Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Pengaruh Electronic Word Of Mouth Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Masker Wajah Sariayu Rima Meiliana Rahmaha. Supriyonob a,b Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur Corresponding author: omphieku@gmail. ABSTRACT With the evolution of technology and information, the concept of informal communication such as online discussions have developed to the emergence of the term E-WOM . lectronic word of mout. In addition, to make a consumer decide in buying a product on a brand, a brand is expected to have advantages or strengths. The purpose of this study was to determine whether Electronic Word of Mouth (E-WOM) and Brand Image could influence the decision to purchase a Sariayu face mask for students at the Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur University. Quantitative method is the method applied in this research. The sampling of this research accomplished by applying the non-probability sampling method with purposive sampling technique with total 50 respondents. SmartPLS is a test tool in this research. The results obtained are Electronic Word of Mouth and Brand Image contribute to purchasing decisions. Key words: Electronic Word of Mouth. E-WOM. Brand Image. Purchase Decision ABSTRAK Dengan perkembangan tekhnologi dan informasi, konsep komunikasi informal seperti diskusi online telah berkembang hingga munculnya istilah E-WOM . lectronic word of mout. Selain itu. Untuk membuat seorang konsumen menentukan dalam membeli produk pada suatu merek maka suatu merek diharapkan memiliki kelebihan atau kekuatan. Pada penelitian ini menjelaskan pengaruh E-WOM . lectronic word of mout. dan Citra Merek terhadap keputusan pembelian masker wajah sariayu pada Mahasiswi UPN Jawa Timur. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif. Metode non probability sampling pada penelitian ini dipakai sebagai proses pengambilan sampel melalui teknik sampling purposive dengan responden sebanyak 50. SmartPLS menjadi alat uji pada penelitian ini. Hasil yang didapat yaitu Electronic Word of Mouth dan Citra Merek berkontribusi terhadap keputusan pembelian. Kata Kunci: Electronic Word of Mouth. E-WOM. Citra Merek. Keputusan Pembelian PENDAHULUAN Setiap manusia memiliki karakter maupun latar belakang yang berbeda, karena manusia memiliki cara mereka sendiri dalam menjalani kehidupan, mengatasi tantangan serta dalam hal pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan, terdapat proses pemilihan keputusan dari beberapa pilihan alternatif yang berperan penting untuk menjadi pertimbangan agar dapat terhindar dari adanya kemungkinan suatu resiko. Begitu pula dengan konsumen dalam melakukan proses keputusan pembelian, konsumen memerlukan pilihan alternatif untuk menentukan apakah akan membeli atau memutuskan untuk tidak membeli produk ataupun jasa. Berbagai faktor bisa menjadi pengaruh dari keputusan pembelian, satu diantaranya ialah Electronic Word of Mouth atau yang disingkat E-WOM, dimana bisa dengan cepat menyebarkan informasi mengenai produk maupun jasa dari castomer lain yang sudah menggunakan ataupun membeli jasa atau produk itu, dimana dalam informasi tersebut Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 terdapat argumen serta komentar yang membahas kualitas, kinerja dan lain-lain melalui Maka dari itu, apabila dipadankan dengan word of wouth yang sebatas komunikasi dengan orang-orang terdekat, electronic word of mouth terbukti lebih baik untuk menyebarkan informasi karena dapat mengakses pada lingkup yang lebih luas dan lebih besar (Sari et al. , 2. Media sosial merupakan media yang efektif digunakan untuk menyebarkan serta mencari informasi, salah satu contohnya adalah youtube. Menurut survei data We Are Hootsuite Indonesia 2021. Youtube merupakan media social yang di Indonesia penggunanya terbenyak dengan presentase 93,8% dari jumlah populasi penduduk Indonesia pada saat itu (Valentin, 2. Youtube banyak diminati karena menyadiakan informasi dalam bentuk video yang memudahkan penggunanya untuk mendapatkan informasi (Silvia & Atnan, 2. Salah satu kategori youtube yang banyak diminati adalah mengenai review produk Masyarakat terutama kaum wanita tidak akan sembarangan dalam memilih suatu produk yang berhubungan dengan kesehatan kulit. Maka dari itu dibutuhkan referensi informasi yang membahas terkait produk kecantikan untuk mencari produk yang paling sesuai dengan keinginan serta kebutuhan yang kemudian akan dibeli dan gunakan. Informasi ini dapat diperoleh oleh konsumen melalui video review atau ulasan produk pada youtube yang membahas mengenai produk kecantikan. Terdapat banyak merek produk perawatan kulit kecantikan yang ada di Indonesia baik dari produk lokal maupun impor. Salah satu merek lokal yang terkenal adalah Sariayu. Sariayu merupakan salah satu merek dagang dari PT. Martina Berto Tbk. Terdapat beberapa video dari pengguna youtube yang membuat review atau ulasan mengenai produk sariayu dari segi harga, packaging, serta kualitas. Dengan adanya video tersebut, konsumen dengan mudah mendapatkan informasi mengenai spesifikasi produk sariayu. Menurut data Top Brand Index kategori masker wajah, dalam kurun waktu empat tahun terakhir . , merek sariayu menunjukkan persentase index yang fluktuatif, dimana nilai index dapat menunjukkan citra dari merek sariayu. Tabel 1. Data Top Brand Index Kategori Masker Wajah tahun 2018-2021 Peringkat Peringkat Merek Sariayu Ovale Mustika Ratu Garnier Viva Presentase 19,1% 17,1% 13,9% 13,1% 7,9% Merek Mustika Ratu Ovale Sariayu Wardah Garnier Merek Mustika Ratu Ovale Sariayu Wardah Garnier Presentase 25,5% 14,4% 12,7% 12,2% 11,5% Presentase 21,2% 16,8% 15,0% 11,1% 10,6% Merek Mustika Ratu Garnier Ovale Sariayu Wardah Presentase 20,6% 18,4% 14,8% 14,7% 12,6% Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Sumber: topbrand-award. Dari data diatas dapat terlihat bahwa PT. Martina Berto Tbk masih membutuhkan bebeberapa rencana strategi agar perusahaan dapat bertahan pada pasar. PT. Martina Berto Tbk juga harus meningkatkan peringkat sariayu sehingga dapat bersaing dengan para kompetitor produk serupa. Membangun citra merek yang positif penting dilakukan oleh perusahaan agar produk mereka dapat dibedakan dengan brand dari perusahaan lain sehingga konsumen akan loyal kepada satu merek saja meskipun banyak merek baru. Seperti yang diteliti oleh Ataman & Ulengin . dalam Shafira & Ferdinand . bahwa citra merek berperan penting bagi perusahaan untuk mendapatkan minat konsumen terhadap produk yang diproduksi, yang harapannya konsumen akan terdorong niatnya dalam membuat keputusan Berdasarkan uraian tersebut, dilakukannya penelitian ini agar diketahui besarnya E-WOM dan Citra Merek dalam mempengaruhi keputusan pembelian masker wajah sariayu. KAJIAN LITERATUR Electronic Word of Mouth (E-WOM) Berkembangnya dunia teknologi dan informasi, konsep komunikasi informal seperti diskusi online telah berkembang hingga munculnya istilah E-WOM. Ruhamak & Rahmadi . mengungkapkan bahwa E-WOM ialah pendapat dari seseorang yang pernah melakukan pembelian serta telah menggunakan produk ataupun jasa tertentu yang mana ulasan tersebut bisa bersifat positif maupun negative, dan ulasan tersebut dapat dengan mudah dilihat oleh masyarakat melalui media internet. Konsumen kini mencari referensi dengan menggunakan ulasan dari pengalaman orang lain untuk meyakinkan dalam membuat keputusan pembelian sebuah produk atau jasa agar terhindar dari kekecewaan setelah membeli(Akbar & Sunarti, 2. Goyette et al. dalam Sari et al. , . menjelaskan jika indikator pengukuran electronic word of mouth, yaitu: . Intensitas, jumlah opini atau komentar yang ditulis di platform, . Konten, merujuk pada isi informasi yang disajikan, . Pendapat Konsumen, pendapat yang bersifat positif maupun negative mengenai suatu produk atau jasa. Citra Merek Citra merek terbentuk dari bagaimana suatu perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik sehingga dapat membentuk suatu pandangan yang positif. Suatu kesan terhadap suatu merek tertentu yang ada didalam benak konsumen atau pelanggan merupakan pengertian dari citra merek (Low & Lamb, 2000 dalam Dewi et al. , 2. Schiffman dan Kanuk . dalam Putri et al. , . menyatakan bahwa citra merek merupakan satu diantara berbagai faktor yang dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan membeli produk oleh konsumen. Seandainya konsumen tidak pernah menggunakan atau belum pernah membeli produk tersebut, kebanyakan dari mereka akan memilih merek yang Terdapat tiga indikator untuk mengukur citra merek, yaitu: . Kekuatan asosiasi merek, kekuatan yang terdapat dalam fisik merek yang tidak ditemui pada merek lainnya. Kesukaan asosiasi merek, kemampuan merek untuk mudah diingat oleh pelanggan, . Keunikan asosiasi merek, kemampuan yang membedakan merek tersebut dengan merek lainnya (Putra & Frima, 2. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Keputusan Pembelian Sebuah keputusan pembelian menjadi tahapan akhir daripada tahapan memilih produk. Kotler & Keller . mengartikan keputusan pembelian sebagai langkah dimana konsumen sudah menentukan keputusan produk atau jasa mana yang akan dibeli dan melakukan proses pembelian tersebut. Rangkaian tahapan dari keputusan pembelian meliputi pengenalan masalah, lalu mencari dan mengumpulkan informasi, penilaian dari berbagai pilihan yang tersedia, melakukan keputusan pembelian dan tahap akhirnya yaitu perilaku yang ditunjukkan setelah pembelian. Berdasarkan pendapat dari Kotler &Amstrong . dalam Yuliastuti & Susila . ada beberapa macam indikator pembelian. Yaitu : . Membeli setelah mengetahui informasi produk, . Kemantapan Membeli disebabkan merek yang paling disukai, . Kemantapan membeli karena cocok dengan keinginan, . Kemantapan membeli karena mendapatkan rekomendasi dari orang lain. Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis HCA: Electronic word of mouth berpengaruh terhadap keputusan pembelian masker wajah HCC: Citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian masker wajah sariayu. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode kuantitatif. Penelitian ini menetapkan populasi yaitu mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Sampel penelitian diperoleh memakai nonprobability sampling. Kriteria mahasiswa yang dijadikan responden, yaitu: . Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, . Pernah membeli masker sariayu. Penentuan jumlah sampel menggunakan pengukuran sampel menurut Ghozali . yakni 5 -10 kali total parameter yang diestimasi. Penulis menggunakan 5 . parameter dengan jumlah indikator sebanyak 10 indikator. Sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 50 responden. Perolehan data didapatkan dari kuisioner berupa Google Form yang disebarkan secara online, dimana berisi beberapa pernyataan terkait dengan penelitian. Proses analisis data menerapkan SmartPLS pada Matode Partial Least Square (PLS). Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 HASIL DAN PEMBAHASAN Nilai dari suatu Factor Loading yang berasal daripada variabel ke indikatornya sebagai ukuran validitas indikator, apabila nilainya > 0,5 dapat dikatakan tercukupinya validitas dan/atau jika pada nilai T-Statistik >1,96 . ilai Z pada =0,. Tabel 2. Outer Loadings (Mean. STDEV. T-Value. Factor Loading (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) X1. 1 <- E-WOM (X. 0,809636 0,805561 0,055482 0,055482 14,592887 X1. 2 <- E-WOM (X. 0,901802 0,901189 0,018899 0,018899 47,717110 X1. 3 <- E-WOM (X. 0,869391 0,866458 0,037243 0,037243 23,344008 X2. 1 <- Citra Merek (X. 0,875578 0,871395 0,025567 0,025567 34,245997 X2. 2 <- Citra Merek (X. 0,870395 0,870800 0,029388 0,029388 29,617458 X2. 3 <- Citra Merek (X. 0,903292 0,900476 0,017923 0,017923 50,398742 1 <- Keputusan Pembelian (Y) 0,836813 0,829621 0,036366 0,036366 23,010878 2 <- Keputusan Pembelian (Y) 0,871898 0,869573 0,028910 0,028910 30,159375 3 <- Keputusan Pembelian (Y) 0,887291 0,884321 0,020377 0,020377 43,542994 4 <- Keputusan Pembelian (Y) 0,844764 0,839274 0,040494 0,040494 20,861659 Sumber: Data diolah Dari tabel menunjukkan hasil bahwa semua indikator pada variabel E-WOM (X. Citra Merek (X. , dan pada Keputusan Pembelian (Y) memiliki factor loading >0,50 dan/atau signifikan (Nilai T-Statistic > nilai Z = 0,05 . %) = 1,. , maka dari semua indikator bervaliditas baik atau memenuhi convergen validity. Variabel laten memiliki kecukupan validitas yang baik jika Konvergen Nilai AVE >0,5. Tabel 3. Average variance extracted (AVE) Variabel AVE E-WOM (X. 0,741532 Citra Merek (X. 0,780054 Keputusan Pembelian(Y) 0,740343 Sumber: Data diolah Hasil pengujian AVE ketiga variabel menghasilkan nilai >0,5. Untuk variabel E-WOM (X. dengan nilai 0,741532. Citra Merek (X. dengan nilai 0,780054, dan Keputusan Pembelian (Y) dengan nilai 0,740343. Jadi, keseluruhan virabel penelitian ini bisa dikatakan memiliki validitas yang baik. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Variabel laten mempunyai reabilitas yang baik saat memiliki nilai diatas 0,70 untuk nilai composite reliability. Tabel 4. Composite reliability Variabel Composite Reliability E-WOM (X. 0,895724 Citra Merek (X. 0,914066 Keputusan Pembelian(Y) 0,919346 Sumber: Data diolah Tabel Composite Reliability menunjukkan bahwa seluruh variabel laten yang diukur dipenelitian ini diatas 0,70 dengan E-WOM (X. dengan nilai 0,895724. Citra Merek (X. dengan nilai 0,914066, dan Keputusan Pembelian (Y) dengan nilai 0,919346. Maka semua variabel yang terdapat dipenelitian ini reliabel. Digunakannya R-square untuk evaluasi model structural. Output dari nilai R-square dipakai sebagai indikator seberapa besar variabel laten terikat dipengaruhi oleh variabel laten Tabel 5. R-Square Variabel R-Square Keputusan Pembelian (Y) 0,795412 Sumber: Data diolah Dapat diketahui bahwa nilai R2 = 0,795412, artinya model dapat menjelaskan akan adanya fenomena variabel laten bebas Citra Merek dan E-WOM dalam mempengaruhi Keputusan Pembelian dengan nilai 79,54% dan sisannya dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini dengan nilai 20,46%. Hipotesis E-WOM(X. -> Keputusan Pembelian(Y) Citra Merek(X. > Keputusan Pembelian(Y) Tabel 6. Path Coefficients (Mean. STDEV. T-Value. Standard Standard Path Sample Deviation Error Coefficients(O) Mean(M) (STDEV) (STERR) T Statistics (|O/STERR|) 0,257864 0,261745 0,075830 0,075830 3,400531 0,687030 0,683929 0,063471 0,063471 10,824271 Sumber: Data diolah Menurut hasil dari tabel 6, t-statistik untuk E-WOM (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y) dengan nilai 3,400531 > t-tabel 1,96 . ari nilai tabel Z= 0,. dan nilai path Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 coefficients menunjukkan hasil positif sebesar 0,257864 yang menunjukkan arah hubungan E-WOM (X. yang signifikan. terhadap Keputusan Pembelian (Y). Yang mengartikan HCA dapat diterima. T-statistik untuk Citra Merek (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y) dengan nilai 10,824271 > t-tabel 1,96 . ari nilai tabel Z= 0,. dan nilai path coefficients menunjukkan hasil positif sebesar 0,687030 yang menunjukkan arah hubungan Citra Merek (X. yang signifikan . terhadap Keputusan Pembelian (Y). Yang mengartikan HCC dapat diterima. Pengaruh Electronic Word of Mouth pada Keputusan Pembelian E-WOM (Electronic Word of Mout. berkontribusi pada keputusan pembelian masker wajah sariayu. Semakin banyak review positif masker Sariayu di YouTube, dapat semakin memberikan pengaruh dalam menentukan terjadinya keputusan pembelian masker Sariayu. Analisis deskriptif yang dilakukan pada E-WOM mendapatkan hasil bahwa yang paling berpengaruh kepada keputusan pembelian ialah indikator konten. Konten ini merujuk pada isi informasi yang disajikan mengenai produk yang diulas seperti kekurangan maupun kelebihan produk, kualitas produk, dan lainnya. Konten harus bersifat rasional agar dapat dirasakan kebenarannya dan akan mempengaruhi konsumen yang menontonnya. Penelitian ini selaras dengan yang dilakukan RifAoatul H & Endang . memperlihatkan bahwa E-WOM memiliki pegaruh pada keputusan pembelian kosmetik Pixy. Penelitian oleh Akbar & Sunarti . juga menunjukkan hasil yang sama terhadap konsumen sushi tei kelapa gading. Pengaruh Citra Merek pada Keputusan Pembelian Citra merek berkontribusi terhadap keputusan pembelian masker wajah sariayu Bertambah baiknya citra dari merek suatu produk, semakin baik kesan yang ada dibenak konsumen, sehingga konsumen akan senantiasa menentukan keputusannya untuk membeli produk dari merek tersebut. Hasil analisis deskriptif variable citra merek menunjukkan yang paling memiliki pengaruh kepada keputusan pembelian ialah indikator keunikan asosiasi Dalam sebab ini, suatu merek wajib memiliki kemampuan dan keunikan yang membedakan merek tersebut dengan merek-merek lainnya. Riset ini relevan dengan Putra et , . yang membuktikan citra merek memiliki pengaruh kepada keputusan pembelian. Penelitian oleh Putri et al. , . juga menunjukkan hasil yang sama terhadap keputusan pembelian pada konsumen hotel bintang 5 di bali. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Electronic word of mouth mempermudah dalam memperoleh informasi megenai produk atau jasa dengan cepat sehingga memudahkan konsumen dalam melakukan keputusan Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, konsumen cenderung melihat ulasan sebuah produk yang salah satunya didapat dari video yang dibuat oleh konsumen lain, agar terhindar dari rasa kecewa yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara produk yang beli dengan keinginan konsumen. Semakin lengkap dan menarik sebuah konten, semakin memberikan mempengaruhi keputusan pembelian. Selain itu, suatu merek harus memiliki keunikan yang bersifat kompetitif serta bermanfaat agar dapat memberikan kesan dibenak Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 konsumen dan konsumen senantiasa akan memilih merek tersebut. Semakin unik dan beda citra merek yang dimiliki, maka semakin meningkatkan keputusan pembelian. Saran Diharapkan kepada PT. Martina Berto Tbk dapat meningkatkan kualitas konten masker sariayu yang lebih menarik serta meningkatkan citra merek sariayu dengan memberikan citra yang unik dan berbeda, agar konsumen lebih yakin untuk membuat keputusan pembelian. Disarankan kepada peneliti selanjutnya menambahkan variabel berbeda yang belum pernah Daftar Pustaka