Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Nomor 3. Volume 1. Tahun 2023 Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 3 Nomor 1. Februari Tahun 2023 Hal. 62 Ae 66 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ========================================================================= PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IMAM AL GHOZALI Siti Fatimah1. Siti Umi Hani2. Bunga Septria Vionita3 STAI Riyadhul Jannah Subang/Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Email: fatsifatfatimah@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendidikan islam menurut Imam Al Ghozali dan dapat menerapkannya dalam proses pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kepustakaan dengan mengumpulkan sumber data primer berupa buku, jurnal dan artikel mengenai topik pendidikan islam menurut Imam Al Ghozali, sumber yang diteliti yaitu sebanyak 5 jurnal, teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan teknik analisis datannya dengan cara metode analisis isi. Hasil dari penelitian bahwa pendidikan islam menurut Imam Al Ghozai yaitu menghilangkan ahklak buruk dan menanamkan ahklak yang baik yang dilakukan dengan sistematis untuk melahirkan perubahan pada tingkah laku manusia dan sentral dalam pendidikan menurut Imam Al Ghozali yaitu hati. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Imam Al Ghozali Abstract The purpose of this study is to find out Islamic education according to Imam Al Ghozali and to be able to apply it in the educational process. This study uses a descriptive method of literature study by collecting primary data sources in the form of books, journals and articles on the topic of Islamic education according to Imam Al Ghozali, the sources studied are as many as 5 journals, data collection techniques by means of documentation and data analysis techniques by means of content analysis methods. The results of the study that Islamic education according to Imam Al Ghozai is eliminating bad morals and instilling good morals which is carried out systematically to bring about changes in human behavior and central in education according to Imam Al Ghozali is the heart. Keywords: Islamic Education. Imam Al Ghozali PENDAHULUAN Manusia tidak dapat dipisahkan dari pendidikan, karena pendidikan merupakan salah satu kebutuhan bagi manusia baik itu dari segi sosial, pencerahan, sarana pertumbuhan yang mempersiapkan dan membukakan serta membentuk disiplin hidup untuk menjadikan manusia sebagai mahluk yang bertumbuh dan berkembang. Pendidikan merupakan suatu usaha untuk membimbing dan memberikan pertolongan yang diberikan dengan cara sadar dan sengaja oleh orang dewasa terhadap anak didik. Dan bertujuan supaya menjadi orang dewasa yang mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam artian mempunyai pengetahuan dan mental yang baik. Dengan demikian pendidikan berarti segala usaha untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani (Mustofa, 2. Tujuan dari pendidikan itu sendiri, yaitu berusaha membentuk pribadi yang berkualitas baik dalam aspek jasmani maupun aspek rohani, dan mempunyai peranan yang penting dalam Siti Fatimah, dkk. Pendidikan Islam A (JP-SA Vol. 3 No. Feb 2. membentuk manusia yang berkualitas, namun tidak hanya manusia yang berkualitas dalam aspek kognitif, apektif, dan psikomotor, tetapi juga dalam aspek spiritual (Muliati & Rezi, 2. Tetapi realitas yang terjadi di masyarakat, membuktikan bahwa pendidikan belum mampu menghasilakan manusia yang berkualitas atau anak didik yang berkualitas secara menyeluruh dalam berbagai aspek yang ada dalam tujuan pendidikan yang seharusnya. Cotohnya anak didik yang tawuran antar pelajar, rendahnya kedisiplinan, dan moral yang rendah. Zaman globalisasi, dimana manusia hidup pada masa transformasi yang begitu cepat dalam berbagai bidang, baik itu dalam bidang pendidikan, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Dalam situasi tersebut etika merupakan landasan utama dalam kehidupan manusia, karena kalau tidak demikian maka kehancuran akan melanda, baik itu pada generasi sekarang maupun generasi yang akan datang (Gunadi, 2. Penulis tertarik melakukan penelitian ini, karena pemikiran Imam Al Ghozali tentang pendidikan islam dapat dijadikan sebagai solusi terhadap persoalan-persoalan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mengangkat judul AuPendidikan Islam Ferspektif Imam Al GnozaliAy. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan solusi bagi pembaca terkait pendidikan islam menurut imam al ghozali yang sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pendidikan anak. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan . ibrary researc. Metode kepustakaan . ibrery researc. adalah penelitian kepustakaan yang dilaksanakan dengan membaca, menelaah, dan mencatan berbagai literatur atau bahan bacaan yang sesuai dengan pokok-pokok bahasan, kemudian di saring dan dituangkan dalam kerangka pemikiran secara teoritis (Kartono, 1. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa buku, jurnal dan situs internet yang terkait dengan topik yang sesuai dengan judul. Sumber data penelitian ini terdiri dari 5 jurnal tentang pendidikan islam menurut imam al ghozali. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dokumentasi atau mencari hal-hal yang berkaitan dengan variabel yang dibahas, baik berupa buku, jurnal dan artikel lainnya. Sedangkan teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode analisis isi, yang dilakukan dengan proses memilih, membandingkan, menggabungkan, dan memilih berbagai pengertian yang relevan dengan HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan menurut Imam Al Ghizali adalah menghilangkan akhlak yang buruk dan menanamkan akhlak yang baik (Dien, 2. Pendidikan merupakan proses kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk melahirkan sebuah perubahan pada tingahlaku manusia. Manurut pandanagan Imam Al Ghozali, pusat dalam pendidikan itu adalah hati, sebab hati merupakan esinsi dari manusia, karena substansi manusia bukanlah terletak pada unsur-unsur fisiknya, melainkan berada pada hatinya. Sehingga konsep pendidikan lebih diarahkan pada pembentukan akhlak yang mulia (Mahmud, 2. Konsep pendidikan menurut Imam Al Ghozali dapat diketahui dengan cara memahami pemikirannya berkenaan dengan aspek pendidikan, yaitu tujuan pendidikan, kurikulum, hakikat dan peran pendidik, peserta didik, dan metode pembelajaran (Fadli, 2. Tujuan Pendidikan Tujuan pendidikan menurut Imam Al Ghozali akan dipengaruhi oleh filsafat hidup seseorang atau suatu negraa, ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Az Zariat ayat 56, yang artinya AuAku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Nomor 3. Volume 1. Tahun 2023 KuAy. Pandangan Imam Al Ghozali mengenai kehidupan selalu berorientasi kepada landasan islam yang bersumber pada wahyu, akal, dan pendektan dirinya kepada sufi, yang dimana itu bertujuan untuk menjadikan kesempurnaan pada manusia di dunia dan di akhirat (Wiyono. Imam Al Ghozali dalam karangannya yaitu kitab Ihya AUlum Ad-Din, dijelaskan tentang tujuan pendidikan yang didasarkan untuk mencapai dua hal. Pertama, manusia sempurna yang mendekatkan diri kepada Allah AWT. Kedua, manusia sempurna yang mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat (Mahmud, 2. Kurikulum Kurikulum yaitu seperangkat ilmu yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik. Pendapat Imam Al Ghozali terhadap kurikulum dapat dilihat dari pandanganya mengenai ilmu pengetahuan yang dibagi dalam berbagai sudut pandang (Daulay, 2. Imam Al Ghozali membagi ilmu pengetahuan menjadi dua periode, yaitu. Periode pertama adalah ketika beliau mengacu pada pendapat para filsuf dalam penjenisan ilmu seperti dalam buku AuMaqasid Al-Falasifah dan Marij AshShalihinAy yaitu ilmu dibagi menjadi ilmu yang bersifat teoritis dan praktis. Periode kedua ialah ketika beliau meneliti jiwa sebagai subtansi dan meneliti sifat keadaannya, yang dijelaskan dalam kitab Ihya AUlum Ad-Din yang mencerminkan kematangan berpikir Imam Al Ghazali dan kecenderungan untuk mengadakan sintesis dan penyelarasan diantara berbagai aliran. Dari kedua periode ilmu pengetahuan tersebut. Imam Al Ghazali membagi lagi menjadi dua bagian yang dilihat dari kepentingannya, yaitu: . Ilmu fardhu . yang harus diketahui oleh semua orang Muslim, yaitu ilmu agama. Ilmu fardhu kifayah yang dipelajari oleh sebagian Muslim untuk memudahkan urusan duniawi, seperti : ilmu ekonomi, kedokteran, teknik, ilmu pertanian dan industri. Hakikat dan Peran Pendidik Imam Al Ghazali memandang bahwa pekerjaan mengajar adalah pekerjaan yang paling mulia dan merupakan jabatan yang paling terhormat dan menempatkan kedudukan guru dalam barisan para nabi. Dalam hal misinya sebagai seorang yang menyampaikan dan menjelaskan kebenaran kepada manusia sehingga ditinjau dari segi misinya hakikat guru menurut Imam Al Ghazali yakni mengajak ke jalan Allah SWT dengan mengajarkan ilmu pengetahuan serta menjelaskan kebenaran kepada manusia (Suriadi & Supriyatno, 2. Imam Al Ghazali berpendapat bahwa seorang guru yang dapat dibebani tugas mengajar selain harus cerdas dan sempurna akalnya juga baik akhlak dan kuat fisiknya (Abuddin, 2. Selain itu, pendidik hendaknya juga memiliki sifat-sifat khusus dan tugas-tugas tertentu rasa kasih sayang dan simpatik, tulus dan ikhlas, jujur dan terpercaya, lemah lembut, berlapang dada, mengajar tuntas dan tidak pelit terhadap ilmu, serta mempunyai idealism (Mahmud, 2. Imam Al Ghazali juga mengemukakan kriteria guru yang professional yang sangat relevan dengan kompetensi guru yang telah ditetapkan dalam UU Sisdiknas tahun 2003 teantang kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Dimana kompetensi tersebut relevan dengan syarat guru yang dikemukakan oleh Imam Al Ghazali yaitu seorang guru harus mempunyai akal yang cerdas, akhlak yang sempurna, dan fisik yang kuat. Di sini, akuntabilitas tenaga edukatif secara professional sangat ditekankan dan kompetensi professional guru sangat ditekankan oleh Imam Al Ghazali dalam mendidik anak didik (Tholkhah & Barizi. Siti Fatimah, dkk. Pendidikan Islam A (JP-SA Vol. 3 No. Feb 2. Peserta Didik Imam Al Ghazali tidak pernah menggunakan istilah guru dan murid dalam arti keahlian atau akademis (Khan, 2. , dimana menurut Imam Al Ghazali seorang murid atau peserta didik adalah orang yang mempelajari ilmu pengetahuan berapapun usianya, darimanapun, siapapun, dalam bentuk apapun, dengan biaya apapun untuk meningkatkan intelektualitas dan moralnya dalam mengembangkan dan membersihkan jiwanya dan mengikuti jalan kebaikan. Imam Al Ghazali berpendapat bahwa, ketika menuntut ilmu peserta didik memiliki tugas dan kewajiban yaitu: Mendahulukan kesucian jiwa. Bersedia merantau untuk mencari ilmu pengetahuan. Jangan menyombongkan ilmunya apalagi menentang guru, dan Mengetahui kedudukan ilmu pengetahuan. Dengan tugas dan kewajiban tersebut diharapkan seorang peserta didik mampu untuk menyerap ilmu pengetahuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (Ismail, 2. Metode Pembelajaran Imam Al Ghazali tidak membahas secara khusus metode tertentu untuk suatu pengajaran dalam karya-karyanya terkait pendidikan, akan tetapi menetapkan metode khusus terhadap pengajaran agama dan pendidikan akhlak (Busroli, 2. Metode pendidikan agama menurut Al-Ghazali pada prinsipnya dimulai dengan hapalan dan pemahaman, kemudian dilanjutkan dengan keyakinan dan pembenaran, setelah itu penegakan dalil-dalil dan keterengan-keterangan yang menguatkan akidah. Dengan demikian metode mengajar Imam Al Ghazali tidak mengikuti aliran tertentu, tetapi berupa satu model yang diperoleh dari hasil pemikiran berdasarkan ajaran Islam (Al-Ghazali, n. Imam Al Ghazali berpendapat bahwa pendidikan agama harus mulai diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin. Sebab dalam tahun-tahun tersebut, seorang anak mempunyai persiapan menerima kepercayaan agama semata-mata dengan mengimankan saja dan tidak dituntut untuk mencari dalilnya. Sementara itu berkaitan dengan pendidikan akhlak, pengajaran harus mengarah kepada pembentukan akhlak yang mulia (Hasanah Putri Siregar, 2. Imam Al Ghazali mengatakan bahwa akhlak adalah suatu sikap yang mengakar di dalam jiwa yang akan melahirkan berbagai perbuatan baik dengan mudah dan gampang tanpa perlu pemikiran dan Selanjutnya, prinsip metodologi pendidikan modern selalu menunjukan aspek Suatu aspek menunjukan proses anak belajar dan aspek lainnya menunjukan aspek guru mengajar dan mendidik (Kholiq, 2. SIMPULAN Pendidikan menurut Imam Al Ghazali adalah menghilangkan akhlak yang buruk dan menanamkan akhlak yang baik. Dengan demikian pendidikan merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk melahirkan perubahan yang progresif pada tingkah laku Dalam pandangan Imam Al Ghazali, sentral dalam pendidikan adalah hati sebab hati merupakan esensi dari manusia karena substansi manusia bukanlah terletak pada unsur-unsur yang ada pada fisiknya, melainkan berada pada hatinya dan memandang manusia bersifat teosentris sehingga konsep tentang pendidikannya lebih diarahkan pada pembentukan akhlak yang mulia. Konsep pendidikan Imam Al Ghazali dapat diketahui dengan cara memahami pemikirannya berkenaan dengan berbagai aspek yang berkaitan dengan pendidikan yaitu: tujuan pendidikan, kurikulum, etika guru, dan etika murid, dan metode pembelajaran. SARAN Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian mengenai pendidikan islam ferspektif Imam Al Ghozali yang menghasilkan pengetahuan mengenai bagaimana pendidikan islam yang Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Nomor 3. Volume 1. Tahun 2023 dapat diterapkan diberbagai jenjang peendidikan dan dapat dijadikan landasan dalam proses Keterbatasan penulis dalam melakukan penelitian ini mungkin masih belum sempurna dan belum menyeluruh dalam membahas terkait pendidikan islam menurut imam al Untuk penelitian kedepannya diharapkan dapat jauh lebih sempurna dan menyeluruh dalam membahas terkait dengan penelitian menganai pendidikan islam menurut imam al ghozali. DAFTAR PUSTAKA