P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3. No 2. Mei 2025. Hal 243-251 DOI : Manajemen Resiko : Penyuluhan Preventif Penyakit Dalam Organ Kesehatan Reproduksi Wanita di Perumahan Cendana. Batam Center Sarmini1. Cevy Amelia2. Ratna Dewi Silalahi3,Yenny Aryaneta4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Batam Email: sarmini@univbatam. Keywords : Manajemen Tindakan Preventif. Kata Kunci : Risk Preventive Action. Abstract. Pentingnya manajemen resiko dalam Tindakan preventif untuk pencegahan penyakin pada organ Reproduksi Wanita. Dalam hal ini perlu kesadaran dari personal, supaya melakukan pencegahan sehingga meminimalisir penyakit dalam organ reproduksi Wanita. Pada kegiatan PKM ini mempunyai tujuan agar peserta penyuluhan menjadi paham dan menambah wawasan terkait pentingnya mengetahui pencegahan penyakit pada reproduksi Wanita. Lokasi kegiatan PKM di Perumahan Cendana. Tahap I. Batam Center dan peserta sejumlah 45 orang. Pelaksana PKM terdisi dari 1 dosen prodi Manajemen, 1 dosen prodi Psikologi dan 2 dosen dari Prodi Kebidanan. Abstrak. The importance of risk management in preventive measures for the prevention of diseases in the female reproductive organs. In this case, personal awareness is needed, in order to carry out prevention so as to minimize diseases in the female reproductive organs. This PKM activity aims to make counseling participants understand and increase their insight regarding the importance of knowing the prevention of diseases in the female reproductive organs. The location of the PKm activity is at Cendana Housing. Phase I. Batam Center and there are 45 participants. The PKM implementers consist of 1 lecturer from the Management study program, 1 lecturer from the Psychology study program and 2 lecturers from the Midwifery Study Program. PENDAHULUAN Ramadhan. Febriansyah. , & Dewi. , secara umum, pengertian manajemen risiko adalah suatu proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya menghindari, meminimalisir, atau bahkan menghapus risiko yang tidak dapat diterima. Manajemen risiko pencegahan penyakit adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko yang dapat menyebabkan penyakit. Proses ini melibatkan identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengembangan strategi mitigasi, dan pemantauan serta evaluasi berkelanjutan. Sedangkan pencegahan dalam mengindari penyakit reproduksi Wanita menjadi sesuatu yang wajib untuk ketahui dan butuh pemahaman oleh Wanita. Sehat merupakan suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan. Definisi kesehatan reproduksi menurut hasil ICPD (International Conference for Population and Developmen. 1994 di Kairo adalah keadaan sempurna fisik, mental dan sosial yang utuh kesejahteraan sosial dan tidak semata-mata ketiadaan penyakit atau kelemahan bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsi serta prosesnya (Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, 2. Keseriusan pemerintah dalam memberi perhatian akan penanganan permasalahan kesehatan reproduksi, termasuk sehat secara psikis maupun mental. Hal ini dituangkan dalam kebijakan Peraturan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, mengenai jaminan pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi setiap orang dan menjamin kesehatan ibu dalam usia reproduksi agar melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas, serta mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI). Selain itu, pemerintah juga menjamin kesehatan ibu, mengurangi angka kesakitan. AKI dan bayi baru lahir, menjamin tercapainya kualitas hidup dan pemenuhan hak-hak reproduksi dan mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang bermutu, aman dan bermanfaat sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Peraturan Pemerintah. Gambar 1. Persentase Ibu yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dalam Sebulan Terakhir dan Mengakibatkan Terganggunya Kegiatan Sehari-hari Menurut Karakteristik, 2022Ae2024 Sumber : BPS : Profil Kesehatan Ibu dan anak. Volume 10, 2024, hal 200 Di Indonesia kanker serviks masih menjadi penyakit kanker dengan jumlah penderita terbesar kedua setelah kanker payudara. Angka kejadian kasus baru kanker serviks sesuai data GLOBOCAN, 2018 untuk wanita di Indonesia berkisar 32. 469 kasus . 2%) dengan angka kematian 18. 8%). Gambar 1. Kanker pada Wanita tahun 2018 Sumber : Globocan, 2028 Data mengenai kasus kanker rahim . anker servik. pada wanita di Indonesia menunjukkan bahwa kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua pada perempuan Indonesia, dengan 36. 000 kasus baru dan 21. 000 kematian setiap tahunnya. Kanker serviks juga merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada perempuan di Indonesia, dengan sekitar 70% kasus baru terdeteksi pada stadium akhir, yang membuat pengobatan kurang efektif. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dari ulasan di atas maka Tim PKM mengadakan Pengabdian Masyarakat di Perumahan Cendana. Tahap 1. Batam Center. Dalam hal ini Permasalahan Mitra adalah : Belum memahami Manajemen Resiko hubungannya dengan penyakit reproduksi wanita Belum memahami Kesehatan reproduksi wanita Kurangnya motivasi dalam menambah wawasan tentang Kesehatan reproduksi wanita METODE PELAKSANAAN Waktu Pengabdian Masyarakat Waktu Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi serta pelaporan yaitu dari 19 Maret sampai dengan 31 Mei 2025. Lokasi Pengabdian masyarakat Untuk lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) kali ini yaitu di Perumahan Cendana. Tahap 1. Batam Center. Untuk letaknya seperti gambar peta di bawah ini : Gambar 2. Lokasi PKM . Perumahan Cendana. Tahap 1. Batam Centre Sumber:https://w. com/maps/search/perumahan cendana tahap 1 lokasi/@1. 1054965,104. 01,17z/data=!3m1!4b1?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI1MDUwNS4wIKXMDSoASAFQAw== Peserta / Mitra Pengabdian Masyarakat Peserta PKM adalah ibu-ibu Majelis Taklim Burul Huda. Perumahan Cendana. Tahap 1. Batam Center, yang berjumlah kurang lebih 50 orang. Dan Majelis Taklim Nurul Huda diketuai oleh Ibu Titi Rustanjiyah. Metode Pengabdian Masyarakat Metode yang dipakai dalam kegiatan PKM kali ini adalah berupa Sosialisasi dan penyuluhan serta diperkuat dengan motivasi di akhir sesi kegiatan. Perbedaan utama antara sosialisasi dan penyuluhan terletak pada tujuannya. Sosialisasi bertujuan untuk menyebarkan informasi, sementara penyuluhan bertujuan untuk mengubah perilaku dan meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Singkatnya: Sosialisasi: Menyebarkan informasi . dan Penyuluhan: Mengubah perilaku dan meningkatkan pengetahuan . ow t. Untuk Model pelaksanaan PKM seperti di bawah ini : Komunikasi Tim PKM dengan Mitra ( melalui Ketua Majelis Taklim Cendana ) Survei ke lokasi Mitra Pelaporan Hasil Pelaksanaan PKM Perumahan Cendana Tahap 1. Batam Centre Evaluasi Hasil Pelaksanaan PKM Koordinasi Teknis Pelaksanaan PKM Pelaksanaan PKM Gambar 2. Model Pelaksanaan PKM Sumber : TIM PKM Observasi dan Wawancara Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang oleh Tim PKM di lapangan / lokasi pada saat survei lapangan sekaligus mengadakan observasi serta mengadakan wawancara tanpa teks kepada beberapa ibu-ibu secara acak di wilayah mitra. Dan dari pengamatan serta jawaban dari beberapa yang diberikan pertanyaan seputar menejemen resiko dalam pencegahan penyakit reproduksi Wanita, memang Sebagian besar belum paham dan sangat minim informasi. Oleh karena itu berdasarkan observasi dan wawancara tanpa teks, maka menjadi materi yang akan dibahas, diulas dan disosialisasikan kepada Dengan harapan bahwa pengetahuan, wawasan dan persepsi dari peserta PKM akan menjadi/ mitra akan menjadi lebih maksimal dalam mendapatkan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Wanita dan juga bagaiman pencegahannya agar tidak terjadi / meminimalisir penyakit yang terdapat pada organ reproduksi Wanita. Pelaksanaan PKM Manajemen Resiko : Sosialisasi dan Penyuluhan Penyakit Kesehatan Reproduksi Wanita di Perumahan Cendana. Batam Center Dalam rangkaian Kegiatan Pelaksanaan PKM membutuhkan waktu yang cukup. Kegiatan PKM dimulai perencanaan, komunikasi dan juga survei Lokasi hingga pelaksanaannya, dari tanggal 19 Maret 2025 sampai dengan 23 Mei 2025. Secara terperinci kegiatan tersebut terlihat pada tabel di bawah ini : This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Tabel 2. Pelaksanaan PKM di Perumahan Cendana Tahap 1. Batam Center Sumber : TIM PKM Waktu Kegiatan 19 Maret 2025 Komunikasi Tim PKM dengan Mitra ( melalui TIM PKM Ketua Majelis Taklim Cendana ) 1 April 2025 Survei lokasi Mitra ke Perumahan Cendana. TIM PKM tahap 1. Batam Center 15 April 2025 Koordinasi Teknis Pelaksanaan PKM 26 April 2025 Pelaksanaan PKM Pembukaan oleh MC Pembacaan Ayat Suci Al QurAoan Doa Sambutan Ketua Majelis Taklim Nurul Huda Sambutan TIM PKM Materi Pertama : Manajemen Resiko Materi Ke dua : Kesehatan Reproduksi Materi ke tiga : Pencegahan Penyakit Organ Reproduksi Materi ke empat Tanya Jawab Sharing Penutupan Dokumentasi Pelaksana TIM PKM dan Prngurus Majelis Taklim Nurul Huda Ibu Titi Ibu Yetni Ibu Irin Ibu Titi Dr. Sarmini. Pd. ,M. Dr. Sarmini. Pd. ,M. Ns. Yenny Aryaneta. Kes. ,M. Biomed Ns. Ratna Dewi S. ,M. Biomed Cevy Amelia. Psi. ,ChtAos. ,Psikolog TIM PKM Panitia dari MT. Hurul Huda 3 Mei 2025 Evaluasi Hasil Pelaksanaan PKM TIM PKM 17 Mei 2025 Penyusunan Laporan PKM Dr. Sarmini. Pd. ,M. 24 Mei 2025 Pembuatan/penulisan Jurnal PKM Dr. Sarmini. Pd. ,M. 31 Mei 2025 Selesai Jurnal TIM PKM HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Resiko dalam Pencegahan Penyakit Menurut ISO 31000:2018 Risk Management Guideline proses manajemen risiko adalah proses sistematis penerapan kebijakan, prosedur, dan praktik terkait aktivitas komunikasi dan konsultasi risiko, penetapan cakupan, konteks, dan kriteria risiko, pelaksanaan penilaian risiko . isk assessmen. yang terdiri dari identifikasi risiko, analisis risiko, dan evaluasi risiko, perlakuan risiko ( risk treatmen. , pemantauan dan peninjauan, perekaman, dan pelaporan sebagaimana terlihat pada gambar di bawah ISO 31000 Tahun 2018. Kaitannya dengan personal, manajemen resiko untuk meminimalisir penyakit dalam organ reproduksi Wanita, dalam arti pencegahan supaya tidak terjadi. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Langkah-langkah Manajemen Risiko Pencegahan Penyakit: Identifikasi Bahaya: Menentukan potensi bahaya yang dapat menyebabkan penyakit, seperti faktor lingkungan, perilaku, atau infeksi. Penilaian Risiko: Menilai probabilitas dan dampak dari setiap bahaya yang diidentifikasi. Ini melibatkan penggunaan metode seperti penilaian risiko kuantitatif atau kualitatif. Pengembangan Strategi Mitigasi: Merancang dan menerapkan strategi untuk mengurangi atau menghilangkan risiko. Ini bisa meliputi tindakan pencegahan, seperti vaksinasi, pemeliharaan lingkungan, atau perubahan perilaku. Pengendalian Risiko: Mengimplementasikan strategi mitigasi dan memantau efektivitasnya. Ini melibatkan pengawasan, pengukuran, dan pelaporan, serta penyesuaian strategi jika diperlukan. Pemantauan dan Evaluasi: Melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas manajemen risiko dan melakukan penyesuaian jika Ini memastikan bahwa strategi yang digunakan tetap efektif dan relevan. Kesehatan Reproduksi Wanita Kesehatan reproduksi wanita adalah suatu kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi wanita, fungsi, dan prosesnya. Organ reproduksi wanita meliputi : Gambar 3. Sistem Reproduksi Wanita Sumber : TIM PKM Tuba falopi . aluran tuba atau ovidu. adalah sepasang saluran tipis yang menghubungkan ovarium . ndung telu. dengan rahim . Setiap wanita memiliki dua tuba falopi, satu di sisi kanan dan satu di sisi kiri rahim. Uterus atau rahim adalah organ reproduksi internal wanita yang berbentuk seperti buah pir Berfungsi sebagai tempat perkembangan janin selama kehamilan. Terletak di dalam rongga panggul, di antara kandung kemih dan rektum . sus besar bagian akhi. Ovarium : sepasang organ kecil berbentuk oval yang terletak di dalam rongga panggul wanita, di kedua sisi rahim. Ovarium merupakan bagian penting dari sistem reproduksi wanita karena berperan dalam produksi sel telur . dan sekresi hormon- hormon seksual wanita. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Vagina ialah bagian dari organ reproduksi internal wanita berupa saluran berotot dan elastis yang menghubungkan bagian luar alat kelamin . dengan leher rahim . Vagina juga dikenal sebagai jalan lahir, saluran menstruasi, dan tempat terjadinya hubungan seksual. Servik adalah bagian paling bawah dari rahim . yang menghubungkan rahim dengan Bentuknya seperti silinder kecil, dan memiliki saluran sempit di tengahnya yang disebut kanal servikal. Kanal ini menjadi jalur keluarnya darah menstruasi dari rahim ke vagina, dan juga jalur masuknya sperma dari vagina ke rahim saat proses pembuahan. Pencegahan Penyakit dalam Organ Reproduksi Wanita Pada materi ke tiga ini narasumber menjelaskan bagaimana pencegahan penyakit dalam organ reproduksi wanita. Beberapa langkah untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita : Menjaga kebersihan organ intim . epan ke belakan. Menghindari penggunaan sabun pewangi Mengganti pembalut secara berkala saat menstruasi Tidak berganti-ganti pasangan seksualMenggunakan kondom untuk mencegah IMS Cek berkala : Pap smear, deteksi dini kanker serviks Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) Vaksinasi HPV, perlindungan terhadap virus kanker serviks USG panggul, memantau kesehatan rahim & ovarium Indikator kesehatan wanita adalah ukuran yang menggambarkan atau menunjukan status kesehatan wanita dalam populasi tertentu. Indikator kesehatan ibu dapat ditinjau dari : usia harapan hidup, angka kematian ibu tingkat kesuburan. Motivasi Pada sesi terakhir dari materi, dari Prodi Psikologi yaitu Cevy Amelia. Psi. ,ChtAos. Psikolog memberi motivasi melalui relaxasi yang mempuat rileks peserta PKM. Dan membuat bugar serta sugesti positif dari masing-masing peserta PKM / Mitra. Proses relaxasi : Setiap peserta dipersilakan duduk berjarak satu sama lain Posisi duduk senyaman mungkin dan bersandar pada dinding Peserta disuruh tutup mata dan rileks Psikolog memberi aba-aba untuk semua peserta PKM Pada posisi paling nyaman. Psikolog mensugestikan dengan memberi afirmasi positif kepada peserta dengan kalimat : saya sehat, saya Bahagia, saya sehat, saya Bahagia Kurang lebih 15-20 menit proses relaxasi selesai dan peserta lebih bugar dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Gambar dan Foto Gambar 3. Pembukaan PKM Gambar 3. Pemaparan materi dari TIM PKM Gambar 3. TIM PKM bersama peserta PKM dari MT. Nurul Huda Gambar 3. TIM PKM dengan Pengurus MT Nurul Huda Gambar 3. Flyer Kegiatan PKM Gambar 3. Antusias peserta PKM Gambar 3. Pemateri menyampaikan paparan Gambar 3. Peserta PKM direlaxasi This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. KESIMPULAN Dari apa yang sudah dilakukan oleh TIM PKM dalam Pengabdian Masyarakat di Perumahan Cendana. Tahap 1. Batam Center, didapatkan kesimpulan sebagai berikut : Pentingnya setiap individu memahami manajemen resiko untuk meminimalisir penyakit pada organ reproduksi wanita Pantingnya menambah wawasan tentang reproduksi wanita Pentingnya dalam memahami dalam langkah-langkah pencegahan penyakit pada organ reproduksi wanita UCAPAN TERIMA KASIH