Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 182-191 Penerapan Strategi Pembelajaran Kreatif dalam Mendukung Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar Alfi Rahmawati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta a510210057@student. Fajar Dwi Rukma Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta a510210057@student. Fadhil Huzaifi Nawal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta a510210101@student. Minsih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta min139@ums. Abstrak Pendidikan inklusi membutuhkan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengakomodasi keberagaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk . mengeksplorasi strategi pembelajaran kreatif yang diterapkan di SD Negeri Manahan, . mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pembelajaran kreatif yang diterapkan di SD Negeri Manahan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan GPK (Guru Pendamping Khusu. , observasi non-partisipatif yang dilakukan di kelas inklusi untuk mengamati secara langsung penerapan strategi pembelajaran kreatif oleh guru, dan studi dokumentasi yang melibatkan analisis RPP, silabus, dan dokumen relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . SD Negeri Manahan menerapkan strategi seperti pembelajaran berbasis proyek, berbasis permainan, dan kegiatan di luar kelas. Terdapat faktor penghambat yaitu kurangnya pengetahuan guru, minimnya sumber daya manusia khususnya GPK (Guru Pendamping Khusu. , serta keberagaman kemampuan siswa. Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan sekolah dalam upaya pengembangan sendidikan inklusi meliputi pelatihan guru, optimalisasi fasilitas, dan kerjasama dengan orangtua. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran kreatif untuk mendukung pendidikan inklusi, serta menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru dan penyediaan sumber daya memadai. Kata Kunci: Pendidikan, pembelajaran, inklusi, strategi, kreatif diwujudkan untuk menjamin akses pendidikan yang setara dan tidak diskriminatif bagi semua (Lee et al. Di Indonesia, penyelenggaraan pendidikan inklusi telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal strategi pembelajaran yang efektif untuk mengakomodasi PENDAHULUAN Pendidikan inklusi telah menjadi tren global dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang adil dan berkualitas bagi seluruh siswa, tanpa Sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDG. , pendidikan inklusi merupakan salah satu target penting yang harus Alfi Rahmawati. Fajar Dwi Rukma. Fadhil Huzaifi, & Minsih: Penerapan Strategi Pembelajaran Kreatif dalam Mendukung Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar keberagaman siswa di kelas inklusi (Salma & Najibah, 2. Kesulitan ini disebabkan oleh adanya perbedaan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang dimiliki oleh masing-masing Mengatasi tantangan tersebut menjadi penting, mengingat masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam pemenuhan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susena. tahun 2021, hanya 34,76% anak berkebutuhan khusus usia sekolah yang berpartisipasi dalam pendidikan formal (Badan Pusat Statistik, 2. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun masih jauh dari target pemerataan akses pendidikan yang dicanangkan dalam SDGs. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya kesiapan guru dalam menghadapi keberagaman siswa di kelas inklusi, terutama dalam hal strategi pembelajaran yang efektif (Joseph Mandyata et al. , 2. Pendidikan inklusi merupakan sebuah paradigma pendidikan yang menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan keadilan bagi semua peserta didik, terlepas dari latar belakang dan kemampuan mereka (UNESCO, 2. Dalam konteks global, pendidikan inklusi telah menjadi salah satu agenda utama dalam upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan tidak diskriminatif, seperti yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDG. (Lee et al. , 2. Di Indonesia, praktik pendidikan inklusi telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009, yang mengamanatkan penyediaan layanan pendidikan khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah reguler (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Namun, implementasi pendidikan inklusi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan kesiapan kebutuhan belajar siswa (Salma & Najibah, 2. Salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi adalah strategi pembelajaran yang efektif untuk mengakomodasi keberagaman siswa di kelas inklusi (Yuwono & Mirnawati, 2. Kesulitan ini disebabkan oleh adanya perbedaan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang dimiliki oleh masing-masing Dalam situasi seperti ini, diperlukan strategi pembelajaran yang fleksibel, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi setiap siswa secara optimal. Sejalan dengan penelitian (Minsih & D, 2. pendidik secara konsisten menerapkan beragam metode pengajaran dalam setiap sesi pembelajaran, hal ini bertujuan untuk memastikan peserta didik tetap terlibat aktif dan mempertahankan antusiasme mereka selama proses belajar-mengajar berlangsung. Strategi pembelajaran inovatif muncul sebagai solusi yang menjanjikan, karena melibatkan penggunaan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan menekankan pada pengembangan kreativitas serta keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa (Silaen et al. , 2. Pentingnya strategi pembelajaran kreatif dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi telah dibuktikan dalam beberapa penelitian Penelitian (Yuwono & Mirnawati, 2. menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kreatif, seperti penggunaan media pembelajaran yang ramah dan variasi metode, dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa berkebutuhan khusus dalam kelas inklusi. Temuan serupa juga diungkapkan oleh (Cuong et al. , 2. , yang menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang fleksibel, kreatif, dan berorientasi pada siswa merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan Namun implementasi strategi pembelajaran kreatif dalam konteks pendidikan inklusi masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang strategi pembelajaran inovatif serta kesulitan dalam mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar Menghadapi realitas tersebut, strategi pembelajaran kreatif muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan belajar yang beragam. Strategi pembelajaran kreatif melibatkan penggunaan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berorientasi pada pengembangan kreativitas siswa (Ristiantita et al. , 2. Dengan menerapkan strategi ini, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, menarik, dan disesuaikan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 182-191 dengan kebutuhan serta gaya belajar masing-masing Hal ini sangat penting dalam konteks pendidikan inklusi, di mana kelas terdiri dari siswa dengan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang beragam. Meskipun demikian, implementasi strategi pembelajaran kreatif dalam pendidikan inklusi masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian yang dilakukan oleh (Setiawan et al. , 2. mengungkapkan bahwa kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang strategi pembelajaran inovatif menjadi salah satu kendala Selain itu, penelitian (Sartini, 2. juga menyoroti tantangan dalam mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar siswa di kelas inklusi, yang memerlukan strategi pembelajaran yang fleksibel dan adaptif. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan guru. Pelatihan dan workshop yang berkelanjutan bagi para guru sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang inovatif dan inklusif. Selain itu, penyediaan sumber daya yang memadai serta dukungan dari manajemen sekolah juga merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang dapat memenuhi kebutuhan semua siswa. Pemanfaatan teknologi pendidikan juga dapat menjadi solusi untuk menyajikan materi pembelajaran yang lebih mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa di kelas SD Negeri Manahan merupakan salah satu sekolah dasar di wilayah tersebut yang telah menerapkan pendidikan inklusi sejak tahun 2016. Dengan jumlah siswa berkebutuhan khusus yang terus meningkat setiap tahunnya, sekolah ini menjadi lokasi yang tepat untuk mempelajari strategi pembelajaran kreatif dalam konteks pendidikan Sekolah ini dipilih karena memiliki pengalaman dalam menerapkan berbagai strategi pembelajaran kreatif dan komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi semua siswa. Penelitian ini diharapkan dapat pengembangan strategi pembelajaran kreatif yang pendidikan inklusi di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan bagi semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, dapat terus ditingkatkan (Sudarta, 2. Secara teoretis, temuan penelitian akan memperkaya wawasan tentang implementasi strategi pembelajaran kreatif dalam konteks pendidikan inklusi, serta faktor-faktor yang memengaruhi Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan kreatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran kreatif yang diterapkan dalam pendidikan inklusi di SD Negeri Manahan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam Mengingat pentingnya pendidikan inklusi sebagai upaya mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam bidang pendidikan, serta potensi strategi pembelajaran kreatif dalam mendukung hal tersebut, maka penelitian lebih lanjut sangat METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti informan kunci yaitu Guru Pendamping Khusus (GPK) di SD Negeri Manahan, observasi non-partisipatif di kelas inklusi, serta studi dokumentasi terhadap RPP, silabus, dan dokumen terkait lainnya. Menurut (Mekarisce, 2. , penggunaan sumber data yang beragam dalam penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk melakukan triangulasi data, sehingga dapat meningkatkan kredibilitas dan keabsahan temuan Lebih lanjut, (Ardiansyah et al. , 2. menekankan pentingnya menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Pemilihan sumber data yang beragam ini komprehensif dan memungkinkan terjadinya triangulasi data. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi . wawancara mendalam dengan GPK (Guru Pendamping Khusu. yaitu ibu Vivin Alfi Rahmawati. Fajar Dwi Rukma. Fadhil Huzaifi, & Minsih: Penerapan Strategi Pembelajaran Kreatif dalam Mendukung Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar yang merupakan GPK satu-satunya di SD N Manahan, . observasi non-partisipatif yang dilakukan di kelas inklusi untuk mengamati secara langsung penerapan strategi pembelajaran kreatif oleh guru, dan . studi dokumentasi yang melibatkan analisis RPP, silabus, dan dokumen relevan lainnya. Untuk keabsahan temuan penelitian, dilakukan triangulasi data dengan menggunakan berbagai sumber data dan teknik pengumpulan data yang berbeda. Selain itu, peneliti juga melakukan member checking dengan mengembalikan temuan penelitian kepada informan kunci untuk memastikan keakuratan interpretasi dan meminimalkan bias peneliti. Data yang diperoleh dianalisis secara induktif dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif, seperti pengodean dan kategorisasi, untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari data. Proses analisis data dilakukan secara berulang dan berkelanjutan untuk memastikan ketepatan dan kedalaman temuan penelitian, sebagaimana disarankan oleh (Sugiyono, 2. dalam penelitian kualitatif. Komitmen sekolah Sekolah berkomitmen pelaksanaan untuk pendidikan inklusif. semua siswa, tanpa membeda-bedakan latar belakang atau kemampuan mereka. Program yang Program kepada diberikan peserta didik dalam memberikan proyek kepada siswa, pendidikan inklusif. maket atau media huruf dan angka. Ini bekerja sama dan dibutuhkan di abad Dampak yang Dengan program yang peserta dibuat yaitu berupa didik dari program permainan, menjadi lebih antusias dan termotivasi dalam Mereka tidak sedang belajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pembelajaran Kreatif Yang Diterapkan Di SD Negeri Manahan Hasil penelitian yang telah kami lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Negeri Manahan mengenai strategi pembelajaran kreatif dalam mendukung pendidikan inklusi menunjukkan bahwa bahwa pada SD Negeri Manahan menerapkan strategi seperti pembelajaran berbasis proyek, berbasis permainan, dan kegiatan di luar kelas. Dengan kata lain dalam SD Negeri Manahan ini telah menggunakan strategi kreatif untuk medukung pendidikan inklusi yang ada, strategi ini pastinya digunakan untuk menyesuaikan dengan karakter dan permasalahan yang ada pada siswa, jadi lebih menyesuaikan dengan kondisi dari siswa ataupun pembelajaran yang sedang dilakukan. Tabel 1. Hasil Wawancara GPK (Guru Pendamping Khusu. Daftar Pertanyaan SD Negeri Manahan merupakan salah satu sekolah dasar di wilayah tersebut yang telah menyelenggarakan pendidikan inklusi sejak tahun Sekolah ini memiliki visi untuk menjadi lembaga pendidikan yang inklusif, unggul, dan berwawasan lingkungan. Dalam mewujudkan visi Hasil wawancara Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 182-191 Negeri Manahan mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mengakomodasi keberagaman siswa. Negeri Manahan berkomitmen untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi semua siswa, tanpa membeda-bedakan latar belakang atau kemampuan Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan inklusi yang menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan bagi semua peserta didik (Saputri et al. Saat ini. SD Negeri Manahan memiliki total 293 siswa, dengan 19 di antaranya merupakan siswa berkebutuhan khusus yang beberapa diantaranya terdiri dari anak slow-learner, tunarungu, dan Untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi, sekolah telah menyediakan fasilitas seperti ruang sumber daya, media pembelajaran khusus, dan akses yang ramah bagi siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, sekolah juga memiliki guru pendamping khusus yang membantu guru kelas dalam melayani kebutuhan belajar siswa berkebutuhan khusus. Tetapi guru pendamping yang terdapat di SD Negeri Manahan hanya satu orang saja, sehingga setiap harinya guru tersebut harus memasuki kelas mulai dari 1 sampai 6. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Aeny et al. , 2. ketersediaan fasilitas dan sumber daya yang memadai merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar. Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan seluruh siswa. SD Negeri Manahan menerapkan berbagai strategi pembelajaran kreatif. Sebagaimana dijelaskan oleh (Saidah. Dwijanto, 2. , pendekatan kreatif dalam pengajaran dapat membantu siswa dengan kebutuhan khusus untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat Salah satu strategi yang diterapkan adalah pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa bekerja secara kolaboratif dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas atau projek tertentu. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan pemecahan GPK SD Negeri Manahan menjelaskan, pemberian tugas proyek kepada siswa, seperti membuat maket atau media pembelajaran sederhana, seperti penggunaan permainan kartu bergambar untuk membantu siswa belajar mengenal huruf dan Ini membantu mereka bekerja sama dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21. Selain pembelajaran berbasis proyek, strategi lain yang diterapkan adalah pembelajaran berbasis permainan . ame-based learnin. Strategi ini melibatkan penggunaan permainan atau simulasi dalam proses pembelajaran untuk membuat materi menjadi lebih menarik dan interaktif bagi siswa. Menurut (Sahira Dina, 2. , pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan motivasi belajar dan partisipasi aktif siswa, termasuk siswa berkebutuhan Salah satu contoh implementasi di SD Negeri Manahan adalah penggunaan permainan kartu bergambar untuk membantu siswa belajar mengenal huruf dan angka. Guru pendamping inklusi menyatakan, dengan permainan tersebut, siswa menjadi lebih antusias dan termotivasi dalam belajar, mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka sedang belajar. Menurut (Nurdin Kamil, 2. pembelajaran yang aktif dan menyenangkan tentunya akan menjadikan pembelajaran yang berkesan bagi peserta didik. Meskipun demikian. SD Negeri Manahan teknologi dalam proses pembelajaran. Berbeda dengan temuan dari (Aisy et al. , 2. yang menyatakan bahwa penggunaan teknologi dalam kelas dapat meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa, serta memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna, sekolah ini masih terbatas dalam memanfaatkan perangkat lunak dan aplikasi Pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan menggunakan metode konvensional, seperti ceramah dan penugasan tertulis. Minimnya integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat menyebabkan kurangnya keterlibatan aktif dan minat siswa dalam mempelajari materi Pelajaran (Windasari et al. , 2. Tidak hanya itu. SD Negeri Manahan juga menerapkan strategi pembelajaran yang melibatkan kegiatan di luar ruang kelas, seperti kunjungan lapangan atau pembelajaran di alam terbuka. Sebagaimana dinyatakan oleh (Primayana et al. Alfi Rahmawati. Fajar Dwi Rukma. Fadhil Huzaifi, & Minsih: Penerapan Strategi Pembelajaran Kreatif dalam Mendukung Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar 2. , pembelajaran di luar ruang dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual bagi siswa, serta meningkatkan minat dan motivasi mereka. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengeksplorasi lingkungan sekitar, melakukan pengamatan langsung, dan mengaitkan konsep yang dipelajari dengan situasi nyata. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga keterampilan observasi, analisis, dan berpikir kritis. menerapkannya di kelas. Dengan Sekolah paham akan GPK pentingnya itu pembelajaran menimbulkan kesulitan tetapi terkadang, pihak dalam sekolah merasa kesulitan peserta dalam di kelas karena kurangnya Kendala lain yang GPK Terkadang sulit untuk saat mengelola kelas karena peserta adanya perbedaan yang didik dalam kelas. kemampuan dan perilaku Dampak strategi menjadi kreatif dan terlibat aktif dalam reguler proses maupun berkebutuhan ketika Sekolah memiliki visi GPK melihat siswa pembelajaran kreatif di untuk menjadi sekolah sekolah ini. Faktor-Faktor Pendukung Dan Penghambat Dalam Implementasi Strategi Pembelajaran Kreatif Terdapat kurangnya pengetahuan guru, minimnya sumber daya manusia khususnya GPK (Guru Pendamping Khusu. , serta keberagaman kemampuan siswa. Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan sekolah dalam upaya pengembangan sendidikan inklusi meliputi pelatihan guru, optimalisasi fasilitas, dan kerjasama dengan Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran kreatif untuk mendukung pendidikan inklusi, serta menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru dan penyediaan sumber daya memadai. Penelitian dilakukan secara tatap muka di SD Negeri Manahan. Hasil penelitian diperoleh dari wawancara dengan GPK (Guru Pendamping Khusu. yang berinisial P ditampilkan pada tabel 2. Table 2 Hasil Wawancara GPK (Guru Pendamping Khusu. Daftar Pertanyaan Hasil Wawancara Faktor inklusi yang unggul, dan untuk mencapai itu, kami menarik, walaupun belum mendorong guru untuk terus berinovasi dalam maksimal tetapi menurut saya ada peningkatan. Namun GPK Upaya Sekolah secara rutin sekolah harus dapat mengadakan untuk mengembangkan pelatihan, workshop, dan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 182-191 pendidikan iklusi. pendampingan bagi guru- juga merupakan salah satu penghambat dalam dan keterampilan mereka Meskipun SD Negeri Manahan telah berupaya untuk menerapkan strategi pembelajaran kreatif dalam pendidikan inklusi, terdapat sejumlah tantangan dan kendala yang dihadapi. Salah satu kendala utama berasal dari sisi guru, yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam merancang dan melaksanakan strategi pembelajaran kreatif. Pihak sekola memahami pentingnya strategi pembelajaran kreatif, tetapi terkadang kami merasa kesulitan dalam mengimplementasikannya di kelas karena kurangnya pelatihan dan pengalaman. Kendala lain yang dihadapi adalah minimnya sumber daya manusia, di mana sekolah hanya memiliki satu orang guru pendamping khusus yang harus melayani seluruh siswa berkebutuhan khusus di semua tingkatan kelas. Hal ini jelas menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pendampingan yang optimal bagi siswa berkebutuhan khusus. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Setiawan et al. , 2. yang menyebutkan bahwa kurangnya pemahaman dan keterampilan guru menjadi salah satu penghambat dalam penerapan strategi pembelajaran inovatif di kelas inklusi. Kendala lain yang dihadapi adalah pembelajaran kreatif yang sesuai dengan kebutuhan Implementasi strategi pembelajaran kreatif dalam pendidikan inklusi di SD Negeri Manahan didukung oleh berbagai faktor, baik dari internal sekolah maupun eksternal. Salah satu faktor pendukung utama adalah komitmen dan kebijakan sekolah yang kuat dalam mewujudkan pendidikan inklusi yang berkualitas. SD Negeri Manahan memiliki visi untuk menjadi sekolah inklusi yang unggul, dan untuk mencapai itu, sekolah mendorong Hal ini sejalan dengan temuan (Putranti & Tanjungpura, 2. yang menyebutkan keberagaman kemampuan dan perilaku siswa di bahwa dukungan kebijakan dan komitmen pimpinan kelas inklusi. Dalam pelaksanaan, terkadang sulit sekolah merupakan faktor kunci dalam keberhasilan untuk mengelola kelas karena adanya perbedaan implementasi pendidikan inklusi. yang signifikan dalam kemampuan dan perilaku Namun di sisi lain, terdapat tantangan dan Dalam situasi seperti ini, guru harus mampu kendala dalam upaya meningkatkan kapasitas guru mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam melalui pelatihan dan pengembangan profesional. dan memastikan bahwa semua siswa dapat terlibat GPK SD Negeri Manahan jarang mendapatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Tantangan pelatihan tentang strategi pembelajaran kreatif, ditemukan dalam penelitian (Mukti et al. , 2. memperkaya pengetahuan ini juga disoroti dalam penelitian (Sartini, 2. , yang menyebutkan bahwa keberagaman siswa di menerapkannya di kelas. Selain itu, sekolah juga kelas inklusi memerlukan strategi pembelajaran yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan sumber daya fleksibel dan adaptif untuk memenuhi kebutuhan yang memadai untuk mendukung penerapan strategi belajar masing-masing siswa. pembelajaran kreatif, seperti minimnya media Penerapan strategi pembelajaran kreatif di SD Negeri Manahan telah memberikan dampak positif bagi siswa, baik siswa reguler maupun siswa pembelajaran interaktif dan ruang sumber daya yang Kekurangan fasilitas dan sumber daya ini Alfi Rahmawati. Fajar Dwi Rukma. Fadhil Huzaifi, & Minsih: Penerapan Strategi Pembelajaran Kreatif dalam Mendukung Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar berkebutuhan khusus. Salah satu dampak yang paling menonjol adalah peningkatan motivasi dan partisipasi belajar siswa, walaupun belum semuanya tetapi ada peningkatan. Dampaknya yaitu siswa menjadi lebih antusias dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran ketika kami menggunakan strategi pembelajaran yang kreatif dan menarik, walaupun belum berpengaruh secara maksimal tetapi menurut saya ada peningkatan. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Tabriji, 2. , yang menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran kreatif dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam belajar, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Dampak lain yang signifikan adalah pengembangan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan strategi pembelajaran yang interaktif dan berorientasi pada proyek atau permainan, siswa didorong untuk berpikir secara kreatif, memecahkan masalah, dan mengeksplorasi ide-ide baru. Hal ini dibuktikan dengan hasil karya siswa yang inovatif dan kaya dengan kreativitas. Sebagaimana dikemukakan oleh (Rosiana et al. , strategi pembelajaran kreatif memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan diri secara bebas, mengembangkan imajinasi, dan melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting bagi keberhasilan mereka di masa Untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi dalam implementasi strategi pembelajaran kreatif di kelas inklusi. SD Negeri Manahan telah mengambil beberapa langkah strategis. Salah satu upaya utama adalah meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru melalui program pengembangan profesional yang berkelanjutan. Sebagaimana dinyatakan dalam penelitian (Tahsinia & Pujiaty, 2. , peningkatan kompetensi guru secara terstruktur dan berkesinambungan merupakan kunci keberhasilan penerapan strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif dalam pendidikan inklusi. Sekolah secara rutin harus dapat mengadakan pelatihan, workshop, dan pendampingan bagi guruguru inklusi untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan mereka dalam merancang dan melaksanakan strategi pembelajaran kreatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu. SD Negeri Manahan juga berupaya untuk mengoptimalkan fasilitas dan sumber daya yang tersedia guna mendukung Meskipun menghadapi keterbatasan, sekolah terus berusaha untuk mengembangkan dan memperkaya media pembelajaran interaktif, alat peraga, dan sumber belajar lainnya yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan bermakna bagi Sebagaimana diungkapkan oleh (Martir et al. , penggunaan media dan sumber belajar yang bervariasi dapat memfasilitasi penerapan strategi pembelajaran kreatif secara lebih efektif, terutama dalam konteks kelas inklusi yang memiliki keberagaman kebutuhan belajar. Upaya lain yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan orangtua, masyarakat, dan pihak-pihak terkait untuk mendukung implementasi strategi pembelajaran kreatif dalam pendidikan inklusi di sekolah. PENUTUP Simpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Manahan telah menerapkan berbagai strategi pembelajaran kreatif, seperti pembelajaran proyek, pembelajaran berbasis permainan, dan kegiatan pembelajaran di luar Meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan, keterampilan guru dalam merancang strategi kreatif, minimnya sumber daya manusia khususnya guru pendamping khusus, serta keberagaman kemampuan dan perilaku siswa di kelas inklusi. Namun, penerapan strategi kreatif belum sepenuhnya berhasil dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa tetapi dapat dilihat bahwasaanya ada peningkatan. Terdapat pengetahuan guru, minimnya sumber daya manusia khususnya GPK (Guru Pendamping Khusu. , serta keberagaman kemampuan siswa. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 182-191 Saran Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan sekolah dalam upaya pengembangan sendidikan inklusi meliputi pelatihan guru, optimalisasi fasilitas, dan kerjasama dengan Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran kreatif untuk mendukung pendidikan inklusi, serta menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru dan penyediaan sumber daya memadai. Realini. Kieselbach. MacGregor. Waller. Gordon. Moloney-Kitts, . Lee. , & Gilligan. Transforming Our World: Implementing the 2030 Agenda Through Sustainable Development Goal Indicators. Journal of Public Health Policy, 37. S13AeS31. https://doi. org/10. 1057/s41271-016-0002-7 Martir. Una. Soro. Beku. Studi. Guru. , & Dasar. Strategi Pembelajaran Kreatif Dalam Pendidikan Inklusi Di Jenjang Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Berkebutuhan Khusus, 1, 1Ae10. Mekarisce. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12. , 145Ae151. https://doi. org/10. 52022/jikm. Minsih. , & D. Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas. Profesi Pendidikan Dasar, 1. , https://doi. org/10. 23917/ppd. Mukti. Arnyana. , & Dantes. Analisis Pendidikan Inklusif: Kendala Solusi Implementasinya. Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 6. , 761Ae777. https://doi. org/10. 31539/kaganga. Primayana. Lasmawan. , & Adnyana. Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan Terhadap Hasil Belajar IPA Ditinjau Dari Minat Outdoor Pada Siswa Kelas IV. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran IPA Indonesia, 9. , 72Ae79. http://ejournalpasca. id/index. php/jurnal_ipa/ Putranti. , & Tanjungpura. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kebijakan Pendidikan Inklusif di SMAN 3 Pontianak. Jurnal Untan, 355Ae Ristiantita. Sari. Azahra. Winarsih. Alkhoiri. Mubarak. DAFTAR PUSTAKA