Penerapan Metode Bernyanyi untuk Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Reseptif dan Produktif Anak Kelas B di RA Al - Husainiyah Eka Qomariah*1. Indriana Warih Windasari2. Agustiarini Eka Dheasari3 1,2,3 Institut Ahmad Dahlan Probolinggo e-mail: *1qomariaheka5882@gmail. com, 2indrianawarih@gmail. agustiariniedheasari@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bernyanyi dalam meningkatkan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif anak kelas B di RA Al-Husainiyah. Penelitian menggunakan desain preexperimental model One Group PretestAePosttest dengan empat pertemuan, yaitu pretest, dua kali perlakuan melalui kegiatan bernyanyi, dan posttest. Subjek penelitian berjumlah 26 anak dengan teknik sampling jenuh. Hasil pretest menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak masih rendah, ditandai dengan kesulitan memahami instruksi, kurang fokus menyimak, terbatasnya kosakata, serta rendahnya keberanian berbicara. Setelah dua kali perlakuan, terjadi peningkatan yang signifikan. Nilai posttest menunjukkan 85% anak telah memenuhi indikator kemampuan berbahasa, meningkat dari 30% pada Anak tampak lebih mampu mengikuti instruksi, memahami isi lagu, mengucapkan kosakata baru, serta lebih percaya diri dalam berbicara dan mengulang kalimat sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa reseptif dan produktif anak usia dini. Kata kunci: metode bernyanyi. bahasa reseptif. bahasa produktif. usia dini JOECES Journal of Early Childhood Education Studies Volume 5. Nomor 2 . Penerapan Metode Bernyanyi Abstract This research aims to determine the effectiveness of singing methods in improving the receptive and productive language skills of children in class B at RA Al-Husainiyah. The research used a pre-experimental One Group PretestAePosttest model with four meetings, namely a pretest, two treatments through singing activities, and a posttest. There were 26 children in the study, using a saturated sampling technique. The pretest results showed that the children's language skills were still low, as indicated by their difficulty in understanding instructions, lack of focus in listening, limited vocabulary, and low confidence in speaking. After two treatments, there was a significant The posttest scores showed that 85% of the children had met the language proficiency indicators, an increase from 30% in the pretest. The children appeared to be better able to follow instructions, understand the content of songs, pronounce new vocabulary, and be more confident in speaking and repeating simple sentences. These findings indicate that the singing method is effective as a fun and interactive learning strategy to improve the receptive and productive language skills of early childhood. Keywords: singing methods. receptive language. productive language. early childhood PENDAHULUAN Masa kanak-kanak dikenal sebagai golden age, yaitu masa keemasan yang menjadi periode paling tepat untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, termasuk keterampilan berbahasa (Masitoh, 2. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan anak, karena melalui bahasa anak dapat mengekspresikan perasaan, pikiran, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya (Martini Jamaris, 2. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan sejak usia merupakan fondasi penting bagi keberhasilan anak dalam belajar dan berkomunikasi di masa JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al Menurut Badan Standar. Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset(Setiani & Rochmiyati, 2. , keterampilan berbahasa dibedakan menjadi dua, yaitu keterampilan berbahasa reseptif dan keterampilan berbahasa produktif. Keterampilan reseptif bersifat menerima informasi yang mencakup kegiatan menyimak, membaca, dan memirsa, sedangkan keterampilan produktif bersifat memberikan informasi melalui kegiatan berbicara Kedua dikembangkan secara seimbang sejak usia dini agar anak mampu memahami sekaligus menyampaikan informasi secara efektif. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 merupakan upaya strategis dalam memberikan stimulasi yang tepat pada masa tumbuh kembang anak, termasuk dalam aspek bahasa. Pada usia 4Ae6 tahun, anak berada dalam fase penting untuk mengembangkan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif secara seimbang (Takdiroatun Musfiroh, 2. Anak mulai memahami instruksi sederhana, menyimak cerita, serta berani berbicara dan menyampaikan ide atau Namun, perkembangan kedua jenis keterampilan ini belum tentu terjadi secara optimal apabila tidak didukung oleh metode pembelajaran yang sesuai. Berdasarkan hasil observasi di kelas B RA Al-Husainiyah, ditemukan bahwa keterampilan berbahasa reseptif dan produktif anak masih tergolong rendah. Beberapa anak mengalami kesulitan dalam 374 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi memahami instruksi guru, menyimak cerita dengan baik, serta belum mampu menyusun kalimat atau mengungkapkan gagasan secara jelas. Perbendaharaan kata yang terbatas juga membuat mereka kurang aktif dalam berkomunikasi, baik dengan guru maupun teman sebaya. Kondisi ini menunjukkan bahwa stimulasi terhadap keterampilan bahasa anak belum optimal. Salah satu penyebab dari permasalahan ini adalah penggunaan metode pembelajaran yang monoton. Metode seperti ceramah sering kali membuat anak merasa bosan dan kesulitan memahami materi yang disampaikan(Adimsyah et al. , 2023. Hakim & Saryulis, 2023. Saguni, 2. Hal menegaskan pentingnya pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif agar anak tetap terlibat secara aktif dalam proses belajar. (Hidayah & Abidin, 2. juga menyatakan bahwa anak akan lebih antusias dalam belajar ketika proses pembelajaran disajikan secara menarik dan sesuai dengan dunia mereka. Salah satu metode yang diyakini mampu mendukung pengembangan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif adalah metode Melalui kegiatan bernyanyi, anak tidak hanya menyimak lirik lagu . elatih kemampuan resepti. , tetapi juga mengucapkan kata dan kalimat dengan ekspresi lisan . elatih kemampuan Lagu-lagu anak yang sesuai dengan usia dan tema pembelajaran dapat membantu memperkaya kosakata, meningkatkan pemahaman bahasa, serta membangun kepercayaan diri anak dalam berbicara ( Suryaningsih dalam Permatasari et al. , 2019. Honig dalam Mukhtar, 2. Selain itu, metode ini juga fleksibel, sederhana. JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al menyenangkan, dan mudah diterapkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran (Muliawan, 45 C. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan metode bernyanyi sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif anak kelas B di RA Al-Husainiyah, agar perkembangan bahasa anak dapat berjalan lebih optimal dan menyeluruh. KAJIAN PUSTAKA Bernyanyi Pengertian bernyanyi (Rismayana, 2. mengungkapkan bahwa bernyanyi adalah kegiatan mengeluarkan suara dengan teratur dan berirama, baik dilakukan dengan iringan musik maupun tanpa iringan Pendapat ini menekankan bahwa aktivitas bernyanyi tidak selalu bergantung pada alat musik, melainkan pada keteraturan dan keharmonisan suara yang dihasilkan. Senada dengan itu,(Sinaga, 2. menjelaskan bahwa bernyanyi merupakan serangkaian aktivitas atas ungkapan yang diekspresikan melalui melodi dalam sebuah nyanyian. Hal ini menunjukkan bahwa dituangkan melalui nada dan melodi. Sementara itu, (Fatmawati et al. , 2. menyebutkan bahwa bernyanyi adalah salah satu teknik atau cara untuk menyampaikan kesan dan pesan melalui 376 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi syair, yang biasanya disesuaikan dengan materi-materi yang akan Berdasarkan ketiga pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa bernyanyi merupakan suatu kegiatan vokal yang dilakukan secara teratur dan berirama, serta mengandung unsur ekspresi dan Bernyanyi tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan nilai pembelajaran, khususnya bagi anak-anak. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, bernyanyi menjadi metode yang efektif karena mampu menggabungkan aspek bahasa, emosi, dan daya ingat dalam suasana yang menyenangkan dan mudah dipahami anak. Manfaat bernyanyi bagi anak usia dini Menurut (Tarlam Komarudin, 2. ,bernyanyi memiliki berbagai manfaat penting yang dapat menunjang perkembangan anak usia dini, baik dari segi fisik, psikis, sosial, maupun kognitif. Bernyanyi merupakan aktivitas aerobik yang dapat meningkatkan fungsi pernapasan dan jantung, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan keterampilan komunikasi anak. Selain itu, aktivitas ini juga mampu mengoptimalkan fungsi neurologis karena melibatkan banyak jaringan otak yang berkaitan dengan aspek musik, bahasa, motorik halus, citra visual, dan emosi. Melalui kegiatan bernyanyi, anak juga dapat mempererat ikatan perasaan dengan orang-orang di sekitarnya, keterampilan bahasa melalui perbendaharaan kosakata dan JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al pelafalan yang benar, serta mendorong tumbuhnya rasa percaya Sejalan dengan itu, (Anwar 2. menjelaskan bahwa dengan bernyanyi, potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan sehingga pesan-pesan yang diberikan akan lebih lama mengendap dalam memori anak sebagai ingatan jangka panjang. (Hanum & Yuwono, 2. juga menyatakan bahwa kegiatan bernyanyi mampu mengoptimalkan fungsi otak kanan yang bertugas menyimpan pesan-pesan dan input dari luar ke dalam memori jangka panjang anak. Berdasarkan ketiga pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bernyanyi tidak hanya bermanfaat untuk perkembangan aspek fisik dan emosional anak, tetapi juga memainkan peran penting dalam penguatan fungsi otak, terutama dalam hal penyimpanan memori jangka panjang. Oleh karena itu, bernyanyi merupakan metode yang efektif dan menyenangkan dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berbahasa, daya ingat, dan rasa percaya diri mereka. Metode bernyanyi Metode bernyanyi adalah salah satu cara mengajar yang memanfaatkan lirik lagu untuk menyampaikan materi pelajaran. Lirik-lirik tersebut biasanya dibuat sesuai dengan topik yang (Ulfa Dalam pembelajaran, metode bernyanyi juga dipahami sebagai suatu 378 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi pendekatan yang sistematis dengan menjadikan lagu sebagai inti dari proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Ridwan & Awaluddin, 2. Lebih lanjut, menurut (Murni & Hente, 2. , metode bernyanyi mampu mengembangkan kemampuan bahasa anak karena melalui lagu, anak memperoleh kosakata baru, terbiasa berbicara dalam bahasa Indonesia, mampu bersosialisasi dengan teman sebaya, serta dapat mengekspresikan perasaan dengan lebih percaya diri. Melihat berbagai pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode bernyanyi tidak hanya menyampaikan materi dengan cara yang menarik, tetapi juga berfungsi sebagai strategi yang efektif dalam menumbuhkan kemampuan bahasa anak. Lagu-lagu yang disesuaikan dengan topik pelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong anak untuk berkembang secara verbal, sosial, dan Dengan demikian, penerapan metode bernyanyi sangat relevan dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya untuk Bernyanyi untuk anak usia dini Anak usia dini sangat menyukai aktivitas bernyanyi karena melalui bernyanyi mereka dapat mengekspresikan diri secara bebas, baik dari segi volume suara maupun ketepatan pengucapan kata-kata (Nikmah, 2. Oleh karena itu, bernyanyi menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Agar kegiatan JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al bernyanyi berjalan dengan optimal, penting untuk memahami karakteristik lagu yang sesuai serta metode bernyanyi yang tepat untuk anak pada tahap perkembangan ini. Menurut Swanson, lagu yang baik untuk anak usia dini adalah lagu yang memiliki melodi sederhana, mudah diingat, memiliki ritme yang jelas, dan mampu menarik perhatian anak (Nursalsabila, 2. Lagu anak umumnya memiliki pesan dan struktur irama yang mudah dipahami, dengan teks lagu yang menggunakan kata-kata yang diulang agar mudah diingat, serta melodi yang sesuai dengan jangkauan vokal anak (Rahmi dkk. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik lagu dan metode bernyanyi yang sesuai berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang positif serta menunjang perkembangan berbagai aspek pada anak usia Keterampilan Berbahasa Bahasa berfungsi sebagai perantara dalam berbagai interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia, baik dalam situasi formal maupun informal, serta dalam berbagi ide dan pengetahuan (Nazihah & Mujiyanto, 2. Dalam hal ini, kemampuan berbahasa anak sangat penting karena mendasari kemampuan mereka untuk membangun hubungan sosial yang efektif, serta mendukung perkembangan kognitif dan berbagai keterampilan pembelajaran lainnya. 380 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi Kemajuan dalam kemampuan berbahasa sangat penting bagi kehidupan sosial individu, karena bahasa memungkinkan mereka untuk menyampaikan pendapat, keinginan, dan perspektif mereka. Seperti yang dikatakan oleh (Rita, 2. , "Kemampuan berbahasa yang baik memungkinkan individu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif, yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keterampilan berbahasa mencakup dua aspek penting, yaitu keterampilan reseptif dan produktif. Kemampuan bahasa reseptif merupakan keterampilan seseorang dalam memahami dan menerima informasi yang disampaikan dalam bentuk bahasa, baik secara lisan maupun tertulis (Sanulita et al. , 2. Bahasa reseptif mencakup pemahaman terhadap kata-kata dan makna yang diperoleh melalui aktivitas sehari-hari (Khosibah & Dimyati. Dalam konteks anak usia dini, kemampuan ini menjadi bagian penting dari perkembangan berbahasa. Hal ini juga ditegaskan dalam Permendikbud No. 137 Tahun 2014, yang menyebutkan bahwa lingkup perkembangan bahasa reseptif pada anak meliputi beberapa kemampuan, yaitu memahami beberapa perintah secara bersamaan, mengulang kalimat yang lebih kompleks, memahami aturan dalam suatu permainan, serta menunjukkan ketertarikan dan penghargaan terhadap bacaan (Permendikbud, 2. Sementara itu. Keterampilan berbahasa menghasilkan serta menyampaikan informasi melalui bahasa secara aktif. (SaAodiatunnisah & Intiana 2. menyatakan bahwa JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al keterampilan berbicara dan menulis termasuk dalam bahasa Pernyataan ini diperkuat oleh (Sanulita et al. , 2. yang menjelaskan bahwa keterampilan berbahasa produktif merupakan kemampuan individu untuk menyampaikan ide atau informasi melalui bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Kedua keterampilan tersebut berkembang secara bertahap Proses dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan, pola interaksi sosial, serta yang digunakan. Dengan kemampuan berbahasa yang berkembang dengan baik pada anak tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai dasar bagi perkembangan sosial, kognitif, dan emosional mereka, yang akan mempengaruhi interaksi mereka dengan dunia sekitar. Keterampilan berbahasa anak usia dini Keterampilan berbahasa reseptif Kemampuan bahasa reseptif merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini karena berkaitan dengan bagaimana anak menerima dan memahami bahasa dari Menurut Levey dalam (Adini, 2. , bahasa reseptif terdiri dari keterampilan anak dalam mendengarkan. Hal ini menunjukkan bahwa mendengarkan merupakan dasar utama dari kemampuan bahasa reseptif. Anak yang terampil 382 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi dalam mendengarkan akan lebih mudah memahami informasi yang disampaikan, baik oleh orang dewasa maupun teman sebaya, serta mampu menyimak dan menangkap makna dari pesan yang didengar. Selanjutnya. Dhieni dalam (Khasanah, 2. menyatakan bahwa terdapat dua komponen kemampuan bahasa reseptif, yaitu menyimak dan membaca. Pendapat ini memperluas pengertian bahasa reseptif, karena selain mendengarkan, anak juga mulai menunjukkan ketertarikan terhadap simbol-simbol visual seperti huruf dan gambar, yang merupakan dasar dari kemampuan membaca. Meskipun anak usia dini belum dapat membaca secara lancar, proses menyimak cerita yang dibacakan dan melihat ilustrasi dapat membantu memperkuat pemahaman mereka terhadap bahasa secara keseluruhan. Lebih lanjut, berdasarkan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014, kemampuan bahasa reseptif anak usia dini mencakup beberapa aspek, antara lain memahami dua perintah yang diberikan bersamaan, menyimak perkataan orang lain, memahami cerita yang dibacakan, mengenal perbendaharaan kata terutama kata sifat seperti nakal, pelit, baik hati, berani, baik, dan jelek, mendengarkan serta membedakan bunyibunyian dalam Bahasa Indonesia, mengulang kalimat yang lebih kompleks, serta memahami aturan dalam suatu Indikator-indikator kemampuan bahasa reseptif melibatkan berbagai proses mental yang kompleks, yang memungkinkan anak untuk menangkap. JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al memahami, dan merespon bahasa secara tepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini mencakup berbagai keterampilan dasar dalam memahami bahasa lisan dan tulisan, yang komunikasi dan proses belajar anak secara menyeluruh Keterampilan berbahasa produktif Kemampuan bahasa produktif merupakan bagian penting dari perkembangan bahasa anak usia dini, karena berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran, perasaan, dan keinginannya secara aktif. Menurut (Amalia, 2. , kegiatan menulis dan berbicara termasuk dalam kategori bahasa produktif. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa produktif tidak hanya terbatas pada komunikasi lisan, tetapi juga mencakup kemampuan anak dalam menuangkan ide melalui simbol tertulis, meskipun pada tahap usia dini kegiatan menulis masih dalam bentuk awal seperti coretan atau gambar Selanjutnya, (Ningsih et al. , 2. menyebutkan bahwa kemampuan bahasa produktif pada anak usia dini dapat diidentifikasi melalui indikator-indikator awal, seperti anak mulai menyatakan keinginan dengan mengucapkan kalimat sederhana, serta mulai menceritakan pengalaman yang dialami dengan cerita sederhana. Indikator tersebut menunjukkan 384 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi bahwa anak mulai mampu menggunakan bahasa secara aktif untuk menyampaikan kebutuhan dan pengalaman secara lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Sementara itu, (W. Anggraini, 2. menjelaskan melakukan output bahasa untuk mengungkapkan ide-ide, pemikirannya, dan perasaannya, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Artinya, bahasa produktif tidak hanya terlihat ketika anak berbicara atau menulis, tetapi juga saat mereka menyampaikan pesan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, atau simbol visual lainnya. Melalui kemampuan ini, anak dapat menunjukkan pemahaman, membentuk interaksi sosial, serta melatih keberanian untuk berkomunikasi di berbagai situasi. Dengan demikian, kemampuan bahasa produktif pada anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan komunikasi, ekspresi diri, dan interaksi sosial anak secara menyeluruh, baik secara verbal maupun nonverbal Faktor Ae faktor yang mempengaruhi keterampilan berbahasa Perkembangan keterampilan berbahasa anak usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Menurut (Martina, 2. , terdapat dua faktor utama yang memengaruhi kemampuan berbahasa anak, yaitu faktor internal dan faktor Faktor internal mencakup kondisi dalam diri anak JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al seperti kesiapan fisiologis dan psikis. Contohnya adalah kelainan organ bicara seperti lidah pendek, gangguan pada rahang dan gigi, serta gangguan pendengaran yang dapat menghambat anak dalam mengeluarkan atau meniru bunyi bahasa secara optimal. Sementara itu, faktor eksternal berasal dari lingkungan sekitar anak yang dapat perkembangan bahasa, baik secara langsung maupun tidak Salah satu pandangan yang memperkuat pentingnya faktor eksternal datang dari Vygotsky dalam (Fitriana & Yusuf, 2. , yang menjelaskan bahwa interaksi sosial memiliki peran kunci dalam perkembangan bahasa anak. Melalui konsep scaffolding dan Zone of Proximal Development (ZPD), ia anak-anak keterampilan yang lebih tinggi ketika dibimbing oleh orang dewasa atau teman sebaya yang lebih terampil. Bantuan yang diberikan secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan anak dapat mempercepat penguasaan bahasa yang sebelumnya belum dapat dicapai secara mandiri. Sejalan dengan itu, hasil penelitian (N. Anggraini, 2. menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam pengembangan bahasa anak turut menjadi faktor eksternal yang signifikan. Orang tua yang memberikan motivasi dan bimbingan secara konsistenAi melalui kegiatan seperti membaca bersama, mengajak berbicara, dan memberi stimulasi verbal yang positifAiakan mempercepat 386 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi perkembangan keterampilan berbahasa anak. Tidak hanya itu, pola asuh yang komunikatif dan lingkungan rumah yang kaya akan interaksi verbal juga terbukti efektif dalam mendorong anak untuk lebih aktif mengekspresikan diri. Dengan demikian, keterampilan berbahasa anak usia dini tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan bawaan dari dalam diri anak, tetapi juga sangat bergantung pada dukungan dan interaksi sosial di lingkungannya. Kolaborasi antara faktor internal dan eksternal inilah yang akan menciptakan fondasi bahasa yang kuat bagi anak dalam proses tumbuh kembangnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan model One Group PretestAePosttest. Desain ini digunakan untuk peningkatan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif anak kelas B RA Al-Husainiyah. Desain One Group PretestAePosttest melibatkan tiga tahapan yang saling berurutan, yaitu: Pretest (OCA) Pengukuran kemampuan awal berbahasa anak sebelum diberikan Perlakuan (X) Pembelajaran menggunakan metode bernyanyi untuk menstimulasi kemampuan berbahasa reseptif dan produktif. JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al Posttest (OCC) Pengukuran setelah perlakuan untuk melihat perubahan kemampuan anak. Skema desain: Keterangan: OCA = Pretest X = Perlakuan . etode bernyany. OCC = Posttest Subjek penelitian berjumlah 26 anak kelas B RA AlHusainiyah. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga seluruh anak dalam kelas dijadikan sampel penelitian. Pemilihan ini dilakukan karena seluruh populasi relevan untuk diteliti dan sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Tes Awal (Pretes. untuk mengukur kemampuan awal berbahasa reseptif dan Kemudian Tes Akhir (Posttes. untuk mengetahui peningkatan kemampuan setelah perlakuan. Teknik terakhir adalah observasi Selama Perlakuan untuk mencatat perilaku, respon, dan perkembangan bahasa anak selama kegiatan bernyanyi. Analisis data dilakukan melalui beberapa langkah berikut: Menghitung skor rata-rata pretest dan posttest untuk mengetahui perubahan kemampuan berbahasa anak. Menghitung nilai peningkatan . ain scor. menggunakan rumus: 388 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi Menginterpretasikan hasil berdasarkan besar kecilnya peningkatan skor, sehingga dapat diketahui efektivitas metode bernyanyi terhadap keterampilan berbahasa reseptif dan produktif anak. HASIL & PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian pre-eksperimen ini dilaksanakan dalam empat kali pertemuan dengan desain One Group PretestAePosttest. Pada pertemuan pertama dilaksanakan pretest, pertemuan kedua dan ketiga diberikan perlakuan . melalui metode bernyanyi, sedangkan pada pertemuan keempat dilakukan posttest. Berikut hasil lengkapnya. Hasil Pretest (Pertemuan . Pretest dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal keterampilan berbahasa reseptif dan produktif anak sebelum diberikan perlakuan metode bernyanyi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa anak masih berada pada kategori rendah. Temuan utama pada tahap pretest adalah sebagai Keterampilan Berbahasa Reseptif . Hanya sebagian kecil anak yang mampu memahami instruksi sederhana. Anak kurang fokus saat mendengarkan cerita atau JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al . Beberapa anak belum mampu menghubungkan gambar dengan instruksi lisan. Kemampuan memahami isi percakapan atau lirik sederhana masih terbatas. Ketera mpilan Berbahasa Produktif Tidak semua anak berani berbicara di depan temannya. Pelafalan kata masih kurang jelas. Anak kesulitan mengulang kalimat sederhana. Sebagian anak hanya menjawab dengan satu kata atau Secara keseluruhan, hasil pretest menunjukkan bahwa sekitar 30% anak memenuhi indikator kemampuan berbahasa sesuai yang ditargetkan. Temuan ini menjadi landasan penting bahwa anak membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan, salah satunya melalui Hasil Perlakuan (Pertemuan 2 dan . Pertemuan 2 Ai Perlakuan 1 (Lagu AuSi KancilA. Pada pertemuan kedua, anak mulai dikenalkan lagu AuSi KancilAy Hasil menunjukkan adanya perubahan positif, meskipun masih bersifat awal. 390 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi Perubahan yang terlihat: Anak . Anak menirukan lirik lagu meskipun masih terbatabata. Anak mulai mengenal kosakata baru dari lirik lagu seperti AukancilAy. AupetaniAy, dan AusawahAy. Anak mulai berani menjawab pertanyaan sederhana terkait isi lagu. Aktivitas bernyanyi membuat suasana kelas lebih hidup dan anak terlihat lebih rileks. Pertemuan 3 Ai Perlakuan 2 (Lagu AuCicak-Cicak di DindingA. Pada pertemuan ketiga, diberikan perlakuan lanjutan. Lagu AuCicak-Cicak di DindingAy dipilih karena sangat familiar bagi anak, sehingga lebih mudah diterapkan. Hasil perlakuan kedua menunjukkan: Anak . Anak mulai berani tampil individu menyanyikan satu baris lagu. Pelafalan lebih jelas daripada sebelumnya. Pengulangan lirik membuat anak lebih mudah mengingat kosakata. Anak mulai mampu menceritakan isi lagu dalam kalimat sederhana. JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al . Respons verbal meningkat dan lebih bervariasi. Setelah dua kali perlakuan, kemampuan anak semakin menunjukkan peningkatan, terutama dalam hal keberanian berbicara dan fokus mendengar. Hasil Posttest (Pertemuan . Posttest dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa reseptif dan produktif anak setelah dua kali perlakuan dengan metode bernyanyi. Hasil posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan nilai pretest. Keterampilan Berbahasa Reseptif . Sebagian besar anak mampu mengikuti instruksi guru tanpa banyak pengulangan. Anak mampu memahami isi cerita dan lagu yang . Anak mampu menunjuk gambar ata u benda sesuai . Konsentrasi anak saat mendengarkan meningkat tajam. Keterampilan Berbahasa Produktif . Anak berani berbicara di depan kelas saat menyanyikan lagu secara individu. Anak dapat menyebutkan kosakata baru dengan pelafalan lebih jelas. 392 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi . Anak mampu mengulang satu baris atau kalimat sederhana tanpa kesalahan berarti. Banyak anak sudah mampu menjawab pertanyaan lanjutan menggunakan kalimat sederhana. Secara keseluruhan, hasil posttest menunjukkan bahwa 85% anak telah memenuhi indikator kemampuan berbahasa reseptif dan produktif. Peningkatan dari 30% . menjadi 85% . menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi berpengaruh kuat terhadap kemampuan bahasa anak. Untuk memperjelas besarnya peningkatan tersebut secara kuantitatif, dilakukan perhitungan gain score sebagai berikut: Sehingga: Gain sebesar 55% ini menunjukkan adanya peningkatan diterapkannya metode bernyanyi. Pembahasan Perbandingan Hasil Pretest dan Posttest Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang sangat jelas antara kemampuan anak sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Pada tahap pretest, sebagian besar anak terlihat pasif, kurang percaya diri, serta kurang mampu memahami instruksi yang diberikan guru. Anak sering JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al memerlukan pengulangan instruksi dan menunjukkan respons yang tidak konsisten. Kondisi ini tercermin dari hasil pretest yang hanya mencapai 30%, menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa anak berada pada tingkat yang rendah. Setelah memperoleh dua kali perlakuan melalui metode bernyanyi, kemampuan anak mengalami perkembangan yang Anak mulai menunjukkan sikap lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran, lebih berani berbicara, dan mampu merespons instruksi dengan lebih cepat. Perubahan ini terlihat pada posttest yang meningkat menjadi 85%, mencerminkan peningkatan kemampuan berbahasa yang kuat. Perbandingan meningkatkan berbagai aspek kemampuan berbahasa, termasuk kemampuan menyimak, memahami instruksi, menyebutkan kosakata baru, keberanian berbicara, keakuratan pelafalan, serta kemampuan mengekspresikan gagasan. Pengulangan dalam lirik lagu membantu anak mengingat kata dan struktur kalimat dengan lebih baik, sedangkan ritme dan melodi lagu membuat anak lebih fokus selama pembelajaran. Hal ini pengalaman belajar yang menarik sehingga memperkuat kemampuan bahasa anak secara menyeluruh. Efektivitas Metode Bernyanyi terhadap Bahasa Reseptif 394 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi Metode bernyanyi terbukti memberikan dampak positif terhadap kemampuan bahasa reseptif anak. Selama kegiatan bernyanyi, anak mendengarkan lirik lagu yang disampaikan dengan pengulangan dan intonasi yang jelas. Pengulangan tersebut membantu anak lebih mudah memahami makna kata dan hubungan antar kalimat. Anak juga terlihat lebih fokus ketika kegiatan disampaikan dalam bentuk lagu, dibandingkan saat guru memberikan penjelasan secara langsung tanpa media suara dan ritme. Selain mendengarkan, anak juga melakukan gerakan yang sesuai dengan isi lagu, sehingga memperkuat pemahaman melalui kombinasi antara pendengaran, penglihatan, dan Kegiatan seperti menunjuk gambar, mengikuti gerakan, atau menjawab pertanyaan singkat setelah bernyanyi membantu anak merespons informasi secara lebih tepat. Dengan demikian, metode bernyanyi tidak hanya membuat anak lebih mudah memahami bahasa, tetapi juga meningkatkan fokus dan daya respons mereka. Efektivitas Metode Bernyanyi terhadap Bahasa Produktif Metode kemampuan reseptif, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan bahasa produktif anak. Melalui kegiatan bernyanyi, anak dilatih untuk mengucapkan kata dan kalimat dalam ritme tertentu sehingga membantu pelafalan menjadi lebih jelas. Pengulangan yang terdapat dalam lirik lagu JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al membuat anak semakin percaya diri untuk mengucapkan katakata yang sebelumnya sulit mereka ucapkan. Pada saat perlakuan, anak terlihat semakin berani tampil menyanyikan bagian lagu atau menjawab pertanyaan secara Anak mulai mampu menyusun kalimat sederhana berdasarkan isi lagu dan kemudian mengungkapkannya dengan lebih lancar. Situasi pembelajaran yang menyenangkan juga membuat anak tidak merasa tertekan ketika berbicara, sehingga mereka dapat mengekspresikan diri dengan lebih baik. Perubahan ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi dapat menjadi media yang efektif untuk menstimulasi kemampuan bahasa produktif anak. Relevansi Hasil dengan Temuan Lapangan Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan lapangan selama proses pembelajaran berlangsung. Anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa aspek bahasa setelah diberikan perlakuan melalui metode bernyanyi. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan memperluas kosakata, memperbaiki pelafalan, memahami isi percakapan, meningkatkan keberanian berbicara, serta mengembangkan daya ingat terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah diterima anak. Lagu menjadi media yang mampu menggabungkan suara, 396 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi gerakan, ritme, dan pengulangan sehingga lebih memudahkan anak dalam memproses informasi bahasa. Temuan tersebut memperkuat bahwa metode bernyanyi merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif, terutama dalam mendukung perkembangan bahasa reseptif dan produktif anak usia dini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai penerapan metode bernyanyi untuk meningkatkan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif anak kelas B di RA Al-Husainiyah, dapat disimpulkan beberapa hal berikut: Terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbahasa anak setelah diberikan perlakuan melalui metode bernyanyi. Hal ini terlihat dari hasil pretest yang hanya mencapai 30%, kemudian meningkat menjadi 85% pada hasil posttest setelah anak mengikuti dua kali kegiatan perlakuan. Peningkatan sebesar 55% ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi memberikan pengaruh nyata terhadap kemampuan berbahasa anak. Metode kemampuan bahasa reseptif anak. Anak menjadi lebih mampu memahami instruksi, lebih fokus saat menyimak, serta lebih cepat merespons pertanyaan dan pernyataan yang diberikan. Pengulangan dalam lirik dan dukungan gerakan selama bernyanyi membantu memperkuat pemahaman anak. Metode bernyanyi juga efektif meningkatkan kemampuan bahasa produktif anak. Anak terlihat lebih percaya diri dalam berbicara. JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al mampu mengucapkan kata dan kalimat dengan lebih jelas, serta mulai mampu mengekspresikan gagasan sederhana. Aktivitas bernyanyi yang dilakukan secara berulang memberikan stimulus yang kuat bagi peningkatan pelafalan, kelancaran, dan keberanian Pembelajaran menggunakan metode suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mudah diterima anak. Hal ini berkontribusi terhadap meningkatnya motivasi anak untuk terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga perkembangan bahasa reseptif dan produktif dapat terjadi secara Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan dapat digunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini, khususnya pada kelompok usia 5Ae6 tahun. BIBLIOGRAFI 398 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi Adimsyah. Fauzi. , & Rofiq. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Dakon Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik. Chalim Journal of Teaching and Learning, 3. , 28Ae34. Adini. Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Kelompok A Gugus V Kecamatan Berbah Tahun 2016. Pendidikan Guru PAUD S-1, 5. , 600Ae611. Amalia. Meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini dengan metode bercerita. Anggraini. Keterlambatan bicara . peech dela. pada anak . tudi kasus anak usia 5 tahu. Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Anwar, 2016. Kemampuan Bernyanyi Anak Usia 4-5 Tahun Di Taman KanakKanak Kelurahan Magersari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Fatmawati. Sulaeman. , & Pramanik. Pengaruh Penggunaan Metode Bernyanyi Terhadap Kemampuan Mengingat Lambang Bilangan Pada Anak. WALADUNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3. , 79Ae94. Fitriana. , & Yusuf. Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Di Indonesia: Systemic Literature Review. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak, 10. , 63Ae74. Hakim. , & Saryulis. Implementasi Supervisi Akademik Dalam Merespon Kebutuhan Peserta Didik Di Sma Negeri 1 Puri Mojokerto. Academicus: Journal of Teaching and Learning, 2. , 1Ae9. Hanum. , & Yuwono. Pengaruh bernyanyi terhadap kemampuan kognitif anak kelompok b di tk anggrek saribumi wates pringsewu lampung tahun ajaran 2015/2016. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hidayah. , & Abidin. Penerapan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Penguasaan Mufradat Bahasa Arab. Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Bahasa Arab, 5. , 66Ae73. Idhayani. Penggunaan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak. TaAorim: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 5. , 1Ae8. Masitoh. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit Indeks. Khasanah. Pengaruh Metode Bercerita terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif pada Anak Kelompok B TK PERTIWI II Metuk Mojosongo Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Khosibah. , & Dimyati. Bahasa reseptif anak usia 3-6 tahun JOECES Vol. No. Eka Qomariah, at. , al di indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 1860Ae1869. Martina. Hambatan berbahasa anak berkebutuhan khusus di Aubinaanak bangsaAy pontianak. Kandai, 10. , 28Ae40. Muliawan. Model Pembelajaran Spektakuler. Yogya: karta: Ar-Ruzz Media. Murni. , & Hente. Meningkatkan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Metode Bernyanyi di Kelompok B TK Al-Khairaat Poi. ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journa. , 3. , 31Ae40. Musfiroh,Takdiroatun. Tahap-tahap Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta. Nazihah. , & Mujiyanto. Relevansi Faktor Psikolinguistik dengan Keterampilan Berbicara pada Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Produktif. Logat: Jurnal Bahasa Indonesia Dan Pembelajaran, 7. , 67Ae84. Nikmah. Penggunaan Teknik Bernyanyi untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Arab pada Anak Usia Dini. Dar El-Ilmi: Jurnal Studi Keagamaan. Pendidikan. Dan Humaniora, 4. , 173Ae187. Ningsih. Shaleha. Isnaningsih. Anggia. , & Farida. Pengaruh Aplikasi Speech Act berbasis Android Terhadap Kemampuan Bahasa pada Anak Speech Delay. Jurnal Bunga Rampai Usia Emas (BRUE), 9. Nursalsabila. Pengaruh Iringan Musik Gitar Terhadap Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini: Penelitian di TK IT Mutiara Hati Baleendah Kab. Bandung. Journal of Islamic Early Childhood Education (JOIECE): PIAUD-Ku, 2. , 31Ae42. Permendikbud. Standar Nasional Penilian PAUD No. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Ridwan. , & Awaluddin. Penerapan Metode Bernyanyi Dalam Meningkatkan Penguasaan Mufradat Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Raodhatul Athfal. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13. , 56Ae67. Rismayana. Meningkatkan kemampuan mengenal huruf abjad pada anak usia dini melalui media Alphabeth Match Board: Penelitian tindakan kelas di kelompok A1 RA Bina Ilmu Anak Shaleh Ciwastra Bandung. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rita. Peningkatan keterampilan berbahasa Inggris menggunakan 400 JOECES Vol. No. Penerapan Metode Bernyanyi gallery exhibition project dalam pembelajaran bahasa Inggris pada topik report text. Journal of Educational Learning and Innovation (ELI. , 2. , 96Ae120. SaAodiatunnisah. , & Intiana. Analisis Keterampilan Berbahasa Produktif Siswa Kelas VII di SMPN 5 Mataram Tahun Pembelajaran 2023/2024. Saguni. Efektivitas metode problem based learning, cooperative learning tipe jigsaw, dan ceramah sebagai problem solving dalam matakuliah perencanaan pembelajaran. Jurnal Cakrawala Pendidikan. Sanulita. Lestari. Syarmila. Yustina. Atika. Nurillah. Iqbal. Elofhia. , & Annisa. Keterampilan Berbahasa Reseptif: Teori dan Pengajarannya. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Setiani. , & Rochmiyati. Pembelajaran iklan jasa berbasis pjbl untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan keterampilan berbahasa siswa smpn 4 banguntapan. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10. , 138Ae149. Sinaga. Dasar-Dasar Teknik Bernyanyi Opera. Gondang, 2. , 79Ae89. Susilawati. Penerapan Metoda Bernyanyi Dalam Meningkatkan Kecerdasan Berbahasa Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Deskriptif tentang Penerapan Metoda bernyanyi di PAUD Al Azhar Syfa Budi Parahyanga. EMPOWERMENT: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, 3. , 141Ae151. Tajiah. , & Windarsih. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Dengan Metode Bernyanyi Pada Kelompok A di TK Al-Muawanah. CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adapti. , 3. , 481Ae487. Tarlam. , & Komarudin. Upaya meningkatkan perkembangan bahasa melalui metode bernyanyi lagu anak-anak pada anak kelompok a di paud al-hasan purwadadi subang. Jupida: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Miftahul Huda, 1. , 81Ae96. Ulfa. Quthny. , & Badruttamam. Efektivitas Penggunaan Metode Bernyanyi Dalam Mengingat Mata Pelajaran Al- JOECES Vol. No.