JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 PENGARUH PENDAPATAN DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP LABA BERSIH STUDI KASUS PADA PT. GARUDA INDONESIA Tbk. Oleh: Mega Andriana Wulandari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Langlangbuana ABSTRAK Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pendapatan dan Biaya Operasional baik secara simultan maupun parsial terhadap Laba Bersih. Data yang diambil berupa data sekunder yang diambil melalui Laporan Keuangan yaitu Laporan Laba-Rugi periode 2006-2015. Dalam analisis regresi berganda yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang positif antara Pendapatan dengan Laba Bersih. Dan terdapat hubungan yang negatif antara Biaya Operasional dengan Laba Bersih. Dan perhitungan uji hipotesis baik uji F dan uji t menunjukkan bahwa secara simultan Pendapatan dan Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih dengan tingkat signifikansi di bawah 5%. Di samping itu, secara parsial Pendapatan berpengaruh terhadap Laba Bersih, dan secara parsial juga Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih dengan tingkat signifikansi di bawah 5%. Perusahaan pemerintah terutama PT. Garuda Indonesia yang menjadi sampel pada penelitian ini harus mengendalikan dengan baik pendapatan dan biaya Karena komposisi dari laporan laba rugi baik pendapatan dan biaya operasional dapat menjadi menguntungkan mendapatkan laba bersih atau bahkan merugikan bagi perusahaan. Kata Kunci : Pendapatan. Biaya Operasional. Laba Bersih. ABSTRACT The purpose of this research is to determine how the influence of Revenues and Operating Costs either simultaniously or partially on the net income. Data taken in the form of secondary data obtained through the financial statements tis of Income Statement period 2006-2015. In multiple regression analysis undertaken obtained results that there are positife relation between Revenues with Net Income, and there are negatife relation between Operating Costs with Net Income. And the calculation of hypothesis testing both of F test and t test showed that simultaniously. Revenues and Operating Costs has influence to Net Income with of the level of significance beneath 5%. Besides, the partially effects. Revenues has influence to Net Income, and also the partially effects. Operating Costs has influence to Net Income at all with of the level of significance beneath The government companies especially PT. Garuda Indonesia which is be the sample of this research should have to control revenues and operating costs. Because the ingredients of the income statement both revenues and operating costs might be good get a net profit or even bad to the company Key Words : Revenues. Operating Costs. Net Income. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Dewasa ini, sektor transportasi nasional khususnya jasa udara dihadapkan pada situasi persaingan yang sangat ketat. Hal ini ditunjukkan dengan terdapatnya sekitar 57 maskapai penerbangan nasional yang beroperasi di berbagai rute tujuan penerbangan baik dalam negeri maupun luar . id, 2. Menurut Prayoga . dalam memprediksi kondisi perusahaan masa depan, para pelaku ekonomi membutuhkan data historis, laporan keuangan, yang dapat membantu para pelaku ekonomi memprediksi hal tersebut. Untuk memprediksi pendapatan perusahaan masa yang akan datang bisa menggunakan laporan laba rugi. Laporan laba rugi menyajikan pendapatan dan beban serta laba atau rugi bersih yang dihasilkan selama suatu periode waktu tertentu (Weygandt. Kieso. Kimmel, 2. Pendapatan merupakan indikator untuk pembentukan laba. Terdapat fenomena penurunan pendapatan yang terjadi pada maskapai penerbangan Garuda Indonesia airways dimana di pos pendapatan pada tahun 2009 mengalami penurunan dibanding dengan pendapatan pada tahun 2008 karena adanya penurunan harga tiket akibat turunnya harga rata-rata avtur sepanjang (Direktur Utama Garuda. Emirsyah Sata. Selain pendapatan, biaya merupakan faktor yang sangat penting dalam setiap perusahaan dan perhitungannya pun harus dilakukan se-efisien dan seefektif mungkin. Biaya operasional merupakan biaya yang memiliki peran besar dalam mempengaruhi keberhasilan perusahaan untuk mencapai Untuk itu perusahaan perlu melakukan suatu perencanaan dan pengawasan biaya operasional dengan baik. Kondisi yang terjadi pada Garuda Indonesia yaitu mampu mengontrol biaya khususnya biaya non fuel. Beban non fuel turun 2% dari kuartal sebelumnya, ini menyebabkan PT GI mengantongi laba bersih hingga april bila dibandingkan dengan pencapaian selama 5 tahun terakhir yang selalu negatif ( I Gusti Ngurah. Direktur Keuangan & Manajemen Risik. Laba bersih merupakan suatu ukuran keseluruhan profitabilitas perusahaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah manajemen telah mendapatkan imbalan yang memadai dari penggunaan aset yang Bagi perusahaan pada umumnya, usahanya lebih diarahkan untuk mencapai laba bersih yang maksimal sehingga ukuran tersebut menjadi jaminan bagi sebuah perusahaan untuk dapat beroperasi secara stabil, namun pada kenyataannya banyak perusahaan yang mengalami penurunan laba bahkan mengalami kebangkrutan (Soleh Ridwan, 2. Kondisi yang terjadi pada perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk laba bersih perseroan turun signifikan menjadi US$ 11,2 juta atau Rp. pada 2013 dari periode sama tahun 2012 sebesar US$ 110,8 juta atau Rp. 001 (Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Emirsyah Sata. Maksud Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana serta untuk menganalisis laporan keuangan khususnya Laporan Laba Rugi yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu Pendapatan dan Biaya Operasional dan pengaruh keduanya terhadap Laba Bersih perusahaan pada PT. Garuda Indonesia (Perser. Tbk. Periode tahun 2006-2015. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Tujuan Penelitian Maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Mengetahui besar pengaruh Pendapatan terhadap Laba Bersih secara parsial pada PT. Garuda Indonesia (Perser. Tbk. Mengetahui besar pengaruh Biaya Operasional terhadap Laba Bersih secara parsial pada PT. Garuda Indonesia (Perser. Tbk. Mengetahui besar pengaruh Pendapatan dan Biaya Operasional secara simultan terhadap Laba Bersih pada PT. Garuda Indonesia (Perser. Tbk. Tinjauan Pustaka Pendapatan Menurut Hery . AuPendapatan adalah arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva atau penyelesaian kewajiban entitas . tau kombinasi dari keduany. dari pengiriman barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral Pendapatan timbul karena adanya transaksi ekonomi dalam suatu periode. Biaya Operasional Menurut Jopie Jusuf . Aubiaya operasional atau biaya operasi adalah biaya-biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produk perusahaan tetapi berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan seharihariAy. Laba Bersih Menurut Hery . yang dimaksud dengan laba bersih adalah sebagai berikut : Laba bersih berasal dari transaksi pendapatan, beban, keuntungan dan Transaksi-transaksi ini diikhtisarkan dalam laporan laba rugi. Laba dihasilkan dari selisih antara sumber daya masuk . endapatan dan keuntunga. dengan sumber daya keluar . eban dan kerugia. selama periode Keterkaitan Antar Variabel Penelitian Hubungan Pendapatan dengan Laba Bersih Keberhasilan suatu perusahaan dapat diukur dengan pencapaian tingkat laba bersih yang sebesar-besarnya yang dibarengi oleh tingkat pendapatan yang maksimal. Pencapaian tingkat laba bersih yang maksimal akan tercipta jika pendapatan lebih besar dibandingkan dengan biaya yang Pendapat Budi Rahardjo . bahwa pengaruh pendapatan terhadap laba bersih adalah : AuFaktor utama yang mempengaruhi besar kecilnya laba adalah pendapatan, pendapatan dapat diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan perusahaan. Ay Hubungan Antara Biaya Operasional dengan Laba Bersih Biaya operasional merupakan salah satu biaya yang menjadi landasan perhitungan laba, serta memiliki peran besar dalam mempengaruhi keberhasilan perusahaan dimana pentingnya menekan biaya operasional karena berpengaruh terhadap laba yang akan diperoleh oleh perusahaan. Pendapat Jopie Jusuf . bahwa pengaruh biaya operasional terhadap laba bersih adalah : AuBila perusahaan dapat menekan biaya operasional, maka perusahaan akan dapat meningkatkan laba bersih. Demikian juga sebaliknya, bila terjadi pemborosan biaya, seperti pemakaian alat kantor yang berlebihan, akan mengakibatkan penurunan laba bersih. Ay JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Penelitian Sebelumnya Meiza Efilia . , yang meneliti tentang pengaruh pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih pada perusahaan kimia dan keramik, poselin & kaca yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008-2012, menemukan bahwa pendapatan berpengaruh signifikan terhadap laba bersih, sedangkan beban operasional berpengaruh signifikan terhadap laba bersih. Fadhillah Ramadhani Nasution . melakukan penelitian mengenai pengaruh biaya operasional terhadap laba bersih pada bank swasta nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2011. Secara simultan biaya operasional mempunyai pengaruh signifikan terhadap laba bersih perusahaan bank swasta nasional di BEI dengan level of significance dibawah 5%, secara parsial biaya operasional yaitu beban bunga berpengaruh positif terhadap laba bersih dengan level of significance dibawah 5% dan secara parsial biaya operasional yaitu beban administrasi dan umum tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan level of significance di atas 5% dan secara parsial biaya operasional yaitu beban tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan level of significance di atas Ni Komang Tri . melakukan penelitian mengenai pengaruh pendapatan dan biaya terhadap net income tahun 2004-2013 pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pakraman Batumulapan di Kecamatan Nusa Penida. Tri menggunakan analisis regresi linear berganda dimana terdapat dua jenis pengujian yaitu uji t dan uji F, yang menunjukkan berdasarkan hasil uji t bahwa variabel pendapatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap net Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung 11,030>ttabel 1,8946. Sedangkan berdasarkan hasil uji F . , didapatkan bahwa variabel pendapatan berpengaruh secara simultan terhadap variabel net income, dilihat dari nilai Fhitung > Ftabel. Kerangka Pemikiran Pendapatan (X. Hery . Reksoprayitno Jusup . Henry. Biaya Operasional (X. Jopie . Sofyan . Bastian&Nurlela . Margaretha . Budi . Weygandt. Meiza E . Ni Komang Tri Jopie . Kuswadi . Meiza E . Fadhillah . Laba Bersih (Y) Hery. Subramanyan&John . Harmono . Supriyono . JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Hipotesis Penelitian Adapun hipotesis yang diajukan dalam masalah ini adalah: Hipotesis 1: Pendapatan berpengaruh terhadap Laba Bersih perusahaan. Hipotesis 2: Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih Hipotesis 3: Pendapatan dan Biaya Operasional berpengaruh secara bersama-sama . terhadap Laba Bersih perusahaan METODE PENELITIAN Operasionalisasi Variabel Operasional variabel diperlukan untuk menentukan jenis indikator, serta skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian, sehingga pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar sesuai dengan penelitian mengenai pengaruh pendapatan dan biaya operasional terhadap laba bersih. Berdasarkan pada objek penelitian yaitu PT. Garuda Indonesia Tbk. pada periode 10 tahun terakhir, yaitu tahun 2006 sampai dengan tahun 2015. Dalam hal ini variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Variabel Dependen: Laba Bersih Variabel Y Menurut Supriyono . rumus Laba bersih adalah sebagai berikut : Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak Oe Pajak Penghasilan Variabel Independen Pendapatan Variabel X1 Pada penelitian ini menurut Henry Simamora . rumus untuk menghitung pendapatan usaha adalah sebagai berikut: Pendapatan Usaha = Pendapatan Operasional Pendapatan Non Operasional Biaya Operasional Variabel X2 Menurut Margaretha . rumus untuk menghitung Biaya Operasional adalah sebagai berikut: Biaya Operasional = Biaya Pemasaran Biaya Administrasi Umum Populasi dan Metode Penarikan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Tahunan PT. Garuda Indonesia Tbk. secara keseluruhan yang telah dipublikasikan pada website w. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling, dengan menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berupa periode penelitian tahun 2006 sampai dengan tahun Teknik Pengumpulan Data Penelitian Kepustakaan (Library Researc. , untuk memperoleh data ataupun teori yang dibutuhkan peneliti dalam melakukan penelitiannya. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan membaca, mempelajari berbagai macam bahan bacan yang ada di perpustakaan, baik buku-buku, laporanlaporan serta bahan-bahan lain yang erat hubungannya dengan masalah yang akan dibahas penulis, sehingga dapat membantu kelancaran penulis dalam melaksanakan penelitian ini. Metode Analisis Data Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik . ji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelas. , analisis regresi linier berganda, analisis korelasi, koefisien determinasi berganda (RA), dan uji hipotesis . ji F dan uji . JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Tabel 4. Deskriptif Pendapatan. Biaya Operasional. Laba Bersih Descriptive Statistics Minimum Maximum Pendapatan Biaya Operasional Mean 7,40 9,450 1272189459270 5625924743710 2923811942254 1620116976094 0,455 0,40 Laba Bersih Valid N . Std. Deviation 1075029757707 47992541082,10 Dari output pada tabel 4. 1 dapat dilihat bahwa (N) sebanyak 10 mempunyai Pendapatan rata-rata sebesar 29. 427,40,minimal sebesar 539, maksimal sebesar 52. 315, standar deviasinya sebesar 15. 889,450. Variabel Biaya Operasional minimal sebesar 700, maksimal sebesar 56. Rata-rata 540,40, 940,455. variabel dependen yaitu Laba Bersih nominal terendah . 200, tertinggi . Rata-rata sebesar 47. 082,10, standar deviasi 697,263. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji KolmogorofSmirnov dan probability plot. Di bawah ini adalah hasil pengujian data yang ditunjukkan pada tabel 4. 2 dan gambar 4. 1, yaitu sebagai berikut: Tabel 4. Uji Kolmogorof-Smirnov JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b -,0006378 Mean Std. Deviation ,124 Absolute Most Extreme Differences Positive ,123 Negative -,124 ,124 Test Statistic ,200c,d Asymp. Sig. -taile. Dari hasil uji normalitas pada tabel 4. 2, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk Laba Bersih. Pendapatan, dan Biaya Operasional sebesar 0,200. Karena nilai signifikansi untuk seluruh variabel lebih besar dari 0,05 . %), maka dapat disimpulkan bahwa populasi data Laba Bersih. Pendapatan, dan Biaya Operasional berdistribusi normal. Gambar 4. Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dari Gambar 4. 1, grafik probability plot terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Dengan melihat tampilan hasil uji normalitas di atas menyatakan bahwa data terdistribusi secara normal, sehingga penelitian ini layak untuk dilanjutkan karena memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinieritas JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Uji multikolinieritas dilakukan dengan menggunakan uji nilai tolerance value atau Variance Inflation Factor (VIF). Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas, yaitu dilakukan dengan cara melihat nilai tolerance value atau Variance Inflation Factor (VIF). Pada umumnya, jika nilai tolerance value di bawah 0,10 atau nilai Variance Inflation Factor (VIF) di atas 10, maka terjadi Hasil Uji Multikolinieritas, dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. 3 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. 91,266 Pendapatan Biaya Operasional Dependent Variable: Laba Bersih ,011 91,266 ,011 Dari output Coeficients di atas pada kolom Tolerance, dapat terlihat bahwa nilai Tolerance untuk Pendapatan dan Biaya Operasional sebesar 0,011. Sedangkan pada kolom VIF, dapat diketahui bahwa nilai VIF untuk kedua variabel independent tersebut sebesar 91,266. Karena nilai Tolerance di bawah 0,10 dan nilai VIF di atas 10, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi ini ditemukan adanya masalah multikolinieritas antara variabel Pengujian Heteroskedastisitas Tujuan pengujian heteroskedastisitas adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu ke pengamatan yang lain. Hasil pengujian ini dapat dilihat melalui tabel 4. 4 berikut: Tabel 4. 4 Nonparametric Correlations Unstandardize d Residual Biaya Operasional Pendapatan Spearman's rho Unstandardized Residual Correlation 1,000 Coefficient Pendapatan ,006 ,067 Sig. -taile. ,855 ,987 ,988** Correlation Coefficient ,067 Sig. -taile. ,855 1,000 ,000 Correlations JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Biaya Operasional Correlation Coefficient ,006 Sig. -taile. ,987 1,000 ,988** ,000 Dari tabel 4. 4 di atas, dapat diketahui korelasi antara Pendapatan dengan Unstandardized Residual menghasilkan nilai signifikansi 0,855, dan korelasi antara Biaya Operasional dengan Unstandardized Residual menghasilkan nilai signifikansi 0,987. Karena nilai signifikansi korelasi lebih dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ditemukan adanya masalah Uji Autokorelasi Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi digunakan uji Durbin Watson Test (DW Tes. sebagai pengujinya dengan taraf signifikansi (L) = 5%. Hasil pengujian Durbin Watson dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. 5 Hasil Uji Durbin Watson Model Summaryb Std. Error of the Model R R Square Adjusted R Square Estimate Durbin-Watson ,985a 124,283 2,419 ,970 ,962 Predictors: (Constan. Biaya Operasional. Pendapatan Dependent Variable: Laba Bersih Dari tabel 4. 5 di atas, didapat nilai DW sebesar 2,419. Sedangkan dari tabel DW dengan signifikansi 0,05, dengan jumlah data . = 10, jumlah variabel independen k = 2, diperoleh nilai dL sebesar 0,697 dan dU sebesar 1,641. Karena nilai DW . berada pada daerah antara 4-dU . dan 4-dL . , maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti . erada di daerah keragu-ragua. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Variabel-variabel penelitian ini dapat dinyatakan dalam model sebagai Y = 1X1 2 X2 e Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan SPSS versi 23 diperoleh output regresi linier berganda sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Standardized Model (Constan. Unstandardized Coefficients Coefficients Beta Std. Error Sig. ,743 ,481 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Pendapatan ,931 ,072 8,085 12,983 ,000 -,939 Dependent Variable: Laba Bersih ,068 -8,545 -13,721 ,000 Biaya Operasional Berdasarkan tabel 4. 6 di atas, persamaan regresi yang dapat disusun Y = 195147102701,071 0,931X1 (-0,. X2 e. Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Konstanta () sebesar 195147102701,071 menyatakan bahwa jika X1 dan X2 adalah 0, maka Laba Bersih adalah Rp. 195147102701,071. Koefisien regresi untuk Pendapatan . sebesar 0,931, artinya jika Pendapatan mengalami kenaikan Rp. 1 , maka Laba Bersih (Y) juga akan mengalami kenaikan sebesar Rp. 0,931 , dengan asumsi Biaya Operasional nilainya tetap. Koefisien regresi untuk Biaya Operasional . sebesar -0,939, artinya jika Biaya Operasional mengalami kenaikan Rp. 1 , maka Laba Bersih (Y) akan mengalami penurunan sebesar Rp. 0,939 , dengan asumsi Pendapatan nilainya tetap. Hasil Analisis Korelasi Hasil Analisis Korelasi Parsial Korelasi Pendapatan dengan Laba Bersih ketika Biaya Operasional tetap. Hasil analisis korelasi parsial dapat dilihat pada 7 Hasil Analisis Korelasi Parsial Correlations Control Variables Pendapatan Correlation Pendapatan Laba Bersih 1,000 ,980 ,000 ,980 1,000 ,000 Significance . -taile. Biaya Operasional Laba Bersih Correlation Significance . -taile. Dari hasil analisis korelasi parsial di atas, didapat korelasi antara Pendapatan dengan Laba Bersih di mana tingkat Biaya Operasional dikendalikan . ibuat teta. yaitu sebesar 0,980. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antara Pendapatan dengan Laba Bersih jika tingkat Biaya Operasional tetap, karena berada pada rentang 0,80-1,00. Sedangkan arah hubungan adalah positif. Korelasi Biaya Operasional dengan Laba Bersih ketika Pendapatan tetap. Hasil analisis korelasi parsial dapat dilihat pada Tabel 4. 8 Hasil Analisis Korelasi Parsial JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Correlations Control Variables Biaya Operasional Laba Bersih Correlation Significance . -taile. Biaya Operasional 1,000 -,982 ,000 -,982 1,000 ,000 Pendapatan Laba Bersih Correlation Significance . -taile. Dari hasil analisis korelasi parsial pada tabel 4. 8, didapat korelasi antara Biaya Operasional dengan Laba Bersih di mana tingkat Pendapatan dikendalikan . ibuat teta. yaitu sebesar -0,982. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antara Biaya Operasional dengan Laba Bersih jika tingkat Pendapatan tetap, karena berada pada rentang 0,80-1,00. Sedangkan arah hubungan adalah negative. Hasil Analisis Korelasi Berganda Jika nilai R semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, dan sebaliknya jika nilai R semakin mendekati 0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah. Hasil analisis korelasi berganda dapat dilihat pada 9 di bawah ini. Tabel 4. Hasil Analisis Korelasi Berganda Model Summaryb Std. Error of the Model R R Square Adjusted R Square Estimate Durbin-Watson ,985a ,970 ,962 Predictors: (Constan. Biaya Operasional. Pendapatan Dependent Variable: Laba Bersih 124,283 2,419 Dari hasil analisis korelasi berganda, pada kolom R, diperoleh angka R sebesar 0,985. Karena nilai korelasi berganda berada di antara rentang 0,80-1,00, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antara Pendapatan dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih. Hasil Analisis Koefisien Determinasi Berganda (R Squar. R2 sama dengan 0, maka tidak ada sedikitpun persentase pengaruh yang diberikan Pendapatan dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih. Sebaliknya. R2 sama dengan 1, maka persentase pengaruh yang diberikan Pendapatan dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih adalah Hasil analisis determinasi dapat dilihat pada tabel 4. Model Summary di atas pada kolom R Square. Pada tabel tersebut, diperoleh angka R2 (R Squar. sebesar 0,970 atau 97 %. Hal ini menunjukkan bahwa persentase JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 pengaruh yang diberikan Pendapatan dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih sebesar 97 %. Sedangkan sisanya sebesar 3 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Uji Hipotesis Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji Statistik F) Uji statistik F ini digunakan untuk mengetahui apakah Pendapatan dan Biaya Operasional secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Laba Bersih. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel 4. 10 ANOVA di bawah Tabel 4. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression ,000 2 ,000 ,000b 114,156 Residual Total ,000 Dependent Variable: Laba Bersih Predictors: (Constan. Biaya Operasional. Pendapatan Karena F hitung > F tabel . ,156 > 4,. , maka Ho ditolak. Artinya Pendapatan dan Biaya Operasional secara simultan berpengaruh terhadap Laba Bersih. Yang artinya secara bersama-sama hasil penjualan jasa penerbangan dalam hal ini pendapatan serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional dalam hal ini biaya operasional berpengaruh terhadap tingkat Laba Bersih yang dihasilkan oleh perusahaan. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji statistik . Uji t dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan variabel Pendapatan dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih secara Hasil uji signifikansi secara parsial . disajikan dalam tabel 4. Tabel 4. 11 Hasil Uji t Coefficientsa Standardized Model (Constan. Unstandardized Coefficients Coefficients Beta Std. Error Sig. ,743 ,481 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Pendapatan ,931 Biaya Operasional ,072 8,085 12,983 ,000 -8,545 -13,721 ,000 ,068 -,939 Dependent Variable: Laba Bersih Uji t Untuk Variabel Pendapatan Terhadap Variabel Laba Bersih Karena nilai t hitung > t tabel . ,983 > 2,. , maka Ho ditolak. Artinya secara parsial Pendapatan berpengaruh terhadap Laba Bersih. Artinya bahwa pada PT. Garuda Indonesia Tbk. Pendapatan perusahaan berpengaruh terhadap Laba Bersih. Uji t Untuk Variabel Biaya Operasional Terhadap Variabel Laba Bersih Karena nilai -t hitung < -t tabel (-13,721 < -2,. , maka Ho ditolak. Artinya secara parsial Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih. Artinya bahwa dalam PT. Garuda Indonesia Tbk. Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih. Dalam PT. Garuda Indonesia Tbk. terlihat bahwa peningkatan Biaya Operasional menyebabkan penurunan Laba Bersih. Dan itu berarti dapat disimpulkan bahwa Biaya Operasional dalam kasus ini berpengaruh terhadap Laba Bersih. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pendapatan mempunyai hubungan yang sangat kuat dan berhubungan positif dengan Laba Bersih. Dari hasil perhitungan uji t, secara parsial Pendapatan berpengaruh terhadap Laba Bersih, karena nilai t hitung > t tabel . ,983 > 2,. , maka Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam kasus ini Pendapatan berpengaruh terhadap Laba Bersih. Biaya Operasional mempunyai hubungan yang sangat kuat dan berhubungan negatif dengan Laba Bersih. Sedangkan dari hasil perhitungan uji t, secara parsial Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih, karena nilai -t hitung < -t tabel (-13,721 < -2,. , maka Ho Dan itu berarti dapat disimpulkan bahwa Biaya Operasional dalam kasus ini berpengaruh terhadap Laba Bersih. Pendapatan dan Biaya Operasional secara serentak mempunyai hubungan yang sangat kuat terhadap Laba Bersih. dari hasil uji F menyatakan bahwa secara bersama-sama . Pendapatan dan Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih. Karena F hitung > F tabel . ,156 > 4,. , maka Ho ditolak SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan di atas, serta beberapa kesimpulan dan keterbatasan pada penelitian ini, maka saran yang dapat penulis sampaikan antara lain: Bagi Perusahaan Penulis menyarankan agar perusahaan-perusahaan BUMN, terutama PT. Garuda Indonesia Tbk yang menjadi sampel dalam penelitian ini agar lebih ketat dalam mempertimbangkan keputusan dalam mengeluarkan biaya-biaya berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan, dalam hal ini Biaya Operasional. Keefektifan dan efisiensi dari Biaya Operasional tersebut harus mampu dikendalikan oleh perusahaan. Bagi Penelitian Selanjutnya JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan periode penelitian yang lebih panjang untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan dapat digunakan untuk analisa jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA