Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Dedikasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat http://jurnalftijayabaya. id/index. php/Dedikasi DOI: https://doi. org/10. 31479/dedikasi. Pelatihan Sistem Akuaponik Berbasis Tenaga Surya bagi Siswa SMK Negeri 1 Gunung Putri Aqil Aqthobirrobany . Fauzhia Rahmasari . *). Dody Guntama . Lubena . I Nyoman Artana . Aditya Alamsyah . Ahmad Raafi Haqq . Zaki Arasyid Salam . Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya. Indonesia *) Corresponding author: fauzhiarahmasari@gmail. (Submit pada : 10 Desember 2025 | Terbit pada : 31 Desember 2. Abstract Climate change and global energy crisis are driving the need for applicable green technology innovations, one of which is through the integration of aquaponics systems with solar power. Aquaponics systems, which combine fish farming . and hydroponic plants, are a sustainable solution for food security and resource efficiency. However, the lack of access to practical education and supporting facilities in schools is a major obstacle for young people, including students of SMKN 1 Gunung Putri, to adopt this technology. Therefore, a training program for solar-powered aquaponics systems was designed for SMKN 1 Gunung Putri students. This includes a theoretical and practical workshop on integrating aquaponics with solar panels, building a prototype of an energy-independent aquaponics system in the school environment, developing STEM (Science. Technology. Engineering. Mathematic. learning modules, and entrepreneurship training based on aquaponics results. The results showed a very significant increase in student understanding, as evidenced by the jump in average scores from pre-test to post-test. In addition, the level of participant satisfaction was very high, with more than 81% stating that this activity was very beneficial and increased the competence of 60 trained students and the construction of an energyindependent aquaponics prototype unit in the school environment that can be used as a means of learning sustainable practices. Abstrak Perubahan iklim dan krisis energi global mendorong perlunya inovasi teknologi hijau yang aplikatif, salah satunya melalui integrasi sistem akuaponik dengan tenaga surya. Sistem akuaponik, yang menggabungkan budidaya ikan . dan tanaman hidroponik, menjadi solusi berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan efisiensi sumber daya. Namun, minimnya akses pendidikan praktis dan fasilitas pendukung di sekolah menjadi hambatan utama bagi generasi muda termasuk siswa SMKN 1 Gunung Putri untuk mengadopsi teknologi ini. Oleh karena itu, dirancanglah program pelatihan sistem akuaponik berbasis tenaga sel surya bagi siswa-siswa SMKN 1 Gunung Putri yang meliputi workshop teori dan praktik integrasi akuaponik dengan panel surya, pembangunan prototipe sistem akuaponik mandiri energi di lingkungan sekolah, penyusunan modul pembelajaran STEM (Science. Technology. Engineering. Mathematic. , serta pelatihan kewirausahaan berbasis hasil akuaponik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang sangat signifikan dibuktikan dengan lonjakan skor rata-rata dari pre-test ke post-test. Selain itu, tingkat kepuasan peserta sangat tinggi, dengan lebih dari 81% menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat serta meningkatnya kompetensi 60 siswa terlatih dan terbangunnya satu unit prototipe akuaponik mandiri energi di lingkungan sekolah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran praktik berkelanjutan. Keywords: Akuaponik. Tenaga Surya. Pendidikan STEM. Pertanian Berkelanjutan. SMKN 1 Gunung Putri Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 PENDAHULUAN Analisis Situasi Indonesia dihadapkan pada dua tantangan besar yang saling berkaitan, yaitu ketahanan energi dan ketahanan pangan. Dari sisi energi, ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang cadangannya terus menipis menjadi isu krusial. Berdasarkan data yang ada, cadangan minyak bumi, gas bumi, dan batubara diperkirakan akan habis dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini mendorong pemerintah untuk beralih ke Energi Baru Terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Indonesia, sebagai negara tropis, memiliki potensi energi surya yang sangat besar, mencapai 112. 000 GWp, namun pemanfaatannya hingga saat ini masih sangat minim . Dari sisi pangan, pertanian konvensional menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan kebutuhan air yang tinggi. Diperlukan inovasi teknologi pertanian yang efisien dan dapat diterapkan di area terbatas. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah sistem akuaponik. Akuaponik merupakan sistem pertanian terpadu yang menggabungkan budidaya ikan . dengan budidaya tanaman tanpa tanah . dalam satu siklus air yang resirkulatif. Sistem ini tidak hanya hemat air, tetapi juga mampu menghasilkan dua komoditas sekaligus, yaitu ikan dan sayuran organik, karena nutrisi tanaman berasal dari kotoran ikan yang diolah oleh bakteri . Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak tenaga kerja terampil dan siap pakai, memegang peranan strategis dalam menghadapi tantangan SMKN 1 Gunung Putri, yang berlokasi di wilayah dengan perkembangan industri dan populasi yang pesat, memiliki potensi untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang teknologi terapan. Pembekalan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi EBT dan pertanian modern menjadi sangat relevan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan industri di masa depan serta membuka wawasan untuk berwirausaha . Mengintegrasikan sistem akuaponik dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan sebuah terobosan. Sistem PLTS yang terdiri dari panel surya, charge controller, baterai, dan pompa dapat menyediakan energi mandiri untuk menggerakkan pompa air yang menjadi jantung sistem akuaponik. Kombinasi ini menciptakan sebuah model ketahanan pangan yang berkelanjutan, hemat energi, dan tidak bergantung pada jaringan listrik konvensional . Permasalahan Mitra Meskipun SMKN 1 Gunung Putri memiliki program studi yang relevan dengan teknologi, terdapat beberapa kesenjangan yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Pengetahuan Teoritis Belum Terintegrasi: Siswa mungkin telah mempelajari konsep dasar energi surya dan dasar-dasar pertanian secara terpisah. Namun, pemahaman tentang bagaimana mengintegrasikan kedua teknologi ini menjadi satu sistem yang fungsional dan saling mendukung masih sangat terbatas. Keterbatasan Praktik Langsung: Ketersediaan fasilitas untuk praktik langsung sistem pertanian modern yang terintegrasi dengan energi terbarukan masih kurang. Siswa memerlukan pengalaman langsung . ands-o. dalam merakit, mengoperasikan, dan merawat sistem akuaponik berbasis tenaga surya untuk memahami cara kerjanya secara nyata. Kurangnya Wawasan tentang Peluang Wirausaha Hijau: Para siswa belum sepenuhnya terpapar pada potensi wirausaha di bidang teknologi hijau . reen-tec. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan bahwa sistem akuaponik tenaga surya bukan hanya sebuah teknologi, tetapi juga peluang bisnis yang menjanjikan di bidang pangan organik dan energi bersih. Kebutuhan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learnin. : Terdapat kebutuhan untuk menerapkan model pembelajaran yang lebih aplikatif. Pelatihan ini menawarkan Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 metode pembelajaran berbasis proyek nyata yang dapat meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah para siswa. SOLUSI DAN TARGET LUARAN Solusi Berdasarkan permasalahan mitra, tim pengabdi merancang solusi terintegrasi sebagai Pelatihan Sistem akuaponik Hybrid Berbasis Tenaga Surya Memberikan edukasi teori dan praktik tentang prinsip akuaponik, panel surya, dan integrasi Instalasi Prototipe akuaponik Bertenaga Surya di SMKN 1 Gunung Putri Membangun sistem akuaponik yang dilengkapi panel surya sebagai sarana praktik siswa. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Lingkungan Berbasis STEM Menyusun modul pembelajaran interdisipliner . iologi, fisika, dan kewirausahaa. terkait teknologi hijau. Workshop Pemeliharaan Sistem dan Kewirausahaan Pelatihan pemeliharaan sistem serta pemanfaatan hasil akuaponik untuk produk bernilai Target Luaran Luaran Utama: Peningkatan kompetensi siswa dalam mengoperasikan sistem akuaponik-surya. Terbangunnya prototipe akuaponik mandiri energi di lingkungan sekolah. Adanya modul pembelajaran dan SOP pemeliharaan sistem. Luaran Tambahan: Publikasi artikel di media lokal/platform edukasi. Potensi pengembangan bisnis siswa dari hasil akuaponik . ontoh: ikan dan sayur organi. Tabel 1. Solusi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat No. Indikator Capaian Sebelum Pelatihan Sistem Workshop teori dan praktik akuaponik Hybrid integrasi akuaponik dengan panel surya selama 3 hari Sesudah 30 siswa terlatih, modul pelatihan, video tutorial. Pengukuran Capaian Pelatihan Sistem akuaponik Hybrid Instalasi Prototipe Pembangunan akuaponik Surya akuaponik dengan panel surya 200Wp dan IoT suhu/kelembaban. 1 unit prototype akuaponiksurya, laporan efisiensi energi. Instalasi Prototipe akuaponik Surya Pengembangan Kurikulum STEM Penyusunan berbasis proyek . rojectbased learnin. Modul STEM akuaponiksurya, silabus terintegrasi ke mata pelajaran sekolah Pengembangan Kurikulum STEM Workshop Pemeliharaan Kewirausahaan Pelatihan perawatan sistem, & manajemen budidaya, dan Rencana bisnis siswa. SOP ikan/sayur siap panen. Workshop Pemeliharaan Kewirausahaan Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 METODE PENELITIAN Metode Pelaksanaan Metodologi ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan Perencanaan. Implementasi. Evaluasi, dan Diseminasi, melibatkan partisipasi aktif siswa dan guru SMK 1 Gunung Putri seperti pada Tabel 2. Tabel 2. Tahapan Metodologi Tahap Analisis Kebutuhan Kegiatan - Observasi fasilitas sekolah - Survei kebutuhan siswa/guru - Diskusi dengan stakeholder Metode/Tools - Kuesioner - FGD (Focus Group Discussio. - Studi literatur Perancangan Sistem - Desain sistem akuaponik hybrid - Pemilihan komponen panel surya - Penyusunan modul pelatihan - Simulasi AutoCAD. - Analisis anggaran. - Koordinasi dengan ahli energi surya. - Pelatihan teori & praktik - Instalasi prototipe - Workshop kewirausahaan - Demonstrasi langsung - Project-based learning - Pendampingan intensif Evaluasi - Pengukuran kinerja sistem - Uji pengetahuan siswa . re-test & posttes. - Monitoring pemeliharaan - Kuisioner kepuasan - Analisis data energi - Wawancara Diseminasi - Publikasi hasil di media sosial/sekolah - Pelatihan kader lingkungan - Kolaborasi dengan dinas terkait - Konten edukasi Instagram - Seminar sekolah - MoU dengan Dinas Pertanian Implementasi Waktu dan Tempat Pelaksanaan Adapun waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pada hari Jumat tanggal 18 Juli 2025 yang bertempat di SMKN Negeri 1 Gunung Putri. Jl. Barokah No. Wanaherang. Kecamatan Gunung Putri. Bogor. HASIL DAN PEMBAHASAN Luaran Pengabdian kepada Masyarakat Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema "Pelatihan sistem akuaponik berbasis tenaga sel surya pada Siswa SMKN 1 Gunung Putri" telah berhasil dilaksanakan. Luaran utama yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: Peningkatan Kompetensi Peserta: Siswa SMKN 1 Gunung Putri yang menjadi peserta kini memiliki kemampuan dan keterampilan praktis untuk merakit, mengoperasikan, dan melakukan perawatan dasar pada sistem akuaponik yang ditenagai oleh sel surya. Fasilitas Peraga Edukatif: Terbangunnya satu unit lengkap sistem akuaponik berbasis tenaga sel surya yang diserahterimakan kepada pihak SMKN 1 Gunung Putri. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran praktik bagi siswa. Materi Pengabdian kepada Masyarakat Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup tiga pilar utama: Dasar-Dasar Energi Terbarukan: Penjelasan mengenai urgensi transisi energi, pengenalan berbagai jenis EBT, dan fokus pada potensi serta cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Prinsip dan Sistem Akuaponik: Penjelasan mengenai definisi akuaponik, siklus nitrogen, komponen sistem . olam ikan, media tanam, pip. , serta jenis ikan dan tanaman yang cocok. Integrasi Sistem: Panduan praktis untuk merakit komponen PLTS . anel surya, solar charge controller, baterai, pompa DC) dan menghubungkannya untuk menyuplai daya ke sistem Materi yang diberikan kepada peserta pengabdian kepada masyarakat dapat dilihat pada gambar 1 sebagai berikut: Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Gambar 1. Materi Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Dokumentasi Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Seluruh rangkaian kegiatan PkM, mulai dari sesi pemaparan teori di dalam kelas, praktik perakitan sistem di lapangan, hingga sesi serah terima, telah didokumentasikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini didokumentasikan seperti pada Gambar 2 sampai dengan Gambar 6. Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Gambar 2. Narasumber Menyampaikan Materi Gambar 3. Pelatihan Pengoprasian Alat Akuaponik dengan Sel Surya Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Gambar 4. Serah Terima Hasil Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Gambar 5. Peserta Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Gambar 6. Alat Akuaponik dan Sel Surya Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Evaluasi Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Analisis Peningkatan Pengetahuan (Hasil Pre-Test dan Post-Tes. Pelaksanaan pelatihan sistem akuaponik berbasis tenaga sel surya memberikan dampak positif yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan para peserta. Analisis kuantitatif berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang jelas dan terukur, yang menjadi tolok ukur utama keberhasilan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Berikut adalah daftar 10 pertanyaan dari pre-test dan post-test, yaitu: Apakah saudara mengetahui sistem budidaya berbasis akuaponik Panel surya . olar pane. menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi Energi listrik yang dihasilkan solar panel dialirkan ke pengontrol daya yang mengatur aliran listrik ke pompa. Pompa berbasis solar panel memanfaatkan energi matahari yang terbarukan sehingga dapat mengurangi biaya operasional. Dari semua sumber energi terbarukan. Indonesia memiliki potensi energi angin terbesar di Akuaponik adalah sistem pertanian yang menggabungkan budidaya ikan . dengan budidaya tanaman tanpa tanah . Bibit sayuran yang sudah berkecambah . harus langsung diletakkan di bawah sinar matahari yang terik. Pompa DC 12V adalah komponen yang menggerakkan aliran air dari kolam ke tanaman. Penempatan sistem akuaponik tidak perlu memperhatikan sinar matahari karena sudah menggunakan lampu. Baterai atau Aki dalam sistem PLTS berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Gambar 7. Hasil Perbandingan Jawaban Benar Pre-Test dan Post-Test Gambar 7 menyajikan analisis mendalam mengenai dampak pelatihan terhadap penguasaan setiap konsep yang diujikan. Grafik ini memvisualisasikan persentase responden yang menjawab benar untuk sepuluh butir soal substantif, membandingkan kondisi sebelum pelatihan (Pre-Test, direpresentasikan oleh batang bir. dengan kondisi setelah pelatihan (Post-Test, direpresentasikan Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 oleh batang hija. Analisis ini memungkinkan identifikasi spesifik terhadap area pengetahuan yang berhasil ditingkatkan dan area yang masih memerlukan penguatan. Hasil pre-test . atang bir. menunjukkan bahwa peserta telah memiliki pemahaman dasar yang baik mengenai beberapa konsep fundamental. Hal ini terlihat pada P2 (Fungsi Panel Sury. P4 (Manfaat Biaya Pomp. , dan P6 (Definisi Akuaponi. , di mana lebih dari 98% peserta telah menjawab dengan benar. Namun, grafik ini juga secara jelas mengidentifikasi adanya kesenjangan pengetahuan yang signifikan pada area yang lebih teknis dan spesifik. Kelemahan paling menonjol terdapat pada P5 (Potensi Energi Terbarukan Indonesi. , di mana hanya 13% peserta yang menjawab benar. Ini mengindikasikan adanya miskonsepsi umum di kalangan peserta mengenai potensi energi surya versus energi angin di Indonesia. Selain itu, pemahaman mengenai praktik terbaik dalam hortikultura pada P7 (Cara Menangani Bibi. juga masih rendah, dengan tingkat kebenaran hanya 49%. Temuan ini menggarisbawahi urgensi dan relevansi materi pelatihan untuk mengoreksi miskonsepsi dan mengisi kesenjangan pengetahuan teknis tersebut. Setelah mengikuti pemaparan materi dan pelatihan pada kegiatan ini, terjadi peningkatan penguasaan materi yang sangat signifikan di hampir seluruh butir soal, seperti yang ditunjukkan oleh batang hijau. Keberhasilan terbesar dari pelatihan ini adalah kemampuannya untuk mengoreksi miskonsepsi yang ada. Pada soal P5, pemahaman peserta melonjak drastis dari 13% menjadi 88%. Peningkatan dramatis juga terlihat pada P9 (Kebutuhan Sinar Matahar. , di mana persentase jawaban benar meningkat dari 58% menjadi 92%. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode penyampaian materi efektif dalam mentransfer pengetahuan yang akurat dan relevan. Untuk konsep-konsep yang pada awalnya sudah cukup dipahami, pelatihan berhasil memperkuatnya hingga mencapai tingkat penguasaan yang hampir sempurna, seperti terlihat pada P8 (Fungsi Pompa DC) dan P10 (Fungsi Baterai/Ak. yang keduanya mencapai 98% jawaban benar. Secara keseluruhan, analisis komparatif per butir soal ini memberikan bukti empiris yang kuat mengenai keberhasilan program pelatihan. Grafik tersebut tidak hanya mengonfirmasi peningkatan pengetahuan secara umum, tetapi juga memetakan secara detail area-area miskonsepsi yang berhasil diperbaiki. Peningkatan paling signifikan pada topik-topik yang paling sedikit dipahami sebelumnya (P5. P7. menunjukkan bahwa pelatihan telah secara efektif menjawab kebutuhan belajar peserta. Meskipun pemahaman pada P7 meningkat, topik ini tetap menjadi area dengan tingkat penguasaan terendah pasca-pelatihan . %), menyiratkan bahwa materi yang bersifat sangat praktis ini mungkin memerlukan sesi demonstrasi atau pengulangan dimasa mendatang untuk mencapai penguasaan yang lebih optimal. Analisis Kepuasan Peserta (Hasil Kuesione. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepuasan kepada para peserta melalui Google Form di akhir acara. Kuesioner ini berhasil diisi oleh total 58 responden, yang terdiri dari 57 siswa dan 1 guru dari SMKN 1 Gunung Putri. Analisis dari kuesioner tersebut adalah sebagai berikut. Manfaat kegiatan para peserta diminta untuk menilai seberapa besar manfaat yang mereka peroleh dari kegiatan ini dalam skala 1 sampai 4. Gambar 8 menunjukkan bahwa kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat, dimana 81,03% . memberikan nilai 4 . angat bermanfaa. dan 18,97% . memberikan nilai 3 . Ini menandakan bahwa materi dan praktik yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan harapan peserta. Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Gambar 8. Penilaian Peserta terhadap Manfaat Kegiatan Penilaian Terhadap Materi dan Pemateri Penilaian dilakukan (Pengenalan Sistem Akuaponik Berbasis Tenaga Sel Sury. Pemateri mendapatkan respon yang luar biasa positif seperti yang sudah ditunjukkan pada Gambar 9. Untuk aspek Kejelasan Materi, 82,76% responden menilai "Sangat Puas". Untuk aspek Pemahaman terhadap Materi, 75,86% menilai "Sangat Puas". Sementara itu, aspek Interaktif dan Komunikatif dinilai "Sangat Puas" oleh 84,48% responden. Gambar 9. Penilaian terhadap Materi dan Pemateri Penilaian Terhadap Sarana dan Prasarana Peserta juga ditunjukkan pada Gambar 10 memberikan penilaian terhadap fasilitas pendukung kegiatan, yang mencakup kecukupan materi, aksesibilitas lokasi, serta kualitas sarana dan prasarana. Hasilnya, 84,48% . memberikan nilai tertinggi . , yang menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan dari segi fasilitas dan materi pendukung dinilai sangat memuaskan. Secara keseluruhan, data evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berhasil mencapai tujuannya dengan sangat baik. Para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu dan keahlian baru, tetapi juga merasa sangat puas dengan cara penyampaian materi yang jelas, interaktif, serta didukung oleh fasilitas yang memadai, ditujukan pada gambar Aqil Aqthobirrobany et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 45 - 58 Gambar 10. Penilaian terhadap Sarana dan Prasarana KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan dan evaluasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Kegiatan pelatihan berhasil secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SMKN 1 Gunung Putri mengenai sistem akuaponik berbasis tenaga sel surya. Hal ini dibuktikan secara kuantitatif melalui analisis hasil pre-test dan post-test, di mana terjadi lonjakan pemahaman yang drastis pada topik-topik yang sebelumnya kurang dikuasai, seperti pada materi Potensi Energi Terbarukan (P. dan Kebutuhan Sinar Matahari (P. Pelaksanaan kegiatan mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta. Hasil kuesioner kepuasan menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap manfaat kegiatan . ,03% menilai sangat bermanfaa. , kejelasan materi, serta interaktivitas pemateri. Ini mengindikasikan bahwa metode pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik langsung dinilai efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Luaran utama dari kegiatan ini telah tercapai, yaitu terbentuknya kompetensi praktis pada siswa dan terbangunnya satu unit prototipe akuaponik bertenaga surya di lingkungan sekolah. Fasilitas ini kini dapat berfungsi sebagai media peraga edukatif yang berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran berbasis proyek di SMKN 1 Gunung Putri. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada Fakutas Teknologi Industri Universitas Jayabaya yang telah mendanai kegiatan pengabdian kepada masyarakat AuPelatihan Sistem Akuaponik Berbasis Tenaga Sel Surya pada Siswa SMK Negeri 1 Gunung PutriAy ini. DAFTAR PUSTAKA