WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Penggunaan Metode Pembelajaran Berbasis Mind Mapping dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Swasta Karya Wisata I Putu Windu Mertha Sujana Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Universitas Pendidikan Ganesha mertha@undiksha. Satya Rakasiwi Purbowati Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Universitas Pendidikan Ganesha satyarakasiwipurbowati21@gmail. I Wayan Budiarta Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Universitas Pendidikan Ganesha budiarta@undiksha. Abstrak-Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini guna menganalisis bagaimana peningkatan hasil belajar siswa di SMAS Karya Wisata dengan menggunakan metode mind mapping, dengan jenis penelitian Mind mapping merupakan salah satu alternatif metose pembelajaran yang dipilih guru sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa dengan memperoleh suatu nilai merupakan pengertian daripada hasil belajar (Dimyati. Dkk, 2. Menurut Hamalik . Hasil belajar adalah perubahan sikap selama proses pembelajaran yang dilakukan oleh Menurut Penelitian yang telah dilaksanakan, berdasarkan analisis data dan kajian dalam pembahasan. Peneliti mengambil kesimpulan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran mind mapping di SMA Karya Wisata hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Kata Kunci: Mind Mapping, dan Hasil Belajar PENDAHULUAN Menurut Amin . Pendidikan Pancasila adalah suatu upaya dalam memiliki kesadaran bela negara, cinta terhadap bangsa dan negara dan dapat mengabdi sepenuhnya dalam upaya membangun bangsa dan negara sesuai dengan minat dan profesi yang dimiliki di masa yang akan datang. Sejalan dengan pendapat Sujana . bahwa fokus dari pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah bagaimana membentuk peserta didik menjadi Good and Smart Citizen (Warga negara yang baik dan cerda. artinya melalui proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, setiap peserta didik mengalami perkembangan bukan hanya secara akademik namun WIDYA ACCARYA 2025 perkembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Bahasan yang terdapat Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan begitu banyak dan komprehensif. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan rumpun dalam Ilmu Sosial, hal ini berarti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan juga mempelajari terkait isu-isu sosial dan materi- materi dalam keilmuan sosial. Namun pada saat ini dalam pengaplikasiannya Pendidikan Pancasila pengaplikasiannya materi hanya dikemas menggunakan konsep ceramah dan juga Terlebih Pendidikan Pancasila adalah mata pelajaran yang diwajibkan pada saat ini sehingga terkadang masih banyak kendala saat guru mengajar dengan . Tentu saja hal ini merupakan P a g e 127 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index tantangan besar bagi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membangun pengetahuan dan karkater siswa, terlebih dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang menjadi fokus pelaksanaannya adalah mengimplementasikan pengetahuan yang ia dapatkan di sekolah dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. Guru harus mampu mengenali karakteristik peserta didik dan menerapkan metode pembelajaran dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Swadarma . menjelaskan penggunaan citra visual dan grafis sebagai alat utama untuk menciptakan kesan yang Citra visual ini berfungsi untuk memudahkan siswa dalam menyimpan dan mengingat informasi dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. Selain itu, mind mapping juga berfungsi untuk merangsang kreativitas siswa, karena mengekspresikan ide-ide mereka dalam bentuk yang unik dan pribadi. Dengan cara ini, siswa tidak informasi, tetapi juga belajar untuk berpikir secara kreatif, mengembangkan solusi, serta menciptakan ide-ide orisinal yang bermanfaat dalam pembelajaran. Teknik ini juga memberikan keuntungan dalam meningkatkan daya ingat jangka panjang siswa, karena informasi yang disajikan dalam bentuk visual cenderung lebih mudah diingat daripada teks atau katakata saja. Ketika siswa melihat hubungan antara konsep-konsep yang satu dengan yang lainnya, mereka dapat lebih mudah mengingat dan mengasosiasikan informasi tersebut dalam konteks yang lebih luas. Dalam hal ini, mind mapping bukan hanya tentang menyusun catatan, tetapi juga tentang membangun struktur pemikiran yang lebih kompleks, yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih kreatif dan efisien. Dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang memanfaatkan metode mind mapping. WIDYA ACCARYA 2025 diharapkan siswa menjadi lebih mampu dalam berseskplorasi dalam meningkatkan kreatifitasnya, dengan metode dan susana belajar yang menarik siswa menjadi lebih pembelajaran, selain itu siswa diharapkan lebih mampu dalam mengingat materi yang diberikan sesuai dengan alur pikiran yang ia Siswa memiliki kebebasan dalam berkreasi dan mampu menggali informasi terkait materi yang sedang dipelari dalam proses belajar di kelas. Peneliti berharap dengan menggunakan mind mapping, dapat memahami secara mendalam dalam pikirannya, dengan demikian peserta didik mampu meningkatkan hasil belajarnya melalui proses memahami dan mencatat poin penting dalam topik bahasan materi Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang dilaksanakan di ruang kelas, yakni materi terkait Sistem Pemerintahan. II. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan dengan rinci dan akurat mengenai fenomena yang terjadi dalam situasi atau kondisi Dalam konteks penelitian ini, penulis bertujuan untuk menggambarkan bagaimana penerapan metode Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Adapun subjek penelitian dalam menggunakan subjek penelitian diantaranya yakni Guru dan Siswa yang ada di SMA SWASTA KARYA WISATA. Lokasi penelitian dilakukan di SMA SWASTA KARYA WISATA, karena masih banyaknya siswa yang hasil belajarnya belum sesuai dengan KKM yang Kemudian penerapan metode Mind Mapping ini, sehingga peneliti mengambil lokasi penelitian tersebut sebagai lokasi penelitian. Metode penelitian ini mengandalkan tiga teknik utama dalam pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi, dan studi P a g e 128 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index i. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan wawancara, dan analisis data terkait proses penerapan metode mind mapping di SMAS KARYA WISATA didapati hasil bahwa proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi perkembangan UUD 1945 dari masa ke masa di SMAS Karya Wisata berjalan efektif menggunakan metode mind Metode ini membantu siswa untuk Indonesia Namun, terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pembelajaran di kelas dan kurangnya fokus beberapa siswa selama kegiatan berlangsung. Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Penggunaan mind mapping dalam pembelajaran materi perkembangan UUD 1945 memiliki beberapa keunggulan. Guru memulai proses pembelajaran dengan memberikan penjelasan tentang garis besar sejarah perubahan UUD 1945, mulai dari masa awal kemerdekaan hingga era Selanjutnya, siswa diminta untuk membuat mind mapping yang memetakan perkembangan tersebut, termasuk latar belakang, isi perubahan, dan dampaknya Hal ini sesuai dengan teori Buzan . , yang menyatakan bahwa mind mapping mempermudah siswa untuk menjadi lebih sederhana dan terstruktur. Proses ini memungkinkan siswa memahami hubungan sebab- akibat antarperiode dalam sejarah UUD 1945. Selama menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyusun mind mapping. Mereka membagi materi menjadi beberapa cabang utama, seperti "Masa 1945-1959 (UUD 1945 Asl. ," "Masa (Dekrit Preside. ," "Masa 1966-1998 (Orde Bar. ," "Masa 1998-Sekarang (Era WIDYA ACCARYA 2025 Reformas. " Setiap cabang diisi dengan subkonsep, seperti latar belakang historis, tantangan politik, dan perubahan pasalpasal penting dalam UUD 1945. Kendala Mapping Penerapan Metode Mind Keunggulan dari mind mapping memvisualisasikan informasi. Dengan menggunakan warna, simbol, dan diagram, siswa dapat lebih mudah mengingat poinpoin penting. Misalnya, cabang tentang "Dekrit Presiden 5 Juli 1959" diberi warna merah untuk menandakan peristiwa penting yang mengembalikan pemberlakuan UUD Penekanan visual ini mendukung pandangan Novak dan Gowin . , yang menjelaskan bahwa representasi visual memperkuat memori jangka panjang dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap Namun, beberapa kendala ditemukan. Pertama, keterbatasan waktu menjadi salah satu Alokasi pembelajaran yang terbatas membuat siswa sering kali merasa terburu-buru dalam menyelesaikan mind mapping mereka. Guru harus memanfaatkan waktu dengan sangat efisien, termasuk membimbing siswa yang masih mengalami kesulitan. Kendala ini sesuai dengan pandangan Majid . , pembelajaran di kelas sering kali tidak mencukupi untuk menerapkan metode kreatif seperti mind mapping. Sebagai solusi, guru memberikan tugas lanjutan kepada siswa untuk menyelesaikan mind mapping di rumah. Kendala kedua adalah kurangnya fokus dari beberapa siswa selama proses Beberapa siswa terlihat asyik berbicara sendiri atau menggunakan waktu untuk hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan tugas mereka. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya motivasi intrinsik atau ketidaktertarikan pada materi. Wahyuni . menjelaskan bahwa keberhasilan metode pembelajaran sangat bergantung pada keterlibatan aktif siswa. P a g e 129 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Oleh karena itu, peran guru sebagai menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menarik perhatian siswa. Di SMAS Karya Wisata, guru berupaya mengatasi kendala ini dengan memberikan tantangan berupa penghargaan untuk mind mapping terbaik, sehingga siswa lebih termotivasi untuk berpartisipasi. Meskipun kendala, hasil evaluasi menunjukkan bahwa meningkatkan pemahaman siswa terhadap UUD Presentasi hasil mind mapping oleh siswa tidak hanya melatih keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka melalui penjelasan Guru juga menggunakan mind mapping sebagai alat evaluasi untuk menilai sejauh mana siswa memahami perubahan-perubahan penting dalam UUD Hal ini sesuai dengan pendapat Hay . , yang menegaskan bahwa mind mapping adalah alat evaluasi yang baik mengorganisasi dan memahami informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mind mapping memberikan dampak positif yang signifikan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAS Karya Wisata. Selain itu, metode ini juga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat kompleks, metode ini juga melatih keterampilan berpikir kritis. Untuk mengoptimalkan penerapan metode ini, beberapa saran diajukan. Pertama, alokasi waktu pembelajaran di kelas perlu diatur dengan lebih fleksibel, misalnya dengan mengurangi waktu untuk kegiatan yang kurang relevan. Kedua, guru dapat memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi mind mapping untuk mempercepat proses pembuatan peta konsep. Ketiga, pemberian pelatihan awal tentang teknik mind mapping kepada siswa akan sangat membantu, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan metode ini. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi WIDYA ACCARYA 2025 perkembangan UUD 1945 dari masa ke masa di SMAS Karya Wisata berjalan dengan baik menggunakan metode mind Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan kurangnya fokus beberapa siswa, metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Mind mapping memungkinkan siswa untuk sistematis dan kreatif, sehingga hubungan antarperistiwa sejarah dalam perkembangan UUD 1945 menjadi lebih jelas dan mudah Dengan adanya dukungan dari guru dan pengelolaan waktu yang lebih baik, metode ini dapat terus dioptimalkan pembelajaran di masa depan. Respon Siswa dan Guru terhadap Metode Pembelajaran Berbasis Mind Mapping Respon Siswa Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa siswa lebih menyukai pembelajaran Pendidikan Pancasila ketika menggunakan metode mind mapping. Sebanyak 15 siswa dari 20 siswa menyatakan bahwa metode ini membuat pelajaran lebih menarik karena memberikan ruang untuk kreativitas, baik dalam menyusun ide maupun dalam memvisualisasikan Misalnya, menggunakan warna, simbol, dan gambar untuk memetakan materi perkembangan UUD 1945, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup dan tidak monoton. Hal ini sangat berbeda dengan metode ceramah, yang menurut sebagian besar siswa sering kali Sebanyak 70% siswa mengungkapkan bahwa mereka cenderung kehilangan fokus saat pembelajaran dilakukan dengan metode Mereka merasa bahwa metode ini kurang melibatkan mereka secara aktif dan hanya menempatkan siswa sebagai penerima informasi pasif. Menurut Suyatno . , metode ceramah memang memiliki kelemahan dalam hal keterlibatan siswa, karena P a g e 130 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index siswa tidak diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Sebaliknya, metode mind mapping memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplorasi ide-ide mereka, sehingga mereka merasa lebih terlibat dalam proses belajar. Respon Guru Guru Pendidikan Pancasila di SMAS Karya Wisata juga memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan metode mind mapping. Mereka membantu menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan kolaboratif. Guru melihat bahwa siswa lebih aktif berdiskusi saat menyusun mind mapping, baik secara individu maupun dalam kelompok. Menurut Johnson dan Johnson meningkatkan keterampilan sosial pemahaman mereka terhadap materi. Selain mengungkapkan bahwa mind mapping adalah metode yang efektif untuk mengajarkan materi yang bersifat abstrak, seperti nilai-nilai Pancasila dan perkembangan UUD 1945. Guru merasa bahwa melalui visualisasi mind mapping, siswa dapat lebih mudah memahami hubungan antara peristiwa sejarah dan perubahan pasal dalam UUD 1945. Hay . juga mendukung pandangan ini, dengan menyebutkan bahwa mind mapping memfasilitasi pemahaman konsepkonsep pendekatan yang terstruktur dan menarik secara visual. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Metode Mind Mapping merupakan salah satu pendekatan yang sangat potensial untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Dengan metode ini, siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menganalisis materi secara WIDYA ACCARYA 2025 mandiri, yang memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih mendalam dan Proses pencarian masalah dan solusi dalam Mind Mapping mendorong siswa untuk berpikir secara kritis, ide-ide, sebelumnya mungkin terkesan abstrak. Keunikan Mind Mapping terletak pada fleksibilitasnya yang memungkinkan siswa menggunakan elemen kreatif seperti warna, simbol, gambar, dan kata-kata untuk mengekspresikan pemahaman mereka. Hal ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain Mind Mapping memfasilitasi kerja sama antar siswa. Dalam kegiatan ini, siswa memiliki peluang untuk berbagi peta pemikiran mereka dengan teman sekelas, memberikan umpan balik, serta berdiskusi untuk memperkaya perspektif mereka. Diskusi kelompok ini secara alami mengarah pada kolaborasi dan pengembangan keterampilan sosial, yang sejalan dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, kreatifitas, dan berpikir kritis. Dari hasil respon siswa dan guru, dapat disimpulkan bahwa metode mind mapping merupakan pendekatan yang efektif dan menarik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada materi perkembangan UUD 1945. Metode ini berhasil meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran yang sebelumnya dianggap membosankan, serta membantu mereka memahami materi dengan cara yang lebih kreatif dan visual. Guru juga merasa bahwa mind mapping mendorong interaksi dan kolaborasi yang lebih baik di kelas, sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih dinamis. Namun demikian, meskipun Mind Mapping memiliki banyak keuntungan, dalam implementasinya tidak jarang guru menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan yang paling sering muncul adalah kesulitan dalam mengatur koordinasi kelas, terlebih jika jumlah siswa yang terlibat cukup banyak. Dalam situasi seperti ini, perhatian siswa dapat terbagi-bagi, dan P a g e 131 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index memerlukan pengelolaan kelas yang lebih hati-hati agar proses pembelajaran tetap Keterbatasan waktu yang tersedia juga sering kali menjadi hambatan, karena siswa membutuhkan waktu yang cukup untuk menggali materi dan menyusun peta pemikiran dengan cermat dan efektif. Selain itu, meskipun sebagian besar siswa mungkin tertarik dengan metode ini, ada kalanya tidak semua siswa menunjukkan keterlibatan aktif yang diharapkan, baik karena kendala pribadi maupun ketertarikan yang berbeda-beda terhadap metode ini. Setiap metode pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing, dan keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Beberapa faktor yang turut menentukan efektivitas metode ini antara lain kualitas proses pembelajaran itu sendiri, sejauh mana siswa dapat terlibat secara aktif dan produktif, serta pengetahuan dasar yang mereka miliki terkait materi yang diajarkan. Selain itu, kemampuan guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan relevan serta keterampilan dalam mengelola dinamika kelas juga memainkan peran Dengan memperhatikan faktor- faktor ini, penerapan metode Mind Mapping di kelas dapat dimaksimalkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh dan efektif. Dengan menggunakan metode mind mapping, terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, maka peneliti menyarankan agar guru menerapkan metode mind mapping sebagai strategi pembelajaran yang dapat mendorong pemahaman dan pencapaian hasil belajar siswa dengan lebih efektif dan menyeluruh. Bagi Kepala sekolah diharapkan untuk mendukung implementasi metode mind mapping dalam kegiatan pembelajaran, dengan menyediakan sumber daya yang diperlukan, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan tujuan pendidikan dapat tercapai dengan lebih Bagi Orang tua diimbau untuk secara WIDYA ACCARYA 2025 perkembangan belajar anak di rumah, guna memastikan siswa memperoleh dukungan yang maksimal dan dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil belajarnya di luar jam sekolah. Bagi siswa peneliti mengharapkan dapat lebih teliti dan fokus dalam mengerjakan soal latihan serta lebih kreatif dalam mencatat materi pelajaran menggunakan metode mind mapping, agar mereka tidak hanya mudah mengingat informasi yang telah dipelajari, tetapi juga lebih mudah mengorganisir dan memahami materi secara mendalam. DAFTAR PUSTAKA