KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Terlebih dahulu saya mengucapkan Alhamdulillah serta Puji dan Syukur Kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunianya serta shalawat dan salam kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang membawa kita dari alam kegelapan dan kebodohan kealam yang terang benderang dan penuh dengan ilmu pengetahuan, sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ini sebagai Skripsi dengan judul: AuSistem Pendukung Keputusan Menentukan Calon Karyawan untuk Menempati Posisi Top Desain Grafis di Perusahaan XL-Axiata Medan Menggunakan Metode OresteAy. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar Stara Satu (S. pada jurusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Teristimewa Ayahanda Ibunda membesarkan dan selalu memberi doa, motivasi serta pengorbanannya baik bersifat moril maupun material yang tak ternilai harganya selama menjalani Selain itu, terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu untuk menyelesaikan penulisan Skripsi ini, yaitu: Bapak Dr. Rudi Gunawan. Si selaku ketua STMIK Triguna Dharma yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penyusunan Skripsi. Bapak Mukhlis Ramadhan. Kom selaku Wakil Ketua 1 bidang akademik STMIK Triguna Dharma Medan . Bapak Puji Sari Ramadhan. Kom. Kom, selaku ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma yang telah banyak membantu dalam memberikan motivasi dan pandangan. Bapak Marsono. Kom. Selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan saran, arahan, dan dukungannya serta motivasi, sehingga Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Ibu Milfa Yetri S. Kom. kom Selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, tata cara penulisan, saran, dan motivasi. Bapak / Ibu Dosen Triguna Dharma yang telah mengajar dan mendidik selama masa perkuliahan . Tim SPV dari XL-Axiata Medan yang telah memberikan izin untuk melaksanakan riset sebagai syarat penyusunan Skripsi. Skripsi ini masih masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, diharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca. Akhir kata penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak dan semoga Skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan. Medan. Penulis KHAIRUNNISA ABSTRAK PT. XL-Axiata atau di singkat dengan XL merupakan sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler swasta pertama di Indonesia yang berdiri pada Salah satu cabang perusahaan XL yang terbesar di Indonesia adalah Medan. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan juga menarik minat masyarakat untuk menggunakan provider XL, maka di butuhkanlah tampilan produk yang menarik, dan juga iklan yang menarik, baik di sosial media, atau bahilo dan poster di jalanan, yang mengelola bidang tersebut adalah seorang desain grafis. Sistem Pendukung Keputusan dapat membantu menyelesaikan masalah dalam merekrut desain grafis yang handal untuk bisa di jadikan top desain grafis, dengan cara yang cepat dan tepat yaitu menggunakan metode Oreste, dalam metode terebut dapat menghitung nilai-nilai dari banyaknya kriteria yang digunakan, sehingga mendapatkan hasil yang dapat membantu dalam menentukan top desian grafis yang baru. Dari penelitian ini akan menghasilkan aplikasi sistem pendukung keputusan yang dapat membantu XL- Axiata Medan dalam merekrut desain grafis yang handal untuk bisa di jadikan top desain grafis dengan kriteria yang diperlukan, lebih akurat dibandingkan dengan cara manual, dan menjadi bahan bagi pimpinan dalam mendata calon komandan. Keywords : Sistem Pendukung Keputusan. Oreste. XL- Axiata. Desain Grafis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . ABSTRAK . DAFTAR ISI . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR TABEL . BAB I PENDAHULUAN . 1 Latar Belakang . 2 Perumusan Masalah . 3 Batasan Masalah . 4 Tujuan Penelitian . 5 Manfaat Penelitian . BAB II KAJIAN PUSTAKA . 1 Desain Grafis . 2 XL-Axiata Medan . 3 Sistem Pendukung Keputusan. 4 Metode Oreste . 5 Pemodelan Sistem . Unified Modelling Language (UML) . Use Case Diagram . Activity Diagram . Class Diagram . Flowchart . 6 Aplikasi Pendukung . Microsoft Visual Basic . Crystal Report . Microsoft Access . BAB i METODOLOGI PENELITIAN . 1 Metode Penelitian . Pengumpulan Data (Data Collectin. Studi Literatur. 2 Metode Perancangan Sistem . Flowchart Dari Metode Oreste . Deskripsi Data Dari Penelitian . Penyelesaian Masalah Dengan Menggunakan Metode Oreste . Mengubah Setiap Data Alternatif Ke dalam Besson-Rank . Menghitung Nilai Distance Score . Menghitung Nilai Preferensi dari Nilai Distance Score . Perankingan . BAB IV PEMODELAN SISTEM DAN PERANCANGAN . 1 Pemodelan Sistem . Skenario Rancangan Sistem . Use Case Diagram . Activity Diagram . Class Diagram . 2 Rancangan Basis Data. 3 Rancangan Antar Muka . BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN . 1 Kebutuhan Sistem . Perangkat Lunak (Softwar. Perangkat Keras (Hardwar. 2 Implementasi Sistem . Tampilan Form Login. Tampilan Menu Utama . Tampilan Form Data Kriteria . Tampilan Form Data Calon Karyawan. Tampilan Form Data Penilaian . Tampilan Form Metode ORSETE. Tampilan Laporan Hasil Perhitungan . 3 Pengujian. 4 Kelebihan dan Kelemahan Sistem . BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN . 1 Kesimpulan . 2 Saran . DAFTAR PUSTAKA . Listing Program. L-1 Berita Acara Skripsi . L-20 Surat Keputusan Penghunjukan dan Penetapan Dosen Pembimbing . L-25 Daftar Riwayat Hidup . L-27 DAFTAR GAMBAR Gambar 2. Gambar 2. Gambar 2. Gambar 3. Gambar 3. Gambar 4. Gambar 4. Gambar 4. Gambar 4. Gambar 4. Gambar 4. Gambar 4. Gambar 4. Gambar 4. Gambar 5. Gambar 5. Gambar 5. Gambar 5. Gambar 5. Gambar 5. Gambar 5. Gambar 5. Gambar 5. Tampilan Microsoft Visual Basic . Tampilan Crystal Report . Tampilan Microsoft Office Access . Metode Penelitian. Flowchart Metode Oreste . Use Case Diagram . Activity Diagram . Class Diagram . Rancangan Form Login . Rancangan Form Menu Utama . Rancangan Form Kriteria . Rancangan Form Alternatif . Rancangan Form Proses Metode ORESTE. Rancangan Form Laporan . Form Login . Form Menu Utama . Form Data kriteria . Form Data Calon Karyawan . Form Data Penilaian Calon Karyawan . Form Perhitungan Metode ORESTE . Form Laporan . Form Pengujian Login . Form pengujian Metode ORESTE . DAFTAR TABEL Tabel 2. Tabel 2. Tabel 2. Tabel 2. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Tabel 3. Simbol- Simbol Use Case . Simbol- Simbol Activity Diagram . Simbol- Simbol Class Diagram . Simbol- Simbol Flowchart . Data Calon Karyawan . Data Seleksi Calon Karyawan . Nama Kriteria dan Nilai Bobot Kriteria . Nilai Bobot Pendidikan Terakhir . Nilai Bobot Pengalaman Kerja Sebagai Desain Grafis . Nilai Bobot Sertifikat Prestasi Desain Grafis . Nilai Bobot Wawancara . Nilai Bobot Penguasaan Corel Draw . Nilai Bobot Penguasaan Adobe Photoshop . Nilai Bobot Penguasaan Adobe Ilustrator . Hasil Konversi Data Alternatif . Nilai Besson-Rank Kriteria Pendidikan Terakhir . Nilai Besson-Rank Kriteria Kerja Desain Grafis . Nilai Besson-Rank Kriteria Sertifikat Prestasi . Nilai Besson-Rank Kriteria Wawancara . Nilai Besson-Rank Kriteria Penguasaan Corel Draw . Nilai Besson-Rank Kriteria Penguasaan A. Photoshop . Nilai Besson-Rank Kriteria Penguasaan Adobe Ilustrator Nilai Normalisasi Bobot Kriteria . Nilai Akumulasi Distance Score . Perankingan . BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pengguna smartphone Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada tahun 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu. Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina. India, dan Amerika. Setiap smartphone memiliki SIM Card untuk mendapatkan sinyal, baik untuk nelpon, chatting, atau berselancar di dunia internet. PT. XL-Axiata atau di singkat dengan XL merupakan sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler swasta pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1996 . Salah satu cabang perusahaan XL yang terbesar di Indonesia adalah Medan. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan juga menarik minat masyarakat untuk menggunakan provider XL, maka di butuhkanlah tampilan produk yang menarik, dan juga iklan yang menarik, baik di sosial media, atau bahilo dan poster di jalanan, yang mengelola bidang tersebut adalah seorang desain grafis. Desain grafis merupakan salah satu profesi yang memerlukan ketrampilan khusus dalam bidang grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seseorang yang bisa menggabungkan elemen-elemen seperti teks dan gambar, angka, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang unik, sangat berguna, mengejutkan atau subversif dan mudah di ingat . Maka dari itu PT XL-Axiata Medan haruslah mempertimbangkan aspekaspek tersebut dalam hal merekrut seorang desain grafis, agar menjadi top desain PT XL-Axiata Medan saat ini mengalami kendala dalam proses merekrut seorang desain grafis yang handal sesuai kebutuhan, berkualitas dan ahli pada bidangnya Pada saat ini PT XL-Axiata Medan merekrut karyawan masih menggunakan cara manual yang mana cara tersebut di nilai kurang efesien terkait masih terjadinya human error dalam menyeleseksi karyawan. Oleh karena itu di butuhkan sebuah inovasi baru agar mengurangi kendala tersebut. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semiterstruktur dan tidak tersruktur. SPK biasanya dibangun untuk menyelesaikan solusi atas mengevaluasi suatu peluang. Metode Oreste adalah salah satu metode dalam sistem pendukung keputusan yang terbilang baru. Metode ini merupakan pengembangan dari beberapa metode lain yang terhimpun dalam metode Multi Attribute Decision Making (MADM). Dalam metode ini terdapat hal yang unit yaitu dengan mengadopsi Besson Rank. Besson Rank merupakan pendekatan untuk membuat skala prioritas dari setiap indikator kriteria, dimana apabila terdapat nilai kriteria dalam perangkingannya menggunakan pendekatan rata-rata . Berdasarkan deskripsi diatas dirancanglah sebuah sistem yang mendukung untuk pemilihan nilai tertinggi atau terendah menggunakan metode Oreste maka perlu membuat sebuah penelitian dengan judul AuSistem Pendukung Keputusan Menentukan Calon Karyawan untuk Menempati Posisi Top Desain Grafis di Perusahaan XL-Axiata Medan Menggunakan Metode OresteAy. Perumusan Masalah Berdasarkan gambaran dan deskripsi dari masalah yang telah dijelaskan pada latar belakang masalah, berikut adalah rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana menganalisa masalah yang berkaitan dalam menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XLAxiata Medan menggunakan metode Oreste ? Bagaimana merancang Sistem Pendukung Keputusan dalam menyelesaikan masalah terkait dengan menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL- Axiata Medan menggunakan metode Oreste ? Bagaimana mengimplementasi Sistem Pendukung Keputusan dalam menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL- Axiata Medan menggunakan metode Oreste ? Batasan Masalah Berdasarkan dengan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan, agar pembahasan ini tidak meluas, maka batasan masalah pada pembahasan ini adalah : Data kriteria di ambil dari perusahaan PT XL- Axiata Medan. Sistem yang dibuat hanya sebagai pendukung untuk mengambil keputusan dalam menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain di perusahaan XL- Axiata Medan. Sistem yang dirancang hanya untuk pengguna tunggal . ingle use. berbasis desktop programming. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian sistem yang dibangun ini adalah sebagai berikut : Untuk menganalisa masalah yang berkaitan dalam menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XLAxiata Medan dengan menggunakan metode Oreste ? Untuk merancang Sistem Pendukung Keputusan dalam menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XLAxiata Medan menggunakan metode Oreste ? Untuk mengimplementasi Sistem Pendukung Keputusan menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL- Axiata Medan menggunakan metode Oreste? Manfaat Penelitian Manfaat yang akan diperoleh dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai Sistem yang dibangun dapat membantu pihak perusahaan dalam proses seleksi calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis. Dapat memudahkan manajer PT XL- Axiata Medan agar tidak terjadi kesahalan dalam penyeleksian dalam memilih karyawan yang menempati posisi top desain grafis atau meminimalisir human error. Dapat membantu pihak Manajemen memberikan keputusan dalam dalam waktu yang relatif singkat. Dapat menjadi referensi bagi pembaca dan pegawai yang ada di PT XLAxiata Medan dalam hal transparansi pemilihan yang menempati posisi top desain grafis. BAB II KAJIAN PUSTAKA Desain Grafis Desain . ancang menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi dalam penyampaian pesan. Bentuk informasi grafis, video, animasi,diagram, suara, dan lain-lain dengan mudah dapat dihasilkan dengan mutu yang cukup baik . Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual. Keterampilan desain grafis tidak hanya digunakan dalam penyajian informasi melalui internet dan sosial media. Penyajian informasi melalui poster juga membutuhkan keterampilan Penyajian informasi melalui poster sudah sering ditemukan. Poster merupakan pengembangan media informasi yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi ke publik. Poster dinilai lebih menarik untuk penyampaian informasi di bandingkan dengan kertas pengumuman biasa. Selain itu, keteranpilan desain grafis juga diperlukan . Pekerjaan desain grafis menuntut pemahaman terhadap esensi dunia visual dan seni . Sebab desain grafis menerapkan elemen-elemen dan prinsipprinsip desain . dalam memproduksi sebuah karya visual . XL-Axiata Medan XL Axiata . menjadi perusahaan seluler swasta pertama di Indonesia. XL Axiata terus berinovasi dan menjadi operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang meluncurkan 4. Kantor Utama XL Axita berda di JL. Rasuna Said X5 Kav. 11-12 Kuningan Timur. Setiabudi. Jakarta Selatan 12950 Indonesia. Sedangkan untuk yang di cabang Medan kantor XL- axiata berda di Jl. Pangeran Diponegoro No. Petisah Tengah. Kec. Medan Petisah. Medan. Sumatera Utara. Tujuan dari di dirikannya XL axiata adalah membawa dunia lebih dekat dengan cara yang sederhana untuk kehidupan yang lebih cerah. Visi dari XL Axiata adalah menjadi penyedia konektivitas data pilihan dengan integritas tinggi di Indonesia. Nilai inti yang di pegang oleh PT. XL Axiata : Integritas Tanpa Kompromi. Kami hanya melakukan hal yang benar sesuai dengan tim dan mencari nasihat jika tidak jelas Sinergi Tim. Kami memenuhi janji dengan mendengarkan, memahami sebelum kami menantang dan menawarkan bantuan untuk mencapai dengan solusi terbaik. Kesederhanaan Tempatkan pelanggan di pusat dengan menjalankan dengan cara yang sederhana, cepat, konsisten, dan dapat diandalkan. Penampilan luar biasa . Kami memberikan yang terbaik untuk menang Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan dapat didefinisikan sebagai sistem yang mendukung seseorang atau sekelompok kecil manajer yang bekerja sebagai problem solving team . im pembuat keputusa. , untuk membuat keputusan mengenai masalah semi terstruktur, dengan cara menyediakan sejumlah informasi yang spesifik . Sistem Pendukung Keputusan merupakan sistem interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data. Sistem Pendukung Keputusan lebih ditujukan untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analitis dalam situasi yang kurang terstruktur dengan kriteria yang kurang . Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk pengetahuan atau manajemen pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau Sistem Pendukung Keputusan (SPK) juga merupakan penggabungan sumber - sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan yang menangani masalah-masalah semi struktur yang merupakan sistem yang membantu pengambil keputusan untuk melengkapi informasi dari data yang telah diolah secara relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat meningkatkan kemampuan pengambil keputusan dengan memberikan alternatifalternatif keputusan yang lebih banyak atau lebih baik, sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan keadaan yang dihadapi . Sistem Pendukung Keputusan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu . SPK Spesifik Sistem Pendukung Keputusan bertujuan dapat memecahkan suatu masalah dengan menggunakan karakteristik tertentu, sistem pendukung keputusan harga suatu barang. Pembangkit SPK Pembangkit SPK merupakan dalah sebuah software khusus yang digunakan dalam membangun dan mengembangkan SPK. SPK dapat memudahkan perancang dalam membangun SPK Spesifik. Perlengkapan SPK Sebuah software dan hardware yang mendukung dalam pembangunan SPK spesifik maupun pembangkit SPK. Sistem Pendukung Keputusan sistem yang digunakan untuk membantu dalam pengambilan suatu keputusan dimulai dati mengidentifikasi, menentukan dan memilih data yang relavan, serta untuk menentukan pendekatan dalam tahapan pengambilan keputusan, sampai dengan tahapan evaluasi pemilihan alternatif . 1 Tujuan Sistem Pendukung Keputusan Ada beberapa tujuan Decision Support System yang ingin dicapai yaitu . Dapat membantu manajer dalam mendapatkan keputusan dari masalah terstruktur dan semi terstruktur. Dapat memberikan keputusan pertimbangan manajer dan bukannya dimaksudkan untuk menggantikan fungsi dari manajer. Meningkatkan efektivitas keputusan yang diambil oleh manejer lebih dari pada perbaikan efesiensinya. Kecepatan komputasi dapat membuat komputer mendapatkan keputusan dalam melakukan komputasi secara cepat dan biaya redah. Peningkatan produktivitas membangun satu kelompok pengambilan pakar, bisa Pendukung terkomputerisasi bisa mengurngi ukuran kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi yang berbeda - beda . enghemat biaya perjalana. Selain itu, produktivitas Staff pendukung contohnya hukum dan keuangan bisa ditingkatkan. Untuk dukungan kualitas sistem atau komputer dapat meningktakan kualitas yang telah dibuat. Contohnya jika data banyak diakses, semakin banyak juga alternatif yang bisa dievaluasi. Untuk berdayasaing, pengaturan dan pemanfaatan sumber daya dari Persaingan yang begitu ketat, sehingga mengambil keputusan menjadi sulit. Daya saing tidak hanyak ada pada harga tapi pada kualitas yang tinggi, kecepatan yang tepat, mendapatkan perhatian pelanggan , dan perbaruhan produk. Dapat mengatasi keterbatasan dalam kognitif dalam proses dan Manusia memiliki otak yang bekemampuan terbatas untuk memproses, menyimpan, dan mengingat suatu informasi. Proses Perancangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pada dasarnya, untuk membangun suatu SPK dikenal delapan tahapan yang memiliki berbagai variasi. Selain itu, terdapat pula SPK yang dibangun tanpa melalui seluruh tahapan tersebut. Delapan tahapan perancangan SPK antara lain . Perencanaan (Plannin. Perencanaan pada umumnya berhubungan dengan perumusan masalah serta penentuan tujuan dari SPK. Penelitian (Researc. Penelitian berhubungan dengan pencarian data serta sumber daya yang Analisis (Analysi. Proses dalam menentukan cara merancang dan mendekatkan pengembangan suatu sistem akan dikerjakan dan sumber daya yang akan diperlukan. Perancangan (Desig. Dalam tahap ini rancangan dilakukkan untuk 3 subsistem, yaitu database dalam subsistem, database model, dan subsistem dialog. Pembangunan (Constructio. Tujuannya untuk melanjutkan ketahap perancangan, gabungan tiga subsistem rancangan akan digabungkan menjadi satu SPK. Pada tahap ini di mulai penulisan bahasa pemrograman bagi SPK. Implementasi Pernerapan SPK yang akan dibangun, yang terdapat berbagai tugas yang akan dikerjakan seperti evaluasi, testing, orientation, demonstration, deployment, dan training. Pemeliharaan (Maintenanc. Tahapan yang bersangkutan dengan perancangan dalam dukungkan yang dilaksanakan terus menerus agar mempertahankan keadaan sistem. Adaptasi (Adaptatio. Dalam tahap ini dilakukan pengulangan terhadap tahap-tahap di atas sebagai tanggapan atas perubahan kebutuhan user. Arsitektur dalam Sistem Pendukung Keputusan Aplikasi dalam Sistem Pendukung Keputusan yang terdiri dari berbagai subsistem, yaitu sebagai berikut . Subsistem dalam manajemen data Subsistem manajemen data adalah memasukkan suatu database yang berisi data yang real agar dapat dikelolah oleh perangkat lunak atau suatu sistem, istilah ini sering disebut sistem manajemen databse (DBMS/ Data Base Management Syste. Subsistem manajemen model Merupakan paket perangkat lunak yang memasukkan model keuangan, statistik, ilmu manajemen, atau model kuantitatif lain yang dapat memberikan manajemen perangkat lunak yang tepat dan kapabilitas analitik digunakan juga bahasa-bahasa pemodelan untuk membangun model-model Subsitem manajemen model sering disebut manajemen basis mode (MBMS). Manajemen basis mode bisa dikoneksikan ke penyimpanan korporat dan eksternal yang ada pada model. Subsistem antar muka pengguna Subsistem antar muka pengguna adalah pengguna dapat berkomunikasi dan memerintahkan suatu sistem pendukung keputusan dengan menggunakan subsistem tersbut. Penggunakan sangat berperan penting. Para penemu mengatakan bahwa ada beberapa kontribusi unik dari sistem pendukung keputusan berasal dari interaksi yang sangat inteksif antara perangkat komputer dan pembuat keputusan. Subsistem dalam menajemen berbasis pengetahuan Merupakan manajemen dalam mendukung semua dari subsistem yang ada dan berperang penting sebagai koponen independen dan bersifat opsional. Metode Oreste Metode Oreste, pertama kali diperkenalkan oleh Roubens . Oreste memungkinkan untuk peringkat percobaan dalam perintah lengkap atau dalam urutan parsial dengan mempertimbangkan incomparability. Metode Oreste merupakan metode dalam sistem pendukung keputusan yang mampu mengolah data ordinal atau data yang berbentuk peringkat yang sulit diolah dengan metode lain . Salah satu proses dalam metode Oreste adalah Besson-rank, adapun Besson-rank tersebut adalah proses pemberian ranking untuk sejumlah kriteria atau alternatif berdasarkan tingkat kepentingannya . Langkah-langkah perhitungan dengan metode Oreste adalah sebagai berikut . Jadikan dalam bentuk ordinal (Besson Ae Ran. Jika ada nilai yang sama, maka rangkingnya dicari rata-ratanya. Dari hasil tersebut, urutkan dari besar ke kecil. Ranking nilai alternatif dari kriteria terbesar diberi nilai 1, dan untuk nilai selanjutnya di urutkan berdasarkan nilai yang menjadi urutan Mencari Distance Score dengan cara menghitung setiap pasangan alternatifkriteria sebagai nilai "jarak" untuk posisi yang ideal dan ditempati oleh alternatif terbaik untuk kriteria yang paling penting menggunakan Keterangan : D ( cj , a ) = Distance Score rcj = Besson Ae rank kriteria j rcj ( a ) = Besson Ae rank alternatif dalam kriteria j R = Koefisien . efault = 3 ) Hasil distance rank menjadi global rank yaitu dengan mengurutkan hasil dari distance rank dalam bentuk ascending . ecil ke besa. Penjumlahan global rank, jumlahkan semua alternatif dalam kriteria dalam satu baris pada setiap kolom . ang sering dipanggil summar. Didapatkanlah hasil akhir (Ascendin. Hasil summary pada global rank hasilnya di urutkan. Data dengan nilai summary terkecil merupakan data prioritas utama . eringkat pertam. Pemodelan Sistem Pemodelan merupakan gambaran dari kehidupan nyata yang sederhana dan dituangkan dalam bentuk pemetaan dengan aturan tertentu. Pemodelan dapat menggunakan bentuk yang sama dengan kenyataan yang ada misalnya seorang arsitek ingin memodelkan sebuah gedung yang akan dibangun maka dia akan memodelkannya sengan sebuah market . arsitektur gedung yang akan dibangun yang mana market tersebut akan di buat semirip mungkin dengan desain gedung yang akan di bangun oleh arsitektur tersebut . Unified Modelling Language (UML) Unified Modelling Language (UML) adalah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia insustri untuk mendefenisikan requirement, membuat analisis desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek . UML merupakann sebuah bahasa yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisai, merancang, dan mendokumentasikan software. UML biasa digunakan untuk : Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use case dan actor. Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilaksanakan secara pumum, dibuat dengan interaction diagram. Menggambarkan representasi struktur statis sebuah sistem dalam bentuk class diagram. Membuat model behavior yang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah sistem dengan state transition diagram. Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan component and development diagram. Menyampaikan atau memperluas fungtinality dengan stereo types. Use Case Diagram Use case diagram merupakan pemodelan untuk menggambarkan behavior sistem yang akan dibuat. Diagram use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat . Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebauh sistem. Sebuah use case mepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah perkerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya. Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan tertentu. Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada Use case . Tabel 2. 1 Simbol Ae simbol Use case Simbol Nama Use Case Deskripsi Fungsi bertukar pesan antar unit atau aktor, disebut dengan menggunakan kata kerja di awal frase nama use case. Orang atau proses, dan sistem lain yang saling berinteraksi dengan sistem Aktor / Actor informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi itu sendiri. Walaupun gambar simbol aktor adalah gambar orang, tetapi aktor belum pasti orang. Komunikasi antara aktor dan use case Asosiasi / Association yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan Relasi use case merupkan tambahan ke sebuah use case, yang ditambah akan berdiri sendiri biarpun tanpa use case <> Ekstensi / extend tambahan itu, ekstensi sama dengan prinsip inheritance pada programan berorientasi objek, dan use case akan memiliki nama depan yang sama . Hubungan generalisasi dan spesialisasi Generalisasi / Generalization . mum-khusu. antara dua buah use case di mana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya. Relasi use case tambahan ke sebuah <> Menggunakan / <> include / uses use case, di mana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini. Activity Diagram Activity diagram atau diagram activity menggambarkan workflow . liran kerj. atau aktivitas dari sebauh sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan actor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem . Activity diagram merupakan state diagram khusus, dimana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di trigger oleh selesainya state Oleh karena itu, activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem dan interaksi antar subsistem secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur activity dari level atas secara umum . Activity diagram memiliki pengertian yaitu lebih fokus kepada menggambarkan proses bisnis dan aturan aktivitas dalam sebuah proses. Pada business modeling use case dipakai untuk memperlihatkan urutan aktivitas proses Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada Activity Diagram . Tabel 2. 2 Simbol-Simbol Activity Diagram Simbol Nama Deskripsi Status awal dari aktivitas sistem. Status Awal sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal Percabangan / Asosiasi percabangan di mana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu. Tabel 2. 2 Simbol-Simbol Activity Diagram . Simbol Nama Deskripsi Asosiasi penggabungan di mana Penggabungan / frok digabungkan menjadi satu. Status akhir yang dilakukan sistem. Status akhir sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir Memisahkan organisasi bisnis yang Swimlane Swimlane bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi. Class Diagram Class diagram merupakan hubungan antar kelas dan penjelasan detail terhadap tiap-tiap kelas di dalam model desain dari sistem, juga memperlihatkan aturan-aturan dan tanggung jawab entitas yang menentukan perilaku sistem. Class diagram juga menunjukkan atribut-atribut dan operasi-operasi dari sebuah kelas dan constraint yang berhubungan dengan objek yang dikoneksikan. Class diagram membantu dalam visualisasi struktur kelas Ae kelas dari suatu sistem dan merupakan tipe diagram yang paling banyak. Class diagram memperlihatkan hubungan antar kelas dan penjelasan detail tiap Ae tiap kelas di dalam model desain . alam logical vie. dari suatu sistem. Selama proses analisis, class diagram memperlihatkan aturan Ae aturan dan tanggung jawab entitas yang menentukan perilaku sistem . Class Diagram digunakan untuk menampilkan kelas dan paket-paket didalam sistem. Class diagram memberikan gambaran sistem secara statis dan relasi antar mereka. Biasanya, dibuat beberapa class diagram untuk sistem Beberapa diagram akan menampilkan subset dari kelas kelas dan Dapat dibuat diagram sesuai dengan yang diinginkan untuk mendapatkan gambaran lengkap terhadap sistem yang dibangun. Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada class diagram . Tabel 2. 3 Simbol- Simbol Class Diagram Simbol Nama Kelas Antarmuka / Deskripsi Kelas dari struktur sistem. Sama dengan konsep Interface dalam pemrograman berorientasi Asosiasi / Relasi antarkelas dengan makna Asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity Asosiasi berarah / Relasi antarkelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas lain. Generalisasi Relasi antarkelas dengan makna generalisasi-spesialisasi . mum Ae Kebergantungan / Relasi antarkelas dengan makna kebergantungan antarkelas . Agregasi / Relasi antarkelas dengan makna semua bagian. Flowchart Flowchart adalah gambaran dalam bentuk diagram alir dari algoritma dalam suatu program yang menyatakan arah alur program dalam menyelesaikan suatu masalah. Flowchart merupakan suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses . dengan proses lainnya dalam suatu program . Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu di pelajari dan di evaluasi lebih lanjut. Proses di lingkungan organisasi pada umumnya merupakan suatu rangkaian kegiatan yang berulang. Setiap siklus kegiatan tersebut biasanya dapat dipecahkan ke dalam beberapa langkah kecil. Dari uraian langkah-langkah tersebut, kita dapat mencari langkah mana saja yang bisa kita perbaiki . Flowchart Sistem Flowchart sistem merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam sistem secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Dengan kata lain, flowchart ini merupakan deskripsi secara grafik dari urutan prosedur-prosedur yang terkombinasi yang membentuk suatu sistem. Flowchart sistem terdiri dari data yang mengalir melalui sistem dan proses yang mentransformasikan data itu. Flowchart Program Flowchart program di hasilkan dari flowchart sistem. Flowchart program merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana setiap langkah Flowchart menunjukkan setiap langkah program atau prosedur dalam urutan yang tepat Programmer menggambarkan urutan instruksi dari program komputer. Analis sistem menggunakan flowchart program untuk menggambarkan urutan tugas-tugas pekerjaan dalam suatu prosedur atau operasi . Berikut merupakan simbol simbol yang terdapat pada flowchart . Tabel 2. 4 Simbol-Simbol Flowchart Nama Simbol Fungsi Predifined Permulaan sub program. Decision/ Logika Perbandingan, pernyataan, penyeleksian data yang memberikan pilihan untuk selanjutnya. Connector Penghubung bagianbagian flowchart yang berada pada satu halaman. Off line Penghubung bagianbagian flowchart yang berada pada halaman berbeda. Terminal Permulaan/akhir program. Flowline Arah aliran program. Predefined Proses inisialisasi/pemberian harga Process Proses penghitung/ proses pengolahan data. Input-Output Proses input/output data. Aplikasi Pendukung Adapun aplikasi pengembangan sistem yang digunakan dalam pembuatan sistem adalah sebagai berikut : Microsoft Visual Basic Microsoft visual basic merupakan sistem pembangun yang secara khusus mengembangkan aplikasi-aplikasi grafis untuk digunakan dalam Microsoft Itu mencakup alat perancangan grafis dan bahasa pemrograman tingkat tinggi-basic. Visual Basic menggunakan dua jenis obyek: format dan kontrol. Format tampil sebagai windows dalam layar komputer. Dalam Visual Basic, programer membuat format dan atas dasar itu membuat obyek lain yang disebut Kemudian, dengan menggunakan bahasa pemrograman, programer memrogram bagaimana format dan kontrol bereaksi terhadap aksi pemakai dalam lingkungan yang bersifat evevt drivent . Berikut ini gambar tampilan awal Microsoft Visual Basic : Gambar 2. 1 Tampilan Microsoft Visual Basic Microsoft Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang mendukung prinsip pemrograman berorientasi objek namun tidak sepenuhnya. Microsoft Visual Basic merupakan teknik pemrograman visual yang penggunaannya dapat dikreasikan sesuai kreatifitas pengguna, sehingga Microsoft Visual Basic dapat didesain ataupun dimodifikasi sendiri sesuai dengan keinginan yang dibangun oleh ide pengguna dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sederhana . Visual Basic adalah program yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis Microsoft Windows secara cepat dan mudah. Visual basic menyediakan tool untuk membuat aplikasi yang sederhana sampai aplikasi yang kompleks atau rumit baik untuk keperluan pribadi atau untuk keperluan perusahaan/instansi dengan sistem yang lebih besar . Crystal Report Crystal Report merupakan komponen untuk membuat report atau laporan dari program yang dibuat agar dapat dipahami oleh pengguna, yang report tersebut diambil dari kumpulan data dari tabel yang tersimpan di dalam database . Dibawah ini merupakan gambar tampilan awal pada Crystal Report sebagai Berikut : Gambar 2. 2 Tampilan Crystal Report Beberapa kelebihan dari Crystal Report ini adalah sebagai berikut . Pembuatan laporan dengan Crystal Report tidak terlalu rumit dan banyak melibatkan kode program. Program Crystal Report banyak digunakan karena mudah terintegrasi dengan bahasa lain. Fasilitas impor hasil laporan yang mendukung format-format paket program lain, seperti Microsoft Office. Adobe Acrobat Reader. HTML, dan Koneksi yang mudah karena disertai beberapa form yang memudahkan Microsoft Access Microsoft Access 2007 atau lebih dikenal access 2007 merupakan salah satu perangkat lunak yang diperuntukan untuk mengolah database di bawah sistem windows, dengan menggunakan Microsoft Access 2007, seseorang dapat merancang, membuat, dan mengelola database dengan mudah dan cepat. Access 2007 merupakan pengembangan dari Access 2003, 2000 maupun versi-versi sebelumya, dengan harapan program aplikasi database ini lebih mudah dipakai, mudah di integrasikan dengan program aplikasi Microsoft Office 2007 lainnya dan dapat memanfaatkan semua fasilitas yang terdapat pada Internet maupun Intranet . Microsoft Access adalah sebuah software yang dapat mengolah database yang bisa beroperasi di dalam sistem windows. Microsoft Access adalah salah satu dari sebuah produk yang dikembangkan oleh Microsoft, produk tersebut bernama Office. Dalam mengolah database. Access memiliki sarana yang dapat membantu pekerjaan pengguna . Dibawah ini merupakan gambar tampilan awal pada Microsoft Access Gambar 2. 3 Tampilan Microsoft Office Access BAB i METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Metodologi penelitian merupakan cara yang digunakan dalam memperoleh data menjadi informasi yang lebih akurat sesuai permasalahan yang akan diteliti, didalam melakukan penelitian terdapat beberapa cara yaitu sebagai berikut : Pengumpulan Data (Data Collectin. Dalam teknik pengumpulan data terdapat beberapa yang dilakukan di antaranya yaitu: Observasi Dalam penelitian ini dilakukan dengan tinjauan langsung ke Perusahaan XL- Axiata Medan di Jl. Pangeran Diponegoro No. Petisah Tengah. Kec. Medan Petisah. Medanedan. Sumatera Utara. Di perusahaan tersebut di lakukan analisis masalah yang dihadapi kemudian diberikan sebuah resume atau rangkuman masalah apa saja yang terjadi selama ini terkait dalam kriteria dalam menetukan calon karyawan top desain grafis. Selain itu juga di lakukan sebuah analisis kebutuhan dari permasalahan yang ada sehingga dapat dilakukan pemodelan sistem. Wawancara Setelah itu dilakukan wawancara kepada pihak-pihak yang terlibat dalam perekrutan calon karyawan top desain grafis, dan menanyakan apa yang menjadi masalah selama ini, yaitu dalam hal yang terjadi ketika sedang menetukan calon karyawan untuk menempati posisi top desain grafis. Berikut merupakan hasil dari obeservasi dan juga wawancara yang didapatkan dari Perusahaan XL- Axiata Medan : Tabel 3. 1 Data Calon Karyawan No Nama Muhammad Reza Arif Rizky Wahyu Ramadhan Rahma Dwi Utami Eva Monica Muhammad Andika Sahputra Indah Raskita Ryan Dewanto Rinda Anggun Destalia Deddy Syahputra Muhammad Abdul Aziz Tempat. Tanggal Lahir Medan, 07 Agustus 1999 Medan, 30 Januari 1997 Langkat, 27 Februari 1998 Medan, 08 September Medan, 02 Februari 1998 Tembung, 20 Okteober Medan, 09 Jnuari 1998 Medan, 08 Desember Medan, 15 April 1995 Medan, 03 Maret 2002 Alamat No. Jl. Jamin Ginting No. Jl. Pintu Air IV Jl. Garu II Jl. PS. Vi. Kwala Bekala. Meda Johor Jl. H Nasution Gg Permai. No 5 Kec. Johor Jl. Karya Bakti No. Jl. Perintis Kemerdekaan Jl. Abdul Hakim. Gang Susuk 7 No. Jl. Bunga Lau No. Jl. Ngumban Surbakti Tabel 3. 2 Data Seleksi Calon Karyawan Nama Pendidikan Terakhir Pengalaman Kerja Desain Grafis Muhammad Reza Arif SMK 1,5 Tahun Rizky Wahyu Ramadhan 2,5 Tahun Rahma Dwi Utami SMA 2 Tahun Eva Monica 2 Tahun Muhammad Andika Sahputra 6 Bulan Indah Raskita SMK 3 Bulan Ryan Dewanto SMA 3 Tahun Rinda Anggun Destalia Tidak Memiliki Pengalaman Deddy Syahputra 3,5 Tahun Muhammad Abdul Aziz SMK 3 Bulan Sertifikat Prestasi Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Wawancara Penguasaan Corel Draw Penguasaan Adobe Photoshop Penguasaan Adobe Ilustrator Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Kurang Baik Cukup Baik Baik Cukup Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Studi Literatur Selain menggunakan pengumpulan data dari observasi dan wanancara, dalam penelitian ini juga digunakan studi literatur. Studi literatur merupakan sumber refrensi yang mendukung dan membantu dalam penelitian yang dilaksanakan di perusahaan XL- Axiata Medan. Sumber yang dipilih yakni menggunakan jurnal- jurnal lokal, jurnal nasional dan juga buku nasional. Dalam penelitian ini menggunakan konsep pendekatan eksperimen, berikut ini adalah metode penelitian yang digunakan : Gambar 3. 1 Metode Penelitian Gambar di atas menjelaskan bagaimana cara penelitian ini dilakukan. Hal yang pertama dilakukan adalah perencanaan sampe dengan uji coba eksperimen di implementasikan di perusahaan XL- Axiata Medan. Metode Perancangan Sistem Dalam kosep penulisan metode perancangan sistem merupakan salah satu unsur penting dalam penelitian. Dalam metode perancangan sistem khususnya software atau perangkat lunak kita dapat mengadopsi beberapa metode di antaranya adalah air terjun . sering juga disebut dengan model sekuensial linier . equential linie. atau juga alur hidup klasik . lassic life cycl. Berikut ini adalah fase yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu : Analisis Masalah Dan Kebutuhan Analisis masalah dan kebutuhan merupakan proses awal dalam perancangan Dalam tahap ini akan ditentukan titik masalah sebenarnya dan elemen-elemen apa saja yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah di perusahaan XL- Axiata Medan dalam hal menentukan calon karyawan top desain grafis . Desain Sistem Dalam tahap ini dibagi beberapa indikator atau elemen yakni pemodelan Unified Modelling Language (UML), menggunakan flowchart sistem, desain input dan desain output dari sistem pendukung keputusan yang akan di rancang dalam memecahkan masalah di perusahaan XL- Axiata Medan dalam hal menentukan calon karyawan top desain grafis. Pembangun Sistem Pada tahap ini menjelaskan tentang bagaimana melakukan pengkodingan terhadap desain sistem yang dirancang baik dari sistem input, proses dan output menggunakan pemrograman visual berbasis Desktop (Visual Basi. serta aplikasi laporan menggunakan Crystal Report serta database (DBMS) yang digunakan yaitu Microsoft Access. Uji Coba Sistem Tahap ini merupakan tahap yang terpenting untuk pembangunan dari sistem pendukung keputusan, dikarenakan dalam tahap ini akan dilakukan trial and error terhadap keseluruhan aspek aplikasi baik coding, desain sistem dan pemodelan dari sistem pendukung keputusan tersebut. Implementasi atau Pemeliharaan Tahap ini merpakan tahap akhir yan mana tahap ini merupakan pemanfaatan aplikasi oleh pihak yang bersangkutan untuk dapat mengimplementasi dan akan menggunakan sistem ini. Dalam penelitian ini pengguna atau end user nya adalah Staff HRD (Human Resources Developmen. Algoritma Sistem Algoritma sistem ini merupakan penjelasan langkah-langkah dalam penyelesaian suatu masalah dalam merancang sistem pendukung keputusan dalam menentukan calon karyawan untuk menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL-Axiata Medan dengan menggunakan metode Oreste. Penerapan sistem pada algoritma sistem dalam pembuatan software biasanya dilakukan melalui beberapa jenis bahasa program seperti bahasa pemrograman C bahasa pemrograman C# dan bahasa pemrograman Visual Basic. Flowchart Dari Metode Oreste Dibawah ini adalah flowchart dari proses metode Oreste sebagai berikut: Gambar 3. 2 Flowchart pada metode Oreste Deskripsi Data Dari Penelitian Dalam proses pengambilan keputusan dibuat berdasarkan pada kriteria yang sudah ditetapkan pada XL-Axiata Medan dalam menentukan calon karyawan top desain grafis. Deskripsi data diambil langsung dari XL Ae Axiata Medan. Adapun data yang akan diajukan sebagai berikut: Tabel 3. 3 Nama Kriteria dan Nilai Bobot Kriteria Kode Kriteria Nama Kriteria Nilai Bobot (W. Pendidikan Terakhir 10% = 0,1 Pengalaman 20% = 0,2 Sertifikat Prestasi 10% = 0,1 Wawancara 15% = 0,15 Penguasaan Corel Draw 15% = 0,15 Penguasaan Adobe Photoshop 15% = 0,15 Penguasaan Adobe Ilustrator 15% = 0,15 Berdasarkan data yang telah didapatkan, dilakukan konversi setiap kriteria untuk dapat dilakukan proses perhitungan kedalam metode Oreste. Berikut ini adalah konversi dari kriteria yang digunakan : Kriteria Pendidikan Terakhir Berikut ini nilai bobot pendidikan terkahir sebagai berikut: Tabel 3. 4 Nilai Bobot Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir (C. Strata 1 Ae Strata 2 Diploma 3 Diploma 2 Diploma 1 SMA Dan SMK Bobot Kriteria Pengalaman Kerja Sebagai Desain Grafis Berikut ini nilai bobot pengalaman kerja sebagai desain grafis : Tabel 3. 5 Nilai Bobot Pengalaman Kerja Sebagai Desain Grafis Pengalaman Kerja Sebagai Desain Grafis (C. Lebih dari 4 Tahun Diatas 3 Tahun - 4 Tahun Diatas 2 Tahun - 3 Tahun Diatas 1 Tahun - 2 Tahun 0-1 Tahun Bobot Kriteria Sertifikat Prestasi Berikut ini nilai bobot sertifikat prestasi desain grafis : Tabel 3. 6 Nilai Bobot Sertifikat Prestasi Desain Grafis Sertifikat Prestasi (C. Bobot > 13 Sertifikat 10 Sertifikat Ae 13 Sertifikat 7 Sertifikat Ae 9 Sertifikat 4 Sertifikat Ae 6 Sertifikat 0 Sertifikat Ae 3 Sertifikat Kriteria Wawancara Berikut ini nilai bobot wawancara pada saat interview : Tabel 3. 7 Nilai Bobot Wawancara Wawancara (C. Sangat Baik Bobot Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Kriteria Penguasaan Corel Draw Berikut ini nilai bobot dari kriteria penguasaan corel draw : Tabel 3. 8 Nilai Bobot Penguasaan Corel Draw Penguasaan Corel Draw (C. Bobot Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Kriteria Penguasaan Adobe Photoshop Berikut ini nilai bobot dari kriteria penguasaan adobe photoshop: Tabel 3. 9 Nilai Bobot Penguasaan Adobe Photoshop Penguasaan Adobe Photoshop (C. Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Bobot Kriteria Penguasaan Adobe Ilustrator Berikut ini nilai bobot dari kriteria penguasaan adobe ilustrator: Tabel 3. 10 Nilai Bobot Penguasaan Adobe Ilustrator Penguasaan Adobe Ilustrator (C. Bobot Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Tabel 3. 11 Hasil Konversi Data Alternatif Alternatif Pendidikan Terakhir Pengalaman Kerja Desain Grafis Sertifikat Prestasi Wawancara Penguasaan Corel Draw Muhammad Reza Arif Rizky Wahyu Ramadhan Rahma Dwi Utami Eva Monica Muhammad Andika Sahputra Indah Raskita Ryan Dewanto Rinda Anggun Destalia Deddy Syahputra Muhammad Abdul Aziz Penguasaan Adobe Photoshop Penguasaan Adobe Ilustrator Penyelesaian Masalah Dengan Menggunakan Metode Oreste Dari referensi yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya berikut ini langkah-langkah dalam penyelesaian metode oreste sebagai berikut : Mengubah setiap data alternatif ke dalam Besson-Rank Menghitung nilai distance score Menghitung nilai preferensi dari nilai distance score Melakukan perankingan Mengubah Setiap Data Alternatif Ke dalam Besson-Rank Dalam langkah ini setiap data alternatif yang ada di ubah ke dalam bentuk Besson-Rank sehingga berbentuk peringkat. Jika terdapat nilai yang sama maka harus dicari rata-rata . Berikut ini merupakan perubahan dari data alternatif ke dalam besson-rank : Besson-Rank Pendidikan Terakhir (C. Tabel 3. 12 Nilai Besson-Rank Kriteria Pendidikan Terakhir Nama Alternatif Bobot Alternatif Keterangan Muhammad Reza Arif Ranking 8 Rizky Wahyu Ramadhan Ranking 3,5 Rahma Dwi Utami Ranking 8 Eva Monica Ranking 5 Muhammad Andika Sahputra Ranking 3,5 Indah Raskita Ranking 8 Ryan Dewanto Ranking 8 Rinda Anggun Destalia Ranking 1,5 Deddy Syahputra Ranking 1,5 Muhammad Abdul Aziz Ranking 8 Keterangan : Dari tabel diatas ada nilai yang sama, dalam hal ini ketika datanya sama maka langkah yang kita lakukan adalah mencari rata-rata . dari data tersebut begitu juga dengan tabel berikutnya yang memiliki nilai sama, seperti berikut ini : Karena alternatif Rinda Anggun Destalia dan Deddy Syahputra memiliki bobot alternative yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 1,2 Mean = . /2= 1,5 Karena alternatif Rizky Wahyu Ramadhan dan Muhammad Andika Sahputra memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 3,4 Mean = . /2= 3,5 Karena alternatif Muhammad Reza Arif. Rahma Dwi Utami. Indah Raskita. Ryan Dewanto dan Muhammad Abdul Aziz memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 6,7,8,9,10 Mean = . 7 8 9 . /5= 8 Besson-Rank Pengalaman Kerja Desain Grafis (C. Tabel 3. 13 Nilai Besson-Rank Kriteria Kerja Desain Grafis Nama Alternatif Bobot Alternatif Keterangan Muhammad Reza Arif Ranking 5 Rizky Wahyu Ramadhan Ranking 3 Rahma Dwi Utami Ranking 5 Eva Monica Ranking 5 Muhammad Andika Sahputra Ranking 8,5 Indah Raskita Ranking 8,5 Ryan Dewanto Ranking 1,5 Rinda Anggun Destalia Ranking 8,5 Tabel 3. 13 Nilai Besson-Rank Kriteria Kerja Desain Grafis . No Nama Alternatif Bobot Alternatif Keterangan Deddy Syahputra Ranking 1,5 Muhammad Abdul Aziz Ranking 8,5 Keterangan : Dari tabel diatas ada nilai yang sama, dalam hal ini ketika datanya sama maka langkah yang kita lakukan adalah mencari rata-rata . dari data tersebut begitu juga dengan tabel berikutnya yang memiliki nilai sama, seperti berikut ini : Karena alternatif Ryan Dewanto dan Deddy Syahputra memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 1,2 Mean = . /2= 1,5 Karena alternatif Muhammad Reza Arif. Eva Monica, dan Rahma Dwi Utami memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 4,5,6 Mean = . /3= 5 Karena alternatif Muhammad Andika Sahputra. Indah Raskita. Rinda Anggun Destalia, dan Muhammad Abdul Aziz memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 7,8,9,10 Mean = . 8 9 . /5= Besson-Rank Sertifikat Prestasi (C. Tabel 3. 14 Nilai Besson-Rank Kriteria Sertifikat Prestasi Nama Alternatif Muhammad Reza Arif Bobot Alternatif Keterangan Ranking 4,5 Tabel 3. 14 Nilai Besson-Rank Kriteria Sertifikat Prestasi . No Nama Alternatif Bobot Alternatif Keterangan Rizky Wahyu Ramadhan Ranking 2 Rahma Dwi Utami Ranking 7,5 Eva Monica Ranking 4,5 Muhammad Andika Sahputra Ranking 7,5 Indah Raskita Ranking 10 Ryan Dewanto Ranking 2 Rinda Anggun Destalia Ranking 7,5 Deddy Syahputra Ranking 2 Muhammad Abdul Aziz Ranking 7,5 Keterangan : Dari tabel diatas ada nilai yang sama, dalam hal ini ketika datanya sama maka langkah yang kita lakukan adalah mencari rata-rata . dari data tersebut begitu juga dengan tabel berikutnya yang memiliki nilai sama, seperti berikut ini : Karena alternatif Rizky Wahyu Ramadhan. Ryan Dewanto dan Deddy Syahputra memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 1,2,3 Mean = . /3= 2 Karena alternatif Muhammad Reza Arif, dan Eva Monica memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 4,5 Mean = . /2= 4,5 Karena alternatif Rahma Dwi Utami. Muhammad Andika Sahputra. Rinda Anggun Destalia dan Muhammad Abdul Aziz memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 6,7,8,9 Mean = . 7 8 . /4 = 7,5 Besson-Rank Wawancara (C. Tabel 3. 15 Nilai Besson-Rank Kriteria Wawancara Nama Alternatif Bobot Alternatif Keterangan Muhammad Reza Arif Ranking 2 Rizky Wahyu Ramadhan Ranking 2 Rahma Dwi Utami Ranking 9 Eva Monica Ranking 5,5 Muhammad Andika Sahputra Ranking 5,5 Indah Raskita Ranking 9 Ryan Dewanto Ranking 5,5 Rinda Anggun Destalia Ranking 5,5 Deddy Syahputra Ranking 2 Muhammad Abdul Aziz Ranking 9 Keterangan : Dari tabel diatas ada nilai yang sama, dalam hal ini ketika datanya sama maka langkah yang kita lakukan adalah mencari rata-rata . dari data tersebut begitu juga dengan tabel berikutnya yang memiliki nilai sama, seperti berikut ini : Karena alternatif Muhammad Reza Arif. Rizky Wahyu Ramadhan, dan Deddy Syahputra memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 1,2,3 Mean = . /3=2 Karena alternatif Eva Monica. Muhammad Andika Sahputra. Ryan Dewanto, dan Rinda Anggun Destalia memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 4,5,6,7 Mean = . 5 6 . /4= Karena alternatif Rahma Dwi Utami. Indah Raskita, dan Muhammad Abdul Aziz memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 6,7,8,9 Mean = . /3= 9 Besson-Rank Penguasaan Corel Draw(C. Tabel 3. 16 Nilai Besson-Rank Kriteria Penguasaan Corel Draw Nama Alternatif Bobot Alternatif Keterangan Muhammad Reza Arif Ranking 2 Rizky Wahyu Ramadhan Ranking 2 Rahma Dwi Utami Ranking 6,5 Eva Monica Ranking 6,5 Muhammad Andika Sahputra Ranking 6,5 Indah Raskita Ranking 6,5 Ryan Dewanto Ranking 2 Rinda Anggun Destalia Ranking 6,5 Deddy Syahputra Ranking 6. Muhammad Abdul Aziz Ranking 10 Keterangan : Dari tabel diatas ada nilai yang sama, dalam hal ini ketika datanya sama maka langkah yang kita lakukan adalah mencari rata-rata . dari data tersebut begitu juga dengan tabel berikutnya yang memiliki nilai sama, seperti berikut ini : Karena alternatif Muhammad Reza Arif. Rizky Wahyu Ramadhan, dan Ryan Dewanto memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 1,2,3 Mean = . /3= 2 Karena alternatif Rahma Dwi Utami. Eva Monica. Muhammad Andika Sahputra. Indah Raskita. Rinda Anggun Destalia, dan Deddy Syahputra memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 4,5,6,7,8,9 Mean = . 5 6 7 8 . /4= 6,5 Besson-Rank Penguasaan Adobe Photoshop (C. Tabel 3. 17 Nilai Besson-Rank Kriteria Penguasaan Adobe Photoshop Nama Alternatif Bobot Alternatif Keterangan Muhammad Reza Arif Ranking 4,5 Rizky Wahyu Ramadhan Ranking 4,5 Rahma Dwi Utami Ranking 4,5 Eva Monica Ranking 4,5 Muhammad Andika Sahputra Ranking 4,5 Indah Raskita Ranking 9 Ryan Dewanto Ranking 4,5 Rinda Anggun Destalia Ranking 9 Deddy Syahputra Ranking 1 Muhammad Abdul Aziz Ranking 9 Keterangan : Dari tabel diatas ada nilai yang sama, dalam hal ini ketika datanya sama maka langkah yang kita lakukan adalah mencari rata-rata . dari data tersebut begitu juga dengan tabel berikutnya yang memiliki nilai sama, seperti berikut ini : Karena alternatif Muhammad Reza Arif. Rizky Wahyu Ramadhan, dan Ryan Dewanto memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 2,3,4,5,6,7 Mean = . 3 4 5 6 . /6= 4,5 Karena alternatif Rahma Dwi Utami. Eva Monica. Muhammad Andika Sahputra. Indah Raskita. Rinda Anggun Destalia, dan Deddy Syahputra memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 8,9,10 Mean = . /3= 9 Besson-Rank Penguasaan Adobe Ilustrator (C. Tabel 3. 18 Nilai Besson-Rank Kriteria Penguasaan Adobe Ilustrator Nama Alternatif Bobot Alternatif Keterangan Muhammad Reza Arif Ranking 1 Rizky Wahyu Ramadhan Ranking 4 Rahma Dwi Utami Ranking 4 Eva Monica Ranking 4 Muhammad Andika Sahputra Ranking 9,5 Indah Raskita Ranking 7,5 Ryan Dewanto Ranking 4 Rinda Anggun Destalia Ranking 9,5 Deddy Syahputra Ranking 4 Muhammad Abdul Aziz Ranking 7,5 Keterangan : Dari tabel diatas ada nilai yang sama, dalam hal ini ketika datanya sama maka langkah yang kita lakukan adalah mencari rata-rata . dari data tersebut begitu juga dengan tabel berikutnya yang memiliki nilai sama, seperti berikut ini : Karena alternatif Rizky Wahyu Ramadhan. Rahma Dwi Utami. Eva Monica. Ryan Dewanto, dan Deddy Syahputra memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 2,3,4,5,6 Mean = . 3 4 5 . /5= 4 Karena alternatif Indah Raskita, dan Muhammad Abdul Aziz memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 7,8 Mean = . /2= 7,5 Karena alternatif Muhammad Andika Sahputra, dan Rinda Anggun Destalia memiliki bobot alternatif yang sama maka dalam perankingannya yaitu: Ranking 9,10 Mean = . /2= 9,5 Maka berikut ini adalah hasil normalisasi dari kriteria pada metode oreste yaitu sebagai berikut: Tabel 3. 19 Nilai Normalisasi Bobot Kriteria Nama Alternatif C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 Muhammad Reza Arif Rizky Wahyu Ramadhan Rahma Dwi Utami 6,5 4,5 Eva Monica 4,5 5,5 6,5 4,5 Muhammad Andika Sahputra 3,5 8,5 7,5 5,5 6,5 4,5 9,5 Indah Raskita Ryan Dewanto Rinda Anggun Destalia 1,5 8,5 7,5 5,5 6,5 Deddy Syahputra 1,5 1,5 Muhammad Abdul Aziz 8,5 7,5 Menghitung Nilai Distance Score Setiap pasangan alternatif dan kriteria sebagai skor jarak dan untuk posisi ideal ditempati oleh alternatif terbaik serta kriteria yang paling penting. Skor ini merupakan nilai rata-rata Besson Rank r cj kriteria dan cj dan Besson Rank r cj. alternatif a dalam kriteria Cj. Diketahui R=3 dan Cj . Distance Score D. j,c. = . /2 r cjR 1/2 r cj . R] 1/R Maka : Perhitungan untuk Kriteria 1 : D . 1,k. = [. /2*8^3 1/2*1^. ]1/3 = . 1/3 = 6,354 D . 2,k. = [. /2*3,5^3 1/2*1^. ]1/3 = . ,438 0,. 1/3 = 2,799 D . 3,k. = [. /2*8^3 1/2*1^. ]1/3 = . 1/3 = 6,354 D . 4,k. = [. /2*4,5^3 1/2*1^. ]1/3 = . ,5 0,. 1/3 = 3,979 D . 5,k. = [. /2*3,5^3 1/2*1^. ]1/3 = . ,438 0,. 1/3 = 2,799 D . 6,k. = [. /2*8,5^3 1/2*1^. ]1/3 = . 1/3 = 6,354 D . 7,k. = [. /2*8,5^3 1/2*1^. ]1/3 = . 1/3 = 6,354 D . 8,k. = [. /2*1,5^3 1/2*1^. ]1/3 = . ,688 0,. 1/3 = 1,298 D . 9,k. = [. /2*1,5^3 1/2*1^. ]1/3 = . ,688 0,. 1/3 = 1,298 D . 10,k. = [. /2*8,5^3 1/2*1^. ]1/3 = . 1/3 = 6,354 Perhitungan untuk Kriteria 2 : D . 1,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 4,051 D . 2,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 2,596 D . 3,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 4,051 D . 4,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 4,051 D . 5,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,063 . 1/3 = 6,776 D . 6,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,063 . 1/3 = 6,776 D . 7,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,688 . 1/3 = 1,785 D . 8,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,063 . 1/3 = 6,776 D . 9,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,688 . 1/3 = 1,785 D . 10,k. = [. /2*8,5^3 1/2*2^. ]1/3 = . ,063 . 1/3 = 6,776 Perhitungan untuk Kriteria 3 : D . 1,k. = [. /2*4,5^3 1/2*3^. ]1/3 = . ,563 13,. 1/3 = 3,894 D . 2,k. = [. /2*2^3 1/2*3^. ]1/3 = . 1/3 = 2,596 D . 3,k. = [. /2*7,5^3 1/2*3^. ]1/3 = . ,938 13,. 1/3 = 6,077 D . 4,k. = [. /2*4,5^3 1/2*3^. ]1/3 = . ,563 13,. 1/3 = 3,894 D . 5,k. = [. /2*7,5^3 1/2*3^. ]1/3 = . ,938 13,. 1/3 = 6,077 D . 6,k. = [. /2*10^3 1/2*3^. ]1/3 = . 1/3 = 8,008 D . 7,k. = [. /2*2^3 1/2*3^. ]1/3 = . 1/3 = 2,596 D . 8,k. = [. /2*7,5^3 1/2*3^. ]1/3 = . ,938 13,. 1/3 = 6,077 D . 9,k. = [. /2*2^3 1/2*3^. ]1/3 = . 1/3 = 2,596 D . 10,k. = [. /2*7,5^3 1/2*3^. ]1/3 = . ,938 13,. 1/3 = 6,077 Perhitungan untuk Kriteria 4 : D . 1,k. = [. /2*2^3 1/2*4^. ]1/3 = . 1/3 = 3,302 D . 2,k. = [. /2*2^3 1/2*4^. ]1/3 = . 1/3 = 3,302 D . 3,k. = [. /2*9^3 1/2*4^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 7,347 D . 4,k. = [. /2*5,5^3 1/2*4^. ]1/3 = . ,188 . 1/3 = 4,866 D . 5,k. = [. /2*5,5^3 1/2*4^. ]1/3 = . ,188 . 1/3 = 4,866 D . 6,k. = [. /2*9^3 1/2*4^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 7,347 D . 7,k. = [. /2*5,5^3 1/2*4^. ]1/3 = . ,188 . 1/3 = 4,866 D . 8,k. = [. /2*5,5^3 1/2*4^. ]1/3 = . ,188 . 1/3 = 4,866 D . 9,k. = [. /2*2^3 1/2*4^. ]1/3 = . 1/3 = 3,302 D . 10,k. = [. /2*9^3 1/2*4^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 7,347 Perhitungan untuk Kriteria 5 : D . 1,k. = [. /2*2^3 1/2*5^. ]1/3 = . 1/3 = 3,302 D . 2,k. = [. /2*2^3 1/2*5^. ]1/3 = . 1/3 = 3,302 D . 3,k. = [. /2*6,5^3 1/2*5^. ]1/3 = . ,313 62,. 1/3 = 5,846 D . 4,k. = [. /2*6,5^3 1/2*5^. ]1/3 = . ,313 62,. 1/3 = 5,846 D . 5,k. = [. /2*6,5^3 1/2*5^. ]1/3 = . ,313 62,. 1/3 = 5,846 D . 6,k. = [. /2*6,5^3 1/2*5^. ]1/3 = . ,313 62,. 1/3 = 5,846 D . 7,k. = [. /2*2^3 1/2*5^. ]1/3 = . 1/3 = 3,302 D . 8,k. = [. /2*6,5^3 1/2*5^. ]1/3 = . ,313 62,. 1/3 = 5,846 D . 9,k. = [. /2*6,5^3 1/2*5^. ]1/3 = . ,313 62,. 1/3 = 5,846 D . 10,k. = [. /2*10^3 1/2*5^. ]1/3 = . 1/3 = 8,255 Perhitungan untuk Kriteria 6 : D . 1,k. = [. /2*4,5^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,563 . 1/3 = 5,355 D . 2,k. = [. /2*4,5^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,563 . 1/3 = 5,355 D . 3,k. = [. /2*4,5^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,563 . 1/3 = 5,355 D . 4,k. = [. /2*4,5^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,563 . 1/3 = 5,355 D . 5,k. = [. /2*4,5^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,563 . 1/3 = 5,355 D . 6,k. = [. /2*9^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 7,789 D . 7,k. = [. /2*4,5^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,563 . 1/3 = 5,355 D . 8,k. = [. /2*9^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 7,789 D . 9,k. = [. /2*1^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 4,770 D . 10,k. = [. /2*9^3 1/2*6^. ]1/3 = . ,5 . 1/3 = 7,789 Perhitungan untuk Kriteria 7 : D . 10,k. = [. /2*1^3 1/2*7^. ]1/3 = . ,561 171,. 1/3 = 0,5 D . 2,k. = [. /2*4^3 1/2*7^. ]1/3 = . 1/3 = 5,882 D . 2,k. = [. /2*4^3 1/2*7^. ]1/3 = . 1/3 = 5,882 D . 2,k. = [. /2*4^3 1/2*7^. ]1/3 = . 1/3 = 5,882 D . 2,k. = [. /2*9,5^3 1/2*7^. ]1/3 = . ,688 171,. 1/3 = 8,435 D . 2,k. = [. /2*7,5^3 1/2*7^. ]1/3 = . ,938 171,. 1/3 = 7,259 D . 2,k. = [. /2*4^3 1/2*7^. ]1/3 = . 1/3 = 5,882 D . 2,k. = [. /2*9,5^3 1/2*7^. ]1/3 = . ,688 171,. 1/3 = 8,435 D . 2,k. = [. /2*4^3 1/2*7^. ]1/3 = . 1/3 = 5,882 D . 2,k. = [. /2*7,5^3 1/2*7^. ]1/3 = . ,938 171,. 1/3 = 7,259 Berikut ini adalah hasil akumulasi nilai Distance Score : Tabel 3. 20 Nilai Akumulasi Distance Score Nama Alternatif Muhammad Reza Arif Rizky Wahyu Ramadhan Rahma Dwi Utami Eva Monica Muhammad Andika Sahputra Indah Raskita Ryan Dewanto Rinda Anggun Destalia 6,354 4,051 3,894 3,302 4,051 5,355 5,561 2,799 2,596 2,596 3,302 4,051 5,355 5,882 6,354 4,051 6,077 7,347 5,846 5,355 5,882 3,979 4,051 3,894 4,866 5,846 5,355 5,882 2,799 6,776 6,077 4,866 5,846 5,355 8,435 6,354 6,776 8,008 7,347 5,846 7,789 7,259 6,354 1,785 2,596 4,866 4,051 5,355 5,882 1,298 6,776 6,077 4,866 5,846 7,789 8,435 Tabel 3. 20 Nilai Akumulasi Distance Score . Nama Alternatif Deddy Syahputra Muhammad Abdul Aziz 1,298 1,785 2,596 3,302 5,846 4,770 5,882 6,354 6,776 6,077 7,347 8,255 7,789 7,259 Menghitung Nilai Preferensi dari Nilai Distance Score Rumus yang digunakan dalam menghitung nilai preferensi dari nilai distance score adalah sebagai berikut: V1 = . ,354*0,. ,051*0,. ,894*0,. ,302*0,. ,051*0,. ,355*0,. ,561*0,. = 4,576 V2 = . ,799*0,. ,596*0,. ,596*0,. ,302*0,. ,051*0,. ,355*0,. ,882*0,. = 3,847 V3 = . ,354*0,. ,051*0,. ,077*0,. ,347*0,. ,846*0,. ,355*0,. ,882*0,. = 5,718 V4 = . ,979*0,. ,051*0,. ,894*0,. ,866*0,. ,846*0,. ,355*0,. ,882*0,. = 4,890 V5 = . ,799*0,. ,776*0,. ,077*0,. ,866*0,. ,846*0,. ,355*0,. ,435*0,. = 5,918 V6 = . ,354*0,. ,776*0,. ,008*0,. ,347*0,. ,846*0,. ,789*0,. ,259*0,. = 7,027 V7 = . ,354*0,. ,785*0,. ,596*0,. ,866*0,. ,051*0,. ,355*0,. ,882*0,. = 4,275 V8 = . ,298*0,. ,776*0,. ,077*0,. ,866*0,. ,846*0,. ,789*0,. ,435*0,. = 6,133 V9 = . ,298*0,. ,785*0,. ,596*0,. ,302*0,. ,846*0,. ,770*0,. ,882*0,. = 3,716 V10 = . ,354*0,. ,776*0,. ,077*0,. ,347*0,. ,255*0,. ,789*0,. ,259*0,. = 7,196 Perankingan Berdasarkan dari perhitungan sebelumnya, maka diperoleh tabel perangkingannya yaitu: Tabel 3. 21 Perankingan Nama Alternatif Nilai Prefrensi Perankingan Muhammad Reza Arif 4,576 Ranking 4 Rizky Wahyu Ramadhan 3,847 Ranking 2 Rahma Dwi Utami 5,718 Ranking 6 Eva Monica 4,890 Ranking 5 Muhammad Andika Sahputra 5,918 Ranking 7 Indah Raskita 7,027 Ranking 9 Ryan Dewanto 4,275 Ranking 3 Rinda Anggun Destalia 6,133 Ranking 8 Deddy Syahputra 3,716 Ranking 1 Muhammad Abdul Aziz 7,196 Ranking 10 Untuk menentukan hasil akhir perangkingan dari metode ORESTE dilihat dari nilai preferensi yang terkecil sampai terbesar. Dari hasil perhitungan diatas diambil satu alternatif yang memiliki nilai terkecil untuk menentukan menjadi karyawan top desain grafis di PT. XL- Axiata Medan. Maka dapat disimpulkan bahwa Deddy Syahputra adalah karyawan top desain grafis di PT. XL- Axiata Medan. BAB IV PEMODELAN SISTEM DAN PERANCANGAN Pemodelan Sistem Dalam pemodelan menentukan calon karyawan untuk menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL-Axiata Medan terdapat bebrapa bagian pemodelan, yaitu Use Case Diagram. Activity Diagram. Class Diagram. Berikut ini adalah penulisan dari pemodelan sistem yaitu sebagai berikut : Skenario Rancangan Sistem Berikut ini merupakan Skenario dari Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Calon Karyawan untuk Menempati Posisi Top Desain Grafis di Perusahaan XL-Axiata Medan Menggunakan Metode : Skenario Form Admin Aktor : Staff HRD Deskripsi : Use case ini berfungsi untuk menampilkan aktifitas dari form login saat aplikasi dibuka. Tabel 4. 1 Skenario dari Form Admin Staff HRD Input Username dan Password Menekan tombol Login System Validasi Username dan Password Berhasil Login masuk ke Form Menu Utama Form Menu Utama Aktor : Staff HRD Deskripsi : Use case ini berfungsi untuk menampilkan aktifitas dari halaman Form Menu Utama setelah dari Form Login . Tabel 4. 2 Skenario dari Form Menu Utama Staff HRD Menekan Tombol Data System Menampilkan Sub menu Data Alternatif. Menampilkan Sub menu Data Kriteria Menekan tombol Data Alternatif Menampilkan Alternatif. Form Data Menampilkan Kriteria. Form Data Menampilkan ORESTE. Form Proses Menekan tombol Data Alternatif Menekan Tombol Proses ORESTE Menekan Tombol Laporan Menampilkan Form Hasil Perhitugan. Skenario Form Data Kriteria Aktor : Staff HRD Deskripsi : Use case ini berfungsi untuk menampilkan aktifitas dari form data kriteria setelah melaui form menu utama. Tabel 4. 3 Skenario dari Form Data Kriteria Staff HRD Input Data Kriteria Baru Menekan tombol simpan System Menyimpan Data Input Kriteria Tabel 4. 3 Skenario dari Form Data Kriteria . Staff HRD System Menampilkan hasil penyimpanan data kriteria Ubah data Kriteria yang udah Mengupdate data kriteria yang telah diubah. Menampilkan perubahan pada tabel penampil Hapus data Kriteria yang sudah Menghapus data kriteria yang telah Menampilkan record data terupdate Skenario Form Data Alternatif Aktor : Staff HRD Deskripsi : Use case ini berfungsi untuk menampilkan aktifitas dari form data alternatif setelah melaui form menu utama. Tabel 4. 4 Skenario dari Form Data Alternatif Staff HRD Input Data Alternatif Baru Menekan tombol simpan System Menyimpan Data Input Alternarif Menampilkan hasil penyimpanan data Alternarif Tabel 4. 4 Skenario dari Form Data Alternatif . Staff HRD Ubah data Alternatif yang udah System Alternatif Mengupdate data Alternatif yang telah diubah. Menampilkan perubahan pada tabel penampil Hapus data Alternatif yang sudah ada Menghapus data Alternatif yang telah dipilih Menampilkan record data terupdate Skenario Form Proses Aktor : Staff HRD Deskripsi : Use case ini berfungsi untuk menampilkan aktifitas dari form proses tetapi dangan syarat mengisi data di form alternatif. Tabel 4. 1 Skenario dari Form Admin Staff HRD System Menekan Tombol Proses Menghitung Ae menggunakan metode ORESTE Simpan Hasil Perhitungan Menampilkan Hasil Perhitungan Menekan tombol Cetak Menampilkan Form laporan Skenario Form Laporan Aktor : Staff HRD Deskripsi : Use case ini berfungsi untuk menampilkan laporan tetapi dengan syarat data harus sudah di proses terlebih dahulu di form prosses. Tabel 4. 1 Skenario dari Form Laporan Staff HRD System Menekan Tombol Print Mengeluarkan Hasil Proses Use Case Diagram Berikut ini merupakan Use Case Diagram dari Sistem Pendukung Keputusan dalam menentukan calon karyawan top desain grafis: <> Form Login Input Username dan <> Validasi Akun <> Menu Utama <> <> Pilih Form Form Data Kriteria Form Data Alternatif <> Kelola Data Alternatif <> <> Staff HRD <> Form Proses Oreste <> <> Cetak Laporan Gambar 4. 1 Use Case Diagram Kelola Data Kriteria Activity Diagram Berdasarkan skenario dan usecase yang telah ada diatas berikut adalah gambar dari Activity Diagram dari Sistem Pendukung Keputusan dalam menentukan calon karyawan top desain grafis : Form Login <> Staff HRD Tampil Form Login Input Username dan Password Klik Proses Oreste Tampil Form Menu Utama Klik Data Kriteria Klik Data Alternatif Kelola Data Alternatif Tampil Menu Data Alternatif Kelola Data Kriteria Tampil Menu Data Kriteria Tampil Form Proses Oreste Klik Proses Tampil Hasil Proses Perhitungan Klik Cetak Tampil Form Laporan Gambar 4. 2 Activity Diagram Class Diagram Berikut pemodelan data Class Diagram pada perancangan sistem pendukung keputusan menentukan calon karyawan untuk menempati posisi top desain grafis yaitu sebagai berikut : Login Username # Password : char. : char. Data Karyawan Data Kriteria Id_Karyawan : int Nama_Karyawan : varchar. Id_Kriteria : int Kriteria1 : int Kriteria2 : int Kriteria3 : int Kriteria4 : int Kriteria5 : int Kriteria6 : int Kriteria7 : int - Set Id_Kriteria() - Get Id_Kriteria() - Set Nama_Kriteria() - Get Nama_Kriteria() - Insert Data Kriteria() - Set Id_karyawan() - Get Id_karyawan() - Set Nama_Karyawan() - Get Nama_Karyawan() - Insert Data Karyawan() Data Proses Oreste Penilaian Id_Penilaian : int Id_Karyawan : int Nama_Karyawan : varchar. Id_Kriteria : int Kriteria1 : int Kriteria2 : int Kriteria3 : int Kriteria4 : int Kriteria5 : int Kriteria6 : int Kriteria7 : int Id_Kriteria : int. Nama_Kriteria : char. Bobot : double Id_Oreste: int id_Karyawan : int Id_Penilaian : int Nilai_Akhir : doubel Rangking : int Calculte Nilai Akhir() Sort Ranking In ASC() - Set Id_Penialain() - Get Id_Penialain() - Set Nama_Karyawan() - Get Nama_Karyawan() - Insert Data Penilaian() Gambar 4. 3 Class Diagram dari sistem pendukung keputusan menentukan calon karyawan untuk menempati posisi top desain grafis metode Oreste Rancangan Basis Data Rancangan basis data adalah digunakan untuk dapat melihat tabel atau Field yang digunakan untuk kebutuhan sebuah sistem. Berikut adalah rancangan basis data pada aplikasi sistem pendukung keputusan menentukan calon karyawan untuk menempati posisi top desain grafis dengan Metode Oreste. Berikut ini perancangan tabel dari Login sebagai berikut : Tabel 4. 2 Tabel Login Field Username Password Type Char Char Berikut ini perancangan tabel dari data Calon Karyawan sebagai berikut : Tabel 4. 3 Tabel Data Calon Karyawan Field Id_Karyawan Nama_Karyawan Kriteria 1 Kriteria 2 Kriteria 3 Kriteria 4 Kriteria 5 Kriteria 6 Kriteria 7 Type Int Varchar Int Int Int Int Int Int Int Berikut ini perancangan tabel dari data Kriteria sebagai berikut : Tabel 4. 4 Tabel Data Kriteria Field Id_Kriteria Nama_Kriteria Bobot Type Int Char Double Berikut ini perancangan tabel dari data Proses sebagai berikut : Tabel 4. 5 Tabel Data Proses Field Id_Oreste Id_Karyawan Id_Penilaian Nilai_Akhir Rangking Type Int Int Int Double Int Berikut ini perancangan tabel dari data penilaian sebagai berikut : Tabel 4. 6 Tabel Data Penilaian Field Id_Karyawan Id_Penilaian Nama_Karyawan Id_Kriteria Kriteria 1 Kriteria 2 Kriteria 3 Kriteria 4 Kriteria 5 Kriteria 6 Kriteria 7 Type Int Int Varchar Int Int Int Int Int Int Int Int Rancangan Antar Muka Dalam suatu sistem perancangan antar muka tergantung pada pemodelan sistem yang talah dirancang baik form input, form proses, dan form output. Rancangan antar muka pada aplikasi sistem pendukung keputusan menentukan calon karyawan untuk menempati posisi top desain grafis berdasarkan kriteria yang telah digunakan yaitu sebagai berikut : Perancangan Form Login Berikut ini adalah tampilan rancangan Form Login : Gambar 4. 4 Rancangan Form Login Perancangan Form Menu Utama Berikut ini adalah tampilan rancangan Form Menu Utama : Gambar 4. 5 Rancangan Form Menu Utama Perancangan Form Kriteria Berikut ini adalah tampilan rancangan Form Kriteria : Gambar 4. 6 Rancangan Form Kriteria Perancangan Form Alternatif Berikut ini adalah tampilan rancangan Form Alternatif : Gambar 4. 7 Rancangan Form Alternatif Perancangan Form Proses Metode ORESTE Berikut ini adalah tampilan rancangan Form Proses Metode ORESTE : Gambar 4. 8 Rancangan Form Proses Metode ORESTE Perancangan Form Laporan Berikut ini adalah tampilan rancangan Form Laporan: Gambar 4. 9 Rancangan Form Laporan BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Kebutuhan Sistem Dalam Implementasi dan pengujian program Sistem Pendukung Keputusan menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL- Axiata Medan menggunakan metode Oreste membutuhkan 2 . perangkat yaitu, perangkat lunak (Softwar. dan perangkat keras (Hardwar. untuk menguji kinerja sistem yang telah dirancang. Perangkat Lunak (Softwar. Perangkat lunak merupakan sebuah program untuk melakukan intruksi dalam pengoperasian komputer. Berikut ini spesifikasi minimum perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem yaitu sebagai berikut : Microsoft Acces 2013 Crystal Report Microsoft Visual Studio 2008 Sistem Operasi Windows XP. Windows 7. Windows 8, dan Windows 10 Perangkat Keras (Hardwar. Spesifikasi hardware yang digunakan dalam implementasikan sistem agar berjalan dengan baik dan lancar adalah sebagai berikut : Processor Minimal Intel Dual Core Processor Ram minimal 1 Gb Mouse Keyboard Harddisk Minima 160 Gb Printer untuk mencetak laporan Implementasi Sistem Implementasi sistem sebuah langkah yang digunakan untuk mengoperasikan sistem yang telah dirancang dan dibangun. Dibaawah ini merupakan tampilan dari implementasi sistem dari Sistem Pendukung Keputusan menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL- Axiata Medan menggunakan metode Oreste. Tampilan Form Login Sebelum masuk kedalam aplikasi, harus melakukan login terlebih dahulu dengan cara Input username dan password dengan benar sesuai dengan sistem database dan akan masuk ke menu utama, namun jika tidak maka harus mengulangi untuk menginput username dan password dengan benar. Di bawah ini merupakan tampilan Form login adalah sebagai berikut : Gambar 5. 1 Form Login Tampilan Menu Utama Halaman menu utama adalah tampilan awal dari sistem untuk melakukan pengolahan data didalam Sistem Pendukung Keputusan menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL- Axiata Medan menggunakan metode Oreste. Di bawah ini adalah tampilan halaman menu utama yaitu sebagai berikut : Gambar 5. 2 Form Menu Utama Adapun fungsi-fungsi tombol yang ada pada Form Menu Utama yaitu : Data : Berfungsi untuk menampilkan tombol data kriteria yang akan menuju Form data kriteria dan tombol data karyawan yang akan menuju Form data karyawan. Metode ORESTE : Berfungsi untuk, mengsi data penilaian, dan juga ORESTE menampilkan Form metode ORESTE . Laporan : Berfungsi untuk masuk ke dalam Form laporan. Kaluar : Berfungsi untuk keluar dari sistem. Tampilan Form Data Kriteria Form data kriteria merupakan Form yang digunakan untuk mengedit data kriteria yang sudah ada. Di bawah ini merupakan tampilan Form data kriteria adalah sebagai berikut : Gambar 5. 3 Form Data kriteria Adapun fungsi-fungsi dari tombol yang terdapat pada Form data kriteria yaitu: Tambah : Berfungsi untuk menambah data kriteria yang ada pada database. Hapus : Berfungsi untuk menghapus data kriteria yang ada pada database. Ubah : Berfungsi untuk mengubah data kriteria yang ada pada database. Batal : Berfungsi untuk membersikan textbox. Keluar : Berfungsi menutup Form data kriteria. Tampilan Form Data Calon Karyawan Form data Calon karyawan adalah Form yang digunakan untuk menginput data dan nilai setiap calon Karyawan yang ada pada PT. Bungkus Teknologi Indonesia. Di bawah ini merupakan tampilan Form data calon karyawan adalah sebagai berikut : Gambar 5. 4 Form Data Calon Karyawan Adapun fungsi dari tombol yang terdapat pada Form data Calon Karyawan yaitu: Tambah : Berfungsi untuk menambah data karyawan ke database. Ubah : Berfungsi untuk mengubah data calon karyawan yang ada pada Hapus : Berfungsi pada database. menghapus data Calon Karyawan yang ada Keluar : Berfungsi menutup Form data karyawan. Tampilan Form Data Penilaian Form data Penilaian adalah Form yang digunakan untuk meng-input data nilai setiap calon Karyawan yang ada di perusahaan XL- Axiata Medan. Di bawah ini merupakan tampilan Form data penialian calon karyawan adalah sebagai Gambar 5. 5 Form Data Penilaian Calon Karyawan Adapun fungsi dari tombol yang terdapat pada Form data Calon Karyawan yaitu: Tambah : Berfungsi untuk menambah data penilaian ke database. Ubah : Berfungsi untuk mengubah penilaian calon karyawan yang ada pada Hapus : Berfungsi menghapus data penilaian Calon Karyawan yang ada pada database. Keluar : Berfungsi menutup Form data penilaian. Tampilan Form Metode ORSETE Form perhitungan ORSETE digunakan untuk melakukan proses perhitungan data calon karyawan dengan menggunakan metode ORSETE. Di bawah ini merupakan tampilan Form Perhitungan ORSETE: Gambar 5. 6 Form Perhitungan Metode ORESTE Adapun fungsi dari tombol yang terdapat pada Form perhitungan ORESTE yaitu: Proses :Berfungsi untuk menghitung nilai dari setiap alternatif menggunakan metode ORESTE dan menyimpan hasil perhitungan ke database. Cetak : Berfungsi untuk menampilkan Form laporan dari hasil perhitungan proses ORESTE. Keluar Berfungsi menutup Form Tampilan Laporan Hasil Perhitungan Form Laporan Hasil Perhitungan digunakan untuk menampilkan hasil proses perhitungan pada data penilaian dengan menggunakan metode ORESTE. Di bawah ini merupakan tampilan Form Laporan : Gambar 5. 7 Form Laporan Pengujian Hasil pengujian dari implementasi metode ORESTE ini menggunakan sampel dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, data dipanggil dari database lalu akan otomatis terisi sendiri ke dalam listview lalu akan memulai proses perhitungan ketika tombol Proses Perhitungan di tekan dan hasil dari perhitungan metode ORESTE akan tersimpan ke dalam database. Di bawah ini merupakan pengujian sistem yang telah diuji coba adalah sebagai berikut : Form Pengujian Login Berikut ini Form Pengujian Login yang dimana jika login berhasil masuk ke menu utama, berikut tampilannya sebagai berikut : Gambar 5. 8 Form Pengujian Login Form Pengujian Metode ORESTE Berikut ini Form Pengujian metode ORESTE yang dimana system memproses perhitungan dengan menggunakan metode ORESTE berikut tampilannya sebagai berikut : Gambar 5. 9 Form pengujian Metode ORESTE Kelebihan dan Kelemahan Sistem Setelah melakukan proses penerapan dan pengujian terhadap sistem, dengan menggunakan metode ORESTE, maka sistem ini mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan terhadap sistemnya, dimana sistem ini masih memerlukan pengembangan secara bertahap. Berikut kelebihan dan kelemahan dari sistem ini adalah : Kelebihan Sistem Berikut ini kelebihan sistem yang telah dibangun yaitu sebagai berikut : Dapat menghasilkan keputusan dalam bentuk perangkingan sehingga memberikan keputusan berdasarkan nilai tertinggi. Proses pengambilan keputusan yang sebelumnya bersifat umum, dapat diubah menjadi sederhana dan spesifik. Program atau aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (Sistem Pendukung Keputusa. ini dapat membantu pengguna atau pihak perusahaan XLAxiata Medan untuk lebih mudah melihat hasil keputusan menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis. Kelemahan Sistem Berikut ini kelemahan sistem yang telah dibangun yaitu sebagai berikut : Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan yang telah dirancang dan dibangun ini hanyalah membahas tenteng menentukan kelulusan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di pihak perusahaan XL- Axiata Medan. Pada sistem ini belum memiliki fasilitas backup data, apabila data hilang atau terhapus maka datanya tidak dapat dikembalikan kedalam bentuk Belum memiliki sistem keamanan yang nantinya tentu dapat dirusak atau dimasuki oleh orang lain yang tidak memiliki kepentingan. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Bedasarkan Penelitian yang telah dilalui dalam tahap perancangan dan evaluasi Sistem Pendukung Keputusan menentukan kelulusan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL- Axiata Medan menggunakan metode Oreste maka dapat disimpulkan bahwa : Dalam menentukan masalah yang terjadi dalam pemilihan karyawan yang menempati posisi top desain grafis di perusahaan XL- Axiata Medan dengan melihat sistem yang berjalan sebelumnya yaitu, pemilihan karyawan karyawan yang menempati posisi top desain grafis yang masih manual, sehingga dibutuhkanlah sistem teknologi yang dapat membantu pengambilan keputusan dalam menentukan karyawan yang menempati posisi top desain grafis yang berkualitas . Dalam menerapkan metode ORESTE dalam pemilihan karyawan yang menempati posisi top desain grafis dimulai dari menentukan kriteria bersadarkan tingkat kepentingan kemudian menentukan nilai bobot selanjutnya memilih karyawan yang akan diproses berikutnya melakukan hitung normalisasi pehitungan dari setiap karyawan dengan menggunakan nilai dari setiap kritetia kemudian dilanjutkan dengan me-ranking secara selanjutnya menghitung nilai distance score, selanjutnya perangkingan, setelah itu menampilkan hasil . Dalam merancang sistem yang telah dibuat dilakukan tahap pertama yaitu menentukan pemodelan sistem dengan menggunakan Usecase Diagram . Aktivity Diagram. Class Diagram, dan Flowchart, selanjutnya merancang database sesuai dengan kebutuhan lalu merancang interface. Dalam menguji dan mengimplementasikan Metode ORESTE dengan sistem yaitu dengan memasukkan data-data sesuai dengan yang ada pada bab-bab sebelumnya, kemudian dimasukan cooding kedalam Visual Basic sesuai dengan metode ORESTE kemudian jika hasil outputnya sesuai dengan data manual maka dalam pengujian ini sistem berjalan dengan baik. Saran Adapun saran-saran yang diusulkan untuk penggunaan aplikasi dan seluruh pihak yang berkaitan adalah sebagai berikut : Diharapkan dalam pengembangan selanjutnya dapat membuat tampilan sistem yang lebih menarik sehingga para user lebih tertarik menggunakan aplikasi ini. Dalam penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah data lebih banyak lagi dalam menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain Dalam penelitian selanjutnya diharapkan dapat membangun Sistem Pendukung Keputusan menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis dengan menggunakan metode dan aplikasi lain. Diharapkan kepada PT. XL-AXIATA sebaiknya menambah kriteria agar dapat menentukan calon karyawan yang menempati posisi top desain grafis lebih baik dan tepat sasaran. DAFTAR PUSTAKA