Jurnal Media Admnistrasi ISSN : 2503-1783. Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 REFORMASI BIROKRASI DAN INOVASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Didik Muryanto, 2Rahmad Purwanto Widyastomo 1Magister Administrasi Publik FISIP UNTAG Semarang email didik. muryanto23@gmail. Adminstrasi Publik FISIP UNTAG Semarang email : rchmad-purwanto@untagsmg. ABSTRAK Reformasi birokrasi berkaitan dengan upaya menciptakan inovasi. Dalam konteks pemerintahan, inovasi adalah revisi atas sistem yang sedang berjalan serta masih dalam koridor struktur perencanaan jangka Hal terpenting dalam inovasi tata pemerintahan adalah selalu adanya hal-hal baru baik besar maupun kecil di dalam praktek birokrasi keseharian, sehingga inovasi menjadi AorutinitasAo baru di dalam Salah satu peran pemerintah adalah melakukan pemberdayaan masyarakat. Seiring dengan lahirnya kebijakan reformasi birokrasi, maka lahir pula inovasi dalam pemberdayaan masyarakat. Rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana peran pemerintah dalam rangka inovasi pemberdayaan masyarakat di era reformasi birokrasi saat ini. Sedangkan tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah dalam rangka inovasi pemberdayaan masyarakat sejalan dengan kebijakan reformasi birokrasi. Hasil analisa makalah ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat di era reformasi birokrasi menghendaki peran pemerintah sebagai pengarah, memperbaiki peran profesional service menjadi community service. Peran pemerintah dalam konteks tersebut adalah pengurangan hambatan dan kendala-kendala bagi kreativitas dan partisipasi masyarakat, memperluas akses pelayanan untuk menunjang berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat, dan mengembangkan program untuk lebih meningkatkan kemampuan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat berperan aktif dalam memanfaatkan dan mendayagunakan sumber daya produktif yang tersedia sehingga memiliki nilai tambah tinggi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: reformasi birokrasi, inovasi, pemberdayaan, masyarakat ABSTRACT Bureaucratic reform is related to efforts to create innovation. In the context of governance, innovation is a revision of an ongoing system that is still in the corridor of a long-term planning structure. The most important thing in governance innovation is that there are always new things, both large and small, in the daily bureaucratic practice, so that innovation becomes a new 'routine' in the bureaucracy. One of the roles of the government is to empower the community. Along with the birth of the bureaucratic reform policy, there was also innovation in community empowerment. The formulation of the problem in this paper is the role of the government in the framework of community empowerment innovation in the current era of bureaucratic reform. Meanwhile, the purpose of this paper is to determine the role of the government in the framework of community empowerment innovation in line with bureaucratic reform The results of the analysis of this paper show that community empowerment in the era of bureaucratic reform requires the role of the government as a guide, to improve the role of professional service to become community service. The role of the government in this context is reducing barriers and obstacles to creativity and community participation, expanding access to services to support various socio-economic activities of the community, and developing programs to further enhance capacity and provide opportunities for the community to play an active role in utilizing and exploiting productive available so that it has high added value in order to improve the welfare of the community. Keywords: bureaucratic reform, innovation, community, empowerment I. PENDAHULUAN Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk melakukan perubahan sistematik dan terencana menuju tatanan administrasi publik yang lebih baik. Latar belakang lahirnya kebijakan reformasi birokrasi di Indonesia antara lain disebabkan beberapa hal (KemenPAN-RB, 2. : . Organisasi pemerintahan belum tepat fungsi dan tepat ukuran . ight sizin. Beberapa peraturan perundang-undangan di bidang aparatur negara masih ada yang tumpang tindih, inkonsisten, tidak jelas, dan multitafsir. Selain itu, masih ada pertentangan antara peraturan perundang-undangan yang satu dengan yang lainnya, baik yang sederajat maupun antara peraturan yang lebih tinggi dengan peraturan di bawahnya atau antara peraturan pusat dengan peraturan daerah. Manajemen sumber daya manusia aparatur belum pegawai, dan organisasi. Masih adanya praktek penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam proses penyelenggaraan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Pelayanan mengakomodasi kepentingan seluruh lapisan masyarakat dan belum memenuhi hak-hak dasar warga negara/penduduk, dan . Pola pikir . ind-se. dan budaya kerja . ulture-se. birokrat belum sepenuhnya mendukung birokrasi yang efisien, efektif dan produktif, dan professional. Beberapa tahun sudah gagasan Reformasi Birokrasi (RB) disosialisasikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk segera Namun implementasi dari gagasan reformasi birokrasi tersebut, belum menunjukkan perkembangan Sebagian masyarakat, terutama yang selama ini memberikan perhatian khusus pada upaya beranggapan bahwa reformasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah AumandekAy dalam pelaksanaannya. AukemandekanAy itu terindikasi dari masih AugemuknyaAy organisasi. Reformasi birokrasi pemerintahan saat ini memang belum sepenuhnya terlihat. Birokrasi pemerintahan masih kental dengan nuansa klasik, yaitu kekuasaan tunggal ada di tangan pemerintah. Selain itu, rancangan besar yang lengkap dan tuntas mengenai penyelenggaraan birokrasi pemerintah belum Struktur organisasi pemerintahan bahkan tergolong gemuk, sehingga kegiatan yang dilakukan cenderung boros. Dalam konteks refomasi birokrasi, inovasi adalah bagian yang tidak terpisahkan. Hal ini sebagaimana dikemukakan Farazmand . bahwa: AuInnovation is key to sound governance, and innovation in policy and administration is central to sound governance as well. Without policy and administrative innovations, governance falls into decay and ineffectiveness, loses capacity to govern, and becomes a target of criticism and failureAy. Pandangan di atas menjelaskan bahwa inovasi adalah hal sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap pemerintahan. Inovasi sebagaimana dimaksud Farazmand, tidak mesti bersifat revolusioner dan Dalam level tertentu bisa saja inovasi adalah revisi atas sistem yang sedang berjalan serta masih dalam koridor struktur perencanaan jangka panjang. Hal terpenting dalam inovasi tata pemerintahan adalah selalu adanya hal-hal baru . esar atau keci. di dalam praktek birokrasi keseharian, sehingga inovasi menjadi AorutinitasAo baru di dalam Inovasi pemerintah, salah satunya dapat dilakukan dalam proses pemberdayaan pemberdayaan masyarakat yang berlangsung saat ini masih berbasis problem based. Padahal pendidikan, juga faktor struktural dan sosial serta kondisi lingkungan dan kebijakankebijakan yang kurang kondusif untuk menumbuhkan kreativitas dan produktivitas dan mengembangkan potensi lokal yang ada di masyarakat. Upaya untuk melaksanakan segenap komponen masyarakat. Diperlukan pula pemimpin yang tidak hanya populis, akan tetapi juga mampu sebagai leader maupun manajer dan memiliki kekuatan moral. Perberdayaan masyarakat perlu mendapatkan inovasi, karena masyarakat sebagai pelaku utamanya harus mampu mengerti potensi mereka dan memerlukan inovasi untuk potensinya tersebut. Inovasi akan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas, maka Tujuan makalah ini diharapkan Audiperoleh gambaran tentang pemberdayaan masyarakat di era reformasiAy. Tulisan mengingat pemerintahan sekarang tidak lagi berhadapan dengan masalah dan realitas rutin Apel pagi, rapat-rapat rutin, urusan surat70 Jurnal Media Admnistrasi ISSN : 2503-1783. Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 menyurat dan implementasi prosedur sudah bukan merupakan tugas inti dari sebuah potensinya tersebut. Inovasi akan mampu Inovasi juga harus marak mendorong kegiatan dan menjadi solusi bagi dalam kegiatan-kegiatan operasional dalam pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan latar pengelolaan organisasi dan manajemen belakang di atas, maka masalah dalam pemerintahan dalam membongkar paradigma makalah ini adalah AuBagaimana peran lama birokrasi menuju pada pemahaman birokrasi yang lebih dinamis. pemberdayaan masyarakat di era reformasi Inovasi sebagaimana, tidak mesti birokrasi saat iniAy. bersifat revolusioner dan fragmentatif. Dalam level tertentu bisa saja inovasi adalah revisi II. METODE atas sistem yang sedang berjalan serta masih Tulisan ini disusn dengan metode data dalam koridor struktur perencanaan jangka sekunder atau kajian kepustakaan. Tujuan Hal terpenting dalam inovasi tata pemerintahan adalah selalu adanya halhal kepustakaan ini berguna untuk mengetahui baru . esar atau keci. di dalam praktek berbagai macam pengetahuan dan karya yang birokrasi keseharian, sehingga inovasi menjadi pernah dicapai oleh para peneliti pendahulu. AorutinitasAo baru di dalam birokrasi. seperti bagaimana usaha mereka meneliti dan Di sisi lain, upaya untuk menata wajah menemukan apa yang sekarang dianggap birokrasi di Indonesia kini telah mengalami sebagai hal yang biasa saja. Dengan penelitian kepustakaan, peneliti belajar dan Reformasi Birokrasi. Kebijakan tersebut melatih dirinya untuk mengatasi masalahdituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor masalah penyusunan yang rumit, bagaimana Tahun Rencana mengekspresikan semua data dari bermacamPembangunan Jangka Panjang Nasional macam sumber tersebut yang mungkin Tahun 2005Ae2025 yang menyatakan bahwa mengandung sudut pandang yang berbeda Aupembangunan aparatur negara dilakukan beda atau bahkan terkadang bertentangan menjadi suatu karya yang terseleksi. Penelitian negara dan tatakelola pemerintahan yang baik serta aparatur pemerintah yang bersih di pusat diantaranya adalah menemukan topik, lalu dan di daerah, agar mampu mendukung melanjutkannya dengan mencari buku-buku keberhasilan pembangunan di bidang lainnya. atau referensi yang relevan dengan topik Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui Dalam mencari buku atau referensi peran pemerintah dalam rangka inovasi tersebut, kita harus memperhatikan isi atau pemberdayaan masyarakat di era reformasi penyampaian dari bahan bacaan tersebut. Akan tetapi, hal tersebut akan memakan waktu Inovasi pemerintah, salah satunya yang lama sehingga tidak mungkin bagi kita dapat dilakukan dalam proses pemberdayaan untuk memeriksanya satu per satu. Untuk mengatasinya, salah satu cara yang paling pemberdayaan masyarakat yang berlangsung efektif adalah dengan sebuah sistem saat ini masih berbasis problem based. perulangan dimana kita bisa mencari judul Padahal bahan bacaan yang memiliki kata yang relevan dengan topik. pendidikan, juga faktor struktural dan sosial serta kondisi lingkungan dan kebijakani. HASIL DAN PEMBAHASAN kebijakan yang kurang kondusif untuk menumbuhkan kreativitas dan produktivitas Wewenang dan peranan birokrasi dan mengembangkan potensi lokal yang ada pada negara demokrasi sangat kuat, baik di masyarakat. Upaya segenap komponen masyarakat. Diperlukan Di samping itu, kepekaan pula pemimpin yang tidak hanya populis, akan birokrasi untuk mengantisipasi tuntutan tetapi juga mampu sebagai leader maupun perkembangan masyarakat baik ekonomi, manajer dan memiliki kekuatan moral. sosial dan politik sangat sangat dibutuhkan. Perberdayaan masyarakat perlu mendapatkan Faktanya, birokrasi masih belum efisien, hal ini inovasi, karena masyarakat sebagai pelaku ditandai dengan adanya tumpang tindih utamanya harus mampu mengerti potensi kegiatan antar instansi dan masih banyak mereka dan memerlukan inovasi untuk fungsi-fungsi yang sudah seharusnya dapat Jurnal Media Admnistrasi ISSN : 2503-1783. Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 dikemukakan Farazmand . ditangani pemerintah. AuInnovation is key to sound governance, and Makin besarnya peran yang dijalankan innovation in policy and administration is oleh masyarakat, maka seharusnya peran central to sound governance as well. Without birokrasi lebih cenderung sebagai agen pembaharuan, pelayanan dan pemberdayaan Dengan makin besarnya peran ineffectiveness, loses capacity to govern, and yang dijalankan oleh masyarakat, maka becomes a target of criticism and failure. seharusnya peran birokrasi lebih cenderung Sound governance, therefore, demands sebagai agen pembaharuan, pelayanan dan continuous innovations in policy and pemberdayaan masyarakat. Kondisi demikian administration processes, structures, and menuntut aparatur pemerintah harus dapat value systems. Innovations in technology, memainkan peranan yang penting. Efisiensi dan efektivitas merupakan salah satu prinsip systems, organization and management, manajemen yang harus selalu dipegang teguh, training and development, research, and a baik dalam rangka pelaksana kegiatan rutin host of other areas are essential to the soundness of governance and administrationAy. pembangunan nasional. Pandangan di atas menjelaskan Birokrasi harus memiliki kemampuan bahwa inovasi adalah hal sangat penting yang untuk mendesain strategi usaha yang harus dimiliki oleh setiap pemerintahan. mendorong ke arah pembaruan dan Pemerintahan tidak lagi berhadapan dengan pembangunan dalam berbagai kebijakan masalah dan realitas rutin saja. Peran maupun dalam implementasinya. Namun pemerintah dalam inovasi pemberdayaan dalam realisasinya seringkali terjadi inefisiensi masyarakat setidak-tidaknya dapat dilihat dari yang dapat timbul karena faktor kelembagaan, beberapa aspek, yaitu peran pemberdayaan, peran pelayanan dan transparansi. keterampilan, serta karena perilaku negatif Birokrasi dalam mengemban tugas para pelaksana. Faktor kelembagaan dapat pemerintahan dan pembangunan, tidak harus menjadi penyebab inefisiensi terutama jika tipe dan struktur organisasi yang digunakan tidak mengarahkan Austeering rather than rowingAy, atau memilih kombinasi yang optimal antara Berbagai kajian tentang peran penting steering dan rowing apabila langkah tersebut birokrasi dalam meningkatkan inovasi daerah merupakan cara terbaik untuk mencapai dan pemberdayaan masyarakat banyak kesejahteraan sosial yang maksimal. Sesuatu dilakukan, antara lain mengkaji pentingnya yang sudah bisa dilakukan oleh masyarakat, posisi para pemimpin daerah sebagai tidak perlu dilakukan lagi oleh pemerintah. penggerak utama inovasi pemerintahan di Apabila masyarakat atau sebagian dari daerahnya masing-masing. Hasil kajiannya mereka belum mampu atau tidak berdaya, dimuat dalam artikel berjudul: Leadership and maka harus dimampukan atau diberdayakan Innovation under Decentralization: A Case . Study of Selected Local Governments in the Pemberdayaan berarti pula memberi Philippines. Hasil kajian di atas menunjukkan peran kepada masyarakat lapisan bawah di bahwa peran pemerintah sangat penting dalam keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan pembangunan. Steering rather than Lahirnya reformasi birokrasi juga rowing dalam konteks pemberdayaan artinya tidak terpisahkan dari reinventing government, lebih baik daripada melayani. Maksudnya yang dimaknai sebagai penciptaan kembali adalah dalam hal ini, peran pemerintah adalah birokrasi dengan mendasarkan pada sistem wirausaha, yakni menciptakan organisasi dan penyelenggaraan berbagai kebutuhan publik, sistem publik yang terbiasa memperbarui sehingga tercipta rasa memiliki bagi mereka secara berkelanjutan, dan memperbaiki sendiri, sedangkan pemerintah bukan lagi sebagai pelayan melainkan hanya sekedar dorongan dari luar. memberi petunjuk. Perlunya reformasi birokrasi juga Beberapa hal yang mencakup bidang karena berkaitan dengan inovasi sebagaimana empowering adalah pergeseran berbagai hak dikemukakan Farazmand . melalui kepemilikan produk pelayanan publik dari konsep Sound Governance. Dalam konteks tangan pemerintah kepada masyarakat umum Sound Governance, di mana peran pemerintah hanya sebagai berkaitan dengan inovasi dalam kebijakan dan adminstrasi publik. Hal ini sebagaimana perumahan umum yang lebih tertib, aman. Jurnal Media Admnistrasi ISSN : 2503-1783. Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 bersih, harga terjangkau serta pendataan yang Upaya pemberdayaan memerlukan lebih terorganisir. Selain itu berbagai hal yang semangat untuk melayani masyarakat Aua spirit dianggap penting dalam penyelenggaraan of public servicesAy, dan menjadi mitra pelayanan publik adalah memperbaiki peran masyarakat Aupartner of societyAy. profesional service menjadi community melakukan kerja sama dengan masyarakat service, sehingga pelayanan bukan ditujukan Aucoproduction atau partnershipAy. Hal tersebut hanya untuk klien saja tetapi untuk semua, memerlukam perubahan perilaku yang antara lain dapat dilakukan melalui pembudayaan kode etik Aucode of ethical conductsAy yang didasarkan pada dukungan lingkungan Berkaitan implementasi reformasi Auenabling strategyAy yang diterjemahkan ke birokrasi dalam inovasi pemberdayaan dalam standar tingkah laku yang dapat masyarakat, maka peran pemerintah dapat diditerima umum, dan dijadikan acuan perilaku reinveting antara lain melalui: . Mengurangi aparatur pemerintah baik di pusat maupun di kendala-kendala daerah-daerah. kreativitas dan partisipasi masyarakat. Pemerintahan yang kompetitif adalah Memperluas pemerintah yang menyuntikkan kompetisi ke menunjang berbagai kegiatan sosial ekonomi dalam pemberian pelayanan. Kompetisi yang . Mengembangkan dimaksud di sini adalah kompetisi di mana sektor publik vs sektor publik, sektor privat vs keamampuan dan memberikan kesempatan sektor publik, dan sektor privat vs sektor kepada masyarakat berperan aktif dalam Kondisi ini dipercaya akan menciptakan memanfaatkan dan mendayagunakan sumber suatu iklim persaingan yang pada akhirnya daya produktif yang tersedia akan meningkatkan kualitas dan berpengaruh pada harga pelayanan publik. Berbagai meningkatkankesejahteraan mereka. keuntungan yang diperoleh dari kompetisi ini Melalui adalah tingkat efisiensi yang lebih besar, government, pemerintah harus memenuhi pelayanan yang lebih mengarah pada kebutuhan consumer . bukan kebutuhan masyarakat, menciptakan sekaligus kebutuhan birokrasi. Gejala yang selama ini menghargai suatu inovasi, yang pada akhirnya ada para administrator bekerja untuk akan meningkatkan kebanggaan dan moralitas mendapatkan prestasi yang akan dinilai baik pegawai pemerintah. oleh atasannya. Para bawahan akan berusaha Pelayanan berarti pula semangat pengabdian yang mengutamakan efisiensi dan mendapatkan pangkat yang lebih tinggi. keberhasilan bangsa dalam membangun, yang Sedangkan masyarakat yang seharusnya dimanifestasikan antara lain dalam perilaku mendapatkan pelayanan yang baik dari para Aumelayani, bukan dilayaniAy. Aumendorong, administrator menjadi faktor sampingan, faktor bukan menghambatAy, mempermudah, bukan yang utama adalah seorang administrator mempersulitAy. Ausederhana, bukan berbelitbelitAy, harus melayani kebutuhan para pejabat. Auterbuka untuk setiap orang, bukan hanya Untuk untuk segelintir orangAy. Makna administrasi kepada masyarakat para administrator harus publik sebagai wahana penyelenggaraan merubah orientasi pelayananan dari melayani kebutuhan para birokrat menjadi melayani Aumelayani publikAy, harus benarbenar dihayati kebutuhan masyarakat. Dengan demikian para penyelenggara pemerintahan negara. masyarakat akan merasa terayomi oleh Paradigma pemerintah, merasa dekat secara emosional birokrasi pemerintahan menyatakan bahwa dengan pemerintah. Hal ini akan terjadi jika birokrasi pemerintahan ibarat sebuah perahu telah terwujud civil society dalam masyarakat. besar yang dapat menyelamatkan seluruh Dengan civil society masyarakat akan warga negara dan masyarakat dari bencana banjir ekonomi maupun politik. Hal ini pelaksanaan tugas pemerintahan. menyebabkan pemerintah merupakan aktor Jika terjadi pelanggaran, misalnya tunggal untuk memenuhi seluruh kebutuhan para birokrat tidak melayani masyarakat masyarakat dan masyarakat akan semakin dengan baik tetapi melayani birokrat tergantung kepada pemerintahnya. Paradigma atasannya, maka masyarakat akan meniupkan tradisional ini menyebabkan pemerintah tidak peluit sebagai tanda peringatan kepada bisa lagi berpikir jernih untuk meningkatkan Dengan mutu kerjanya, karena sudah dililit oleh penyimpangan akan semakin dikurangi. aktivitas-aktivitas kebutuhan masyarakat. Mutu pelayanan Jurnal Media Admnistrasi ISSN : 2503-1783. Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 kepada masyarakat tidak bisa ditingkatkan Paparan di atas menegaskan Untuk itu perlu perubahan paradigma, bahwa pemerintah semestinya digerakkan agar pemerintah tidak lagi sebagai pelaksana oleh misi. Maksudnya adalah pemerintahan tunggal pelayanan kepada masyarakat tetapi akan berjalan lebih efisien apabila digerakkan bermitra dengan pihak swasta. Agar bukan atas dasar aturan saja, tetapi lebih pemerintah tidak lagi terjerat dengan kegiatan kepada AomisiAo, sehingga penganggaran yang rutin sebagai pelayan masyarakat, maka dibutuhkan juga diarahkan pada pencapaian misi sehingga lebih terkontol. Berbagai menyerahkan tugas-tugas pelayanan tersebut keuntungan yang diperoleh dari mission-driven kepada masyarakat (NGO -non government government ini adalah lebih efisien, lebih organization- atau pihak swast. atau efektif, lebih inovatif, dan lebih fleksibel jika melaksanakan pelayanan tersebut dengan . istem Dengan keadaan ini, maka diyakini bahwa moralitas sektor publik juga Pemerintah sertamerta akan meningkat. melaksanakan tugas pelayanan akan semakin Kekuatan mission-driven memberikan peluang kepada gagalnya atau government ini adalah peningkatan insentif lemahnya mutu pekrjaan, maka dalam kondisi terhadap tabungan, menciptakan kebebasan ini akan lebih baik jika pemerintah sumber daya dalam menguji ide-ide baru, menyerahkan urusan tersebut kepada swasta dan pemerintah hanya menetapkan peraturanmenciptakan lingkungan yang terprediksi, peraturan yang akan dilaksanakan oleh pihak Dengan memfokuskan diri kepada pengarahan, maka daya pikir para pembuat auditor dan kantor pajak, yang pada akhirnya kebijakan publik akan meningkat dan cermat, fokus pemerintah lebih leluasa terhadap isusehingga kebijakan-kebijakan yang diambil isu penting lainnya. akan lebih produktif dan lebih cermat. Selain ketiga peran di atas, konsep Dalam pelaksanaan tugas pemberdayaan juga selalu dikaitkan dengan fungsinya, di samping mematuhi kode etik, pendekatan partisipasi dalam manajemen aparatur dan sistem manajemen publik harus pembangunan, dan memberikan penekanan mengembangkan keterbukan dan sistem pengambilan keputusan agar diperoleh hasil bertanggung jawab untuk mendorong para yang diharapkan dengan cara yang paling pimpinan dan seluruh sumber daya manusia di efektif dan efisien dalam pelaksanaan dalamnya berperan dalam mengamalkan dan Dalam hubungan itu perlu melembagakan kode etik dimaksud, sehingga dicatat pentingnya peranan keswadayaan dapat menjadikan diri mereka sebagai panutan masyarakat, dan menekankan bahwa fokus dan itu dilakukan sebagai bagian pembangunan yang hakiki adalah peningkatan dari pelaksanaan tanggung jawab dan kapasitas perorangan dan kelembagaan pertanggungjawaban kepada masyarakat dan (Aucapacity buildingA. Jangan diabaikan pula Berdasarkan prinsip transparansi, informasi mengenai berbagai potensi dan upaya pemberdayaan masyarakat dan dunia peluang pembangunan nasional, regional, dan usaha, peningkatan partisipasi dan kemitraan, global yang terbuka bagi daerah. memerlukan keterbukaan birokrasi privatisasi dalam pengelolaan usahausaha pemerintah, juga . memerlukan langkahnegara. Iangkah yang tegas dalam mengurangi Pemberdayaan juga berkaitan dengan peraturan dan prosedur yang menghambat kreativitas dan otoaktivitas mereka. Dalam membangun masyarakat memberi kesempatan kepada masyarakat yang modern di mana dunia usaha menjadi untuk dapat berperan serta dalam proses ujung tombaknya, terwujudnya kemitraan, dan modernisasi dunia usaha terutama usaha kecil pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. dan menengah yang terarah pada peningkatan Pemberdayaan dan keterbukaan akan mutu dan efisiensi serta produktivitas usaha pemanfaatan sumber daya, dan adanya pengembangan dan penguasaan teknologi keputusan-keputusan pembangunan yang dan manajemen produksi, pemasaran, dan benar-benar diarahkan sesuai prioritas dan Dalam upaya mengembangkan kebutuhan masyarakat, serta dilakukan secara riil dan adil sesuai aspirasi dan kepentingan Jurnal Media Admnistrasi ISSN : 2503-1783. Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 menengah, dan kecil, peranan pemerintah birokrasi ke arah penciptaan profesionalisme ditujukan kearah pertumbuhan yang serasi. Pemerintah Terabaikannya unsur profesionalisme akan menciptakan iklim usaha dan kondisi berdampak kepada menurunnya kualitas kebijaksanaan dan perangkat perundangpelayanan publik. Berkaitan implementasi reformasi kemitraan antarskala usaha besar, menengah, birokrasi dalam inovasi pemberdayaan dan kecil dalam produksi dan pemasaran masyarakat, maka peran pemerintah dapat dibarang dan jasa, dan dalam berbagai kegiatan reinventing antara lain melalui pengurangan ekonomi dan pembangunan lainnya, serta kendala-kendala pengintegrasian usaha kecil ke dalam sektor modern dalam ekonomi nasional, serta mendorong proses pertumbuhannya. menunjang berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat, dan mengembangkan program IV. SIMPULAN untuk lebih meningkatkan kemampuan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat Reformasi birokrasi dimaksudkan berperan aktif dalam memanfaatkan dan untuk meluruskan kembali birokrasi pada mendayagunakan sumber daya produktif yang posisi dan misi atau perannya yang tersedia sehingga memiliki nilai tambah tinggi sebenamya selaku pelayan dan pemberdaya Lahirnya reformasi birokrasi adalah karena tuntutan terhadap birokrasi yang semakin tinggi. Birokrasi diharapkan REFERENSI