ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PERANGKAT DESA LUMBANG KECAMATAN MUARA UYA KABUPATEN TABALONG Nurdiana*. Muhammad Noor nurdiana16@gmail. mnoor@stiatabalong. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugasnya yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja dan mendorong terwujudnya tujuan Penting bagi Kepala Desa untuk dapat membina dan meningkatkan disiplin kerja perangkat desa, karena kurangnya disiplin kerja dapat menimbulkan berbagai hal yang kurang baik dalam hubungan pekerjaannya, acuh tak acuh terhadap pekerjaan atau jabatan yang diembannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara kepada informan yang berjumlah 10 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model interaktif untuk menganalisis data hasil penelitian yaitu menggunakan Data Collection. Data Display. Conclusion Drawing/Verifiying. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong dikategorikan berperan. Namun masih ada kendala Kepala Desa Lumbang dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa seperti kurangnya pengawasan, belum adanya ketegasan dan kurangnya sarana dan prasarana. Kata Kunci: Peran Kepemimpinan. Kepala Desa. Disiplin Kerja THE ROLE OF THE VILLAGE HEAD'S LEADERSHIP IN IMPROVING THE WORK DISCIPLINE OF VILLAGE APPARATUS IN LUMBANG VILLAGE. MUARA UYA SUB-DISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT Good discipline reflects the extent of an individual's sense of responsibility towards the tasks assigned to them. This fosters work enthusiasm, morale, and contributes to the achievement of organizational goals. It is important for the Village Head to be able to foster and improve the work discipline of the village apparatus, as a lack of work discipline can lead to various negative consequences in their working relationships, such as indifference towards their work or assigned positions. The objectives of this research are: to determine the Role of the Village Head's Leadership in Improving the Work Discipline of the Village Apparatus at the Lumbang Village Office. Muara Uya Sub-district. Tabalong Regency. and to identify the obstacles faced by the Village Head in Improving the Work Discipline of the Village Apparatus at the Lumbang Village Office. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Muara Uya Sub-district. Tabalong Regency. This research employs a descriptive research type with a qualitative approach. The data sources used are primary and secondary data. Data collection techniques include observation, documentation, and interviews with 10 informants. The data analysis technique used in this study is the interactive model to analyze the research data, involving Data Collection. Data Display, and Conclusion Drawing/Verification. The results of this study indicate that the Role of the Village Head's Leadership in Improving the Work Discipline of the Village Apparatus at the Lumbang Village Office. Muara Uya Sub-district. Tabalong Regency is categorized as influential. However, the Lumbang Village Head still faces obstacles in improving the work discipline of the village apparatus, such as a lack of supervision, a lack of firmness, and inadequate facilities and infrastructure. Keywords: Leadership Role. Village Head. Work Discipline PENDAHULUAN Penelitian ini menyoroti peran kepemimpinan kepala desa untuk mendorong tingkat disiplin kerja perangkat desa. Kemampuan seorang pemimpin bawahannya juga dapat memperhatikan keinginan dan kebutuhan pegawainya. Hal ini sangat diperlukan karena seorang yang masuk dalam suatu organisasi membawa harapan dan keinginan yang akan dicapai keinginan tersebut satu sama lainnya berbeda-beda. Sehingga kejelian seseorang pemimpin dalam memperhatikan bawahannya akan mempunyai pengaruh yang positif dan seorang pemimpin akan menyadari bahwa pegawainya mempunyai keinginan perilaku kebiasaan, adat istiadat dan mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Melihat beberapa pentingnya pengaruh seorang pemimpin didalam mengoperasikan organisasi dengan individu yang berbeda-beda, maka seorang pemimpin harus benar-benar berkualitas agar dapat memimpin bawahannya dengan baik sehingga produktivitas dan tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kepemimpinan di dalam suatu organisasi memiliki dampak yang cukup luas termasuk terhadap perilaku pegawai yaitu pemimpin yang mampu meningkatkan dan menggerakkan kinerja pegawainya. Sebaliknya, jika kepemimpinan tidak mendapat dukungan dari para pegawai maka akan membuat pegawai menjadi malas dalam bekerja karena merasa kurang adanya rasa simpati kepada pemimpin. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Kepemimpinan kepala desa merupakan salah satu isu dalam manajemen yang masih cukup menarik untuk di perbincangkan hingga dewasa Media massa, baik elektronik maupun cetak, seringkali menampilkan opini dan pembicaraan yang membahas seputar kepemimpinan kepala Peran kepemimpinan kepala yang sangat strategis dan penting bagi pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi pemerintahan desa. Begitu pentingnya peran pemimpin sehingga isu mengenai pemimpin menjadi fokus yang menarik perhatian para peneliti bidang perilaku keorganisasian. Pemimpin memegang peran kunci dalam memformulasikan dan mengimplementasikan strategi fungsi organisasi. Hal ini membawa konsekuensi bahwa setiap pimpinan berkewajiban memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk membina, menggerakkan, mengarahkan semua potensi karyawan dilingkungannya agar terwujud volume dan beban kerja yang terarah pada tujuan. Kepemimpinan Kepala Desa berpengaruh terhadap disiplin kerja agar pegawai senantiasa memperhatikan disiplin dalam melaksanakan segala tugas-tugas yang menjadi tanggung Factor kepemimpinan dari seorang pemimpin organisasi sangat penting. Selain itu factor-faktor yang membangkitkan disiplin kerja kebutuhankebutuhan jasamani maupun rohani. Karena bagaimana para pegawainya melaksanakan pekerjaan dengan baik sehingga para karyawannya ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB memiliki prestasi kerja yang baik karena itu disiplin kerja sangat penting dalam meningkatkan semangat kerja pegawai kantor desa. Pemerintah Desa Lumbang adalah salah satu desa yang ada di Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Pemerintahan Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupeten Tabalong dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa didasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa, kepala desa lumbang memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan disiplin pekerja. Pemerintahan desa mengatakan bahwa belum ada sanksi tertulis di kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong untuk pelanggaran disiplin. Sehingga pegawai mudah melakukan kesalahan yang sama. Mereka mengatakan bahwa pengawasan kepala desa harus ditingkatkan lagi untuk meningkatkan disiplin pegawai. Aturan kedipsilinan telah ditetapkan dan disetujui oleh Kepala Desa dan pegawai setiap kantor desa, itulah masalah yang muncul, menurut pengamatan awal peneliti di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Permasalahan saat ini termasuk keluhan masyarakat tentang pembuatan surat keterangan yang seharusnya dibuat oleh desa dan ditindak lanjuti langsung oleh kasi pemerintahan dalam waktu 15 menit. Namun, masyarakat mengeluh tentang pembuatan surat keterangan tersebut karena aparat desa gagal menyelesaikan layanan Untuk menyelesaikan masalah ini, kepala desa harus berpartisipasi secara aktif sebagai pemimpin. Dari adanya ketegasan aturan masuk jam kerja dimana pegawai sering terlambat datang ke kantor dan sering tidak ada diruangan sehingga untuk pembuatan surat keterangan menjadi terlambat. Ada juga pegawai sering keluar kantor pada saat jam kerja dengan tujuan yang tidak berkaitan dengan urusan pekerjaan. Dari situ lemahnya sanksi dari kepala desa itu sendiri. Ada sebagian masyarakat yang mengatakan peran kepala desa sudah baik namun ada juga yang mengatakan peran JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 kepala desa masih kurang baik. Hal ini dilihat dari kurangnya kepala desa dalam mengembangkan kedipsilinan pegawai dimana pegawai desa sering terlambat datang ke kantor, sering tidak ada di ruangan dan tidak memakai pakaian dinas. Rendahnya tingkat kehadiran perangkat desa di hari kerja, sesuai dengan peraturan desa yang berlaku hari kerja pemerintah desa adalah setiap hari senin sampai dengan hari jumat yang dimulai 00 WITA dan berakhir pukul 16. WITA. Namun dalam kenyataannya banyak para perangkat desa yang baru datang pukul 09. WITA, dan pulang pukul 15. 00 WITA. Sehingga menyebabkan pegawai banyak yang kurang Menurut (Nitisemito, 2. Rendahnya disiplin kerja pegawai juga disebabkan oleh beberapa hal yaitu turunnya produktivitas kerja salah satu indikasi rendahnya disiplin kerja adalah ditunjukkan dari turunnya produktivitas kerja. Produktivitas yang turun karena kemalasan penundaan pekerjaan dan lain sebagainya. Apabila terjadi penurunan produktivitas kerja berarti merupakan indikasi di dalam organisasi terjadi penurunan diisplin kerja. Tingkat obsensi yang tinggi juga menyebabkan kedipsilinan kerja pegawai menurun, maka dapat dilihat dari tingkat kehadiran pegawai dalam bekerja tidak tepat waktu datang dan pulangnya, serta sering keluar pada jam Penelitian ini berfokus untuk mengeksplor bagaimana peran kepemimpinan kepala desa dalam menghadirkan keberadaan disiplin kerja memiliki manfaat yang signifikan dalam memberikan pelajaran kepada pegawai untuk mematuhi regulasi dan kebijakan yang berlaku di organiasi pemerintahan desa, dengan tujuan menciptakan kinerja yang optimal. Atas dasar tersebut mengetahui betapa pentingnya disiplin kerja di tempat kerja adalah tujuan dari penelitian ini. Penerapan disiplin kerja dilingkungan organisasi pemerintah desa bermanfaat dalam mendidik para aparatur desa untuk mematuhi dan mentaati peraturan, prosedur, maupun kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Desa. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berdasarkan uraian diatas peneliti akan mendalami penelitian di Kantor Desa Lumbang mengenai Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa yang kemudian akan saya tetapkan sebagai lokasi penelitian. Sehingga peneliti mengangkat dalam bentuk penelitian dengan judul: AuPeran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten TabalongAy. Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimanakah Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong? Kendala apa saja yang dihadapi Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong? Tujuan Penelitian Berdasarkan diungkapkan diatas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi Kepala Desa Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Secara teoritis penelitian ini diharapkan perkembangan ilmu administrasi publik terutama dalam hal konsep kepemimpinan. Penggunaan perspektif kepemimpinan ini juga diharapkan akan lebih memberi peluang untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang peran kepemimpinan untuk melakukan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 perbaikan manajemen didalam sebuah Manfaat Praktis Harapan dari manfaat praktis pada penelitian ini adalah dapat memberikan pemahaman baru kepada Kepala Desa untuk lebih meningkatkan disiplin kerja perangkat desanya. Serta harapan nantinya agar semua perangkat desa bisa manaati semua peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan dari waktu datang dan waktu pulang kerja yang sesuai. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan Menurut Hersey & Blanchard dalam (Pasolong, 2. menyatakan kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu, sedangkan Robbins dalam (Pasolong, 2. menyatakan kepemimpinan merupakan suatu tujuan bersama. Dan (Pamudji, menyebutkan atas dasar ini semua maka dalam rangka menggerakkan orang-orang pemimpin wajib melakukan motivasi dalam hubungan inilah fungsi kepemimpinan pemerintahan mempunyai tugas kewajiban memotivasi yaitu usaha memberikan motif-motif . orongan-doronga. agar orang mau bekerja atau bergerak dengan ikhlas dan suka rela untuk mencapai tujuan secara sebaik-baiknya. Jenis-jenis Kepemimpinan Berdasarkan pengertian kepemimpinan diatas, maka kepimpinan dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: Kepemimpinan Tranformasional Istilah kepemimpinan transformative berasal dari dua kata, yaitu kepemimpinan atau Leadership Kepemimpinan transformasional merupakan sebuah proses dimana pemimpin mengambil tindakan1311 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB tindakan untuk meningkatkan kesadaran rekan kerja mererka tentang apa yang penting, untuk meningkatkan kematangan motivasi rekan kerja mereka mereka serta mendorong mereka untuk melampaui minat pribadi mereka demi mencapai kemaslahatan kelompok, organisasi. Kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang masih terbilang baru yang dipandang efektif untuk mendedikasikan perubahan, terutama pada situasi lingkungan yang bersifat Kepemimpinan Transaksional Kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan dimana seorang pemimpin menfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan Pertukaran tersebut didasarkan pada kesempatan mengenai klasifikasi sasaran. Kepemimpinan transaksional didasarkan pada otoritas birokrasi dan ligimitasi di dalam organisasi. Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa seorang pemimpin menentukan apa yang perlu dilakukan para bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Di samping itu, pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada penyelesaian tugas-tugas organisasi. Untuk memotivasi agar bawahan melakukan tanggung jawab mereka, para pemimpin transaksional sangat mengendalikan pada system pemberian penghargaan dan hukuman kepada bawahannya. Pengerian Peran Menurut (Thoha, 2. , peran adalah bagian yang dimainkan oleh seseorang pemain, dalam arti ini peran menunjuk pada karakteristik yang di sandang untuk dibawakan oleh seseorang actor dalam sebuah pentas drama, kepribadian seseorang barangkali juga sangat mempengaruhi bagaimana peranan harus dijalankan. Sedangkan menurut (Soekanto, 2. , peran merupakan aspek dinamis dari kedudukan . yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan status JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 merupakan sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang apabila seseorang melakukan hak-hak dan kewajiban-kewajiban sesuai dengan kedudukannya, maka kepala desa menjalankan suatu fungsi. Hakekatnya peran juga dirumuskan sebagai suatu rangkaian perilaku tertentu yang ditimbulkan oleh suatu jabatan tertentu. Kepribadian seseorang juga mempengaruhi bagaimana peraan itu harus dijalankan. Peran yang dimainkan hakekatnya tidak ada perbedaan, baik yang dimainkan atau diperankan pimpinan tingkat atas, menengah maupun bawah akan mempunyai peran yang sama. Peran juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur soasial masyarakat. Teori Peran Menurut (Mintzberg, 1. ada 3 macam peranan kepemimpinan yaitu: Peranan Pribadi : sebagai Tokoh (Figurhea. , (Leade. , penghubung (Liasio. Peranan Pembuatan Keputusan : Sebagai Wiraswastawan (Enterpreneu. , pereda gangguan (Distrubance handle. , sebagai pengalokasi sumber daya (Resource allocato. dan sebagai perunding (Negotiato. Peranan Sumber Informasi : Sebagai pemonitor dan pembagi (Monitor and Disseminato. dan sebagai juru bicara (Spokesperso. Pengertian Kepala Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 dijelaskan bahwa kepala desa menjalankan hak, wewenang dan kewajiban, dan kewajiban pemimpin pemerintahan desa yaitu menyelenggara dan penanggung jawab utama dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan pemerintahan Desa, urusan pemerintahan umum termasuk pembinaan, ketentraman dan ketertiban, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menumbuhkan serta mengembangkan jiwa gontong royong masyarakat sebagai sendi utama pelaksanaan pemerintahan Desa Kepala desa berkedudukan sebagai alat pemerintah desa yang memimpin penyelenggaraan desa, kepala desa bukan saja menjalankan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB ketentraman, menjaga supaya hokum yang dilanggar dapat dipulihkan sebagai sediakala, tetapi juga agar orang-orang yang melanggar hokum itu tidak mengulangi lagi perbuatanya. Kepala desa adalah kepala organisasi pemerintahan desa yang berkedudukan strategis dan mempunyai tanggung jawab yang luas. Tanggung jawab meliputi urusan tugas pekerjaan yang terpisah dan terbagi kepada pejabat instansi pemerintah berdasarkan asa dekonsentral dan desentralisasi, sedangkan di desa tanggung jawab urusan tugas pelayanan itu terpusat pada kepala perusahaan, menggambarkan disiplin yang baik. Menurut (Netisemoto, kedipsilinan bukan hanya menyangkut masalah kehadiran yang tepat waktu ditempat kerja namun lebih tepat diartikan sebagai suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai dengan suatu peraturan dari perusahaan dapat ditegakkan bilamana sebagian besar peraturan-peraturannya ditaati oleh sebagian besar karyawan. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Pengertian Disiplin Disiplin kerja merupakan suatu proses berkepentingan, karena disiplin kerja ditunjukkan pada tindakan bukan pada orangnya. Menurut (Hasibuan, kedipsilinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Disiplin juga sebagai proses latihan agar dapat mengembangkan pengendalian diri sehingga menjadi lebih efektif dalam bekerja. Selain itu sanksi yang merupakan akibat yang ditimbulkan sebagai tindakan pendidiplinan juga hendaknya mempunyai sasaran yang positif mendidik dan mengoreksi, bukan tindakan negative yang menjatuhkan pegawai atau bawahan yang indispliner dengan maksud tindakan pendipsilinan untuk memperbaiki efektifitas dalam tugas dan pergaulan sehari-hari dimasa yang akan datang bukanlah menghukum kegiatan masa lalu. Disiplin menunjukkan suatu kondisi atau sikap hormat yang ada pada diri karyawan terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan. Dengan demikian bila peraturan atau ketetapan yang ada dalam perusahaan diabaikan atau sering dilanggar, maka karyawan mempunyai disiplin yang buruk. Sebaiknya bila karyawan tunduk pada ketetapan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber: diolah peneliti, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami gejalagejala yang tidak memerlukan kuantifikasi. Menurut (Sugiyono, 2. metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah . dimana peneliti sebagai instrumen, teknik pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada makna. Metodologi penelitian kualittaif bertujuan untuk menganalisis dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB mendiskripsikan fenomena atau obyek penelitian melalui aktivitas social, sikap, dan persepsi orang secara individu atau kelompok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif . enelitian yang dilakukan terhadap tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lai. Fokus penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran bagaimana peran seorang kepala desa dalam meningkatkan disiplin waktu perangkat desa. Sumber Data Sumber data merupakan sekumpulan informasi yang berupa informasi atau angka hasil pencatatan suatu kejadian atau sekumpulan informasi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian. Data yang mampu menjawab masalah penelitian ini adalah data yang berasal sumber-sumber yang sesuai dengan permasalahan penelitian. Sumber dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder adalah sebagai berikut: Data primer Data primer dalam proses penelitian didefinisikan sebagai sekumpulan sekumpulan informasi yang diperoleh peneliti langsung dari lokasi penelitian melalui sumber data pertama . esponden atau informan, melalui wawancar. atau melalui hasil pengamatan yang dilakukan sendiri oleh peneliti (Martono, 2. Merupakan data yang diperoleh peneliti secara langsung informan. Informan kunci . ey informa. dalam penelitian ini yaitu sebanyak 10 (Sepulu. Data primer peneliti diperoleh dari lokasi penelitian dengan Sumber informasi dalam penelitian ini adalah dari pihak responden yang sekaligus berperan key informan. Adapun key informan dalam penelitian ini adalah: Tabel 1 Informan Penelitian Informan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Jumlah Kepala desa Perangkat Dsa Masyarakat Sumber: dioalah peneliti, 2024 Data sekunder Data sekunder dimaknai sebagai data yang tidak diperoleh dari sumber pertama. Dalam hal ini, peneliti berada dalam posisi orang pertama Dengan memanfaatkan data pendukung yang dapat mendukung dan memperjelas data primer agar mampu menjawab permasalahan penelitian. Data sekunder diperoleh dari kegiatan penalaahan baik berupa buku maupun informasi-informasi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Data sekunder dalam penelitian ini yaitu data yang diperoleh dari dokumentasi serta data-data resmi yang di dapat dan objek yang diteliti yaitu data yang berasal dari lokasi Teknik Pengumpulan Data Menurut (Sugiyono, 2. teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini: Observasi Menurut (Sugiyono, 2. mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang komplek suatu proses biologis dan psikkologis. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Jadi observasi adalah pengamatan terhadap suatu obyek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Secara langsung adalah terjun ke lapangan terlihat seluruh pancaindra. Secara tidak langsung adalah pengamatan yang dibantu melalui media visual atau audivisoal ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Observasi yang digunakan peneliti adalah observasi partisipasi. Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data. Bahwa peneliti akan melakukan penelitian sehingga mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktifitas peneliti. Wawancara Wawancara yaitu tanya jawab antara dua orang atau lebih secara langsung (Dr, 2. Teknik wawancara yaitu teknik yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung kepada pihakpihak yang berkaitan atau yang berkompeten dengan cara mengadakan wawancara secara bebas dan memfokuskan pertanyaan-pertanyaan pada masalahnya yang sudah terstruktur serta adanya izin dari pihak instansi terkait untuk permasalahan dalam penelitian dan juga keterbukaan informan dalam memberikan pernyataan terkait permasalahan tersebut. Adapun jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis wawancara semi terstruktur. Pentingnya menggunakan wawancara semi terstruktur dalam penelitian ini yaitu adalah wawancara yang berlangsung mengacu pada suatu rangkaian pertanyaan Peran Kepemimpinan Kepala Desa meningkatkan disiplin kerja Perangkat desa di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Tekhnik wawancara semi terstruktur pada penelitian ini memungkinkan pertanyaan baru muncul karena jawaban yang diberikan oleh informan pada penelitian ini, sehingga selama sesi wanwancara berlangsung penggalian informasi dapat dilakukan oleh peneliti lebih mendalam. Dokumentasi Menurut (Sugiyono, 2. mengemukakan bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen berguna karena dapat memberikan latar belakang yang JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 lebih luas mengenai pokok penelitian, dapat dijadikan bahan triangulasi untuk mengecek kesesuaian data, dan merupakan bahan utama dalam penelitian teknik dokumentasi juga berguna untuk melengkapi kekurangan yang diperoleh dari data primer. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini teknik analisis data dilakukan secara induktif, teknik analisis data ini mencoba untuk memberi sebuah gambaran abstrak terhadap temuan lapangan yang telah dikumpulkan dengan menggunakan analisis model interaktif seperti yang dikembangkan oleh (Huberman & Saldana, 2. dimana terdapat tiga prosedur dalam penganalisisan data kualitatif, yaitu: Kondensasi data (Data Condensatio. Kondensasi data merujuk pada proses memilih, mengubah data yang timbul dalam penelitian dengan membuat catatan-catatan lapangan secara tertulis, transkip wawancara, dokumendokumen dan materi-materi empiris lainnya. Penyajian data (Data Displa. Sebuah pengorganisasian dan penyatuan dari informasi yang memungkinkan penyimpulan dan aksi. Penyajian data membantu dalam memahami apa yang terjadi dan untuk melakukan sesuatu, termasuk analisis yang mendalam atau mengambil aksi berdasarkan pengalaman. Penarikan (Condusion Drawing/verifyin. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menampilkan sekumpulan informasi yang telah tersusun sehingga dapat memberi pemahaman yang telah tersusun sehingga dapat memberikan pemahaman tentang apa melingkupinya, kesimpulan-kesimpulan final mungkin tidak muncul sampai pada pengumpulan data yang terakhir, tergantung pada besarnya kumpulan catatan lapangan, penomeran, penyimpanan dan metode pencarian ulang yang digunakan, maka dengan memberikan adanya kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Gambar 2 Komponen-Komponen Analisis Data Model Interaktif. Sumber: (Huberman & Saldana, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Ada beberapa indikator peran kepala desa dalam meningkatkan disiplin seperti peran pribadi, peran pembuatan keputusan dan peran sumber informasi dalam peningkatan disiplin kerja perangkat desa seperti: Taat Kepada Kebijakan Organisasi. Ketepatan Waktu Penyelesaian Pekerjaan. Proses Pembinaan dan Proses Pengawasan seperti beberapa kendala-kendala dalam Disiplin Kerja. Berikut dibawah hasil wawancara antara peneliti dengan ke sepuluh informan dapat diuraikan sebagai berikut: Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Lumbang Taat Kepada Kebijakan Organisasi Hasil wawancara dengan sepuluh informan di Kantor Desa Lumbang. Kecamatan Muara Uya. Kabupaten Tabalong, menunjukkan bahwa peran Kepala Desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa sangat signifikan. Kebijakan disiplin yang diterapkan, terutama terkait jam masuk dan pulang kerja, diakui oleh perangkat desa dan masyarakat telah berdampak positif JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 terhadap kinerja dan kualitas pelayanan. Meskipun belum ada sanksi tegas yang diberikan kepada perangkat desa yang tidak disiplin. Kepala Desa tetap konsisten dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan, yang telah mendorong peningkatan disiplin dan kinerja secara keseluruhan. Kepala Desa dinilai berhasil dan amanah dalam menjalankan tugasnya, serta efektif dalam mendorong kedisiplinan dan meningkatkan kualitas pelayanan melalui kepatuhan terhadap kebijakan organisasi. Ketepatan Waktu Penyelesaian Pekerjaan Berdasarkan hasil wawancara dengan sepuluh informan di Kantor Desa Lumbang. Kecamatan Muara Uya. Kabupaten Tabalong, dapat disimpulkan bahwa peran Kepala Desa dalam meningkatkan ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan oleh perangkat desa sangat berperan. Kepala Desa telah menetapkan struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas untuk memastikan setiap perangkat desa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Meskipun belum ada sistem sanksi atau penghargaan yang diterapkan, semangat dan motivasi yang diberikan Kepala Desa telah mendorong perangkat desa untuk menyelesaikan tugas mereka dengan baik dan sesuai target. Para informan mengakui bahwa kebijakan ini telah berdampak positif pada kualitas pelayanan dan menunjukkan kepemimpinan yang efektif dan dapat dipercaya dalam pengelolaan tugas di desa. Proses Pembinaan Berdasarkan hasil wawancara dengan sepuluh informan di Kantor Desa Lumbang. Kecamatan Muara Uya. Kabupaten Tabalong, dapat disimpulkan bahwa peran Kepala Desa dalam proses pembinaan perangkat desa berperan signifikan dalam meningkatkan disiplin kerja. Kepala Desa secara konsisten memberikan contoh teladan yang baik, seperti kedisiplinan waktu dan sikap adil terhadap bawahan. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Meskipun pembinaan dan arahan yang lebih intensif, sebagian besar mengakui bahwa Kepala Desa telah berhasil menciptakan suasana kerja yang positif dan memotivasi perangkat desa untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Keseluruhan, proses pembinaan yang dilakukan oleh Kepala Desa dikategorikan efektif dalam mendorong disiplin kerja perangkat desa. Proses Pengawasan Berdasarkan hasil wawancara dengan sepuluh informan di Kantor Desa Lumbang. Kecamatan Muara Uya. Kabupaten Tabalong, dapat disimpulkan bahwa peran Kepala Desa dalam proses pengawasan terhadap perangkat desa dikategorikan cukup berperan. Kepala Desa telah memantau dan menilai kinerja perangkat desa, memastikan mereka melaksanakan tugas dengan baik dan disiplin dalam waktu Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai konsistensi dan frekuensi pengawasan, secara umum Kepala Desa dianggap telah memberikan pengawasan yang memadai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan kepada masyarakat. Tabel 2 Rekapitulasi Hasil Wawancara Terhadap Semua Indikator Indikator Kategori Taat kepada kebijakan organisasi Sangat Berperan Ketepatan waktu Beperan Proses pembinaan Berperan Proses pengawasan Cukup Berperan Sumber: diolah peneliti, 2024 JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Hasil Beperan Berdasarkan hasil rekapitulasi jawaban hasil wawancara diatas maka dapat diketahui bahwa dari indikator taat kepada kebijakan organisasi, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, proses pembinaan dan proses pengawasan dapat di kategorikan berperan. Dari hasil keseluruhan dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa di kantor desa lumbang kecematan muara uya kabupaten tabalong dikategorikan berperan. Kendala yang Dihadapi Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Lumbang Kurangnya Pengawasan Berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai informan, dapat disimpulkan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Desa terhadap perangkat desa masih dianggap kurang memadai. Meskipun Kepala Desa melakukan pengawasan dan memantau kinerja perangkat desa, pengawasan ini dilakukan secara tidak konsisten dan hanya sesekali. Banyak informan menyebutkan bahwa Kepala Desa sering berada di luar kantor untuk keperluan lain, yang mengakibatkan pengawasan terhadap disiplin waktu dan penyelesaian pekerjaan tidak maksimal. Akibatnya, terdapat kekurangan dalam disiplin kerja perangkat desa yang mempengaruhi ketepatan waktu penyelesaian tugas. Oleh karena itu, peran kepemimpinan Kepala Desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa dari indikator kurangnya pengawasan dapat dikategorikan cukup berperan, namun memerlukan peningkatan konsistensi dan frekuensi pengawasan untuk hasil yang lebih optimal. Belum adanya Ketegasan Berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai informan, dapat disimpulkan bahwa Kepala Desa belum menunjukkan ketegasan yang memadai dalam penegakan disiplin terhadap perangkat desa. Selama ini. Kepala Desa hanya memberikan teguran verbal tanpa adanya tindakan tegas ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB seperti pemberian sanksi atau hukuman bagi perangkat desa yang tidak disiplin dalam waktu masuk dan pulang kerja. Kurangnya ketegasan ini terlihat dari tidak adanya sanksi formal atau tindakan disipliner yang diterapkan terhadap pelanggaran aturan. Oleh karena itu, meskipun Kepala Desa berperan dalam memantau dan menegur perangkat desa, ketegasan dalam penegakan disiplin masih diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin kerja perangkat desa. Kurangnya Sarana dan Prasana Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan, terdapat indikasi bahwa Kepala Desa telah memberikan sarana dan meningkatkan disiplin kerja perangkat desa, namun masih terdapat kekurangan yang signifikan dalam hal ini. Meskipun beberapa informan mengungkapkan bahwa sarana dan prasarana yang ada sudah memadai, terdapat juga pengakuan akan kekurangan, seperti kebutuhan akan komputer khusus untuk mengoperasikan aplikasi desa yang masih belum terpenuhi. Kekurangan sarana ini berdampak pada proses pelayanan yang menjadi lambat dan menghambat efektivitas kerja perangkat Oleh karena itu, meskipun ada usaha untuk menyediakan sarana dan prasarana, masih ada kebutuhan untuk melengkapi kekurangan tersebut agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih baik dan tepat waktu. Pembahasan Berdasarkan hasil jawaban wawancara tersebut serta dari pengamatan penulis, maka penulis menyimpulkan atau membahas dengan dukungan teori (Mintzberg, 1. yaitu peran pribadi, peran pembuatan keputusan dan peran sumber informasi yang menjadi tolak ukar untuk mengetahui dan menganalisis Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong sebagai berikut : JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Lumbang Taat Kepada Kebijakan Organisasi . Peran Pribadi: Kepala Desa Lumbang menunjukkan peran pribadi yang sesuai dengan teori (Mintzberg, 1. Kepemimpinan Kepala Desa terbukti efektif dalam menegur pelanggaran kedisiplinan dan menetapkan kebijakan perangkat desa. Hal ini sejalan dengan (Sutrisno, (Wahjosumidjo, mencapai tujuan organisasi. Peran Pembuatan Keputusan: Kepala Desa juga berperan dalam pembuatan keputusan sesuai teori (Mintzberg, 1. dan pendapat (Simon, 1. Keputusan kebijakan tentang disiplin dan pelayanan yang diambil oleh Kepala Desa membantu memastikan bahwa perangkat desa taat dan disiplin, mendukung efektivitas organisasi. Peran Sumber Informasi: Kepala Desa berperan sebagai sumber informasi yang mendukung disiplin kerja perangkat Sesuai dengan teori (Kartono, 2. dan (Siagan, 2. Kepala Desa menyediakan kebijakan dan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan kedisiplinan, membangun jaringan komunikasi, dan memberikan arahan yang jelas. Ketepatan Waktu Penyelesaian Pekerjaan . Peran Pribadi: Kepemimpinan Kepala Desa Lumbang sesuai dengan teori (Mintzberg, 1. dan didukung oleh (Tead, 1. serta (Fahmi, 2. Kepala Desa efektif dalam mendorong pekerjaan tepat waktu, sesuai dengan kemampuan dan tugas masing-masing, yang meningkatkan disiplin kerja. Peran Pembuatan Keputusan: Kepala Desa berperan dalam pembuatan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB keputusan sesuai teori (Mintzberg, 1. dan (Simon, 1. Keputusan dalam penugasan dan pembagian tugas menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, meningkatkan disiplin dan efisiensi. Peran Sumber Informasi: Kepala Desa berfungsi sebagai sumber informasi, sesuai teori (Mintzberg, 1. dan (Weschler, 1. Kepala Desa menyampaikan informasi yang jelas mengenai tugas dan tenggat waktu, serta memantau penyelesaian tugas, sehingga memastikan pekerjaan selesai tepat Proses Pembinaan . Peran Pribadi: Kepala Desa Lumbang menunjukkan peran pribadi yang sesuai dengan teori (Mintzberg, 1. dan (Tead, 1. Kepala Desa memberikan contoh teladan, seperti disiplin waktu, untuk meningkatkan disiplin kerja perangkat desa. Pembinaan dengan contoh yang baik meningkatkan kepatuhan perangkat desa terhadap . Peran Pembuatan Keputusan: Kepemimpinan Kepala Desa dalam proses pembinaan juga sejalan dengan teori (Mintzberg, 1. dan (Simon, 1. Kepala Desa membuat keputusan yang mendukung pembinaan dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan harmonis. Ini membantu perangkat desa mengikuti contoh tersebut dan meningkatkan kinerja . Peran Sumber Informasi: Sesuai dengan teori (Mintzberg, 1. Kepala Desa Lumbang berfungsi sebagai sumber informasi yang memotivasi perangkat desa dengan memberikan arahan yang jelas dan membangun suasana kerja yang baik. Ini membantu perangkat desa dalam disiplin kerja dan meningkatkan kualitas layanan. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Proses Pengawasan . Peran Pribadi: Kepala Desa Lumbang dengan teori (Mintzberg, 1. dan (Fahmi, 2. Kepala Desa melakukan kontrol terhadap tugas perangkat desa, bertujuan untuk memastikan tanggung jawab mereka. Meskipun ada upaya pengawasan, kepala desa masih perlu meningkatkan frekuensi dan konsistensi pengawasan, karena sering ada keperluan luar yang mengganggu . Peran Pembuatan Keputusan: Sesuai dengan teori (Mintzberg, 1. dan (Simon, 1. Kepala Desa membuat keputusan terkait pengawasan untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Meskipun peran pengawasan sudah ada, ada kebutuhan untuk peningkatan pengawasan agar semua perangkat desa dapat bertanggung jawab dengan . Peran Sumber Informasi: Kepala Desa berfungsi sebagai sumber informasi untuk pengawasan, sesuai dengan teori (Mintzberg, 1. dan (Yohanes, 2. Pengawasan bertujuan memastikan bahwa perangkat desa melaksanakan tugas sesuai kebijakan. Peran ini sudah cukup berfungsi, tetapi konsistensi dan ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih baik. Kendala yang Dihadapi Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Lumbang Kurangnya Pengawasan Dari wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa sudah berperan. Terdapat masih ada kendala seperti kurangnya pengawasan yang dilaksanakan oleh kepala ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB desa dalam meningkatkan disiplin kerja desa. Pengawasan dilakukan kepala desa harus ditingkatkan lagi karena pengawasan tersebut hanya dilaksanakan sewaktu-waktu saja tidak setiap hari karena kepala desa sering ada keperluan diluar kantor, pengawasan tersebut penting dilakukan kepada perangkat desa agar bisa mengontrol dan mengawasi apakah perangkat desa menyelsaikan pekerjaan tepat waktu dan disiplin waktu masuk kerja dan pulang Belum adanya Ketegasan Dari wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat sudah berperan. Masih ada kendala seperti belum adanya ketegasan misalnya ada perangkat desa tidak disiplin waktu masuk kerja dan pulang kerja kepala desa hanya memberikan teguran saja tetapi belum ada ketegasan seperti sanksi yang diberikan kepala desa kepada perangkat desa yang sudah melanggar. Kurangnya Sarana dan Prasana Dari wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa sudah berperan. Kendala yang dihadapi pemerintah desa yaitu masih membutuhkan sebuah komputer yang khusus digunakan untuk memberikan pelayanan yang baik dan tepat waktu. Agar ini tidak menjadi penghambat lambatnya pelayanan yang diberikan perangkat desa kepada masyarakat. Berdasarkan Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa Di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong dari indikator Taat kepada kebijakan ketepatan waktu pekerjaan, proses pengawasan, proses pembinaan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 dan beberapa kendalanya seperti kurangnya pengawasan, belum adanya ketegasan dan kurangnya sarana dan prasarana dapat di kategorikan sudah berperan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong, dengan menggunakan Teknik Pengumpulan Data. Observasi. Wawancara dan Dokumentasi maka dapat disimpulkan bahwa : Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Perangkat Desa di Kantor Desa Lumbang Kecematan Muara uya Kabupaten Tabalong dapat dikategorikan berperan cukup baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh Kepala Desa dalam Meningkatkan disiplin kerja perangkat desa di kantor desa Lumbang Kecematan Muara Uya Kabupaten Tabalong, masih ada beberapa kendalanya seperti kurangnya pengawasan, belum adanya ketegasan dan kurangnya sarana dan prasarana. SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan peneliti maka saran yang perlu disampaikan sebagai berikut : Diharapkan kepada Kepala Desa agar lebih tegas lagi dalam memberikan hukuman yang lebih berat kepada perangkat desa yang tidak mentaati peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dan diharapkan juga Kepala Desa bisa menerapkan bentuk-bentuk disiplin kerja agar perangkat desanya Taat kepada kebijakan organisasi dan tepat waktu menyelesaikan Kepala desa harus mengoptimalkan perannya serta mampu memberi sebuah pengaruh dan mampu meningkatkan perannya dalam memberi semangat kepada pegawainya, namun tidak hanya memberi semangat tapi kepala desa mampu memberi contoh teladan ataupun sebagai panutan untuk pegawainya. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Pada setiap pegawai disarankan untuk lebih meningkatkan disiplin kerja dalam dirinya, mau itu datang dan pulang tepat pada waktunya, hal tersebut untuk menumbuhkan keunggulan kinerja pegawai. DAFTAR PUSTAKA