REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Ensiklopedia Sejarah Lokal Peninggalan Sejarah Dan Candi Di Blitar Zulfa Rohmatul Ummah1. Nur Isroatul Khusna2. Ananda Emiel Kamala3 Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung , 2Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 3Universitas Nahdlatul Ulama Blitar rohmatulzulfa0@gmail. com, ni. khusna26@uinsatu. id, anandaemiel21@gmail. ABSTRAK The lack of variety of teaching materials used will make the Article history: learning process not optimal and students' knowledge of Received September 3, 2023 social studies material related to local history is low. So it is Revised November 10, 2023 Accepted Desember 10, 2023 necessary to have a discussion about local history in their Available online Februari 24, 2023 area accompanied by more visualization of the teaching materials used. This study aims to describe social studies Kata Kunci: Teaching Materials, learning for class VII SMP Muallimin Wonodadi Blitar, analyze Encyclopedia. Local History the needs for the development of encyclopedia-based teaching materials, development steps and the validity of teaching materials based on local history encyclopedias of historical heritage and temples in Blitar. The results of this This is an open access article under the CC BY-SA license. study are social studies learning at SMP Muallimin Wonodadi Copyright A 2023 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. Blitar in class VII, teachers still use the lecture method and learning media in the form of teaching materials as learning resources in the form of teacher handbooks and student The needs questionnaire stated that teachers and students stated that they needed and agreed to use teaching materials based on local history encyclopedias of historical relics and temples in Blitar. The steps for developing teaching materials based on local history encyclopedias of historical relics and temples in Blitar using the Borg and Gall research and development model adapted by Sugiyono consist of 8 stages namely potentials and problems, data collection, product design, product validation, product revision, product trial, product revision, and trial use. The level of validity based on local history encyclopedias of historical relics and temples in Blitar, namely: media experts 82. 4%, material 2%, social studies teacher response results 92%, small group student response 5% and large group 88. 3%, teaching materials declared feasible to use. ARTICLE INFO Pendahuluan Pendidikan bermanfaat sebagai fondasi dalam membangun manusia berkualitas dan berperan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berpikir secara independent critical thinking (Maunah, 2. Pendidikan pada dasarnya menjadi faktor penting dalam meningkatkan serta mengem-bangkan sumber daya manusia (Sari dkk. , 2. Dasar dari pendidikan ini tertuang dalam Undang-Undang Repu-blik Indonesia No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional yang tertera dalam BAB II Pasal 3 tentang memperluas kecakapan serta membentuk kepribadian pada diri peserta didik, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang bermartabat, mewujudkan perkembangan potensi REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: setiap peserta didik untuk menjadi manusia yang bertakwa juga beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pengerti luhur, berpengetahuan, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta memiliki rasa tanggung jawab (Khunaifi & Matlani, 2. Dunia pendidikan tidak akan lepas dengan keberadaan peserta didik (Chotimah dkk. , 2. Pendidikan memuat tentang proses dalam kegiatan pembelajaran. Pada prosesnya seorang pendidik harus dapat memberikan motivasi peserta didik untuk belajar (Khusna dkk. , 2. Pembelajaran yang membosankan akan menimbulkan sebuah penolakan dari peserta didik serta rasa enggan untuk belajar sehingga pembelajaran tidak berjalan efektif. Sebanya pembelajaran yang menyenangkan dapat memotivasi, konsentrasi yang dimiliki siswa akan meningkat, berjalan dengan efektif dan menghasilkan hal yang luar biasa. Pada proses pembelajaran terdapat interaksi antara guru dengan peserta didik. Interaksi antara guru dan peserta didik ini akan dapat dilakukan melalui sarana yakni bahan ajar. Bahan ajar yaitu unsur penting yang harus ada dalam proses pembelajaran memuat mengenai materi yang akan diajarkan. Bahan ajar yang harus dipahami serta dikuasai oleh guru bukan hanya terletak pada bahan ajar inti membosankan pada siswa. Perlu adanya pengembangan bahan ajar supaya pembelajaran yang dilakukan lebih menarik (Maslahah & Rofiah, 2. IPS yakni suatu cabang ilmu sosial yang menggabungkan konsep dasar geografi, psikologi, sejarah dan antropologi yang diajarkan dalam satu mata pelajaran saja (Indriyana & Khusna, 2. Pada pembelajaran IPS terdapat muatan materi mengenai sejarah. Materi sejarah disekolah memiliki anggapan, daya tarik yang dimiliki rendah serta membosankan. Sehingga pengetahuan siswa menjadi rendah. Agar pembelajaran IPS pada materi sejarah tidak terkesan membosankan serta terdapat interaksi di dalamnya. Sehingga pengetahuan yang dimiliki siswa meningkat dan menumbuhkan kesadaran sejarah era perkembangan zaman yang begitu pesat. Maka dibutuhkan adanya pengembangan dalam bahan ajar berbasis sejarah yang ada di daerah mereka. Adanya pengembangan tersebut peserta didik dapat melakukan analisis untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Menambah pengetahuan yang dimiliki. Siswa juga akan lebih tertarik mempelajari mengenai sejarah dengan mengeksplor peninggalan sejarah yang ada di daerah mereka. Tidak adanya materi yang dijadikan penunjang dalam materi sejarah membuat peserta didik relatif mengalami kesulitan memahami peristiwa sejarah. Terutama mengenai sejarah lokal. Kejadian ini juga terjadi di SMP Muallimin Wonodadi Blitar. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 10 April 2023 terdapat terjadi di SMP Muallimin Wonodadi Blitar. Permasalahan pembelajaran IPS pada materi sejarah dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru hanya menggunakan buku paket dan buku pegangan siswa, menimbulkan kebosanan pada siswa. Penyebab kebosanan tersebut adalah informasi dan gambar yang disajikan kurang menarik. Media pembelajaran yang tersedia masih kurang menjadikan peserta didik merasa jenuh ketika mempelajari materi Peserta didik juga tidak begitu mengetahui dan juga memahami mengenai peninggalan sejarah dan candi di Blitar sehingga pengetahuan akan sejarah lokal pada diri peserta masih rendah. Berdasarkan kejadian tersebut, untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berharga pada SMP Muallimin Wonodadi Blitar perlu adanya pengembangan pada bahan ajar. Pengembangan dalam bahan ajar diharapkan dapat digunakan sebagai pelengkap serta penunjang informasi yang ada di buku guru dan buku pegangan siswa. Pengembangan bahan ajar ini berpusat pada pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia. Ensiklopedia merupakan bahan rujukan yang di dalamnya terdapat REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: informasi yang ringkas dengan disertai gambar berdasarkan pada sebuah pengetahuan (Wibowo dkk. , 2. Ensiklopedia yang akan dikembangkan oleh penelitian yaitu ensiklopedia peninggalan sejarah dan candi di Blitar. Bahan ajar ini dapat membantu dalam proses pembelajaran. ini yakni tidak semua siswa dapat berkunjung ketempat bersejarah tersebut. Siswa akan memperoleh tambahan pengetahuan dan makna dalam pembelajaran IPS materi sejarah lokal terhadap lingkungan sekitar mereka. Sehingga pengetahuan akan bertambah dan kemampuan berpikir kritis siswa akan terasah. Bahan ajar yang di dalamnya memaparkan tentang peninggalan sejarah daerah mereka akan menumbuhkan kesadaran akan sejarah, cinta tanah air dan ikut serta dalam pelestarian Keberadaan pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Metode Research and Development atau R&D yaitu suatu metode penelitian untuk mengembangangkan produk atau menghasilkan produk serta memvalidasi produk (Sugiyono, 2. Model pengembangan yang digunakan. model pengembangan Borg and Gall yang diadaptasi oleh Sugiyono. Langkah dari model penelitian dan pengembangan Sugiyono tersebut terdiri dari 10 langkah yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, serta produksi massal. Langkah penelitian dan pengembangan tersebut tidak dilaksanakan sepenuhnya melainkan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dalam pembelajaran IPS materi sejarah. Peninggalan sejarah dan candi di Blitar ini dapat memunculkan kesadaran akan sejarah pada diri setiap peserta didik. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui mengenai gambaran pembelajaran IPS kelas VII SMP Muallimin Wonodadi Blitar, analisis kebutuhan terhadap pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia, langkah-langkah pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar dan kevalidan pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar. pengembangan yang sedang dilakukan oleh peneliti (Effendi & Hendriyani, 2. Modifikasi yang dilakukan oleh peneliti ini dilandaskan pada hal yang ingin diketahui oleh peneliti yakni pengujian kevalidan dari produk. Alasan lain yaitu keterbatasan waktu dan biaya untuk melakukan produksi massal. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Sugiyono mengambil 8 langkah pengembangan. Tahap pertama potensi dan masalah, penelitian dapat bermula dari suatu potensi maupun masalah yang ada. Tahap kedua pengumpulan data, mengumpulkan informasi yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam perencanaan produk yang akan dikembangkan dengan harapan dapat mengatasi masalah tersebut. Tahap ketiga desain, peneliti melakukan penyusunan draft produk yang akan dikembangkan. Tahap keempat validasi produk, validasi meminta beberapa ahli yang berpengalaman sebagai penilai dari produk baru yang telah dirancang, sehingga dapat diketahui kelemahan dan kelebihan dari produk tersebut. Tahap yang kelima revisi, kelemahan yang telah diketahui akan dikurangi melalui perbaikan. Tahap keenam uji coba produk, uji coba ini dilakukan dengan memilih beberapa sampel penelitian. Sampel penelitian ini adalah 10 siswa dipilih secara heterogen dengan kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan saran yang diberikan REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: oleh guru. Pengambilan sampel ini bertujuan agar uji coba dapat seimbang dan merata. Sehingga produk Tahap ketujuh revisi produk, jika terdapat kelemahan atau kekurangan yang ada dalam bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal tentang peninggalan sejarah dan candi di Blitar berdasarkan tahapan sebelumnya, maka peneliti akan melakukan revisi produk. Tahap kedelapan uji coba pemakaian, pada tahap ini peneliti melakukan uji coba pemakaian dengan kelas VII sebagai subjek uji coba kelompok besar sebanyak 29 siswa. Pada tahap ini akan diberikan sebuah instrumen angket respon siswa. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kevalidan produk ketika digunakan dalam skala besar. Hasil dan Pembahasan Gambaran Pembelajaran IPS di SMP Muallimin Wonodadi Blitar Pembelajaran yang dilaksanakan di SMP Muallimin Wonodadi Blitar khususnya kelas VII menggunakan kurikulum merdeka. Pembelajaran diawali pembukaan oleh guru yakni mengucapkan salam. Penyampaian materi dalam pembelajaran IPS selalu berfokus pada Dimana dalam proses pembelajaran menggunakan metode ceramah. Guru dan juga siswa hanya menggunakan bahan ajar yang terdiri dari buku pegangan guru dan buku paket siswa. Media pembelajaran berupa buku pegangan guru dan buku paket siswa tersebut dijadikan sumber belajar yang mana digunakan sebagai media pendukung dalam penyalur informasi untuk mencapai tujuan. Buku paket yang digunakan belum cukup dalam memenuhi kebutuhan materi sehingga belum sepenuhnya mempermudah siswa dalam memahami materi, khususnya mengenai sejarah lokal yang mana di dalamnya memiliki cangkupan yang sangat luas. Tidak adanya bahan ajar pendamping untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai sejarah lokal di daerah mereka. Hal tersebut merupakan potensi dan juga permasalah yang dapat peneliti jadikan sebagai dasar dalam mengembangkan suatu produk bahan ajar. Oleh sebab itu, peneliti akan mengembangkan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di untuk bahan ajar pendamping dan penunjang dalam pembelajaran IPS. Analisis Kebutuhan Guru dan Siswa Terhadap Bahan Ajar Berbasis Sejarah dan Candi di Blitar Analisis kebutuhan mengenai bahan ajar yang diperlukan sebelum Bertujuan untuk mengetahui bahan ajar yang akan dikembangkan dapat dijadikan sebagai penunjang dalam pembelajaran sesuai dengan materi yang Hasil dari analisis ini juga digunakan sebagai acuan dalam pengembangan agar sesuai dengan kebutuhan. Analisis Kebutuhan Guru Analisis kebutuhan guru yang dilakukan oleh guru menunjukkan bahwa siswa di SMP Muallimin Wonodadi Blitar belum mengetahui mengenai sejarah lokal tentang peninggalan sejarah dan candi di Blitar. Pemahaman siswa terhadap cerita dibalik berdirinya peninggalan dan candi di Blitar masih rendah dimana mereka belum memahami peristiwa sejarah dibalik. Guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi. Bahan ajar yang digunakan oleh guru dalam mengajar hanya menggunakan buku paket. Guru merasa bahwa buku paket yang digunakan belum cukup dalam memenuhi kebutuhan REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: materi belum sepenuhnya mempermudah siswa dalam memahami materi mata pelajaran IPS, khususnya mengenai Sejarah Lokal yang ada di daerah mereka. Guru merasa perlu adanya inovasi bahan ajar cetak membahas mengenai sejarah lokal tentang peninggalan sejarah dan candi di Blitar. Guru menyatakan bahwa siswa lebih tertarik dengan bahan ajar bergambar. pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal tentang peninggalan sejarah dan candi di Blitar. Analisis Kebutuhan Siswa Berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa, dapat diketahui bahwa pada aspek pembelajaran IPS dalam kesulitan pembelajaran IPS, 27 siswa yang menganggap bahwa pembelajaran IPS itu tidak sulit dan 12 siswa yang menganggap sulit. Sebanyak 34 siswa merasa bahwa pembelajaran IPS menyenangkan. 5 siswa merasa tidak menyenangkan. Menunjukan bahwa pembelajaran IPS mudah dimengerti dan menyenangkan. Pada aspek pengetahuan dan pemahaman terhadap sejarah lokal, 25 siswa menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui sejarah tentang peninggalan dan candi di Blitar dan 14 siswa sudah mengetahuinya. Pemahaman dan mengenal sejarah lokal 28 siswa kesulitan dan 11 siswa tidak merasa kesulitan mengenal dan memahami sejarah lokal tentang peninggalan sejarah dan candi di Blitar. Menunjukan banyak dari siswa y a n g belum mengetahui, mengenal, memahami sejarah lokal tentang peninggalan sejarah dan candi di Blitar. Pada aspek kebutuhan bahan ajar, 28 siswa pahamkah mengenai materi IPS yang terdapat dalam buku pegangan siswa. Sebanyak 11 siswa tidak paham mengenai materi IPS. 33 siswa memerlukan bahan ajar yang menarik, berwarna serta bergambar dan sebanyak 6 siswa tidak memerlukannya. 30 siswa berpendapat dan 9 siswa berpendapat tidak ada lebih menarik daripada buku pegangan siswa. Siswa berjumlah 34 suka membaca buku teks bergambar dan 5 siswa tidak suka. 32 siswa menyukai buku yang berwarna dan bergambar dan 7 siswa tidak menyukainya. Sebanyak 21 siswa mengetahui bentuk ensiklopedia, 18 siswa tidak mengetahuinya. Siswa yang setuju adanya bahan ajar mengenai sejarah lokal pembahasan peninggalan sejarah dan candi di Blitar sebanyak 37 siswa. Hanya 2 siswa yang tidak menyetujuinya. 36 siswa setuju bahan ajar berbasis ensiklopedia dicetak bentuk buku warna cerah, 3 siswa tidak setujunya. Menunjukan bahwa siswa membutuhkan adanya bahan ajar yang lebih menarik disertai gambar dan berwarna yang membahas mengenai peninggalan sejarah lokal dan candi di Blitar dalam bentuk ensiklopedia untuk mempermudah siswa mengetahui, mengenal dan memahaminya. Dapat disimpulkan dari analisis yang telah dilakukan kepada guru IPS dan siswa kelas VII di SMP Muallimin Wonodadi Blitar. Hasil analisis kebutuhan menyatakan bahwa guru dan siswa menyatakan membutuhkan serta juga setuju menggunakan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal tentang peninggalan sejarah dan candi di Blitar. Langkah Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Ensiklopedia Sejarah Lokal Peninggalan Sejarah dan Candi di Blitar Penelitian dan pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia ini pengembangan Borg and Gall yang diadaptasi oleh Sugiyono terdiri dari 8 tahapan yakni . potensi dan masalah, . pengumpulan data, . desain produk, . validasi produk, . revisi produk, . uji coba produk, . revisi produk, dan . uji coba pemakaian. Tahap pertama, pengembangan bahan ajar yang dimulai dengan melihat potensi dan permasalah yang REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: didapatkan dengan observasi yang dilakukan di SMP Muallimin Wonodadi Blitar pada tanggal 10 April 2023, terbatasnya sumber belajar siswa yakni hanya menggunakan buku paket IPS dan buku pegangan guru. Kurangnya media pembelajaran yang tersedia menjadikan peserta didik merasa jenuh ketika mempelajari materi sejarah yang terdapat dalam pembelajaran IPS. Kurangnya pengembangan bahan ajar yang diperlukan sebagai penunjang materi dalam proses pembelajaran. Tahapan kedua pengumpulan data, melakukan analisis kebutuhan guru maupun siswa dengan angket kebutuhan yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2023. Hasil dari analisis kebutuhan guru dan siswa yang ada dengan hasil menyatakan guru maupun siswa membutuhkan serta setuju menggunakan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar sebagai pendamping bahan ajar yang sudah ada disesuaikan dengan tujuan dan capaian pembelajaran. Tahapan ketiga desain produk, peneliti melakukan pendesainan produk dengan mencari peninggalan sejarah dan candi di Blitar nantinya akan dibahas dalam ensiklopedia sejarah lokal yangcandi di Blitar yang akan dibahas yakni makam Bung Karno, istana gebang, monumen trisula, candi kalicilik, candi penataran, serta candi sawentar1. Setelah itu melakukan studi literatur dan mengumpulkan materi yang sesuai dengan pembahasan dari berbagai sumber dan mengumpulkan gambar dari berbagai sumber sebagai pelengkap materi. Peneliti menyusun materi bahan ajar dengan bantuan Microsoft Word. Peneliti melakukan pendesainan produk dengan bantuan Canva dan Microsoft Word. Bagian dalam bahan ajar berbasis ensiklopedia ini meliputi: . Sampul bahan ajar. Prakata. Daftar isi. Materi. Daftar Pustaka. Pendesainan di aplikasi Canva untuk mendesain bagian sampul depan dan belakang buku. Pendesainan untuk bagian sampul dalam, prakata, daftar isi materi dan daftar pustaka menggunakan aplikasi Microsoft Word dari bagian background, judul sub pembahasan, tata letak materi, tata letak gambar, serta halaman dalam bahan ajar. Gambar 1. Pendesainan sampul Reform: Vol. 8 No. Juni 2023 REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Gambar 2. Pendesainan isi Tahapan keempat validasi produk, hasil dari pengembangan bahan ajar ini berupa ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar dalam bentuk bahan ajar Produk bahan ajar yang telah dicetak akan divalidasi oleh ahli materi dan juga ahli Penilaian produk oleh ahli media dari bapak Drs. Jani. MM. Pd. dan ahli materi dari ibu Dita Hendriani. dilakukan dengan mengisi angket validasi ahli. Tahapan kelima revisi produk, kemudian produk akan direvisi sesuai saran yang diberikan yakni letak gambar, menghapus bagian gambar serta keseimbangan dalam penataan gambar. Tahapan keenam uji coba produk, dilakukan dengan 10 siswa serta guru IPS. Tahap ketujuh revisi produk, setelah uji coba skala kecil dengan hasil respon siswa 86,5% dan respon guru sebesar 92% terhadap bahan ajar berbasis ensiklopedia tidak diberikan revisi. Sehingga bahan ajar berbasis ensiklopedia dapat dilanjutkan tanpa revisi. Tahap kedelapan uji pemakaian, untuk uji coba pemakaian produk dilakukan pada kelompok besar dengan 29 siswa kelas VII D. Hasil respon siswa pada uji pemakaian ini sebesar 88,3% termasuk dalam kriteria valid tanpa revisi dengan ini bahan ajar berbasis ensiklopedia layak digunakan. Tingkat Kevalidan Bahan Ajar Berbasis Ensiklopedia Sejarah Lokal Peninggalan Sejarah dan Candi di Blitar Bahan ajar berbasis ensiklopedia ini didesain yang menarik sehingga nantinya meningkatkan semangat belajar siswa. Bahan ajar berbasis ensiklopedia dijadikan sebagai pendamping bahan ajar yang telah ada dan juga penunjang dalam proses pembelajaran agar layak digunakan oleh guru dan siswa. Berikut ini adalah hasil penilaian kevalidan yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, maupun pengguna yang terdiri dari guru IPS dan juga siswa. Uji Kevalidan Ahli Media Peneliti melakukan validasi ahli media dengan validator bapak Drs. Jani. MM. Pd. dengan mengisi lembar validasi dengan butir soal 25 pertanyaan dikelompokan dalam 3 aspek yaitu aspek kelayakan bahasa sebesar, penyajian ensiklopedia dan tampilan keseluruhan. Hasil validasi ahli media tingkat pencapaian 82,4% berada pada kriteria valid dengan sedikit revisi sesuai dengan saran. Uji Kevalidan Ahli Materi Peneliti melakukan validasi ahli materi dengan validator ibu Dita Hendriani. dengan mengisi lembar validasi dengan butir soal 25 pertanyaan dikelompokan dalam 3 aspek yaitu aspek materi sebesar, bahasa dan kelayakan ensiklopedia. Hasil validasi ahli materi dengan skor persentase 91,2% kriteria sangat valid sehingga bahan ajar berbasis ensiklopedia tidak perlu revisi. Uji Kevalidan Pengguna Uji kevalidan penggunaan melalui dua tahapan yakni uji coba produk dan uji Tahap pertama uji produk produk dengan melibatkan 10 siswa dan guru IPS. Uji kevalidan siswa berupa 20 pertanyaan dalam 3 aspek yakni aspek tata bahasa, aspek tampilan keseluruhan dan aspek motivasi. Angket respon guru berupa 20 pertanyaan dalam 3 aspek yaitu aspek materi, bahasa dan tampilan keseluruhan. Berdasarkan pada REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: hasil analisis angket respon siswa uji coba produk yang dilakukan di kelompok kecil, terdapat respon positif dari siswa sebesar 85,6% kriteria valid tanpa revisi. Hasil analisis angket respon guru pada uji coba produk yang dilakukan di kelompok kecil, dapat dilihat bahwa terdapat respon positif dari guru dengan tingkat pencapaian 92% berada pada kriteria sangat valid sehingga bahan ajar berbasis ensiklopedia tidak perlu Tahap kedua, uji pemakaian dalam uji ini melibatkan 29 siswa dari kelas VII D. Hasil analisis angket respon siswa pada uji pemakaian yang dilakukan di kelompok kecil, dapat dilihat bahwa terdapat respon positif dari siswa dengan tingkat pencapaian 88,3 % berada pada kriteria valid sehingga bahan ajar berbasis ensiklopedia tidak perlu revisi. Tabel 1. Hasil tingkat kevalidan Validator Hasil Ahli media 82,4% Ahli Guru IPS Kelopok Kelompok Keterangan Valid dengan sedikit revisi Sangat valid 91,3% tanpa revisi Sangat valid 86,5% 88,3% tanpa revisi Valid tanpa Valid tanpa Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti menghasilkan sebuah produk bahan ajar dalam bentuk cetak berupa ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar yang telah dinyatakan valid atau layak oleh para validator yang terdiri dari ahli media, ahli materi dan juga pengguna baik guru maupun siswa. Bahan ajar yang di dalamnya memuat beberapa peninggalan sejarah dan candi yang ada di Blitar disertai dengan gambar dan juga informasi yang menarik sesuai dengan topik pembahasan. Bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal yang dikembangkan dan dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran pada penelitian ini. Bahan ajar tersebut tidak lepas dari kelebihan dan juga kekurangan. Kelebihan yang dimiliki produk tersebut antara lain: Bahan ajar berbasis ensiklopedia dikembangkan dapat dijadikan alternatif sumber belajar siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas Produk bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal yang dikembangkan berwarna dengan background serta gambar yang lengkapi keterangan, sehingga mendukung kegiatan pembelajaran yang lebih menarik. Bahan ajar berbasis ensiklopedia menyajikan sebuah pengetahuan yang baru tentang sejarah lokal candi di Blitra dengan disertai pengetahuan tambahan berupa Autahukah kamuAy untuk memperluas pengetahuan yang dimiliki oleh siswa terhadap sejarah lokal yang ada di daerah mereka. Selain itu bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal ini memiliki kekurangan. Berikut kekurangan dari bahan ajar berbasis ensiklopedia : REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Produk bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal yang dikembangkan dalam bentuk cetak ini cukup mahal untuk siswa dibandingkan dengan bahan ajar berupa buku paket yang digunakan sebelumnya. Produk bahan ajar berbasis ensiklopedia hanya menyajikan muatan mengenai materi sejarah lokal tentang peninggalan sejarah dan candi di Blitar saja. Simpulan Simpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar, dapat disimpulkan yakni gambaran pembelajaran IPS di SMP Muallimin Wonodadi Blitar pada kelas VII, guru mata pelajaran IPS masih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi. Bahan ajar yang dijadikan sebagai sumber belajar berupa buku pegangan guru dan buku paket siswa. Analisis kebutuhan terhadap pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar dilihat dari hasil maupun siswa. Hasil angket tersebut menyatakan bahwa guru juga siswa menyatakan membutuhkan serta setuju menggunakan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar. Langkah pengembangan bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang diadaptasi oleh Sugiyono terdiri dari 8 tahapan yakni . potensi dan masalah, . pengumpulan data, . desain produk, . validasi produk, . revisi produk, . uji coba produk, . revisi produk, dan . uji coba Tingkat kevalidan berbasis ensiklopedia sejarah lokal peninggalan sejarah dan candi di Blitar setelah divalidasi oleh validator yakni ahli media memperoleh tingkat pencapaian 82,4%, ahli materi memperoleh tingkat pencapaian 91,2%, dari pengguna hasil respon guru IPS tingkat pencapaian 92%, hasil respon siswa kelompok kecil 86,5% dan kelompok besar 88,3%. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka peneliti menyampaikan beberapa saran antara lain: Bagi guru diharapkan dapat mengembangkan bahan ajar berbasis ensiklopedia pada materi yang lain dengan penyajian yang lebih menarik bagi siswa dan inovatif. Komponen penggunaan background, penyajian gambar, dan keterangan yang lebih tertata. Tata bahasa yang digunakan permasalahan dalam pembelajaran dan juga perkembangan siswa. Bagi siswa bahan ajar berbasis ensiklopedia sejarah lokal yang sudah dikembangkan dapat dijadikan sebagai bahan ajar pendamping buku paket siswa. Bagi peneliti yang akan datang diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan melakukan penelitian tentang kepraktisan maupun pengaruh dari pengembangan bahan ajar. Dapat melakukan dengan subjek yang lebih luas juga menggunakan model penelitian dan pengembangan yang berbeda. Daftar Pustaka