Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PERAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TIGA DOSA BESAR PENDIDIKAN DI SD NEGERI 5 TALANG Rizka Puspita Sari1. Siti Zahra Bulantika2. Fiki Prayogi3. Edhitiya Putri4. Siti Agustina5 STKIP PGRI Bandar Lampung rizkapuspitasari73@gmail. com,2szahrabulantika@gmail. fikiprayogi45@gmail. com, 4edithya02@gmail. com, 5sitiagustina113@gmail. Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat yang di lakukan oleh tim PKM di STKIP PGRI Bandar Lampung ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter siswa sebagai upaya pencegahan tiga dosa besar pendidikan mengenai perundungan . , kekerasan seksual dan intoleransi. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu 35 Guru SD Negeri 5 Talang. Dan dalam proses membentuk karakter siswa upaya pencegahan tiga dosa besar di dunia pendidikan tersebut secara umum mempengaruhi tumbuh kembang dan psikis peserta didik. Selain itu, tindakan ini juga mempengaruhi mereka dalam menentukan keputusan yang mereka ambil untuk menggapai cita-citanya di masa depan. Kegiatan pengabdian dikuti oleh guru SD Negeri 5 Talang serta TIM pelaksana pengabdian kepada Kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan metode diskusi, psikoedukasi, serta pendampingan secara langsung kepada Guru SD Negeri 5 Talang. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 1. Peran guru menjadi tokoh yang menanamkan nilai-nilai terpuji bagi siswa, memperbaiki perilaku yang buruk menjadi benar dan menjelaskan apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Guru sekolah dasar memperoleh pengalaman dan pengetahuan dalam membentuk karakter siswa sebagai upaya pencegahan tiga dosa besar. Kata Kunci: Pembentukan Karakter. Pencegahan Tiga Dosa Besar Abstract: Community service carried out by the PKM team at STKIP PGRI Bandar Lampung. This activity aims to shape students' character as an effort to prevent the three major educational sins regarding bullying, sexual violence and intolerance. The targets for this activity are 35 teachers at SD Negeri 5 Talang. And in the process of forming students' character, efforts to prevent the three major sins in the world of education generally affect the growth and development and psychology of students. Apart from that, this action also influences them in determining the decisions they take to achieve their goals in the future. The service activities were participated in by SD Negeri 5 Talang teachers as well as the TEAM implementing community service. These service activities were carried out using discussion methods, psychoeducation, and direct assistance to SD Negeri 5 Talang teachers. The results of this activity show that 1. The role of teachers is to be a figure who instilling commendable values for students, correcting bad behavior to be correct and explaining what should and should not be done. Elementary school teachers gain experience and knowledge in shaping students' character as an effort to prevent the three major sins. Keywords: Character Building. Prevention of the Three Big Sins Peran Guru Sekolah Dasar Dalam Membentuk Karakter Siswa Sebagai Upaya Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan di SD Negeri 5 Talang PENDAHULUAN Kenyamanan keinginan semua siswa. Sikap dari siswa dan guru sekolah dasar adalah salah satu cara untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Namun, seiring Pendidikan Indonesia mengalami banyak peristiwa yang mempengaruhi psikis dan mental sehingga siswa mengalami penurunan kualitas belajar di sekolah. Mengutip dari pernyataanMenteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. Republik Indonesia. Nadiem Anwar Makarim. AuSaat pendidikan mengalami tantangan besar adanya Autiga dosa besarAy yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransiAy. Kemendikbudristek Republik Indonesia lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik melalui Permendik budristek Nomor 82 tahun penanggulangan kekerasan di lingkungan satuan Pendidikan untuk tingkat PAUD. Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Sebelum berkembangnya sosial media praktek tiga dosa besar belum begitu terdeteksi karena belum meratanya akses informasi. Selain itu ada pendidikan yang belum memahami batasan-batasan peundungan, kekerasan seksual, dan Beberapa cenderung dianggap wajar sehingga tidak ada upaya ke arah penanganan maupun Saat ini sosial media menunjukkan banyaknya praktek tiga dosa besar yang ternyata masih banyak terjadi di berbagai satuan pendidikan. Dan dalam pengamatan tim PKM di beberapa satuan pendidikan ditemukan banyak yang belum menyadari adanya praktek tiga dosa besar di sekolah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang di lakukan di SD Negeri 5 Talang diketahui bahwa Peran guru harus membantu tiga pencegahan dosa besar terhadap siswa, dari hasil pencegahan tiga dosa besar ada beberapa siswa yang melakukan pembullyan terhadap temannya, dan ada anak lelaki yang meniru gaya perempuan dan Satu masalah yang menjadi objek dalam kegiatan ini mengenai peran guru upaya pencegahan tiga dosa besar Berdasarkan sebagaimana digambarkan diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam kegiatan ini sebagai berikut: Kurang mengenai perilaku-perilaku yang termasuk dalam tiga dosa besar Perilaku kecenderungan peserta didik terhadap tiga dosa besar perundungan, kekerasan seksual. Ketiga dosa besar di dunia pendidikan tersebut secara umum mempengaruhi tumbuh kembang dan psikis peserta didik. Selain itu, tindakan ini juga mempengaruhi mereka dalam menentukan keputusan yang mereka ambil untuk menggapai cita-citanya di masa depan. Peran sekolah dasar dalam mencegah terjadinya tiga dosa besar dalam pendidikan sangat penting. Adapun cara yang digunakan sekolah dalam mencegah tiga besar dalam pendidikan diantaranya yaitu memberikan edukasi dari tenaga pendidik kepada peserta didik dan memberikan sanksi yang pantas bagi pelaku tiga dosa besar dalam pendidikan. Walaupun Sekolah Dasar memberikan sanksi yang disiapkan, masih ada saja oknum yang berani melakukan tiga dosa besar dalam pendidikan. Sebagai pendidikan, tindak agresi di Sekolah merupakan suatu ironi, karena Sekolah seharusnya menjadi tempat terhormat Rizka Puspita Sari. Siti Zahra Bulantika. Fiki Prayogi. Edhitiya Putri. Siti Agustina Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 255- 262 dimana nilai-nilai positif seperti sopan santun, respek antar teman dan warga sekolah lainnya ditanamkan (Hoffman. Douglass . melaporkan bahwa frekuensi terjadinya perundungan dan bentuk agresi lainnya merupakan problem terbesar yang dihadapi sekolah Istilah karakter dihubungkan dan dipertukarkan dengan istilah etika, ahlak, dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi AupositifAy bukan netral. Oleh karena itu Pendidikan karakter secara lebih luas dapat diartikan sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif. Didalam undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional sebenarnya pendidikan karakter menempati posisi yang penting, hal ini dapat kita lihat dari tujuan pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Di dalam undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menempati posisi yang penting, hal ini dapat kita lihat dari tujuan pendidikan nasional yang menyatakan bahwa pendidikan karakter bukanlah berupa materi yang hanya bisa dicatat dan dihafalkan serta tidak dapat dievaluasi dalam jangka waktu yang pendek, tetapi pendidikan karakter merupakan sebuah pembelajaran yang teraplikasi dalam semua kegiatan siswa baik disekolah, lingkungan masyarakat dan dilingkungan dirumah melalui proses pembiasaan, keteladanan, dan dilakukan secara Oleh karena itu keberhasilan pendidikan karakter ini menjadi tanggung masyarakat dan orangtua. Evaluasi dari Keberhasilan pendidikan karakter ini tentunya tidak dapat dinilai dengan tes formatif atau sumatif yang dinyatakan dalam skor. Tetapi tolak ukur dari keberhasilan pendidikan karakter adalah santun, religius, kreatif, inovatif yang teraplikasi dalam kehidupan disepanjang Oleh karena itu tentu tidak ada alat evaluasi yang tepat dan serta dapat menunjukan keberhasilan pendidikan Pentingnya pembentukan karakter di sekolah merupakan suatu konsep yang Pendidikan karakter tidak hanya menjadi aspek terpisah dalam kurikulum, melainkan menjadi pijakan yang mer permeasi setiap mata pelajaran. Hal ini tidak hanya membentuk menciptakan dasar moral dan etika yang Pendidikan sebagai penentu yang signifikan bagi siswa untuk mengembangkan kepribadian yang utuh . nsan kami. Dengan perkembangan pendidikan karakter yang baik, siswa menjadi didorong untuk melakukan tindakan positif. Adanya dasar nilai-nilai karakter yang kuat dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengambil keputusan yang benar dan memiliki tujuan hidup yang jelas dan Dengan karakter di sekolah tidak hanya menciptakan siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga individu yang moral, etis, dan bertanggung jawab. Ini membantu membentuk generasi yang tidak hanya sukses dalam karir mereka, tetapi juga berkontribusi positif dalam Lingkungan sekolah bukan menjadi suatu hal yang mutlak bagi anak untuk mendapatkan pendidikan karakter secara Oleh karena itu orang tua, keluarga, lingkungan dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam pembentukan Peran Guru Sekolah Dasar Dalam Membentuk Karakter Siswa Sebagai Upaya Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan di SD Negeri 5 Talang Karakter dapat dibentuk melalui beberapa tahap, di antaranya: Tahap Pengetahuan Pendidikan disematkan melalui pengetahuan, yakni melalui pengajaran nilai-nilai pelajaran yang diberikan kepada Tahap Pelaksanaan Pendidikan diimplementasikan di berbagai tempat dan dalam berbagai situasi. Pendidikan karakter di lingkungan sekolah bisa dilakukan mulai dari sebelum proses belajar mengajar pembelajaran selesai. Tahap pembiasaan. Karakter tidak pengetahuan dan pelaksanaan saja, tetapi harus dibiasakan. Karena orang yang memiliki pengetahuan belum tentu bisa bertindak dan berperilaku sesuai dengan ilmu yang ia miliki apabila tidak Emosi dan kebiasaan diri juga termasuk wilayah jangkauan dari pendidikan karakter. Dengan demikian maka dibutuhkan beberapa komponen yang berkaitan dengan hal tersebut, di antaranya: moral knowing . engetahuan tentang mora. , moral feeling . erasaan atau penguatan emos. , moral action . enerapan mora. Ketiga komponen tersebut sangat penting dalam membentuk karakter seseorang, terutama dalam konteks sistem Melalui pendidikan karakter, pihak-pihak yang terlibat dalam sistem pendidikan dapat memahami, merasakan, dan mengimplementasikan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter dalam sistem pendidikan melibatkan keterkaitan antara komponen-komponen Ini mencakup nilai-nilai perilaku yang dapat diaplikasikan secara bertahap, serta saling berhubungan antara pengetahuan nilainilai perilaku dengan sikap atau emosi yang kuat untuk melaksanakannya. Pendekatan ini mencakup aspek spiritual . ubungan dengan Tuhan yang Maha Es. , hubungan dengan diri sendiri, interaksi dengan sesama, tanggung jawab terhadap lingkungan, cinta terhadap bangsa dan negara, serta keterlibatan dalam konteks dunia internasional. Tiga perundungan, kekerasan seksual, dan Ketiga hal tersebut tidak lingkungan belajar yang baik, tapi juga memberikan trauma yang bahkan dapat bertahan seumur hidup bagi seorang anak. Menurut UU Perlindungan Anak No. 35/2014 Pasal 1 Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai perlindungan dari kekerasan dan Berdasarkan perlindungan anak harus diutamakan pada semua sektor khususnya sektor-sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial termasuk di satuan pendidikan. Selain berdampak pada fisik, tiga dosa besar pendidikan juga akan berdampak pada psikis yang mempengaruhi perkembangan Semakin dini anak mengalami kekerasan, maka akan semakin tinggi resiko terdampak dari kekerasan tersebut. Kekerasan fisik yang parah dapat menyebabkan kerusakan otak, kecacatan fisik, kesulitan belajar dan kelambatan Jika anak dibiarkan berada dalam situasi kekerasan, hal ini akan memberikan dampak yang serius terhadap emosional, sosial, pendidikan dan psikologis mereka. Perundungan berasal dari bahasa Inggris yaitu bullying yang berarti Rizka Puspita Sari. Siti Zahra Bulantika. Fiki Prayogi. Edhitiya Putri. Siti Agustina Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 255- 262 penindasan, penyiksaan, perundungan atau intimidasi, khususnya penggunaan ancaman, kekerasan atau pemaksaan untuk menyalahgunakan, mendominasi atau mengintimidasi (KBBI, 2. Bullying menurut Yayasan SEJIWA . dalam Annisa Noor Sugmalestari 2016 adalah keadaan dimana seseorang atau kelompok menyalah gunakan kekuasaan atau wewenang, dimana korban bullying tidak mampu melawan atau membela diri karena status fisiknya. Bullying dapat di klasifikasikan sebagai bentuk kekerasan yang umum terjadi di sekolah. Bullying merupakan bagian lain dari perilaku agresif yang dengan niat mengganggu, mengintimidasi dan pengulangan seiring berjalannya waktu (Burger et al. , 2. Perilaku bullying biasanya dilakukan secara secara individu maupun kelompok, biasa dikenal sebagai mobbing, pelaku intimidasi biasanya memiliki satu atau lebih "letnan" Perundungan . yang terjadi di sekolah atau tempat kerja biasanya disebut "peer abuse" (Busby et al. , 2. Bullying terjadi ketika seseorang "terpapar, berulang kali dan dari waktu ke waktu, tindakan negatif pada bagian dari satu atau lebih orang lain", dan tindakan negatif terjadi "ketika seseorang sengaja ketidaknyamanan pada orang lain, melalui kontak fisik, melalui kata-kata atau dengan cara lain" (Rueda et al. , 2. Selanjutnya Menurut UU Nomor 12 Tahun 2022, ketentuan umum pasal 1, kekerasan seksual diartikan sebagai setiap perbuatan menjatuhkan, penghinaan, penyerangan atau tindakan lain terhadap tubuh, hasrat atau fungsi seksual reproduksi seseorang dengan cara paksaan, bertentangan dengan keinginan seseorang. tidak mungkin seseorang dapat bersepakat dalam keadaan bebas karena adanya ketimpangan relasi kekuasaan dan relasi Jika kekerasan dilakukan melalui ancaman hubungan seks dengan terpaksa atau tidak diinginkan oleh suami atau mantan suami dari wanita tersebut. Maka ini juga dianggap sebagai pemerkosaan, tergantung pada yurisdiksi pengadilan, dan juga dapat dianggap sebagai pelanggaran(Khandpur, 2. Pelecehan seksual terhadap anak merupakan suatu bentuk pelecehan seksual terhadap anak di mana anak-anak dijadikan objek oleh orang dewasa atau remaja yang lebih tua sebagai penyalur kepuasan seksual (Miranda et al. , 2. Tindakan kekerasan seksual pada anak dapat berupa hubungan seks langsung, dimana orang dewasa atau orang lanjut usia memperlihatkan kepada anak benda-benda tidak senonoh . lat kelamin, puting susu, dan lain-lai. untuk melampiaskan hasrat seksualnya dan untuk menganiaya atau menindas anak. Mengajak, meminta, kemudian memaksa anak berhubungan seks, memperlihatkan hal Ae hal berbau pornografi kepada anak, dan atau memanfaatkan anak untuk memproduksi hal Ae hal yang berbau pornografi (Duarte et al. , 2. Yang terakhir adalah intoleransi yang berasal dari awalan in- yang berarti Autidak, bukanAy dan dari kata dasar toleransi yang berarti Au. sifat atau sikap . mengukur batas penjumlahan atau pengurangan. Penyimpangan selalu diperbolehkan dan dapat diterima dalam pengukuran kerja. Dalam hal konsep toleransi disebut juga dengan Auhakikat atau sikap toleransiAy. Kata toleransi sendiri dapat dimaknai sebagai Aumemiliki atau menoleransi . enghargai, pandang lain . endapat, pandangan, keyakinan, kebiasaan, perilaku, dan sendiriAy (KBBI, 2. Sehingga jika toleransi sudah melekat kepada masyarakat, maka toleransi akan menciptakan kerukunan dan keharmonisan kepada masyarakat itu Peran Guru Sekolah Dasar Dalam Membentuk Karakter Siswa Sebagai Upaya Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan di SD Negeri 5 Talang Indonesia memiliki beragam perbedaan dari bahasa, suku, dan budaya antara daerah yang satu dengan daerah Sedangkan, kata keberagamaan "perihal Sedangkan kata beragama didefinisikan sebagai "1 menganut . agama 2 beribadah kepada agama. baik hidupnya . enurut agam. " (KBBI, 2. Oleh karena itu, intoleransi keberagamaan dapat diartikan sebagai "sifat atau sikap yang tidak menenggang . enghargai, membolehka. perihal keagamaan yang berbeda atau bertentangan dengan agamanya sendiri. METODE Kegiatan pengabdian dengan judul AuPeran Guru Sekolah Dasar Dalam Membentuk Karakter Siswa Sebagai Upaya Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan Di SD Negeri 5 TalangAy. Dilaksanakan psikoedukasi, serta pendampingan secara langsung pada tanggal 12 Oktober 2023 bertempat di SD Negeri 5 Talang Jl. Wr. supratman No. Talang. Kec. Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung. Provinsi Lampung. Kegiatan berlangsung selama 1 hari dimulai pukul 00 sampai dengan 14. 00 WIB. Peserta kegiatan ini adalah 35 Guru SD Negeri 5 Talang dan tim Pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Terdapat berbagai tahapan dalam implementasi aktivitas tersebut, yakni : Melakukan studi pustaka Melakukan pesiapan alat dan bahan yang diperlukan Menentukan waktu pelaksanaan Mengirim surat kesediaan SD Negeri 5 Talang Menerima tanggapan yang cukup antusias dari pihak SD Negeri 5 Talang Tanggal September melakukan pengecekan terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan Menyiapkan perlengakapan yang Upaya Pemecahan Masalah Dalam topik ini, terdapat deskripsi tentang cara menyelesaikan masalah yang ditemui oleh tim pengabdian dengan mengadakan beberapa persiapan, yaitu: Persiapan Materi Pada tanggal 12 Oktober 2023, tim pengamatan terhadap pendidik dan peserta didik di sekolah mitra. Selain itu, tim pengabdian juga telah menyusun materi dan aktivitas yang akan dilakukan oleh peserta pelatihan selama dua hari pelatihan tersebut. Implementasi Peserta pelatihan di SD Negeri 5 Talang sebanyak 35 Guru. Aktivitas ini diselenggarakan secara luring agar hasil pengabdian yang ingin dicapai dapat diperoleh secara optimal. Adapun rencana pelaksan kegiatan pelatihan akan dimulai dari pukul 09. 00 dengan susunan acara: Memeriksa kesiapan Peserta Pembukaan kegiatan oleh kepala Sekolah SD Negeri 5 Talang dan oleh Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat. Penyampaian Materi Materi peran guru sekolah dasar dalam membentuk karakter siswa sebagai upaya pencegahan tiga dosa besar pendidikan mengenai materi pengertian pencegahan tiga dosa besar mengenai kekerasan seksual, perundungan . dan toleransi. Refleksi dan inisiasi dipandu oleh TIM Pelaksana. Kesan dan Pesan peserta kegiatan dan TIM Pelaksana. Penutupan oleh Kepala SD Negeri 5 Talang selaku Tuan Rumah dan ketua tim pengabdian. Rizka Puspita Sari. Siti Zahra Bulantika. Fiki Prayogi. Edhitiya Putri. Siti Agustina Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 255- 262 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim PKM di SD Negeri 5 Talang diperoleh hasil sebagai berikut :. Peran guru menjadi tokoh yang menanamkan nilai-nilai terpuji bagi siswa, memperbaiki perilaku yang buruk menjadi benar dan menjelaskan apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Guru sekolah dasar pengetahuan dalam membentuk karakter siswa sebagai upaya pencegahan tiga dosa Melalui bimbingan dan konseling dan kerjasama dengan Guru SD Negeri 5 Talang dapat membantu membentuk karakter siswa sebagai pencegahan tiga dosa besar. Dengan membiasakan peserta didik menerapkan perilaku yang baik harapannya akan terbentuk pula karakter yang baik. Karakter yang baik akan menumbuhkan kesadaran peserta didik dalam mengantisipasi praktek tiga dosa Perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi merupakan fenomena yang tidak dapat disembunyikan dan bahkan dalam beberapa waktu terakhir marak diberitakan praktek tiga dosa besar tersebut di ranah pendidikan. Pihak sekolah merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan PKM ini karena sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan saat Berdasarkan hasil yang diperoleh masyarakat ini adalah antusias dari para Guru SD Negeri 5 Talang yang telah berpartisipasi terkait materi yang telah dilakukan Harapannya seluruh pihak terkait dapat terus bekerjasama dalam mengaplikasikan materi dan kegiatan yang telah diberikan sehingga tujuan dari Upaya peran guru sekolah dasar mencegah 3 dosa besar dapat tercapai lebih optimal lagi. Talang ini disambut baik oleh pihak SD Negeri 5 Talang serta antusias 35 guru. Peserta memperoleh wawasan dan pengetahuan mengenai pentingnya upaya peran guru sekolah dasar untuk mencegah 3 dosa besar. Adapun kesimpulan pengabdian ini adalah: Peran guru menjadi tokoh yang menanamkan nilai-nilai terpuji bagi siswa, memperbaiki perilaku yang menjelaskan apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Guru sekolah dasar memperoleh pengalaman dan pengetahuan dalam membentuk karakter siswa sebagai upaya pencegahan tiga dosa besar. Melalui bimbingan dan konseling dan kerjasama dengan pihak lain karakter siswa sebagai pencegahan tiga dosa besar. SIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Negeri 5 Busby. Patrick. , & Gaudine. Upwards Workplace Bullying: A Literature Review. DAFTAR PUSTAKA