heran bila kurikulum menjadi faktor yang kuning dalam berbagai bidang ilmu. sangat penting dalam proses mendidik dalam sebuah Seiring dengan perkembangan zaman pesantren mampu lembaga pendidikan. diri dengan pendidikan umum. Dalam lintas sejarah, istilah kurikulum tidak namun hal tersebut tidak menghilangkan nilai-nilai begitu familiar di kalangan elemen pesantren. tradisi lokal yang kental dengan nilai keislaman. Dalam perkembangannya, pesantren didikte untuk mengikuti arus global yang mengharuskan Menurut Nurcholis pesantren menjadi lembaga pendidikan yang lebih pendidikan di pesantren, istilah kurikulum memang baik sesuai dengan tujuannya, maka dari itu dalam tidak dikenal dalam dunia pesantren, terutama pada pesantren dibutuhkan sebuah perencanaan dan masa pra kemerdekaan, meskipun secara eksplisit pesantren tidak merumuskan dasar dan tujuannya bekerja secara maksimal dan mampu mewujudkan dalam bentuk kurikulum, namun sebenarnya materi Madjid. Islam, tujuannya secara optimal. Tujuan pendidikan tidak bisa digapai tanpa suatu perencanaan perencanaan yang tentunya sudah difikirkan secara matang dan Mohammad Tidjani Djauhari. Masa Depan Pesantren Agenda yang Belum Terselesaikan, (Jakarta: TAJ Publishing, 2. , xxi. Ibid, xxi. Supandi. Subhan, and A. Hobir. AuPERBANDINGAN METODE PENGAJARAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Studi di Lembaga Pendidikan Internasional ABFA PamekasanAy, j. 3, no. 1, pp. 40Ae50. May 2024. Mohammad Takdir. Modernisasi Kurikulum Pesantren, (Yogyakarta: IRCiSoD, 2. , 250. Masruroh. Badrut Tamam pendidikan sudah ada dan keterampilan itu ada dan tersebut yaitu ada di dalam diri individu yang sedang belajar, dan komponen yang berasal dari luar ditentukan oleh kiai, sesuai dengan perkembangan Komponen yang terdapat di dalam diri Tujuan Kurikulum individu ada dua komponen, yaitu komponen psikis komponen yang sangat penting dalam lembaga dan komponen fisik. Kedua sub komponen tersebut pendidikan, apalagi dalam pondok pesantren yang keberadaannya ada yang ditentukan oleh faktor merupakan satuan pendidikan yang bertujuan untuk mencetak para santri yang kompeten dalam bidang Komponen yang berasal dari luar agama maupun umum dan berdaya saing di era individu dikelompokkan menjadi sub komponen globalisasi ini. Pesentren dituntut agar terus meningkatkan mutu manajemen kurikulum agar mampu bersaing kurikulum, program, metode belajar, sarana dan prasarana, serta kondisi sosial ekonomi. Dari uraian di atas maka dalam hal ini peneliti meningkarkan mutu maka pesantren akan mampu memilih pondok pesantren Abu Daiman tepatnya di Dusun Sumber Papan Larangan Badung transformasi perubahan masyarakat, pesantren harus Palengaan Pamekasan, untuk tempat penelitian. Jika mampu menjadi sebuah lembaga pendidikan yang dilihat dari program pembelajarannya pondok menghasilkan agent of change bagi pesantren Abu Daiman sudah tidak menggunakan masyarakat di era global, dengan kriteria output manajemen kurikulum seadanya, terlihat bahwa yang siap pakai dan memberi warna bagi masyarakat pengguna output pesantren itu sendiri. terorganisasi dengan baik. juga dapat ditemukan Manajemen beberapa keunggulan dan keunikan dari pondok terpenting mengingat bahwa kurikulum sebagai pesantren ini, di mana pesantren Abu Daiman jantung pendidikan. Manajemen kurikulum sendiri memiliki program khusus yang sifatnya akseleratif. memiliki prinsip-prinsip manajemen yang baik Proses pembelajaran yang diterapkan di tempuh untuk mencapai mutu pendidikan yang telah dalam kurun waktu dua tahun masa belajar, dan selama dua tahun tersebut santri dibekali dengan Terdapat dua komponen untuk beberapa ilmu pengetahuan dan harus sudah Keunikan lainnya dari program takhassus di pondok Ibid, 256. Darur Abror. Kurikulum Pesantren Yogyakarta: Deepublish, 2. , 25. Wahyu Hadi Leksono. Manajemen Kurikulum Pondok Pesantren Ibnu Taimiyyah Kebokura Kecamatan Sumpiuh Banyumas, (IAIN Purwokerto, 2. Supandi. Subhan, and A. Hobir. AuAdaptasi eLearning dalam Pendidikan Islam: Membangun Pendekatan Kolaboratif-Inklusif Untuk Kemajuan Lembaga Madrasah & Pesantren di MaduraAy. Kariman. Pen. Keis, vol. 12, no. 1, pp. 120Ae138. Jun. pesantren Abu Daiman yaitu, meskipun program yang diterapkan menggunakan kitab Nubdzatul Bayan yang di ambil dari Maktuba Bata-bata, namun Teguh Triwiyanto. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Gaffar Muntaha. Pengasuh P. P Abu Daiman Sumber Papan II Larangan Badung Palengaan Pamekasan. Wawancara Langsung . Oktober 2. Masruroh. Badrut Tamam di pesantren ini tidak menafikan kitab-kitab salaf pesantren Abu Daiman tergolong pesantren baru, sebagai kitab pendukung seperti kitab jurumiya, karena pondok ini masih sekitar 20 tahun berdiri. kawakib bahkan al-fiyah. Selain itu, jika disorot dari dalam pondok ini prestasi dalam mengedepankan letak geografisnya pesantren Abu Daiman berdiri di akhlakul karimah sangat menonjol, dan untuk aspek dekat pesantren yang memang sudah lama berdiri. akademik, para santri dibekali dengan pembelajaran Dan Fanatisme masyarakat sekitar pun masih sangat balaghah untuk menyeimbangan aspek pengetahuan mengedepankan pesantren lama. Jika dilihat dari akademik dengan akhlak mulia. segi kependidikannya pesantren Abu Daiman lebih METODE PENELITIAN mendominasi dibandingkan pesantren yang telah Hal ketertarikan penulis untuk melakukan penelitian di pondok pesantren Abu Daiman. Pendekatan penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Penelitian yang bersifat kata-kata tersendiri melalui wawancara. Metode penelitian kualitatif Pondok pesantren Abu Daiman mengadopsi sistem pembelajaran takhassus di mana pesantren ini mendalami suatu disiplin ilmu secara intens dengan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan adalah metode penelitian yang berlandaskan pada data yang di dapatkan secara langsung dilapangan yang berkaitan dengan Perencanaan dengan program pembelajaran pada umumnya Kurikulum Program Takhassus di Pondok Pesantren karena sudah terfokus pada bidang ilmu tertentu Abu Daiman. yang secara otomatis intensitasnya lebih besar pada HASIL DAN PEMBAHASAN disiplin ilmu tersebut. Takhassus di Pesantren ini Perencanaan Kurikulum Program Takhassus Di lebih spesifik kepada bidang ilmu nahwu-sarf dan Pondok Pesantren Abu Daiman bidang ilmu arudl yang dalam pelaksanaannya Perencanaan kurikulum diatur dan dibuat oleh berpatokan pada kitab Nubdzatul Bayan. Seperti yang telah di jelaskan di awal selain kitab Nubdzatul Bayan ada beberapa kitab yang dengan baik dengan suatu perencanaan yang telah juga digunakan tidak hanya fokus pada kitab fathul Qorib namun perencanaan tersebut dibuat untuk memaksimalkan juga masih ada beberapa kitab kuning lainnya seperti kitab syarah sullamuttaufiq dan Muroqil Ubudiyah. mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan yang ingin Program khusus di pesantren Abu Daiman ini begitupun perencanaan di PP. Abu Daiman. menjadi sebuah dasar dari tujuan pendidikan. Hal dasar yang harus dilakukan oleh sebuah tujuannya yaitu untuk mengembangkan kecerdasan lembaga yaitu menyusun perencanaan kurikulum bagaimana memutuskan tujuan dan cara untuk Diketahui sebagai media ajar, kitab praktik baca kitabnyapun Dalam kebijakan dalam sebuah lembaga memutuskan. Auapa Gaffar Muntaha. Pengasuh P. P Abu Daiman Sumber Papan II Larangan Badung Palengaan Pamekasan. Wawancara Langsung . Oktober 2. Masruroh. Badrut Tamam melakukannyaAy. Jadi, perencanaan adalah pemilihan terhadap perencanaan kurikulum sangat bergantung sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa pada kemampuan manusia sebagai pengelolanya. yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh Apabila pengelola perencanaan Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan dihasilkan sebuah master plan kurikulum yang siap datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diujicobakan ataupun diterapkan pada sasaran yang telah ditetapkan. sekarang pada saat rencana dibuat. Perencanaan kurikulum adalah perencanaan Perencanaan merupakan suatu proses yang kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan tidak berakhir bila rencana tersebut telah ditetapkan, untuk membina siswa ke arah perubahan tingkah rencana harus diimplementasikan. Setiap proses laku yang diinginkan dan menilai sampai mana implementasi dan pengawasan, rencana awal yang perubahan-perubahan yang terjadi pada siswa. Pada telah dirancang mungkin memerlukan modifikasi perencanaan kurikulum minimal ada lima hal yang agar tetap berguna. Auperencanaan kembaliAy kadang- kadang menjadi kunci pencapaian sukses akhir. Oleh manajemen pembelajaran, pelatihan guru, dan sistem karena itu setiap perencanaan yang telah dibuat harus mempertimbangan kebutuhan fleksibelitas, dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik. agar mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan perilaku berdasarkan pada proporsi bahwa semua kondisi baru secepat mungkin. yang dilakukan organisme termasuk tindakan. Perencanaan kurikulum merupakan bagian Perubahan content/materi, pikiran, atau perasaan dapat dan harus dianggap dari upaya perwujudan sebuah ide-ide tentang pengembangan kurikulum. Perencanaan memegang digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa peran penting terhadap optimalisasi hasil dari sebuah fisiologis internal atau konstruk hipotesis seperti Apabila perencanaannya baik maka baik pula hasilnya, dan Prakiraan Perilaku sebaliknya apabila perencanaannya tidak baik maka berarti upaya untuk memproyeksikan kebutuhan entu dihasilkan sebuah kurikulum yang tidak masa depan dengan berpijak pada saat ini dan beradaptasi dengan perkembangan masyarakat dan Melalui prakiraan, kurikulum yang dihasilkan betul-betul Dalam membuat sebuah perencanaan terhadap kurikulum, banyak hal yang harus dipertimbangkan secara matang, diantaranya adalah bagaimana kita melakukan manajemen atau pengelolaan terhadap perencanaan kurikulum itu sendiri. Bisri Mustofa. Pendidikan Manajemen, (Jakarta: PT. Multi Kreasi Satudualap. , 2010, 52. Dinn Wahyudin. Manajemen Kurikulum, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 80 Supandi. Supandi. Abdul Khobir, and Kurratul Aini. AuMEMBANGUN CITRA DAN REPUTASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI STRATEGI MARKETING LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAMAy. AL-MAFAZI: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT 2 :24-36. https://ejournal. id/index. php/mpi/article/view/228. Masruroh. Badrut Tamam sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua yang dapat membantu organisasi atau lembaga pihak, yaitu sekolah, peserta didik, orang tua, masyarakat, dan pemerintah. menimbulkan masalah, walaupun sulit dilakukan Menurut G. Terry perencanaan merupakan namun antisipasi dari sebuah ancaman yang mungkin bisa saja tejadi di waktu mendatang ini mengendalikan masa depan yang telah ditentukan. Juga adalah bagian esensi dari proses perencanaan. Mengembangkan perencanaan kurikulum yaitu . Perencanaan ibarat kegiatan untuk pencapaian tujuan. Tahap terakhir jembatan yang menghubungkan masa kini dengan masa mendatang, . Perencanaan mencakup aneka pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk macam keputusan yang akan dipilih, . Hasil menunjang pencapaian tujuan. perencanaan akan diketahui apabila masa mendatang sudah menjadi sebuah sejarah. Adapun fungsi perencanaan kurikulum yaitu sebagai berikut: Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan Perencanaan dalam proses perencanaan yaitu seperti berikut ini: pedoman atau alat manajemen, yang berisi Menentukan tujuan atau serangkaian tujuan, petunjuk tentang jenis dan sumber peserta yang diperlukan, media penyampaiannya, tindakan keputusan tentan keinginan dan kebutuhan yang perlu dilakukan, sumber biaya, tenaga, organisasi atau kelompok kerja. Tanpa adanya sarana yang diperlukan, dan lain sebagainya rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan dalam rangka mencapai tujuan manajemen menggunakan sumber dayanya secara tidak Perencanaan Merumuskan keadaan saat ini, pemahaman akan mencapai tujuan-tujuan tertentu, yang bertitik posisi lembaga dan pendidikan sekarang dari tolak dari tujuan pendidikan nasional. tujuan yang hendak dicapai atau berbagai sumber Perencanaan kurikulum harus relevan dengan daya yang tersedia untuk mencapai tujuan, adalah keadaan masyarakat, tingkat perkembangan, dan sangat penting, karena rencana dan tujuan kebutuhan anak didik, dan diselaraskan seiring menyangkut waktu yang akan datang. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengidentifikasi Perencanaan hambatan, segala kekuatan dan kelemahan serta mempertimbangkan efisiensi dan efektivitasnya, kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan yang dimaksud itu adalah efisiensi dalam untuk mengukur kemampuan organisasi dalam penggunaan dana, waktu, tenaga, dan kebutuhan mencapai tujuan. untuk itu perlu diketahui yang tersedia agar mencapai hasil. yang optimal. lingkungan baik secara intern maupun ekstern Keberadaan fasilitas sekolah, seperti ruangan, peralatan belajar, perpustakaan, harus digunakan Teguh Triyanto. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, ( Jakarta: Bumi Aksara. Andang. Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah, (Yogyakarta. Ar-Ruzz Media, 2. , 73. Bisri Mustofa. Pendidikan Manajemen. Jakarta: (PT. Multi Kreasi Satudualapa, 2. , 53. Masruroh. Badrut Tamam secara tepat guna untuk pembelajaran anak didik, dalam bentuk tindakan praktis sehingga memberikan demi terciptanya efektivitas / keberhasilan belajar dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, anak didik. Adapun perencanaan kurikulum program Implementasi kurikulum yang diterapkan untuk takhassus di Pondok Pesantren Abu Daiman juga memperhatikan beberapa hal yang telah dirumuskan meningkatkan hasil belajar peserta didik, oleh di atas, juga didasarkan pada prinsip-prinsip yang karena itu pelaksana kurikulum dan penerapannya telah ditentukan, antara lain: dapat dilakukan modifikasi, penyesuaian, atau Menentukan tujuan, keputusan diambil atas dasar perubahan berdasarkan kondisi, kebutuhan dan pertimbangan-pertimbangan tuntutan setempat. dibutuhkan oleh kelompok masyarakat, maka Sedangkan menurut Muhammad Joko Susila kurikulum yang digunakan dalam program bahwa implementasi merupakan suatu penerapan takhassus ini yaitu menggunakan kitab Nubdzatul ide-konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu bayan yang berasal dari PP. Mambaul ulum bata- tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik Perumusan kurikulum program takhassus yang digunakan sudah dipikirkan dan sudah maupun nilai dan sikap. Sudjana mengatakan bahwa melalui musyawarah antara pengasuh, pengurus implementasi . dapat diartikan sebagai dan para pengajar. upaya pimpinan untuk memotivasi seseorang atau Perencanaan dibuat melalui musyawarah. PP. Abu Daiman menggunakan kitab nubdzatul ,menumbuhkan, dorongan atau motivasi dalam bayan sebagai kurikulum pada program takhassus dirinya untuk melakukan tugas atau kegiatan yang sudah mengukur pada keadaan dan kebutuhan diberikan sesuai dengan rencana dalam rangka masyarakat, begitupun metode yang digunakan mencapai tujuan organisasi. juga mengikuti perkembangan zaman. Selain Abu Daiman ditetapkan mengikuti pesantren pusat, juga ada takhassus berpusat pada kurikulum yang telah beberapa program ekstrakurikuler masuk pada ditetapkan oleh pondok pesantren pusat yaitu perencanaan kurikulum hal ini dilakukan untuk berpedoman pada kitab Nubdzatul Bayan. Dimana menunjang program takhassus agar peserta didik terdapat beberapa pelaksanaan pembelajaran yang memang mengikuti pondok pesantren pusat. Implementasi manajemen kurikulum program Selain ditetapkan baik itu oleh pondok pesantren Abu takhasus di pondok pesantren abu daiman. Implementasi kurikulum adalah suatu proses penerapan konsep, ide, kebijakan, atau inovasi Arif Munandar. Pengantar Kurikulum, (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 102. Oemar Hamalik. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Muhammad Fathurrohman. Sulistyorini. Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Teras, 2. , 189. Masruroh. Badrut Tamam Daiman maupun yang telah ditetapkan oleh pondok pembelajaran, menentukan isi bahan pembelajaran, menentukan bentuk pengalaman yang akan disajikan pelaksanaan dan yang terakhir yaitu evaluasi. kepada terdidik dan menentukan peranan pendidik Pengorganisasian atau organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa Organisasi terdiri dari mata pelajaran tertentu yang kerangka umum program-program pengajaran yang disampaikan kepada peserta didik guna tercapainya kebudayaan atau sebuah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang harus diajarkan kepada peserta Sebelum organisasi menentukan Implementasi kurikulum dipengaruhi dan tujuan-tujuannya, terlebih dahulu harus menetapkan bergantung kepada beberapa faktor terutama guru, misi atau maksud dari organisasi. kepala sekolah, sarana belajar, dan orang tua Istilah bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat Proses pengorganisasian dapat dilanjutkan digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini. dengan tiga langkah prosedur berikut ini. Cara manajemen merancang struktur formal Perincian untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya-sumber daya keuangan, fisik, bahan baku Pembagian kegiatan-kegiatan dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi, dan tenaga kerja organisasi. Bagaimana dilaksanakan oleh satu orang. Pembagian kerja kegiatan-kegiatannya, sebaiknya tidak terlalu berat sehingga tidak dapat diselesaikan, atau tidak terlalu ringan sehingga seorang manajer yang diberi wewenang untuk ada waktu untuk menganggur, tidak efisien dan mengawasi anggota-anggota kelompoknya, terjadi biaya yang tidak perlu. Hubungan-hubungan fungsi-fungsi. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme jabatan-jabatan, tugas-tugas dan para karyawan, untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota Cara dalam mana para manajer membagi lebih organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam Mekanisme pengorganisasian ini akan departemen mereka dan delegasikan wewenang membuat para anggota organisasi menjaga mengurangi ketidak efisienan dan konflik-konflik Organisasi kurikulum merupakan asas yang yang merusak. kurikulum dan berhubungan erat dengan tujuan Organisasi manajemen yang sangat vital dalam menentukan tercapai atau tidaknya tujuan yang diinginkan oleh Lismina. Pengembangan Kurikulum, (Sidoarjo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2. , 76 Bisri Mustofa. Ali Hasan. Pendidikan Manajemen, (Jakarta: PT. Multi Kreasi Satudelapan, 2. , 70. Ibid, 103. suatu pondok pesantren. sebab organisasi merupakan Ibid, 76. Masruroh. Badrut Tamam suatu mekanisme atau unsur struktur, yang dengan akan memberikan makna apapun apabila kebijakan struktur itu tersebut tidak diimplementasikan dalam bentuk pesantren yaitu kiai, pengurus/ustadz, dan santri program atau kegiatan. Untuk mengimplementasikan sebagai perangkat lunak, serta sebagai perangkat perencanaan tersebut maka perlu adanya suatu keras seperti masjid, majlis taAolim, madrasah, sarana dan prasarana lainnya yang semuanya tersebut dapat perencanaan yang telah dibuat maka dibutuhkan bekerja efektif dan dapat dimanfaatkan menurut keterlibatan dari banyak pihak dan masukan agar fungsi dan proporsinya masing-masing dalam produk yang dihasilkan dapat mengakomodasi menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi. banyak kalangan. Semakin banyak yang dilibatkan. Maka dari itu hasil dari suatu perencanaan dan semakin baik suatu produk yang direncanakan. pengorganisasian di atas juga akan diterapkan pada Produk yang dihasilkan nantinya dapat dijadikan waktu pelaksanaan pembelajaran, begitu juga di PP. sebuah sebagai diseminasi dalam pelaksanaan yang Abu Daiman juga menerapkan sebagai paparan di nantinya akan lebih mudah. semua subjek Untuk Pelaksanaan kurikulum dibagi menjadi dua Pelaksanaan pelaksanaan yaitu tingkat sekolah atau lembaga dan perencanaan dan pengorganisasian. Perencanaan dan yang kedua yaitu tingkat kelas. Yang berperan di pengorganisasian kurang bermakna dan efektif tingkat sekolah atau lembaga yaitu kepala sekolah apabila tanpa tindakan kegiatan yang mendorong atau pengasuh . emilik lembag. , sedangkan pada tingkat kelas yang berperan adalah guru/ustadz. adalah salah satu fungsi dalam Walaupun dibedakan antara pengasuh dan para guru manajemen sebab tanpa fungsi ini maka apa yang telah direncanakan dan diorganisasikan tidak dapat perbedaan dalam tingkat pelaksanaan administrasi, direalisasikan dalam sebuah kegiatan. Maka dalam yaitu tingkat kelas dan lembaga/sekolah, namun hal ini pelaksanaan merupakan proses operasional antara kedua tingkatan tersebut dalam pelaksanaan yang mengelola sumber daya selama tindakan, bergandengan dan bersama-sama bertanggung jawab keterampilan,memotivasi, kepemimpinan yang khusus serta memerlukan koordinasi di antara banyak orang. Pelaksanaan melaksanakan proses administrasi kurikulum. Pada pelaksanaan tingkat sekolah, kepala perwujudan kurikulum yang masih bersifat dokumen melaksanakan kurikulum di lingkungan sekolah tertulis menjadi sebuah aktivitas pembelajaran dalam bentuk nyata. Suatu perencanaan kurikulum tidak Zainuddin Syarif. Dinamisasi Manajemen Pendidikan Pesantren Tradisional Hingga Modern, (Pamekasan: Duta Media Publishing, 2017 ), 93. Muhammad Fathurrohman. Sulistyorini. Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Teras, 2. , 190. Tanggung kegiatan-kegiatan rencana tahunan, menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan, memimpin rapat, membuat statistik dan Teguh Triwiyanto. Yanita Nur Indah Sari. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara,2. , 164. Masruroh. Badrut Tamam Sedangkan Prinsip efektivitas, artinya sejauh mana sesuatu kurikulum kelas, guru bertanggung jawab membagi tugas kegiatan administrasi seperti pembagian tugas terlaksana atau tercapai. Prinsip aktivitas dapat dilihat dari efektivitas mengajar guru dan dilakukan agar terjaminnya kelancaran pelaksanaan kurikulum di lingkungan kelas. efektivitas belajar peserta didik. Prinsip efisiensi, artinya perbandingan dengan hasil yang dicapai dengan usaha yang telah Selanjutnya setelah proses pelaksanaan maka berlanjut pada evaluasi implementasi kurikulum. Prinsip efisiensi dapat dilihat dari waktu,tenaga, peralatan, dan biaya. Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan Prinsip kesinambungan, artinya saling hubung realisasi masukan . Keluaran . , dan atau jalin-menjalin antara berbagai tingkatan dan hasil . terhadap rencana yang telah di jenis pendidikan. lakukan di awal. Selain itu, evaluasi dilakukan untuk Prinsip fleksibelitas, artinya ada ruang gerak menilai efisiensi, efektivitas, manfaat, dampak, dan yang memberikan kebebasan dalam bertindak keberlanjutan suatu program atau kegiatan. Tujuan . idak evaluasi adalah mengukur capaian kegiatan, yaitu sejauh mana kegiatan dapat dilaksanakan, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memberikan acuan dan gambaran program kedepan. Selain itu Fleksibelitas keperluan evaluasi kurikulum untuk keperluan . Jadi, evaluasi kurikulum memiliki peranan perbaikan program . pertanggungjawaban kepada yang sangat penting dalam dunia pendidikan, tanpa berbagai pihak . penentuan tindak lanjut hasil adanya evaluasi maka kelemahan dan kekuatan Evaluasi kurikulum dilakukan dengan capaian kurikulum tidak akan diketahui. Implementasi Evaluasi kurikulum di PP. Abu Daiman mengacu pada kurikulum dilakukan melalui beberapa prinsip beberapa tahapan tersebut, mulai dari perencanaan yang dibuat, pengorganisasian, pelaksanaan dan Prinsip relevansi, dengan artian relevan antara pendidikan dengan tuntutan kehidupan. Pengorganisasian di PP. Abu Daiman dimulai dari struktur pondok pesantren mulai dari struktur kepengurusan dan struktur tenaga pengajar, karena Ibrahim Nasbi. Manajemen Kurikulum Sebuah Kajian Teoritis. Jurnal Idaarah. Vol 1. No 2. Desember 2017. Teguh Triwiyanto. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Muhammad Mustafid Hamdi. Evaluasi Kurikulum Pendidikan. Intizam. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Nomor 1. Oktober 2020. Ibid, 183. antara pengurus dan tenaga pengajar merupakan satu kesatuan di pondok pesantren tersebut. Pada tahap pelaksanaan sudah disesuaikan dengan perencanaan yang telah dibuat dimulai dari pembacaan nasmiAo atau nadzoman bersama, setelah itu dilanjut dengan pemberian materi yang berupa Masruroh. Badrut Tamam kitab Nubdzatul Bayan dari jilid 1 sampai jilid 6 umurnya masih dibilang muda maka santri tersebut untuk kelas menyesuaikan dengan pemahaman anak. akan tetap naik jilid pada kelas berikutnya. Salah pada program takhassus ini umur tidak menjadi satu faktor penghambatnya yaitu ketika santri tidak acuan kenaikan kelas, bagi yang sudah mampu maka konsentrasi dan tidak fokus pada pembelajarannya. mereka bisa lanjut pada jilid berikutnya. Setelah Hal ini dibutuhkan keterlibatan guru, dimana peran pemberian materi maka berlanjut pada setoran guru bukan hanya menilai dan memberikan materi hafalan oleh santri atau peserta didik dan terakhir saja, namun guru juga harus menilai implementasi yaitu evaluasi bersama. kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. Berkaitan dengan evaluasi kurikulum di PP. Lebih lanjut faktor penghambat lainya yaitu Abu Daiman dimulai dari evaluasi kelas, berlanjut ketika santri keluar pada waktu jam belajar karena pada evaluasi setiap pekan, evaluasi berkaitan dengan pembelajaran selama satu minggu, selain itu santri akan tertinggal pelajaran yang telah diberikan ada evaluasi tahunan yang disebut dengan evaluasi sehingga guru harus mengulang lagi materi yang kubro, biasanya pada evaluasi ini melibatkan telah diberikan sebelumnya. Ini merupakan bagian pengasuh, pengurus, para guru. hambatan yang datang dari masyarakat atau wali KESIMPULAN santri, agar tercapainya sebuah tujuan pendidikan atau hal lain, maka pada saat itulah Setiap lembaga yang memiliki program untuk yang baik maka seharusnya masyarakat atau wali mencapai sebuah tujuan pasti memiliki beberapa santri mendukung penuh agar proses pembelajaran hambatan dan juga ada berbagai faktor pendukung, berjalan dengan baik dan lancar. Pengertian dari begitupun di pondok pesantren Abu Daiman, wali santri juga dibutuhkan, misalkan mereka beberapa rumusan yang telah dibuat dan ditetapkan berkunjung diluar jam pelajaran sehingga tidak tentunya sudah melalui berbagai pertimbangan dari mengganggu proses belajar mengajar. Minimnya berbagai pihak, namun pada saat pelaksanaan ada perumusan tidak terlaksana dengan baik. Beberapa faktor tersebut tidak hanya muncul pada saat proses pembelajaran namun juga hadir pendidik dan peserta didik, dan keterbatasan sarana dan prasarana di PP. Abu Daiman juga menjadi program takhassus. pada setiap individu santri diluar pembelajaran. Berkaitan dengan beberapa faktor pendukung Ketika santri tidak fokus dalam belajar baik di dalam implementasi kurikulum program takhassus di kelas maupun di luar kelas maka akan menghambat pondok pesantren Abu Daiman yaitu tidak luput dari proses percepatan belajar santri sehingga santri lebih dukungan keluarga, dan beberapa tokoh masyarakat. lama dalam memahami program takhassus yang Juga dukungan penuh serta izin dari Mambaul Ulum Program takhassus di PP. Abu Daiman difokuskan agar santri mampu memahami nahwu dan shorof lebih cepat, jadi pada program ini siapa Arifin Ali. Bustoni. Pengembangan Kurikulum Berdasarkan Isu dan Problematika, (Jakarta: Multi Kreasi satu delapan, 2. , 157. Ibid, 161. yang mampu memahaminya lebih awal meskipun Masruroh. Badrut Tamam Bata-bata kurikulum yang diterapkan di PP. Abu Daiman. DAFTAR PUSTAKA