https://doi. org/10. 56552/jisipol. Analisis Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Studi Pada BUMDes Kanie Kabupaten Sidenreng Rappan. Helmalia,. Herman Dema, . Barisan . Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Correspondence Email:llhya1639@gmail. Abstract This study aims to analyze the potential and development strategies of the Village-Owned Enterprise (BUMDe. in Kanie Village. Sidenreng Rappang Regency. Although the village has established a BUMDes unit focusing on office supplies, its management has not been optimal and does not yet reflect the villageAos full potential. This research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model and assisted by NVivo 12 Plus software. The findings reveal six major potentials in Kanie Village: natural resources, human resources, economic potential, socio-cultural aspects, institutional capacity, and geography. However, most of these potentials have not been fully utilized by BUMDes. The recommended development strategies include community empowerment, increased transparency, provision of capital and infrastructure, optimization of local resources, and collaboration with third parties. This study highlights the importance of a comprehensive, locallybased approach to ensure that BUMDes can develop sustainably and contribute significantly to improving the welfare of rural communities. Keywords: Local Potential. VillageOwned Enterprise. Development Strategy. Community Empowerment Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan strategi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. di Desa Kanie. Kabupaten Sidenreng Rappang. Meskipun desa ini telah membentuk unit usaha BUMDes berupa penyediaan alat tulis kantor (ATK), pengelolaannya belum optimal dan belum menyentuh potensi desa secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman serta didukung perangkat lunak NVivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kanie memiliki enam potensi utama: sumber daya alam, sumber daya manusia, ekonomi, sosial budaya, kelembagaan, dan geografis. Namun, sebagian besar potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh BUMDes. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi pemberdayaan masyarakat, peningkatan transparansi, penyediaan modal dan infrastruktur, optimalisasi sumber daya alam, serta kemitraan dengan pihak ketiga. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis potensi lokal secara menyeluruh agar BUMDes dapat berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Kata Kunci:Analisis Potensi Lokal. BUMDes. Strategi Pengembangan. Pemberdayaan Masyarakat 173 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) PENDAHULUAN Dalam era otonomi daerah, pemerintah desa memiliki ruang lebih luas untuk masyarakat serta mendorong kemandirian desa. Upaya ini juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa serta memperbaiki taraf hidup masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial, dan politik(Ramadhan Lubis et al. , 2. Salah satu instrumen penting dalam proses ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. , yakni entitas usaha yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat bersama pemerintah desa. Pembentukan BUMDes didasarkan pada kebutuhan lokal serta potensi yang dimiliki oleh desa tersebut. BUMDes berfungsi sebagai lembaga ekonomi desa yang menjalankan kegiatan usaha demi memperoleh keuntungan yang digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan(I Putu Satya Guna Dharma et al. , 2. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya pada Pasal 1 ayat . Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. merupakan badan usaha yang modalnya secara keseluruhan atau mayoritas berasal dari desa, melalui penyertaan langsung yang bersumber dari pemisahan kekayaan milik desa. Tujuannya adalah untuk mengelola berbagai aset, layanan jasa, serta kegiatan usaha lainnya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa(Satoto et al. , 2. BUMDes merupakan entitas usaha desa yang dijalankan oleh pemerintah desa bersama masyarakat, yang pembentukannya disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki desa guna memperkuat fondasi ekonomi desa tersebut(Moekti Krisna Muhammad & Hadiyan Edwin, 2. BUMDes didirikan berdasarkan kerangka hukum yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 mengenai Desa. Tujuan utama pendirian BUMDes adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADe. , memberikan layanan yang bermanfaat bagi kebutuhan dasar masyarakat desa, serta menjadi pelopor dalam pengembangan aktivitas ekonomi di tingkat desa (Indiani, 2. Pemerintah mendirikan BUMDes sebagai sarana untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan desa. Potensi tersebut bisa berasal dari sektor pertanian maupun peternakan. Melalui BUMDes, potensi-potensi ini dapat dikembangkan menjadi unit usaha produktif yang menghasilkan 174 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) keuntungan, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADe. (Hafif & Daryanto, 2. Kajian tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. telah menjadi isu penting dalam konteks pengembangan ekonomi di wilayah perdesaan. Menurut Santoso BUMDes pemanfaatan hasil pertanian, meskipun masih menghadapi hambatan di bidang manajemen dan kapasitas sumber daya manusia. Di sisi lain, penelitian oleh Wijaya dan Lestari . membahas efektivitas model pengembangan BUMDes yang berfokus pada sektor pertanian dan kerajinan, yang terbukti dapat memberdayakan ekonomi lokal meskipun dibatasi oleh masalah akses permodalan dan pemasaran. Astuti . menekankan pentingnya faktor internal dan eksternal, seperti keterlibatan masyarakat serta dukungan dari pemerintah, sebagai kunci keberhasilan BUMDes. Sementara itu. Prabowo dan Indrawati . menyoroti persoalan khas yang dihadapi BUMDes di wilayah pesisir, antara lain ketergantungan terhadap perikanan serta minimnya inovasi. Zainal . menambahkan bahwa BUMDes yang bergerak di sektor pariwisata kerap menghadapi tantangan dalam hal promosi dan keterampilan sumber daya manusianya. Secara keseluruhan, berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa strategi pengembangan BUMDes sangat dipengaruhi oleh sektor usaha dan karakteristik wilayah masing-masing. Walaupun sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas keberhasilan, model, serta tantangan dalam pengembangan BUMDes dari berbagai perspektif, masih terdapat kekosongan kajian yang secara komprehensif menelaah potensi lokal sebagai dasar utama dalam pengembangan BUMDes, terutama di daerah pedalaman seperti Desa Kanie. Kabupaten Sidenreng Rappang. Sebagian besar studi yang ada lebih menitikberatkan pada aspek manajerial (Santoso, 2. , pendekatan model secara umum (Wijaya & Lestari, 2. , maupun sektor tertentu seperti pariwisata (Zainal, 2. dan perikanan (Prabowo & Indrawati, 2. Namun, belum ada kajian yang secara menyeluruh mengkaji potensi wilayah dari sisi geografis, sumber daya alam, kualitas SDM, kondisi ekonomi, sosial-budaya, hingga kelembagaan sebagai suatu kesatuan terpadu. Kekosongan ini menimbulkan kebutuhan untuk penelitian yang dapat menjembatani celah literatur tersebut, guna menghasilkan perencanaan pengembangan BUMDes yang lebih relevan dengan konteks lokal dan berkelanjutan. Keunggulan pendekatannya yang menyeluruh dan berbasis konteks lokal dalam menelaah potensi Desa Kanie sebagai landasan strategi pengembangan BUMDes. Berbeda dengan studi-studi sebelumnya yang umumnya hanya berfokus pada model bisnis, 175 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) permasalahan sektoral, atau aspek manajerial, penelitian ini mengupas berbagai aspek potensi desameliputi faktor geografis, ekonomi, sosial-budaya, hingga kelembagaanyang dianalisis secara terpadu melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan mengambil lokasi penelitian di wilayah pedalaman yang masih minim perhatian akademik, studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti baik secara teoretis maupun praktis, khususnya dalam merancang strategi pengembangan BUMDes yang berbasis potensi lokal secara realistis dan berorientasi Di tengah tuntutan percepatan pembangunan desa dan desentralisasi fiskal, peran BUMDes menjadi semakin vital dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing. Meski secara yuridis telah memiliki payung hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dan berbagai peraturan turunannya, implementasi BUMDes di berbagai daerah menunjukkan variasi dalam hal efektivitas pengelolaan dan keberhasilan pencapaian tujuannya. Desa Kanie, sebagai salah satu desa di Kabupaten Sidenreng Rappang, merupakan contoh nyata di mana pembentukan BUMDes sudah terealisasi, namun belum diiringi dengan optimalisasi pengelolaan potensi lokal. Berdasarkan data inventaris dan laporan keuangan BUMDes Kanie, terlihat bahwa unit usaha yang dijalankan masih sangat terbatas dan belum menyentuh potensi strategis desa seperti sektor pertanian, peternakan, dan Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi desa yang melimpah dengan bentuk usaha yang dijalankan. Permasalahan tersebut tidak hanya terkait pada aspek modal, namun juga menyangkut rendahnya kapasitas manajerial, minimnya pelatihan SDM, dan kurangnya sinergi kelembagaan di tingkat lokal. Selain itu, masih belum tergarapnya potensi sosial-budaya dan geografis menjadi BUMDes Hal ini mengindikasikan pentingnya pendekatan berbasis potensi lokal yang menyeluruh, bukan hanya sekadar pembentukan badan usaha formal tanpa analisis konteks yang mendalam. Berdasarkan obsevasi awal yang dilakukan calon peneliti dengan melakukan wawancara kepada sekertaris Desa Kanie bahwa Desa ini telah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dan jenis usaha yang di jalankan adalah Alat Tulis Kantor (ATK) dibuktikan dengan data inventaris BUMDes. Fenomena di Desa Kanie menunjukan bahwa potensi yang dimiliki desa yang diharapkan dapat dikelola melalui BUMDes tidak optimal. Berdasarkan data pendapatan BUMDes pertahun. Keberadaan BUMdes belum dapat memberikan manfaat untuk kesejahteraan 176 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan untuk membuat dan menentukan jenis usaha yang akan dikelola atau ketidakmampuan memanfaatkan potensi yang dimiliki, baik berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM) yang belum memadai dari segi kualitas dan kuantitas. Keberadaan BUMDes sebagai lembaga yang menjadi wadah bagi pengembangan beberapa unit usaha yang dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah desa masih perlu dibenahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Kanie, seperti sumber daya alam, manusia, ekonomi, sosial budaya, dan kelembagaan, yang bisa dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Selain itu, penelitian ini juga ingin mencari tahu strategi yang tepat agar potensi tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat desa. Penelitian ini penting dilakukan karena meskipun BUMDes sudah dibentuk, pengelolaannya masih belum optimal. Padahal. BUMDes memiliki peran besar dalam meningkatkan perekonomian dan kemandirian desa. Diharapkan hasil dari penelitian ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah desa dan pengelola BUMDes agar ke depan bisa lebih berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat. KAJIAN PUSTAKA Teori Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Pengertian potensi dan peluang pengembangan usaha menurut Muhi . Menurut Muhi . , kemajuan suatu usaha, khususnya di wilayah pedesaan, sangat bergantung pada potensi yang dimiliki oleh daerah Ia menyoroti bahwa pemahaman mendalam terhadap berbagai aspek potensi desa merupakan langkah penting dalam menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Pandangannya menekankan bahwa pengembangan kewirausahaan desa perlu berakar pada identifikasi dan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal(Kartika, 2. Aspek Potensi Desa Menurut Muhi, potensi desa mencakup beberapa aspek penting yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha: Potensi Geografis : mencakup kondisi topografi dan unsur fisik nonhayati lainnya yang berpengaruh terhadap lingkungan sekitar serta kemudahan akses menuju suatu wilayah. 177 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) b. Potensi Sumber Daya Alam : merujuk pada ketersediaan berbagai sumber daya seperti lahan, curah hujan, air, dan potensi kelautan yang dapat dioptimalkan untuk berbagai kegiatan usaha. Potensi Sumber Daya Manusia : mengkaji jumlah tenaga kerja serta tingkat pengangguran di desa, yang menjadi indikator penting dalam menilai kemampuan produksi masyarakat setempat. Potensi Ekonomi : berhubungan dengan jenis pekerjaan dan peluang usaha yang bisa dikembangkan berdasarkan situasi ekonomi lokal yang Potensi Sosial dan Budaya : mencerminkan nilai-nilai tradisional serta kekayaan budaya lokal yang bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik atau keunikan dalam memasarkan produk. Potensi Kelembagaan kelembagaan di desa, baik sebagai pendukung maupun penghambat dalam proses pengembangan usaha(Budiyono, 2. Pandangan Muhi . mengenai potensi dan peluang dalam pengembangan usaha menekankan bahwa kesuksesan kegiatan wirausaha di wilayah pedesaan sangat ditentukan oleh sejauh mana potensi lokal dapat dimanfaatkan secara optimal. Keberhasilan ini akan semakin besar apabila didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai, kebijakan atau regulasi yang mendukung, serta adanya kerja sama yang strategis, sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa(Nugroho. Pengembangan potensi organisasi BUMDes (Badan Usaha Milik Des. merupakan proses strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan BUMDes dalam mengelola sumber daya yang ada di desa guna menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan. Konsep pengembangan potensi BUMDes berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sumber daya lokal, serta penguatan kapasitas organisasi untuk mencapai kemandirian ekonomi desa. BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa adalah entitas bisnis yang dibentuk dan dikelola oleh pemerintah desa dan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa. Menurut Prof. Dr. Sri Edi Swasono, seorang ahli ekonomi dan pengajar di Universitas Indonesia, 178 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) BUMDES merupakan salah satu bentuk ekonomi kerakyatan yang didasarkan pada prinsip gotong royong dan pemberdayaan masyarakat desa. menegaskan bahwa BUMDES berperan penting dalam memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal yang selama ini belum tergarap Dengan BUMDES, desa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dalam pengelolaan sumber daya yang ada di desanya, sehingga dapat menciptakan kemandirian ekonomi (Idah et al. , 2. Menurut Suprianto pengembangan adalah suatu kegiatan untuk pengetahuan dan pengertian pengetahuan umum termasuk peningkatan penguasaan teori, pengambilan keputusan dalam menghadapi persoalan organisasi (Sahadi et al. , 2. Menurut Korten (Theresia, (Community Developmen. sebagai suatu konsep perubahan sosial dengan mengacu pada paradigma pembangunan berbasis masyarakat. Menurut Batten (Gitosaputro, 2. menyatakan bahwa pengembangan masyarakat merupakan gerakan kearah peningkatan hidup yang lebih baik bagi masyarakat melalui partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri (Hidayat et , 2. Potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk Potensi adalah sumber yang sangat besar yang belum diketahui dan yang belum diberikan pada waktu manusia lahir di dunia ini. Potensi adalah kemampuan, kekuatan, kesanggupan, daya yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Dari beberapa pengertian di atas, potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang terpendam dan dapat Dalam pemahaman lain kurang lebih semakna, kata potensial mengandung arti kekuatan, kemampuan, dan daya, baik yang belum maupun yang sudah terwujud, tetapi belum optimaal. Potensi lokal merupakan sebuah daya, kekuatan, kesanggupandan kemampuan yang dimiliki oleh desa yang dikembangkan untuk mengubah kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik (Lubis et al. , 2. 179 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) B. Strategi Pengembangan Potensi BUMDes Peningkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. merupakan salah satu upaya penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Proses ini melibatkan beragam pendekatan, mulai dari pemanfaatan sumber daya yang ada hingga penguatan kemampuan dalam bidang manajemen. Berikut ini disajikan beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan potensi BUMDes secara berkelanjutan(Hidayat Rahmat et al. , 2. Pemberdayaan Masyarakat Keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam mendorong perkembangan BUMDes. Dengan memberikan pelatihan dan edukasi, kapasitas dan kompetensi masyarakat dalam mengelola unit usaha dapat Sebagai contoh, pelatihan yang berfokus pada pemanfaatan teknologi serta pengelolaan bisnis dapat berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional BUMDes(Rodiah et al. , 2. Optimalisasi Sumber Daya Alam Pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki desa merupakan langkah penting dalam pengembangan BUMDes. Potensi tersebut dapat diarahkan pada sektor seperti ekowisata, pertanian, atau pengolahan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, pemerintah desa perlu melakukan pemetaan potensi secara menyeluruh dan merumuskan strategi pengembangan yang tepat sasaran(Leniwati & Aisyah, 2. Kerja Sama dengan Pihak Keriga Membangun kemitraan dengan pihak swasta atau lembaga lainnya dapat membuka peluang bagi BUMDes untuk memperoleh dukungan tambahan, seperti akses permodalan dan transfer teknologi. Bentuk kerja sama ini dapat diwujudkan melalui kolaborasi dalam proses produksi maupun dalam jaringan distribusi produk lokal(Sasdika & Purnamawati, 2. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan BUMDes perlu dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan tanggung jawab agar dapat menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat. Hal pelaksanaan, hingga evaluasi setiap kegiatan usaha yang dijalankan oleh BUMDes(Santoso Budi Dwi et al. , 2. Penyediaan Modal dan Infrastruktur 180 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Pemerintah desa memiliki peran penting dalam menyediakan dukungan awal berupa modal dan infrastruktur yang memadai guna menunjang kelancaran operasional BUMDes. Kontribusi permodalan dari pemerintah daerah juga dapat dimanfaatkan untuk merintis unit usaha baru yang memiliki prospek keuntungan(Pekalongan et al. , 2. Evaluasi dan Penyesuain Strategi Evaluasi rutin terhadap kinerja BUMDes merupakan langkah penting untuk menilai sejauh mana strategi yang dijalankan berhasil. Melalui hasil evaluasi tersebut, pendekatan yang digunakan dapat disesuaikan agar lebih selaras setempat(Firmansyah Gamaputa, 2. Pengembangan BUMDes membutuhkan strategi yang komprehensif, mencakup pelibatan aktif masyarakat, pemanfaatan potensi sumber daya secara maksimal, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel. Dengan pendekatan ini. BUMDes diharapkan mampu menjadi kekuatan utama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan warga desa dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal(Iskandar et al. , 2. METODE PENELITIAN Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan utama yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Reduksi data dilakukan dengan merangkum dan memilah data yang relevan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. kemudian disajikan dalam bentuk narasi serta diagram tematik yang dibantu perangkat lunak NVivo 12 Plus untuk mempermudah pemetaan temuan. Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap dengan terus memverifikasi data hingga diperoleh temuan yang valid dan kredibel. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menerapkan uji kredibilitas melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta uji transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas guna memastikan objektivitas dan keterandalan hasil temuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi Pengembangan BUMDes di Desa Kanie 181 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Diagram Validasi Informan Potensi Pengembangan Bumdes Sumber: Hasil Analisis Nvivo 12 Plus,2025 Hasil analisis terkait Potensi Pengembangan Bumdes pada Hamidah selaku Pengelola Bumdes menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia dan Ekonomi menjadi hal yang dominan dari keempat indikator dengan angka persentase yakni sebesar 23,26%. Sumber Daya Alam dan Sosial Budaya berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 16,28%. Geografis Desa berada pada angka persentase ketiga yakni sebesar 11,63%, dan sedangkan Kelembagaan berada pada angka persentase paling rendah yakni 9,3%. Hasil analisis terkait Potensi Pengembangan Bumdes pada Masyarakat 2 menunjukkan bahwa Sumber Daya Alam dan Ekonomi menjadi hal yang dominan dari keempat indikator dengan angka persentase 20%. Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 17,14%. Geografis Desa berada pada angka persentase ketiga yakni sebesar 14,29%, dan sedangkan Sosial dan Budaya berada pada angka persentase yang paling rendah yakni 11,43%. Hasil analisis terkait Potensi Pengembagan Bumdes pada Masyarakat 1 menunjukkan bahwa Sosial dan Budaya menjadi hal yang dominan dari kelima indikator dengan angka persentase yakni sebesar 24%. Kelembagaan berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 20%. Geografis Desa dan Ekonomi berada pada angka persentase ketiga yakni sebesar 16%, dan sedangkan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam berada pada angka persentase yang paling rendah yakni sebesar 12%. Hasil analisis terkait Potensi Pengembangan Bumdes pada Kepala Desa menunjukkan bahwa Kelembagaan menjadi hal yang dominan dari kelima indikator dengan angka persentase yakni sebesar 25%. Geografis Desa berada 182 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) pada angka persentase kedua yakni sebesar 21,43%. Sumber Daya Alam. Sosial dan Budaya, dan Ekonomi berada pada angka persentase ketiga yakni sebesar 14,29%, dan sedangkan Sumber Daya Manusia berada pada angka persentase yang paling rendah yakni sebesar 10,71%. Hasil analisis terkait Potensi Pengembangan Bumdes pada Aparat Desa menunjukka bahwa Geografis Desa menjadi hal yang dominan dari kelima indikator dengan angka persentase yakni sebesar 22,86%. Sumber Daya Alam,Kelembagaan dan Ekonomi berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 17,14%. Sumber Daya Manusia berada pada angka persentase ketiga yakni sebesar 14,29. Dan sedangkan Sosial dan Budaya berada pada angka persentase yang paling rendah yakni sebesar 11,43%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kanie memiliki beragam potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui BUMDes. Potensi tersebut Sumber Daya Alam: Lahan pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi aset penting yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Sumber Daya Manusia: Masyarakat memiliki keterampilan di bidang pertanian dan kerajinan, namun belum diikuti dengan pelatihan usaha dan Potensi Ekonomi dan Sosial Budaya: Terdapat produk lokal yang memiliki nilai jual, serta budaya gotong royong yang masih kuat. Potensi Kelembagaan: Struktur organisasi desa dan dukungan perangkat desa dinilai sudah cukup baik, tetapi masih lemah dalam aspek inovasi dan pengelolaan usaha. Data dari wawancara dan analisis NVivo 12 Plus menunjukkan bahwa masing-masing informan memiliki pandangan berbeda terhadap potensi yang paling dominan. Misalnya, pengelola BUMDes menilai SDM dan ekonomi paling . ,26%), kelembagaan . %), dan aparat desa melihat faktor geografis sebagai kekuatan utama . ,86%). Perbedaan BUMDes memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif, mencakup seluruh dimensi potensi desa. 183 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Strategi Pengembangan BUMDes Diagram Validasi Informan. Sterategi Pengelolaan Bumdes Sumber : Hasil Analisis Nvivo 12 Plus, 2025 Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi Strerategi Pengelolaan Bumdes pada Pengelola Bumdes menyataka bahwa Pemberdayaan Masyarakat menjadi faktor yang mempengaruhi Sterategi Pengelolaan Bumdes dengan angka persentase 26,92%. Transparansi dan Akuntabilitas berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 23,08%. Penyediaan Modal Infrastruktur. Optimalisasi Sumber Daya Alam, dan Evaluasi dan Penyediaan Sterategi berada pada angka persentase ketiga yakni sebesar 15,38%, sedangkan Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga berada pada angka persentase yang paling rendah yakni sebesar 3,85%. Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi Sterategi Pengelolaan Bumdes pada Masyarakat 2 menyatakan bahwa Pemberdayaan Masyarakat. Optimalisasi Sumber Daya alam, dan Evaluasi dan Penyediaan Sterategi menjadi faktor yang mempengaruhi Sterategi Pengelolaan Bumdes dengan angka persentase 19,23%. Transparansi dan Akuntabilitas, dan Penyediaan Modal Infrastruktur berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 15,38%, sedangkan Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga berada pada angka persentase yang paling rendah yakni sebesar 11,54%. Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi Sterategi Pengelolaan Bumdes pada Masyarakat 1 menyatakan bahwa Transparansi dan Akuntabilitas menjadi faktor yang mempengaruhui Sterategi Pengeloaan Bumdes dengan 184 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) angka persentase sebesar 22,73%. Penyediaan Modal Infrastruktur. Optimalisasi Sumber Daya Alam, dan Kerja Sama Denga Pihak Ketiga berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 18,18%. Evaluasi dan Penyediaan Sterategi berada pada angka persentase ketiga yakni sebesar13,64%, sedangkan Pemberdayaan Masyarakat berada pada angka persentase yang paling rendah yakni sebesar 9,09%. Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi Sterategi Pengelolaan Bumdes pada Kepala Desa menyatakan bahwa Transparansi dan Akuntabilitas. Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga, dan Evaluasi dan Penyediaan Sterategi menjadi faktor yang mempengaruhi Sterategi Pengelolaan Bumdes dengan angka persentase yakni sebesar 21,88%. Pemberdayaan Masyarakat, dan Optimalisasi Sumber Daya Masyarakat berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 12,5%, sedangkan Penyediaan Modal Infrastruktur berada pada angka persentase yang paling rendah yakni sebesar 9,38%. Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi Sterategi Pengelolaan Bumdes pada Aparat Desa menyatakan bahwa Optimalisasi Sumber Daya Alam menjadi faktor yang mempengaruhi Sterategi Pengelolaan Bumdes dengan angka persentase yakni sebesar 23,81%. Penyediaan Modal Infrastruktur, dan Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga menjadi berada pada angka persentase yakni sebesar 19,05%. Transparansi dan Akuntabilitas berada pada angka persentase kedua yakni sebesar 16,67%. Pemberdayaan Masyarakat berada pada angka persentase ketiga yakni sebesar 11,9%, sedangkan Evaluasi dan Penyediaan Sterategi berada pada angka persentase yang paling rendah yakni sebesar 9,52%. Strategi pengembangan BUMDes di Desa Kanie dirumuskan berdasarkan lima aspek utama yang muncul dari analisis data, yaitu: Pemberdayaan Masyarakat Dianggap sebagai strategi utama oleh sebagian besar informan. Pelatihan, pendampingan, dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan BUMDes dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi dan kapasitas lokal. Transparansi dan Akuntabilitas Penting untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kepala desa dan masyarakat menekankan perlunya pelaporan keuangan yang terbuka serta keterlibatan masyarakat dalam evaluasi program. Penyediaan Modal dan Infrastruktur 185 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Masih menjadi kendala utama. Ketersediaan modal awal dan fasilitas fisik penunjang dinilai belum memadai. Optimalisasi Sumber Daya Alam Potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan lahan tidur perlu diolah menjadi unit usaha produktif. Kerjasama dengan Pihak Ketiga Kolaborasi dengan pemerintah, swasta, dan akademisi masih minim. Namun informan menyadari pentingnya membangun jaringan untuk memperluas akses pasar dan teknologi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan BUMDes tidak cukup hanya mengandalkan satu aspek, tetapi harus berbasis pada pemetaan potensi yang komprehensif dan strategi yang terintegrasi. Meskipun Desa Kanie telah memiliki unit usaha BUMDes (ATK), pengelolaannya belum optimal dan belum menyentuh potensi desa secara luas. Penelitian ini menguatkan hasil studi Santoso . , yang menyoroti kendala manajerial dan kelemahan SDM sebagai hambatan utama. Namun, berbeda dari studi tersebut, penelitian ini lebih fokus pada identifikasi potensi pengembangan berbasis pemberdayaan. Secara teoretis, temuan ini mendukung konsep pengembangan potensi desa dari Muhi . dan penguatan kelembagaan ekonomi kerakyatan ala Swasono . alam Idah et al. , 2. , yang menyatakan bahwa potensi geografis, alam, ekonomi, sosial budaya, dan kelembagaan harus dikelola secara sinergis untuk mencapai kemandirian desa. PENUTUP Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan BUMDes di Desa Kanie memiliki prospek yang baik karena ditunjang oleh potensi lokal yang meliputi sumber daya alam, manusia, ekonomi, sosial budaya, kelembagaan, dan geografis. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Hasil analisis optimalisasi sumber daya lokal, serta kolaborasi dengan pihak ketiga. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pendekatan berbasis potensi lokal merupakan dasar penting dalam membangun BUMDes yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan 186 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Diperlukan upaya sistematis dari pemerintah desa dan pengelola BUMDes untuk menyusun rencana pengembangan usaha berbasis potensi yang telah Pelibatan masyarakat secara aktif serta peningkatan kapasitas kelembagaan menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan strategi tersebut. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji implementasi strategi ini dalam jangka panjang serta mengukur dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat DAFTAR PUSTAKA