Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan (JIPPER) ISSN 3031-5883. Vol 1. No 1, 2025, 1-8 https://doi. org/10. 35912/jipper. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Cengkeh di Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu (Factors Affecting the Income of Clove Farmers in Rante Alang Village. Larompong District. Luwu Regenc. Ramlan Ramlan1*. Irmayani Irmayani2. Nurhaeda Nurhaeda3 Universitas Muhammadiyah Parepare. Sulawesi Selatan1,2,3 ramlanecul@gmail. Abstract Purpose: This study aims to determine the influence of the amount of production on the income of clove farmers in Rante Alang Village. Larompong District. Luwu Regency. Research Methodology: The research adopts a descriptive quantitative approach. The total population consists of 856 clove farmers in Rante Alang Village, with 90 individuals selected as Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression. Results: The findings indicate that production costs, selling price, land area, and the amount of production each have a significant and positive effect on the income of clove farmers. Among these, the amount of production is shown to be a critical factor, confirming Riwayat Artikel that increases in production volume contribute directly to higher Diterima pada 04 Juni 2023 income levels. The statistical results meet the significance Revisi 1 pada 11 Juni 2023 threshold, thus supporting the hypothesis that these variables are Revisi 2 pada 19 Juni 2023 influential in determining farmer income in the study area. Revisi 3 pada 28 Juni 2023 Conclusion: This study concludes that improving production Disetujui pada 08 Juli 2023 output, alongside optimizing land usage and pricing strategies, can effectively enhance the income of clove farmers. These variables play a crucial role in shaping the financial sustainability of agricultural households. Limitations: The scope of this research is limited to a single village and a sample of 90 respondents, which may not fully represent broader agricultural conditions in other regions. Contribution: The study offers empirical evidence that can inform agricultural development programs and financial planning for clove farmers, particularly in similar rural contexts. Keywords: Income. Land Area. Production Amount. Multiple Regression. Production Cost. Selling Price. How to Cite: Ramlan. Irmayani. Nurhaeda. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Cengkeh di Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan, 1 . Pendahuluan Indonesia adalah negara yang mempunyai luas lahan pertanian yang luas, pertanian merupakan sektor menyumbang tertinggi pendapatan dari keseluruhan pendapatan dari perekonomian di indonesia. Mayoritas penduduk bermata pencaharian seorang petani, sehingga negara indonesia mendiri secara ekonomi untuk persoalan komoditas pertanian dan perkebunan (Riadi. Rohmah Nurazizah. Wakano, & Fadilah, 2. Lain dari pada bahan pangan yang menjadi keunggula berdasarkan perbadingan, kebutuhan rempah-rempah sejenis cengkeh juga Indonesia ada di tempat kedua penghasil cengkeh terbanyak di dunia setiap tahunnya (Damanik, 2. Membahas terkait proses pembangunan ekonomi nasional serta pengembangan ekonomi Indonesia pada penduduk pastinya pointnya menjadi fokus perhatian pemerintah dengan melaksanakan dan mengembangkan kemampuan penduduk warga Negara. Setiap penduduk menginginkan kondisi hidup layak lebih baik, yaitu adanya kesejahteraan Negara, masyarakat yang akan berdampak pada segala lini atau aspek kehidupan, dan semakin mudah dalam memenuhi kebutuhan hidup (Mardiono. Nanra, & Rican, 2. Oleh karenanya, setiap penduduk mudah mengakses kebutuhan sumber daya yang diperlukan dalam penuhan kebutuhan Mengidentifikasi ada atau tidaknya potensi dan sumber daya yang ada di ruang lingkup penduduk adalah langkah taktis dalam pemanfaatan penduduk lebih mau mengutamakan potensi dari tersedianya sumber daya alam. Potensi kekayaan alam melimpah di bumi pertiwi, bonus demografi melalui implementasi sumber daya manusia, kekuatan yang dimiliki penduduknya . umber daya sosia. Hal ketiga tersebut masih perlu diperbaiki karena setiap sektor potensi masing-masing memiliki permasalahan rumit (Daini. Iskandar, & Mastura, 2. Pendapatan petani juga dapat diukur dari luas lahan yang dimiliki. Lahan merupakan bagian daratan permukaan bumi yang meliputi tanah dan segala faktor yang mempengaruhi penggunaanya. Lahan pertanian itu adalah satu bidang lahan yang digunakan untuk tempat bercocok tanam dalam usaha Luas lahan dapat mempengaruhi efisiensi atau tidak efisiensinya suatu usaha pertanian (Marhaen. Kusmiadi, & Ropalia, 2. Luas penguasaan terhadap lahan pertanian adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam proses produksi maupun usaha pertanian. Dalam suatu perkebunan, penggunaan masukan akan semakin efisien bila lahan yang digunakan semakin luas dan dapat meningkatkan pendapatan. Sebaliknya semakin sempit lahan yang digunakan, maka semakin tidak efisien juga usaha tani yang dilakukan dan akan memepengaruhi pendapatan (Hidayanti, 2. Faktor faktor yang mempengaruhi produksi dibedakan atas dua kelompok yaitu : faktor biologi seperti lahan pertanian dengan bermacam tingkat kesuburannya, bibit, pupuk, obat-obatan dan lain-lainnya dan faktor social ekonomi seperti biaya produksi, harga,tenaga kerja, tingkat pendidikan,pendapatan dan lainlainnya. Jika permintaan akan produksi tinggi harga di tingkat petani akan tinggi pula. Sehingga dengan biaya yang sama petani akan memperoleh pendapatan petani akan turun (Mawardati, 2. Karakteristik tanaman cengkeh yang hanya bisa dipanen maksimal sebanyak satu hingga dua tahun Banyaknya waktu luang yang ada memberikan kesempatan bagi petani untuk mencurahkan waktunya pada usaha lain untuk memperoleh pendapatan dan menjaga kesehjateraan keluarganya. Aromanya yang khas cengkeh dijadikan campuran salah satu produk rokok yaitu rokok kretek, serta menjadi menyedap masakan. Selain itu cengkeh juga bisa di ambil minyaknya dengan cara penyulingan (Soekartawi, 2. Produksi cengkeh Indonesia selama 2008-2017 mengalami peningkatan yang bersifat fluktuatif, pada tahun 2008 hasil produksi cengkeh Indonesia mencapai 70. 535 ton, pada tahun 2011 hasil produksi mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu menjadi 72. 207 ton, hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan produksi pada perkebunan rakyat. Tahun 2012 sampai 2015 kembali mengalami peningkatan total produksi (Riesna. Pujianto. Efendi. Nugroho, & Saputra, 2. Namun, pada tahun 2016 dan 2017 kembali mengalami penururan, hal ini karena adanya penurunan produksi pada perkebunan rakyat pada tahun 2016 sedangkan pada tahun 2017 penurunan total produksi disebabkan karena adanya penurunan produksi pada perkebunan rakyat dan perkebunan besar swasta (Direktorat Jenderal Perkebunan,2. Proses produksi masih tergolong sederhana, mekanisasi pertanian pada cengkeh belum berlaku, kebanyakan petani menggunakan cara-cara lama dalam melakukan proses perawatan, penanaman, hingga proses panen cengkeh ini. Peran pemerintah sangat diharapkan mampu membantu persoalan yang menimpa para petani cengkeh untuk kembali melanggengkan dan meningkatan kesejahteraan petani (Sihombing, 2. Mata pencaharian petani cengkeh yang ada di Desa Rante Alang Kecamatan Larompong adalah jenis usaha pertanian yang banyak dikembangkan untuk meningkatan perekonomian masyarakat. Banyak dikembangkan karena hampir semua penduduk Desa Rante Alang ini khususnya yang ada di Kecamatan Larompong sebagian besar masyarakatnya adalah petani cengkeh (Rasyid. Kasim, & Kurniawan, 2. Dapat dilihat dari perkebunan rakyat yang sebagian besar adalah kebun cengkeh dan pembukaan lahan-lahan baru oleh warga yang nantinya akan ditanami cengkeh (Profil Desa Rante Alang, 2. Harga cengkeh kering lebih stabil dan tinggi berada di harga Rp 100 ribu perkilogramnya dan itu masih bisa naik atau bisa saja turun tergantung dari 2023 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 1 No 1, 1-8 kebijakan pembeli cengkeh di daerah tertuntu (Suciati. Simamora. Panusunan, & Fauzan, 2. Ada beberapa yang bisa mempengaruhi tinggi atau rendahnya harga cengkeh salah satunya keadaan pasar, apabila permintaan cengkeh kering di pasaran meningkat maka harganya juga akan naik dan apabila permintaan cengkeh kering di pasaran menurun maka harganya pula akan turun, sesuai dengan hukum pasar (Melvi. Lestari. Ulvan. Aryanto, & Batubara, 2. Masyarakat Kecamatan Larompong yang memiliki hasil produksi cengkeh yang banyak itu terdapat di daerah pelosok desa. Jarak yang sangat jauh dari kecamatan yang mempengaruhi rendahnya harga jual cengkeh serta akses untuk sampai di pelosok desa hanya di lewati oleh kendaraan roda dua. Lokasi Kecamatan Larompong yang luas adalah salah satu kendala masyarakat menjual hasil panen cengkehnya ke kecamatan dikarenakan jaraknya yang terlalu jauh dan kondisi jalan yang tidak bagus. Direja and Wachjar . Adanya pedagang cengkeh yang masuk dipelosok-pelosok desa mempermudah masyarakat menjual hasil panen cengkehnya meskipun dengan harga yang lebih rendah dibanding dengan harga pasaran. Kecamatan Larompong merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bergantung dari sektor pertanian, daerah ini juga merupakan daerah penghasil produk-produk pertanian yaitu tanaman holtikultura, tanaman pangan dan tanaman perkebunan (Melvi. Nurhayati. Batubara. Septama, & Ulvan, 2. Salah satu tanaman perkebunan yang dihasilkan di daerah ini adalah tanaman cengkeh. Desa Rante Alang Kecamatan Larompong merupakan salah satu kecamatan dari 22 kecamatan yang memiliki lahan cengkeh luas. Desa Rante Alang memiliki luas lahan 40 Km2 tekstur tanah pegunungan dan banyak pohon cengkeh tumbuh di daerah ini. Sebagian besar tanah yang berada di desa tersebut di ubah menjadi perkebunan cengkeh (Melvi. Ulvan. Aditama, & Batubara, 2. Berhektar hektar lahan yang berada di daerah tersebut adalah lahan cengkeh. Data Pendapatan Petani Cengkeh Di Desa Rante Alang dari tahun 2018 sampai 2020 mengalami penurunan. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan kepada para petani cengkeh di Desa Rante Alang. Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Lokasi penelitian ini dipilih karena Desa Rante Alang. Merupakan salah satu daerah yang sebagian besar lahannya ditanami oleh pohon cengkeh (Torong. Mardiono. Apriyanto, & Friadi. Daerahnya yang yang berbukit dan tekstur tanah yang cocok untuk tanaman cengkeh membuat cengkeh di daerah ini tumbuh dengan subur dan berbunga disetiap musim dibandingkan dengan lokasi lainnya di sekitar Desa Rante Alang, ini sebabnya Desa Rante Alang dipilih untuk lokasi penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah petani cengkeh Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Dengan jumlah petani cengkeh sebanyak 856 orang. Data yang diperoleh berdasarkan jumlah penduduk berdasarkan pekerjaan, (Profil Desa Rante Alang Tahun 2. Pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan simplerandom sampling, yaitu tehnik pengambilan sample dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2. Yang diambil adalah keseluruhan dari populasi petani cengkeh di Desa Rante Alang yang menjadi objek penelitian dan menggunakan metode solvin serta menggunkan tingkat kesalahan 10%, maka sampel per petani cengkeh berdasarkan proporsi dalam penelitian ini adalah: Jadi sampel yang digunakan adalah 90 petani cengkeh Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Alat analisisnya berupa metode statistik dan ekonometrik. Ekonometrika didefenisikan sebagai analisis kuantitatif dari fenomena yang sebenarnya yang didasarkan pada pengembangan yang bersamaan dengan teori dan pengamatan dihubungkan dengan metode inferensi yang sesuai. Sujarweni . Penggunaan analisis deskriptif ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi dan harga jual terhadap pendapatan masyarakat. Setelah melakukan observasi serta wawancara terstruktur disebar maka dilakukan olah data menggunakan SPSS (Statistical Package for Social Science. 0 sebagai berikut: Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mmpunyai distribusi normal ataukah tidak. Pengambilan keputusan untuk menentukan apakah suatu data mengikuti distribusi normal atau tidak adalah dengan menilai nilai Uji statistik yang populr digunakan untuk uji normalitas yaitu uji Kolmogorov Smirnov. Hipotesis yang digunakan pada uji normalitas ini adalah: 2023 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 1 No 1, 1-8 H0 : residual berdistribusi normal H1 : residual tidak berdistribusi normal Jika signifikan (P-valu. > 0,05 maka H0 diterima yang artinya normalitas terpenuhi. Uji Multikolinearitas Multikolinieritas ditemukan oleh Ragner Frish tahun 1934. Multikoliniertas adalah ada hubungan linier yang sempurna atau pasti diantara beberapa atau semua variabel yang independen dari model yang ada (Yando. Panusunan, & Fauzan, 2. Akibat adanya Multikolinieritas ini koefisien regresi tidak tertentu dan kesalahan standarnya tidak terhingga. Hal ini akan menimbulkan bias dalam Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (Melvi. Shevia, et al. , 2. Apabila terjadi multikolinieritas atau hubungan linier yang sempurna . atau pasti . diantara beberapa atau semua variabel bebas dari suatu model regreSi, maka akibatnya akan kesulitanuntuk dapat melihat pengaruh variabel penjelas terhadap variabel yang dijelaskan. Hasil ouputdapat dinyatakan dengan melihat Centered VIF apabila nilai VIF tidak lebih besar dari 10 maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolineritas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah asumsi yang harus dipenuhi agar taksiran parameter dalam model tersebut bersifat BLUE. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain (Yudhistira. Suprapto, & Sulmartiwi, 2. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Pengujian Hipotesis Dan Regresi Anaisis Regresi Linear Berganda Analisis linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi. Analisis linear berganda sebenarnya sama dengan analisis linear sederhana, hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. Persamaan umumnya adalah: Y = a b1 X1 b2X2 b3X3 e Keterangan : Y = Pendapatan X1 = Harga Jual X2 = Biaya produksi X3 = luas lahan X4 = jumlah produksi b1 = koefisien harga jual b2 = koefisien biaya produksi b3 = koefisien luas lahan b4 = koefisien jumlah produksi a = konstanta e = eror Uji Signifikansi Parsial (Uji Statisik . Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, yaitu pengaruh dari masing-masing variabel independen yang terdiri atas harga jual,biaya produksi, luas lahandan jumlah produksi terhadap pendapatan petani yang merupakan variabel Dengan derajat keabsahan 5%pengambilan kesimpulanya dengan melihat nilai signifikansi yang dibandingkan dengan nilai a . %) dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai Sig > 0,05 maka H0 diterima . Jika nilai Sig< 0,05 maka H0 ditolak Hasil dan Pembahasan Desa Rante Alang merupakan desa yang mempunyai usaha tani dan lahan perkebunan yang menjadi desa pengasil cengkeh, merica dan buah-buahan yang dapat di perhitungkan di Kabupaten Luwu. Desa Rante Alang adalah salah satu desa di Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu Provensi Sulawesi Selatan, memiliki luas wilayah 40 Km2. desa Rante Alang berbatasan dengan wilayah sebagai berikut. Sebelah utara,berbatasan dengan Kecamatan sulibarat kabupaten luwu 2023 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 1 No 1, 1-8 b. Sebelah timur,berbatasan dengan Kecamatan larompong Sebelah selatan, berbatasan dengan desa komba dan desa buntu pasik Sebelah barat,berbatasan dengan dusun salubuah Kecamatan sulibarat. Total penduduk Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu 2. 332 laki-laki 1. 187 jiwa dan perempuan 1. 145 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga laki-laki 860 KK dab jumlah kepala keluarga perempuan ada 104 KK, jumlah penduduk berdasarkan stuktur usia <1 tahun 210 jiwa, 1-4 tahun 375 jiwa, 5-14 tahun 463 jiwa, 15-39 tahun 688 jiwa, 40-64 tahun 517 jiwa dan 65 tahun keatas ada 79 jiwa. Di Desa Rante Alang ada 802 petani laki-laki dan 54 petani perempuan, wiraswasta/pedagang laki-laki 25 dan pedagang perempuan 9, pegawai negri sipil (PNS) 6, pegawai swasta 5 orang, bidan honorer 10, perawat 6, dan pekerjaan lainnya ada 37 orang. Secara administrasi, wilayah desa Rante Alang terdiri dari empat dusun, yaitu dusun salulompo, dusun saluliang, dusun leong, dan dusun salupaku. Secara umum tipologi Desa Rante Alang terdiri dari 10% persawahan, dan90% perkebunan. Pemenuhan kebutuhan masyarakat sering sekali diidentifikan dengan penghasilan yang diporoleh sebagai tolak kesejateraan warga, sebagai desa perkebunan dengan ditunjang lahan perkebunan yang cukup luas, maka sebahagian besar mata pencaharian masyarakat desa Rante Alang adalah bertani (Nurhaedah. Irmayani. Ruslang, & Jumrah, 2. Berdasarkan penelitian yang di lakukan di Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu, maka di peroleh distribusi responden dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden di Desa Rante Alang Karakteristik Frekuensi Persentase (%) Kelompok Umur Pendidikan Terakhir Tidak tamat SD SMP SMA Akademi/perguruan tinggi Berdasarkan Tabel 5. 1 menunjukkan bahwa berdasarkan kelompok umur sebagian besar responden berada pada kelompok umur 46-55 tahun 27 . 0%) dan yang paling sedikit berada pada kelompok umur 20-35 tahun 6 . 7%). Untuk pendidikan dalam penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden berpendidikan sekolah dasar (SD) 62 . 9%) pendidikan terendah Akademi/perguruan tinggi 1 . 1%). Tabel 2. Distribusi Luas Lahan Responden di Desa Rante Alang Luas lahan Frekuensi Persentase 0,3-0,75 0,75-1 1-1,75 1,76-2,6 2,6-4 Berdasarkan Tabel 5. 2 Untuk luas lahan (Hektar. dalam penelitian ini menunjukkan responden yang memiliki luas lahan 0,3-0,75 Hektare ada 25 . 8%), 0,75-1 Hektare 25 . 8%), 1,7-2,6 Hektare juga 25 . 8%) orang, dan yang memiliki luas lahan 2,6-4 Hektare ada 5 . 6%). Tabel 3. Distribusi Modal Awal Responden di Desa Rante Alang Modal Awal Frekuensi Persentase (%) Sendiri Pinjaman Berdasarkan Tabel 5. 3 untuk modal awal responden dalam penelitian ini yang menggunakan modal awal sendiri ada 72 responden . ,0%) dan yang menggunakan modal awal pinjaman ada 18 responden . 2023 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 1 No 1, 1-8 Tabel 4. Distribusi Hasil Produksi Cengkeh Responden di Desa Rante Alang Hasil Produksi Frekuensi Persentase (%) Hasil Panen . Harga Jual Rp 100. Rp 101. Berdasarkan Tabel 5. 4Hasil produksi petani dalam penelitian ini ada 39. 3%) yang hasil produksinya hanya 50-400kg, 410-700kg ada 31 responden atau 34,4%, 710-1000kg ada 12 responden atau 13,3%, 1010-1400 ada 4 responden atau 4,4% dan yang memiliki hasil produksi banyak hanya ada 4 . dengan jumlah produksi 1010-1800kg. Harga jual dalam penelitian ini hanya ada dua varian yaitu harga Rp 100. 000 dan Rp 101. 000 banyak responden yang menjual hasil panen dengan harga Rp. walaupun hanya berbeda Rp. 1000 yaitu 53 . 9%). 1 Anaisis Regresi Linear Berganda Dari hasil analisis SPSS reliase 23 dapat diinterprestasikan dengan mengkaji nilai-nilai yang penting dalam regresi linear yakni koefisien determinasi dan persamaan garis (Melvi. Ulvan. Sidiq, & Batubara. Analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan dengan menggunakan model analisis regresi berganda yang digunakan untuk menerangkan apakah berpengaruh variable biaya produksi (X. , harga jual (X. , luas lahan (X. dan jumlah produksi (X. terhadap variabel terikat (Y) yaitu pendapatan dengan cara menguji kemaknaan dari koefisien regresinya. Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. Hasil penelitian regresi dari tabel 5. 10 menunjukkan nilai koefisien regresi variabel biaya produksi (X. terhadap variable pendapatan (Y) artinya jika biaya produksi mengalami kenaikan maka pendapatan mengalami peningkatan sebesar 0,243 atau 24,3%, nilai koefisien regresi variabel harga jual (X. terhadap variabel pendapatan (Y) artinya jika harga jual mengalami kenaikan maka pendapatan mengalami peningkatan sebesar 0,215 atau 21,5% dan nilai koefisien regresi luas lahan (X. terhadap pendapatan (Y) artinya luas lahan akan berpengaruh sebesar 0,443 atau 44,3% dan nilai koefisien regresi jumlah produksi (X. terhadap pendapatan (Y) artinya jumlah produksi meningkat makan pendaatan mrngalami peningkatan sebesar 0,213 atau 21,3%. Biaya produksi, harga jual, luas lahan dan jumlah produksi berpengaruh secara positif signifikan terhadap pendapatan petani cengkeh di Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Dari hasil perhitungan regresi berganda tersebut diperoleh nilai signifikan biaya produksi (X. adalah sebesar 0,021, harga jual (X. sebesar 0,008, luas lahan (X. sebesar 0,002 dan jumlah produksi (X. sebesar 0,007 maka H0 ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai t digunakan untuk menguji apakah variabel independent berpengaruh secara signifikan atau tidak pada variabel dependent yang akan dibahas pada bagian pengujian hipotesis. Adapun ketentuan penerimaan atau penolakan hipotesis dalam buku (Sugiyono, 2. apabila terjadi, jika signifikan lebih kecil atau sama dengan 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan nilai signifikannya yaitu variabel X1 = 0,021. X2 = 0,008. X3 = 0,002 dan X4 = 0,007 maka dapat disimpulkan keempat variabel X sangat 2023 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 1 No 1, 1-8 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y yaitu pendapatan petani cengkeh di Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. 2 Uji Signifikansi Parsial (Uji Statisik . Pada dasarnya Uji Statistik t ini digunakan untuk mengetahui seberapa pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Uji t dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan ttabel, dengan taraf signifikan 5%. Apabila nilai thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen. Jika nilai thitung < nilai ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen. Tabel 6. Hasil Uji T Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. Dari tabel 5. 11 tersebut dapat dilihat biaya produksi (X. , harga jual ( X. , luas lahan (X. dan jumlah produksi (X. memiliki arah positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani cengkeh di Desa Rante Alang karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 dari hasil SPSS 23 dari hasil analisis didapat nilai sig. variabel X1 sebesar 0,021 < 0,05 dan nilai thitung . > ttabel . ,98. maka Ho ditolak dan Ha diterima, variabel X2 nilai sig. sebesar 0,008 < 0,05 dan nilai t hitung . > ttabel . ,98. maka Ho ditolak dan Ha diterima, variabel X3 nilai sig. sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai t hitung . > ttabel . ,98. maka Ho ditolak dan Ha diterima, variabel X4 nilai sig. 0,007< 0,05 dan nilai thitung . > ttabel . ,98. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikina dapat dipahami bahwa semua variabel X berpengaruh terhadap pendapatan petani petani cengkeh di Desa Rante Alang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa biaya produksi, harga jual, luas lahan, dan jumlah produksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani cengkeh di Desa Rante Alang. Kecamatan Larompong. Kabupaten Luwu. Peningkatan pada keempat variabel tersebut secara langsung cenderung meningkatkan pendapatan petani secara keseluruhan, sehingga pengelolaan yang optimal terhadap faktor-faktor tersebut sangat penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Referensi