MADRASAH Journal On Education and Teacher Profesionalism VOL. 3 NO. 1 2025 HAL 22-40 Open Access: https://journal. id/index. php/madrasah POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI Gustiar Abduloh1. Abd. Muid N2. Badru Tamam3 1,2,3 Program Studi Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin. Universitas PTIQ Jakarta e-mail: mtbgustiar@gmail. com1, balesaloe@gmail. com2, badruc5@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel: Diterima: 08 Juli 2025 Direvisi: 20 Juli 2025 Disetujui: 27 Juli 2025 The conclusion of this study shows that there are fundamental differences between parenting West and East, namely. The West is based on the principle of child individualism, namely giving a lot of freedom to the growth and development of children in the hope of fostering discipline. While inparenting The East has a basic principle, namely the emotional attachment of parents to children, and all decisions in the family are generally made together, in this caseparentingThe East has the goal that there is a reciprocal relationship from children to parents. This research formulates by classifying the verses parenting based on the child's age approach, educational materials, and delivery methods used in the Qur'an. The results of the study indicate that the Qur'an pays great attention to child-rearing patterns through various examples such as the stories of the Prophet Ibrahim. Luqman al-Hakim, and the Prophet Ya'qub, as well as the use of effective and ethical communication in the parenting process. The main objective of this research is to explore and formulate the concept parenting contained in the Qur'an based on a thematic interpretation approach, by making Tafsyr al-Munyr by Wahbah az-Zuhaili as a primary source. The method used is descriptive qualitative with a thematic interpretation approach . This research has the same opinion with Abdullah Nasih 'Ulwan . Abdul Hafizh Suwaid . , and Dzakiyah Daradjat . The overall opinion is that the Islamic parenting pattern is a complete parenting based on the attitude and behavior of parents towards children from an early age in terms of educating, building, accustoming and guiding children to the maximum based on the Qur'an and Sunnah. This research also has different views with: Diana Baumrind . Maccoby and Martin . Laura Markham . all of these experts have a theory of child rearing patterns with the principle of individualism that emphasizes freedom. KEYWORDS Parenting. Interpretational al-Munyr Wahbah az-Zuhaili Parenting Patterns Family Education This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. KATA KUNCI ABSTRAK Parenting Tafsyr al-Munyr Wahbah az-Zuhaili Pola Asuh Anak Pendidikan Keluarga Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan yang mendasar antara parenting Barat dan Timur, yakni. Barat berprinsip pada individualisme anak yaitu memberikan banyak kebebasan terhadap tumbuh kembang anak dengan harapan menumbuhkan kedisiplinan. Sedangkan dalam parenting Timur memiliki prinsip mendasar yaitu keterikatan orang tua dengan anak Vol. 3 No. Juli 2025 Halaman | 22 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI CORRESPONDING AUTHOR Gustiar Abduloh Program Studi Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin. Universitas PTIQ Jakarta mtbgustiar@gmail. secara emosional, dan segala keputusan dalam keluarga umumnya diputuskan bersama, dalam hal ini parenting timur memiliki tujuan bahwa ada hubungan timbal balik dari anak kepada orang tua. Penelitian ini merumuskan dengan mengklasifikasi ayat-ayat parenting berdasarkan pendekatan usia anak, materi pendidikan, dan metode penyampaian yang digunakan dalam Al-QurAoan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-QurAoan memberikan perhatian besar terhadap pola pengasuhan anak melalui berbagai contoh seperti kisah Nabi Ibrahim. Luqman al-Hakim, dan Nabi YaAoqub, serta penggunaan komunikasi yang efektif dan bernilai adab dalam proses pengasuhan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggali dan memformulasikan konsep parenting yang terkandung dalam Al-QurAoan berdasarkan pendekatan tafsir tematik, dengan menjadikan Tafsyr al-Munyr karya Wahbah az-Zuhaili sebagai sumber primer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan tafsir tematik . audhyAo. Penelitian ini memiliki kesamaan pendapat dengan Abdullah Nasih AoUlwan . Abdul Hafizh Suwaid . , dan Dzakiyah Daradjat . Keseluruhannya berpendapat bahwa pola asuh Islam ialah suatu pengasuhan yang utuh berdasarkan sikap dan perilaku orang tua terhadap anak sejak dini dalam hal mendidik, membina, membiasakan dan membimbing anak secara maksimal berdasarkan Al-QurAoan dan Sunah. Penelitian ini juga memiliki perbedaan pandangan dengan: Diana Baumrind . Maccoby dan Martin . Laura Markham . keseluruhan para ahli tersebut yang memiliki teori pola asuh anak dengan prinsip individualisme yang mengedepankan kebebasan. PENDAHULUAN Problematika tentang Pendidikan anak dalam keluarga dan lingkungan masyarakat selalu menjadi topik sehariAehari yang selalu hangat dibahas dan ditemui. 1 Sering kali kita mendengar berita atau bahkan menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri kasus yang berkaitan dengan kekerasan pada anak, baik yang terjadi di kalangan keluarga ataupun yang terjadi pada lingkungan Hal ini seringkali atau cenderung diabaikan oleh para orang tua padahal hak seorang anak untuk mendapatkan kasih sayang, perlindungan dan pendidikan adalah kebutuhan yang wajib diberikan oleh para orang tua. Hingga November 2024, menurut riset Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KPPA) angka kekerasan anak masih tinggi. Jumlah kasus kekerasan anak mencapai 14. 308 kasus dengan jumlah korban sebanyak 15. 886 anak. 3 Temuan lain dari KPPA menunjukkan, kekerasan anak memiliki pola yang sama dari tahun ke tahun. Yaitu pelaku kekerasan anak didominasi orang terdekat, dan orang tua termasuk yang tertinggi setelah pacar/teman anak. Orang tua yang menjadi pelaku kekerasan anak berturut-turut pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 adalah 20,05% . , 21,01% . 771 oran. , 19,47% . 050 oran. , dan 19,45% . 389 oran. Josly Yakob Tintingon. AuProblematika dan Perubahan Kebijakan Pendidikan di IndonesiaAy dalam Jurnal Educatio. Vol. No. 2 Tahun 2023, hal. Kurniawan. Pendidikan Karakter (Konsep and Implementasinya Secara Terpadu di Lingkungan Keluarga. Sekolah. Perguruan Tinggi dan Masyarakat. Jakarta: Ar-Ruzz Media, 2013, hal. Sulis Winurini. AuKekerasan Anak dalam Keluarga: Catatan Serius Pembangunan Keluarga IndonesiaAy dalam Jurnal Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian DPR RI. Vol. XVI No. 22 Tahun 2024, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 23 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI Dari data tersebut menunjukan batapa mirisnya kasus kekerasan terhadap anak yang terus meningkat dan justru didapatkan dari orang yang paling dekat dengan anak itu sendiri yaitu orang Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan penyebab tingginya angka kekerasan anak disebabkan minimnya pengasuhan berkualitas dari orang tua. KPAI merilis bahwa calon pasangan suami istri yang mencari pengetahuan tentang persiapan pengasuhan berkualitas masih jauh dari ideal, hanya 27, 9 % calon ayah dan 36,6% calon ibu. Data lain juga menunjukkan temuan sejumlah 66,4% ayah dan 71% ibu menirukan pola pengasuhan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya dahulu. Pada saat yang sama hasil observasi menunjukkan hanya sejumlah 47,1% ayah dan 40,6% ibu berinteraksi dengan anak-anak mereka secara intens selama satu jam. Minimnya interaksi orang tua dan anak dinilai oleh KPAI berdampak pada kualitas dalam pengasuhan. Ditengah maraknya kasus kekerasan pada anak yang terus meningkat setiap harinya juga tidak terlepas dari faktor meningkatnya akses keluarga terhadap teknologi gadget. Sejak masa pandemi covid 19 melanda dunia dan juga Indonesia, anak-anak sekolah dari semua kalangan dan tingkatan belajar dituntut untuk belajar secara daring dengan gadget yang mana membuat intensitas para anak menggunakan gadget juga meningkat. Tidak hanya terjadi pada anak tapi juga terjadi pada para orang tua yang meningkat intensitas penggunaan gadgetnya untuk Hal ini memiliki dampak negatif diantaranya membuat kualitas komunikasi antara orang tua dan anak menjadi berkurang. Menurut penelitian dari British Heart Foundation (BHF) dalam the Asian parent Indonesia menunjukan bahwa hanya satu dari sepuluh balita pada masa sekarang yang cukup aktif untuk bisa dikategorikan sehat, karena selebihnya terlalu sering terpapar oleh gadget. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang sering menggunakan gadget saat bersama anak dapat berdampak negatif pada interaksi dan pengawasan terhadap anak. Anak-anak dapat merasa diabaikan dan kurang mendapat perhatian, yang berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan perilaku mereka. Kurangnya interaksi juga dapat menghambat perkembangan bahasa dan kemampuan lain pada anak. Dari hal tersebut cukup berdampak serius juga bagi orang tua yang terlalu sering menggunakan gadget di hadapan anaknya, yang mana tidak sedikit orang tua yang tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga efek dari kepenatan yang dilihat dari gadget terlampiaskan kepada anaknya. Permasalahan ini merupakan hal yang cukup diperhatikan oleh kalangan pendidik, sosiolog, psikolog, sampai dengan kalangan teolog . termasuk para pengkaji tafsir Al-QurAoan. Adapun berbicara tentang konsep pola asuh orang tua terhadap anak sering disebut juga dengan istilah parenting pada masa ini. Secara umum parenting didefiniskan sebagai cara interaksi antara orang tua dengan anaknya yang diharapkan mampu menjalin sebuah ikatan yang kuat. 6 Istilah parenting juga telah didefinisikan sebagai proses orang tua dalam memelihara, melindungi, dan membimbing perkembangan anak. Pendapat lain mengenai pengasuhan yakni orang tua juga berperan sebagai individu yang melindungi, mengasuh, serta membimbing anak sejak lahir hingga KPAI: AuKekerasan Anak Dipicu Buruknya Pengasuhan Orang TuaAy. Dalam https://w. com/nasional/20150916103500-20-79056/kpai-kekerasan-anak-dipicu-buruknya-pengasuhanorang-tua. Diakses pada 10 April 2025. Darwis. Thahir. ST. Nurbayan. AuKendala ibu dalam menghadapi anak kecanduan gadgetAy dalam Jurnal Sinestesia. Vol. 12 No. 1 Tahun 2022, hal. Kurniawan. Pendidikan Karakter (Konsep and Implementasinya Secara Terpadu di Lingkungan Keluarga. Sekolah. Perguruan Tinggi dan Masyarakat. A hal. Jane Brooks. The Proccess of Parenting, diterjemahkan oleh Rahmad Fajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 24 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI Dari beberapa pendapat di atas dapat sedikit disimpulkan bahwa parenting adalah suatu keterlibatan orang tua dalam mengasuh, merawat, menjaga anaknya dan sangat berpengaruh serta berperan besar dimulai sejak masa prenatal hingga anak tumbuh dewasa. Jika ditinjau dari aspek geografis pola parenting dalam perkembangannya dapat dibedakan menjadi dua ketegori. Pertama, pola parenting ala Timur . odel parenting penduduk benua Afrika. Asia, dan sekitarny. atau disebut parenting proksimal. Kedua, pola parenting ala Barat . odel parenting penduduk benua Eropa. Amerika, dan sekitarny. atau dikenal dengan parenting distal. Menurut Heidi Keller, seorang profesor psikologi dari University of Osnabruek. Jerman, parenting model Timur . lebih mengedepankan kedekatan kontak fisik, utamanya antara ibu dan anaknya. Kedekatan ini dibangun secara intens dalam waktu yang lama. Sedangkan parenting model Barat . orang tua lebih mengedepankan komunikasi efektif yang dilakukan dengan dialog serta kontak mata. Anak-anak di negara Barat pada umumnya mendapatkan kebebasan dari orang tuanya untuk berpendapat dan berekspresi. 9 Dari perbedaan konsep parenting Barat dan Timur tersebut masih banyak orang tua yang dalam prakteknya terjadi perbedaan pendapat antara ayah dan ibu dalam mendidik anaknya. Pada masa modern saat ini cukup banyak ilmu tentang parenting atau pola asuh terhadap anak yang kebanyakannya justru merujuk kepada konsep ilmu parenting dari Barat. Diantara contohnya yang ramai dibicarakan adalah tentang konsep tidak boleh berkata AujanganAy yang dikemukakan salah satunya oleh Laura Markham dalam bukunya Peaceful Parent. Happy Kids mengatakan, terlalu sering berkata jangan pada anak akan menutup inisiatif dan daya kreatif 10 Karena dianggap itu berkonotasi dan berimplikasi negatif kepada perkembangan anak. Padahal di dalam Al-QurAoan sering kali kita menemukan ayat tentang pola asuh orang tua terhadap anaknya yang mana justru menggunakan kalimat AujanganAy terutama yang berkaitan dengan tauhid, akhlak dan ibadah. Permasalahan konsep parenting tersebut menjadi hal yang cukup diperhatikan juga oleh para mufasir salah satunya adalah Wahbah az-Zuhaili di dalam tafsir al-Munyr. Dalam Al-QurAoan Allah SWT berfirman: AuDan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia . arena sombon. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang sombong lagi membanggakan diri. Ay (Luqman/31:. Pada ayat tersebut Wahbah az-Zuhaili memaparkan bahwa diantara wasiat atau nasihat Luqman kepada anaknya adalah larangan untuk tidak berperilaku sombong, angkuh, arogan, tinggi hati dan berlagak. Bahkan wahbah az-Zuhaili sampai menegaskan bahwa perilaku tersebut haram untuk dilakukan. 11 Dari penafsiran tersebut penulis dapat menilai bahwa kalimat AujanganAy sangat diperlukan untuk hal-hal yang serius dalam mendidik karakter anak. Oleh karenanya. Islam melalui kitab suci Al-QurAoan menganggap persoalan parenting sebagai unsur yang penting dalam membimbing generasi unggul. Dibuktikan dengan banyaknya ayat yang menyinggung anak dan orang tua dalam hubungan keluarga, termasuk dalam aspek pola asuh orang tua sampai dengan bakti seorang anak kepada orang tua. Pembicaraan anak dalam Al-QurAoan di antaranya dapat dilacak melalui penelusuran kosakata dengan lafaz dzurriyyah, walad, ibn, bint, mauld, hafadhah, al thifl, dan ghulEm. Beberapa lafazh tersebut memiliki makna dalam bermacam konteks dan pembahasannya dalam Al-QurAoan. Adapun Diana Baumrind. Child Development. tp: University of California, 1966, hal. Lusy Sutedjo. Parenting No Drama. Jakarta: Visimedia, 2019, hal. Rizal Fadli. AuTerlalu Sering Bilang "Jangan" pada Anak. Ini AkibatnyaAy dalam https://w. com/artikel/terlalusering-bilang-jangan-pada-anak-ini-akibatnya. diakses pada 13 Juni 2025. Wahbah Az-Zuhaili. Terjemah Tafsir Al-Munyr, oleh Abdul Hayyie al Kattani. Jakarta: Gema Insani Press, 2013. Jilid ke 11, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 25 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI pembicaraan orang tua sebagai timbal balik dari penyebutan anak dapat ditelusui melalui lafaz Abati. WElidaUn, wElid. EbE, al-um terdapat di dalam Al-QurAoan. Dari berbagai macamnya bentuk lafaz pada Al-QurAoan tersebut menunjukan ada subtansi yang sangat penting yang erat berkaitan dengan konsep parenting dalam Islam. Al-QurAoan menggambarkan hubungan anak dan orang tua dalam konsep parenting seperti contohnya kisah Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail, dimana Nabi Ibrahim begitu intens mendoakan anaknya agar menjadi orang yang shaleh dan memberikan pendidikan kepada anaknya dengan suri tauladan yang baik, begitu juga dengan kisah tentang Luqman al-Hakim yang memberikan wasiat kebaikan kepada anaknya, ada juga kisah Maryam yang dididik dengan akidah yang kuat oleh Pamannya Nabi Zakariya dan banyak lagi kisah atau contoh yang lainnya di dalam Al-QurAoan yang mana menjadi banyak menginspirasi dalam konsep parenting. Secara umum Al-QurAoan sangatlah memperhatikan terhadap pentingnya urgensi parenting. Bahkan di dalam Al-QurAoan konsep parenting dapat diambil dari berbagai metode pendekatan. Dimulai dari parenting berdasarkan usia anak, parenting berdasarkan materi pendidikan, dan parenting berdasarkan contoh atau teladan. Bahkan Al-QurAoan bukan hanya mengisyaratkan contoh praktek parenting bagi orang tua yang berstatus lengkap ayah dan ibunya, tetapi juga di dalam AlQurAoan terdapat contoh pola asuh yang dilakukan oleh orang tua tunggal . ingle parent. , seperti misalnya Maryam, ataupun Istri dari Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah Swt untuk ditinggalkan berdua bersama anaknya di tempat yang gersang tidak ada penduduknya. Begitu rincinya Al-QurAoan mengisyaratkan pentingnya parenting dalam keluarga. Islam memandang anak adalah amanah yang sangat berharga, bukan hanya orang tua bertugas untuk memberi makan tapi juga mendidik dan menjaganya, disaat yang sama anak pun akan dituntut untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tuaanya, itulah cara Islam memandang hubungan keluarga yang baik dan sesuai tuntunan. Apabila orang tua mengabaikan pentingnya hal tersebut maka akan sangat berdampak pada keberlangsungan hidup anak di masa depan. Karenanya Islam mewajibkan setiap orang tua mempersiapkan dan membina generasi penerus untuk menjadi generasi yang unggul agar mendapatkan kehidupan yang bahagia dan layak. Adapun pada penelitian ini penulis akan mengkaji objek pembahasan terkait dengan pendekatan tafsir maudhyAoi . berdasarkan yang ddikemukakan oleh al-Farmawi sebagai sosok yang dikenal pelopor penggunaan tafsir maudhuAoi. Berdasarkan uraian latar belakang ini, penulis ingin menggali konsep parenting yang bersumber dari Al-QurAoan dengan harapan dapat menjadi model dan inspirasi orang tua dalam hal parenting berdasarkan tuntunan di dalam Al-QurAoan. Dengan tafsir al-MunUr fU al-A'qidah wa asSyarU'ah wa al-Manhaj karya Wahbah az-Zuhaili sebagai sumber utama. Yang mana tafsir ini merupakan jembatan dari tafsir era klasik dan era modern. 12 Tafsir ini diketahui kaya akan referensi, baik di bidang tafsir, hadits, fiqh, maupun bahasa. Tidak hanya menyajikan uraian tafsir dari berbagai disiplin keilmuan, tetapi Wahbah az-Zuhaili mampu memberikan uraian dalam tatanan praktis sehingga pada uraian tafsirannya diharapkan dapat menjadi inspirasi khususnya para orang tua dalam praktek pola asuh terhadap anaknya sesuai tuntunan dalam Al-QurAoan. Oleh karena itu berdasarkan analisa tafsir yang memiliki karakteristik sebagaimana disebutkan di atas, maka dipandang akan mudah dipahami bagaimana konsep parenting dalam AlQurAoan sebagai konsep yang ideal dan relevan sesuai dengan kondisi era modern saat ini. Dipandang Al-QurAoan memiliki solusi dan metode sebagai tuntunan dalam mempersiapkan generasi unggul yang akan menjadi penerus terbaik pada masanya. Berdasarkan uraian latar belakang yang telah disampaikan oleh penulis, maka masalah pokok yang akan menjadi fokus penulis adalah konsep Ahmad Husnul Hakim. Ensiklopedia Kitab-Kitab Tafsir. Depok: Lingkar Studi Al QurAoan, 2019, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 26 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI parenting dalam perspektif Al-QurAoan berdasarkan analisis penafsiran Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir al-Munyr. METODE PENELITIAN Metodologi Tafsir Secara Umum Sebelum masuk ke dalam diskusi mengenai metode penafsiran yang digunakan oleh Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir al-Munyr, penulis merasa perlu menyajikan secara singkat mengenai metode penafsiran yang populer di kalangan mufasir. Hal ini dimaksudkan untuk dapat lebih mudah memahami metode yang digunakan oleh az-Zuhaili di dalam tafsirnya dan menempatkannya dalam diskursus metode tafsir kontemporer. Sejarah perkembangan tafsir dan tahapan-tahapan yang ditempuh menjadikan kajian mengenai metode dan langkah-langkah yang ditempuh oleh para mufasir dalam upaya memahami pesan-pesan dalam Al-QurAoan merupakan diskusi panjang, yang pada akhirnya menawarkan pada suatu bentuk kompromi dengan mengklasifikasikan metode-metode tersebut ke dalam beberapa aspek tinjauan. Jika yang dibicarakan adalah aspek sumber penafsiran, maka para ulama menyebutnya dengan tradisi ulama salaf yang menjadikan periwayatan . r-riwaya. sebagai sumber utama dalam memahami ayat-ayat Al-QurAoan. Termasuk ke dalam kategori ini adalah menafsirkan ayat Al-QurAoan dengan ayat-ayat lain dalam al-QurAoan, menafsirkan ayat dengan hadis Rasulullah Saw, perkataan para sahabat dan tabiin, yang dikenal dengan Tafsyr bi al-maAotsyr. Selanjutnya bila tidak ditemukan penafsiran Rasulullah Saw, sahabat dan tabiAoin dalam penafsiran ayat, maka ijtihad seorang mufasir, yang memiliki kemampuan dan menguasai kaidahkaidah bahasa Arab serta ketentuan lain yang terkait. 14 Hal tersebut dapat dijadikan sebagai alat guna menggali makna dan kandungan ayat. Model ini dikenal dengan Tafsyr bi al-raAoy . d-diraya. Namun, perlu digaris bawahi bahwa dalam hal ini para ulama telah sepakat untuk memberikan batasan-batasan di samping syarat-syarat khusus bagi mufasir dalam menerapkan metode ini, sehingga tafsir bi al-raAoy yang dibolehkan adalah yang memenuhi kriteria yang ketat, di antaranya adalah tidak bertentangan dengan Al-QurAoan. Sunah dan ketentuan bahasa Arab atau kalam bangsa Arab, ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh syaraAo dan yang dinukil dari para ulama salaf yang telah disepakati sebagai sesuatu yang bukan merupakan dosa maupun larangan Allah. Di samping kedua sumber di atas, ada sumber lain yang digunakan, yaitu penafsiran AlQurAoan dengan mengacu pada pentakwilan ayat, yang dikenal dengan Tafsyr al-shufy atau al-isyari. Tafsir ini terbagi menjadi dua, yaitu pentakwilan ayat dengan didasari pada pandangan-pandangan . filsafat yang ditekuni mufasirnya, sehingga ayat-ayat yang ditafsirkan berbeda dengan makna lahiriyah dan dipengaruhi oleh paham-paham filsafat, seperti filsafat eksistensialisme dan wahdat al-wujyd. Jenis ini dikenal dengan tafsir al-nazhari al-falsafy. Penganut paham ini menafsirkan hampir keseluruhan kandungan ayat Al-QurAoan dengan berlandaskan pada pandangan filsafat murni tanpa mengindahkan makna lahiriyah ayat, sehingga para ulama bersepakat bahwa tafsir sufi jenis ini ditolak karena ia bertentangan dengan ketentuan agama dan kaidah-kaidah bahasa Arab. 17 Dan di antara tokoh penganut aliran penafsiran ini adalah Syaikh al-Akbar Muhy al-Din Ibn AoArabi. Sedangkan kategori yang kedua adalah pentakwilan ayat dengan sesuatu yang berbeda dengan makna lahiriyah ayat karena adanya isyarat-isyarat implisit yang ditemukan oleh mufasir Muhammad Husain adz-Dzahabi, at-Tafsyr wa al-Mufassiryn. Kairo: Dar al-Hadits, 2005. Juz 1, hal. Jalal ad-Din as-Suyuthi. Al-Itqyn fy AoUlym Al-QurAoan. Beirut: Dar al-Fikr, 2008. Jilid 2 hal. Muhammad Husain adz-Dzahabi, at-Tafsyr wa al-Mufassiryn. A Juz 1, hal. Abd al-AoAdhim Ahmad al-Ghabasyy. Tarykh al-Tafsyr wa Manyhij al-Mufassiryn. Kairo: Dar ath-ThibaAoah alMuhammadiyah, 1971, hal. Abd al-AoAdhim Ahmad al-Ghabasyy. Tarykh al-Tafsyr wa Manyhij al-Mufassiryn, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 27 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI penganut suluk dan tasawuf, yang dikenal dengan Tafsyr al-isyyri al-faydhi. Berbeda dengan Tafsyr al-nazhari, penafsiran al-isyyri ini justru diakui sebagai sesuatu isyarat-isyarat yang suci yang terlintas di dalam hati penganutnya, setelah menjalani suluk dan tasawuf . iyydhah ruhiya. , dan tidak memaksakan pemahaman keseluruhan ayat dengan makna-makna isyarat tersebut, namun tetap diakui adanya makna lahiriyah sebelum terlintas makna implisit ayat. Dengan demikian tidak dapat disangkal bahwa para ulama mengakui dan membolehkan penafsiran ayat dengan metode ini, tentunya dengan syarat-syarat tertentu. 18 Dengan demikian, ketiga bentuk ini . l-maAotsyr, al-raAoy dan al-isyar. disebut sebagai metode Klasik dalam penafsiran Al-QurAoan. Aspek berikutnya yang menjadi tinjauan dalam klasifikasi metode penafsiran Al- QurAoan adalah pola penyajian penafsiran ayat yang menurut al-Farmawi terbagi ke dalam empat macam, yaitu tahlily, ijmyly, muqarin dan maudhyAoy. Metodologi Penulisan Tafsir al-Munyr Telaah terhadap tafsir al-Munyr menunjukkan bahwa az-Zuhaili mencoba mengkolaborasikan beberapa metode. Ditinjau dari aspek sumber penafsiran, terlihat jelas bahwa tafsir ini menggunakan model penafsiran yang merupakan perpaduan antara penafsiran bi al-maAotsyr . dan bi al-raAoy . enalaran dan ijtiha. Penggabungan dua metode ini merupakan hal yang jamak dilakukan di kalangan mufasir salaf. Ibn Jarir ath-Thabari, umpamanya, dalam kitabnya JymiAo al-Bayyn fy Tafsyr al-QurAoan, yang monumental dan dijadikan sebagai kitab induk bagi Tafsyr bi al-maAotsyr, mencoba memadukan kedua metode ini, meskipun dalam bentuk yang sangat Hal ini terlihat ketika ia mencoba menuangkan idenya dengan mengomentari riwayatriwayat yang ia paparkan dan menggali hukum yang terkandung di dalamnya. 21 Meskipun, sesungguhnya masih terdapat perbedaan antara batasan maAotsyr dan raAoy yang sering kali bercampur satu sama lain atau bahkan saling melengkapi. Berbeda dengan apa yang dilakukan ath-Thabari dan mufasir lainnya, dalam menerapkan tafsir bi al-maAotsyr az-Zuhaili lebih mementingkan keringkasan, sehingga riwayat-riwayat yang dijadikan rujukan dalam konteks ini adalah riwayat yang paling benar saja yang dinukil dari kitabkitab tafsir Klasik, seperti tafsir karya ath-Thabari, dan al-Qurthubi. Dengan demikian, hampir tidak dijumpai perdebatan mengenai kualitas sanad antara riwayat-riwayat yang beragam dalam menjelaskan makna ayat. Di sisi lain, dalam menjelaskan penafsiran ayat, penalaran dan ijtihad yang diberikan oleh az-Zuhaili terlihat tidak mendapatkan porsi yang terlalu besar, namun masih menempati porsi yang signifikan di bagian lain dalam menjelaskan kandungan ayat. Hal ini disebabkan adanya pemisahan antara penafsiran ayat . l-Tafsyr wa al-bayy. , yang merupakan pemahaman lahiriyah ayat, dengan penjelasan kandungan ayat . l-fiqh al-haya. , yang merupakan pemahaman terhadap pesan-pesan Al-QurAoan yang berhubungan dengan isu-isu yang berkembang di dalam masyarakat, baik dimensi hukum maupun persoalan lainnya. Dalam sajiannya, az-Zuhaili cenderung mengambil pola modern, yaitu metode tahlily . dan menerapkan metode semi tematik. Sebagaimana yang dimaksudkan oleh metode tahlily . suatu metode tafsir yang bermaksud menjelaskan ayat-ayat Al-QurAoan dari seluruh Beberapa persyaratan yang dimaksud pada poin tersebut agar metode tafsir ini diterima, seperti. mengakui adanya makna lahiriyah ayat, tidak mengklaim bahwa makna isyarat implisit adalah satu-satunya yang dapat dipahami dari ayat, adanya dalil . syaraAo yang menguatkan pendapatnya, tidak bertentangan dengan dalil syarAoi dan akal. Untuk diskusi lebih lanjut perihal ini maka bisa dilihat pada Abd al-AoAdhim Ahmad al-Ghabasyy. Tarykh al-Tafsyr wa Manyhij al-Mufassiryn. Ahmad Syukri. Metodologi Tafsir Al-QurAoan Kontemporer dalam Pemikiran Fazlur Rahman. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Depag RI, 2007, hal. Abd al-Hayy al-Farmawi. Al-Bidyyah fy al-Tafsyr al-MawdhuAoi. Kairo: al-Hadharah al-Arabiyah, 1977, hal. Muhammad Husain adz-Dzahabi, at-Tafsyr wa al-Mufassiryn. A Juz 1, hal. Ummul Aiman. AuMetode Penafsiran Wahbah az-Zuhaili: Kajian Tafsir al-MunyrAy,A hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 28 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI 23 Langkah-langkah yang ditempuh dalam tafsir ini pun disusun sesuai dengan urutan mushhaf, yaitu dengan menjelaskan unsur-unsur yang terkait dengan segala hal yang dikandung oleh ayat, seperti aspek-aspek kebahasaan meliputi iAorab, balaghah, makna kosa kata. turunnya ayat . sbyb al-nuzy. dan munysabat . suatu ayat dengan ayat sebelumnya. Dalam uraian, az-Zuhaili menempuh berbagai langkah yang diperlukan. Ia cenderung menjelaskan isi kandungan setiap surah secara global dan mendiskusikan alasan penamaan sebuah surah dan keutamaannya . Ketika membahas surah al-Fatihah, umpamanya, az-Zuhaili menegaskan bahwa ia adalah surah makkiyah yang berjumlah 7 . ayat dan diturunkan setelah surah al-Mudatstsir. Kandungan surah ini secara global berkenaan dengan makna . AlQurAoan secara keseluruhan, mencakup pokok-pokok ajaran agama dan cabang-cabangnya yang meliputi akidah, ibadah, penetapan hukum dan keimanan kepada hari kebangkitan serta sifat-sifat dan nama-nama Allah al-husna. pemurnian akidah. ibadah dan doa, serta petunjuk dalam mencari hidayah kepada agama yang benar dan jalan yang lurus, juga agar dijauhkan dari jalan orang-orang yang menyimpang dari hidayah Allah Swt. Di samping itu, sebagaimana yang diungkapkan pada pengantar tafsirnya, az-Zuhaili juga berusaha keras untuk menerapkan metode tematik dengan menafsirkan ayat-ayat yang berbeda namun masih memiliki satu tema, seperti jihad, hudyd, warisan, hukum pernikahan, riba dan Dalam hal ini metode semi tematik az-Zuhaili aplikasikan dengan membagi kelompokkelompok ayat Al-QurAoan . alam satu sura. dan menetapkan satu topik/tema yang jelas yang mewakili kandungan ayat. Kepiawaiannya dalam menentukan tema bagi kelompok ayat tersebut memberikan gambaran umum kandungan ayat tersebut, seperti penafsiran surah an-Nisa/4:71-76 yang diberi tema Aukaidah perang dalam IslamAy yang kemudian diuraikan oleh Wahbah az-Zuhaili. Sistematika Penulisan Tafsir al-Munyr Berdasarkan penjelasan pada bagian sebelumnya, maka penulis melihat bahwa pola yang disajikan oleh az-Zuhaili terlihat berbeda dengan mufasir era klasik yang cenderung analitik dalam menafsirkan Al-QurAoan secara lengkap 30 Juz. Az-Zuhaili menyajikan dengan pola kontemporer di mana tema-tema tertentu dalam sejumlah ayat yang ditafsirkan secara analitik beliau uraikan pula secara tematik komprehensif. Sehingga tanpa mengurangi dari komponen sistematika tahlili yang identik secara runut dalam menafsirkan dari ayat satu ke ayat berikutnya sesuai susunan mushaf AlQurAoan, pada saat bersamaan dapat dimunculkan tema-tema terkait yang dinilai relevan dengan kebutuhan konteks kekinian dapat diuraikan secara tuntas sesuai kecenderungan Wahbah az-Zuhaili dalam tafsirannya untuk menjawab persoalan umat. Berikut langkah yang ditempuh oleh Wahbah az-Zuhaili dalam menyusun tafsir al-Munyr:26 Ayat Al-QurAoan ditafsirkan sesuai dengan urutan mushaf dengan membagi ayat Al-QurAoan ke dalam topik disertai judul bahasan. Uraian kandungan setiap surat dijelaskan secara global, termasuk diuraikan diskursus penamaan surah serta keutamaan surah. Seperti halnya saat menjelaskan surah al-Fatihah, ditegaskan bahwa kandungan surah ini meliputi seluruh asek-aspek keagamaan yang meliputi akidah, ibadah, hukum, keimanan, dan aspek yang lainnya. Sebelum menafsirkan secara luas. Wahbah az-Zuhaili memulainya dengan menjelaskan aspek gramatikal seperti iAorab, balaghah, kosakata, sabab an-nuzul, munasabah, dan qiraAoat. Abd al-Hayy al-Farmawi. Al-Bidyyah fi at-Tafsyr al-MaudhyAoi. A hal. Wahbah az-Zuhaili, at-Tafsyr al-Munyr. A Jilid 1, hal. Wahbah az-Zuhaili, at-Tafsyr al-Munyr. A Jilid 1, hal. Wahbah az-Zuhaili, at-Tafsyr al-Munyr. Jilid 1, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 29 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI Dalam menjelaskan sabab an-nuzul, terlebih dahulu menjelaskan historisitas turunnya ayat . arykh al-nuzy. Kemudian az-Zuhaili akan mengedepankan riwayat yang dinilainya paling shahih dan menghindari uraian perbedaan pendapat dari periwayatan tersebut. Ketika memaparkan munasabah ayat adakalanya dikorelasikan dengan sabab an-nuzul ayat dalam satu sub judul agar mudah untuk dipahami, seperti halnya mengelompokkan pada surah Al-Baqarah/2:116-118. Diterapkannya metode tematik dalam menafsirkan sebagian ayat yang memiliki kesamaan tema seperti halnya ketika menafsirkan ayat khamar, riba, hudud, jihad, pernikahan dan sebagainya. Metode ini diterapkan dengan mengelompokkan ayat Al-QurAoan yang terdapat dalam satu surah bahasan, kemudian menentukan tema yang dapat mewakili isi dari kandungan ayat. Pembahasan mendalam ketika menjabarkan tafsiran suatu ayat ditandai dengan sub judul . afsUr wa al bayE. Bahasan dalam sub ini biasanya diuraikan tafsiran ayat yang sering menjadi perdebatan para ulama. Dikeluarkannya hukum-hukum ataupun kandungan dari suatu ayat yang dinilianya perlu ditegaskan dalam konteks kekinian. Pembahasan ini ditandai dengan sub judul Aufiqh al-hayEh aw al-ahkEmAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendekatan Metode Tafsir MaudhyAoi dalam Tema Parenting Berdasarkan objek pada penelitian ini yang merupakan analisis tafsir yang bersifat khusus pada tema konsep parenting di dalam Al-QurAoan maka penulis perlu menghadirkan teori tentang tafsir tematik . audhyAo. sebagai media dalam penelitian ini. Adapun pengertian tafsir maudhyAoi . adalah menyusun ayat-ayat Al-QurAoan yang membahas suatu topik tertentu dengan menyusunnya dalam urutan kronologis sesuai dengan alasan diturunkannya dan memusatkan perhatian pada ayat-ayat tersebut dengan menganalisa konteks, makna, dan penjelasan-penjelasan, keterangan-keterangan, dan hubungan-hubungannya dengan ayat-ayat lain, kemudian menggalinya dengan hukum-hukum. Kata maudhyAoi dinisbatkan kepada kata al-maudhyAo, yang berarti topik atau materi suatu pembicaraan atau pembahasan. 28 Dalam bahasa Arab kata maudhyAoi berasal dari bahasa Arab )A (IOOAyang merupakan isim mafAoul dari fiAoill madhi (A )OAdapat diterjemahkan sebagai ditempatkan, dibuat, dihina, ditolak, dan dibuat-buat. Tafsir maudhyAoi fokus kepada metode penafsiran dengan tema tertentu. Pada penelitian ini penulis merujuk teori tafsir maudhyAoi yang dikemukakan oleh Abdul AlHayy al-Farmawi sebagai sosok yang dikenal pelopor penggunaan tafsir maudhuAoi. Farmawi menjelaskan tafsir maudhuAoi adalah pendekatan dengan berusaha memahami ayat-ayat Al-QurAoan yang membahas tema yang sama setelah itu ayat-ayat tersebut disusun berdasarkan kronologis turunnya Al-QurAoan. Setelah itu mufasir berusaha memahaminya kemudian memberi penjelasan kemudian mengambil kesimpulan. Sebagaimana juga sebuah metode tentunya tafsir maudhuAoi memiliki langkah-langkah dalam pengamplikasiannya, di antara langkah-langkah tersebut adalah: Langkah pertama adalah memilih tema atau topik yang akan menjadi fokus penelitian tafsir. Menelusuri dan menghimpun ayat-ayat yang berkenaan dengan tema yang telah ditentukan. Menyusunnya berdasarkan kronologi turunnya (Asbab al-Nuzulny. Memahami hubungan atau korelasi antara ayat-ayat dalam satu surat atau antar surah. Abdul al-Hayy Al-Farmawi, al-MuAojam al-Fyz wa al-aAolam al-QurAoaniyah. Kairo: Dar al-Aoulum, 1968, hal. Ahmad SaAoid, al-Madkhal Ila Tafsir MaudhuAoI. Cairo: Dar TauziAoI, 1991, hal. Dinni Nazhifah. AuHakikat Tafsir MaudhuAoi dalam al-QurAoanAy dalam Jurnal Iman dan Spiritualitas. Vol. 1 No. 3 Tahun 2021. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 30 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI Ayat-ayat disusun dalam kerangka pembahasan yang sistematis dan teratur. Melengkapi penjelasan dengan mengutip hadits-hadits yang berkaitan dengan tema tersebut. Menganalisa ayat-ayat secara utuh, termasuk penyesuaian antara ayat umum dan khusus, mutlak dan muqayyad, serta ayat yang tampak bertentangan. Konsep Parenting pada Masa Pranikah Pada latar belakang penelitian ini penulis telah memaparkan bahwa salah satu faktor minimnya kualitas pengasuhan orang tua terhadap anak disebabkan oleh kurangnya persiapan pendidikan parenting yang dilakukan oleh calon orang tua. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis bahwa calon pasangan suami istri yang mencari pengetahuan tentang persiapan pengasuhan berkualitas masih jauh dari ideal, hanya 27,9 % calon ayah dan 36,6% calon ibu. 31 Hal tersebut menunjukan kurangnya kepedulian para calon orang tua untuk mempelajari ilmu parenting sebagai persiapan menjadi ibu dan ayah yang ideal. Oleh karena itu pada bagian ini penulis akan memaparkan bagaimana konsep pendidikan parenting bagi calon ibu dan calon ayah berdasarkan sudut pandang Al-Quran. Pendidikan Parenting bagi Calon Ibu Pendidikan parenting pranikah sangat berguna untuk memberikan pemahaman mengenai prinsip penting dalam sebuah pernikahan. Dari hasil pendidikan pranikah diharapkan calon ibu dapat menerapkan apa yang telah dipelajarinya ketika nantinya berumah tangga. Calon ibu dapat mempelajari hal-hal yang harus dipersiapkan saat mereka nantinya akan menjalani kehidupan berumah tangga, termasuk soal cara mendidik anak, penyelesaian masalah, lewat pendidikan Pendidikan pranikah ini penting untuk dipelajari bagi setiap orang terutama calon ibu guna membekali dirinya agar mampu menjalani kehidupan pernikahan dengan langgeng. Pendidikan Parenting bagi Calon Ayah Pendidikan parenting bagi calon ayah dalam keluarga tidak kalah penting seperti halnya pendidikan untuk calon ibu, karena seorang ayah memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak, baik secara fisik, mental dan kejiwaannya. Itulah sebabnya Islam juga mengajarkan untuk memperhatikan sisi keturunan dan lingkungan tempat tinggal. Seorang bapak hendaknya memiliki sifat-sifat terpuji sebab kelak ia akan menjadi panutan untuk anak-anaknya dan menurunkan semua sifat dan watak kepada mereka. Konsep Parenting Berdasarkan Usia Anak Konsep Parenting Anak Pada Masa Prenatal Masa prenatal adalah periode awal perkembangan manusia, dimulai dari pembuahan hingga kelahiran dimulai sejak konsepsi yakni ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki sampai menjadi janin dan akhir sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Masa itu pada umumnya berlangsung selama kurang lebih 9 bulan atau sekitar 280 hari. Dilihat dari waktunya masa prenatal merupakan periode perkembangan manusia yang paling cepat, tetapi justru pada periode inilah di lihat terjadi perkembangan individu yang sangat cepat. Dewasa ini, para ahli psikolog perkembangan meyakini bahwa kehidupan manusia berawal dari pertemuan sel sperma laki-laki dan sel telur wanita. Dalam buahan normal sel telur wanita . berada dalam salah satu tabung falopi ketika bergerak dari satu ovarium ke rahim. Sebagai hubungan kelamin Abd al-Hayyi al-Farmawi, al-Bidyyah Fy al-Tafsyr al-MaudhyAoI, 61-62. KPAI: AuKekerasan Anak Dipicu Buruknya Pengasuhan Orang TuaAy. Dalam https://w. com/nasional/20150916103500-20-79056/kpai-kekerasan-anak-dipicu-buruknya-pengasuhanorang-tua. Diakses pada 10 April 2025. Riadi Jannah Siregar. AuEdukasi Maternal Perspektif Al-QurAoanAy. Disertasi pada Program Studi Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Program Pascasarjana Universitas PTIQ. Jakarta: 2019, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 31 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI spermatozoa dalam jumlah besar di letakkan di mulut rahim dan bergerak menuju tabung falopi. Sehingga dapat dipahami bahwa sel-sel sperma pria dan ovum wanita pada dasarnya memiliki daya hidup atau energi kehidupan. Pada masa ini peran dari pendidikan ibu sangat mempengaruhi terhadap tumbuh kembang bagi anak, ini merupakan pengawasan kritis. Maka pada masa prenatal ini orang tua terutama ibu perlu memahami kondisi perkembangan anak yaitu utamanya adalah pada masa perkembangan Konsep Parenting Anak Usia Dini . s-Shibya. Periode masa as-shibyan merupakan masa kanak-kanak, yaitu lebih spesifik periode perkembangan anak-anak dari usia lahir hingga mencapai pubertas. Dalam konteks pendidikan, maka masa as-shibyan seringkali merujuk pada usia anak-anak yang menempuh pendidikan dasar atau sekolah dasar. Pada masa ini pendidikan yang diberikan berfokus pada penanaman nilai-nilai agama dan pembentukan karakter melalui pendekatan yang sesuai dengan usia Pada bagian ini penulis akan mencoba fokus menguraikan pendekatan parenting anak usia dini yang berfokus pada pendidikan karakter anak berdasarkan perspektif Al-QurAoan. Abdurraman Nashir as-SaAodi menjelaskan bahwa Al-QurAoan memiliki dua petunjuk. Pertama, berupa perintah, larangan, dan informasi tentang perbuatan baik menurut syariat dan kebiasaan . yang berdasarkan akal, syariat dan tradisi. Kedua menganjurkan manusia untuk memanfaatkan daya nalar dan pikiran untuk sesuatu yang bermanfaat. Konsep Parenting Anak Masa Remaja Remaja merupakan tahap pertumbuhan setelah masa kanak-kanak, fase ini sangat tepat untuk menemukan dan mengenali karakter dalam rangka membentuk sikap permanen yang bergerak menuju fase dewasa, sehingga pada masa remaja dan tua mereka memiliki property personality yang permanen yang dapat membanggakan dirinya, keluarga dan masyarakat setempat, sebab tidak semua individu yang mencapai pada usia dewasa dan usia tua memiliki rasa tanggung jawab yang kokoh dan holistic dalam menghadapi perkembangan dan perubahan kehidupan. Mengutip dari Wiwiek dalam bukunya Bina Keluarga Remaja Dan Pemberdayaan Perempuan, sebagai berikut: Ada dua tren besar remaja saat ini, yaitu tren positif dan tren negatif. Tren positif diantaranya fisik rata-rata tinggi dan besar, lincah dan berani berterus terang, secara umum cerdas, mental secara berkelompok kuat, bergaya hedoisme dan tren negatif di antaranya suka menghindari pekerjaan yang sukar, militansi rendah, perilakunya sangat cepat berubah, gejala egois dan megucilkan diri, lebih nyaman dengan mesin, menurunya rasa kasih sayang kepada sesama, matrialistik, rasa hormat kepada orang yang lebih tua semakin menurun. ketulusannya kurang, mental personal lemah . da gejala menurunya gentlema. , kurang sabar dan kurang percaya Konsep Parenting Anak Masa Dewasa . s-Syaba. Konsep parenting anak pada masa dewasa menurut perspektif Al-QurAoan menekankan pentingnya pendidikan, bimbingan, dan hubungan yang baik antara orang tua dan anak. AlQurAoan memberikan panduan tentang bagaimana orang tua harus membimbing anak-anak Cindy Azkhya, at. AuPerkembangan Masa Prenatal Mulai Dari Ciri-Ciri Periode Pranatal Sampai Periode Perkembangan PranatalAy dalam Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling. Vol. 1 No. 3 Tahun 2023 hal. Abdurraman Nashir as-SaAodi dalam Ulil Amri Syafri. Pendiddikan Karakter Berbasis Al-QurAan. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2014, hal. Sugiyanto. AuMenejemen Parenting Anak RemajaAy dalam Jurnal EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial. Vol. 4 No. Juni 2015, hal. Wiwiek. Bina Keluarga Remaja Dan Pemberdayaan Perempuan . alam Pemberdayaan Kaum Margina. Yogyakarta: APMD Press, 2005, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 32 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI mereka secara holistik, tidak hanya dalam aspek fisik dan material, tetapi juga spiritual dan Ini termasuk menanamkan keimanan, akhlak mulia, serta memberikan nasihat dan contoh yang baik. Anak usia dewasa, salah satunya adalah mahasiswa memiliki karakter yang sulit untuk diubah. Namun tetap diingatkan dan dibimbing agar tidak melakukan tindakan negatif. Karakter yang telah dibentuk sejak anak-anak dan remaja sulit untuk dihilangkan melalui pembelajaran seperti pada anak-anak ataupun remaja. Model pembelajaran yang sesuai adalah melalui peningkatan kesadaran untuk berperilaku positif dan evaluasi diri. Pendidikan pada usia dewasa dapat dikatakan Andragogi yang berasal dari Bahasa Yunani dengan arti seni dalam mengajar orang dewasa. John D Ingals mengemukakan batasan pendidikan pada orang dewasa yaitu suatu cara pendekatan dalam proses belajar orang dewasa yang menekankan pada teknik agar orang dewasa mau dan sanggup sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Konsep Parenting Berdasarkan Materi dan Metode Penyampaian Pada bagian akhir dari ini penulis mencoba memaparkan bagaimana konsep parenting menurut perspektif Al-QurAoan berdasarkan materi pendidikan yang perlu disampaikan oleh orang tua kepada anak. Juga berdasarkan metode dalam menyampaikan pendidikan oleh orang tua kepada Konsep Parenting dalam Pendidikan Ketauhidan Pendidikan yang berkaitan dengan ketauhidan atau keimanan adalah materi yang harus diajarkan oleh orang tua kepada anak sejak usia dini, karena pendidikan keimanan merupakan fondasi awal yang sangat penting untuk menguatkan karakter anak sebagaimana fitrahnya yaitu seorang Dengan kata lain tujuan pendidikan keimanan kepada anak dalam persepektif Islam adalah dengan menanamkan nilai-nilai keIslaman kepada anak sejak dini, sehinga dalam perkembangan selanjutnya anak menjadi muslim yang kyffah, yang beriman serta bertakwa kepada Allah Swt. Dalam kehidupannya dapat terhindar dari kemaksiatan, serta diisi dengan ketaatan serta kepatuhan dan amal saleh. Keadaan yang seperti itulah yang diinginkan oleh pendidikan Islam, sehingga kelak dapat mengantarkan anak pada kehidupan yang bahagia di dunia serta di Konsep Parenting dalam Pendidikan Sosial Berbicara tentang pendidikan sosial dalam keluarga, maka perlu dipahami terlebih dahulu bahwa keluarga merupakan unit terkecil sistem sosial dalam Masyarakat, sehingga analisis dan studi tentang keluarga tidak bisa terlepas dari kajian ilmu sosiologi. Manurut Max weber, sosiologi merupakan sebuah pemahaman atau ilmu yang mencoba merangkum keseluruhan suatu tindakan sosial yang disertai dengan sebab akibatnya. Berdasarkan teori tersebut, untuk memahami lebih lanjut tentang bagaimana keluarga dalam kajian sosiologi maka perlu diketahui bahwa salah satu cabang dari ilmu sosiologi adalah sosiologi keluarga. Dalam hal ini penulis mengambil teori pendidikan sosial dalam keluarga berdasarkan yang dikumukakan oleh A Octamaya Tenri Awaru dalam bukunya yang berjudul AuSosiologi Keluarga. Ay Konsep Parenting Berdasarkan Perkataan Disah Alya Nabila, et. AuPendidikan Anak Usia Dini. Remaja Dan Dewasa,Ay dalam Jurnal JKKP: Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan. Vol. 10 No. 1 Tahun 2023, hal. Disah Alya Nabila, et. AuPendidikan Anak Usia Dini. Remaja Dan Dewasa,Ay A hal. Disah Alya Nabila, et. AuPendidikan Anak Usia Dini. Remaja Dan Dewasa,Ay A hal. A Octamaya Tenri Awaru. Sosiologi Keluarga. Bandung: Media Sains Indonesia, 2021, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 33 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI Berbicara menganai konsep parenting berdasarkan pendekatan melalui perkataan maka hal tersebut erat kaitannya dengan metode komunikasi antara orang tua dengan anak. Oleh karenanya sebelum penulis menguraikan lebih lanjut, perlu diketahui terlebih dahulu tentang bagaimana teori komunikasi yang efektif dalam keluarga. Dalam hal ini penulis mengutip prinsip teori komunikasi yang dikemukakan oleh John Broadus Watson. Sebagai berikut: AuTeori komunikasi behaviorisme. Teori komunikasi ini berisi mengenai seluruh tindakan atau perilaku yang mencakup antara tindakan respon atau balasan terhadap suatu hal yang diberikan atau juga bisa disebut dengan rangsangan. Teori ini memiliki arti bahwa semua tindakan memiliki balasan yang berbentuk respon. Ay41 Sedangkan dalam pandangan Islam, diantara tugas yang diemban orang tua adalah memberikan pendidikan pertama melalui interaksi komunikasi dalam keluarga. Keberhasilan orang tua dalam memberikan bimbingan kepada anaknya dipengaruhi salah satunya adalah faktor komunikasi. Membangun komunikasi antara orang tua dan anak yang masih balita tentu berbeda dengan anak yang sudah remaja atau yang sudah beranjak dewasa, oleh karena itu, orang tua harus mampu menyesuaikan cara berkomunikasi dengan anak sesuai dengan kategori usianya. Adapun di dalam Al-Quran ada banyak isyarat yang bersifat eksplisit maupun implisit yang berkaitan dengan metode komunikasi, di antaranya ada enam bentuk kata AuqaulAy yang telah penulis paparkan pada pembahasan sebelumnya. 43 Hal tersebut dapat menjadi tambahan referensi bagi orang tua dalam membangun komunikasi dengan anaknya. Konsep Parenting Berdasarkan Memberi Contoh Pada bagian akhir ini merupakan metode parenting yang didasari dari teladan atau contoh yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Metode ini merupakan pendekatan yang paling efektif dalam hal parenting. Keteladanan dalam parenting adalah metode yang paling meyakinkan keberhasilannya dalam mempersiapkan dan membentuk anak baik sisi moral, sosial, dan Hal ini karena pendidik adalah contoh terbaik dalam pandangan anak, yang akan ditirunya dalam tindak-tanduknya, dan tata santunnya. Disadari ataupun tidak, akan tercetak dalam jiwa dan perasaan mereka suatu gambaran pendidik tersebut baik dalam ucapan atau KESIMPULAN Konsep parenting secara umum adalah serangkaian kegiatan pola asuh yang dipraktekan oleh orang tua untuk mendidik, membimbing, dan membentuk karakter serta perkembangan anak secara fisik, emosional, sosial, dan moral. Secara umum parenting terbagi menjadi dua. yaitu parenting model Barat . dan parenting model Timur . Terdapat berbagai gaya parenting dalam perspektif Barat, seperti. otoriter, permisif, otoritatif, dan uninvolved, yang masing-masing memberikan dampak berbeda pada perkembangan anak. Sedangkan dalam persepktif parenting Timur memiliki pendekatan metode yaitu pola asuh berbakti. Terdapat perbedaan yang mendasar antara parenting Barat dan Timur, yakni. parenting Barat berprinsip pada individualisme anak yaitu memberikan banyak kebebasan terhadap tumbuh kembang anak dengan harapan menumbuhkan kedisiplinan. Sedangkan dalam parenting Timur memiliki prinsip mendasar yaitu keterikatan orang tua dengan anak secara emosional, dan segala Aris. AuTeori Komunikasi Menurut Para AhliAy. Dalam https://w. com/literasi/teori-komunikasi-menurut-paraahli/?srsltid=AfmBOopbZnr6h1wahcZhSRFzcgkRiAEvmtZSnyHgnTkU5KUP6at_P-oT/. Diakses pada 16 Mei Ahmad Zain Sarnoto. AuKomunikasi Efektif pada Anak Usia Dini dalam Keluarga Menurut Al-QurAoanAy dalam Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2022 Vol 6 No. 3, hal. Pembahasan mengenai metode komunikasi berdasarkan isyarat lafaz AoqaulAo dalam Al-QurAoan telah penulis paparkan pada penelitian ini dalam Bab II pada poin AuBentuk-bentuk Komunikasi dalam Al-QurAoan. Ay Emiel Ahmad. Pendidikan Anak Dalam Islam. Jakarta: Khatulistiwa Press, 2015, hal. Vol. No. Juli 2025 Halaman | 34 POLA ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QURAoAN: STUDI TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI keputusan dalam keluarga umumnya diputuskan bersama, dalam hal ini parenting timur memiliki tujuan bahwa ada hubungan timbal balik dari anak kepada orang tua. Adapun dalam praktiknya, orang tua sering menghadapi berbagai hambatan, secara umum hambatan dalam praktek parenting terbagi menjadi dua. hambatan internal dan hambatan eksternal. seperti kurangnya pemahaman tentang perkembangan anak, kurangnya pendidikan dalam persiapan mendidik anak, tekanan ekonomi, keterbatasan waktu karena pekerjaan, pengaruh teknologi dan media sosial yang tidak dipahami oleh kebanyakan orang tua generasi lama, pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat, serta perbedaan pola asuh antara ayah dan ibu. Selain itu, trauma masa kecil dan kurangnya dukungan sosial juga dapat mempengaruhi efektivitas dalam praktek parenting. Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam praktek parenting gaya Barat dan Timur. Di antaranya pada praktek parenting Barat ditemukan kelebihan bahwa anak didorong untuk mendapatkan kemandirian dan meningkatkan rasa percaya diri. Adapun kelebihan gaya parenting Timur ditemukan lebih memiliki ikatan harmonis antara anak dan orang tua, gaya parenting ini cenderung menghasilkan sikap anak yang patuh, berbakti dan selalu menyertakan orang tua dalam segala keputusan dalam hidup. Adapun beberapa kekurangan dalam gaya parenting Barat yang diakibatkan terlalu mengedepankan prinsip kemandirian dan kebebasan, maka cenderung berpotensi menghasilkan karakter anak yang kurang memiliki batasan dan bimbingan, kurangnya rasa empati juga keterampilan sosial. Sedangkan kekurangan yang terdapat pada parenting Timur disebabkan dari prinsip otoritas orang tua yang tinggi, dan pengaruh budaya atau tradisi, maka berpotensi berdampak kepada karakter anak yang kurang kepercayaan dalam pengembangan diri juga kurangnya kemandirian dalam mengambil keputusan. Selanjutnya penulis menyimpulkan bahwa konsep parenting dalam perspektif Al-QurAoan menggabungkan kedua model atau metode parenting yang terdapat dari Barat maupun Timur bahkan jauh sebelum teori-teori parenting tersebut ditemukan dan dikemukakan oleh para ahli. Dalam hal tersebut konsep parenting Al-QurAoan memiliki langkah-langkah yang lebih tertata dan aplikatif, terdapat berbagai metode pendekatan, yaitu. mulai dari konsep parenting ketika anak di dalam kandungan, pendekatan berdasarkan usia anak dari masa kanak-kanak hingga dewasa, pendekatan berdasarkan materi pendidikan. mulai dari pendidikan tauhid dan sosial, juga pendekatan berdasarkan keteladan baik dari perkataan dan contoh yang diberikan orang tua kepada Parenting dalam perspektif Al-QurAoan juga melibatkan komunikasi, kedisiplinan, kasih sayang, hubungan timbal balik anak kepada orang tua, serta pemahaman terhadap kebutuhan anak sesuai tahapan usianya, dan semua itu dilakukan dengan berprinsip kepada keimanan dan ketakwaan, sehingga diharapkan dapat menjadi sarana dalam melahirkan generasiyang memiliki akhlak mulia. Tafsir al-Munyr karya Wahbah az-Zuhaili menjadi objek utama penelitian yang berkaitan dengan konsep parenting dalam perspektif Al-QurAoan. Dalam hal ini penulis menemukan Aokekayaan penulisanAo dari Wahbah az-Zuhaili dalam tafsirnya terkhusus pada ayat-ayat yang berkaitan dengan objek pembahasan, yaitu dengan adanya bab khusus dalam tafsir al-Munyr. Fiqh al-Hayah aw alAhkym, bagian ini menjadi sangat penting karena dapat menjadi solusi praktis dalam mengaplikasikan ayat-ayat yang menjadi pedoman ketika praktek parenting atau pengasuhan dan pembimbingan dalam keluarga. REFERENSI