Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 45-51 PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI SD NEGERI GUNTING GILANGHARJO. PANDAK. BANTUL. YOGYAKARTA Prodi D3 Keperewatan. Sekolah Tinggi Kesehatan Notokusumo Yogyakarta Email Korespondensi: suyamtoyamto225@gmail. ABSTRAK SD Gunting, terdapat di wilayah Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta terdiri dari 89 siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3. Berdasarkan wawancara dengan beberapa orang guru, banyak anak yang belum mengerti tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satunya dengan makan cuci tangan yang baik dan benar serta manfaat yang bisa didapat dengan cuci tangan dengan benar mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare. Infekai Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan flu burung, bahkan disarankan untuk mencegah penularan influenza. Banyak pihak yang telah memperkenalkan perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang sangat mudah, sederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai survei di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut di atas. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 07 Februari 2020. Tujuan dari pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah SD kelas 1s/d 3 tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui cuci tangan yang benar dengan 7 langkah dengan benar, melalui metode ceramah, simulasi dan praktek. Kata Kunci: PHBS. Cuci Tangan Pakai Sabun. Sekolah Dasar. ABSTRACT SD Gunting, located in the area of Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta, consists of 89 students in grades 1 Based on interviews with several teachers, many children do not understand about Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), one of which is eating. good and correct hand washing and the benefits that can be obtained by washing hands properly prevents the spread of infectious diseases such as diarrhea. Upper Respiratory Tract Infections (ARI) and bird flu, it is even recommended to prevent the transmission of influenza. Many parties have introduced this behavior as a health intervention that is very easy, simple and can be carried out by the majority of Indonesian people. Various surveys in the field show a decrease in the number of absent children due to illness caused by the diseases mentioned above. This activity was carried out on February 7. The purpose of this community service is to increase the knowledge of elementary school age children in grades 1 to 3 about Clean and Healthy Life Behavior through proper hand washing with 7 steps correctly, through lecture, simulation and practice methods. Keywords: PHBS. Hand Washing with Soap. Elementary School PENDAHULUAN Perilaku hidup bersih dan 2. Hasil dari penelitian yang sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran atas hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Dinkes, 2008, dalam Destya, 2. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bermanfaat untuk mencegah, menanggulangi dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan (Depkes. Kusumawardahani A dkk 2. Survey yang dilakukan oleh UNICEF pada awal tahun 2007 di Yogyakarta didapatkan hanya sekitar 27 persen anak sekolah yang mencuci tangannya saat jam istirahat. Penelitian ini juga mendapati hanya 55 persen sekolah yang memiliki fasilitas untuk mencuci tangan dan hanya 9 persen sekolah yang menyediakan sabun untuk cuci tangan (Priyantiningtyas,telah menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan juga tindakan PHBS rumah tangga di Rangkah Surabaya. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan tindakan PHBS di Rangkah Surabaya. (Puput dan Ilham, 2. Menurut penelitian yang telah dilakukan di Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Kota Manado menunjukkan, hasil yang dilandasi oleh unsur pengetahuan akan lebih awet atau kekal dibandingkan dengan tindakan yang tanpa dasari oleh pengetahuan (Saibaka. Masyarakat sangat termotivasi dengan kegiatan ini. Kegiatan seperti ini sangat perlu dilakukan terutama pada penduduk yang berdomisili di pedesaan untuk menyadarkan mereka pentingnya mengupayakan Perilaku Hidup bersih sehat. Dengan harapan penyuluhan dan contoh praktik yang disosialisasikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari masyarakat secara berkesinambungan,Yuli dan Desi . Penyuluhan petugas kesehatan tentang pola hidup bersih dan sehat yang dilakukan setiap tahun di SDN 2 Karanglo. Klaten Selatan. Klaten juga dapat mempengaruhi tindakan yang baik siswa dalam mencuci tangan yang Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Sulistyowati. Dewi . yang menunujukkan bahwa intervensi promosi kesehatan yang dilakukan teerbukti dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik siswa kelas 5 SD Pengasinan IV Kota Bekasi mengenai cuci tangan pakai sabun. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare. Infekai Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan flu burung, bahkan disarankan untuk mencegah penularan influenza. Banyak pihak yang telah memperkenalkan perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang sangat mudah, sederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai survei di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut di atas, setelah diintervensi dengan CTPS. (Panduan CTPS Depkes RI,2009 dalam Kusumawardahani A dkk 2. Hasi dari jurnal pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Intan S. yang telah mengambil kesimpulan dengan pengetahuan dan sikap yang sudah baik, perilaku yang benar dapat ditingkatkan dengan menghilangkan faktor penghambat seperti ketersediaan fasilitas air bersih dan pelatihan untuk pembiasaan. Hasil penelitian diperoleh melalui hasil pretest dan post-test menunjukkan nilai taraf signifikan Halaman 45-51 sebesar p=0,000 < 0,05, hal ini berarti bahwa AuAda perbedaan antara pengetahuan responden penyuluhan PHBS tentang CTPS sebelum penyuluhan dengan pengetahuan responden tentang punyuluhan PHBS tentang CTPS setelah penyuluhan. Muhammad. Keberhasilan dalam pengabdian masyarakat ini karena seluruh siswa mau dan mampu mempraktekan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar 100%. Grace dkk . Mitra dalam pengabdian ini adalah anak sekolah SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta terdiri dari 89 siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3. Berdasarkan wawancara dengan beberapa orang guru, banyak anak yang belum mengerti tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satunya dengan makan cuci tangan yang baik dan benar serta manfaat yang bisa didapat dengan cuci tangan dengan benar mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare. Infekai Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan flu burung, bahkan disarankan untuk mencegah penularan influenza. Banyak pihak yang telah memperkenalkan perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang sangat mudah, sederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai survei di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut di atas Permasalah Prioritas Mitra Berdasarkan data yang telah disajikan bahwa disepakati bersama serta memprioritaskan sebagai bentuk pengabdian ini adalah: AuKurangnya pemahaman dan penegtahuan tentang cara cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar serta manfaat dari cuci tangan tersebut pada anak sekolah SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta. Ay Adapun justifikasi pengusul bersama mitra dalam menentukan persoalan prioritas yang pelaksanaan program PKM ini adalah masih rendahnya tingkat pendidikan dan pemahaman anak sekolah SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar serta manfaat dari cuci tangan tersebut pada anak sekolah SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 45-51 Bantul. Yogyakarta. Aydiperoleh data bahwa banyak anak yang belum terbiasa dengan PHBS yang salah satunya yaitu dengan cuci yang pakai sabun. Menentukan pelaksanaan program PKM ini adalah masih rendahnya tingkat pendidikan dan pemahaman anak sekolah SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar serta manfaat dari cuci tangan tersebut pada anak sekolah SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta. Aydiperoleh data bahwa banyak anak yang belum terbiasa dengan PHBS yang salah satunya yaitu dengan cuci yang pakai sabun. Ketidakpatuhan murid SDN Gunting dalam melakukan cuci tangan dengan sabun Kepatuhan ini merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam program cuci tangan di SDN gunting. Adapun justifikasi pengusul bersama mitra dalam menentukan persoalan prioritas yang disepakati untuk diselesaikan selama pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini gilangharjo, pandak, bantul. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru olah raga dan guru wali kelas, mereka mengatakan tidak patuh dalam cuci tangan dengan benar. Kepatuhan yang rendah dan rasa bosan dalam phbs juga menjadi alasan ketidakpatuhan dalam cucitangan dengan Metode pemecahan masalah Masih kurangnya motivasi dan pemahaman dalam melakukan PHBS dengan cuci tangan pakai sabun Untuk penentuan antara pengusul dengan mitra dalam menentukan masalah yang dihadapi oleh SD N Gunting. Gilang Harjo. Pandak Bantul, untuk diatasi Bersama selama pengabdian masyarkat yaitu kurangnya motivasi untuk cuci tangan, kebanyakan anak SDN tidak melakukan cucitangan pakai sabun walaupun fasilitas sudah ada. Metode pemecahan masalah yang ditawarkan dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh mitra atau SDN Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul Peningkatan motivasi dan pemahaman dalam melakukan PHBS dengan cuci tangan. Optimalisasi Pendidikan penjelasan melalui program PHBS melalui pembinaan terkait dengan PHBS tentang cucitangan pakai sabun epada murid SDN Gunting Gilangharjo. Pandaan. Bantul. Pembinaan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi kepada murid SDN tersebut guna mencegah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya menjaga PHBS melalui cuci tangan. Peningkatan memberikan pengetahuan PHBS PHBS melalui cucitangan pakai sabun merupakan cara untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan yang diakibatkan oleh kurangnya menjaga kebersihan. Keterlibatan seorang guru sangat diperlukan dalam program ini, sehingga masalah ini dapat diatasi dengan baik, membuat petugas kelas dengan saling mengingatkan dan memberi support satu sama Ketidakpatuhan murid SDN Gunting dalam melakukan cuci tangan dengan sabun Kepatuhan ini merupakan salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam program cuci tangan di SDN Gunting. Gilaangharjo. Pandaan. Bantul. Adapun cara Gambar 1 Lokasi Mitra Pengabmas Terbatasnya guru dalam memberikan pengetahuan PHBS Kesepakatan antara pengusul dengan mitra dalam menentukan masalah prioritas yang disepakati bersama untuk diselesaikan selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan dengan guru olah raga dan guru wali, bahwa murid SDN kelas 3-5 masih belum begitu memahami tentang manfaat cuci tangan dengan sabun walaupun sudah pernah diberikan penjelasan tetapi masih kurang Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. untuk mengatasi kepatuhan ini dengan jalan di buat kelompok kelompok kecil dari murid tersebut dan saling memperhatikan dan mengingatkan jika tidak patuh melakukan PHBS cucitangan sehinga selama pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah SDN Gunting gilangharjo, pandak, bantul. Yogyakarta, mereka mengatakan tidak dalam cuci tangan pakai sabun. Kepatuhan yang rendah dan rasa bosan dalam phbs ini bisa teratasi diharapkan murid murid mau merubah perilaku PHBS menjadikan suatu kebiasaan. Halaman 45-51 Kegiatan di awali dengan dilakukan evaluasi pelaksanaan program kegiatan Pendidikan dan simulasi PHBS dengan cuci tangan dengan benar yang telah dilakukan oleh mitra selama ini, yang akan disampaikan oleh guru wali di SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta. Harapan kita hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk umpan balik agar kedepan pelaksanaan program kegiatan Pendidikan dan simulasi PHBS dengan cuci tangan dengan benar dapat berjalan lebih Pelaksanaan Kegiatan METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan Pendidikan dan simulasi PHBS dengan cucitangan pakai sabun bagi murid murid SDN Gunting. Gilangharjo. Pandaan. Bantul sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan cuci tangan, kegiatan ini mempunyai sasaran Murid murid SDN Gunting. Secara Pengabdian masyarakat ini di tuang dalam POA dan telah disusun dengan tim pengusul dan mitra mencakup serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan . kegiatan yang akan . ersiapan, kegiatan,dan evaluasi kegiatan. ) . Sasaran dan Tujuan . Jadwal kegiatan . Lokasi kegiatan . Unit atau siapa saja yang bertanggungjawab Penyelesaian masalah yang pertama adalah Peningkatan pengetahuan murid murid SD dan Guru wali kelas tentang pentingnya cuci tangan dengan benar ini sebagai bentuk peningkatan dan penyegaran bagi murid murid SD dan Guru wali. Kegiatan sebelum dilakukan mitra dilibatkan dalam penyusunan semua kegiatan yang akan dilakukan, termasuk siapa yang terlibat dalam pemberian materi dan rancangan kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan Pendidikan dan simulasi PHBS dengan cuci tangan dengan benar dilakukan selama 2 hari dengan metode Creamah, tanya jawab dan simulasi. Ini bertujuan untuk sebelumnya yang terkait dengan PHBS yang akan diberikan meliputi: Persiapan Kegiatan Program kegiatan Pendidikan dan simulasi PHBS dengan cuci tangan pakai sabun dengan Sebelum Kegiatan ini dilaksanakan, mitra akan ikut berpartisipasi dalam penyusunan kegiatan, termasuk menentukan siapa sajakah yang akan menjadi narasumber pada kegiatan tersebut. Guru wali dan Kepala sekolah SD Gunting. Pandak. Bantul. Yogyakarta sebagai mitra akan terlibat sebagai fasilitator pada kegiatan ini. Kegiatan ini diberikan dalam bentuk ceramah, praktik, demonstrasi,simulasi dan roleplay. Kegiatan ini direncanakan dilakukan selama 2 . hari, di hari pertama . akan dilakukan penjelasan dan pembentukan kelompok kecil, simulasi dan demonstrasi dari TIM pengusul, pada hari kedua . review kegiatan di hari pertama kemudian dilanjutkan praktek langsung tentang PHBS dengan cucitangan dengan benar oleh murid murid SDN Gunting. Gilangharjo Pandak, masing masing murid SD mencoba dan di dampingi oleh tim pengusul. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari yaitu hari jumat dan sabtu dari tanggal 7-8 Februai, 2020, kegiatan ini dilakukan dari jam 08-15. 00 WIB. Evaluasi Evaluasi pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1. Evaluasi Pendidikan dan simulasi PHBS dengan cuci tangan dengan dilakukan dengan metode memberikan evaluasi secara pretest dan posttest. Indikator keberhasilan ditinjau berdasarkan bagaimana nilai pretest dan posttest dari peserta, dikatakan berhasil apabila nilai posttest lebih tinggi daripada nilai pretest, dengan akumulasi nilai mencapai lebih dari sama dengan 80 (Ou. Evaluasi PHBS dengan simulasi cucitangan Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 45-51 dengan benar dengan cara murid murid untuk melakukan cucitangan dan didampingi oleh tim pengusul 75 (Ou. melakukan dengan HASIL DAN PEMBAHASAN Pkm Perilaku Hidup Bersih Sehat (Phb. dengan Cuci Tangan Pakai Sabun Di Sekolah Dasar Negeri Gunting Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta dilakukan selama 2 hari yaitu pada tanggal 7-8 februari 2020 sebanyak 89 murid SD Gambar 1. 1Cuci tangan dengan tujuh langkah. Gambar 1. 2 foto Bersama peserta dan mitra Gambar 1. 3 Pemberian materi tentang Pendidikan PHBS Gambar 1. 4 Pemberian materi tentang Pendidikan PHBS Gambar 1. 5 Simulasi sebelum dilakukan PHBS cuci tangan Gambar. 6 Simulasi cuci tangan di damping Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Ay Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Cuci Tangan Pakai SabunAy. dilakukan pada Bulan Februari 2020 di SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta. SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta berlokasi di Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta. SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta kelas 1 sampai dengan kelas 3 mempunyai 89 orang siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didahului dengan studi pendahuluan melalui metode wawancara dengan pihak pengelola yaitu kepala sekolah beserta guru- guru SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta. Selanjutnya, pengusul melakukan kegiatan FGD (Focuss Group Disscuio. persiapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama dengan mitra. Hasil FGD tersebut dituangkan dalam PoA (Plan of Actio. , yang disusun bersama oleh pengusul dan pihak mitra. Setiap kegiatan disusun secara detail dalam PoA, mencakup : Apa yang dikerjakan . ersiapan dan Tujuan dan sasaran . Jadwal kegiatan . Tempat pelaksanaan . Unit/siapa bertanggungjawab/melaksanakan . Jumlah dan sumber anggaran. PoA ini disepakati saat FGD Persiapan Pelaksanaan Program PKM. Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh data bahwa banyak anak yang belum terbiasa dengan PHBS yang salah satunya yaitu Cuci Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Tangan Pakai Sabun. Kadangkala anak anak tanpa mencuci tangan baik sebelum ataupun sesudah melakukan suatu tindakan . Oleh karena itu, pendidikan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) cuci tangan dengan tujuh langkah dengan benar sangat penting dan diperlukan oleh anak-anak sekolah SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta. Pada tahap awal dilakukan pretest terlebih pemahaman anak- anak sekolah SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul,Yogyakarta tentang tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) cuci tangan pakai sabun. Pretest difasilitasi oleh guru-guru SD Gunting. Gilangharjo. Pandak. Bantul. Yogyakarta dan mahasiswa Stikes Notokusumo program studi diploma i keperawatan. Tahap selanjutnya adalah penyampaian materi pendidikan Pendidikan kesehatan tentang tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Cuci Tangan Pakai Sabun, diberikan melalui metode storytelling . dan menonton media audio visual film animasi. Hasil pretest menunjukkan bahwa hanya 42 . iga pulu. orang anak yang dapat menjawab seluruh pertanyaan dengan benar. Mayoritas anak-anak belum mengetahui dan memahami . pengertian cuci tangan, . manfaat cuci tangan . cara cuci tangan, . dan dampak negative bila tidak cuci tangan. Hasil posttest menunjukkan bahwa 89 . elapan puluh sembila. orang anak dapat menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, mereka memahami tentang cuci tangan. Hal ini disebabkan karena anak-anak pada saat di berikan pendidikan memperhatikan dengan sungguh- sungguh. KESIMPULAN Keberlanjutan program di lapangan setelah kegiatan PKM selesai dilaksanakan adalah mitra bersama dengan pengusul akan membuat PoA (Plan of Actio. sebagai keberlanjutan Ay Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Cuci Tangan Pakai SabunAy ini, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang. PoA ini, disusun sesuai kaidah perencanaan yang baik, yaitu harus bisa menjawab 6 pertanyaan . W 1H). 6 pertanyaan . W 1H) tersebut, antara Halaman 45-51 lain: . What (Ap. : apa yang menjadi tujuan, apa yang akan dikerjakan, apa yang direncanakan, . Why (Mengap. : mengapa tujuan itu yang akan dicapai, mengapa jenis kegiatan itu yang dikerjakan, . Where (Diman. : dimana hal itu dilaksanakan, . When (Kapa. : kapan akan dilaksanakan, . Who (Siap. : siapa penanggungjawab, siapa How (Bagaiman. melaksanakan, bagaimana Setiap kegiatan disusun secara detail dalam PoA, mencakup . apa yang dikerjakan . ersiapan, pelaksanaan dan . tujuan dan sasaran, . jadwal kegiatan, . tempat pelaksanaan, . unit/siapa yang bertanggungjaan/melaksanakan, dan . jumlah dan sumber anggaran. Program Ay Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Cuci Tangan Pakai SabunAy ini keberlanjutannya akan dilakukan secara rutin, terjadwal dan berkesinambungan, setiap 1x dalam 3 . bulan sehingga materi-materi yang telah diberikan akan dapat diterapkan dengan optimal dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH Kami selaku tim yang melaksanakan Pengabdian masyarakat banyak mengucapkan terima kasih kepada Ketua stikes Notokusumo yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di SD N Gunting Gilang Harjo pandaan Bantul Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada kepala sekolah SD Negri Gunting. Gilang Harjo Pandaan Bantul beserta jajaran yang telah banyak teribat dalam kegiatan ini. Kami juga banyak mengucapkan kepada mahasiswa yang Stikes Notokusumo yang tergabung dalam senat mahasiswa yang telah banyak membantu kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA