Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 4 No. ISSN Media Elektronik: 2723-5467 Overview Aplikasi Android dan Program Komputer Sebagai Simulator Rangkaian Listrik Dengan Sumber Arus Bolak Balik Putut Son Maria1. Elva Susianti2 Teknik Elektro. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Teknik Elektronika. Program Studi Teknik Elektro. Politeknik Caltex Riau son@uin-suska. id*, 2elva@pcr. Abstract Electrical Circuits is a mandatory subject studied by Engineering Faculty students, especially in Electrical. Physics, and Computer Engineering programs. Discussion on electrical circuits using an alternating voltage source is such alarming that requires students to spend more effort to understand since there are more variables involved in calculations or modeling. Students need to be given a variety of analytical concepts and tools that are easier to observe and try independently to help them understand the material more quickly, such as an Android application as a simulation tool. This research aims to examine and compare the usability of features in Android applications and compare them with computer programs for simulating electrical circuits. The research was carried out by simulating the same circuit scheme in several Android applications and observing important parameters in the circuit, and the same thing was carried with the computer simulator program. The test results show that each Android application and computer program have complementary features and uses, the Android application is superior for displaying graphs visually and the computer program is superior in providing precise information on the value of a quantity. Keywords: Android Application. Computer Program. Electrical Circuit. Simulator. Abstrak Rangkaian Listrik adalah mata kuliah wajib yang dipelajari oleh mahasiswa Fakultas Teknik khususnya Program Studi Teknik Elektro. Fisika dan Komputer. Pembahasan materi dalam Rangkaian Listrik yang menggunakan sumber tegangan bolak-balik adalah materi yang membuat mahasiswa harus mengeluarkan usaha lebih untuk dapat paham karena lebih banyak variabel yang dilibatkan dalam perhitungan atau pemodelan. Mahasiswa perlu diberikan variasi konsep analisis dan alat bantu yang lebih mudah diamati dan dicoba sendiri secara mandiri untuk membantu mereka memahami materi lebih cepat, seperti contohnya aplikasi Android sebagai alat bantu Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan ketergunaan fitur pada aplikasi Android dan membandingkannya dengan program komputer untuk simulasi Rangkaian Listrik. Penelitian dilakukan dengan cara mensimulasikan skema rangkaian yang sama pada beberapa aplikasi Android dan mengobservasi parameter penting dalam rangkaian, demikian juga hal yang sama dilakukan kepada program komputer simulator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa masing-masing aplikasi Android dan program komputer memiliki fitur dan kegunaan yang saling melengkapi, aplikasi Android unggul untuk menampilkan grafik secara visual dan program komputer unggul dalam hal memberikan informasi kepresisian nilai suatu besaran. Kata kunci: Aplikasi Android. Program Komputer. Rangkaian Listrik. Simulasi. Diterima Redaksi : 22-11-2023 | Selesai Revisi : 20-12-2023 | Diterbitkan Online : 31-12-2023 Pendahuluan materi eksakta lainnya dikemas dalam mata pelajaran Fisika pada jenjang pendidikan tersebut. Teori dasar tentang Rangkaian Listrik sebenarnya telah diperkenalkan kepada siswa jenjang sejak pendidikan Pada jenjang pendidikan tinggi atau tingkat universitas. Sekolah Menengah Pertama untuk semua sekolahan teori Rangkaian Listrik menjadi mata kuliah tersendiri yang di dalam lingkungan kementrian pendidikan. yang memiliki silabus secara independen dan masuk Materi yang membahas tentang Rangkaian Listrik dan dalam kurikulum pendidikan keteknikan terutama Teknik Elektro. Fisika dan Komputer. Putut Son Maria1. Elva Susianti2 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 4 No. 35 - 40 Materi dalam Rangkaian Listrik dapat diklasifikasikan antara hasil yang ditampilkan oleh simulator terhadap menjadi 2. sub topik utama yaitu rangkaian dengan hasil perhitungan matematis. sumber tegangan DC dan AC. Rangkaian dengan Metode Penelitian sumber tegangan DC pada umumnya berada pada urutan awal materi. karena berisi variabel yang Langkah-langkah yang dilaksanakan dalam penelitian lebih sedikit dan tidak perlu sampai harus sampai ini terdiri dari 2. tahap antara lain tahap analisis melakukan observasi secara grafis. Aplikasi Android perhitungan secara teori matematis dan tahap simulasi dan program komputer yang termasuk kategori menggunakan aplikasi Android Electric Circuit(EC) simulator Rangkaian Listrik dan/atau Elektronika pada Studio. Every Circuit. , dan program umumnya telah memiliki fitur yang cukup banyak dan komputer Electronics Workbench. sudah memadai untuk digunakan dalam proses belajar Rangkaian yang akan dijadikan model adalah rangkaian bagi mahasiswa. Jika simulator hanya dipakai untuk resistor-kapasitor seri dan resistor-induktor seri. mensimulasikan rangkaian sederhana yang terdiri dari Analisis secara matematis dilakukan dengan besaran real seperti pada sistem DC. maka daya guna menggunakan formulasi dasar berdasarkan teori hukum simulator menjadi kurang termanfaatkan secara optimal. ohm dan kirchoff . , dilanjutkan dengan Berbeda dengan rangkaian yang menggunakan sumber perhitungan untuk menentukan model vektor yang tegangan AC dimana variabelnya lebih banyak dan dapat dirupakan dalam bentuk sketsa diagram fasor. perlu pengamatan secara grafis untuk memvalidasi Diagram fasor digambar pada bidang planar dalam antara hasil perhitungan matematis dibandingkan domain sudut derajat. Sampai pada batas tersebut grafik dengan hasil simulasi dari simulator, contohnya pada yang dihasilkan hanya berupa garis-garis dengan arah topik rangkaian dengan kombinasi komponen resistor, dan magnitud tertentu yang hanya merepresentasikan kapasitor dan/atau induktor(RLC). Pada jenis rangkaian besaran tegangan. Pada tahap simulasi dilakukan inilah terjadi peralihan yang cukup menyulitkan bagi dengan menjalankan rangkaian menggunakan beberapa mahasiswa untuk memahami materinya karena simulator aplikasi Android dan program komputer. berkaitan dengan besaran imajiner yang implikasinya Variasi fitur dari masing-masing simulator dan program hanya dapat diobservasi dengan cara simulasi. komputer akan diberdayakan untuk mendapatkan informasi yang esensial dari rangkaian dengan cara Pembahasan tentang besaran imajiner pada rangkaian diamati dan diukur hasilnya berdasarkan kelengkapan RLC dengan sumber tegangan AC pada umumnya informasi dari hasil simulasi yang tampil. dijelaskan dengan konsep vektor atau phasor. Besaran turunan dari besaran imajiner yang ada pada . Analisis matematis rangkaian dapat secara mudah digambarkan geometrinya menggunakan vektor-vektor pada bidang Model rangkaian yang dijadikan obyek analisis Pada saat rangkaian disimulasikan, maka yang ditunjukkan pada Gambar 1 dengan pemisalan bahwa sumber tegangan memiliki fungsi gelombang v. = 10 dapat diamati adalah besaran tegangan atau dapat juga dirupakan dalam bentuk grafik gelombang tegangan. sin 200AAt atau ekivalen dengan vektor 10Ea0. Ini berarti ada disparitas bentuk antara teori yang dihasilkan dari pendekatan vektor dibandingkan dengan hasil dari simulator. Hasil eksak dari keduanya secara logis adalah sama-sama benar, yang membedakannya adalah cara representasi yang wujudnya berbeda sehingga ini yang sering membuat mahasiswa menjadi sulit mengaitkannya. Gambar 1. Rangkaian Model untuk Percobaan Simulator yang berupa aplikasi Android ataupun program komputer dapat digunakan sebagai alat bantu Nilai impedansi dari rangkaian Gambar 1. a dan 1. bagi mahasiswa untuk memahami materi tentang dihitung menggunakan persamaan . dimana R adalah rangkaian RLC. Beberapa aplikasi Android memiliki resistansi dan X adalah reaktansi kapasitif atau induktif. fitur yang cukup atraktif dan praktis sebagai alat bantu bagi mahasiswa, dan demikian juga dengan program = 2 2 Meskipun demikian untuk dapat memahami analisis Reaktansi kapasitif dihitung sebesar = = vektor. dengan analisis grafik. , dan reaktansi induktif dihitung Oe6 = 3 200. memerlukan penjelasan secara komprehensif karena Oe3 jika terjadi selisih nilai yang signifikan maka akan sebesar = O. L = 200 A . 2,3. 10 = 1. Sehingga Gambar 1. a dan 1. mengakibatkan kedua model pendekatan tersebut masing-masing 44 , dengan menjadi bias. Penelitian ini menguraikan mekanisme analisis rangkaian RLC dengan pendekatan analisis Gambar vektor dan menjelaskan keterkaitan dan keselarasan b adalah 2 ampere dan 4. 09 ampere. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Putut Son Maria1. Elva Susianti2 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 4 No. 35 - 40 Rangkaian a bersifat kapasitif, sehingga fase Sketsa diagram fasor dari vektor-vektor arus dan tegangan tegangan yang ada pada rangkaian Gambar 1. a dan 1. , dan rangkaian b bersifat induktif, ditunjukkan pada Gambar 2. Vektor arus digambarkan maka fase gelombang arus akan tertinggal daripada dengan warna merah, vektor arus dan tegangan resistor tegangan sumber. memiliki arah yang sama sesuai dengan teori A Besaran selisih fase( ) gelombang arus(I) terhadap Rangkaian Listrik. Informasi yang bisa didapatkan dari sumber(VS) menggunakan diagram fasor adalah magnitudo dan arah vektornya. Selisih fase yang ditampilkan oleh diagram fasor adalah persamaan . dalam besaran sudut derajat, sedangkan pada saat = Oe1 rangkaian disimulasikan oleh aplikasi Android atau program komputer maka representasi fasor akan sehingga untuk rangkaian Gambar 1. a dan 1. b masing- ditampilkan dalam domain waktu, sehingga besaran masing selisih fasenya 36. 99 sudut perlu dikonversi ke dalam besaran waktu untuk . mendapatkan nilai ekivalennya pada domain waktu. Dengan demikian fungsi gelombang arus untuk Dari rangkaian Gambar 1 diketahui bahwa frekuensi rangkaian Gambar 1. a adalah i. = 2 sin . AAt gelombang sumber tegangan(VS) adalah 100 hz, maka 86. A, dan untuk rangkaian 1. b adalah i. = 4. 09 periode satu gelombang(T) adalah = 10 sin . AAt - 34. Tegangan resistor-nya dihitung milisecond. sebagai VR. = i. x R = 2 sin . AAt 36. x 4 = 8 sin . AAt 36. V dan tegangan kapasitor VC. = i. x Xc = 2 sin . AAt 36. x 3 = 6 sin . AAt 36. V, fase arus pada kapasitor mendahului 90o terhadap tegangan kapasitor, sehingga persamaan akhir tegangan kapasitor adalah 6 sin . AAt 36. 86o - 90. V atau 6 sin . AAt Ae 53. Pada rangkaian Gambar 1. b fungsi gelombang arus adalah i. = 4. 09 sin . AAt - 34. A, tegangan resistor dihitung VR. = i. x R = 4. 09 sin . AAt 34. x 2 = 8. 18 sin . AAt - 34. V, tegangan induktor dihitung VL. = i. x XL = 4. 09 sin . AAt Gambar 2. Gambar Vektor Tegangan dan Arus 99. 4 = 5. 73 sin . AAt - 34. V, fase arus pada induktor tertinggal 90o terhadap tegangan Konversi selisih sudut menjadi domain waktu dapat sehingga persamaan akhir tegangan induktor adalah dihitung menggunakan persamaan linier seperti VL. = 5. 73 sin . AAt - 34. = 5. 73 sin persamaan . dimana x adalah sudut fase, t adalah . AAt 55. Masing-masing fungsi trigonometri waktu konversi. dan T adalah periode arus dan tegangan tersebut jika dinyatakan dalam gelombang. bentuk ekspresi vektor seperti ditunjukkan pada Tabel 1. Transformasi fungsi trigonometri menjadi ekspresi 360 vektor bertujuan untuk memudahkan penggambaran Perhitungan untuk rangkaian Gambar 2. vektor pada bidang planar dalam domain sudut derajat. Selisih sudut antara tegangan resistor(VR) terhadap Tabel 1. Ekivalensi Ekspresi Trigonometri dan Vektor tegangan sumber(VS) adalah 36. 86o, maka ekivalen Model Rangkaian Besaran = 1. 023 ms, dengan cara yang dengan t = Ekspresi trigonometri sudut tegangan sumber(VS) Arus 2 sin . AAt 36. 2Ea36. C) adalah 1. 47 ms. Tegangan 8 sin . AAt 36. 8Ea36. Tegangan 6 sin . AAt Ae 53. 6Ea53. Arus 09 sin . AAt34. 09 Ea 34. Tegangan 18 sin . AAt 34. 18 Ea 34. Tegangan 73 sin . AAt 73Ea55. Tabel 2. Konversi Selisih Sudut Fasa dalam Domain Waktu Rangkaian Fase Gelombang Sudut vektor Domain VR Ae VS 023 ms VS Ae VC 47 ms VL Ae VS 52 ms VS Ae VR 97 ms Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Putut Son Maria1. Elva Susianti2 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 4 No. 35 - 40 Perhitungan untuk rangkaian Gambar 2. Dengan menggunakan cara yang sama dengan Gambar a, maka selisih waktu tegangan induktor(VL) terhadap tegangan sumber(VS) adalah 1. 52 ms, dan selisih tegangan sumber(VS) terhadap tegangan resistor(VR) 97 ms. waktu(VSAeVC) menunjukkan 1. 458 ms, nilai ini hanya berselisih kecil dengan Tabel 2 . 47 m. Untuk memudahkan pembuktian, hasil perhitungan konversi di atas dirangkum seperti ditunjukkan pada Tabel 2. Simulasi rangkaian menggunakan aplikasi Android dan program komputer Pada tahap ini rangkaian Gambar 1. a dan 1. disimulasikan menggunakan aplikasi Android dan program komputer. Tujuannya adalah untuk mengukur akurasi dari hasil simulasi dan membandingkannya dengan perhitungan teori. Hasil secara teori adalah berupa angka-angka dan sketsa grafik dalam domain spasial, sedangkan hasil simulasi adalah berupa bentuk gelombang dalam domain waktu, hal tersebut adalah kesenjangan yang perlu dijelaskan keterkaitannya. Selain itu juga perlu mengeksplore fitur yang ada pada masing-masing aplikasi untuk mengetahui keragaman dan kelengkapan informasi yang sanggup ditampilkan. Pemilihan aplikasi adalah berdasarkan kemampuannya mensimulasikan rangkaian dan menampilkan bentuk gelombang, fitur tersebut menyerupai fitur yang terdapat pada di osiloskop fisik yang sebenarnya. Hasil dan Pembahasan Gambar 3. Hasil Simulasi EC Studio. dan EveryCircuit. Gambar 4. Pengukuran Manual Berdasarkan Proporsi Hasil simulasi rangkaian Gambar 1. a dari masingmasing tool ditunjukkan pada Gambar 3 dan 4. Gambar a adalah hasil simulasi dari EC Studio dimana menampilkan 3. warna berbeda yang terdiri dari biru. elombang sumber tegangan. VS), hijau. elombang tegangan resistor. VR) dan merah. elombang tegangan VC). Gambar 3. b adalah hasil simulasi dari EveryCircuit yang hanya mampu menampilkan 2. bentuk gelombang warna biru. elombang tegangan VR) dan hijau. elombang sumber tegangan. VS). Kedua aplikasi menunjukkan hasil yang akur yaitu bentuk gelombang tegangan resistor(VR) yang mendahului gelombang tegangan sumber(VS) dan VR mendahului sebesar 2 terhadap VC. Untuk mengukur selisih waktu antar gelombang, tidak tersedia toolbar khusus sehingga perhitungan hanya bisa dilakukan secara manual berdasarkan perkiraan nilai proporsional dari skala grafiknya seperti ditunjukkan pada Gambar 4, nilai eksaknya sulit untuk dihitung secara presisi tetapi estimasi selisih fasenya telah sesuai dengan Tabel 2. Gambar 5. Hasil Simulasi Electronics Workbench(RC Ser. Gambar 5 adalah hasil simulasi dari Electonics Workbench dimana warna biru adalah bentuk gelombang sumber tegangan(VS) dan merah adalah bentuk gelombang tegangan kapasitor(VC), dan hasilnya sejalan dengan aplikasi Android. Electronics Workbench telah menyediakan fitur kursor seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Hasil pengukuran selisih Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Putut Son Maria1. Elva Susianti2 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 4 No. 35 - 40 osiloskop real secara umum memiliki satu titik ground dan dua kanal sehingga jumlah gelombang yang dapat ditampilkan secara bersamaan hanya terbatas berjumlah Gambar 6. Hasil Pengukuran Beda Fasa (VS Ae VC) Simulasi rangkaian dari Gambar 1. b ditunjukkan pada Gambar 7 dan 8. Dari ketiga simulasi menunjukkan hasil yang akur yaitu gelombang tegangan induktor(VL) mendahului gelombang sumber tegangan(VS) dan VL mendahului sebesar 2 terhadap arus dan/atau VR. Hasil Gambar 7. Hasil Simulasi EC Studio. dan EveryCircuit. untuk Rangkaian RL Seri ini sesuai dengan vektor dalam diagram fasor pada Gambar 2. Selisih waktu antara gelombang tegangan induktor(VL) dengan gelombang sumber tegangan(VS) lebih mudah diukur menggunakan kursor dari Electronics Workbench, dan tertampil sebesar 1. 55 ms seperti ditunjukkan pada Gambar 9. Pengukuran selisih waktu antar bentuk gelombang sulit dilakukan menggunakan aplikasi Android karena keterbatasan dimensi spasial layar gawai, walaupun gambar dapat diperbesar dengan cara pinch by 2 finger tetapi untuk menandai posisi antar 2. titik pada gelombang terpaksa harus menggunakan penggaris atau skala metrik tersendiri. Dari simulasi yang telah dilakukan diketahui bahwa aplikasi EC Studio mampu menampilkan jumlah bentuk gelombang secara bersamaan dalam satu frame, sehingga pengguna mudah untuk mengetahui dan mengamati bentuk gelombang pada setiap komponen dalam rangkaian. Aplikasi EveryCircuit mampu menampilkan bentuk gelombang secara bersamaan dalam satu frame tetapi Gambar 8. Hasil Simulasi Electronics Workbench(RL Ser. terbatas hanya 2. gelombang untuk versi free, sedangkan untuk versi berbayar maka jumlah model gelombang tidak dibatasi. Selain itu aplikasi Fitur kursor yang tersedia pada Electronics Workbench EveryCircuit memiliki fitur Bode Plot untuk juga menyerupai seperti kursor pada osiloskop digital, menampilkan respon frekuensi seperti ditunjukkan dengan adanya kursor maka memudahkan pengguna Gambar 10. Hasil grafik dari EveryCircuit sejalan untuk melakukan pengukuran terhadap selisih dengan hasil respon frekuensi yang disimulasikan oleh waktu. antar gelombang, namun demikian tingkat Electronics Workbench seperti ditunjukkan pada ketelitiannya tergantung kepada pengguna dalam Gambar 11. Dalam hal kemampuan untuk menggerakkan mouse agar sedemikian rupa sehingga menampilkan keragaman dan jumlah model gelombang kursor berada pada posisi yang tepat. Hal ini sama maka aplikasi Android lebih mampu dan lebih praktis seperti pada osiloskop digital dimana ketelitian digunakan untuk mensimulasikan rangkaian walaupun pengukuran tergantung kepada kemampuan pengguna sulit memperoleh angka eksak secara presisi dalam dalam memposisikan kursor secara presisi. Dalam hal kemiripan dengan alat ukur yang sebenarnya seperti osiloskop fisik maka program komputer Electronics Workbench lebih mendekati keserupaannya dengan alat fisik sebenarnya, karena Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Putut Son Maria1. Elva Susianti2 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 4 No. 35 - 40 Gambar 9. Hasil Pengukuran Beda Fasa(VL Ae VS) tidak menyediakan fitur bode plot untuk respon Aplikasi Every Circuit versi free cukup baik dalam mensimulasikan rangkaian dengan catatan bahwa jumlah bentuk gelombang yang dapat ditampilkan dibatasi hanya 2. Program komputer Electronics Workbench unggul dalam hal kemiripan fitur seperti osiloskop fisik real dan cocok untuk pengukuran yang membutuhkan kepresisian lebih, oleh karena itu lebih akseptabel digunakan untuk latihan sebelum beralih menggunakan osiloskop fisik yang Aplikasi Android sesuai untuk membantu mengamati fenomena keragaman bentuk gelombang pada rangkaian sedangkan Electronic Workbench lebih sesuai untuk mengamati. an pengukura. bentuk gelombang yang membutuhkan tingkat akurasi yang lebih presisi. Daftar Rujukan Gambar 10. Bode Plot dari Aplikasi EveryCircuit Gambar 11. Bode Plot dari Electronics Workbench Kesimpulan Aplikasi Android Electric Circuit Studio sangat gelombang secara jamak dan bersamaan walaupun . Endah F. Normaliaty F. Aan R. Kiky Rizky N. Kumroni Makmuri, 2023. Pengenalan Rangkaian Listrik dan Pengenalan Dasar Dasar Komputer Pada Siswa SD Muhammadiyah 4 Palembang. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma, 3. , pp. jadi 3 ds. Juhana A. Fredy D. , 2019. Analisis Diagram Fasor Motor Induksi Dengan Virtual Instrument. Journal of Electrical Power. Instrumentation and Control(EPIC). Laurentius K. , 2021. Simulasi Sistem Transfer Daya nirkabel Berbasis Kopling Magnetik. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems(JASENS), 2. , pp. Andi R. Risdayana. Eva Y. Vovi, 2019. Karakteristik Arus dan Tegangan Pada Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel Dengan Menggunakan Resistor. Jurnal Ilmiah dAoComputare, vol. Juli. Gede W. Sanny V. , 2023. Kajian Teori Arus Listrik dan Daya Listrik Pada Rangkaian Seri dan Paralel Berdasarkan Jumlah Resistor Yang Digunakan. Jurnal Hasil Kajian. Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika. , pp. Muharmen Suari, 2021. Analysis of Electric Voltage Measurements using an Ampermeter Based on Electric Circuit Studio Application. UIN Imam Bonjol International Conference on Islamic Education(UINIBICIE), vol. doi:https://doi. org/10. 32698/icie519 . Gugun Setiawan, 2020. Penerapan Mmodel POE2WE pada Pembelajaran Elektronika dengan Aplikasi Electric Circuit Studio. doi:https://doi. org/10. 31219/osf. io/r7szx . Eka Y. Wiryanto, 2019. Pengembangan Modul Pembelajaran EveryCircuit pada Mata Pelajaran DLE(Dasar Listrik dan Elektronik. di SMK Negeri 2 Bojonegoro. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Satrio D. Fuada. Cindy L. Asri. Faruq Alwan. Kinanti. Pratiwi, 2021. Analisis Perhitungan Teori dengan Menggunakan Variasi Simulator Online pada Rangkaian embagi Tegangan. Journal of Telecommunications. Networks. Electronics and Computer Technologies(TELNECT). Zulfadhly. Hambali, 2020. Penerapan Media Electronic Workbench Simulator pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika di SMK N 5 Padang. Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional(JTEV). Hutagalung. Yanny. Hutabarat, 2020. Pelatihan electronic Workbench dalam Pembelajaran Fisika bagi Siswa/I di SMA Citra Harapan Percut. Journal of Social Responsibility Project by Higher Education Forum. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS)