Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 11. Nomor 2, 2024 pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index Instructional Materials on Legend Texts Based on Local Wisdom for Junior High School Students 1Nadya Laraswati, 2Mira Nuryanti, 3Jimat Susilo Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Swadaya Gunung Jati. Cirebon. Indonesia Corresponding authorAos email: nuryantimaharani79@gmail. 1,2,3 ARTIKEL INFO Article history: Received 10 Mei 2024 Accepted 15 Juni 2024 Published 20 Juli 2024 Keywords: Legend Texts. Local Wisdom. Teaching Materials DOI: 10. 33603/dj. A B S T R A CT One of the strategic efforts to internalize local wisdom values is through the design, development, and implementation of instructional materials rooted in local cultural heritage. However, in practiceAiparticularly in the city of CirebonAiexisting teaching materials have yet to adequately reflect the richness of local identity and traditions. This study aims to . describe the design of supplementary teaching materials informed by a needs analysis of students, and . examine the outcomes of implementing legendbased instructional materials for seventh-grade students at the junior secondary school level (SMP/MT. Employing a descriptiveanalytical research method, this study seeks to analyze both the development process and the effectiveness of the localized legend text materials. The findings indicate that the developed teaching materials are highly valid and suitable for classroom use, although minor revisions are required to enhance the overall quality and completeness of the textbook. PENDAHULUAN Pemerintah telah menyediakan bahan ajar untuk digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya bahan ajar, akan memudahkan proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu. Salah satu jenis bahan ajar adalah buku teks. Buku teks merupakan hasil analisis kurikulum yang dijabarkan menjadi materi ajar dan dapat digunakan untuk proses belajar. Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat itu sendiri. Salah satu upaya internalisasi nilai-nilai kearifan lokal adalah dengan cara merancang, membuat, dan mengembangkan bahan ajar berbasis nilai kearifan lokal. Jika melihat kenyataan, khususnya di kota Cirebon, bahan ajar atau buku teks yang ada saat ini belum mengungkapkan kelokalan yang merupakan kekayaan daerah. Hal itu berarti bahwa bahan ajar yang berbasis kearifan lokal masih sangat terbatas. Tujuan Nadya Laraswati1, dkk. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. penelitian ini yakni: . mendeskripsikan rancangan bahan ajar penunjang berdasarkan analisis kebutuhan siswa dan mendeskripsikan hasil implementasi bahan ajar materi legenda untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Prastowo . 4: . menjelaskan bahwa bahan ajar merupakan segala bahan . nformasi, alat, tek. yang disajikan secara sistematis, yang menampilkan bagian utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelahaan pelaksanaan pembelajaran. Kurniasih dan Sani . 4: . menjeniskan bahan ajar menjadi tiga yaitu buku ajar, modul, dan handout. Abidin . 4: . berpendapat bahwa bahan ajar memiliki tiga fungsi yaitu, . pedoman bagi guru dalam proses pembelajaran yang juga sebagai substansi kompetensi yang diajarkan kepada siswa, . pedoman bagi siswa dalam proses pembelajaran sekaligus merupakan substansi kompetensi yang dipelajari atau dikuasainya, dan . sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran. Lestari . 3: . menyatakan bahwa karakteristik bahan ajar terdiri dari . petunjuk belajar . etunjuk guru dan sisw. kompetensi yang akan dicapai. informasi pendukung. latihan-latihan. petunjuk kerja, dapat berupa lembar kerja (LK). Lestari . 3: . menyatakan bahwa buku berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis yang disusun menggunakan bahasa sederhana dan menarik yang dilengkapi gambar, keterangan, isi buku, dan daftar pustaka. Karakteristik buku teks menurut Majid . 3: . buku yang ditulis menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti. disajikan secara menarik dan dilengkapi gambar dan keterangnnya-keteranganya. isi buku menggambarkan sesuatu yang sesuai dengan ide penulisannya. Ashby (Sitepu, 2012: . mengungkapkan bahwa fungsi utama buku adalah sebagai media informasi dalam bentuk cetakan maupun dalam bentuk elektronik memberikan pengaruh besar pada proses belajar sehingga menimbulkan revolusi dalam pendidikan. Sitepu . 2: . mengungkapkan bahwa buku teks terbagi atas empat jenis yakni: . buku teks pelajaran, . buku panduan guru, . buku pengayaan, dan . buku referensi. Akbar . menjelaskan langkah menyusun buku teks yaitu mengidentifikasi masalah pembelajaran yang terjadi di kelas, melakukan analisis kurikulum, menyusun draft buku ajar berdasarkan teoretik, validasi ahli, dan menggunakan instrumen validasi, merevisi draft buku ajar berdasarkan validasi ahli sehingga hasilnya jauh lebih baik dan sesuai teori. Sugiarto . 5: . mengartikan legenda merupakan dongeng yang berhubungan dengan peristiwa sejarah atau kejadian alam yang bercampur dengan unsur-unsur fantasi. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Nadya Laraswati1, dkk . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Ciri-ciri legenda menurut Danandjaja (Prosiding, 2016: . penyebaran dan pewarisannya dilakukan secara lisan, . bersifat tradisional, . disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau standar, . terdapat dalam berbagai versi . bersifat anonim, . memilik bentuk berumus atau berpola, . kegunaan dalam kehidupan bersama atau kolektif, . bersifat prologis . menjadi milik bersama dari suatu kolektif tertentu, . bersifat polos dan lugu sehingga sering terlihat kasar atau terlalu spontan. Legenda dapat dijeniskan menjadi lima yaitu keagamaan, alam gaib, tempat, peristiwa, dan tokoh. Teks legenda menurut Kemendikbud . 4: . disusun dengan empat struktur yaitu orientasi komplikasi resolusi Kemendikbud . 4: 223-. menjelaskan unsur kebahasaan teks legenda, yaitu pilihan kata yang mudah dimengerti, menggunakan sinonim dan antonim, kalimat langsung dan kalimat tidak langsung, kata seru, mengelompokkan kata sambung dan kata depan, konjungsi, kata sandang, kata keterangan tempat dan waktu yang dirangkai dengan kata Priyatni, dkk . 7: . menjelaskan bahwa dalam menceritakan kembali isi legenda terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan. Berikut penjelasannya. Menyusun peta isi teks legenda dengan cara memilih satu teks legenda, dibaca dengan saksama, kemudian menyusun peristiwa yang terjadi pada teks legenda tersebut. Merancang cara penyajian dari tiap-tiap peristiwa dengan menambah media untuk memperjelas penceritaan dan menarik perhatian para pendengar, kemudian menceritakan kembali teks legenda yag telah dipilih sesuai dengan peristiwa dan rancangan penyajian yang sudah disusun. Memerankan isi legenda yaitu memerankan tokoh tertentu pada cerita dengan ucapan yang tepat. Agar dapat memerankan isi legenda dengan baik. Pratiwi . 4: . berpendapat langkah-langkah yang akan dilakukan. Berikut langkah-langkahnya memilih naskah drama sesuai dengan tujuan pemetasan, melakukan interprestasi naskah drama . nit motivasional, tema naskah, karakter tokoh, latar, ds. , memilih pemain melalui pemilihan peran, membentuk tim artistik, menentukan tema pementasan, menyusun daftar inventaris panggung dan desainnya, dan melakukan latihan bersama aktor. Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat itu sendiri. Baedowi . 5: . bahwa kearifan lokal berasal dari dua kata yaitu kearifan . yang berarti sifat yang melekat pada karakter seseorang yang arif dan bijaksana dan lokal . adalah kondisi setiap tempat. Wagiran . 1: . menjeniskan kearifan lokal menjadi dua yaitu . gagasan, pemikiran, akal budi yang bersifat abstrak mencakup pengetahuan, pandangan, nilai serta praktek-praktek dari sebuah Nadya Laraswati1, dkk. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. komunitas yang diperoleh dari generasi-generasi sebelumnya dan masa kini dari komunitas tersebut, . kearifan lokal yang berupa hal-hal konkrit, dapat dilihat yaitu benda-benda artefak, yang menghiasi hidup manusia, dan bermakna simbolik. Penilaian buku teks menggunakan pendapat Kurniasih dan Sani . 4: 73-. dalam menilai buku teks terdapat empat komponen yaitu kelayakan isi, kebahasaan, sajian, dan METODE Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Alasan menggunakan penelitian kualitatif adalah peneliti sebagai instrumen penting. Maka dari itu, peneliti mengumpulkan data sendiri dengan mempelajari dokumen-dokumen, mengamati perilaku, dan mewawancarai para partisipan dengan tujuan agar data yang diperoleh berdasarkan kebutuhan bahan ajar. Validasi bahan ajar dan implementasi bahan ajar dapat dideskripsikan dan dianalisis secara mendalam. Data dalam penelitian ini terdiri atas dua data. Pertama, data yang diperoleh berupa skor penilaian uji validasi bahan ajar dan implementasi bahan ajar teks legenda yang berorientasi kearifan lokal untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Sumber data dari penelitian ini terdiri atas dua sumber data, yaitu dosen, guru, dan siswa. Menurut Sugiyono . 2: . teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Dari berbagai macam teknik pengumpulan data, maka dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan triangulasi. Angket yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket validasi untuk menilai kelayakan buku teks yang telah disusun dan respons siswa terhadap buku teks yang telah disusun. Triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang menggabungkan berbagai data dan sumber data yang telah ada. Dalam pengumpulan data secara triangulasi peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Analisis data kualitatif menurut Sugiono . 2: . bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Nadya Laraswati1, dkk . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. hubungan tertentu atau menjadi hipotesis. Analisis data penelitian kualitatif dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dikaji dimulai sejak sebelum peneliti memasuki lapangan, dilanjutkan pada saat peneliti berada di lapangan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh. Kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. Peneliti menggunakan teknik triangulasi untuk menganalisis data dan mengecek keabsahan data saat implementasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiono . 2: . apabila peneliti mengumpulkan data dengan teknik triangulasi, maka sebanarnya peneliti pun dapat mengecek kredibilitas data. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data. Pada penelitian ini, dari ketiga macam triangulasi tersebut, peneliti hanya menggunakan triangulasi teknik. Triangulasi teknik digunakan untuk menguji kredibilitas dengan cara mengecek pada sumber data yang sama dengan teknik yang Data yang diperoleh melalui angket, lalu dicek menggunakan wawancara, dokumentasi, atau observasi. Penimbang ahli dalam validasi kriteria buku teks legenda ialah para ahli yang terkait di bidangnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan validasi yang dilakukan oleh para ahli tersebuttidak dibatasi waktu. Peneliti memilih ahli dalam menimbang buku teks legenda karena mereka memiliki kemampuan yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dalam menilai kriteria yang diberikan oleh peneliti. Deskripsi data yang dibahas terdiri dari . aspek materi, . aspek penyajian materi, . aspek bahasa dan keterbacaan, . aspek kegrafikaan, . aspek kearifan lokal. Berikut ini deskripsi data hasil validasi dosen ahli dan guru bahasa Indonesia. Setelah melakukan validasi terhadap bahan ajar yang dibuat, validator memberikan masukan atau saran untuk perbaikan bahan ajar yang akan Berikut penjelasannya, bapak Mudofar M. Pd. memberikan saran Nadya Laraswati1, dkk. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. jenis font diseragamkan, perhatikan penggunaan warna teks . arna teks kurang begitu jela. , tampilan buku teks harus didesain semenarik mungkin, dan diperhatikan penulisan naskah drama. Ibu Hesti Muliawati S. Pd. memberi masukan dan saran yaitu buku sudah sesuai antara materi dengan ki dan kd, tetapi sekilas jelaskan terlebih dahulu pengertian legenda karena tidak semua siswa memahaminya, dalam penulisan naskah drama, perhatikan kalimat langsung dan tidak langsung, sertakan juga intonasi dan tanda baca yang jelas, unsur grafika sudah sesuai, dan perhatikan cara menulis rujukan dalam daftar pustaka. Ibu Gita Rhoma Dani S. Pd memberikan masukan atau saran yaitu buku sudah didesain menarik, akan tetapi tambahkan gambar Cirebon tempo dulu agar lebih mencerminkan tentang kota Cirebon. Titin Suharti S. Pd. Untuk tingkat SMP pada teks legenda kurangi penggunaan istilah kebahasaan, lebih baik gunakan pengertiannya saja agar siswa mudah memahami kata tersebut, menumbuhkan minat baca siswa karena buku disajikan berwarna, gambar pada teks legenda sebaiknya ditempatkan di tengah cerita, jangan diakhir cerita. Implementasi dilakukan di MTs Negeri 1 Cirebon. Saat kegiatan implementasi, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner, wawancara, dan observasi kegiatan siswa di kelas. Implementasi yang dilakukan dengan cara melakukan proses pembelajaran di kelas. Setelah itu, siswa diminta untuk mengerjakan latihan pada buku teks secara berkelompok. Setelah melakukan proses pembelajaran . selesai, kemudian siswa diberikan kuesioner untuk memberi tanggapan atas bahan ajar yang dibuat. Peneliti memilih tiga subjek siswa dan guru bahasa Indonesia untuk diwawancarai terkait bahan ajar yang dibuat setelah Wawancara dilakukan oleh tiga siswa yaitu subjek 1 (Sanim. , subjek 2 (Fitri Nurjana. , dan subjek 3 (M. Iskandar Dzulkarnae. dengan maksud untuk menambah data hasil implementasi bahan ajar teks legenda yang berorientasi pada kearifan lokal untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Ketiga subjek tersebut dapat mewakili seluruh siswa p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Nadya Laraswati1, dkk . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. di kelas VII A. Jawaban yang diberikan siswa beragam sehingga dapat menjadi masukan kepada peneliti tentang kelebihan dan kekurangan bahan ajar yang disusun. Wawancara dilakukan dengan dengan guru bahasa Indonesia di MTs Negeri 1 Cirebon. Pertanyaan yang ditanyakan berkaitan dengan bahan ajar teks legenda dan jawaban yang diberikan oleh guru bersifat positif sehingga peneliti berharap bahan ajar yang disusun dapat dijadikan alternatif pembelajaran materi teks legenda. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivtas siswa saat mempelajari materi Observasi dilakukan oleh rekan peneliti. Observer mengobservasi kegiatan siswa selama proses implementasi. Observer yang mengamati kegiatan siswa di kelas adalah mahasiswa Unswagati bernama Cindy Pradytha Diputri. Observasi dilakukan pada hari kamis, 26 Oktober 2017di MTs Negeri 1 Cirebon kelas VII A. Kompetensi dasar yang diajarkan kepada siswa yaitu menceritakan kembali isi legenda daerah yang dibaca/didengar. Hasil observasi kegiatan siswa dipaparkan sebagai berikut ini. Peneliti melakukan dokumentasi pelaksanaan kegiatan implementasi melalui foto atau gambar, sebagai bukti fisik pelaksanaan penelitian. Berikut dokumentasinya. Validasi gabungan ini digunakan untuk memperoleh kesimpulan yang lebih akurat dan mantap melalui hasil analisis deskriptif. Validasi gabungan ini merupakan hasil validasi yang diperoleh dari dosen, guru, dan tanggapan siswa. Berikut ini hasil yang diperoleh dari ketiga tersebut. Hasil penjumlahan tersebut diperoleh nilai 91,2%, 96,8%, 92,8% diperoleh sejumlah 280,8 dibagi 3 = nilai gabungan menjadi 93,6 dari hasil angket validasi dosen, guru dan angket tanggapan siswa terhadap Bahan Ajar Teks Legenda yang Berorientasi pada Kearifan Lokal untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs. Kriteria tersebut berdasarkan nilai yang diperoleh menunjukan kelayakan sangat valid. Buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana, serta menyajikan legenda yang berasal dari kota Cirebon sehingga mudah dipahami oleh siswa. Buku teks pelajaran ini menjelaskn materi tentang legenda yang berasal dari kota Cirebon. Legenda pada buku teks berisi legenda yang mengandung pesan moral yang dapat dijadikan bekal kehidupan siswa kelak. Sistematika buku teks pelajaran ini lengkap meliputi sampul buku yang berisi judul dan pengarang, kata pengantar, daftar isi. Nadya Laraswati1, dkk. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. petunjuk menggunakan buku tersebut, peta konsep. Bagian isi memuat bagian pendahuluan berisi materi yang dibahas dalam teks secara umum. Materi-materi disajikan bagian demi bagian. Rangkuman berada setiap akhir bab, rangkuman berisi ringkasan materi pada bab tersebut yang bertujuan untuk membantu pembaca dalam menguasai materi. Ilustrasi berupa gambar sebagai pelengkap yang memperjelas uraian materi. Latihan berisi tugas berguna untuk membantu pembaca mengukur kemampuan memahami isi materi. Bagian pendukung terdiri dari glosarium, daftar pusaka dan profil penulis. Buku ini mempunyai kelebihan dalam gaya bahasa yang sangat mudah untuk dipahami, memiliki sampul buku yang sangat menarik, dan juga terdapat berbagai macam gambar-gambar visual yang menggambarkan materi-materi yang disampaikan sehingga dapat membuat para pembaca semakin paham. SIMPULAN Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis data penelitian yang telah dipaparkan pada bab IV, dapat dikemukakan simpulan yang berkaitan dengan Bahan Ajar Teks Legenda yang Berorientasi pada Kearifan Lokal untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs yaitu Bahan Ajar Teks Legenda yang Berorientasi pada Kearifan Lokal untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs dirancang dalam bentuk buku teks. Buku teks yang disusun hanya terdiri dari dua kompetensi dasar yaitu menceritakan kembali isi legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar dan memerankan isi teks legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar. Bahan ajar yang disusun meliputi lima aspek yaitu . aspek materi, . aspek penyajian materi, . aspek bahasa dan keterbacaan, . aspek kegrafikaan, . aspek kearifan lokal. Nilai rata-rata yang diperoleh setelah melakukan uji validasi oleh dua dosen ahli dan dua guru bahasa Indonesia dan respons siswa. Rata-rata nilai yang didapat yaitu dosen 91,2%, guru 96,8%, dan tanggapan siswa 92,8%. Validasi gabungan ini memperoleh nilai 93,6%. Kriteria tersebut berdasarkan nilai yang diperoleh menunjukan kelayakan sangat valid dan layak digunakan dalam Perbaikan dilakukan terhadap bahan ajar teks legenda antara lain pada sampul depan mengalami perubahan pada ukuran nama dan npm penulis, sebelum perbaikan nama dan npm penulis terlalu besar. Setelah perbaikan, nama dan npm lebih kecil, sampul belakang pada buku teks, sebelum perbaikan hanya berisi pengertian legenda dan tulisan buku teks legenda untuk siswa kelas VII SMP/MTs setelah perbaikan ditambahkan gambar Cirebon tempo dulu. Penyajian teks mengalami penambahan atau perubahan. Pada awal buku teks p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Nadya Laraswati1, dkk . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. mengenai teks legenda berasal dari Cirebon sebelumnya itu menggunakan teks legenda yang bersumber dari Wikipedia, setelah mengalami perubahan kemudian teks legenda diganti dengan legenda yang bersumber pada buku yang berjudul Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi. Seni. Dan Sejarah. Jenis tulisan yang sebelumnya pada teks legenda itu berbedabeda setelah melakukan revisi menggunakan jenis tulisan yang sama yaitu dengan jenis tulisan Goudy Old Style. Perubahan tata letak gambar, sebelum perbaikan letak gambar terletak di bawah teks kemudian setelah melakukan perbaikan letak gambar dipindah ke tengah teks. Penulisan daftar pustaka juga mengalami perubahan, sebelumnya penulisan daftar pustaka yang diambil pada internet hanya menuliskan nama websitenya saja, setelah melakukan perbaikan disertakan nama pengarang, tahun, judul artikel, alamat website dan tanggal mengakses website tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik gagasan dan tindakan, maupun doa dan motivasi kepada penulis sehingga artikel dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. REFERENSI Abidin. Yunus. Desain Sistem Pembelajaran. Bandung: PT. Refrika Aditama. Akbar. Sadun. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT. Rosdakarya. Baedowi. Ahmad. Calak Edu 4: Esai-esai Pendidikan 2012-2014. Tanggerang: PT. Pustaka