Pengaruh Penggunaan Metode Magic Story Terhadap Penguasaan Mufrodat Siswa Kelas VIIB MTs Darul Masholeh Cirebon Saliqul Abror Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Email: thewinnerhijab1@gmail. Wawan Arwani Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Email: wawanarwani@gmail. Khasan Aedi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Email: khasanaedi@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk megetahui kemampuan siswa dalam menguasai kosakata dalam pembelajaran Bahasa Arab tanpa menggunakan teknik Magic Story, mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai kosakata dalam pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan teknik Magic Story, dan mengetahui pengaruh penggunaan teknik Magic Story terhadap penguasaan kosakata siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab pada Kelas VII B di MTs Darul Masholeh. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi langsung, tes dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Hasil penelitian pada skripsi ini yaitu: pertama, kemampuan siswa terhadap penguasaan mufrodat sebelum menggunakan Teknik Magic Story tidak ada peningkatan nilai yang tinggi. kedua, kemampuan siswa terhadap penguasaan mufrodat dengan menggunakan Teknik Magic Story terdapat peningkatan nilai yang tinggi. ketiga, pengaruh penggunaan teknik Magic Story terhadap penguasaan mufrodat siswa Berdasarkan hasil uji regresi di atas nilai Artinya, ada Pengaruh penggunaan teknik magic story terhadap penguasaan mufrodat siswa. Kata Kunci : Teknik Magic Story. Kosakata. Pembelajaran Bahasa Arab Abstract This study aims to determine the ability of students to master vocabulary in learning Arabic without using the Magic Story technique, determine the ability of students to master vocabulary in learning Arabic by using the Magic Story technique, and determine the effect of using the Magic Story technique on students' vocabulary mastery in language learning Arabic in Class VII B at MTs AA69AA AASaliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan AediAA AADarul Masholeh. In this study, researchers used a quantitative approach to theAA AAexperimental design. Data collection techniques are direct observation, tests andAA AAinterviews. The data analysis techniques used in this study are normality test,AA AAhomogeneity test, and hypothesis testing. The results of the study in thisAA AAthesis are: first, the ability of students to master the mastery of mufrodat beforeAA AAusing the Magic Story Technique there is no increase in high scores. second, theAA ability of students towards mastery of mufrodat by using the Magic StoryAA AATechnique there is a high increase in grades. third, the effect of the use of theAA AAMagic Story technique on students' mastery of mufrodat Based on the results ofAA AAthe regression test above a significant value. Thus, there is an influence of theAA AAuse of magic story techniques on mastery of students. AAKeywords: Magic Story Techniques. Vocabulary. Arabic LearningAA AIEAA ANA E AO NN EE NOA :AEOEA UAEIA C EE EO O IAA AEE AO EOI EE EO OI I EO "A" Magic StoryAAO EAAE EA-AA AI EIAE EIO EuEIO OIu OEIOA UAEIA C EE EO OA AIA EE AO EOI EE EO I EO "A" Magic StoryAAO EAAE EA-AA A I EIAE EIO EuEIO OIu OEEA UAEIA O I EOA A"A" Magic StoryAEO O IA EE AO EAAE EA-A I EIAEA AEIO EuEIO OIA . AOIIN E AO NN EE NO EIOA AuEEOOA . AOI OCI EOI AON EIE EI OE OEICEA AEAOA . AOOC EOE EOI EO IN E AO NO E COA AEAC O EO O EII O EAOA . AAIO E NO C EEA AAO EAAE EA-A EO O EIA EO CE OC EO "A " Magic StoryAEA ACO IO EOA UAOC EE AO EAAE EA-A EO O EIA EOA AOC EO "A" Magic StoryAAO EIEO EEOIO EI EE EO I EIAEA AEIO EuEIO OI CO IO EOA. AAO I EO "A " Magic StoryAEOA AO EIA EO I EIAE EIO EuEIO OIA UAI EO IA A EI EC COI EOA UAAN EOE EO I NIE O I EO " AMagicAA AA"StoryAEO IA EEA. AAEl-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020AA Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi A EOI EE EOAUA IA EEAU Magic Story UA EOA:AeI EOOA Pendahuluan Bahasa adalah dasar dari kehidupan di masyarakat, karena bahasa merupakan sarana untuk saling memahami dan berkomunikasi dalam berbagai Kondisi yang ideal dalam meningkatkan keterampilan bahasa adalah kita tidak memberikan dua keterampilan yang berbeda pada saat yang sama kepada siswa, seperti melatihnya untuk membentuk kalimat-kalimat baru yang sebelumnya tidak diajarkan/diberikan kepada siswa akan menambah dua kesulitan kepadanya: satu adalah kebutuhan untuk memahami kata-kata baru dan yang lainnya adalah menyusun kalimat-kalimat baru. Terlihat jelas dalam beberapa buku pengajaran bahasa Arab bahwa latihan mereka mencakup kosakata dan struktur yang tidak disebutkan dalam pelajaran sebelumnya, yang membingungkan siswa dan kadang-kadang membuatnya tidak dapat menyelesaikan latihan ini, dan kemudian tujuannya belum tercapai. Kosakata adalah salah satu komponen yang membangun suatu bahasa, seperti sistem fonemik, struktur kata, dan sistem sintaksis, maka perbedaan bunyi mengarah pada perbedaan makna. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa pemahaman kosakata sangat penting karena kosakata adalah salah satu kemampuan yang harus dikuasai secara mutlak oleh orang yang belajar bahasa Arab. Ahmad Fuadi Effendy juga mengatakan dalam bukunya bahwa kosakata adalah salah satu elemen dari bahasa yang harus dikuasai oleh pelajar bahasa asing agar dapat memperoleh keterampilan komunikasi dengan bahasa Arab. Tidak mungkin untuk berbicara bahasa Arab tanpa kosakata. Tujuan dari pembelajaran kosakata bukan hanya menguasai pengucapan bunyi-bunyiannya, atau untuk memahami maknanya secara mandiri, atau untuk mengetahui metode yang berasal darinya, atau hanya untuk menggambarkannya dalam struktur linguistik yang benar. Kriteria kemahiran dalam pembelajaran kosakata adalah bahwa siswa dapat melakukan semua ini. Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan. Duruus ad-Dauraat at-Tadriis li MuAoallimii al-Lughah al-Aoarabiyyah lighairi an-Naathiqiina bihaa . l-Jaanib an-Nazhari. (Muassasah al-Waqfi al-Islaamii. MasyruuAo al-AoArabiyyah lil jamiiAo, 1. Hal. 2 Mahmud Ismail Shiinii, dkk. Mursyid al-MuAoallim fii Tadriis al-Lughah alAoArabiyyah lighairi an-Naathiqiina bihaa. (Maktab at-Tarbiyyah al-AoArabiyyah, 1. Hal. 3 Ahmad Fuad Effendy. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. (Malang: Misykat. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi di samping itu juga menggunakan kosakata yang tepat dalam konteks yang Namun pada kenyataannya banyak siswa yang tidak dapat menggunakan kata atau kosakata dalam konteks yang sesuai, bahkan kebanyakan dari mereka tidak hafal arti dari kosakata yang mereka temukan saat belajar bahasa Arab di sekolah. Mereka merasa sulit menghafal kosakata. Pernyataan ini didasarkan pada wawancara terbatas dengan guru di MTs Darul Masholeh pada 5 November 2018. Guru mengatakan bahwa pembelajaran di MTs Darul Masholeh, tidak berhasil dalam hal bahasa Arab khususnya dalam memahami kosakata. Beberapa faktor yang membuat siswa sulit menghafal kosakata, termasuk ketika peneliti memperhatikan pengajaran bahasa Arab di MTs Darul Masholeh, bahwa guru menggunakan metode dan teknik yang tidak tepat dalam menyajikan kosa kata baru kepada siswa. Guru hanya menggunakan metode ceramah. Selain itu, siswa merasa bahwa bahasa Arab sulit, dan siswa kurang memiliki keinginan untuk belajar bahasa Arab, terutama dalam menghafal kosa kata. Guru berfokus pada menghafal kosakata yang tidak dipraktikkannya dalam kalimat, dan guru cenderung kurang memahami teknik yang digunakannya. Magic Story adalah sebuah teknik memori paling dasar dari semua teknik 5Namun meskipun teknik paling dasar, teknik ini dapat digunakan untuk mengingat informasi-informasi yang sederhana. Ini berarti bahwa teknik Magic Story memungkinkan pengguna untuk menghafal kosa kata. Berdasarkan fenomena ini, peneliti ingin meneliti dan menganalisis masalah-masalah ini dengan judul "Pengaruh Penggunaan Teknik"Magic Story" terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa (Studi Eksperimen pada Kelas VII B di MTs Darul Masholeh Cirebon. Dalam penelitian ini masalah yang akan diangkat diantaranya:Sejauh mana penguasaan kosakata siswa dalam belajar bahasa Arab tanpa menggunakan metode "Magic Story",sejauh mana penguasaan kosakata siswa belajar bahasa Arab dengan menggunakan metode "Magic Story", dan sejauh mana pengaruh penggunaan metode "Magic Story" terhadap penguasaan kosakata siswa di Kelas VII B MTs Darul Masholeh Cirebon? Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui pengaruh Abdurrahman bin Ibrahim al-Fauzan. Duruus ad-Dauraat at-Tadriis li MuAoallimii al-Lughah al-Aoarabiyyah lighairi an-Naathiqiina bihaa . l-Jaanib an-Nazhari. (Muassasah alWaqfi al-Islaamii. MasyruuAo al-AoArabiyyah lil jamiiAo, 1. Hal. 5 Erwin Kurnia Wijaya, 3M Magic Memory for Muslim. (Surabaya: Genta Group Production, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi penggunaan metode Magic Story terhadap penguasaan kosakata bahasa Arab siswa kelas 7 di MTs Darul Masholeh Cirebon. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre experimental dengan mengguanakan desain one group pretest-posttest. Desain ini terdiri O1 = Pretest X = Treatment O2 =Posttest Berdasarkan sumbernya, data yang digunakan oleh peneliti untuk memeroleh informasi dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam penelitain ini yaitu siswa kelas VII B di MTs Darul Masholeh Cirebon dan sumber data sekundernya yaitu buku-buku yang berhubungan dengan penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas VII di MTs Darul Masholeh Cirebon yang terdiri dari 53 siswa. Adapun sampelnya yaitu semua siswa kelas VII-B di MTs Darul Masholeh Cirebon yang berjumlah 27 siswa dengan teknik pengambilan sampel AuCluster SamplingAy. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan tes. Observasi yang peneliti gunakan adalah observasi Dalam observasi ini peneliti berpartisipasi dalam aktivitas manusia sehari-hari yang digunakan sebagai sumber data (Sugiyono, 2016: . Observasi ini digunakan untuk memperoleh informasi selama proses KBM di Selanjutnya wawancara yang dilakukan peneliti adalah wawancara dengan guru bahasa Arab dan siswa. Adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pretest dan posttest. Pengertian Metode Magic Story Magic story adalah sebuah teknik memori paling dasar dari semua teknik Teknik ini harus dikuasai dulu sebelum mempelajari metode memori Jika teknik ini dikuasai maka teknik-teknik berikutnya akan mudah sekali dipelajari. 6 Magic story adalah sebuah metode memori paling dasar dari semua teknik memori. Meskipun metode dasar, namun metode ini sudah bisa diaplikasikan untuk mengingat informasi-informasi yang sederhana. Misalnya seperti daftar belanjaan, daftar kata benda, dan daftar kata sifat. Bagaimana Erwin Kurnia Wijaya, 3M Magic Memory for Muslim. (Surabaya: Genta Group Production, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi cara melakukan atau membuatnya? Mari ikuti langkah-langkahnya sebagai Susun cerita imajinasi dari informasi yang akan dihafal, upayakan ceritanya yang lucu dan bahkan tidak masuk akal. Contohnya Lemari Es menonton Televisi. Marmer menelepon Batman, dan sebagainya. Apabila ceritanya semakin kocak maka akan semakin menempel di otak kita. Susun cerita yang Anda buat, lakukanlah secara estafet, yaitu benda pertama melakukan aksi ke benda kedua, benda kedua ke benda ketiga, dan seterusnya. Contohnya seperti cerita di bawah ini: AuAda sebuah Tas sedang berjalan membuka sebuah Lemari Es. Lemari Esnya ternyata sedang duduk menonton Televisi. Lalu Televisi ini membacakan Buku Cerita, buku ceritanya berkisah tentang sebuah Tembok yang sangat rapuh. Tembok inipun akhirnya berjalan dengan lunglai membeli Marmer supaya kuat. Marmer ini ternyata menelepon Batman supaya mendapat kekuatan lebih, maka Batman pun kemudian membakar Kertas. Meskipun terbakar, kertasnya lalu berlarian dan bersembunyi ke dalam Magic Jar. Akhirnya Magic Jar itu membuka Kran Air supaya semuanya menjadi dingin kembali dan tidak terbakar. Ay Apabila digambarkan akan seperti ini: Tas Ae Lemari Es Ae Televisi Ae Buku Cerita Ae Tembok Ae Marmer Ae Batman Ae Kertas Ae Magic Jar Ae Kran Air. Langkah ini dilakukan agar kita dapat mengurutkan benda dengan benar dan tidak tertukar. Hindari membuat cerita benda pertama ke benda kedua, benda pertama ke benda ketiga, benda pertama ke benda berikutnya lagi. Misalnya. Tas membuka Lemari Es, lalu tasnya menonton televisi, kemudian tasnya membaca buku cerita, dan seterusnya. Contoh seperti ini akan membingungkan saat harus mengurutkan bendanya. Tambahkan bunyi, warna, bau maupun dengan memperbesar atau memperkecil obyek bendanya, jika diperlukan sehingga membuat cerita yang hidup dan aktif. Terakhir dan yang paling penting, bayangkan oleh Anda cerita imajinasi tersebut, seolah-olah menjadi sebuah film yang diputar dalam pikiran kita saat menghafalkan sesuatu. AuAda sebuah Tas sedang berjalan membuka sebuah Lemari Es. Lemari Esnya ternyata sedang duduk menonton Televisi. Lalu Televisi ini membacakan Buku Cerita, buku ceritanya berkisah tentang sebuah Tembok yang sangat rapuh. Tembok inipun akhirnya berjalan dengan lunglai membeli Marmer supaya kuat. Marmer ini ternyata menelepon Batman supaya mendapat kekuatan lebih, maka Batman pun kemudian membakar Kertas. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi Meskipun terbakar, kertasnya lalu berlarian dan bersembunyi ke dalam Magic Jar. Akhirnya Magic Jar itu membuka Kran Air supaya semuanya menjadi dingin kembali dan tidak terbakar. Ay Apabila digambarkan akan seperti ini: Tas Ae Lemari Es Ae Televisi Ae Buku Cerita Ae Tembok Ae Marmer Ae Batman Ae Kertas Ae Magic Jar Ae Kran Air. Pengertian Mufrodat Kosakata adalah elemen bahasa yang paling penting. Beberapa ahli bahasa cenderung menganggapnya sebagai elemen bahasa yang paling Yang dimaksud dengan ungkapan ini bahwa kosakata adalah kondisi kunci yang mengarah pada pemahaman makna kalimat dalam posisi komunikasi atau dalam pemahaman teks dan bacaan. Kosakata adalah alat untuk membawa makna dan di lain waktu sebagai sarana berpikir. Karena pembicara dapat berpikir dan kemudian mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya dan berpikir dalam kata-kata apa yang diinginkannya. Menurut Al-Khauli dan Mahmud Ali dalam yang dikutip oleh Syaiful dalam bukunya, kosakata merupakan kumpulan kata-kata tertentu yang akan membentuk bahasa. Kata adalah bagian terkecil dari bahasa yang sifatnya bebas. Pengertian ini membedakan antara kata dengan morfem. Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang tidak bisa dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil yang maknanya relatif Maka kata terdiri dari morfem-morfem, misalnya kata muAallim (A )IEIAdalam bahasa Arab terdiri dari satu morfem. Sedangkan kata almuallim (A )EIEIAmempunyai dua morfem yaitu AEAdan AIEIA. Adapun kata yang terdiri dari tiga morfem adalah kata yang terbentuk dari morfemmorfem dimana masing-masing morfem memiliki arti khusus. Misalnya kata al-muAoallimyn (A )EIEIOIAyang terdiri dari tiga morfem yaitu ,AIEIA AEAdanAOIA. Macam-Macam Mufrodat Kamal Ibrahim Badawi dan Abdullah Hatim. Thariqah Tadriis al-Lughah alAoArabiyyah. (Kairo: al-MaAoariff, 1. Hal. 8 Mahmud Kamil an-Naqah. TaAoliim al-Lughah al-AoArabiyyah bi Lughaah Ukhra: Ususuhu-Madaakhiluhu-Thuruq Tadriisihi (Makkah al-Mukarramah: JaamiAoah Ummul Qura, 1. Hal. 9 Syaiful Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovativ. (Malang: UIN Press, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi Menurut Rusydy Ahmad ThaAoimah kosakata dibagi menjadi empat bagian, yang dibagi sesuai dengan keterampilan bahasa, sesuai dengan makna dan menurut spesialisasi dan sesuai dengan penggunaannya. Berikut ini penjelasannya:10 Pembagian kosakata dalam konteks kemahiran kebahasaan: Kosakata untuk memahami . nderstanding vocabular. baik bahasa lisan ( A )EAIAmaupun teks ( A)ECA. Kosakata untuk berbicara . peaking vocabular. Dalam pembicaraan perlu penggunaan kosakata yang tepat, baik pembicaraan informal (A )OAmaupun formal (A)IOCAOA. Kosakata untuk menulis . riting vocabular. Penulisan pun membutuhkan pemilihan kosakata yang baik dan tepat agar tidak disalahartikan oleh pembacanya. Kosakata potensial. Kosakata jenis ini terdiri dari kosakata context yang dapat diinterpretasikan sesuai dengan konteks pembahasan, dan kosakata analysis yakni kosakata yang dapat dianalisa berdasarkan karakteristik derivasi kata unuk selanjutnya dipersempit atau diperluas maknanya. Pembagian kosakata menurut maknanya: Kata-kata inti . ontent vocabular. Kosakata ini adalah kosakata dasar yang membentuk sebuah tulisan menjadi valid, misalnya kata benda, kata kerja, dll. Kata-kata fungsi . unction word. Kata-kata ini yang mengikat dan menyatukan kosakata dan kalimat sehingga menbentuk paparan yang baik dalam sebuh tulisan. Contohnya huryf jyr, adawyt al-istifhym, dan seterusnya. Kata-kata gabungan . luster word. Kosakata ini adalah kosakata yang tidak dapat berdiri sendiri, tetapi selalu dipadukan dengan kata-kata lain sehingga membentuk arti yang berbeda-beda. Misalnya kata AAdapat berarti menyukai bila kata tersebut dipadukan dengan AAOAmenjadi A AOA. Sedangkan bila diikuti dengan kata AIAmenjadi A IAartinya pun berubah menjadi benci atau tidak suka. Pembagian kosakata menurut karakteristik kata . Rusydi Ahmad Thuaimah, al-MarjaAo fii TaAoliim al-Lughah al-AoArabiyyah lii anNaathiqiina bi Lughaatin Ukhra. (Makkah: JaamiAoah Ummul Qura, 1. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi Kata-kata tugas . ervice word. yaitu kata-kata yang digunakan untuk menunjukan tugas, baik dalam lapangan kehidupan secara informal maupun formal dan sifatnya resmi. Kata-kata inti khusus . pecial content word. Kosa kata ini adalah kumpulan kata yang dapat mengalihkan arti kepada yang spesifik dan digunakan di berbagai bidang ulasan tertentu, yang biasa juga disebut local words atau utility words. Pembagian kosakata menurut penggunaannya: Kosakata aktif . ctive word. , yakni kosakata yang umumnya banyak digunakan dalam berbagai wacana. Kosakata pasif . assive word. , yaitu kosakata yang hanya menjadi perbendaharaan kata seseorang namun jarang ia Dasar-Dasar Pemilihan Kosakata Berapa banyak bahasa yang Anda berikan kepada diri Anda sendiri, dan Anda harus memilih dari mereka dan apa yang mendasari pemilihan kosakata dalam program untuk mengajar bahasa Arab kepada penutur dalam bahasa lain? Berikut ini terdapat beberapa dasar pemilihan kosakata: Frequency, yaitu frekuensi penggunaan kata-kata yang tinggi dan sering itulah yang harus menjadi pilihan. Range, yaitu mengutamakan kata-kata yang banyak digunakan baik di negara Arab maupun di negara-negara non Arab atau di suatu negara tertentu yang mana kata-kata itu lebih sering digunakan. Availability, mengutamakan kata-kata atau kosakata yang mudah dipelajari dan digunakan dalam berbagai media atau wacana. Familiarity, yakni mendahulukan kata-kata yang sudah dikenal dan cukup familiar didengar, seperti penggunaan kata AA a lebih sering U A eIA digunakan dari pada kata A E UA, padahal keduanya sama maknanya. Coverage, yakni kemampuan daya cakup suatu kata untuk memiliki beberapa arti, sehingga menjadi luas cakupannya. Misalnya kata AOA lebih luas daya cakupannya dari pada kata AIIAEA. Significance, yakni mengutamakan kata-kata yang memiliki arti yang signifikan untuk menghindari kata-kata umum yang banyak ditinggalkan atau kurang lagi digunakan. Arabism, yakni mengutamakan kata-kata Arab dari kata-kata serapan yang diarabisasi dari bahasa lain. Misalnya kata AENAA,AEIOAA. AEEAA El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi secara berurutan ini harus diutamakan pemilihannya dari pada kata AEEOAOIA. AEOOAdan AEEAOOIA. Pembelajaran Mufrodat Yang dimaksud pembelajaran mufrodat . adalah interaksi antara guru dan murid yang mempelajari makna kata bahasa Arab dengan tujuan agar dapat menguasai mufrodat tidak hanya sekedar hafal kosakata tetapi mampu menggunakannya dalam berkomunikasi, menulis, dan menerjemahkan. Tujuan umum pembelajaran kosakata . bahasa Arab adalah sebagai berikut: Memperkenalkan kosakata baru kepada siswa, baik melalui bacaan maupun fahm al-masmuAo. Melatih siswa untuk dapat melafalkan kosakata itu dengan baik dan benar, karena pelafalan yang baik dan benar mengantarkan kepada kemahiran berbicara dan membaca secara baik dan benar. Memahami makna kosakata, baik secara denotasi atau leksikal maupun ketika digunakan dalam konteks kalimat tertentu. Mampu mengapresiasi dan memfungsikan mufradyt itu dalam berekspresi lisan maupun tulisan sesuai dengan konteksnya. Dalam pembelajaran kosakata ada beberapa hal yang harus diperhatikan, sebagai berikut:14 Pembelajaran kosakata . l-mufrady. tidak berdiri sendiri. Kosakata . hendaknya tidak diajarkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri melainkan sangat terkait dengan pembelajaran muthylaAoah, istimyAo, insyyAo, dan muhydatsah. Pembatasan makna. Dalam pembelajaran kosakata hendaknya makna harus dibatasi sesuai dengan konteks kalimat saja, mengingat satu kata dapat memiliki beberapa makna. Kosakata dalam konteks. Beberapa kosakata dalam bahasa asing (Ara. tidak bisa dipahami tanpa pengetahuan tentang cara Rusydi Ahmad Thuaimah. TaAoliim al-AoArabiyyah lighairi an-Naathiqiina bihaa. r-Ribaath: Mausyuuraat al-Munazzhamah al-Islaamiyyah wa al-AoUluum wa atsTsaqaafah, 1. Hal. 12 Bisri Musthofa. Hamid M. Abdul. Metode & Stategi Pembelajaran Bahasa Arab. (Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Press, 2. Hal. 13 Syaiful Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovativ. (Malang: UIN Press, 2. Hal. 14 Ahmad Fuad Effendy. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. (Malang: Misykat. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi pemakaiannya dalam kalimat. Kosakata seperti ini hendaknya diajarkan dalam konteks agar tidak mengaburkan pemahaman siswa. Terjemah dalam pengajaran kosakata. Pembelajaran kosakata dengan cara menerjemahkan kata ke dalam bahasa ibu adalah cara yang paling mudah, namun mengandung beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut antara lain dapat mengurangi spontanitas siswa ketika menggunakannya dalam ungkapan saat berhadapan dengan benda atau objek kata, lemah daya lekatnya dalam ingatan siswa, dan juga tidak semua kosakata bahasa asing ada padanannya yang tepat dalam bahasa ibu. Tingkat kesukaran. Bila ditinjau dari tingkat kesukarannya, kosakata bahasa Arab bagi pelajara di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga, antara lain: Kata-kata yang mudah, karena ada persamaannya dengan katakata dalam bahasa Indonesia, seperti : A EIAU A EAU A EOAU AIA. Kata-kata yang sedang dan tidak sukar meskipun tidak ada persamaannya dalam bahasa Indonesia, seperti : A NAU A OCAU AIOIAA. Kata-kata yang sukar, baik karena bentuknya maupun pengucapannya, misalnya : A OEOAU A NOAU AIECA. Tes Kosakata Abdul-Rahman ibn Ibrahim al-Fawzan mengatakan bahwa ujian penting untuk mengevaluasi pendidikan, terutama untuk mengetahui sejauh mana kosakata dipahami oleh siswa, diantaranya tes sinonim dan tes antonim. Menurut M. Ali Al-Khuli . 9: 159-. dimungkinkan untuk menguji kosa kata dalam beberapa caradiantaranya multi-test, sinonim, penjelasan, antonim, derivasi, menjodohkan, mengisi yang kosong. Berdasarkan uraian di atas, peneliti merangkum bahwa ada beberapa tipe yang dapat digunakan dalam tes kosakata termasuk: tes sinonim, tes antonim, multi-tes, penjelasan, derivasi, menjodohkan, mengisi yang kosong, menganalisis kesalahan, menentukan bentuk mufrod, menentukan bentuk jamak, membuat kalimat, dan penguasaan makna kata. Abdurrahman bin Ibrahim al-Fauzan. Duruus ad-Dauraat at-Tadriis li MuAoallimii al-Lughah al-Aoarabiyyah lighairi an-Naathiqiina bihaa . l-Jaanib anNazhari. (Muassasah al-Waqfi al-Islaamii. MasyruuAo al-AoArabiyyah lil jamiiAo. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi Indikator Penguasaan Kosakata Pembelajaran kosakata bukan hanya sekedar mengajarkan kosakata kemudian menyuruh siswa untuk menghafalkannya, akan tetapi lebih dari itu siswa dianggap mampu menguasai mufradyt jika sudah mencapai indikator-indikator penguasaan mufradyt antaralain: . siswa mampu menerjemahkan bentuk-bentuk mufradyt dengan baik. siswa mampu mengucapkan dan menulis kembali mufradyt dengan baik dan . siswa mampu menggunakan mufradyt dalam jumlah . dengan benar, baik dalam bentuk ucapan maupun tulisan. Sejalan dengan pendapat di atas Ali Al-Khuli mengemukakan bahwa indikator penguasaan mufrodat sebagai berikut: . Siswa mampu untuk mengucapkan kata dengan benar. siswa mampu untuk menerjemahkan kosa kata dengan baik. siswa mampu untuk menulis kata tanpa salah eja. siswa mampu untuk membaca kata dengan Hasil Penelitian Sebelum Penggunaan Metode Magic Story Statistics Pretest Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Variance Minimum Maximum Sum Multiple modes exist. The smallest value is shown Syaiful Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovativ. (Malang: UIN Press, 2. Hal. 17Muhammad AoAli al-Khuli. Asaaliib Tadriis al-Lughah al-AoArabiyyah. (Riyadh: tidak diterbitkan, 1. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi Berdasakan tabel statistik di atas jumlah responden sebanyak Missing 0 menunjukkan bahwa data yang hilang adalah nol, dengan demikian tidak ada data yang belum diproses. Mean atau rata-rata pretes sebesar 52,74, median sebesar 53. Modus diperoleh 53, sementara nilai minimal dan maksimal masing-masing sebesar 33 dan 73 dengan jumlah total pretes sebesar 1424. Setelah Penggunaan Metode Magic Story Statistics Postest Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Variance Minimum Maximum Sum Berdasakan table statistics di atas jumlah responden sebanyak 27 Missing 0 menunjukkan bahwa data yang hilang adalah nol, dengan demikian tidak ada data yang belum diproses. Mean atau rata-rata postes sebesar 80,37, median sebesar 80, mode didapat 73 sementara nilai minimal dan maksimal masing-masing sebesar 73 dan 93 dengan jumlah total postes sebesar 2170. Pengaruh Penggunaan Metode Magic Story terhadap Peningkatan Mufrodat Siswa Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pada pembahasan ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji KolmogorovSmirnova. Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnovayaitu : Nilai sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05, maka data berdistribusi normal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi Nilai sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05, maka data berdistribusi data tidak normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest Postest Mean Normal Parameters Std. Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Hasil uji normalitas pada tabel di atas data pretest menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,748. Karena tersebut nilai signifikan berada di atas 0,05. Maka data pretest siswa berdistribusi Hasil uji normalitas pada data postest menunjukkan nilai signifikan pada uji kolmogorov sebesar 0,058. Karena tersebut nilai signifikan berada di atas 0,05. Maka data postest berdistribusi normal Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan antara keadaan atau populasi. Untuk menguji Homogenitas kedua sampel dilakukan dengan menganalisa Varians masing-masing dari data. Berikut adalah hasil dari uji homogenitas yang Test of Homogeneity of Variances Data Levene Statistic Sig. Tabel hasil uji homogenitas Lavene Test di atas, menunjukan tingkat signifikansi atau nilai probabilitas berada di bawah 0,05, maka dengan El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi demikian data tersebut berasal dari populasi yang mempunyai varians yang berbeda. Uji Korelasi Correlations Metode Magic Story Mufrodat Pearson Correlation Metode Magic Story Sig. -taile. Mufrodat siswa Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Hasil output SPSS di atas nilai pearson correlation antara Metode Magic Story dengan motivasi belajar sebesar 0,657. Nilai korelasi ini berada di antara 0,600 sampai dengan 0,799 maka hubungannya adalah Artinya hubungan Metode Magic Story dengan peningkatan mufrodat siswa kuat. R Square (Uji determinas. Model Summary Mod Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate Predictors: (Constan. Metode Magic Story Pada tabel di atas terdapat R Square sebesar 0,432 . uadrat dari koefisien korelasi 0,. R Square disebut koefisien determinan yang dalam hal ini 43,2%. Dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa 43,2% Pengaruh penggunaan metode magic story terhadap peningkatan mufrodat siswa sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain Uji Linieritas ANOVAa Model Regressio Sum of Squares El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Mean Square Sig. Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi Residual Total Dependent Variable: Mufrodat siswa Predictors: (Constan. Metode Magic Story Hasil uji anova tersebut menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 18,985 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan F tabel yang dihitung pada derajat bebas pembilang . f pembilan. sebesar 1 dan derajat bebas penyebut . f penyebu. sebesar 25 pada taraf 0,05 yang nilainya adalah 4. Tampak sangat jelas bahwa nilai Fhitung . lebih besar dari Ftabel . Sehingga dapat disimpulkan bahwa model yang dihasilkan adalah baik. Hal ini menunjukkan model regresi linear dapat digunakan. Koefisien Regresi Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Metode Magic Story Standardize Coefficients Std. Error Sig. Beta Dependent Variable: Mufrodat siswa Y = a bX Y adalah variabel dependent, dalam hal ini adalah Mufrodat siswa, dan X adalah variabel independent, dalam hal ini adalah Metode Magic Story. Sedangkan a dan b adalah nilai konstanta yang dicari. Berdasarkan hasil regrasi diketahui nilai constant-nya adalah 60,162dan nilai Metode Magic Story nilai adalah0,383. Dari keterangan tersebut kita dapat memperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 60,162 0,383X Nilai konstanta dari koefficien regresi sebesar 60,162, hal ini menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai atau skor El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi dari variabel Metode Magic Story nilai , maka variabel Mufrodat siswaadalah 60,162. Koefficien regresi variabel Metode Magic Story nilai sebesar 0,383 menyataakan bahwa setiap terjadi penambahan skor variabel Metode Magic Story akan dapat menambah kenaikan variabel Mufrodat siswa sebesar 0,383. Uji Hipotesis Setelah megetahui besarnya koefisien regresi, maka perlu dilakukan pengujian hipotesis untuk megetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak. Uji hipotesis dapat dinyatakan dengan membandingkan nilai signifikan yaitu Jika nilai signifikan > 0,05 dan thitung< ttabel, maka H0 diterima Jika nilai signifikan < 0,05 dan thitung> ttabel, maka H0 ditolak Jika ttabel dicari dengan = 0,05 dan . n-2 atau 27 Ae 2 = 25 jadi ttabel = 1. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. 1 Metode Magic Story Standardize Coefficients Sig. Beta Dependent Variable: Mufrodat siswa Berdasarkan hasil uji regresi di atas nilai signifikan sebesar 0,000 dan t hitung sebesar 4,357. Karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 dan t hitung . lebih besar dari t tabel . maka Ho ditolak, artinya bahwa ada Pengaruh penggunaan metode magic story terhadap peningkatan mufrodat siswa. Kesimpulan Setelah peneliti membahas tentang penerapan Teknik Magic Story terhadap penguasaan mufrodat siswa di MTs Darul Masholeh yang diperoleh melalui pretest dan posttest, maka dapat disimpulkan sebagai Kemampuan siswa terhadap penguasaan mufrodat sebelum menggunakan metode Magic Story tidak ada peningkatan nilai yang tinggi. Nilai siswa pada prestest diperoleh nilai terendah 33, median 53, nilai tertinggi 73 dengan mean atau rata-rata 52,74. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Saliqul Abror. Wawan Arwani. Khasan Aedi Kemampuan siswa terhadap penguasaan mufrodat dengan menggunakan metode Magic Story terdapat peningkatan nilai yang tinggi. Nilai siswa pada posttest diperoleh nilai terendah 73, median 80, nilai tertinggi 93 dengan mean atau rata-rata 80,37. Pengaruh penggunaan metode Magic Story terhadap penguasaan mufrodat siswa Berdasarkan hasil uji regresi di atas nilai signifikan sebesar 0,000 dan t hitung sebesar 4,357. Karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 dan t hitung . lebih besar dari t tabel . maka Ho ditolak, artinya bahwa ada Pengaruh penggunaan teknik magic story terhadap penguasaan mufrodat Daftar Pustaka