LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP DETERMINAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Sri Ayem1. Asih Purwo Kentari2* Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa *email: asihp. kentari@gmail. ABSTRACT Purpose: This research aims to examine how accounting literacy and the application of information technology contribute to shaping the quality of financial reports among MSMEs in Gunungkidul. The quality of financial reports is determined by how well they adhere to accounting regulations and provide users with timely, accurate, understandable, and relevant information for making decisions. Method: The research applies a quantitative approach through panel data analysis. For statistical processing, the study relies on EViews 12 SV software. The focus population comprises medium- to lower-tier MSMEs operating in Gunungkidul. Data collection was carried out via questionnaires, resulting in a valid sample of 135 MSME respondents from the region. Finding: The results of this study provide evidence that accounting understanding (X. and the use of information technology (X. influence the determinants of the quality of MSME financial reports (Y). Novelty: Variations in research findings lead to inconsistent research and small-scale studies, which have little impact on the caliber of financial reports produced by MSMEs in Gunungkidul. As a result, scholars see a chance to investigate the variables that affect the caliber of financial reports produced by MSMEs in Gunungkidul. Keywords: Understanding of accounting, information technology, quality of financial reports PENDAHULUAN Transaksi keuangan dan persyaratan pelaporan yang semakin kompleks di pasar yang kompetitif saat ini, bisnis sangat bergantung pada kemampuan akuntansi dan teknologi. Untuk membuat keputusan yang tepat, bisnis harus memahami konsep akuntansi. Selain itu, memanfaatkan alat dan perangkat lunak teknologi dapat memperlancar proses, meningkatkan efisiensi, dan memberikan wawasan berharga tentang kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Oleh karena itu, untuk mencapai pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan, integrasi teknologi dan pengetahuan akuntansi ke dalam operasi bisnis sangat penting. Bisnis dapat memperoleh keunggulan kompetitif dengan menganalisis data secara real-time dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dengan menggabungkan keahlian akuntan dengan kekuatan teknologi. Ini meningkatkan perencanaan dan peramalan keuangan serta pelacakan kinerja pengambilan keputusan. Untuk mendapatkan informasi berharga yang dituntut menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat (Yanti et al. , 2. Penjelasan dari Setda Kab. Gunungkidul. UMKM Gunungkidul sering menggambarkan hambatan untuk mengakses pemasaran, teknologi, dan akses ke kontrak sumber daya manusia. Perkembangan teknologi informasi sendiri tidak hanya digunakan dalam organisasi sector swasta tetapi dalam organisasi sector public, termasuk pada pemerintah (Zubaidi et al. , 2. Dengan kemajuan teknologi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, maka dapat membuka peluang bagi berbagai pihak untuk mengakses, mengelola, dan mendayagunakan informasi keuangan UMKM secara cepat dan akurat (Gunawan et al. , 2. Meskipun terdapat argumen yang valid dan rasional untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), studi terkait penerapan teknologi informasi serta literasi berbasis komputer menunjukkan bahwa hal tersebut belum secara signifikan mampu meningkatkan daya saing UMKM, khususnya bagi pelaku usaha yang beroperasi secara daring. UMKM tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi yang DOI: 10. 55587/jla. 191 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 sulit untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Ini berarti bahwa perusahaan tidak memiliki inovasi, riset pasar, dan penyesuaian teknologi. Untuk memahami bagaimana teknologi telah mengubah komunikasi di tempat kerja, sangat penting untuk melakukan penelitian menyeluruh tentang teori komunikasi dan perkembangan Dengan menyelami konteks sejarah metode komunikasi dan inovasi teknologi, para peneliti dapat lebih baik menginterpretasikan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi interaksi di tempat kerja modern. Teknologi informasi meliputi segala akat maupun motode yang terintegrasi untuk digunakan dalam menjaring atau menangkap data, menyimpan, mengolah, mengirim, atau menyajikan kebutuhan informasi secara elektronik kedalam berbagai format, yang bermanfaat bagi user (Khoirunisa & Khoiriawati, 2. Teknologi informasi berkembang pesat dan kita sudah merasakan efeknya, seperti mudahnya mendapatkan informasi melalui teleon genggam atau internet (Ridzal et al. , 2. Perusahaan membutuhkan keahlian akuntansi khusus untuk memilih laporan keuangan yang Karena setiap perusahaan harus memberikan informasi terkait status kinerja, keuangan, serta arus kas yang diperlukan pada catatan keuangan guna menganalisis layanan keuangan. Tetapi, praktik UMKM di Gunungkidul mengenai akuntansi keuangan tetap relatif rendah. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yag bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laorian dalam pembuatan keputusan ekonomi (Riyadi, 2. Akuntansi UMKM masih sederhana dan belum terperinci. Pemahaman karyawan tentang akuntansi sangat penting, serta pembentukan tingkat yang tepat dan pemahaman hasil yang disinkronkan, termasuk teori akuntansi dasar, catatan transaksi, dan angka nominal keuangan (Prayoga et al. , 2. Salah satu faktor penentu kualitas dalam akuntansi adalah akurasi dan ketepatan waktu pelaporan keuangan. Pemahaman akuntansi memiliki andil yang besar dalam kemajuan sebuahusaha yang dijalankan (Ayem & Milanda, 2. Dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) menjelaskan bahwa laporan keuangan yang kualitas itu harus memenuhi karakteristik relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat di pahami (Lestari & Dewi, 2. Ini meningkatkan pelaporan keuangan perusahaan dan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Faktor penting lainnya dalam menentukan kualitas praktik akuntansi adalah tingkat kepatuhan terhadap persyaratan regulasi dan standar industri. Keterbatasan pengetahuan akuntansi, kompeksitas proses akuntansi dan kondisi keuangan menjadikan pelaku UMKM beranggapan bahwa melakukan pembukuan atau pencatatan keuangan tidak penting (Erawati & Setyaningrum, 2. Dengan memahami akuntansi juga penting untuk menghindari kesalahan dalam laporan keuangan (Amanda et al. , 2. Untuk mengurangi risiko dan mempertahankan kepercayaan pemangku kepentingan, perusahaan harus terus mengikuti perubahan dalam regulasi dan praktik terbaik yang relevan. Perusahaan dapat menghindari denda yang mahal dan masalah hukum karena tidak patuh dengan mematuhi peraturan dan standar. Mereka juga dapat mengikuti praktik terbaik industri, yang pada akhirnya meningkatkan profitabilitas. Secara keseluruhan, keberhasilan dan keberlanjutan jangka panjang setiap perusahaan bergantung pada komitmen terhadap praktik akuntansi berkualitas tinggi. Pemahaman akuntansi menjadi salah satu factor yang menunjang keberhasilan dalam menjalankan usaha (Ayem & Nugroho, 2. Kami dapat meningkatkan profitabilitas, mempercepat operasi, dan meningkatkan akurasi dengan mengintegrasikan kemajuan teknologi terbaru ke dalam proses akuntansi kami. Dengan pemahaman mendalam tentang bagaimana akuntansi dan teknologi berinteraksi, organisasi dapat tetap unggul dalam persaingan dan membuat keputusan strategis yang terinformasi untuk kesuksesan jangka panjang. Pernyataan masalah dalam studi ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam penelitian saat ini mengenai dampak kemajuan teknologi terhadap laporan keuangan di tempat kerja. Dengan penggunan taknologi informasi secara optimal memudahkan karyawan melakukan pekerjaan yang rumit, mengolah data banyak, menghasilkan informasi cepet dan tepat berupa laporan keuangan yang berkualitas (Ari Wahyuni, 2. Teknologi informasi akan meminimalisasi berbagai kesalahan, karena semua aktivitas pengelolaan keuangan akan tercatat secara lebih sistematis dan akhirnya 176 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 mampu menyajikan laporan keuangan dengan tepat waktu (Marlinawati & Wardani, 2. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi informasi baru telah mempengaruhi kualitas interaksi dan kolaborasi di tempat kerja. Studi ini akan memberikan wawasan berharga tentang tantangan dan peluang yang muncul dalam keuangan usaha dengan memeriksa penelitian terdahulu dan tren teknologi terbaru. Dengan mempelajari pengalaman karyawan dan manajer di berbagai industri, penelitian ini akan mengungkap hambatan yang mungkin terjadi dalam komunikasi di era digital. Pada akhirnya, temuan penelitian ini akan membantu organisasi lebih memahami implikasi kemajuan teknologi terhadap praktik komunikasi mereka dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan strategi komunikasi secara keseluruhan di tempat kerja. Penting bagi UMKM untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi informasi guna meningkatkan efektivitas sistem informasi akuntansi dan daya saing (Putri Aliefia et al. , 2. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pemahaman Akuntansi Menurut Pasal 1 Peraturan Pemerintahan Nomor 2 Tahun 2005 mengenai Standar Akuntansi Pemerintahan, "Akuntansi adalah proses pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penginterpretasian hasilnya serta penyajian laporan. " Pemahaman akuntansi ialah kapabilitas untuk memahami konsep serta praktik akuntansi. Akuntansi dapat dianggap sebagai pekerjaan atau sebagai mata pelajaran perguruan tinggi (Fibriyani et al. , 2. Akuntansi umumnya digunakan untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang keuangan, kinerja, posisi, dan uang yang tersedia untuk bisnis. Selanjutnya, informasi ini digunakan untuk membuat keputusan (Indrawan & Dewi, 2. Tujuan akuntansi secara umum adalah untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi terkait keuangan, kinerja, posisi keuangan, dan arus kas dalam suatu organisasi (Indrawan & Dewi, 2. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi, karyawan akan lebih siap untuk menginterpretasikan dan mengkomunikasikan informasi keuangan secara efektif dalam organisasi Kurangnya pengetahuan dasar akuntansi dan fakta bahwa SAK-EMKM tidak ada di UMKM. Mengakibatkan aturan akuntansi keuangan usaha mikr kecil dan menengah belum diikuti oleh pelaku usaha (Ayem et al. , 2. Melalui strategi komunikasi yang terarah seperti program pelatihan, lokakarya, dan struktur pelaporan yang jelas, organisasi dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akuntansi dan praktik komunikasi yang efektif. Pada akhirnya, dasar akuntansi yang solid dapat membantu perusahaan berkomunikasi dengan lebih baik. Keputusan yang dibuat oleh organisasi sangat bergantung pada pemahaman mereka tentang Individu yang paham akuntansi dapat mengerti dan pandai benar tentang bagaimana proses akuntansi itu dilakukan sampai menjadi suatu laporan keungan dengan berpedoman pada prinsip dan standar penyusunan laporan keuangan (Indrawan & Dewi, 2. Para pengambil keputusan dapat membuat pilihan yang sejalan dengan tujuan dan sasaran strategis perusahaan dengan memahami laporan keuangan, penganggaran, dan peramalan. Pada akhirnya, memiliki dasar yang kuat dalam akuntansi dapat mengarah pada proses pengambilan keputusan yang lebih efektif dan sukses yang mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang. Selain itu, pemahaman akuntansi memungkinkan para pemimpin untuk melacak indikator kinerja utama, memantau tren, dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Kemampuan ini untuk menginterpretasikan data keuangan dan membuat keputusan berbasis data sangat penting untuk mendorong inovasi dan tetap bersaing di lingkungan bisnis yang cepat saat ini. Kesimpulannya, pentingnya pemahaman akuntansi dalam pengambilan keputusan tidak dapat diremehkan, karena hal ini menyediakan alat dan wawasan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan dan keberlangsungan organisasi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh (Nurjannah & Nawirah, 2. dan (Ningtyas & Saharsini, 2. menyatakan bahwasanya pemahaman akuntansi berdampak positif serta signifikan pada kualitas laporan keuangan. Pengambilan keputusan perusahaan, termasuk penyusunan laporan keuangan, harus mempertimbangkan seluruh pihak yang terlibat. Laporan keuangan yang lebih baik, jelas, serta relevan bagi seluruh pemangku kepentingan akan dibuat dengan pemahaman akuntansi DOI: 10. 55587/jla. 191 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 yang didukung stakeholder. Hipotesis berikut dibuat berdasarkan penjelasan dan pertimbangan H1 : Pemahaman akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Pemanfaatan Teknologi Informasi Secara menyeluruh, istilah "teknologi informasi" mencakup berbagai teknologi yang berperan dalam penciptaan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, serta distribusi informasi. Ruang lingkup teknologi ini meliputi server dalam berbagai skala . ainframe, mini, micr. , software, sistem basis data, jaringan elektronik, serta platform perdagangan dan internet. Teknologi informasi terdiri dari kombinasi teknologi komputer dan telekomunikasi (Ridzal et al. , 2. Teknologi informasi adalah proses pengolahan dan penyebaran data untuk aktivitas seseorang melalui alat komputer dan telekomunikasi (Gunawan et al. , 2. Pemanfaatan teknologi pada akuntansi berperan krusial pada meningkatkan efisiensi serta akurasi dalam pelaporan keuangan. Alat otomatisasi dan perangkat lunak akuntansi baru-baru ini memungkinkan perusahaan untuk menyederhanakan prosedur dan mengurangi kemungkinan kesalahan manusia. Dengan memanfaatkan teknologi, akuntan juga dapat menganalisis data dengan lebih efektif, mengidentifikasi tren, dan membuat keputusan yang tepat untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Selain itu, pelaporan waktu nyata dimungkinkan oleh teknologi, yang memungkinkan organisasi mengetahui informasi keuangan terkini sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik. Pada dasarnya, untuk tetap kompetitif serta gesit di lingkungan bisnis kontemporer, mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik akuntansi sangat penting. Mengadopsi teknologi dalam akuntansi tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga meningkatkan akurasi dan presisi dalam pelaporan keuangan. Dengan mengotomatiskan tugas-tugas berulang, akuntan dapat fokus pada inisiatif yang lebih strategis yang menambah nilai bagi organisasi. Teknologi juga dapat meningkatkan kolaborasi dalam tim dan dengan klien, mendorong transparansi dan komunikasi yang tepat waktu. Secara keseluruhan, integrasi teknologi dalam akuntansi sangat penting untuk pertumbuhan berkelanjutan dan kesuksesan di lingkungan bisnis yang cepat dan dinamis saat ini. Menurut (Milania et al. , 2. dan (Ningtyas & Saharsini, 2. , dampak teknologi pada kualitas laporan keuangan telah diteliti. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan teknologi memengaruhi kualitas laporan keuangan. Teknologi informasi, terutama sistem informasi akuntansi yang terintegrasi, mampu meningkatkan mutu laporan keuangan dengan menyediakan data yang lebih presisi, terpercaya, dan tepat waktu. Ini dapat memenuhi kebutuhan informasi para stakeholder. Semua pihak harus dipertimbangkan ketika perusahaan membuat keputusan untuk membuat laporan Hipotesis berikut dibuat berdasarkan penjelasan dan pertimbangan tersebut: H2 : Pemanfataan teknologi informasi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. DEFINISI OPERASIOANAL Kualitas Laporan Keuangan Kualitas kualitatif yang ditunjukkan laporan keuangan dalam studi ini menentukan kualitasnya adapun karakteristiknya meliputi relevan, ketepatan waktu penyelesaian laporan keuangan,sistematis, reliable, dapat dibandingi serta dapat dimengerti (Riyadi, 2. dimodifikasi oleh Kentari . Metode pertama yang relevan untuk mengevaluasi kualitas laporan keuangan adalah informasi keuangan yang tersaji dengan benar. Kedua adalah ketepatan waktu, maksudnya yaitu dalam menyusun laporan keuangan dengan tepat waktu guna pengambilan keputusan. Ketiga, laporan keuangan dibuat sesuai dengan SAK. Keempat adalah reliable, yang berarti bahwa informasi keuangan harus memiliki substansi, pertimbangan yang sehat, penyajian yang jujur, dan netral. Pemahaman Akuntansi Orang pintar yang benar-benar memahami akuntansi, baik menggunakan teknologi komputerisasi maupun manual, dianggap memiliki pengetahuan akuntansi (Wilestari & Safitri. Untuk mengukur pemahaman akuntansi, dua instrumen digunakan. Yang pertama adalah 178 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 pemahaman proses akuntansi secara manual, yang berarti memahami proses akuntansi secara manual. Yang kedua adalah pemahaman tentang akuntansi teknologi, atau komputerisasi. Pemanfaatan Teknologi Informasi Penggunaan teknologi informasi berarti mengelola dan menyebarkan informasi melalui penggunaan peralatan telekomunikasi dan komputer (Gunawan et al. , 2. Metode untuk mengukur jumlah teknologi informasi yang digunakan dimulai dengan penggunaan laptop atau komputer, yaitu proses akuntansi yang dilakukan secara digital. Kedua adalah software, maksudnya yaitu pengelolaan transaksi yag menggunakan software akuntansi. Ketiga adalah jaringan, maksudnya yaitu jaringan internet yang sudah memenuhi kebutuhan. Keempat adalah workstation, maksudnya yaitu pemeliharaan peralatan teknologi informasi. Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini mengolah data primer untuk menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pendekatan ini melibatkan persyaratan yang terorganisir, terencana, serta sistematis (Safitri & Estiningrum, 2. Dua variabel bebas pada studi ini ialah pemahaman akuntansi (X. serta pemanfaatan TI (X. Kualitas laporan keuangan (Y) merupakan variabel dependen. Kajian ini dilakukakan di Kabupaten Gunungkidul. Demografi penelitian ini terdiri dari pelaku UMKM mikro sehingga didapat sampel sebanyak 135 responden. Peneliti menggunakan sampel UMKM mikro karena sebagian besar UMKM yang berpartisipasi memiliki penghasilan yang dianggap menengha. Data primer yang didapatkan langsung dari sumbernya serta diolah menggunakan EViews 12 SV digunakan untuk pengumpulan data penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Min Max Kualitas laporan keuangan (Y) Pemahaman akuntansi (X. Pemanfaatan teknologi informasi (X. Mean 40 26,28889 40 30,36296 40 29,85926 Std. Deviation 5,094432 5,919368 5,661025 Sumber: olah data, 2025 Variabel kualitas laporan keuangan (Y) mempunyai perolehan Mean 26,28889, dengan perolehan tertinggi 40 serta terendah 20. Menurut standar deviasi tingkat kualitas laporan keuangan, ukuran penyebarannya adalah 5,094432 dari 135 UMKM yang terlibat pada studi ini. Variabel independen pemahaman akuntansi (X. dari 135 UMKM ini mempunyai nilai mean sejumlah 30,36296, dengan perolehan Max sejumlah 40 serta perolehan Min sejumlah 20. Selain itu, nilai standar deviasi variabel independen pemahaman akuntansi (X. adalah 5,919368. Variabel penggunaan teknologi informasi (X. mempunyai perolehan mean sejumlah 29,85926, dengan perolehan Max sejumlah 40 serta perolehan Min sejumlah 20. Uji statistik deskriptif pada sampel 135 UMKM menemukan standar deviasi 5,661025. DOI: 10. 55587/jla. 191 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 UJI HIPOTESIS Untuk menentukan uji hipotesis, peneliti telah menguji pemilihan model yang berupa fixed effect model, random effect model atau common effect model dengan melakukan pengujian uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Pengujian pada uji Chow menyatakan bahwa model terbaik marupakan fixed effect model dengan bukti nilai Prob Section Chi-square sejumlah 0,0000 < 0,05. Hasil uji Hausman menyatakan bahwa model terbaik yaitu random effect model dengan bukti cross-section random sejumlah 0,9055, > 0,05. Pengujian Lagrange Multiplier menunjukkan bahwa random effect model merupakan model yang terpilih guna penelitian dengan bukti nilai perolehan Prob. Breusch-Pagan sejumlah 0,0025 < 0,05. Sehingga, model yang terbaik untuk menguji uji hipotesis pada penelitian ini adalah random effect model (REM). Uji Koefisien Determinan (R. Pengujian koefisien determinan mencoba untuk mengethui seberapa baik atau lebih factor independen bekerjasama untuk memprediksi variabel dependen. Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinan (R. Weighted Statistics R-squared 0,272947 Mean dependent var 17,93197 Adjusted R-squared 0,261931 S. dependent var 4,361062 of regression 3,746629 Sum squared resid 1852,915 F-statistic 24,77743 Durbin-Watson stat 2,042410 Prob(F-statisti. 0,000000 Sumber: Data diolah, 2025 Perolehan data koefisien determinan (R. memiliki perolehan Adjusted R-squared sejumlah 0,261931, seperti yang ditunjukkan pada tabel 5. Hasil mengindikasikan bahwasanya variabel independen mempunyai dampak persial sejumlah 26% pada variabel dependen. Faktor-faktor lain dipengaruhi sebesar 74% dari variabel independen. Uji t Pengujian t dilaksanakan guna mengetahui dampak secara parsial antara variabel independen dengan variabel dependen. Tabel 8 Hasil Uji t Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 11,63920 2,149212 5,415564 0,0000 0,192355 0,084081 2,287733 0,0237 0,295025 0,089895 3,281883 0,0013 Sumber: Data diolah, 2025 Sebagaimana tabel 6, variabel pemahaman akuntansi (X. memiliki perolehan t-Statistik sejumlah 2,287733 > ttabel sejumlah 1,978 serta perolehan prob. Sejumlah 0,0237 < 0,05. Variabel pemanfaatan teknologi informasi (X. mempunyai perolehan t-statistik sejumlah 3,281883 > ttabel sejumlah 1,978 dan perolehan prob. Sejumlah 0,0013 < 0,05. Uji F Guna menentukan apakah variabel independen mempunyai dampak simultan pada variabel Tabel 9 Hasil Uji F Weighted Statistics R-squared 0,272947 Mean dependent var 17,93197 Adjusted R-squared 0,261931 S. dependent var 4,361062 of regression 3,746629 Sum squared resid 1852,915 F-statistic 24,77743 Durbin-Watson stat 2,042410 Prob(F-statisti. 0,000000 Sumber: Data diolah, 2025 180 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 Tabel 7 menunjukkan bahwasanya variabel bebas (X1 dan X. mempunyai dampak serempak . pada variabel terikat (Y), dengan nilai F-statistk sejumlah 24,77743 > Ftabel sejumlah 2,674 serta perolehan prob (F-statisti. sejumlah 0,000000 < 0,05. PEMBAHASAN Pengaruh Pemahaman Akuntansi Terhadap Determinan Kualitas Laporan Keuangan Kualitas sebuah laporan keuangan sangat bergantung pada tingkat penguasaan akuntansi. Pemahaman yang mendalam terhadap konsep akuntansi, khususnya standar yang berlaku, menjamin bahwa laporan tersebut disusun dengan ketelitian, keterbukaan, dan kesesuaian terhadap prinsipprinsip serta regulasi yang berlaku. Dengan demikian, informasi yang disajikan menjadi jelas, relevan, dan kredibel bagi para pemangku kepentingan. Sementara teori stakeholder menekankan betapa pentingnya mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak dalam menjalankan bisnis, akuntansi adalah alat untuk menyajikan informasi keuangan yang relevan dan akurat. Laporan keuangan yang baik, yang mencakup penerapan sistem akuntansi yang baik, sangat penting untuk membuat keputusan yang baik bagi stakeholder. Laporan keuangan yang baik akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan terhadap perusahaan dan membantu mencapai tujuan jangka panjangnya. Integrasi teknologi dalam praktik akuntansi telah menjadi penting bagi bisnis untuk tetap unggul di pasar yang kompetitif. Dampak pemahaman akuntansi terhadap penentu kualitas, serta efektivitas integrasi teknologi dalam manajemen keuangan, memainkan peran penting dalam mendapatkan keunggulan kompetitif. Dengan membandingkan proses pengambilan keputusan dengan dan tanpa teknologi, bisnis dapat mengidentifikasi risiko dan masalah yang terkait dengan integrasi teknologi. Mereka juga dapat menerapkan protokol dan langkah pengaman untuk mengurangi risiko ini dan memaksimalkan manfaat teknologi dalam praktik akuntansi. Untuk tetap kompetitif dan sukses dalam lingkungan bisnis yang terus berubah, perusahaan harus mengadopsi Sesuai dengan hasil dalam kajian ini menyetakan bahwasanya pemahaman akuntansi berdampak pada kualitas laporan keuangan. Hasilnya menunjukkan bahwasanya pemahaman akuntansi perusahaan lebih baik. Laporan keuangan yang dihasilkan lebih baik. Hasil penelitian ini didukung oleh (Nurjannah & Nawirah, 2. dan (Ningtyas & Saharsini, 2. menyatakan bahwa pemahaman akuntansi berdampak pada kualitas laporan keuangan. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Determinan Kualitas Laporan Keuangan Pemanfaatan teknologi informasi berperan signifikan dalam memperbaiki mutu laporan keuangan pada UMKM. Melalui penerapan SIA dan sistem informasi akuntansi, proses pencatatan serta pelaporan keuangan menjadi lebih presisi, terbuka, dan dapat dipercaya. Integrasi teknologi informasi tidak hanya mendukung ketepatan data, tetapi juga menjadi kunci dalam memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi aktivitas operasional, serta menjamin kualitas informasi keuangan yang dihasilkan UMKM. UMKM dapat berubah menjadi bisnis yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan dengan adopsi teknologi informasi yang tepat. Menurut teori stakeholder, perusahaan bertanggung jawab terhadap pemegang saham dan stakeholder lainnya. Stakeholder lainnya termasuk pemasok, pelanggan, karyawan, dan masyarakat. Dalam kasus ini, laporan keuangan yang dibuat dengan teknologi informasi dapat menjadi lebih baik karena beberapa alasan. Pertama dan terpenting, teknologi memungkinkan pengumpulan, pemrosesan, dan pelaporan data keuangan yang lebih cepat, akurat, dan efisien. Kedua, dapat membantu membangun sistem pengendalian internal yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat meningkatkan keandalan laporan keuangan. Terakhir, bisnis dapat memenuhi kebutuhan informasi publik yang meningkat dengan bantuan teknologi. Di era digital saat ini, pengaruh teknologi terhadap penentu kualitas tidak dapat disangkal, dan bisnis yang memanfaatkan teknologi secara efektif lebih mungkin untuk berhasil dalam jangka Dengan mengadopsi kemajuan teknologi, bisnis dapat merampingkan operasi mereka, yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan produktivitas. Ini dapat menghemat uang dan akhirnya menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Teknologi juga memungkinkan bisnis untuk tetap kompetitif di pasar serta menyesuaikan diri dengan perubahan dalam preferensi dan perilaku DOI: 10. 55587/jla. 191 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 Secara keseluruhan, mengintegrasikan teknologi ke dalam berbagai aspek operasi bisnis sangat penting untuk keberhasilan dan pertumbuhan yang berkelanjutan di dunia bisnis modern yang cepat dan terus berubah. Berdasarkan temuan penelitian ini, terlihat bahwa penggunaan teknologi informasi memberikan dampak signifikan terhadap mutu penyusunan laporan keuangan. Menggunakan teknologi terbaik di era modern sangat membantu membuat laporan keuangan yang akurat dengan mengurangi kesalahan saat menggarap data keuangan. Dengan komputer dan internet, pengelola UMKM lebih cenderung menggunakan software untuk menuntaskan catatan keuangan dengan cepat, yang dapat meningkatkan akuntabilitas. Temuan studi ini didukung oleh (Milania et al. , 2. yang menyatakan bahwasanya pemanfaatan teknologi informasi berdampak pada kualitas laporan keuangan. KESIMPULAN dan SARAN Studi ini bertujuan menelaah sejauh mana pemahaman akuntansi serta pemanfaatan teknologi informasi memengaruhi kualitas laporan keuangan pada sektor UMKM di wilayah Gunungkidul. Temuan riset menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap penentuan kualitas laporan keuangan. Penelitian ini melibatkan 135 pelaku UMKM di Gunungkidul sebagai responden. Peneliti mengumpulkan data hanya dengan satu sumber yaitu penyebaran kuesioner, sehingga data yang diperoleh hanya menggambarkan pendapat dari responden tanpa adanya dukungan model wawancara. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan model wawancara agar dapat memperkuat hasil penelitian. Mendapatkan lebih banyak responden dan bisa digeneralisasikan dari berbagai pelaku UMKM lainnya. Peneliti menyarankan dengan menambahkan variabel sumber daya manusia, tingkat pendidikan atau variabel tentang perpajakan. Integrasi keahlian akuntansi dan alat teknologi menawarkan manfaat signifikan bagi bisnis yang ingin meningkatkan praktik manajemen keuangan mereka. Dengan memanfaatkan perangkat lunak canggih dan melatih karyawan secara efektif, bisnis dapat meningkatkan operasional mereka, membuat keputusan yang tepat, dan mendorong pertumbuhan. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi, sangat penting bagi bisnis untuk beradaptasi dan mengadopsi alat-alat ini agar tetap kompetitif di era digital saat ini. REFERENSI