Jurnal Syntax Admiration p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356 Vol. 3 No. 12 Desember 2022 Sosial Teknik Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan Menggunakan Metode Hazard and Operability (Hazo. pada Bengkel Motor Daffa Falih Hakim. Tiara Adhika Fakultas Rekayasa Industri dan Desain. Institut Teknologi Telkom. Indonesia Email: 19106065@ittelkom-pwt. id, 20106096@ittelkom-pwt. INFO ARTIKEL Diterima 2 Desember 22 Direvisi 9 Desember 2022 Disetujui 16 Desember 2022 Kata kunci: Kecelakaan Kerja. Keselamatan Kerjan. Alat Perlindungan ABSTRAK Keywords: Work accident. Work safety. Protection Tool ABSTRACT Occupational accidents can occur due to a lack of implementation of occupational health and safety practices and can be caused by many factors such as chemical factors, physical factors, biological factors, ergonomic factors, and psychological factors. A work accident is an unexpected event which is certainly not expected, a work accident that occurs is of course an adverse event in terms of material and light to heavy scale. calculation through existing hazard sources using the likelihood criteria using the L symbol and the severity . using the C symbol using the risk matrix formula using the risk formula = L. C is the level of risk with medium, high, and extreme and recommendations for improvement are made, such as the use of PPE at extreme risks as well as suggestions for medium and high risks. Kecelakaan kerja bisa terjadi akibat kurangnya penerapan pelaksanaan kesahatan dan keselamatan kerja dan bisa di sebabkan oleh banyak faktor seperti faktor kimia, faktor fisik, faktor biologi, faktor ergonomis, dan faktor psikologi. Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian tidak terduga yang tentunya tidak diharapkan, kecelakaan kerja yang terjadi tentunya peristiwa yang merugikan dalam hal material maupun skala ringan hingga berat disisi lain produktivitas kinerja dan suatu industri khususnya pada pengeboran minyak dan gas dapat menurun dari beberapa faktor penyebab Didapatkan hasil dari perhitungan melalui sumber hazard yang ada dengan menggunakan kriteria kemungkinan . dengan menggunakan simbol L dan keparahan . dengan menggunakan simbol C menggunakan rumus matriks resiko . isk matri. dengan menggunakan rumus risiko = L. C adalah tingkat resiko dengan kategori sedang, tinggi, dan ekstrim dan dilakukan usulan rekomendasi perbaikan yaitu seperti penggunaan APD pada resiko ekstrim begitu juga diberikan usulan-usulan pada resiko sedang dan Pendahuluan Bidang industri terus berkembang dari tahun ke tahun sampai sekarang, dan seiring berjalanya waktu kecelakaan kerja pun juga mengiringinya. Hal tersebut bisa terjadi di karenakan pekerja berinteraksi dengan peralatan baru, dengan kondisi dan lingkungan baru. How to cite: E-ISSN: Published by: Daffa Falih Hakim & Tiara Adhika . Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan menggunakan Metode Hazard and Operability (Hazo. pada Bengkel Motor. Jurnal Syntax Admiration, 3. https://doi. org/10. 46799/jsa. Ridwan Institute Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan menggunakan Metode Hazard and Operability (Hazo. pada Bengkel Motor dan lain sebagainya, dan itu di sebut hazard. Kemudian hazard merupakan sumber terjadinya kecelakaan, kerusakan lingkungan, penyakit, dan sesuatu yang berakibat fatal (Anwar et al. r Ginting & Kristiana, 2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. merupakan suatu permasalahan yang banyak mendapat perhatian dari berbagai organisasi maupun perusahaan karena mencakup dari segi manusianya, ekonomi, hukum, tanggung jawab dan lain sebagainya (Soputan et al. , 2. Ketatnya persaingan kerja pada saat ini menyebabkan orang-orang lalai mengenai kesehatan dan kesalamatan kerja (K. dalam sebuah pekerjaan, apalagi pekerjaan yang memiliki resiko tingi kecelakaan. Kesadaran mengenai keselamatan dan kesehatan kerja harus dimilki setiap orang agar mereka profesional dalam bekerja, merasa nyaman dalam bekerja dan bisa meminimalkan resiko terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Menurut (Prayitno, 2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. merupakan program yang dibuat sebagai upaya pencegahan timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja bisa terjadi akibat kurangnya penerapan pelaksanaan kesahatan dan keselamatan kerja dan bisa di sebabkan oleh banyak faktor seperti faktor kimia, faktor fisik, faktor biologi, faktor ergonomis, dan faktor psikologi (Ningsih & Hati, 2. Analisis pada penelitian ini menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) yang bertujuan untuk menyelidiki bahaya secara terstruktur dan teliti dalam mengidentifikasi permasalahan pada sebuah peralatan yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan bagi pekerja atau penggunanya (Khamid, 2. Metode Penelitian Hasil dari penelitian ini langsung diambil dari pengamatan serta data pada bengkel Kampus Motor. Bengkel otomotif merupakan pekerjaan yang sangat berisiko terjadinya kecelakaan kerja, dikarenkan didalam bengkel banyak terdapat sumber-sumber penyebab kecelakaan kerja mulai dari alat-alat yang digunakan dan lingkungan kerja seperti sikap pekerja, kondisi lantai ,suhu dan udara, beban dan peralatan otomotif. Pada dasarnya sikap pekerja juga dapat menimbulkan risiko pada terjadinya kecelakaan yang terjadi pada pekerja sendiri. Seperti pada para pekerja kurang memperhatikan keselamatan kerja yang ada contohnya yaitu pekerja tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Dir. Dengan menggunakanya APD dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja. Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Daffa Falih Hakim. Tiara Adhika Hasil dan Pembahasan Definisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Keselamatan berasal dari bahasa inggris AusafetyAy yang berarti keselamatan, keselamatan itu sendiri juga berkaitan dengan kecelakaan dan merupakan ilmu pendekatan untuk mempelajari faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Bisa disimpulkan bahwa keselamatan adalah suatu usaha untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja sehingga pekerjanya dapat nyaman tanpa ada kusulitan yang di alami. Kesehatan berasal dari bahasa inggris AuhealthyAy yang berarti sehat. Sehat yang di maksud disini adalah sehat fisik, mental, dan sosial. Kesehatan merupakan ilmu pendekatan yang memeplajari faktor yang dapat menyebabkan manusia mengalami kesakitan dan upaya Menurut ILO Kesehatan kerja adalah aspek yang sangat penting yang berkaitan dengan lingkungan kerja dan pekerja secara langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi pekerja (Prayoga, 2. Kemudian definisi dari K3 itu sendiri adalah suatu bidang yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan manusia atau pekerja di lokasi kerja. Pada praktik K3 itu meliputi beberapa hal seperti pencegahan, kompensai, pemberian sanksi, penyembuhan, cuti sakit, dan lain sebagainya. Keselamatan dan kesehatan kerja (K. merupakan sebuah upaya dan antisipasi untuk mengurangi kecelakaan kerja, penyakit kerja serta penanggulangannya dengan cara mengetahui hal-hal yang berpoteni menimbulkan kecelakaan pada lokasi kerja dan tujuan dari K3 itu sendiri adalah untuk menciptakan tempat kerja yang nyaman dan sehat sehingga dapat menekan serendah mungkin resiko kecelakaan dan penyakit Faktor Kecelakaan Kerja Setiap bidang pekerjaan memiliki resiko masing-masing, pada sektor perkembangan industri sekarang dengan banyaknya proyek infrastruktur yang berjalan sehingga memiliki resiko tinggi sehingga dapat terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian tidak terduga yang tentunya tidak diharapkan, kecelakaan kerja yang terjadi tentunya peristiwa yang merugikan dalam hal material maupun skala ringan hingga berat disisi lain produktivitas kinerja dan suatu industri khususnya pada pengeboran minyak dan gas dapat menurun dari beberapa faktor Adapun perilaku bahaya yang terjadi melalui tiga fase, yaitu : Fase pertama, adalah fase yang terjadi pada tingkatan manajemen. Pada fase manajemen ini dianggap sebagai awal terbentuknya perilaku berbahaya penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itu, sudah tiba saatnya bagi setiap industri untuk menyadari pentingnya kebijakan tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Misalnya, perusahaan paling tidak memiliki departemen atau tim keselamatan dan kesehatan kerja,mempunyai buku penuntun keselamatan dan kesehatan kerja . Disamping itu semua kebijakan perusahaan seperti programprogram keselamatan kerja, sistem produksi, struktur organisasi, iklim organisasi, pengembangan karyawan, style manajemen, staffing dan sebagainya harus diarahkan Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan menggunakan Metode Hazard and Operability (Hazo. pada Bengkel Motor untuk upaya-upaya pencegahan dan promosi keselamatan dan kesehatan kerja di Fase kedua terjadi sebagai implikasi dari kegagalan fase pertama. Fase kedua ini meliputi aspek-aspek lingkungan, seperti: Aspek Lingkungan Fisik Hal yang termasuk pada lingkungan kerja fisik misalnya, taraf kebisingan, temperatur, suhu, polusi, iluminasi, kelembaban, tata letak ruangan kerja, desain peralatan kerja dan sebagainya. Aspek Lingkungan Psikologis dan Sisiologis dari Pekerjaan. Hal yang terdapat pada lingkungan sosial dan psikologis antara lain: norma kelompok, semangat kerja, serikat pekerja, komunikasi antara kelompok dan sebagainya. Fase ketiga, lebih berkenan dengan individunya, yaitu pada pekerja. Dengan karakteristik tertentu seorang pekerja dapat mengerjakan tugasnya dengan aman ataukah sebaliknya tidak aman. Unsur-unsur yang terdapat pada pekerja tersebut antara lain: taraf kemampuan, kesadaran, pengalaman, training, kepribadian, kemampuan fisik, usia, fatigue,motivasi, kecanduan, kecerdasan, illness, kepuasan kerja dan sebagainya. Ketiga fase tersebut bekerja secara bertahap, dimana fase pertama mempengaruhi fase kedua, fase kedua mempengaruhi fase ketiga, dan hasil dari ketiga fase tersebut adalah munculnya perilaku berbahaya penyebab kecelakaan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) Menurut (Zalukhu, 2. dan (ISWARA, 2. The Hazard and Operability Study (HAZOP) adalah standar teknik analisis bahaya yang digunakan dalam persiapan penetapan keamanan dalam suatu sistem atau modifikasi untuk suatu keberadaan potensi bahaya atau masalah operability nya. HAZOP adalah suatu metode identifikasi bahaya yang sistematis teliti dan terstruktur untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang menganggu jalanya proses dan risiko yang terdapat pada suatu peralatan yang dapat menimbulkan risiko merugikan bagi manusia/ fasilitas pada sistem. Dengan kata lain metode ini digunakan sebagai upaya pencegahan sehingga proses yang berlangsung dalam suatu sistem dapat berjalan lancar dan aman. Berikut merupakan langkah-langkah pengolahan data dengan metode HAZOP (Restuputri & Sari, 2. Mengetahui urutan proses yang ada pada proses produksi. Mengidentifikasi adanya potensi dengan cara observasi lapangan secara langsung. Melakukan penilaian dari potensi bahaya yang telah diidentifikasi dengan memperhitungkan Likelihood dan consequences, kemudian menggunakan risk Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Daffa Falih Hakim. Tiara Adhika matrix untuk mengetahui prioritas potensi bahaya yang harus diberi prioritas untuk Pengendalian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Pemantauan dan evaluasi bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja Tabel 1. Kriteria Likelihood Kriteria Deskripsi Mungkin Kecelakaan secara teori dapat terjadi tapi tidak mungkin Rendah Kecelakaan jarang terjadi Sedang Kecelakaan terjadi sekali setahun. Tinggi Kecelakaan hampir terjadi bulanan atau pertiga bulan. Ekstrim Kecelakaan sering terjadi dari hari ke bulan Tingkatan Tingkatan Rendah Serius Rentan Tabel. Tabel Consequences Kriteria Deskripsi Keparahan Tidak Ada Kejadian tidak menimbulkan kerugian atau cidera pada manusia Ekstrim Menimbulkan cidera ringan, kerugian kecil dan tidak menimbulkan dampak serius terhadap kelangsungan bisnis Cedera berat dan dirawat dirumah sakit, tidak menimbulkan cacat tetap, kerugian finansial sedang Menimbulkan cidera parah dan cacat tetap dan kerugian finansial besar serta menimbulkan dampak serius terhadap kelangsungan usaha Mengakibatkan korban meninggal dan kerugian parah bahkan dapat menghentikan kegiatan Akibat Tidak kehilangan hari Masih dapat bekerja pada hari / shift yang sama Kehilangan hari kerja dibawah 3 Kehilangan hari kerja 3 hari atau Kehilangan hari kerja selamanya Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan menggunakan Metode Hazard and Operability (Hazo. pada Bengkel Motor usaha selamanya Penelitian dilakukan di Kampus Motor, disana terlihat masih kurang memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. untuk para pekerjanya (Suparman, 2. Setelah di amati terdapat beberapah hazard atau penyebab bahaya seperti sikap pekerja, kondisi lantai, suhu dan udara, beban, dan peralatan. Berikut adalah nilai kriteria dari sumber hazard pada Kampus Motor : Tabel 3. Tabel Nilai Kriteria Hazard Sikap Pekerja Kondisi Lantai Bongkar Pasang Beban Peralatan Level kriteria Likehood (L) Consequences (C) Setelah menentukan nilai likehood dan consequences dari masing-masing sumber potensi bahaya (Wahyudi, 2. dan (Yamin, 2. , maka langkah selanjutnya adalah mengalikan nilai likelihood dan consequences sehingga diperoleh tingkat bahaya . isk leve. pada risk matrix yang mana nantinya akan digunakan dalam melakukan perangkingan terhadap sumber potensi bahaya yang akan dijadikan acuan sebagai rekomendasi perbaikan apa yang sesuai dengan permasalahan yang ada. Gambar 1. Acuan Risk Level Dari risk matrix di atas kemudian dapat dihitung skor resiko dan prioritas untuk melakukan tindakan perbaikan. Untuk menghitung skor resiko adalah sebagai berikut: Resiko = Kemungkinan X Keparahan Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Daffa Falih Hakim. Tiara Adhika Tabel 4. Risk Matrix Level kriteria Risk Matrix Sumber Hazard Sikap Pekerja Kondisi Lantai Bongkar Pasang Beban Peralatan Warna Risk Level Likelihood (L) Consequences (C) Resiko = Tinggi Sedang Ekstrim Sedang Tinggi Mitigasi Risiko Penilaian dilakukan dengan cara mengalikan likelihood dan consequences untuk mendapatkan risk level. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut kita dapat menyimpulkan mengenai tingkat resiko dari beberapa hazard di atas dengan kategori sedang, tinggi, dma ekstrim. Mitigasi risiko ditujukan untuk menemukan sebuah solusi dalam mengurangi atau mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja (Ramadhan, 2. Berikut adalah cara mencegah atau mengurangi kecelakaan kerja pada beberapa hazard Sedang, terjadi pada kondisi lantai dan beban Rekomendasi pada risiko sedang, pada kondisi lantai bisa dilakukan dengan cara seperti menggunakan serbuk gergaji atau pasir pada lantai supaya lantai tidak Pada beban bisa menggunakan alat bantu seperti troli barang, supaya meringankan beban yang di alami oleh pekerja saat mengangkut barang. Tinggi, terjadi pada sikap pekerja dan peralatan Rekomendasi pada risiko tinggi, pada sikap pekerja disarankan untuk melakukan penghimbauan dan pengawasan untuk para pekerjanya pada saat melakakukan pekerjaan (Winarto et al. , 2. Pada peralatan di rekomendasikan seperti perawatan rutin pada setiap peralatan, peletakan peralatan setelah melakukan pekerjaan sesuai dengan tempat, dan mengganti peralatan jika sudah tidak layak Ekstrim, terjadi pada bongkar pasang Rekomendasi pada resiko esktrim, pada bongkar pasang disarankan menggunakan APD (Alat Pelidung Dir. , seperti memakai masker, sarung tangan, sepatu, dan lain sebagainya untuk mencegah berbagai kemungkinan yang terjadi saat melakukan bongkar pasang. Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan menggunakan Metode Hazard and Operability (Hazo. pada Bengkel Motor Kesimpulan Dapat ditarik kesimpulan bahwa setelah dilakukan identifikasi terdapat potensi bahaya dengan rata-rata bahaya yaitu dalam . isk leve. resiko sedang dan kemungkinan memerlukan rekomendasi perbaikan. Didapatkan hasil dari perhitungan melalui sumber hazard yang ada dengan menggunakan kriteria kemungkinan . dengan menggunakan simbol L dan keparahan . dengan menggunakan simbol C menggunakan rumus matriks resiko . isk matri. dengan menggunakan rumus risiko = L. C adalah tingkat resiko dengan kategori sedang, tinggi, dan ekstrim dan dilakukan usulan rekomendasi perbaikan yaitu seperti penggunaan APD pada resiko ekstrim begitu juga diberikan usulan-usulan pada resiko sedang dan tinggi. Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Daffa Falih Hakim. Tiara Adhika BIBLIOGRAFI Anwar. Tambunan. , & Gunawan. Analisis Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K. Dengan Metode Hazard and Operability Study (Hazo. Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics, 4. , 61Ae70. Google Scholar br Ginting. , & Kristiana. Analisis Efektivitas Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Proyek Konstruksi Menggunakan Metode Fine dan Fault Tree Analysis. TEKNIK, 41. , 192Ae200. Google Scholar ISWARA. Pengetahuan Tentang Hazard Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan Untuk Menerapkan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Google Scholar Khamid. Analisa Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. terhadap Kecelakaan Kerja serta Lingkungan dengan Menggunakan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) pada Proses Scrapping Kapal di Bangakalan Madura. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Google Scholar Ningsih. , & Hati. Analisis Resiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K. Dengan Menggunakan Metode Hazard and Operability Study (Hazo. Pada Bagian Hydrotest Manual Di Pt. Cladtek Bi Metal Manufacturing. Journal of Applied Business Administration, 3. , 29Ae39. Google Scholar Prayitno. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. pada Standard Operasional Prosedur (SOP). Google Scholar Prayoga. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi iA). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik Sipil, 1. Google Scholar Ramadhan. Analisis Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. Menggunakan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Prosiding Seminar Nasional Riset Terapa. SENASSET, 164Ae169. Google Scholar Restuputri. , & Sari. Analisis kecelakaan kerja dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 14. , 24Ae35. Google Scholar Soputan. Sompie. , & Mandagi. Manajemen Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. (Study Kasus Pada Pembangunan Gedung SMA Eben Haeza. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4. Google Scholar Suparman. Analisis Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pipa Menggunakan Metode Behavior Based Safety (Studi Kasus: PT. Indal Steel Pip. Universitas Muhammadiyah Gresik. Google Scholar Wahyudi. Perancangan Tata Letak Pabrik Berbasis K3. Prosiding FRIMA (Festival Riset Ilmiah Manajemen Dan Akuntans. , 1, 472Ae476. Google Scholar Winarto. Denny. , & Kurniawan. Studi Kasus Kecelakaan Kerja pada Pekerja Pengeboran Migas Seismic Survey PT. X di Papua Barat. Jurnal Promosi Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan menggunakan Metode Hazard and Operability (Hazo. pada Bengkel Motor Kesehatan Indonesia, 11. , 51Ae65. Google Scholar Yamin. Perilaku Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K. Siswa Dalam Pembelajaran Praktikum Di Smkn 2 Sidenreng. Jurnal Syntax Admiration, 1. , 207Ae Google Scholar Zalukhu. Pengetahuan Tentang Hazard Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan Untuk Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K. Google Scholar Copyright holder : Daffa Falih Hakim. Tiara Adhika . First publication right : Jurnal Syntax Admiration This article is licensed under: Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022