Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI TEKNIS PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DEDA HILIHINTIR KECAMATAN SATAR MESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI (Factors Affecting Technical Efficiency of Rice Farm at Desa Beda. Kecamatan Satar Mese. Kabupaten Managgara. Maria Rosita Samur*. Damianus Adar. Lika Bernadina Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Email Penulis Korespondensi: nita. samur@gmail. Diterima: 03 Maret 2022 Disetujui: 15 Maret 2022 ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi sawah, . Berapa besar Efisiensi teknis yang dicapai dalam usahatani padi sawah, dan . Apa saja sumber-sumber Efisiensi Teknis. Data primer dikumpulkan melalaui wawancara didapat dari 61 responden menggunakan kuisioner, data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif diikuti oleh analisis frontier 4. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel luas lahan,benih, tenaga kerja, umur dan keanggotan kelompok tani berpengaruh positif terhadap usahatani padi sawah sedangkan variabel , pupuk, pestisidah, ,tingkat pendidikan, pengalaman usahtani dan tanggungan dalam keluarga berpengaruh negatif. Nilai efisiensi teknis sebesar 0,74 sehingga usahatani ini sudah efisien secara teknis. Kata Kunci : Padi Sawa. Faktor Produksi. Effisiensi Teknis ABSTRACT This research has been carried out in Hilihintir village, west Satar Mese district, manggarai regency. This research aims to determine . the factors that affect lowland rice farming, . how much technical efficiency is achieved in lowland rice farming, and . what are the sources of technical efficiency. Primary data were collected through interviews obtained from 61 respondents using questionnaires, the collected data were analyzed descriptively followed by frontier analysis 4. The results showed that the variables of land area, seeds, labor, age and farmer group membership had positive effect on lowland rice farming, while the variables, fertilizers, pesticides, education level, farming experience and family dependents had a negative effect. The value of technical efficiency is 0. 74 so that this farm is already technically efficient. Keywords: Lowland rice, production factors, technical efficiency. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki dataran yang sangat luas sehingga mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah pada sektor pertanian. Pembangunan pertanian sangat berperan penting dalam kehidupan manusia karena hasil dari pertanian digunakan masyarakat yang terus meningkat Laju pertumbuhan produksi beras pada tahun 2010-2014 masih cukup rendah yaitu 1,31 Penurunan produksi padi Indonesia terjadi di wilayah kabupaten Manggari salah satu kabupaten di NTT. Upaya peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu menambah luas lahan . , adanya terobosan teknologi baru dengan pengoptimalan luas lahan yang ada . , dan peningkatan efisiensi teknis dalam hal (Aprianti,dkk. , 2. Upaya peningkatan produksi melalui program ekstensifikasi akan sulit dilakukan karena semakin terbatasnya penyediaan lahan pertanian produktif dan tingginya konversi lahan ke non pertanian di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Manggarai. Upaya peningkatan produksi melalui terobosan teknologi baru akan baik dilakukan, tetapi perlu didukung dengan Karakteristik petani. Akses modal usaha, dan kalau usahatani. Selain itu, menggunakan teknologi yang sederhana apabila Samur, et al. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Teknis Pada UsahataniA. Page 69 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 kegiatan pelayanan dan pembinaan tidak dilakukan secara optimal (Hermanto dan Swastika, 2. Upaya meningkatkan produksi melalui efisiensi teknis saat ini menjadi alternative yang penting, karena dapat meningkatkan hasil output potensial pada petani. Upaya penigkatan efisiensi teknis dengan penggunaan sumber daya yang produktifitas dan menekan biaya usahtani. Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah yang bekerja pada sektor Dari seluruh penduduk yang bekerja 54,73 persen bekerja pada sektor pertanian. Dari sisi ekonomi, sektor petanian member kontribusi 28,40 persen terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Provinsi NTT tahun 2018 (BPS Kaputanen Manggarai, 2. Luas panen untuk padi sawah provinsi NTT pada tahun 2015 188,09 hektar degan produksi p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 778,81 ton. Sedangkan pada tahun 2016 luas lahan sawah di NTT mencapai 214. 74 ha dimana dibandinglan di tahun 2015 luas lahan mengalami peningkatan kurang lebih 1,9 persen oleh Karen cetak sawah baru dan perbaikan saluran irigasi. Pada tahun 2017 luas lahan di NTT mencapai 215. 796,10 ha dimana 56,88 persen sawah irigasi (BPS provinsi 2015-2. Pada tahun 2018 luas panen mencapai 200. hektar degan produksi dari masing-masing kabupaten berbeda. Jumlah produksi pada Tahun 2018 yang terluas di NTT adalah kabupaten Manggarai Barat degan produksi 113. 258 ton, diikuti kabupaten Manggarai 93. 337 ton, kabupaten Manggarai Timur 693 ton. Sedangkan kabupaten yang lain dibawah 70 ton (BPS Prov. NTT, 2. Kabupaten Manggarai adalah salah satu Kabupaten yang ada di NTT yang merupakan daerah sentra produksi padi sawah. Kabupaten Manggarai memiliki 12 Kecamatan salah satunya Kecamatan Satarmese Barat. Table 1. Data Luas Panen,Rata-Rata Hasil. Produksi Dan Beras Untuk Kabupaten Manggarai Tahun Luas . Ratarata . on/h. 4,97 5,31 Produksi . Beras . Sumber: BPS Kabupaten Manggarai tahun 20152018 Kecamatan Satar Mese Barat merupakan daerah Sentra produksi padi untuk Kabupaten Manggarai. Kecamatan Satar Mese Barat adalah salah satu Kecamatan yang aktif dalam usaha tani padi sawah, penghasilan utama penduduk Kecamatan Satar Mese Barat adalah pertanian padi sawah. daerah penghasil padi terbesar yang ada di Kecamatan Satar Mese Barat adalah Desa Hilihintir dan Cambirleca. Luas lahan untuk Desa Hilihintir sendiri untuk tanman padi ini sangat besar bila dibandingkan dengan tanaman lainya yaitu besar 5. 772 ha dengan produksi 935,04 ton beras. Hasil pertanaian padi sangat sangat memuaskan dengan rata-rata produktivitasnya mencapai 4,8 ton per hektar are (Statistik, n. Table 2. Data Luas Panen ,Produksi Dan Produktivitas Padi Sawah Untuk Kecamatan Satar Mese Barat Tahun Luas Jumlah Produktifitas Panen Produksi (KW/h. (H. 194,8 24. 935,04 4,8 194,8 24. 935,04 4,8 Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) tahun Berdasarkan data pada Tabel 2. diketahui bahwa produksi padi sawah di Kecamatan Satar Mese Barat untuk empat tahun terakhir produktivitas tetap. Dalam pembangunan pertanian, teknologi penggunaan faktor-faktor produksi memegang peranan penting karena kurang tepatnya jumlah dan kombinasi faktor produksi mengakibatkan rendahnya produksi yang dihasilkan atau tingginya biaya produksi. Rendahnya produksi dan tingginya biaya pada akhirnya akan mengakibatkan rendahnya pendapatan petani. Samur, et al. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Teknis Pada UsahataniA. Page 70 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Upaya peningkatan produksi melalui efisiensi teknis saat ini menjadi alternative yang penting. S = karena dapat meningkatkan hasil output potensial pada petani. Upaya peningkatan efisiensi teknis S = Jumlah sampel dengan penggunaan sumber daya yang ada N = besar populasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas d = tingkat kesalahan yang diinginkan . dan menekan biaya usahatani, sehingga Dari rumus diatas maka penentuan sampel dapat diketahui dengan perhitungan berikut: pendapatan petani mengalami peningkatan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi = 60 responden produksi usahatani padi sawah di Desa Jadi banyaknya sampel yang diinginkan dari 5 Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat kelompok tani dengan populasi 156 anggota Kabupaten Manggarai? adalah 60 responden. Berapa besar tingkat efisiensi teknis yang Dalam pemilihan sampel petani padi sawah dicapai dalam usahatani padi sawah di Desa terdapat 60 Responden kelompok tani yang Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat dipilih dari setiap kelompok yang dirumuskan Kabupaten Manggarai ? dalam Ridwan . sebagai berikut : Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Tujuan dari penelitian ini adalah: Dimana Untuk mengetahui faktor-faktor yang ni = Jumlah Sampel Kelompok Tani mempengaruhi usahatani padi sawah di Desa Ni = Jumlah Populasi kelompok tani ke i Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat N = Jumlah Populasi Kelompok Tani Kabupaten Manggarai n = Jumlah Sampel Keseluruhan Pada Kelompok Untuk mengetahui berapa besar efisiensi Tani. teknis yang dicapai dalam usahatani padi sawah di Desa Hilihintir Kecamatan Satar Jenis dan Sumber data Mese Barat Kabupaten Manggarai Data primer meliputi identitas responden Untuk mengetahui faktor-faktor yang . mur, pendidikan, pengalaman berusatani, luas mempengaruhi inefisiensi teknis. lahan, dl. Data sekunder dalam penelitian ini diambil dari data yang bersumber dari statistik METODE PENELITIAN desa atau kabupaten atau data lain yang tersedia terkait dengan penelitian. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah akan dilaksanakan di Desa Metode Pengumpulan Data Hilihintir kecamatan Satar Mese Barat Metode pengumpulan data yang digunakan Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan surve. Variabel Penelitian Metode Penentuan Populasi Variable yang diamati dalam penelitian ini Penentuan atau pemilihan lokasi ini di adalah sebagai berikut: tentukan secara segaja purposive dan didasarkan 1. Luas lahan yang digunakan dalam usahatani pada beberapa pertimbangan bahwa daerah padi sawah dalam satuan hektar . tersebut memiliki potensi yang cukup besar dan 2. Jumlah benih yang digunakan dalam didasarkan cirri-ciri atau sifat-sifat sudah usahatani padi sawah . diketahui sebelumnya sesuai dengan kepentingan 3. Jumlah pupuk yang digunakan dalam ushatani padi sawah . Jumlah obat-obatan yang digunakan dalam Metode Penentuan Sampel usatani padi sawah . Penentuan sampel menggunakan rumus 5. Tenaga kerja yaitu jumlah hari kerja setara Slovin yaitu: pria (HKP) . yang dimulai dari persemaian Samur, et al. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Teknis Pada UsahataniA. Page 71 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 benih, pengolahan lahan, pemupukan, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit. Umur petani dalam berusahatani padi sawah. Tingkat pendidikan formal dalam usahatani padi sawah Pengalaman berusahatani Tanggungan dalam keluarga Kelompok tani Analisis Data Dalam penyusunan penelitian ini peneliti menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Alat analisis yang digunakan yakni Frontier 4. Efisiensi Teknis . Untuk menjawab tujuan pertama yaitu: besar pengaruh factor produski terhadap produksi usaha tani padi sawah,maka dapat dirumuskan menggunakan rumus fungsi produksi dari CoobDougglas sebagai berikut: p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Sumber-Sumber Inefisiensi teknis Nilai efisiensi teknis tersebut berhubungan terbalik dengan nilai efek inefisiensi teknis. Untuk mengetahui sumber-sumber inefisiensi teknis efek inefisiensi teknis dinyatakan sebagai A i A bo A b1 z1 A b2 z 2 A . A b5 z 5 A e dimana: i= efek inefisi ensi teknis b0= konstanta Z1= umur petani . Z2= tingka pendidikan . Z3= pengalaman usahatani . Z4= Tanggungan dalam keluarga . Z5= kelompok tani . kut=1 tidak ikut= . e = Eror term Fungsi produksi dan fungsi inefisiensi tersebut diatas dianalisis secara simultan dengan menggunakan program frontier4. Uji Hipotesis Uji F-Statistik Uji statistic yang digunakan adalah statistic uji F, dengan keputusan jika F > F tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika F hitung < F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, sebaliknya jika F hitung < F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak (Firdaus, 2004:88-. Uji t-Statistik Menurut (Firdaus, 2. uji t stastistik dapat Di mana: y= produksi actual dengan perbandingan nilai t hitung dengan a= produksi potensial t tabel, dengan kriteria jika t hitung < - t tabel Untuk produksi potensial diperoleh dari atau t hitung < t tabel maka Ho ditolak dan Ha fungsi produksi frontier. Berikut ini persamaan diterima. Jika t tabel O t hitung O t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. fungsi produksi Stochastic Frontier: Koefisien Determinasi RA (Adjusted R. LnYi A Lna A bi LnX i A vi A ui Untuk mengetahui koefisien determinasi Keterangan : dapat dihitung dengan menggunakan rumus Yi =Jumlah total produksi . (Gurjati. D, 2. sebagai berikut: Xi = Input RA = a = intersep Keterangan : bi = parameter yang diestimasi ESS : Explained Sum Of Sguares. TSS : Total i = 1, 2,A. Sum Of Sguares vi- AAi = error term . fek inefisiensi di dalam Perbedaan antara R squared dan Adjusted R Squared. R Squared merupakan angka yang vi= variable acak yang berkaitan dengan berkisar antara 0 sampai 1 yang mengindikasikan faktor-faktor eksternal besarnya kombinasi variabel independen secara AAi= variable acak non negative dan diasumsikan mempengaruhi tingkat inefisiensi bersama-sama mempengaruhi nilai variabel teknis dan berkaitan dengan faktor-faktor dan dependen. bersifat stegah normal Tanda parameter yang diharapakan adalah b1,b2,b3,b4,b5 >0 Y A aX 1 X 2 X 3 . X 10 e vi Aui . Untuk menjawab tujuan kedua yaitu: untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis yang dicapai dalam usahatani padi sawah di Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai, digunakan rumus TER (Technical Efficiency Rat. sebagai berikut: TER A Y / Y Samur, et al. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Teknis Pada UsahataniA. Page 72 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem Produksi Padi Sawah di Desa Hilihintir Salah satu strategi dalam upaya pencapaian produkktivitas usahatani padi adalah Penerapan inovasi teknologo yang sesuai dengan sumber daya pertanian di suatu tempat . pesifik lokas. Teknologi usahatani padi spesifik lokasi tersebut dirakit dengan menggunakan pendekatan pengolahan tanaman terpadu (PTT). PTT padi merupakan suatu pendekatan inovatif dalam upaya peningkatan efisien usahatani padi dengan menggabungkan komponen teknologi tersebut saling menunjang dan memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Luas Kepemilikan Lahan Berdasarkan tabel 3 dibawah dapat dilihat bahwa 7 orang atau sekitar 11,47 % memiliki lahan sekitar 0,5 hektar. Dan 54 orang atau sekitar 88,96 % memiliki lahan 1 ha. Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Luas Kepemilikan Lahan Usahatani Padi Sawah Di Desa Hilihintir. Luas padi sawah . 0,5 ( 50x. 1 ( 100x. Jumlah Jumlah . Persentase (%) 11,47 88,96 100,00 Sumber: Data primer, 2020 Tabel 4. Distribusi Penggunaan Benih Usahatani Padi Sawah Di Desa Hilihintir Jumlah Penggunaan Benih . Jumlah Jumlah Responden . Sumber: Data primer, 2020 Penggunaan Pupuk Berdasarkan tabel 5, dapat dilihat bahwa 6 orang atau sekitar 9,83% penggunaan pupuk mencapai 100-25- kg/Ha. 44 orang atau sekitar 72,13% penggunaan pupuk juga mencapai 300550 kg/Ha . dan 11 orang atau sekitar 18,03% penggunaan pupuk mencapai 600 kg/Ha. Tabel 5 Distribusi Penggunaan Pupuk Dalam Usahatani Padi Sawah Di Desa Hilihintir Penggunaan pupuk . Presentase (%) Jumlah Responden . 72,13 18,03 Jumlah 100,00 Presentase (%) 68,85 31,61 9,83 Sumber: Data Primer,2020 Penggunaan Pestisidah Tabel 6. Distribusi Penggunaan Pestisidah Dalam Usahatani Padi Sawah Di Desa Hilihintir Penggunan Benih Berdasarkan tabel 4, dapat dilihat bahwa 42 orang atau sekitar 68,85% penggunaan benih mencapai 10-30 kg per hektar. Dan 19 orang atau sekitar 31,61% penggunaan benih mencapai 3150 kg per hektar. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Penggunaan . Jumlah Responden . Presentase (%) Jumlah 37,70 14,75 100,00 47,54 Sumber: Data Primer, 2020 Berdasarakan tabel diatas dapat dilihat bahwa 29 orang atau sekitar 47,54 % penggunaan pestisidah mencapai 800-3000 liter/ha. 23 orang atau 37,70 % penggunaan pestisidah mencapai 3000-5000 liter/ha. 9 orang atau sekitar 14,75 % pengunaan pestisidah mencapai 5000-7500 liter/ha. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani padi Sawah di Desa Hilihintir. Kecamatan Satar Mese Barat. Kabupaten Manggarai. Metode MLE menggambarkan best pratice atau kinerja terbaik dari petani dalam Samur, et al. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Teknis Pada UsahataniA. Page 73 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 pelaksanaan kegiatan produksinya. Hasil Estimasi pendugaan parameter fungsi Produksi Stochastic Frontier dengan metode MLE dapat dilihat pada Tabel 7 . Sedangkan untuk melihat signifikasi dari pengaruh variabel bebas teerhadap variabel terikat secara individual digunakan uji t Statistik. Signifikasi pengaruh tersebut dapat dilihat dengan membandingkan nilai t Hitung dengan t Tabel pada taraf signifikan 10% = 1. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Variabel input Luas Lahan memiliki koefisien Kefisien ini bertanda bertanda Hal ini berarti bahwa jika ada kenaikan luas lahan sebesar 1% maka akan di peroleh peningkatan produksi sebesar 0. Variabel Luas Lahan signifikan terhadap produksi padi sawah karena t Ae hitung > t- tabel yaitu 2. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian (Siahaan, 2. Tabel 7. Hasil Pendugaan Fungsi Produksi Stochastic Frontier Usahatani padi sawah di Desa Hilihintir. Variabel Konstanta Luas lahan Benih Pupuk Pestisida Tenaga Kerja Sigma-Squared Gamma Log likehood function LR Test of the one sided eror Sumber: Data Primer, 2020 Koefisien Variabel input benih memiliki koefisien Hal ini berarti bahwa jika ada kenaikan benih sebesar 1% maka akan di peroleh peningkatan produksi sebesar 0. 625 %. Variabel benih signifikan terhadap produksi padi sawah karena t Ae hi Variabel input pupuk memiliki koefisien sebesar -0. Hal ini berarti bahwa jika ada kenaikan pupuk sebesar 1% maka akan di peroleh penurunan produksi sebesar 0. tung > t- tabel yaitu 2. 69 > 1. 67 Variabel pupuk tidak signifikan terhadap produksi padi sawah karena t Ae hitung < t- tabel yaitu -0. penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Bogor, 2. Variabel input pestisida memiliki koefisien sebesar -0. Hal ini berarti bahwa jika ada kenaikan pestisida sebesar 1% maka akan di peroleh penurunan produksi Variabel pestisida tidak signifikan terhadap produksi padi sawah karena t Ae hitung < t- tabel yaitu -0. 834> 1. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Neonbota & Kune, 2. Variabel input tenaga kerja memiliki koefisien sebesar 0. Hal ini berarti bahwa jika ada kenaikan tenaga kerja sebesar 1% maka akan di peroleh peningkatan produksi sebesar Standar-Eror t-ratio Variabel tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi usahatani padi Variabel tenaga kerja signifikan terhadap produksi padi sawah karena t Ae hitung > t- tabel 17 > 1. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakuakan oleh (Habib. Efisiensi Teknis Tabel 8 Sebaran Efisiensi Teknis Usahatani Padi Sawah Efisiensi 0 < ET E70 0 < ET O70 Total Mean Efisieni Teknis : 0,74 Jumlah Responden Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2020 Dari 61 responden padi sawah memiliki ratarata nilai efisiensi teknis 0,74. Nilai ini menunjukan bahwa proporsi petani sudah masuk kategori berhasil. Hal ini juga menyimpulkan bahwa petani memiliki rata Ae rata peluang Samur, et al. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Teknis Pada UsahataniA. Page 74 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 peningkatan produksi mencapai 26 persen. itu diharapakan perlu pembinaan agar mereka dapat mempertahankan dan meningkatan hasil produksi ketingkat yang lebih tinggi, berdasarkan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 tingkat teknologi terbaik sat ini. Hasil penelitian ini tidak jauh berbedah dengan penelitian yang dilakuakan (Muslim, 2. Tabel 9 Hasil Pendugaan Fungsi Stochastic Frontier Inefisiensi Teknis Usahatani Padi Sawah Di Desa Hilihintir. Variabel Konstanta Umur Tingkat pendidikan Pengalaman usahatani Tanggungan dalam keluarga Dummy Anggota KT Sumber:Data Primer, 2021 Standar-Eror t-ratio Sumber-sumber Inefisiensi Teknis Analisis sumber Ae sumber inefisiensi teknis menggunakan model produksi stochastic frontier, dimana hasilnya dapat dilihat pada tabel 9 variabel yang berpengaruh nyata terhadap inefisiensi teknis padi sawah yakni umur dan Dummy Anggota KT. Umur petani berkorelasi positif dengan koefisien 0129 yang mana menunjukann bawah semakin bertambah umur petani maka akan semakin tinggi inefisiensi teknis. Hal ini karena seiring peningkatan usia petani, kemampuan bekerja yang dimiliki, daya juang dalam berusaha, keinginan dalam menanggung resiko dan keinginan inovasi baru semakin berkuran atau dengan kata lainsemakin rendah pencapaian tingkat efisiensi teknis dari usahatani padi sawah yang dilakasanakan. Variabel pendidikan petani berpengaruh secara negatif dengan nilai koefisien -0. 767 yang menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan petani maka akan semakin rendah tingkat inefisiensi teknis. Luas Lahan, pestisidah,Tenaga Kerja. Adapun Faktor Ae Faktor yang berpengaruh nyata yakni luas lahan , benih dan tenaga kerja. Nilai efisiensi teknis usahatani padi sawah sebesar 0,74 sehingga usahatani ini efisien secara teknis. Jika dilihat dari hasil pendugaan model fungsi produksi stochastic frontier dengan Frontier 4. 1c menunjukkan bahwa model ini memiliki nilai sebesar 0,999 Angka ini menunjukkan bahwa 99,9 persen dari variasi hasil diantara petani sampel disebabkan oleh perbedaan efisiensi teknis dan sisanya sebesar 0,1 persen disebabkan oleh pengaruh eksternal seperti iklim, serangan hama penyakit, dan kesalahan dalam pemodelan. Nilai inefisiensi teknis usahatani padi sawah dimana variabel yang tidak berpengaruh inefisiensi teknis padi sawah yakni Tingkat pendidikan dan variabel yang berpengaru nyata terhadap inefisiensi teknis yakni Dummy Anggota kelompok tani. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Terdapat Faktor Ae Faktor mempengaruhi usahatani padi sawah yakni : Saran Mengingat penggunaan faktor Ae faktor produksi pada usahatani padi sawah ini masih ada yang belum efisien, selanjutnya perlu dilakukan peninjauan lebih mendalam tentang input produksi yang paling optimal untuk Samur, et al. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efisiensi Teknis Pada UsahataniA. Page 75 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 usahatani padi sawah. Perlu diperhatikan sumber daya masyarakat, karena ini merupakan faktor utama pendorong agar tercapainya efisiensi dari penggunaan fakto Ae faktor produksi padi sawah. Pemerintah perlu ikut serta dalam di Desa Hilihintir untuk mampu menjalankan kegiatan usahatani padi sawah secara efisien. DAFTAR PUSTAKA