JIEOM Vol. No. DESEMBER 2024 ISSN: 2620-8184 https://ojs. uniska-bjm. id/index. php/jieom/index ANALISIS TATA LETAK PADA PT. BOGOR KOPI INDONESIA MENGGUNAKAN ACTIVITY RELATIONSIHP CHART (ARC) DAN TOTAL CLOSENESS RATING (TCR) LAYOUT ANALYSIS AT PT. BOGOR KOPI INDONESIA USING ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC) AND TOTAL CLOSENESS RATING (TCR) Muhammad Yunus Fauzan. Muhammad Alcaritzy Ahmadi. Novi Fitriani. Nadhira Nur Shalihah. Farrel Ziyad Zulfikar. Sanitianing Anggraini. Khoirul Aziz Husyairi Sekolah Vokasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Jawa Barat email: muhammadyunus@apps. id, alcaahmadi@apps. id, novifitriani@apps. shalihah@apps. id, farrelzulfikar@apps. id, sanitianing@apps. khoirulaziz@apss. Received: 11 Nov 24 Accepted: 30 Nov 24 Published: 12 Des 24 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata letak alternatif yang lebih baik untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dan distribusi di PT. Bogor Kopi Indonesia, serta dapat menghemat waktu dan biaya operasional. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan Data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur yang relevan untuk studi kasus. Metode penelitian yang digunakan yaitu Activity Relationship Chart (ARC). Total Closeness Rating (TCR), dan Layout Solution digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ruang quality control merupakan fasilitas utama yang perlu diprioritaskan. Hal ini dibuktikan dengan nilai TCR tertinggi dibanding fasilitas lainnya yaitu sebesar 387. Nilai TCR terendah berada pada fasilitas toilet. Layout alternatif yang diusulkan memprioritaskan ruang quality control, ruang grading, dan ruang packing, serta penempatan ruangan lainnya untuk meningkatkan efisiensi Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perubahan tata letak yang dapat meningkatkan dan memaksimalkan aliran produksi. Kata Kunci: Activity Relationship Chart. Total Closeness Rating. Tata Letak Abstract This study aims to design a better alternative layout to improve the efficiency of the production and distribution process at PT Bogor Kopi Indonesia, and to save time and operational costs. The data sources used are primary data and secondary data. Primary data obtained from observations and interviews. Secondary data obtained from various relevant literature for case studies. The research methods used are Activity Relationship Chart (ARC). Total Closeness Rating (TCR), and Layout Solution used to analyze data. The results showed that the quality control room is the main facility that needs to be prioritized. This is evidenced by the highest TCR value compared to other facilities which is 387. The lowest TCR value is in the toilet facility. The proposed alternative layout prioritizes the quality control room, grading room, and packing room, as well as the placement of other rooms to improve operational efficiency. This research provides recommendations for layout changes that can improve and maximize production flow. Keywords: Activity Relationship Chart. Total Closeness Rating. Layout DOI: http://dx. org/10. 31602/jieom. How to cite: Fauzan. Ahmadi. Fitriani. Shalihah. Zulfikar. Anggraini. , & Analisis Tata Letak Pada PT. Bogor Kopi Indonesia Menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR). Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM), 7. , 188-196. Muhammad Yunus Fauzan: Analisis Tata Letak Pada A JIEOM Vol. No. DESEMBER 2024 ISSN: 2620-8184 https://ojs. uniska-bjm. id/index. php/jieom/index PENDAHULUAN Industri kopi khususnya perusahaan roaster di Indonesia menghadapi persaingan ketat dan permintaan pasar yang terus meningkat. Mempertahankan kualitas produk dan memastikan efisiensi operasional sangatlah penting. kualitas produk kopi tidak hanya bergantung pada bahan baku, melainkan juga pada setiap proses produksi yang saling berkaitan, mulai dari pemilihan biji kopi hingga pengemasan dan fasilitas perusahaan. Gudang merupakan salah satu fasilitas pendukung yang berperan penting dalam menjadi kualitas produk akhir (Rahmadani, 2. Setiap perusahaan manufaktur, baik skala besar, menengah, maupun kecil, memerlukan gudang untuk menyimpan bahan baku, barang setengah jadi, dan produk jadi (Johan & Suhanda, 2. Dalam mendukung rangkaian proses fasilitas dalam gudang diperlukan perancangan tata letak yang baik dan tepat. Tata letak adalah perencanaan yang melibatkan keputusan tentang penyusunan dan penataan pusat aktivitas yang dibutuhkan oleh setiap fasilitas dengan berbagai macam proses (Krajewski. Ritzman, & Malhotra, 2. Tata letak merupakan keputusan penting yang menunjukkan efisiensi operasi dalam jangka panjang (Wibowo. Nurcahyo, & Khairunnisa 2. Efisiensi opersional menjadi salah satu faktor agar perusahaan dapat menjaga konsistensi kualitas dan kuantitas produksi. Salah satu faktor utama dalam mencapai efisiensi ini adalah tata letak. Tata letak yang dirancang dengan baik diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian perusahaan, terutama dalam hal efisiensi pemanfaatan gudang dan biaya penanganan material (Irawan dkk, 2. Efisiensi dan efektivitas tata letak dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya serta beradaptasi dengan berbagai perubahan (Sarihati & Lazaref, 2. PT. Bogor Kopi Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kopi yang terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses produksinya. Tata letak guda yang kurang optimal sering kali menyebabkan aliran kerja yang kurang efisien, sehingga menghambat pencapaian target produksi. Tata letak gudang pada PT. Bogor Kopi Indonesia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata letak gudang di PT. Bogor Kopi Indonesia agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam perpindahan bahan baku. Perancangan tata letak yang optimal, dapat meminimalkan aliran bahan baku satu proses ke proses lainnya sehingga waktu dan biaya perpindahan dapat efisien. Optimalisasi ini akan mempertimbangkan keterkaitan antar ruang. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Bogor Kopi Indonesia dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan salah satu staff perusahaan dan melakukan observasi lokasi yang akan diteliti. Data sekunder diperoleh dari literatur atau jurnal yang relevan dengan penelitian. Data yang telah diperoleh, dibuat layout awal dan dilakukan evaluasi secara berulang sebelum ditetapkannya metode ARC dan TRC. Metode analisis data menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC). Total Closeness Rating (TCR), dan Layout Solution. Activity Relationship Chart (ARC) merupakan alat yang membantu dalam merancang tata letak ARC menggambarkan hubungan antar kegiatan yang dikelompokkan, sehingga dapat diketahui bagaimana keterkaitan antar antar kegiatan dan apa yang perlu dipenuhi Muhammad Yunus Fauzan: Analisis Tata Letak Pada A JIEOM Vol. No. DESEMBER 2024 ISSN: 2620-8184 https://ojs. uniska-bjm. id/index. php/jieom/index dalam rancangan tata letak. Berikut tingkat penilaian kode kedekatan yang dapat dijadikan acuan (Tiyatna et al. , 2. Tabel 1. Kode Nilai dan Hubungan Kedekatan Kode Keterangan Mutlak perlu, berdekatan Sangat penting, berdekatan Penting, berdampingan Biasa, kedekatanya dimana saja tidak masalah Tidak perlu adanya keterkaitan georafis apapun Tidak diinginkan kegiatan tersebut berdampingan Nilai Total Closeness Rating (TCR) yang digunakan untuk menilai tingkat hubungan antara berbagai ruang atau fasilitas yang terdapat dalam ARC (Permata 2. Semakin tinggi nilai TCR, semakin erat hubungan antar aktivitas yang dihasilkan. Layout adalah suatu perencanaan yang melibatkan keputusan mengenai penyusunan dan penataan tata letak dari suatu pusat aktivitas. (Krajewski. Ritzman, & Malhotra, 2016. Layout Solution merupakan representasi dari tahap analisis pada Activity Relationship Chart (ARC) serta nilai Total Closeness Rating (TCR). Layout solution tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika tetapi juga efektivitas dan kemudahan navigasi untuk HASIL DAN PEMBAHASAN Layout Awal Layout adalah salah satu komponen penting dari faktor efisiensi kinerja perusahaan. Salah satu cara perusahaan membantu operasinya berjalan lancar adalah dengan menyediakan tata letak yang sesuai. Kinerja bisnis termasuk banyak hal, termasuk biaya, penanganan material, pekerjaan dalam proses, inventory, waktu tunggu, produktivitas, dan kinerja pengiriman (Yulia & Cahyana 2. Layout yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi dengan mengurangi jarak perpindahan material dan biaya penanganan material serta meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Hasil kunjungan langsung ke PT Bogor Kopi Indonesia menunjukkan bahwa ada banyak fasilitas seperti kantor . Toilet. Ruang Karyawan (Employee Loung. Ruang Grading (Grading Roo. Ruang Quality Control (Quality Control Roo. Ruang Packing (Packing Roo. Area Bongkar Muat (Loading Doc. Area Penerimaan dan Pengiriman (Receiving and Shipping Are. Ruang Sortir (Sorting Roo. Ruang Penyimpanan (Storage Roo. Muhammad Yunus Fauzan: Analisis Tata Letak Pada A JIEOM Vol. No. DESEMBER 2024 ISSN: 2620-8184 https://ojs. uniska-bjm. id/index. php/jieom/index Gambar 1. Layout Awal PT. Bogor Kopi Indonesia Keterangan: Kantor (Offic. Toilet Ruang Karyawan (Employee Loung. Ruang Grading (Grading Roo. Ruang Quality Control (Quality Control Roo. Ruang Packing (Packing Roo. Area Bongkar Muat (Loading Doc. Area Penerimaan dan Pengiriman (Receiving and Shipping Are. Ruang Sortir (Sorting Roo. Ruang Penyimpanan (Storage Roo. Activity Reliationship Chart (ARC) Peta Hubungan Aktivitas (ARC) adalah alat praktis untuk merencanakan tata letak fasilitas atau perusahaan. Hubungan ini didasarkan pada tingkat antar aktivitas sehingga menghasilkan tata letak yang optimal dan efisien (Jamalludin et al. , 2. Hasil analisis ARC diharapkan dapat memberikan rekomendasi tata letak yang lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Proses produksi harus terdapat hubungan keterkaitan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya yang dianggap penting dan selalu diletakkan berdekatan demi kelancaran aktivitas proses produksi. Hubungan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Muhammad Yunus Fauzan: Analisis Tata Letak Pada A JIEOM Vol. No. DESEMBER 2024 ISSN: 2620-8184 https://ojs. uniska-bjm. id/index. php/jieom/index Gambar 2. Activity Relationship Chart (ARC) PT. Bogor Kopi Indonesia Hasil ARC diatas menunjukkan kedekatan berbagai fasilitas dengan ditandai kode pada setiap fasilitas. Terlihat bahwa kantor memiliki kedekatan mutlak berdekatan dengan ruang karyawan karena memiliki kode kedekatan A. Area penerimaan dan pengiriman memiliki nilai kode kedekatan E dengan ruang sortir membuat kedekatan ruangan tersebut sangat penting. Ruang grading penting berdekatan dengan ruang penyimpanan karena memiliki nilai kode kedekatan I. Ruang grading dengan area bongkar muat karena memiliki nilai kode kedekatan O yang berarti biasa saja. Ruang karyawan tidak perlu berdekatan dengan ruang packing karena memiliki nilai kode kedekatan U yang berarti tidak perlu ada kaitan geografis apapun. Toilet tidak diinginkan berdekatan dengan ruang quality control karena memiliki kode ketekatan X. Hal tersebut berlaku bagi nilai kode kedekatan lainya yang berkesinambungan. Total Closeness Rating Total Closeness Rating merupakan alat analisis yang berisi suatu kode yang berfungsi untuk menunjukkan kedekatan hubungan antar ruang (Fajarika et al. , 2. Data yang telah diolah dengan metode Activity relationship chart selanjutnya dijumlahkan, bobot nilai dari setiap kedekatan ruang yang akan menghasilkan nilai total closeness rating (Andini & Hartati, 2. Tabel 1. Total Closeness Rating (TCR) PT. Bogor Kopi Indonesia Nilai Ruang Perhitungan TCR TCR Kantor 4,5,6 ,8,10 Muhammad Yunus Fauzan: Analisis Tata Letak Pada A JIEOM Vol. No. DESEMBER 2024 ISSN: 2620-8184 https://ojs. uniska-bjm. id/index. php/jieom/index Toilet 4,5,6,7,9, Ruang Karyawan 6,7,9 1 . Ruang Grading 5,6,9 1,10 3 . Ruang Quality Control 4,6,9,1 Ruang Packing 5,4,10 3 . Area Bongkar Muat 5,6,9 Area Penerimaan Pengiriman 7,10 4,5,6, 2 . Ruang Sortir 4,5,10 1,7,8 Ruang Penyimpana 5,6,8,9 1,4,7 Hasil analisis perhitungan Total Closeness Rating (TCR) menunjukkan bahwa ruang quality control merupakan fasilitas utama yang perlu diprioritaskan. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan TCR sebesar tertinggi yaitu 387. Ruang quality control diprioritaskan untuk ditempatkan dilokasi strategis dan mudah diakses karyawan. Selanjutnya penting untuk menempatkan ruangan lain dengan nilai A terhadap ruang quality control agar ruangan saling berdekatan dan melancarkan aliran produksi dan memudahkan proses operasional. Nilai TCR yang rendah seperti ruang karyawan sebaiknya tidak ditempatkan dengan ruang quality control atau ruangan dengan nilai ketegori A. Ruang karyawan dapat ditempatkan dengan area penerimaan dan pengiriman. Dengan menerapkan strategi penempatan yang optimal berdasarkan hasil TCR tersebut. PT. Bogor Kopi Indonesia dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Layout Solution Layout Solution adalah cara untuk mendapatkan alternatif tata letak dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR) dari hasil. Tujuan solusi tata letak adalah untuk meningkatkan efisiensi kegiatan operasional PT. Bogor Kopi Indonesia. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan untuk PT Bogor Kopi Indonesia, berikut adalah desain layout solution. Muhammad Yunus Fauzan: Analisis Tata Letak Pada A JIEOM Vol. No. DESEMBER 2024 ISSN: 2620-8184 https://ojs. uniska-bjm. id/index. php/jieom/index Gambar 3. Layout Solution PT. Bogor Kopi Indonesia Keterangan: Kantor (Offic. Toilet Ruang Karyawan (Employee Loung. Ruang Grading (Grading Roo. Ruang Quality Control (Quality Control Roo. Ruang Packing (Packing Roo. Area Bongkar Muat (Loading Doc. Area Penerimaan dan Pengiriman (Receiving and Shipping Are. Ruang Sortir (Sorting Roo. Ruang Penyimpanan (Storage Roo. Penataan ruangan di PT. Bogor Kopi Indonesia kini memberikan perubahan yang strategis dan menguntukan bagi karyawan. dengan menggunakan tata letak yang baru memungkinkan para pekerja untuk lebih mudah dan cepat dalam mengambil dan menyimpan produk, sehingga meningkatkan efisiensi. Menggunakan kedekatan tata letak ruangan yang telah ditetunkan keuntungan sangat dirasakan oleh karyawan, karena tenaga yang dikeluarkan menjadi lebih hemat. Aliran produksi yang cepat dan efisien membuat waktu proses produksi terpangkas dan memberikan keuntungan bagi PT. Bogor Kopi Indonesia. Muhammad Yunus Fauzan: Analisis Tata Letak Pada A JIEOM Vol. No. DESEMBER 2024 ISSN: 2620-8184 https://ojs. uniska-bjm. id/index. php/jieom/index KESIMPULAN Desain ulang tata letak menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR) di PT. Bogor Kopi Indonesia berhasil mengidentifikasi kebutuhan prioritas dalam hal meningkatkan efisiensi operasional. Analisis menunjukkan bahwa nilai TCR dari ruang kontrol kualitas adalah yang paling optimal . Dengan demikian, area ini memiliki kepentingan utama dan harus terletak di tempat yang paling mudah diakses. Area kontrol kualitas, area penggolongan, dan area pengemasan semuanya dekat satu sama lain untuk meningkatkan alur proses produksi. Tata letak alternatif ini memperpendek jarak antara area penerimaan, area penyortiran, dan area penyimpanan untuk mengurangi interval waktu pergerakan Ruang karyawan dan toilet dulunya sangat dekat dengan area kegiatan operasional utama, tetapi dalam tata letak baru, keduanya telah dipindahkan jauh dari area utama operasi agar tidak mengganggu alur produksi. Perubahan semacam ini dikatakan dapat membantu meningkatkan waktu operasional PT. Bogor Kopi Indonesia, biaya penanganan material, dan efektivitas produksi secara keseluruhan. REFERENSI